Feedback

Analisa Jumlah Operator Pada Bagian Pengepakan Dengam Metode Work Sampling dan Biomekanika di PT. Mutiara Mukti Farma

Thông tin tài liệu

ANALISA JUMLAH OPERATOR PADA BAGIAN PENGEPAKAN DENGAN METODE WORK SAMPLING DAN BIOMEKANIKA DI PT. MUTIARA MUKTI FARMA PROPOSAL TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Penulisan Tugas Sarjana Oleh ANAS SYAHPUTRA 080403152 DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI F A KU L TAS T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Perusahaan dituntut setiap waktu untuk mampu memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan, baik dari segi waktu pemenuhan kebutuhan maupun dari segi kualitas sesuai dengan permintaan. Ketersediaan tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang memadai dan dengan jumlah yang tepat selalu menjadi tujuan dari pelaksanaan produksi itu sendiri, meskipun tidak melupakan faktor penting lainnya yang berpengaruh dalam proses produksi seperti mesin, peralatan dan lain sebagainya Penelitian ini dilakukan di bagian pengepakan di PT. Mutiara Mukti Farma yang merupakan perusahan yang memproduksi obat merek antalgin, operator di bagian pengepakan berjumlah 5 orang Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa jumlah operator yang sesuai di bagian pengepakan Tahapan yang digunakan untuk menganalisa jumlah operator yang sesuai adalah melakukan pengukuran waktu siklus untuk mengetahui waktu yang di butuhkan operator mengerjakan pekerjaannya dalam satu siklus kerja, pengukuran work dan idle untuk mengetahui berapa persen operator megerjakan pekerjaannya dan berapa banyak waktu menganggur, pengukuran beban kerja dengan metode biomekanika untuk mengetahui beban yang diangkut operator apakah memiliki indikasi cedera tulang belakang atau tidak. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah operator yang sesuai berjmlah 8 orang operator, sehingga di butuhkan 3 operator tambahan di bagian pengepakan. Kata Kunci : NIOSH, work sampling, biomekanika, jumlah operator yang di butuhkan, waktu siklus, waktu standar Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya yang selalu menyertai sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana ini dengan baik. Tugas Sarjana merupakan salah satu syarat akademis yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Tugas Sarjana ini merupakan laporan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan judul “Analisa Jumlah Operator Pada Bagian Pengepakan Dengam Metode Work Sampling dan Biomekanika Di PT. Mutiara Mukti Farma ”. Penulis sangat menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan di dalam tugas sarjana ini. Oleh karena itu, diharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi menyempurnakan Laporan Tugas Sarjana ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini bermanfaat. Universitas Sumatera Utara Medan, Maret 2015 Penulis Anas syahputra 080403152 Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Dalam melaksanakan Tugas Sarjana sampai dengan selesainya laporan ini, banyak pihak yang telah membantu, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. ALLAH Tuhan Maha Esa, atas berkat rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penelitian ini dapat di selesaikan dengan baik. 2. Kepada kedua orang tua tercinta (Zainal Arifin Sinaga dan Susi Supartinah) yang telah memberikan semangat kepada penulis sehingga tetap semangat dalam menyelesaikan penelitian ini. 3. Ibu Ir. Anizar, Mkes selaku Dosen Pembimbing I atas kesediaannya meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan arahan kepada penulis dalam penulisan laporan. 4. Ibu Rahmi M. Sari, MM(T) selaku Dosen Pembimbing II atas kesediaannya meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan arahan kepada penulis dalam penulisan laporan. 5. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri dan yang telah memberi motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Sarjana ini. 6. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT, selaku Sekretaris Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara. 7. Bapak Ir. Rosnani Ginting, MT. Selaku Koordinator Tugas Akhir yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam pengajuan judul Tugas Sarjana. Universitas Sumatera Utara 8. Bapak Ir. A. Jabbar M. Rambe, M.Eng. Selaku Ketua Bidang Ergonomi dan Dasar Perancangan Sistem Kerja yang telah memberikan dukungan dan arahan dalam pengajuan judul Tugas Sarjana. 9. Seluruh Staf Pengajar dan Pegawai Administrasi Departemen Teknik Industri, Bang Mijo, Bang Nurmansyah, Kak Dina, Bang Ridho, Buk Ani, Kak Rahma, Kak Mia dan Bang Kumis yang telah membantu mengurus keperluan administrasi. 10. Sahabat-sahabat penulis, Zulfan bulbul, Dinda, Eva, Bintang, Dita Nenek, Audra, Armen, Trisman, dan teman-teman transfer yang telah memberikan semangat, motivasi, suka duka selama kuliah. Kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan laporan ini dan tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, penulis ucapkan terima kasih. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI BAB HALAMAN LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN SERTIFIKAT SIDANG SARJANA KATA PENGANTAR . i UCAPAN TERIMA KASIH . ii DAFTAR ISI . iii DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xii ABSTRAK I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan. I-1 1.2. Rumusan Permasalahan. I-3 1.3. Tujuan dan Sasaran Penelitian . I-3 1.4. Manfaat Penelitian . I-4 1.5. Pembatasan Masalah. I-4 1.6. Asumsi Yang Digunakan . I-5 1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir . I-5 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI 2.1. Sejarah Perusahaan . II-1 2.2. Ruang Lingkup . II-2 2.3. Struktur Organisasi dan Manajemen . II-3 2.3.1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab . II-6 2.3.2. Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan . II-6 III LANDASAN TEORI 3.1. Pengukuran Waktu. III-1 3.3.1. Pengukuran Waktu Kerja dengan Menggunakan Metode jam Henti . III-2 3.3.2. Pengukuran Waktu Kerja dengan Menggunakan Metode Work Sampling . III-4 3.2. Faktor Penyesuaian Menurut Westinghouse. III-2 3.3. Kelonggaran . III-5 3.4. Perhitungan Waktu Normal dan Waktu baku . III-7 IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian . IV-1 4.2. Objek Penelitian. IV-1 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN 4.3. Jenis Penelitian. IV-1 4.4. Kerangka Berfikir . IV-1 4.5. Instrumen Penelitian . IV-2 4.6. Sumber Data. IV-2 4.7. Tahapan Penelitian. IV-3 4.8. Prosedur Pengumpulan Data . IV-4 4.9. Metode Pengolahan Data . IV-7 4.10. Analisis Pemecahan Masalah . IV-8 4.11. Penarik Kesimpulan. IV-8 V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 5.1. Penentuan Waktu Pengamatan. V-1 5.1.1. Pengamatan Sampling Kerja . V-1 5.1.2. Penentuan Kelonggaran ( Allowance). V-14 5.2. Pengolahan Data . V-21 5.2.1. Perhitungan Work Pada Operator . V-21 5.2.2. Uji Keseragaman Data . V-23 5.2.3. Uji Kecukupan Data . V-25 5.2.4. Perhitungan Tingkat Ketelitian Data Pengamatan . V-27 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN 5.2.5. Perhitungan Waktu Standar . V-28 5.2.6. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga Kerja Standar Berdasarkan Waktu Standar . V-29 5.3. Penilaian Biomekanika dengan Metode RWL dan LI. V-32 5.3.1. Data Operator Angkut di Bagian Pengepakan. V-32 5.3.2. Perhitungan Recommended Weight Limit . V-33 5.3.3. Perhitungan Lifting Index . V-34 VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. Analisis Waktu Standar Tenaga Kerja . VI-1 6.2. Analisis Jumlah Tenaga Kerja . VI-1 6.3. Analisis Beban Kerja Operator . VI-1 VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan . VII-1 7.2. Saran . VII-1 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR GAMBAR HALAMAN 2.1. Struktur Organisasi . II-5 2.2. Uraian Proses Produksi Obat Tablet . II-16 4.1. Kerangka Konseptual. IV-2 4.2. Blok Diagram Metodologi Penelitian . IV-5 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Perusahaan dituntut setiap waktu untuk mampu memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan, baik dari segi waktu