PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012

Gratis

0
14
42
2 years ago
Preview
Full text
Judul Skripsi : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN I KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012 Nama Mahasiswa : SUNTING MAS Nomor Pokok Mahasiswa : 1013069202 Program Studi : S1 PGSD Dalam Jabatan Jurusan : Ilmu Pendidikan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd NIP. 19510507 198103 1 002 Drs. Tambat Usman, M.H NIP. 19520715 197903 1 007 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Pembimbing : Drs. Tambat Usman, M.H .................................... Penguji : Drs. Sugiman, M.Pd .................................... 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 28 Juni 2012 PERNYATAAN Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya susun sebagai syarat meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung seluruhnya merupakan karya sendiri. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah. Apabila dikemudian hari ditemukan atau sebagian skripsi ini bukan merupakan hasil karya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku. Bandar Lampung, Juni 2012 Sunting Mas iv DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ... LEMBAR PENGESAHAN ii DAFTAR ISI iv vi DAFTAR I. vii PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 1.3 Rumusan Masalah dan Permasalahan 1.4 1.5 Manfaat 1.6 Ruang Lingkup . 1 .. . II. KAJIAN PUSTAKA 6 2.1 2.1.1 Pengertian Belajar 2.1.2 Prestasi 2.1.3 Hasil Belajar 2.2 Kerangka Pikir/ Siklus Penelitian 2.3 Hipotesis . III. METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitain 3.2 Setting Penelitian 3.3 Faktor faktor yang akan diteliti 3.4 Prosedur Penelitian 3.5 Instrumen Penelitian 3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.7 Analisi 3.8 Indikator Keb 1 2 3 3 3 4 6 6 7 8 9 10 11 13 14 . 14 14 14 15 18 18 18 19 v IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I 4.1.2 Hasil Penelitian DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR 20 20 21 28 33 vi Gambar Halaman 1. Kerangka Pikir Penelitian 13 DAFTAR LAMPIRAN vii Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelaja 2. 3. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I 4. Daftar Nilai Test Siklus I 5. Analisis Hasil Test dan Perkembangan Individu Siklus I 6. Pengumuman Rangking Kelompok Siklus I 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II 8. Daftar Nilai Pretest Siklus II 9. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II 10. Daftar Nilai Test Siklus II 11. Analisis Hasil Test dan Perkembangan Individu Siklus II 12. Pengumuman Rangking Kelompok Siklus II Halaman 51 64 ABSTRAK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012 Oleh SUNTING MAS Penelitian ini dilakukan karena rendahnya prestasi belajar siswa kelas V SDN 1 Kupang Teba. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar matematika dengan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD). Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui 2 siklus. Masing-masing siklus dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara observasi dan tes hasil belajar dengan menggunakan panduan observasi dan soal-soal tes. Data yang terkumpul dianalisi untuk melihat tingkat pencapaian prestasi belajar siswa. Hasil analisis terhadap hasil belajar siswa menunjukkan bahwa dari sklus I sampai siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I, ketuntasan belajar klasikal sebesar 61,29% sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebesar 96,66%. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap materi atau konsep yang dipelajari melalui kegiatan yang telah dilaksanakan siswa. Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian ini sekurang-kurangnya 65% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut dengan memperoleh nilai 65 atau mencapai ketuntasan 65%. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (UU RI No. 20, tahun 2003). Berdasarkan fungsi pendidikan nasional tersebut, maka peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah selain bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di kelas. Dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan seorang guru dituntut untuk menyiapkan diri secara profesional yang selalu berpegang pada tujuan pengajaran, metode mengajar, alat dan media pengajaran serta evaluasi belajar. Selain itu guru memegang peranan penting atas keberhasilan siswa menyerap pengetahuan yang diberikan. Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam menyerap materi pelajaran, maka diadakan penilaian dalam bentuk tes pada saat akhir semester. Kegiatan ini diarahkan untuk menentukan sejauh mana penguasaan materi yang diserap siswa setelah menerima penjelasan dari guru. Pada mata pelajaran matematika mungkin masih dianggap sulit oleh siswa kelas V SD NEGERI 1 Kupang Teba Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012, hal ini dapat dilihat dari hasil ujian semester siswa sangat rendah. Banyak faktor yang mungkin dapat mempengaruhi hal tersebut, salah satu diantaranya: guru belum memanfaatkan model pembelajaran paikem. