Perbedaan Kekasaran Permukaan Enamel Gigi Pada Penggunaan Karbamid Peroksida 16% Dan Jus Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai Bahan Pemutih Gigi

Gratis

6
88
63
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, Bapak Yap Ie Tjin dan Ibu Tjeng It Jung sebagai tanda hormat, rasa sayangdan terima kasih yang tak terhingga atas kasih sayang, perhatian, dukungan, kesabaran, semangat, kerja keras dan doanya selama ini. Hasil Post Hoc 36 Halaman Gambar 1 Prisma enamel 5 Gambar 2 Mekanisme pemutihan gigi 11 Gambar 3 Buah stroberi 15 Gambar 4 Stylus profilometer Mitutoyo Surftest SJ-201 19 Gambar 5 Pengukuran sampel gigi dengan profilometer 19 Gambar 6 Sampel gigi dibagi 2 bagian (bukal dan lingual/palatal) 28 Gambar 7 Akar gigi dioles cat kuku 28 Gambar 8 Pengukuran permukaan enamel gigi sebelum diberikan perlakuan dan diberi tanda menggunakan spidol 28 Gambar 9 (A) Jus stroberi 100%.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

  Pemutihan gigi dengan menggunakan karbamid peroksida terdapat dua macam yaitu home bleaching dengankarbamid peroksida 10-22% karena bahan aman dan efektif yang disetujui oleh American Dental Association (ADA) dan office bleaching yang pemutihannya dilakukan oleh dokter gigi di ruang praktek dengan menggunakan karbamid peroksida 30-37% yang diperlukan aktivasi cahaya (seperti halogen, LED, laser) 1,6,7 untuk mempercepat proses pemutihan gigi serta mendapatkan hasil yang efektif. Berdasarkan keuntungan yang didapatkan dari stroberi sebagai bahan pemutih gigi, penulis tertarik untuk memanfaatkan stroberi dalam bentuk jus dengankonsentrasi 100% dan 50% dan menilai perbedaan kekasaran permukaan enamel gigi dengan karbamid peroksida 16%.

1.4. Manfaat Penelitian

  Manfaat Teoritis · Sebagai wawasan tambahan dan pengetahuan bagi peneliti, dokter gigi dan masyarakat tentang manfaat jus buah stroberi bagi kesehatan gigi danmulut · Sebagai pengetahuan bagi peneliti, dokter gigi dan masyarakat tentang perbedaan karbamid peroksida dengan jus buah stroberi terhadapkekasaran permukaan enamel gigi.· Sebagai dasar penelitian lebih lanjut bahan alami untuk bahan pemutih gigi. Manfaat Praktis · Memperoleh bahan pemutih alami yang ekonomis sebagai alternatif produk kesehatan gigi dan mulut yang beredar di pasaran sehingga dapatbermanfaat bagi masyarakat luas.· Sebagai informasi bagi masyarakat tentang dampak mengkonsumsi stroberi terhadap kesehatan gigi dan mulut.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

  11 Jaringan keras gigi terdiri dari enamel, dentin, dan sementum. Jaringan keras tersebut pada dasarnya sama dengan jaringan tulang yang sebagian besar terdiri atas 11,17 zat anorganik.

2.1 Struktur Enamel

  Enamel gigi merupakan jaringan terluar gigi berwarna kuning muda sampai putih keabuan yang menutupi anatomis mahkota gigi manusia dan memiliki ketebalan 12,19 yang berbeda pada setiap area gigi. Faktor negatif yang berpengaruh pada kerusakan enamel salah satunya adalah keasaman minuman dan makanan yang akan menyebabkan perubahan dari 14 permukaan enamel.

2.2 Demineralisasi dan remineralisasi

  Perbedaannya yaitu karies gigi disebabkan oleh asam hasil fermentasi karbohidrat dan makanan lainnya yang diakibatkan bakteri di dalam rongga mulut, sedangkanerosi gigi disebabkan oleh asam dari makanan dan minuman bukan berasal dari hasil 14 fermentasi. Mula-mula, daerah selubung prisma (prisma sheath) akan melarut dan berlanjut ke inti prisma, 14,19 membentuk permukaan yang dikenal dengan sarang lebah.

13 CaHSO ; CaPO dan CaHPO . Kecepatan melarutnya enamel dipengaruhi oleh

  Apabila hidroksiapatit berkontak dengan asam, reaksi yang terjadi sebagai 13 berikut: akan diubah oleh H menjadi H O dan PO akan dirubah menjadi HPO4 , yang 2 4 2 3- - menyebabkan berkurangnya OH dan PO pada persamaan di sebelah kanan. 2.2.2 RemineralisasiRemineralisasi merupakan proses perbaikan alami pada permukaan gigi yang 19 Remineralisasi membutuhkan ketersediaan kalsium dan fosfat, dan hal ini sebanding dengan kemampuan fluor.

