Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)

Gratis

12
138
140
2 years ago
Preview
Full text

FORMULASI FORMULASI FORMULASI FORMULASI DAN DAN DAN DAN UJI UJI UJI UJI EFEK EFEK EFEK EFEK ANTI-AGING ANTI-AGING ANTI-AGING ANTI-AGING KRIM KRIM KRIM KRIM EKSTRAK EKSTRAK EKSTRAK EKSTRAK KELOPAK KELOPAK KELOPAK KELOPAK BUNGA BUNGA BUNGA BUNGA ROSELLA ROSELLA ROSELLA ROSELLA

  NIP 195807101986012001 NIP 195409091982011001 Pembimbing II, Prof. NIP 196005111989022001 Medan, Oktober 2013Fakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraDekan, Prof.

SKRIPSI SKRIPSI SKRIPSI SKRIPSI OLEH: OLEH: OLEH: OLEH: DEWI DEWI DEWI DEWI SUSANA SUSANA SUSANA SUSANA NIM NIM NIM NIM 111524056 111524056 111524056 111524056 PROGRAM PROGRAM PROGRAM PROGRAM EKSTENSI EKSTENSI EKSTENSI EKSTENSI SARJANA SARJANA SARJANA SARJANA FARMASI FARMASI FARMASI FARMASI FAKULTAS FAKULTAS FAKULTAS FAKULTAS FARMASI FARMASI FARMASI FARMASI UNIVERSITAS UNIVERSITAS UNIVERSITAS UNIVERSITAS SUMATERA SUMATERA SUMATERA SUMATERA UTARA UTARA UTARA UTARA MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN 2013 2013 2013 2013

  NIP 195807101986012001 NIP 195409091982011001 Pembimbing II, Prof. NIP 196005111989022001 Medan, Oktober 2013Fakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraDekan, Prof.

KATA KATA KATA KATA PENGANTAR PENGANTAR PENGANTAR PENGANTAR

  Hasil uji efek anti aging dengan menggunakananalisis Tukey terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara krim ekstrak kelopak bunga Rosella 0,75%, 1%, dan krim vitamin C 2%dibandingkan dengan krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga Rosella 0,5% yang menunjukkan bahwa krim konsentrasi 0,75%; 1% dan krim vitaminC 2% mampu memberikan efek anti aging karena dapat meningkatkan kelembaban, kehalusan, mengecilkan pori, mengurangi jumlah noda dankerutan. Hasil uji efek anti aging dengan menggunakananalisis Tukey terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara krim ekstrak kelopak bunga Rosella 0,75%, 1%, dan krim vitamin C 2%dibandingkan dengan krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga Rosella 0,5% yang menunjukkan bahwa krim konsentrasi 0,75%; 1% dan krim vitaminC 2% mampu memberikan efek anti aging karena dapat meningkatkan kelembaban, kehalusan, mengecilkan pori, mengurangi jumlah noda dankerutan.

BAB II II BAB BAB PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN

  Menurut Ir.lainnya salah satunya adalah bunga rosella ( Didah Nurfaridah, dalam penelitiaannya tentang uji komponen zat gizi danaktivitas antioksidan pada kelopak bunga rosella tahun 2006, menemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering bunga rosellajauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga rosella meliputi gossypetin, antosianin,dan glucoshebisin (Rahmawati, 2012). Sementara itu zatkandungan penting yang terdapat pada kelopak bunga rosella adalah antosianin yang merupakan turunan flavonoipd berfungsi sebagai antioksidan yang Penggunaan ekstrak kelopak rosella secara langsung pada kulit tidaklah praktis, oleh karena itu diformulasikan dalam sebuah sediaan kosmetik yangmudah digunakan dengan memanfaatkan aktivitas antioksidan dalam kelopak bunga rosella yaitu dibuat dalam bentuk krim.

2. Apakah krim yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella ( Hibiscus

  sabdariffa L.) mampu memberikan efek anti-aging pada kulit marmut? Ekstrak kelopak bunga rosella ( Hibiscus sabdariffa L.) dapat diformulasikan dalam sediaan krim?

2. Krim yang mengandung ekstrak kelopak bunga rosella ( Hibiscus

  Untuk mengetahui apakah ekstrak kelopak bunga rosella ( sabdariffa L.) dapat diformulasikan dalam sediaan krim. Untuk mengetahui apakah krim yang mengandung ekstrak kelopakHibiscus sabdariffa L.) mampu memberikan efek anti-bunga rosella ( aging pada kulit marmut?