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mencapai tuntutan target kurikulum yang harus diselesaikan oleh guru, kiranya guru perlu memaparkan model pembalajaran paikem untuk dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar, khususnya pada mata pelajaran matematika. Metode STAD dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas, maka secara umum masalah dalam penelitian ini adalah: a. Aktivitas siswa kelas V SDN 1 Kupang Teba tahun pelajaran 2011/2012 kurang terlibat aktif dalam mengikuti pelajaran matematika di kelas. b. Prestasi siswa kelas V SDN 1 Kupang Teba tahun pelajaran 2011/2012 masih rendah. c. Siswa menganggap bahwa pelajaran matematika masih sulit, tidak menarik dan menakutkan. d. Penyampaian materi oleh guru masih menggunakan metode konvensional/ monoton e. Konsep matematika perlu dipahami dengan baik oleh siswa 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: tif tipe STAD (Student Teams Achivement Division) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SD NEGERI 1 kupang teba 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah: a. Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD NEGERI 1 kupang teba dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini diharapkan oleh penulis adalah dapat bermanfaat bagi semua pihak sebagai berikut: 1.5.1 Bagi Guru 1 Dengan menggunakan metode dan sumber belajar tepat, dapat membantu guru dalam mengefektifkan proses pembelajaran. 2 Dengan menggunakan metode diskusi guru dapat menilai keaktifan masing-masing siswa. 3 Dengan menggunakan metode mengajar menyelesaikan materi tepat waktu. 4 Membantu guru berkembang secara profesional. yang tepat, dapat 5 Dapat meningkatkan rasa percaya diri guru. 1.5.2 Bagi Siswa 1. Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. 2. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika. 3. Dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan. 4. Membina hubungan dan kerjasama yang baik antar siswa. 1.5.3 Bagi Sekolah 1. Sebagai bahan informasi terhadap guru-guru yang lain dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. 2. Sebagai pertimbangan dan perbandingan dalam menggunakan sarana dan metode pembelajaran yang tepat. 1.6 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian tindakan kelas ini adalah: 1.6.1 Model pembelajaran kooperatif tipe STAD mengacu pada perkembangan kognitif siswa SD / MI yang masih berada pada tahap operasional kongkrit sehingga masih memerlukan contoh nyata untuk dapat memahami konsep yang abstrak dan rumit, utamanya dengan mempraktikkan dengan sendiri upaya menemukan konsep tersebut. 1.6.2 Peningkatkan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang diperoleh dalam pembelajaran pada setiap siklusnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.1 Kajian Teori 1.1.1 Pengertian Belajar Menurut Winkel, belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman. Menurut Ernest R. Hilgard dalam Sumardi Suryabrata, (1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya. Sedangkan pengertian belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang. 1.1.2 Prestasi Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok Djamarah, (1994:19). Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Dari pengertian yang dikemukakan tersebut diatas, jelas terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namun intinya sama yaitu hasil yang dicapai dari suatu kegiatan. Untuk itu, dapat dipahami bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu. Menurut Nurkencana (1986: 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Setelah menelusuri uraian diatas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan. 1.1.3 Hasil Belajar Darmansyah (2006:13) menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa setelah menjalani proses pembelajaran. Cece Rahmat, dalam Zainal Abidin. ( 2004:1 ) atau prosedur penilaian sesuai dengan aturan tertentu, atau dengan kata lain untuk mengetahui daya serap siswa setelah menguasai materi pelajaran yang telah diberikan. Nana Sujana ( 1989:9 ) belajar didefinisikan sebagai proses interaksional dimana pribadi menjangkau wawasan wawasan baru atau merubah sesuatu yang lama. Selanjutnya peranan hasil belajar menurut Nasrun Harahab dalam Zainal Abidin, ( tentang kemajuan belajar siswa setelah mengikuti PBM dalam jangka waktu tertentu. b. Untuk mengetahui keberhasilan komponen komponen pengajaran dalam rangka mencapai tujuan. c. hasil belajar memberikan bahan pertimbangan apakah siswa diberikan program perbaikan, pengayaan atau melanjutkan pada program pengajaran berikutnya. d. Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mengalami kegagalan dalam suatu program bahan pembelajaran. e. Untuk keperluan supervise bagi kepala sekolah dan pemilik agar guru lebih berkompeten. f. Sebagai bahan dalam memberikan informasi kepada orang tua siswa dan sebagai bahan dalam mengambil 1.1.4 Pembelajaran kooperatif tipe STAD Student Terms Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu model pembelajaran kooperatif yang efektif. Menurut Apriani, (2010:11) STAD (Student Terms Achievement Division) merupakan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok kecil. Adapun langkah-langah yang dapat di tempuh dalam model pembelajaran diantaranya: a) Peserta didik diberikan tes awal dan diperoleh skor awal. b) Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil 4-5 tahun secara heterogen menurut prestasi, jenis kelamin, ras atau suku. c) Peserta didik menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik. d) Guru menyajikan bahan pelajaran dan peserta didik bekerja dalam team. e) Guru membimbing kelompok peserta didik. f) Peserta didik diberi tes tentang materi yang telah diajarkan. g) Memberi penghargaan. 2.1.5 Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Lie (2007:12) pembelajaran kooperatif atau pembelajaran gotong royong adalah sistem pengajaran yang diberikan kepada anak didik untuk berbaik dengan sesama siswa dalam tugas terstruktur dimana dalam sistem ini guna bertindak sebagai fasilitator. Menurut Panen, Mustafa, dan Sekar Winahyu (2001:69) mengemukakan bahwa kolaboratif merupakan proses konstruktivisme sosial yang menjadi salah satu proses konstruksi pengetahuan yang relatif dominan dalam diri Menurut Abdurrahman dan Bintaro dalam Nurhadi, dkk (2004:60) pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling mencerdaskan, saling menyayangi dan saling tenggang rasa antar sesama siswa sebagai latihan untuk hidup dalam masyarakat nyata sehingga sumber belajar bukan hanya dari guru dan buku ajar tetapi juga sesama siswa. Model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001) yang dikutip dalam http://www.scribd.com/doc/29412918/Model-Pembelajaran, yaitu: Menurut Ibrahim (2004:6) pembelajaran yang menggunakan model kooperatif dapat memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. c. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda. d. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. 1.2 Kerangka Pikir / Siklus Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran kooperatif tikpe STAD (Student Teams Achievement Division) dengan penekanan terhadap proses pembelajaran matematika siswa-siswi kelas V SD Negeri 1 Kupang Teba kurang berminat belajar matematika. Hal ini berdampak pada perolehan hasil belajar siswa masih rendah. Berdasarkan masalah tersebut disusun perencanaan pembelajaran tentang konsep bangun ruang dengan menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD). Model ini memungkinkan siswa akan lebih mengerti dan memahami suatu konsep atau rumus matematika, karena siswa lebih aktif berdiskusi dalam berkelompok. Dengan demikian siswa tidak mudah lupa dengan konsep-konsep yang ia diskusikan dalam kelompok dan dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan sehingga siswa akan mendapat hasil prestasi belajar yang maksimal. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan menpresentasikan di depan kelas hasil yang diperoleh dari diskusi masing-masing kelompok, dan mengoreksi kesalahankesalahan siswa. Pembelajaran dengan model ini membuat siswa menjadi lebih terpacu semangatnya dan rasa ingin tahu siswa lebih besar terhadap materi yang dipelajari dan pembelajaran terpusat pada siswa, sehingga siswa akan lebih dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan dengan menerapkan model Student Terms Achievement Division (STAD) dalam proses pembelajaran siswa akan menjadi aktif dan hasil belajar siswa akan meningkat. Adapun skema kerangka pikir disajikan pada Gambar 1. ORIENTASI LAPANGAN SIKLUS I SIKLUS II RENCANA I ANALISIS REFLEKTIF II PELAKSANAAN TINDAKAN I OBSERVASI I OBSERVASI II PELAKSANAAN TINDAKAN II ANALISIS REFLEKTIF I PERBAIKAN RENCANA II Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian 1.3 Hipotesis Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir (Gambar 1) diajukan hipotesis tindakan sebagai model pembelajaran STAD (Student Terms Achievement Division) dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V pada tahun pelajarann 2011/2012 yang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Bila dilihat dari sudut prestasi akademik, kelas ini dapat dibagi ke dalam tiga karakter, yaitu 8 siswa berprestasi, 8 siswa sedang, dan 15 siswa kurang berprestasi. Salah satu tujuan penelitian ini adalah guna mengurangi jumlah siswa yang kurang berprestasi. 