Pengeruh Peranan Audit Internal, Komite Audit dan Dewan Direksi Terhadapa Penerapan Good Corporate Governance Pada PT Tolan Tiga Indonesia

 8  77  117  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

SKRIPSI PENGARUH PERANAN AUDIT INTERNAL, KOMITE AUDIT DAN DEWAN DIREKSI TERHADAP PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT TOLAN TIGA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

  Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar adanya. Apabiladikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

KATA PENGANTAR

  Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji autokorelasi.pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikansi parsial (Uji-t), uji 2 signifikansi simultan (Uji-F) dan koefisien determinasi ( ) . Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji autokorelasi.pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji signifikansi parsial (Uji-t), uji 2 signifikansi simultan (Uji-F) dan koefisien determinasi ( ) .

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Mulai populernya istilah tata kelola perusahaan yang baik atau yang lebih dikenal dengan istilah asing good corporate governance (GCG) tidak dapat dilepas dari maraknya skandal Pentingnya Good Corporate Governance (GCG) diperlukan untuk mendorong terciptanya pasar yang efisien, transparan dan konsisten denganperaturan perundang-undangan. Ada juga penelitian Azwar Hanas yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara dewan komisaris, dewan direksi dan komite audit terhadap good corporate governance pada perusahaan yang listid pada Bursa Efek Jakarta periode 2003 sampai dengan 2005 serta perusahaan yang mengikuti survey kualitas corporate governance yang dilakukan oleh IICG selama periode tersebut.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan penulis terhadap peranan audit internal,komite audit, dan dewan direksi terhadap GCG. Bagi pembaca dan pihak lain, dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan panduan dalm penelitian-penelitian di masa yang akan datang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Good Corporate Governance (GCG)

2.1.1. Pengertian Good Corporate Governance (GCG)

  Menurut Cadbury Commitee of United Kingdom Good Corporate Governance merupakan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemegang kepentingan internal daneksternal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikanperusahaan. Good Corporate Govenance/tata kelola perusahaan yang baik sebagai suatu sistem yang mengatur hubungan peran Dewan Komisaris, peran Direksi, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya (Agoes dan Ardana, 2009).

2.1.2. Prisip-Prinsip GCG

  Prinsip-prinsip OECD (Agoes dan Ardana, 2009) mencakup lima bidang utama, yaitu: hak-hak parapemegang saham (stockholders) dan perlindungannya; peran para karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) lainnya; pengungkapan(disclosure) yang akurat dan tepat waktu; transparansi terkai dengan struktur dan operasi perusahaan; serta tanggung jawab dewan terhadap, pemengangsaham, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Boediono, walaupun Kode Indonesia tentang GCG ini bukan merupakan suatu peraturan, tetapi dapat menjadipedoman dasar bagi seluruh perusahaan di Indonesia dalam menjalankan usaha agar kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin dalam jangkapanjang dalam koridor etika bisnis yang pantas.

2.1.3. Manfaat Good Corporate Governance

  Salah satu akar krisis ekonomi di Indonesia dan krisis pasar modal di AS adalah buruknya kinerja perusahaan-perusahaan besar yang sebagian bessarmerupakan perusahaan publik yang telah terdaftar di bursa. Kalaupun GCG bukan obat mujarap untuk keluar dari krisis, sistem ini dapat menjadi dasar bagi berkembangnya sistem nilai baru yang lebihsesuai dengan lanskap bisnis yang kini telah banyak berubah.

2.2. Internal Audit Pengertian Audit Internal 1

  Menurut Institute of Internal Auditors (IIA) (Sawyer’s 2005:9) “audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yangdikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan. Audittersebut membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untukmengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses pengelolaan risiko, kecukupan kontrol, dan pengelolaan organisasi”.

2.2.2. Fungsi Audit Internal

  Audit internal terlibat dalam memenuhi kebutuhan manajemen, dan sataf audit yang paling efektif meletakkan tujuan manajemen dan organisasi diatas rencana dan aktivitas mereka. Kepala eksekutif juga memastikan bahwa waktu dan sumber daya tersedia untuk audit yang sewaktu-waktu diperlukan dan tidakbisa diperkirakan pada saat rencana awal dibuat.

2.2.3. Tujuan Audit Internal

2.2.4. Hubungan Audit Internal Dengan Manajemen

  Auditor internal memiliki peranan yang penting dalam semua hal yang berkaitan dengan pengelolaanperusahaan dan risiko-risiko terkai dalam menjalankan usaha. Pengelapan dapat merugikan Audit internal dalam memenuhi kebutuhan manajemen, dan staf audit yang paling efektif meletakkan tujuan manajemen dan organisasi di atas rencanadan aktivitas mereka.