1. Meningkatkan daya dan hasil guna dari tanaman rosella (

  sabdariffa L.) 2. Menjadi alternatif lain dalam penggunaan Kelopak Bunga Rosela ( Hibiscus sabdariffa L.) untuk konsumen yang tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai minuman dan makanan saja.

BAB II II II TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKA PUSTAKA TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKA PUSTAKA

  Sementara itu kandungan penting yang terdapat pada kelopak bungarosella adalah antosianin yang merupakan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam menjaga kerusakan sel dari sinar ultravioletberlebih yang diserap tubuh (Mardiah, dkk., 2009; Maryani dan Kristiana, 2008). 2.2 Kulit Kulit KulitKulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan 2.2 Kulit 2.2 2.2 Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia.

b. Fungsi absorpsi

  Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhioleh tebal dan tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban udara, metabolisme dan jenis vehikulum zat yang menempel pada kulit. 2.2.2 Anatomi kulit Anatomi Anatomi kulit kulit kulit 2.2.2 2.2.2 2.2.2 Anatomi Kulit terbagi atas tiga lapisan utama, yaitu: epidermis, dermis dan subkutis (Tranggono dan Latifah, 2007).

2.2.3 Jenis Jenis kulit Jenis Jenis kulit kulit kulit

  Kulit kering Adalah kulit yang mempunyai lemak permukaan kulit yang kurang ataupunsedikit lepas dan retak, kaku, tidak elastis dan terlihat kerutan. Tujuan penggunaan kosmetik pada masyarakat adalah untuk kebersihan pribadi,meningkatkan daya tarik melalui riasan, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusidan faktor lingkungan yang lain, mencegah penuaan dan secara umum, membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup (Wasitaatmadja,1997).

c. Sinar UV-C Memiliki panjang gelombang paling panjang, yaitu sekitar ( λ 200-290 nm)

  Keriput Keriput dapat timbul pada seluruh bagian tubuh seperti pada wajah,terutama pada bagian dahi, area di sekitar mata serta mulut dan dapat Menurut Barel, dkk., (2009), keriput yang timbul dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok yaitu:a. Timbulnya keriput merupakan hasil darimenurunnya kekuatan dan elastisitas kulit yang disebabkan oleh berkurangnya kandungan air dan penebalan pada stratum korneum,epidermis yang membesar dan perubahan jumlah dan kualitas dari kolagen dermis serta serat elastis kolagen, perubahan struktur tiga dimensi dari dermis dan perubahan lainnya yang disebabkan dari pengaruh faktor eksternal dan internal.

2. Lipatan Lipatan pada kulit umumnya mulai timbul ketika usia sekitar 40 tahun

  Pengurangan kekuatan dari otot-otot yang menopang kulit juga menyebabkan terjadinya keriput dan lipatan (Barel, dkk., 2009). Perubahan karakteristik dalamphotoaging dan Instrinsic aging yang timbul pada epidermis dan dermis dapat dilihat pada Tabel 2.1 dan Tabel 2.2.

2.1 Perbedaan anatomi pada epidermis

  Tabel. 2.2 Tabel.

2.2 Perbedaan anatomi pada dermis

  Kamera diletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur kemudian tekan tombolcapture untuk memfoto dan secara otomatis hasil berupa angka dan kondisi kulit yang didapatkan akan tampil pada layar komputer. Kamera diletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur kemudiancapture untuk memfoto dan secara otomatis hasil berupatekan tombol angka dan kondisi kulit yang didapatkan akan tampil pada layarcomputer.

2.3 Parameter hasil pengukuran dengan skin analyzer

  2.3 2.3 Pengukuran Parameter (%)Moisture (Kelembaban) Dehidrasi Normal Hidrasi0-29 30-45 46-100 Evenness(Kehalusan) Halus Normal Kasar 0-31 32-51 52-100Pore (Pori) Kecil Sedang Besar 0-19 20-39 40-100Spot (Noda) Sedikit Sedang Banyak 0-19 20-39 40-100Wrinkle (Keriput) Tidak berkeriput Berkeriput Berkeriput parah 0-19 20-52 53-100Sumber : Aramo. Skin and Hair Diagnostic System.