pemenuhan kebutuhan maupun dari segi kualitas sesuai dengan permintaan. Ketersediaan tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang memadai dan dengan jumlah yang tepat selalu menjadi tujuan dari pelaksanaan produksi itu sendiri, meskipun tidak melupakan faktor penting lainnya yang berpengaruh dalam proses produksi seperti mesin, peralatan dan lain sebagainya Penelitian ini dilakukan di bagian pengepakan di PT. Mutiara Mukti Farma yang merupakan perusahan yang memproduksi obat merek antalgin, operator di bagian pengepakan berjumlah 5 orang Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa jumlah operator yang sesuai di bagian pengepakan Tahapan yang digunakan untuk menganalisa jumlah operator yang sesuai adalah melakukan pengukuran waktu siklus untuk mengetahui waktu yang di butuhkan operator mengerjakan pekerjaannya dalam satu siklus kerja, pengukuran work dan idle untuk mengetahui berapa persen operator megerjakan pekerjaannya dan berapa banyak waktu menganggur, pengukuran beban kerja dengan metode biomekanika untuk mengetahui beban yang diangkut operator apakah memiliki indikasi cedera tulang belakang atau tidak. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah operator yang sesuai berjmlah 8 orang operator, sehingga di butuhkan 3 operator tambahan di bagian pengepakan. Kata Kunci : NIOSH, work sampling, biomekanika, jumlah operator yang di butuhkan, waktu siklus, waktu standar Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pekerja yang melakukan kerja secara manual (manual material handling) yang terdiri dari mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik dan membawa merupakan sumber utama komplain karyawan di industri . Aktivitas manual material hendling (MMH) yang tidak tepat dapat menimbulkan kerugian bahkan kecelakaan pada karyawan. Akibat yang timbul dari aktifitas manual material handling yang tidak benar salah satunya adalah keluhan muskoloskeletal. Keluhan muskoloskeletal adalah kelelahan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari yang ringan sampai yang sangat sakit. PT. Mutiara Mukti Farma merupakan suatu perusahaan yang bergerak produksi obat, dengan jenis tablet, kapsul, sirup, dan kaplet. Pembuatan tersebut, tentu peran manusia menjadi salah satu hal yang penting untuk di pikirkan agar operator merasa nyaman di tempat kerjanya, sebagian besar pekerjaan di perusahaan ini sudah menggunakan mesin, tetapi di beberapa stasiun kerja masih menggunakan tenaga manusia seperti pada bagian pengepakan, di bagian pengepakan operator yang yang bekerja pada pengepakan bagian sirup sebanyak 6 orang, mulai dar mengepak bingkisan sampai memasukkan kedalam kardus kemudian dipindahkan ke troli untuk diantar kebagian gudang. Pemindahan material secara manual apabila tidak dilakukan secara ergonomis akan menimbulkan kecelakaan dalam industri. Kecelakaan industri Universitas Sumatera Utara yang disebut sebagai Over exertion-lifting and carrying adalah kerusakan jaringan tubuh akibat beban angkat yang berlebihan Berdasarkan pengalaman beberapa parameter yang berpengaruh terhadap kegiatan mengangkat antara lain berat beban yang diangkat, perbandingan berat beban dengan orangnya, jarak horizontal terhadap pekerja, ukuran beban yang diangkat (beban yang berdimensi besar akan mempunyai jarak beban yang jauh dan bisa menggangu pandangan. Penelitian yang dilakukan Dyah Ika Rinawati, Diana Puspitasari, Fatrin Muljadi di IKM batik Surakarta, tepatnya di Kampoeng Batik Laweyan Jenis batik yang diproduksi adalah batik cap dan batik tulis dengan sebagian besar jenis batik yang diproduksi adalah batik cap. IKM Batik Saud Effendy ini berproduksi dengan strategi make to order dan belum ada pedoman waktu produksi. Selain itu beban kerja pada setiap stasiun kerja kurang seimbang, dimana dari value stream mapping yang ada, pada stasiun pengecapan dalam penyelesaian 1 lot produksi sebanyak 120 meter menghasilkan waktu terlama dibandingkan dengan stasiun kerja lainnya, yaitu 434 menit dengan 3 orang pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing proses produksi, yaitu pemotongan mori (17,46 menit), pengecapan (582,15 menit), pewarnaan (84,06 menit), pengeringan dan pencucian (207,98 menit), penglorodan sebesar 99,87 menit, pengeringan 1123,2 menit, dan packing sebesar 75,24 menit. Usulan tenaga kerja yang diberikan dapat menghemat biaya pengeluaran IKM sebesar 12%. Universitas Sumatera Utara 1.2 Perumusan Permasalahan Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, masalah pokok yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah bagaimana menentukan jumlah operator angkut yang paling optimal di bagian pengepakan. 