3.2 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V semester 2, tahun pelajaran 2011/2012 di SDN I Kupang Teba selama + 3 bulan dari bulan Maret sampai Mei 2012. 3.3 Faktor-Faktor yang akan di teliti Faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: a. Prestasi belajar Matematika, yaitu nilai yang diperoleh dari hasil tes setiap siklus. b. Kerjasama siswa selama pembelajaran Matematika berlangsung. 3.4 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang langkah-langkahnya diadaptasi dari rancangan penelitian tindakan kelas oleh Hopkins, (1993) Eliot (1993). Penelitian dilakukan dengan menggunakan daur/ siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. 3.4.1 Perencanaan Kegiatan dalam perencanaan meliputi: 1. Menetapkan dan mendiskusikan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan dalam siklus I. 2. Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD. 3. Menyusun lembar kegiatan yang akan diberikan kepada siswa pada saat diskusi berlangsung. 4. Mempersiapkan lembar pengamatan. 5. Mempersiapkan perangkat tes hasil tindakan. 3.4.2 Pelaksanaan Kegiatan ini berupa penerapan kegiatan pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan penelitian. Prosesnya mengikuti urutan kegiatan yang terdapat dalam scenario pembelajaran yang telah dibuat. Urutan-urutan kegiatan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Awal - Siswa mengerjakan tes awal, kemudian siswa mengadakan tanya jawab dengan guru mengenai materi yang sudah diajarkan. - Penyampaian informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Kegaiatan Inti - Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok berjumlah 5 orang anak. Kelompok harus heterogen dari kemampuan akademik, suku, jenis kelamin dan lain-lain. - Guru menyajikan materi secara garis besar dengan peraga yang ada. - Guru memberi tugas pada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota anggota kelompok yang sudah mengerti, dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota kelompok itu mengerti. - Hasil pekerjaan siswa dikumpulkan, setelah itu dilaksanakan prestasi hasil diskusi kelompok masing-masing. - Guru memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 3. Kegiatan Akhir Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi pelajaran, dan mengadakan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. 4. Penilaian dan Tugas Dirumah Penilaian ini diberikan setelah siswa selesai mengerjakan soal-soal latihan. Kemudian untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa, maka nilai yang diperoleh siswa diumumkan. Untuk meningkatkan pemahaman dan kreativiats siswa, pembelajaran diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. pada akhir 5. Pengamatan Pengamatan adalah kegiatan mendokumentasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. Pengamatan dilakukan oleh observer, yaitu guru mitra, dimana siswa dan guru sebagai obyek, dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan oleh peneliti. 6. Refleksi Refleksi adalah kegiatan menganalisis, memahami dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Refleksi dilakukan oleh peneliti dan observer untuk merinci dan menganalisa kendala-kendala yag dihadapi siswa serta hasil dari implementasi pemecahan masalah untuk menentukan perkembangan, kemajuan, dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan perencanaan dan tindakan pada siklus berikutnya sehingga mancapai hasil yang lebih baik dari siklus sebelumnya. 3.5 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan selama pelaksanaan penelitian adalah: 1. Lembar pengamatan aktivitas siswa untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. 2. Tes akhir yang berfungsi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa tentang materi, dan untuk melihat pencapaian tujuan pembelajaran. 3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama dan sesudah pembelajarn berlangsung. Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas. Data mengenai hasil belajar siswa disaring melalui hasil tes, soal tersebut dibuat oleh peneliti. Data hasil tes ini diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa. 3.6.2 Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yakni berupa test yang diberikan pada tatap muka siklus I, siklus II. 3.7 Analisis Data Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan model STAD secara efektif diambil dari data tes pada setiap akhir siklus. Jumlah siswa yang memperoleh nilai > 60 dihitung dengan rumus : % Xj = _Ni_ x 100 % n Keterangan : % Xj = Persentase siswa yang mendapat nilai > 60 pada siklus ke I AS = Jumlah siswa yang mendapat nilai > 60 pada siklus ke I n = Jumlah siswa 3.9 Indikator Keberhasilan Indikator kinerja dari penelitain ini adalah: a. Meningkatnya aktivitas siswa dari siklus ke siklus hingga mencapai nilai sekurang-kurangnya 65%. b. Meningkatnya prestasi belajar siswa dari siklus ke siklus hingga mencapai nilai di atas KKM sekurang-kurangnya 65%. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Dari uraian yang telah ditulis pada bab sebelumnya dapat dikemukakan simpulan dan saran sebagai berikut: 5.1 Simpulan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini terlihat pada siklus I terdapat peningkatan sebesar 61,29% dan siklus II sebesar 96,66% dengan indikator ketercapaian prestasi belajar melebihi dari yang ditetapkan yaitu 65 dari keseluruhan siswa dengan mendapat nilai minimal 6,5. 5.2 Saran 1. Hendaknya guru memanfaatkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. 2. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat digunakan sebagai suatu model yang efektif dalam melatih siswa untuk bersosialisasi dengan temannya karena akan menumbuhkan suasana yang saling asah, asih dan asuh. 3. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang serupa atau bahan perbandingan dengan model pembelajaran lain untuk diketahui hasil yang efektif dalam suatu model pembelajaran dan meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012 Oleh: SUNTING MAS Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012 (Skripsi) Oleh: SUNTING MAS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 13 DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ... LEMBAR PENGESAHAN ii DAFTAR ISI iv vi DAFTAR vii I. PENDAHULUAN 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1 2 3 3 3 4 II. KAJIAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Pengertian Belajar 2.1.2 Prestasi 2.1.3 Hasil Belajar 2.2 Kerangka Pikir/ Siklus Penelitian 2.3 Hipotesis III. METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitain 3.2 Setting Penelitian 3.3 Faktor faktor yang akan diteliti 3.4 Prosedur Penelitian 3.5 Instrumen Penelitian 3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.7 3.8 6 6 6 7 8 9 10 11 13 14 14 14 14 15 18 18 18 19 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Hasil Penelitian Siklus DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 20 20 21 28 33 DAFTAR PUSTAKA Apriani, Tuti. 2010. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika. Universitas Lampung: Bandar Lampung. Djamarah, Syaifudin Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Usaha Nasional: Trimulyo Darmansyah. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. UNP Ibrahim, Muslimin, dkk. 2004. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Lie, Anita. 2004. Cooperative Learning (mempraktikan pembelajaran kooperatif di ruang-ruang kelas). Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia. Nana Sujana. 1989. Teori-teori Belajar Untuk Pengajaran. Bandung Ekonomi UI. Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: PT Grasindo. Ruseffendi. 1996. Pendidikan Matematka 3. Jakarta: Depdikbud. Sardiman, A. M. 2004. Inetaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Setyorini, Rahayu. 2003. Perbandingan Hasil Belajar Matematika antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan STAD pada Pokok bahasan Bangun Ruang pada Siswa Kelas V Semester II SMU N I Guntur Kabupaten Demak tahun pelajaran 2002/2003. Skripsi. FMIPA UNNES. Slamento. 2003. Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rienika Cipta. Sukahar, Siti M. Amin. 1995. Matematika 6 Mari Berhitung. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sumardi Suryabrata, 1984:252. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli | belajarpsikologi.com Sutarto, Joko. 1999. Pengantar Pendidikan. Semarang: CV. IKIP Semarang Press. Wardhani IGAK, Kuswaya Wihardit. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka. Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta. Kencana Judul Skripsi : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN I KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012 Nama Mahasiswa : SUNTING MAS Nomor Pokok Mahasiswa : 1013069202 Program Studi : S1 PGSD Dalam Jabatan Jurusan : Ilmu Pendidikan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd NIP. 19510507 198103 1 002 Drs. Tambat Usman, M.H NIP. 19520715 197903 1 007 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Pembimbing : Drs. Tambat Usman, M.H .................................... Penguji : Drs. Sugiman, M.Pd .................................... 