BAB BAB BAB

BAB II I III III III METODE METODE PENELITIAN PENELITIAN METODE METODE PENELITIAN PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  Penelitian meliputi penyiapan hewan uji (marmut), penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik sediaan,dan uji efek anti-aging pada kulit punggung marmut yang telah disinari. 3.1skin analyzer (Aramo 3.1 Alat-alat Alat-alat Alat-alat 3.1 Alat-alat 3.1 Alat-alat yang digunakan adalah seperangkat alat SG), neraca listrik, pH meter, lampu UV dengan panjang gelombang 366 nm,rotary evaporator, freezedryer, kandang pemasung marmut, lemari pengering,alat-alat gelas laboratorium, penangas air, lumpang, stamfer, pot plastik, gunting dan alat cukur bulu marmut.

a. Kelompok I : 3 ekor marmut untuk krim blanko (tanpa zat aktif)

  Kelompok II : 3 ekor marmut untuk kelompok krim ekstrak kelopak bunga rosella 0, 5%c. Kelompok V : 3 ekor marmut untuk kelompok krim vitamin C 2% Semua kelompok hewan uji diukur kondisi kulit awalnya yang meliputi:Moisture (kelembaban), Evennes (kehalusan kulit), Pore (pori), Spot (noda), dan wrinkle (keriput) dengan menggunakan alat skin analyzer.

3.4 PPPPengumpulan engumpulan D Dan an PPPPengolahan engolahan SSSSampel ampel

  Laludiserbukkan dan disimpan pada wadah yang terlindung dari sinar matahari. Metabisulfit 0,1 % Butil hidroksi toluen 0.1 %Aqua destilata ad 100 ml Pada formula ini jumlah ekstrak kelopak bunga rosella yang divariasikandalam sediaan krim adalah 0, 25%; 0, 75%; 1%b /bdan sebagai pembanding di gunakan vitamin C 2%.

3.6 Cara

  Fase minyak terdiri dari paraffin liquidum, lanolin,gliserol monostearat, dan cetyl alkohol dimasukkan kedalam cawan penguap dan dilebur diatas penangas air pada suhu 70-75°C, setelah melebur dan suhumenurun di tambahkan butil hidroksi toluen (massa I). 3.6 3.6 3333....6666.2 .2 Cara .2 .2 Cara ppppembuatan Cara Cara embuatan embuatan embuatan kkkkrim rim rim dengan rim dengan bbbbahan dengan dengan ahan aaaaktif ahan ahan ktif ktif ktifDitimbang ekstrak kelopak bunga rosella konsentrasi 0,5%, 0,75% dan 1%, serta vitamin C 2%.

BAB IV IV IV HASIL HASIL DAN DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN HASIL DAN HASIL DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN

  4.2 Hasil Formulasi Hasil Hasil Formulasi Formulasi FormulasiDari formula krim diperoleh krim blanko yang berwarna putih, krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5 % berwarna merah jambu pucat, krimekstrak kelopak bunga rosella 0,75% berwarna merah jambu, krim ekstrak kelopak bunga rosella 1% berwarna merah jambu gelap, dan krim vitamin C2% berwarna putih. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada krimblanko, krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, krim ekstrak rosela 0,75%, krim ekstrak rosela 1% dan krim vitamin C 2%.

4.1 Data pengamatan terhadap kestabilan sediaan pada saat sediaan

  Pada penyimpanannya, sediaan krim ekstrak kelopak bunga rosella tidak mengalami perubahan bau, tetapi krim vitamin C 2% mengalami perubahanbau sejak minggu ke 10. Pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa pH sediaan krim yang telah selesai dibuat, Krim blanko mempunyai pH 6,2; krim ekstrakkelopak bunga rosella 0,5% pH 5,9; ekstrak kelopak bunga rosella 0,75% pH 5,8; ekstrak kelopak bunga rosella 1% pH 5,4 dan krim vitamin C pH 5,5.

4.2 Data pengukuran pH sediaan pada saat selesai dibuat

pH No FormulaRata-rata I II III 1 Krim blanko 6,2 6,3 6,2 6,2 Krim ekstrak kelopak bunga2 6,0 5,9 5,9 5,9 rosella 0,5% Krim ekstrak kelopak bunga 3 5,7 5,8 5,8 5,8rosella 0,75% Krim ekstrak kelopak bunga 4 5,4 5,4 5,3 5,4 rosella 1%

5 Krim vitamin C 2% , ,6 ,4

Tabel 4.3 Tabel Tabel Tabel 4.3

4.3 Data pengukuran pH sediaan setelah penyimpanan selama 12

4.3 minggu pH rata-rata selama 12 mingguFormula I II

III IV

  Krim ekstrak kelopak bunga rosella 1% dan krim vitamin C 2% ( 4,5-6,5 sehingga bersifat asam lemah. Semakin alkalis atau semakin asambahan yang mengenai kulit, semakin sulit untuk menetralisirnya dan kulit akan menjadi lelah karenanya.