1.3 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian Secara umum Tujuan penelitian adalah melakukan pengukuran beban kerja yang dapat ditanggung oleh operator untuk mengurangi kelelahan pada operator. Tujuan khusus penelitian adalah: 1. Mengidentifikasi bagian tubuh operator yang mengalami rasa sakit pada saat pengangkatan kardus yang berisi obat. 2. Mengetahui beban kerja operator bagian pengepakan pada saat pengangkatan kardus yang berisi obat 3. Mengidentifikasi jumlah operator yang sesuai untuk bagian pengangkutan di bagian pengepakan Manfaat penelitian ini antara lain : a. Bagi Perusahaan : 1. Menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam menyusun rencana peningkatan produktifitas dengan memaksimalkan efektifitas dari operator. 2. Perusahaan dapat mengetahui batasan kerja dari operator, untuk mencegah kecelakaan kerja di lapangan. Universitas Sumatera Utara b. Bagi Mahasiswa Dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku perkuliahan dengan cara membandingkan teori-teori ilmiah yang ada dengan permasalahan yang ada di perusahaan c. Bagi Departemen Teknik Industri USU 1. Mempererat hubungan antara pihak universitas dengan pihak perusahaan tempat dilakukannya penelitian. 2. Memperkenalkan Departemen Teknik Industri sebagai forum disiplin ilmu terapan yang sangat bermanfaat bagi perusahaan 1.4 Asumsi dan Batasan Masalah Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Data yang dikumpulkan mulai dari bulan Februari 2015. 2. Operator sudah bekerja minimal 2 tahun. Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengukuran beban kerja hanya di lakukan pada opertator yang masih melakukan pekerjaan secara manual yaitu bagian pengepakan. 2. Pengukuran yang lain, metode sampling kerja lebih efisien karena informasi yang dikehendaki akan didapatkan dalam waktu relatif lebih singkat dan dengan biaya yang tidak terlalu besar. Secara garis besar metode sampling kerja akan dapat digunakan untuk : 1. Mengukur ratio delay dari tenaga kerja, operator, mesin atau fasilitas kerja lainnya. Sebagai contoh ialah untuk menentukan persentase dari jam atau hari dimana tenaga kerja benar-benar terlibat dalam aktivitas kerja dan persentase dimana sama sekali tidak ada aktivitas kerja yang dilakukan ) menganggur atau idle) 2. Menetapkan performance level dari tenaga kerja selama waktu kerjanya berdasarkan waktu-waktu dimana orang ini bekerja atau tidak bekerja. 3. Menentukan waktu baku/ standar untuk waktu proses yang dilakukan oleh tenaga kerja seperti halnya yang dapat dilaksanakan oleh pengukuran kerja lainnya. Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas, (the low of probability) karena itulah pengamatan suatu objek tidak perlu dilaksanakan secara menyeluruh (populasi), melainkan cukup dilakukan dengan menggunakan contoh (sampel) yang diambil secara acak (random). Suatu sampel atau contoh yang diambil secara acak dari suatu group populasi yang besar akan cenderung memiliki pola distribusi yang sama seperti yang dimiliki oleh group populasi tersebut. Apabila sampel yang diambil cukup besar maka karakteristik Piqih Nurjannah : Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Packing Pada PT. Sinar Oleochemical International, 2009. USU Repository © 2009 yang diambil oleh sampel tidak akan jauh berbeda dengan karakteristik dari group populasinya. Pengambilan sampel dibenarkan karena adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya yang tidak memungkinkan untuk melakukan pengamatan terhadap seluruh anggota populasi. 