2.2.5. Independensi Audit Internal Dalam Pelaporan

  Banyak organisasi audit internal bisa mendapatkan kebebasan yang diperlukan untuk melaksanakan audit internal secara independen danobjektif. Bebas dari tekanan untuk tidak melaporkan hal-hal yang signifikan dalam laporan audit.

2.2.7. Kode Etik Aaudit Internal

  Kode etik profesional disusun sebagai hasil dari hubungan yang khusus antara anggota profesi dan kliem mereka. Kepercayaan ini akan meningkat bila para profesionaldiminta untuk bersumpah melayani publik dengan jujur dan rajin dan untuk bertindak berdasarkan aturan ketat dan perilaku yang etis.

2.3. Komite Audit Definisi Komite Audit 1

  Independensi komite audit dari manajemen serta pegetahuan tentang masalah pelaporan keuangan merupakan determinan yang pentingmenyangkut kemampuannya untuk mengevaluasi secara efektif pengendalian internal dan laporan keuangan yang disiapkan manajemen. Pihak-pihak yang bertanggung jawabmengawasi arah strategi entitas dan akuntabilitas entitas, termasuk pelaporan keuangan dan pengungkapan, disebut sebagai pihak –pihakyang memikul tanggung jawab tata kelola oleh standar auditing.

2.3.2. Struktur Komite Audit

  Pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku. Komite audit berwewenang untuk mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadapat catatan, karyawan, dana, aset serta b.

2.3.5. Persayaratan Keanggotaan Komite Audit

  Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan latar belakangpendidikannya, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik yang memberikan jasa audit dan non audit pada emite atau PerusahaanPublik yang bersangkutan dalam satu tahun terakhir sebelum diangkat oleh Komisaris.

2.4. Dewan Direksi Definisi Dewan Direksi 1

  Dewan direksi sebagai organ perusahaan perusahaan bertugas dan bertangung jawab secara kolegial dalam megelola perusahaan. Direksi harus profesional yaitu berintegritas dan memiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk menjalankantugasnya.

2.4.3. Pengangkatan Dewan Direksi Pengangkatan direksi merupakan kewenangan mutlak dari RUPS

  Perusahaan yang selamnya tercatat dalam bursa efek, perusahaan negara, perusahaan daerah, perusahaan yang menghimpun danmengelola dana masyarakat, perusahaan yang produk dan jasanya digunakan oleh masyarakat luas, serta perusahaan yang c. Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek, perusahaan negara, perusahaan daerah, perusahaan yang menghimpun danmengelola danamasyarakat, perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas, serta perusahaan yangmempunyai pengaruh terhadap kelestarian lingkungan, harus memiliki sekretaris perusahaan yang fungsinya dapat mencakuppula hubungan dengan investor .

2.4.5. Pertanggung Jawaban Direksi

  Direksi harus menyusun pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan dalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lainlaporan keuangan, laporan kegiatan perusahaan, dan laporan pelaksanaan GCG. Di bawah ini ada beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh internal audit, komite audit dan dewan direksi terhadap good corporate governance yang dijadikan penulis sebagai panduan atau contoh dalam penulisan penelitian ini.

2.6. Kerangka Konseptual Audit Internal (X1) Komite Audit Good Corporate Governance (X2)

  Audit internal membantu organisasi untuk mencapi tujuannya melalui suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi danmeningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian dan proses governance, keberadaan audit internal dalam suatu perusahaan atau organisasi sangat memiliki pranan yang sangat penting karena audit inernal yang baik akan menciptakan pengawasan yang baik juga bagi perusahaandalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Good Corporate Governance merupakan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemegangkepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengarahkandan mengendalikan perusahaan.

2.7. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis dalam penelitian ini adalah:H1 = Intenal audit secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa good corporate governance pada PT Tolan Tiga Indonesia. H4 = Intenal audit, komite audit, dewan direksi secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa good corporate governance pada PT Tolan Tiga Indonesia.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Definisi Penelitian 3.1. Penelitian bisnis adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, dan analisis

  data yang sistematis untuk pengambilan kesimpulan yang objektif dalam rangka membantu dalam pembuatan keputusan bisnis (Erlina, 2011). Perhatian utama dalam penelitian bisnis adalah proses perubahan pembuatan keputusan yang selama ini dilakukan berdasarkan intuisi menjadipengambilan keputusan yang berdasarkan pada proses investigasi yang dilakukan secara sistematis dan objektif.