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 28 Juni 2012 ii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivment Division (STAD) Pada Siswa Kelas V SDN I Kupang Teba Tahun Ajaran 2011/2012 sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan, dan bimbingan selama menyelesaikan skripsi ini, terutama kepada: 1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, S.Si sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2. Bapak Drs. Baharruddin Risyak, M.Pd, sebagai Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 3. Bapak Drs. Darsono, M.Pd , sebagai Ketua Program Studi S1 Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 4. Bapak Drs Tambat Usman , M.H selaku Dosen Pembimbing yang selalu sabar membimbing penulis melaksanakan penelitian. 5. Bapak Drs Sugiman, M.Pd selaku Dosen Pembahas yang telah memberikan saran pada penulis dalam melaksanakan penelitian 6. Dra. Zubaidah Nur selaku kepala Sekolah , rekan rekan dewan guru dan staf tata usaha SD Negeri I Kupang Teba yang telah memberikan kesempatan, iii kemudahan dan fasilitas pendukung demi terlaksananya Penelitian Tindakan Kelas ini. 7. Serta rekan-rekan mahasiswa, khususnya rekan seperjuangan yang telah memberikan dorongan moril. 8. Murid-murid ku tersayang kelas V SDN I Kupang Teba. 9. Keluarga yang telah memberikan semangat dan dukungannya. 10. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan di masa yang akan datang. Demikianlah yang dapat penulis sajikan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bandar Lampung, Juni 2012 Penulis Sunting Mas PERNYATAAN Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya susun sebagai syarat meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung seluruhnya merupakan karya sendiri. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah. Apabila dikemudian hari ditemukan atau sebagian skripsi ini bukan merupakan hasil karya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku. Bandar Lampung, Juni 2012 Sunting Mas RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kota Bumi, 18 Desember 1960, sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Bapak Hi. Pendidikan Sekolah Dasar diselesaikan pada SD Negeri 2 Kota Bumi, Lampung Utara pada tahun 1975. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri II Kota Bumi, lulus tahun 1979. Setelah itu melanjutkan ke SPG Negeri II Tanjung Karang selesai tahun 1983. Tahun 1995, penulis melanjutkan pendidikan D2 di Universitas terbuka, tapi tidak selesai, dikarenakan biaya. Pada tahun 2010 melanjutkan kembali pendidikan S1 PGSD dalam Jabatan FKIP Universitas Lampung. Pengalaman kerja penulis setelah lulus SPG adalah dari tahun 1983 sampai dengan 1995 mengajar di SD Negeri 1 Teluk Betung, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Setelah itu, mutasi ke SD Negeri 1 Kupang Teba Kecamatan Teluk Betung Utara dari tahun 1995 sampai sekarang. Pengalaman kumulatif mengajar penulis ± 29 tahun. Tugas tambahan yang diemban sebagai pengelola PAUD Kenanga dari tahun 2010 sampai sekarang. Pada tahun 1984 penulis menikah dengan M. Syaidi dan sekarang sudah dikaruniai 2 putra dan 3 putri.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SUKABUMI BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011-2012
0
9
45
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SUKABUMI BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011-2012
1
20
49
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 KUPANG TEBA TAHUN AJARAN 2011/2012
0
14
42
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISIONS (STAD) SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI KERTASANA KECAMATAN KEDONDONG PESAWARAN
0
14
42
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD) SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 PAREREJO KEC. GADINGREJO KAB. PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2011/2012
0
10
46
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS IV SD N 7 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN AJARAN 2011/2012
0
7
48
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS 1V SD NEGERI 2 MATARAM KABUPATEN PRINGSEWU
0
6
38
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS 1V SD NEGERI 2 MATARAM KABUPATEN PRINGSEWU
0
5
40
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU
0
2
38
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU
0
4
30
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 1 MARGOYOSO KECAMATAN SUMBEREJO TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
8
41
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VA SD NEGERI 8 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012
1
11
79
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) KELAS IV SISWA SD NEGERI TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
17
67
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SDN 3 SIMPANG KANAN KECAMATAN SUMBEREJO TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
3
55
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA SISWA KELAS V SDN 2 GUNUNG REJO KECAMATAN WAYLIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN AJARAN 2013/2014
0
6
47
Show more