3.2.1. Pelaksanaan Sampling Kerja Sebelum melakukan sampling terlebih dahulu kita harus melakukan langkah-langkah persiapan awal yang terdiri atas pencatatan segala informasi dari semua fasilitas yang ingin diamati serta merencanakan jadwal waktu pengamatan berdasarkan prinsip randomisasi. Setelah itu barulah kita melakukan sampling yang terdiri dari tiga langkah yaitu melakukan sampling pendahuluan, menguji keseragaman data dan menghitung jumlah kunjungan kerja. 6 Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang dapat dipertanggung jawabkan secara statistik, perlu ditempuh langkah-langkah yang dijalankan sebelum sampling dilakukan, yaitu: 1. Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling dilakukan, yang akan menentukan besarnya tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan. 2. Jika sampling dilakukan untuk mendapatkan waktu baku, lakukanlah penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya suatu sistem kerja yang baik, jika belum ada lakukan perbaikan atas kondisi dan cara kerja terlebih dahulu 3. Memilih operator yang dapat bekerja normal dan dapat diajak bekerja sama. 4. Melakukan latihan bagi operator yang dipilih agar bisa dan terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan . 5. Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan sekaligus mendefenisikan kegiatan kerja yang dimaksud. 6 Sutalaksana, Iftikar, dkk, Tenik Tata Cara Kerja, Departemen Teknik Industri. ITB, Bandung, 1979, hal 156 Piqih Nurjannah : Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Packing Pada PT. Sinar Oleochemical International, 2009. USU Repository © 2009 6. Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan atau lembaran-lembaran pengamatan. Cara melakukan sampling pengamatan dengan cara sampling pekerjaan juga tidak berbeda dengan yang dilakukan untuk cara jam henti yang terdiri dari tiga langkah yaitu: 1. Melakukan sampling pendahuluan 2. Menguji keseragaman data 3. Menghitung jumlah kunjungan yang diperlukan 3.2.2. Menentukan Jadwal Waktu Pengamatan Secara Acak Pada langkah ini dilakukan sejumlah pengamatan terhadap aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara acak. Untuk ini biasanya satu hari kerja dibagi kedalam satuan-satuan waktu yang besarnya ditentukan oleh pengukur. Biasanya panjang satu satuan waktu tidak terlalu panjang. Berdasarkan satu satuan waktu inilah saat-saat kunjungan ditentukan. 7 Misalnya satu satuan waktu panjangnya 5 menit, jadi satu hari kerja (7 jam) mempunyai 84 satuan waktu. Ini berarti jumlah kunjungan perhari tidak lebih dari 84 kali. Jika dalam satu hari dilakukan 36 kali kunjungan maka dengan bantuan tabel bilangan acak ditentukan saat-saat kunjungan tersebut Pada tabel bilangan acak, angka-angka pada tabel ini kita ikuti dua-dua sampai 36 kali. Tentu syaratnya adalah bahwa pasangan- pasangan dua buah bilangan itu besarnya tidak boleh terjadi pengulangan. Berdasarkan waktu yang telah dirandom tersebut maka pengamatan dilakukan dimana pengamat mengelompokkan kegiatan bekerja dan kegiatan menganggur (idle). Tentu dalam hal ini ditentukan terlebih dahulu defenisi work dan idle itu sendiri. Setelah ini kegiatan work dan idle dicatat kemudian ditentukan persentasenya 7 Ibid, hal 160 Piqih Nurjannah : Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Packing Pada PT. Sinar Oleochemical International, 2009. USU Repository © 2009 3.2.3. Pengujian Keseragaman Data Pengujian keseragaman data adalah suatu pengujian yang berguna untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan berasal dari suatu sistem yang sama. Melalui pengujian ini kita dapat mengetahui adanya perbedaan-perbedaan dan data-data yang diluar batas kendali yang dapat kita gambarkan pada peta kontrol. Data-data yang demikian dibuang dan tidak dipergunakan dalam perhitungan selanjutnya. Untuk membuat peta kontrol, terlebih dahulu kita tentukan batas-batas kontrolnya dengan menggunakan rumus uji keseragaman data sebagai berikut, untuk tingkat kepercayaan 