3.2. Jenis Penelitian

  Populasi adalah sekelompok entitas yang lengkap yang dapat berupa orang, kejadian, atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu, yangberada dalam suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian (Erlina,2011). Sampel pada penelitian ini adalahPopulasi pada penelitian ini adalah staf internal audit, staf komite audit, dan staf dewan direksi yang berjumlah 45 orang dengan kriteria pemilihansampel yaitu staf yang sudah bekerja pada PT Tolan Tiga Indonesia diatas lima tahun.

3.5. Teknik Pengumpulan Data

  Kuesioner merupakan salah satu alat yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan informasi dari proses wawancara yangdibutuhkan untuk menjawab permasalahan atau menerangkan penomena (Diana dan Riantri , 2014). Data sekunder yang berupa sejarah perusahaan dan struktur organisasi perusahaan yang didapatkan langsung dari perusahaan.

3.6. Operasional Variabel

  Good Corporate Governance merupakan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus(pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitandengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. Kemandirian sebagai tambahan prinsip dalam mengelola BUMN, artinya suatu keadaan dimana para pengelola dalam mengambil suatukeputusan bersifat profesional, mandiri, bebas dari konflik kepentingan, dan bebas dari tekanan/pengaruh dari mana pun yangbertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip- prinsip pengelolaan yang sehat.

3.7. Pengujian Kualitas Data Uji Validitas 1

  Validitas menunjukkan seberapa jauh ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Erlina, 2011). Alat ukur yang tidak valid adalah yang memberikan hasil ukuran menyimpang dari tujuannya.

3.7.2. Uji Reliabilitas

  Pengujian reliabilitas adalah tingkat seberapa besar suatu pengukuran mengukur dengan stabil dan konsisten (Erlina, 2011). Pengujianreliabilitas digunakan untuk melihat reliabilitas masing-masing instrumen yang digunakan dengan koefisien.

3.8. Model Analisis Data

  Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan regresi linier berganda, untuk mengetahui secara bersaama-sama antara pengaruhinternal audit, komite audit, dan dewan direksi terhadap good corporate governance pada PT Tolan Tiga Indonesia. Sehingga akan diketahui variabel-variabel mana yang paling besar pengaruhnya terhadap good corporate governance.

2 X = Koefisien Komite Audit

Uji Asumsi Klasik 3.9.

3.9.1. Uji Normalitas

  Ada dua cara untuk mendeteksi apakan residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji normalitas dengan menggunakan uji grafik dilakukan dengan dua cara yaitu melalui grafik histogram dan normal probability plot, sedangkan dengan uji statistik distribusi normal digunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S).

3.9.2. Uji Heteroskedastisitas

3.9.3. Uji Multikolinearitas

  Variabel-variabel bebas yang bersifat ortogonal adalah variabel bebas yang memiliki nilai korelasi di antara sesamanya sama dengan nol (Erlina,2011). Jika nilai variance inflation factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan terbebatas dari multikolinearitas.

3.9.4. Uji Autokorelasi

  Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalahautokorelasi di antaranya dengan uji Durbin Watson, karena uji ini yang umum digunakan (Erlina, 2011). Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan regresi linier berganda.untuk mengetahui secara bersaama-sama antara pengaruh internal audit, komite audit, dan dewan direksi terhadap good corporate governance padaPT Tolan Tiga Indonesia.

3.10.1. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

  Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut:H0: Komite audit secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa good corporate governance pada PT Tolan Tiga Indonesia. Hipotesis yang akan diuji dirumuskan sebagai berikut:H0: Intenal audit, komite audit dan dewan direksi secara simultan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa good corporate governance pada PT Tolan Tiga Indonesia.

3.10.3. Koefisien Determinasi ( )

  Hal ini berarti jika nilai =0� menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh antara variabel 2 independen terhadap variabel dependen. Bila nilai mendekati nol,� menunjukkan semakin kecilnya pengaruh variabel independen 2 terhadap variasi variabel depanden, sebaiknya jika mendekati satu� menunjukkan semakin besar pengaruh variabel independen terhadapvariasi variabel depanden.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum PT Tolan Tiga Indonesia (SIPEF)

4.1.1. Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan

  217 Medan dan tanggal 9 Maret 1987 perusahaan tersebut di ubah lagi namanya menjadiPT Tolan Tiga Indonesia yang membawahi beberapa kebun yang terbentang sebagian besar di pulau Sumatera dan beberapa kebun lainnyayang berada di pulau Jawa dan ditetapkan Kator Besar Pengendalian Manajemen atau Induk Operasional. Struktur organisasi yang dimiliki oleh PT Tolan Tiga Indonesia adalah struktur organisasi garis dan staff atau line and staff organization yangmencerminkan tanggung jawab dan wewenang di dalam perusahaan secara vertikal dan mencerminkan hubungan antar bagian-bagian yang ada secarahorizontal.