4.4.1 Moisture Moisture (kelembaban) Moisture (kelembaban) (kelembaban) (kelembaban)

  Dengan analisis Tukeydidapatkan perbedaan yang signifikan pada pemulihan minggu 1 yaitu antara kelompok marmut krim blanko dengan krim ekstrak kelopak bunga rosella 1%,krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% dengan krim ekstrak kelopak bunga Krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% belum mampu mengembalikan kulit kekondisi kulit normal tapi masih dalam kondisi kulityang dehidrasi sampai minggu keempat. Lapisan lemak di permukaan kulit dan bahan-bahan dalam stratum korneum yang bersifat higroskopis, dapat menyerap air, dan berada dalam hubungan yang fungsional, disebut Natural MoisturizingFactor.

4.5 Persentase kelembaban pada kulit marmut kelompok blanko

ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. 15 3 34 32 25 19 13 34 2 34 31 30 27 34 15 1 ER1% 3332,3 ± 0,57 13,3 ±1,52 20,3 ± 2,51 25 ± 2,00 28 ± 2,73 32,6±0,57 30 27 23 13 33 3 33 27 25 32 23 12 18 VC 2% : Krim vitamin C 2% Parameter hasil pengukuran:0-29 : Dehidrasi 30-50 : Normal51-100 : Hidrasi Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak rosella 1% 32 33 ± 1,00 12,6 ±2,30 16,3 ± 2,08 22 ± 4,35 28 ± 2,64 32,3±0,57 27 23 17 15 33 3 32 29 24 14 28 34 2 33 30 25 17 14 32 1 VC2% 3433,3 ± 0,57 14,3 ±1,15 23 ± 4,00 27,6±2,51 31,6±0,57 34 ± 0 32 18 32 F O R M U L A M A R M U T 31 2331,3 ± 0,57 13,3 ±0,57 15,6 ± 1,15 17,6±1,15 20,3±0,57 23 ± 0 21 19 17 13 31 3 23 20 17 15 14 2 1 23 20 17 15 13 32 1 B Pemulihan Minggu IV Pemulihan Minggu IIPemulihan Minggu III Sesudah PenyinaranPemulihan Minggu I Moisture (Kelembaban) (%)Sebelum Penyinaran ER0,5% 31 4.5 14 32 27 23 20 15 32 1 ER0,75% 2332,3 ± 1,15 14,3 ±0,57 1 6,3 ±0,57 18,6±1,15 20,6±2,88 23,3±3,51 19 18 16 32 14 3 27 24 20 17 15 34 2 20 19 18 16 2 Gambar 4.1 Gambar Gambar Gambar 4.1

4.1 Grafik rata-rata kelembaban pada kulit marmut kelompok blanko

4.1ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat.

4.4.2 Evennes Evennes Evennes Evennes (kehalusan) (kehalusan) (kehalusan) (kehalusan)

  Berdasarkan Tabel 4.6 dan Gambar 4.2diperoleh bahwa semua kelompok marmut mempunyai kulit halus sampai normal pada kondisi sebelum penyinaran, nilai kehalusan ini meningkat hinggatidak ada kelompok marmut yang berada pada keadaan kulit halus. Pengujian dengan anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05)sebelum dilakukan penyinaran dan sesudah penyinaran, sedangkan pemulihan minggu pertama sampai minggu keempat tidak didapatkan perbedaan yangsignifikan (p > 0,05).