95 % dan tingkat ketelitian 5 % maka: BKA = p + 2 p (1 − p ) n Batas kontrol atas BKB = p - 2 p (1 − p ) n Batas kontrol bawah Dimana : p = Produktivitas rata-rata operator (bentuk desimal) n = Jumlah pengamatan yang dilaksanakan per siklus waktu kerja - Tingkat kepercayaan 68 % mempunyai harga k = 1 - Tingkat kepercayaan 95 % mempunyai harga k = 2 - Tingkat kepercayaan 99 % mempunyai harga k = 3 3.2.4. Menghitung Jumlah Pengamatan yang Diperlukan Banyaknya pengamatan yang harus dilakukan dalam sampling kerja akan dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu: 8 1. Tingkat ketelitian dari hasil pengamatan 2. Tingkat keyakinan dari hasil pengamatan 8 Wignjosoebroto, Sritomo, Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Penerbit PT Guna Widya, Jakarta,1995, hal 220 Piqih Nurjannah : Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Packing Pada PT. Sinar Oleochemical International, 2009. USU Repository © 2009 Dengan asumsi bahwa terjadinya kejadian seorang operator akan bekerja atau menganggur mengikuti pola distribusi normal, maka untuk mendapatkan jumlah pengamatan yang harus dilakukan dapat dicari dengan rumus : Rumus : N1 = k 2 (1 − p ) S2 p Dimana : N1 = Jumlah pengamatan yang harus dilakukan untuk sampling kerja S = Tingkat ketelitian yang dikehendaki (bentuk desimal) p = Persentase terjadinya kejadian yang diamati (bentuk desimal) k = Harga indeks yang besarnya tergantung pada tingkat kepercayaan yang di ambil - Tingkat kepercayaan 68 % mempunyai harga k = 1 - Tingkat kepercayaan 95 % mempunyai harga k = 2 - Tingkat kepercayaan 99 % mempunyai harga k = 3 Untuk menetapkan berapa jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan (N’) maka disini harus diputuskan terlebih dahulu berapa tingkat kepercayaan (convidence level) dan derajat ketelitian (degree of accuracy) untuk pengukuran kerja tersebut. Didalam aktivitas pengukuran kerja biasanya akan diambil 95 % convidence level dan 5 % degree of accuracy. Hal ini berarti bahwa sekurang-kurangnya 95 dari 100 harga rata-rata dari hasil pegamatan yang dicatat akan memiliki penyimpangan tidak lebih dari 5 %. Besar N’ (jumlah pengamatan yang harus dilakukan) harus lebih kecil dari besar N (jumlah pengamatan yang sudah dilakukan) (N’ ≤ N). Apabila kondisi yang diperoleh adalah N’ lebih besar dari N (N’ ≥ N), maka pengamatan harus dilakukan lagi. Sebaliknya jika harga N’ lebih kecil dari pada N (N’ ≤ N) maka pengamatan yang dilakukan telah mencukupi sehingga data bisa memberikan tingkat keyakinan dan tingkat ketelitian yang sesuai dengan yang diharapkan. Piqih Nurjannah : Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar Dengan Metode Work Sampling Di Bagian Packing Pada PT. Sinar Oleochemical International, 2009. USU Repository © 2009 3.2.5. Penentuan Tingkat Ketelitian Hasil Pengamatan Setelah studi secara lengkap telah dilakukan, suatu perhitungan akan dibuat untuk menentukan apakah hasil pengamatan yang didapatkan bisa dikategorikan cukup teliti. Untuk itu cara yang dipakai adalah dengan menghitung harga S pada rumus yang sama yaitu:  k Rumus : S =     Dimana : p (1 − p ) T=((((P1+P2)+(P3+P4))+ (P2+P5))+(P2+P5))+((P1+P2)+(P3+P4))+ (P2+P5) Maka minimal cut set dari Gambar 5.10. adalah: 2P1+5P2+2P3+2P4+3P5 Melalui metode FTA diperoleh 14 Basic event yang menyebabkan terjadinya kecacatan maka persentase untuk setiap kejadian yaitu: T = 100/14 p = 7,14% Melalui aplikasi aljabar boolean kita peroleh bahwa minimal cut set terdiri dari 5 jenis basic event dimana proporsi terjadinya kecacatan dengan basic event dapat kita rumuskan sebagai : T = 2P1+5P2+2P3+2P4+3P5 T = 2(7,14%)P1 + 5(7,14%)P2+2(7,14%)P3+2(7,14%)P4+3(7,14%)P5 T = 14,29% P1 + 35,71%P2 + 14,29%P3+14,29%P4+21,43%P5 Dengan persamaan ini dapat diketahui bahwa penyebab terbesar terjadinya top event (produk cacat) pada produksi kaplet di PT. Mutiara Mukti Farma adalah ketidakdisiplinan pegawai PT. Mutiara Mukti Farma serta kesalahan komunikasi antar pekerja. Universitas Sumatera Utara BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.1. Analisis