19 Aplikasi fluor pada permukaan enamel terbukti dapat meremineralisasi permukaan enamel yang mengalami demineralisasi

19

2.3 Perubahan warna gigi

  Secara fisiologis, dengan bertambahnya umur seseorang, email akan menjadi tipis karena abrasi atau erosi,dentin menjadi lebih tebal karena deposisi dentin sekunder dan reparatif, serta terjadi penumpukan noda-noda dari faktor ekstrinsik. Perubahan warna gigi (diskolorisasi gigi) disebabkan bermacam-macam yang 5,21 umumnya dapat digolongkan: 4) Perubahan pada pulpa, contohnya obturasi saluran akar, nekrosis pulpa dengan dan tanpa perdarahan5) Penyebab lain pada gigi nonvital, misalnya trauma selama ekstirpasi pulpa, material restorasi gigi, dan material perawatan saluran akar.

2.4 Pemutihan gigi (bleaching)

  Pemutihan gigi adalah suatu upaya untuk mengembalikan (merestorasi) warna normal pada gigi akibat adanya diskolorisasi (perubahan warna) baik oleh karenafaktor ekstrinsik dan intrinsik pada gigi dengan cara mengubah warna noda menjadi lebih sedikit berpigmen menggunakan bahan oksidasi atau reduksi berkekuatan 2,3,5 tinggi. Teknik internalTeknik internal terdapat dua macam yaitu teknik termokatalik (peletakan bahan oksidator di dalam kamar pulpa dan penggunaan panas) dan teknik walking (dipakai dalam semua keadaan yang memerlukan teknik pemutihan secara bleach internal dan teknik ini dapat dilakukan pada kunjungan yang sama pada obturasi).

2.5 Mekanisme pemutihan gigi

  Radikal bebas merupakan elektron yang tidak berpasangan dan akan terus bereaksi sampai staining terurai menjadi molekul-molekul sederhana yang bersifat sedikit merefleksikan cahaya spesifik dari stain, yaitu terjadi pengurangan atau elimination discoloration. Sampai suatu saat akandicapai suatu titik dimana molekul-molekul sederhana yang terbentuk maksimum, keadaan ini disebut dengan saturation point (titik jenuh).

2.6 Bahan pemutih gigi

  25,27 Reaksi dari karbamid peroksida dalam proses pemutihan sebagai berikut:Karbamid peroksida Hidrogen peroksida + UreaCH N OH O H O CH N O 2 2 2 2 2 2 2 2 Hidrogen peroksida Air + Oksigen H O H O O 2 2 2 2 2 2 3 2 Urea dalam karbamid peroksida berperan sebagai penstabil agar efek bahan tersebut lebih panjang dan berperan memperlambat proses pelepasan hidrogen peroksida. Urea dalam karbamid peroksida dengan berat molekul yang rendah dapat bergerak bebas ke dalam email dan dentin pada saat prosesdegradasi ammonia, dan karbondioksida akan dilepas sehingga akan meningkatkan pH.

2.7 Indikasi dan kontraindikasi bleaching

Indikasi perawatannya untuk penderita dengan perubahan warna yang disebabkan proses penuaan, konsumsi makanan, minuman, obat antara laintetrasiklin, serta fluorosis.

25 Kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi adalah penderita yang alergi

  terhadap komponen bahan pemutih gigi atau bahan sendok cetak, penderita dengan gigi sangat sensitif, penderita dengan gangguan temporomandibular joints (TMJ),wanita hamil, penderita dengan restorasi geligi anterior yang berubah warna. Penderita yang terlalu berharap akan hasil pemutihan gigi juga tidak dianjurkan melakukan hal ini, karena kemungkinan hasilnya akan mengecewakan secara psikis.

2.8 Efek samping bleaching

  Efek samping yang ditimbulkan dari bleaching: 24,25 Gigi sensitif yang timbul akibat proses pemutihan gigi, umumnya dalam waktu singkat, ditanggulangi dengan memendekkan waktu proses pemutihan setiapharinya, pengulasan fluor, potasium nitrat atau bahan desentizing lain. Bleaching dengan hidrogen peroksida dapat menyebabkan efek pada ikatan antara Perendaman sampel gigi dalam karbamid peroksida dan hidrogen peroksida menunjukkan adanya perubahan gambaran enamel menjadi lebih kasar, berpori-pori dan adanya bercak putih akibat penggunaan bahan tersebut dilihat secara mikroskopis.