4.6 Persentase kehalusan pada kulit marmut kelompok blanko, ekstrak

kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dari minggupertama, kedua, ketiga dan keempat. 48 42 44 51 55 61 48 2 45 50 54 60 62 1 38 ER1% 4039,3 ± 7,02 58,3 ± 1,52 55,3 ± 2,88 47,6 ±7,57 41 ± 5,19 36,6 ± 5,77 44 50 57 60 40 3 40 44 51 57 3 63 46 52 VC 2% : Krim vitamin C 2% Parameter hasil pengukuran:0-31 : Kulit halus 32-51 : Kulit normal52-100 : Kulit kasar Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak rosella 1% 3335,6 ±10,01 55,3 ± 0,57 49 ± 7,00 43,0 ± 8,66 40,3±11,3 36 ± 12,76 37 38 41 55 28 3 25 31 38 56 57 32 2 50 53 53 54 55 47 1 VC2% 4844,6 ± 5,77 62,0 ± 1,00 57,3 ± 2,51 52,3 ±1,52 48 ± 3,46 45 ± 3,00 50 52 58 2 F O M U L A M A R M U T 53 57 59 61 49 3 52 53 61 63 63 49 2 54 5249,6 ± 1,15 61,3 ± 1,52 59,6 ±3,05 58 ± 2,64 53,6±0,57 52,3 ± 0,57 56 57 60 51 1 B PemulihanMinggu IV PemulihanMinggu III PemulihanMinggu II PemulihanMinggu I SesudahPenyinaran SebelumPenyinaran Evenness (Kelembutan) (%) 54 ER0,5% 30 25 4.6 39 52 57 32 1 0,75% 33 34 ± 13,07 56,6 ± 4,16 47 ± 10,39 44,3±11,93 42,6±12,4 40,6±12,42ER 35 36 41 58 3 1 55 57 58 59 60 49 2 34 36 39 41 52 28 35 Gambar 4.2 Gambar Gambar Gambar

4.2 Grafik rata-rata kehalusan pada kulit marmut kelompok blanko

  4.2ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihandari minggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. Ketika kulit terlalu sering terpapar oleh sinarmatahari, kolagen dan elastin yang berada dalam lapisan kulit akan rusak, sehingga sel-sel mati yang bertumpuk pada stratum korneum menyebabkanpermukaan kulit menjadi kurang halus, akibatnya kulit tampak lebih kasar (Bodagenta, 2012).

4.4.3 Pore (Pori) Pore Pore Pore (Pori) (Pori) (Pori)

4.4.3 4.4.3 4.4.3 Hasil pengukuran besarnya pori pada kulit dari semua marmut dapat dilihat pada Tabel 4.7 dan Gambar 4.3. Pada Tabel 4.7 menunjukkan bahwasemua kelompok marmut sebelum dilakukan penyinaran memiliki ukuran pori Tabel Tabel Tabel Tabel 4.7 4.7

4.7 Persentase pori pada kulit marmut kelompok blanko, ekstrak

kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. 58 3 16 27 38 45 63 12 2 20 24 37 43 16 69 1 ER1% 129,6 ± 4,04 61,3 ±4,72 52,3 ±9,29 37 ± 5,29 22,3 ± 4,04 14,6± 4,61 20 39 48 63 12 3 12 20 41 8 48 65 56 VC 2% : Krim vitamin C 2% Parameter hasil pengukuran:0-19 : Kecil 20-39 : Sedang40-100 : Besar Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak rosella 1% 148, 66±1,15 67,6±11,59 55,3 ±1,15 44,3±4,72 26,3 ± 7,76 18 ± 5,29 20 48 56 60 8 3 16 35 46 62 39 8 2 24 24 39 54 81 10 1 VC2% 12 12 ± 4,00 63,3 ±5,50 45,3 ±2,51 38 ± 1,00 27,3± 3,51 16 ± 4,00 31 63 12 F O R M U L A M A R M U T 24 5629,3±4, 72 8,56 ±10,5 67,6±16,50 61 ±12,52 55,0 ± 9,84 54 ± 7,21 58 62 63 75 33 3 60 63 73 86 96 2 1 44 46 48 54 86 31 1 B Pemulihan Minggu IV Pemulihan Minggu IIPemulihan Minggu III Sesudah PenyinaranPemulihan Minggu I Pore (Pori) (%)Sebelum Penyinaran ER0,5% 20 4.7 58 20 27 31 46 56 5 1 0,75% 37 16 ± 4, 00 63,3 ±5,50 59 ± 4, 58 51,3±5,03 47,3 ± 1,15 43 ± 5,19ER 46 46 54 12 63 3 46 48 52 63 69 16 2 46 48 56 60 2 Gambar 4.3 Gambar Gambar Gambar

4.3 Grafik rata-rata pori-pori pada kulit marmut kelompok blanko

  4.3 Dengan menggunakan uji Anova didapatkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada saat sebelum penyinaran dan sesudah penyinaran,pemulihan minggu kedua sampai minggu keempat, sedangkan pemulihan minggu pertama tidak didapatkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05)diantara semua kelompok krim. Pada pemulihan minggu ketiga dan minggu keempat terdapatperbedaan yang signifikan pada kelompok krim blanko dengan kelompok krim Terjadinya penuaan dini pertama kali dideteksi pada kulit.