dan Pembahasan Pengendalian Kualitas dengan Seven Tools Analisis yang diperoleh melalui hasil pengumpulan data kecacatan produk kaplet pada PT. Mutiara Muktii Farma yaitu: Stratifikasi Melalui pengelompokan data pada proses stratifikasi data dikelompokkan berdasarkan 5 jenis kecacatan. Check Sheet Pada check sheet, diberikan informasi mengenai jumlah kecacatan yang terjadi pada tiap harinya beserta dengan jenis cacatnya selama satu bulan yaitu bulan Februari 2015. Dari check sheet dapat dilihat bahwa jenis kecacatan produk kaplet yang paling besar adalah ketebalan Histogram Histogram menunjukkan bahwa urutan jenis kecacatan yang paling banyak terjadi pada saat produksi obat kaplet, yaitu ketebalan, bentuk, kekerasan, bobot, dan warna. Diagram Pareto Diagram pareto untuk menunjukkan permasalahan yang paling dominan dan yang perlu segera diatasi. Berdasarkan diagram pareto, jenis kecacatan tertinggi yaitu jenis kecacatan ketebalan dan bentuk. Universitas Sumatera Utara Scatter Diagram Scatter diagram menunjukkan nilai koefesien korelasi sebesar -0,8426 untuk kecacatan ketebalan yang berarti terdapat hubungan yang linier dan kuat antara jumlah produksi. Nilai koefisien korelasi jumlah produksi, dan kecacatan bentuk yaitu 0,6877 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier dan signifikan antara jumlah produksi dan kecacatan bentuk. Peta Kontrol Pada peta kontrol terlihat bahwa jumlah kecacatan produk kertas rokok masih berada dalam batas kendali yang artinya bahwa banyaknya cacat yang terjadi masih dapat dikendalikan sehingga nantinya tidak akan merugikan perusahaan. Cause and Effect Diagram Cause and Effect Diagram menunjukkan beberapa faktor penyebab yang menimbulkan kecacatan produk kaplet, antara lain pada kecacatan ketebalan faktor penyebab terjadi kecacatannya adalah karena mesin yang sudah aus akibat maintenance yang tidak teratur. Selain itu, kurang telitinya operator dalam mengawasi proses produksi serta terjadinya kesalahan dalam penyetingan mesin. Pada kecacatan bentuk, yang menjadi faktor penyebabnya adalah penyetingan mesin yang tidak sesuai , mesin yang sudah aus serta metode kerja yang tidak sesuai dengan standar proses operasi. Universitas Sumatera Utara 6.2. Analisis dan Pembahasan Pengendalian Kualitas dengan Fault Tree Analysis (FTA) Kecacatan yang paling berpengaruh pada produksi obat kaplet di PT Mutiara Mukti Farma yaitu kecacatan ketebalan dan bentuk. Kedua kecacatan tersebuut kemudian dianalisis lebih rinci untuk memperoleh penyebab terjadinya kecacatan. Melalui Metode FTA dilakukan analisa yang menunjukkan bahwa penyebab kecacatan tersebut adalah karena: a. Operator Penyebab kecacatan oleh operator adalah: ketidakdisiplinan Kelalaian operator Kejenuhan Kurang terampil Kesalahan komunikasi b. Mesin Penyebab kecacatan oleh mesin adalah: Kesalahan setting Mesin sudah aus Kesalahan maintenance c. Metode Penyebab kecacatan oleh metode adalah: Ketidak sesuaian prosedur kerja yang dilakukan dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang telah ditetapkan perusahaan. Universitas Sumatera Utara Melalui pengaplikasian aljabar boolean pada Fault Tree Analysis diperoleh minimal cut set dari penyebab terjadinya kecacatan yang terdiri dari 5 jenis basic event yaitu: P1 = kejenuhan P2 = tidak disiplin P3 = kurang pengalaman P4 = kurang pelatihan P5 = salah komunikasi kelima basic event ini menunjukkan bahwa kecacatan terjadi oleh karrena kesalahan manusia dimana yang mennjadi penyebab kecacatan terbesar yatu akibat ketidakdisiplinan pegawai PT. Mutiara Mukti Farma serta kesalahan komunikasi antar pekerja. Universitas Sumatera Utara BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh berdasarkan hasil pengolahan, analisis data dan tujuan penelitian yaitu: 1. Terdapat 5 jenis kecacatan pada produk kaplet yakni bentuk, bobot, warna, kekerasan dan ketebalan. 2. Kecacatan yang paling berpengaruh pada produksi obat kaplet merupakan kecacatan ketebalan dan bentuk. 