2.9 Stroberi

  Nikolai Ivanovisch Vavilov, seorang ahli botani yang berasal dari Uni Soviet, pada tahun 1887-1942 telahmelakukan ekspedisi ke Asia, Afrika, Eropa dan Amerika, beliau berkesimpulan 27 bahwa tanaman stroberi berasal dari daerah Chili. 28 Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut: : Dicotyledonae Stroberi yang dapat kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F.

2.10 Manfaat stroberi

  Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, buah stroberi terutama biji dan daunnya diketahui mengandung asam elegat. Senyawa ini ternyata berperansebagai antikarsinogen dan antimutagen yang berarti penting untuk kesehatan manusia.

2.11 Kandungan stroberi

  Adanya perbedaan keelektronegatifan diantara O dan H pada gugus OH yang lebih besar dibandingkan CO dan OH pada gugus COOH menyebabkan gugus OH akan lebih mudah putus dan menghasilkan radikal H . Kekasarandianggap sebagai komponen dari permukaan yang telah diukur dengan frekuensi yang 18,31 tinggi dan panjang gelombang yang pendek.

2.14 Kerangka Teori

Enamel gigiPerubahan warna gigi (diskolorisasi) Pemutihan gigi(bleaching) Bahan pemutih gigiHidrogen peroksida Karbamid peroksidaJus buah stroberi Konsentrasi 16%Manfaat Kandungan Konsentrasi 100% &50%Anthocyanin Cathechin, Quercetin, Asam malat Asam elegat gigi pemutihan gigi merahDemineralisasi Kekasaran permukaan gigi (?)

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN

3.1 Kerangka Konsep 3.2 Hipotesis Penelitian Ada perbedaan kekasaran permukaan enamel gigi pada penggunaan karbamid peroksida 16% dengan jus buah stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai bahanpemutih gigi. Kekasaran permukaan enamel gigi

BAB 4 METODE PENELITIAN

: Eksperimental laboratorium in vitro 4.1 Jenis penelitianRancangan penelitian : Pre and Post test group design 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Laboratorium Politeknik USU 4.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2015

4.3 Populasi dan Sampel

  Berdasarkan rumus diatas, maka jumlah sampel tiap kelompok dapat ditentukan sebagai berikut : ( 3 – 1 ) ( r – 1 )≥ 15 ( 2 ) ( r – 1 )≥ 15 r ≥ 8,5 Jumlah sampel (r) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 sampel. Kelompok 1 : sampel direndam dalam jus strawberry 100% = 10 sampelKelompok 2 : sampel direndam dalam jus strawberry 50% = 10 sampelKelompok 3 : sampel direndam dalam karbamid peroksida 16% = 10 sampel Jadi, total jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 sampel (15 gigi molar yang dibagi menjadi 2 bagian).

4.4 Variabel Penelitian

4.4.1 Variabel bebas · Jus buah stroberi 100% dan 50%· Karbamid peroksida 16% 4.4.2 Variabel tergantung · Kekasaran permukaan enamel gigi 4.4.3 Variabel terkendali · Konsentrasi jus buah stroberi 100% dan 50%· Karbamid peroksida 16%· Media penyimpanan menggunakan saliva buatan· Suhu ruangan

4.4.4 Variabel tidak terkendali

4.4.5 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Bebas

· Perlakuan terhadap buah stroberi selama tumbuh· Lama waktu penghalusan jus stroberi· Masa/jangka waktu pencabutan gigi molar· Ketebalan enamel / struktur enamel· Penetrasi bahan pemutih gigi ke dalam permukaan enamel 50% 16% Variabel Tergantung Kekasaran permukaan enamel gigi Variabel Terkendali · Gigi molar· Lama perendaman gigi dalam jus buah stroberi yaitu 2 menit. Dilakukan 3 kali dalam sehari dengan selang waktu 6 jam selama2 minggu (14 hari).· Konsentrasi jus buah stroberi 100% dan 50%· Karbamid peroksida 16%· Media penyimpanan menggunakan saliva buatan· Suhu Variabel Tidak Terkendali · Perlakuan terhadap buah stroberi selama tumbuh· Lama waktu penghalusan jus stroberi· Masa/jangka waktu pencabutan gigi molar· Ketebalan enamel / struktur enamel· Penetrasi bahan pemutih gigi ke dalam permukaan enamel

4.5 Definisi Operasional

  Tabel 1 Definisi operasional No Variabel Definisi Skala Ukur Alat Ukur Operasional Variabel Bebas 1 Jus buah stroberi 200 g buah stroberi100% yang dihaluskan tanpa air. 1 2 2 3 Karbamid peroksida Bahan pemutih gigi16% yang digunakan Nominal dalam metode home bleaching yang telah disetujui oleh American Dental Association No Variabel Definisi Skala Ukur Alat Ukur Operasional Variabel Tergantung 1 Kekasaran Suatu permukaan enamel ketidakteraturan Ratio Profilometergigi pada permukaan enamel gigi yangdiukur dengan alat ukur surfaceroughness tester.