4.6. Hasil Uji Asumsi Klasik

  Jika asumsi ini dilanggar atau tidak dipenuhi maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Erlina, 2011). Ada dua carauntuk mendeteksi apakan residual berdistribusi normal atau tidak adalah Gambar 4.1 Grafik Histogram Gambar 4.2 Grafik P-P Plot Sumber : Hasil Olahan Data SPSS 17Dari grafik histogram pada gambar 4.1 menunjukkan grafik histogram yang memberikan pola distribusi yang mendekati normal, demikianjuga halnya dengan grafik PP Plots pada gambar 4.2 terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal.

b. Calculated from data

  Tabel 4.15 diatas diperoleh hasil untuk variabel komite audit dengan nilai sig sebesar 0,315, jika dibandingkan dengan nilai probabilitas 0,05, berarti nilai probabilitas 0,05 lebih kecil dari nilai probabilitas sig (0,05<0,315), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya komite audit tidak berpengaruhsecara signifikan terhadap penerapan GCG. Dependent Variable: Y Sumber : Hasil Olahan Data SPSS 17Hipotesis yang akan diuji dirumuskan sebagai berikut:H0 :Intenal audit, komite audit dan dewan direksi secara simultan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa good corporate governancepada PT Tolan Tiga Indonesia.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberadaan InternalAudit membantu dalam mencapai keberhasilan penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Tolan Tiga Indonesia, karena internal audit melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta memberikan informasi yang dibutuhkan manajemen dengan tepat. Intenal audit, komite audit dan dewan direksi secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapa Good Corporate Governance (GCG) pada PT Tolan Tiga Indonesia.

5.2. Saran

  Demikian halnya dengan dewan direksi, bagian ini diharapkan diisi oleh sumber daya manusia yang terbaik, karena dewan direksi harus memilikivisi yang jelas dalam peningkatan perusahaan, dengan visi yang jelas perusahaan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memperoleh laba. Peranannya yang sangat penting dalam menjaga kualitas corporate governance terllihat dalam hal peningkatan kualitas laporan keuangan dan peningkatan efektivitas internal audit dan eksternal audit.

DAFTAR PUSTAKA

  Pedoman Umum GCG Indonesia,JakartaKeputusan Ketua BAPEPAM Nomor Kep-41/PM/2003 Tanggan 22 Desember 2003, Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite AuditWardoyo Trimanto S dan Lena, 2010. Pengaruh Dean Komisaris, Dewan Direksi dan Komite AuditTerhadap Penerapan Good Corporate Governance.

Informasi dokumen
Pengeruh Peranan Audit Internal, Komite Audit dan Dewan Direksi Terhadapa Penerapan Good Corporate Governance Pada PT Tolan Tiga Indonesia Aktivitas Perusahaan Pengujian Kualitas Data Definisi Dewan Direksi Klasifikasi Dewan Direksi Definisi Komite Audit Struktur Komite Audit Tugas Komite Audit Definisi Penelitian Jenis Penelitian Jenis dan Sumber Data Teknik Penentuan Sampel Fungsi Audit Internal Internal Audit Hasil Pengujian Hipotesis ANALISIS HASIL PENELITIAN Hasil Pengujian Hipotesis METODOLOGI PENELITIAN Hasil Pengujian Hipotesis TINJAUAN PUSTAKA Hasil Uji Asumsi Klasik Independensi Audit Internal Dalam Pelaporan Peranan Audit Internal Kode Etik Aaudit Internal Kerangka Konseptual TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan ANALISIS HASIL PENELITIAN Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Manfaat Good Corporate Governance Model Analisis Data Intenal audit X1 secara parsial memiliki pengaruh yang Komite audit X2 secara parsial memiliki pengaruh yang Operasional Variabel METODOLOGI PENELITIAN Operasional Variabel TINJAUAN PUSTAKA Pengangkatan Dewan Direksi Fungsi Dewan Direksi Pengertian Audit Internal Internal Audit Pengertian Good Corporate Governance GCG Prisip-Prinsip GCG Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan Teknik Pengumpulan Data METODOLOGI PENELITIAN Teknik Pengumpulan Data TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Tujuan Audit Internal Hubungan Audit Internal Dengan Manajemen Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Uji Multikolinearitas Uji Signifikansi Simultan Uji F Koefisien Determinasi Visi dan Misi Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan Wewenang Komite Audit Persayaratan Keanggotaan Komite Audit
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengeruh Peranan Audit Internal, Komite Audit..

Gratis

Feedback