3. Kecacatan ketebalan dan bentuk memiliki hubungan linear dengan jumlah produksi yang menunjukkan dengan meningkatnya jumlah produksi maka jumlah kecacatan juga akan bertambah. 4. Proporsi kecacatan terhadap jumlah produksi masih berada di dalam batas kontrol yang menunjukkan bahwa kecacatan masih dapat dikendalikan. 5. Berdasarkan analisa Faut tree Analysis terhadap kecacatan ketebalan dan bentuk diperoleh 15 basic event yang menjadi peyebab kecacatan ketebalan dan bentuk. 6. Melalui pengaplikasian aljabar boolean dalam mencari minimal cut set diperoleh 5 jenis basic event dimana 2 basic event yang menjadi penyebab kecacatan terbesar yaitu ketidakdisiplinan pegawai PT. Mutiara Mukti Farma serta kesalahan komunikasi antar pekerja.PT. Mutiara Mukti Farma. Universitas Sumatera Utara 7.2. Saran Saran yang dapat diajukan pada tugas sarjana yaitu : 1. Diperlukannya ketelitian yang cukup tinggi dalam mengelompokkan jenis kecacatan dan pengumpulan data kecacatan yang terjadi pada proses produksi kaplet sehingga data yang diperoleh akurat digunakan dalam pengolahan data. 2. Dari hasil perolehan maka perencanaan perbaikan sebaiknya dimulai dari pengembangan sumber daya manusia yang dapat dilakukan dengan cara yakni: a. Mendefiniskan tugas yang diberikan Pada bagian ini perusahaan harus dapat dengan jelas dalam memberikan tugas dan tanggung jawab pekerja sehingga pekerja dapat mengetahui dengan jelas posisi dan tugas mereka dengan baik. b. Melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja Pelatihan yang dilakukan sebaiknya bersifat kontinu dimana terdapat evaluasi akan apa yang dilakukan dan akan yang dilakukan untuk selanjutnya sehingga dapat dilihat perkembangan dari pelatihan. c. Adanya pengendalian dan evaluasi. Adanya penilaian terhadap performasi kinerja dan pemberian reward bagi para pekerja dapat memotivasi pekerja untuk menjadi lebih baik lagi. Universitas Sumatera Utara d. Adanya Sanksi. Adanya sanksi yang diberikan perusahaan kepada pekerja apabila pekerja melakukan kesalahan bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pekerja yang mana akan berakibat meningkatnya performa kerja. 3. Perusahaan sebaiknya melakukan pembuatan standar operasional dalam penyetingan mesin. Dengan demikian pekerja dapat meminimalkan kesalahan setting pada mesin. 4. Perusahaan sebaiknya melakukan maintenance secara teratur agar dapat dihindari terjadinya aus pada mesin yang dapat berakibat terjadinya kecacatan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Bani, Nursya., Manajemen Kualitas Perspektif Global, Ekonisia, Yogyakarta, 2005. Ginting, Rosnani., Sistem Produksi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2007. Han, Bao., Application of Fault Tree Analysis in Supervising Critical Control Points Of Spray Dryer, Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta, 1989. Kaoru, Ishikawa., Teknik Penuntun Pengendalian Mutu, Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta, 1989. Montgomery, D. C., (Alih Bahasa: Zanzawi Soeyoeti) 1990. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta. Payer, Joe dkk., Fault Tree analysis For Fungal Corrosion Of Coated Aluminum, NACE international, Dublin, 2014. Pekar, Jack P., Total Quality Management: Guiding Principles for Application, American society For Testing And Materials, Philadelphia, 1995. Samadhan, Bhosale dkk., Quality Improvement In Manufacturing Processes Using SQC Tools, International Jurnal of Engineering Research and Application, India, 2013. Team FME., Project Quality Management, Free Management ebooks, 2014. Vesely, W.E. dkk., Fault Tree Handbook, U.S.Nuclear Regulatory Commission, Washington, D.C. , 1981. Sinulingga, Sukaria.2011. Metodologi Penelitian. Edisi 1. Medan: USU Press. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Analisa Jumlah Operator Pada Bagian Pengepakan Dengam Metode Work Sampling dan Biomekanika di PT. Mutiara Mukti Farma
Aktifitas terbaru

Penulis

Berpartisipasi : 2016-09-17

Tài liệu liên quan

Upload teratas

Analisa Jumlah Operator Pada Bagian Pengepakan Dengam Metode Work Sampling dan Biomekanika di PT. Mutiara Mukti Farma

Gratis