4.6 Alat dan Bahan Penelitian

  Spidol 4.6.2 Bahan penelitian 1. Jus buah stroberi 100% & 50% 2.

4.7 Metode pengumpulan data / pelaksanaan penelitian

4.7.1 Persiapan sampel/bahan coba Sampel yang digunakan adalah gigi molar yang sesuai dengan kriteria inklusi

  Setiap gigi bagian akar sampel ditutup dengan cat kuku untuk mencegah masuknya karbamid peroksida serta jus buah stroberi melaluitubulus dentin dan bagian apikal gigi. Kemudian lakukan pengukuran dan pencatatan kekasaran permukaan enamel sebelum gigi direndam/diberikan perlakuan.

4.7.2 Perlakuan terhadap sampel

  Setiap perlakuan diperlukan buah stroberi sebanyak 400 gram yang dimanfaatkan menjadi jus dengan cara 200 gram stroberi dihaluskan tanpa air dandihasilkan jus buah stroberi dengan konsentrasi 100% yang digunakan untuk sampel kelompok 1. (B) Jus stroberi 50% Proses aplikasi bahan pemutih gigi pada kelompok 1 dan 2 yaitu dengan cara Pada kelompok 3 diaplikasikan karbamid peroksida 16% sesuai dengan petunjuk pabrik, setelah itu dicuci kembali dibawah air mengalir, keringkan dengantisu dan rendam dalam saliva buatan.

4.7.3 Pengukuran kekasaran permukaan gigi

  Setelah 2 minggu/ 14 hari, gigi dikeluarkan dari wadahnya masing-masing, dicuci dibawah air mengalir dan dikeringkan dengan tisu lalu dilakukan pengukurankekasaran permukaan enamel dengan menggunakan profilometer. Hasil pengukuran pada masing-masing gigi dicatat kemudian didapatkan hasil tingkat kekasaranpermukaan dari masing-masing kelompok perlakuan yang akan dibandingkan dengan uji ANOVA.

4.8 Analisa Data

4.9 Alur penelitian

Data yang telah terkumpul dari hasil pengukuran kekasaran permukaan enamel gigi dianalisis secara uji ANOVA yang menunjukkan perbedaan makadilanjutkan uji analisis Post Hoc (uji Least Significant Difference) untuk melihat perbedaan antar kelompok. 15 sampel gigi molarGigi dibersihkan Gigi dibagi menjadi 2 bagian (bukal dan lingual/palatal)Pengukuran dan pencatatan kekasaran permukaan enamel gigi dengan profilometer Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3Gigi direndam Gigi direndam Gigi dalam jus buahdalam jus buah diaplikasikan stroberi 100%stroberi 50% 2 karbamid 2 menit selangmenit selang 6 peroksida 6 jam (3xjam (3x sehari) 16% 6 jam sehari) selamaselama 2 sehari selama 2 mingguminggu 2 minggu Pengukuran dan pencatatan kekasaran permukaan enamel gigi dengan profilometerAnalisa statistik

BAB 5 HASIL PENELITIAN

5.1 Hasil Penelitian

  Nilai kekasaran permukaan sampel diperolehdengan menghitung selisih dari pengukuran sebelum dan setelah diberikan perlakuan dari setiap sampel kelompok 1 yang diukur dengan menggunakan alat stylus profilometer . Nilai kekasaran permukaan sampel diperoleh denganmenghitung selisih dari pengukuran sebelum dan setelah pengaplikasian dari setiap sampel kelompok 3 yang diukur dengan menggunakan alat stylus profilometer.

5.1.3 Kekasaran Permukaan Sampel Kelompok 3

  Tabel 4. Nilai kekasaran permukaan kelompok 3 Tabel dibawah ini menunjukkan rata-rata kekasaran permukaan dan standard deviasi kelompok 1,2 dan 3.

5.2 Analisis Hasil Penelitian

5.2.1 Uji Anova

mengetahui perbedaan nilai kekasaran permukaan sampel diantara masing-masing kelompok 1,2 dan 3, maka dilanjutkan dengan Post Hoc (uji Least Significant Difference ).

5.2.2 Post Hoc ( Least Significant Difference)

Tabel 6. Hasil Post Hoc (uji LSD)Kelompok p Kelompok Stroberi 100% - Kelompok Stroberi 50% 0,037*Kelompok Stroberi 100% - Kelompok Karbamid Peroksida 16% 0,015*Kelompok Stroberi 50% - Kelompok Karbamid Peroksida 16% 0,690

BAB 6 PEMBAHASAN Penelitian ini mengevaluasi efek dari bahan pemutih gigi terhadap kekasaran

  Setelah perendaman selama 2 minggu didapatkan hasil dengan uji Anova untuk melihat perbedaan antara kelompok sampel yang direndam jus buah stroberikonsentrasi 100% (kelompok 1), kelompok sampel yang direndam jus buah stroberi konsentrasi 50% (kelompok 2) dan kelompok sampel yang diaplikasikan dengankarbamid peroksida 16% (kelompok 3) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil uji Post Hoc (uji LSD) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok jus buah stroberi konsentrasi 100% dan kelompok jus buah stroberikonsentrasi 50% serta perbedaan yang signifkan antara kelompok jus buah stroberi konsentrasi 100% dan kelompok karbamid peroksida 16%.

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

  7.1 Kesimpulan Adanya perbedaan kekasaran permukaan gigi pada penggunaan karbamid peroksida 16% dan jus buah stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai bahan pemutihgigi. Jus buah stroberi konsentrasi 100% memiliki efek yang lebih besar dalam meningkatkan kekasaran permukaan gigi, sedangkan jus buah stroberi konsentrasi50% memiliki efek yang hampir sama dengan bahan pemutih gigi karbamid peroksida 16% dalam meningkatkan kekasaran permukaan gigi.

DAFTAR PUSTAKA

  Berdasarkan data yang telah diuraikan, perlu diketahui efek kekasaran permukaan gigi pada penggunaan karbamid peroksida 16% dan jus buah stroberi sebagaibahan pemutih. Judul PenelitianPerbedaan kekasaran permukaan enamel gigi pada penggunaan karbamid peroksida 16% dan jus buah stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai bahanpemutih gigi.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Setelah Pengaplikasian Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan 35%
8
302
65
Pengaruh Jus Buah Stroberi (Fragaria X Ananassa) Terhadap Diskolorasi Gigi Yang Disebabkan Oleh Kopi
9
147
72
Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Setelah Aplikasi Karbamid Peroksida 35% Dengan Waktu Yang Berbeda
2
89
68
Perbedaan Kekerasan Permukaan Enamel Gigi setelah Direndam dalam Jus Buah dan Larutan Vitamin C (In Vitro)
6
70
80
PERBEDAAN EFEKTIFITAS JUS ANGGUR (Vitis vinifera L) KONSENTRASI 100% DENGAN GEL KARBAMID PEROKSIDA 10% SEBAGAI BAHAN PEMUTIH GIGI (Bleaching)
0
3
58
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA MADU BUNGA KELENGKENG DENGAN GEL KARBAMID PEROKSIDA 10% SEBAGAI BAHAN PEMUTIH GIGI
0
3
67
PENGARUH PENGGUNAAN PRODUK PEMUTIH GIGI YANG MENGANDUNG HIDROGEN PEROKSIDA 40% DIBANDINGKAN DENGAN STRAWBERRY (Fragaria x ananassa)TERHADAP KEKUATAN TEKAN GIGI.
0
0
2
Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10 dan Hidrogen Peroksida 6 secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi
0
0
7
Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Setelah Pengaplikasian Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan 35%
0
1
8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Setelah Pengaplikasian Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan 35%
0
0
14
Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofiller Setelah Pengaplikasian Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan 35%
0
0
13
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Jus Buah Stroberi (Fragaria X Ananassa) Terhadap Diskolorasi Gigi Yang Disebabkan Oleh Kopi
0
0
18
Pengaruh Jus Buah Stroberi (Fragaria X Ananassa) Terhadap Diskolorasi Gigi Yang Disebabkan Oleh Kopi
0
2
13
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Perbedaan Kekasaran Permukaan Enamel Gigi Pada Penggunaan Karbamid Peroksida 16% Dan Jus Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) sebagai Bahan Pemutih Gigi
0
0
16
PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN ENAMEL GIGI PADA PENGGUNAAN KARBAMID PEROKSIDA 16 DENGAN JUS BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) SEBAGAI BAHAN PEMUTIH GIGI
0
0
14
Show more