4.4.4 Spot (noda) Spot Spot Spot (noda) (noda)

4.4.4 4.4.4 4.4.4 (noda)Hasil pengukuran jumlah noda pada semua kelompok marmut dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut ini. Tabel Tabel Tabel Tabel 4.8 4.8 4.8

4.8 Persentase noda pada kulit marmut kelompok blanko, ekstrak

F O R M U L A M A R M U T 45 3 18 28 36 46 55 17 2 13 23 35 40 15 71 1 29 19 ± 2,64 60 ± 10,53 49,6 ± 9,29 39 ±10,14 33,0 ± 8,88 26 ± 5,19ER1% 36 37 42 59 21 3 29 40 50 60 17 65 20 36 VC 2% : Krim vitamin C 2% Parameter hasil pengukuran:0-19 : Sedikit 20-39 : Sedang40-100 : Banyak Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak rosella 1% 1812,6 ± 4,72 60 ± 9,00 42 ± 6,00 37 ± 2,00 27,3 ± 5,85 15,6 ± 3,21 34 37 42 69 9 3 12 25 35 60 50 11 2 17 23 39 48 51 18 1 VC2% 2316,3 ± 1,15 57 ± 13,11 50,3±13,05 40,3±8,38 31,3±10,40 18 ± 5,00 43 71 2 Spot (Noda) (%) 53 55 59 64 24 3 36 42 54 56 60 38 2 64 5027,6 ± 9,07 68 ± 10,5 64,3 ±11,93 61 ±11,26 53 ± 11,00 46,3 ± 9,07 74 78 80 21 1 B PemulihanMinggu IV PemulihanMinggu III PemulihanMinggu II PemulihanMinggu I SesudahPenyinaran SebelumPenyinaran 53 ER0,5% 20 18 kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. 30 47 50 16 1 ER0,75% 3716,3 ± 2,08 54 ± 5, 03 47,6 ± 4,72 42,6±5,03 33,6 ± 8,50 32,6 ± 5,85 40 48 53 59 3 1 26 24 38 44 49 17 2 35 37 42 46 55 14 23 Gambar Gambar 4.4 4.4 Gambar 4.4 Gambar

4.4 Grafik rata-rata noda pada kulit marmut kelompok blanko

  ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. Kelompok krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% mengalami penurunan jumlah noda sangat lambat hingga pemulihan pada Mulyawan dan Suriana (2013) menyebutkan bahwa noda-noda hitam (hiperpigmentasi) bisa muncul pada kulit yang mulai menua maupun kulit yangbelum tua oleh berbagai penyebab.

4.4.5 Wrinkle (keriput) Wrinkle Wrinkle Wrinkle (keriput) (keriput) (keriput) dan dan dan dan wrinkle’’’’ssss depth wrinkle wrinkle wrinkle depth (kedalaman depth depth (kedalaman (kedalaman keriput) (kedalaman keriput) keriput) keriput)

  DenganTukey didapatkan data yang signifikan (p < 0,05) pada pemulihan minggu kedua antara kelompok krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% dengan0,75%, pemulihan pada minggu ketiga juga terjadi perbedaan yang signifikan antara kelompok blanko dengan kelompok krim ekstrak kelopak bunga rosella0,75% dan 1%. Perbedaan yang signifikan juga terdapat antara krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% dengan krim ekstrak kelopakbunga rosella 0,75%, 1% dan krim vitamin C 2%.

4.9 Persentase keriput pada kulit marmut kelompok blanko, ekstrak

kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. 39 3 10 20 39 46 59 5 2 5 16 28 62 40 5 1 18 5 ± 0,0 46,6 ± 7,02 34 ± 8,66 23,3 ± 1,15 20,3 ± 0,57 15 ± 3,00ER1% 20 22 24 40 5 3 12 21 24 5 27 54 46 VC 2% : Krim vitamin C 2% Parameter hasil pengukuran:0-19 : Tidak keriput 20-52 : Berkeriput53-100 : Berkeriput Parah Hasil terbaik ditunjukkan pada kelompok dengan krim ekstrak kelopakbunga rosella 0,75%, 1% dan vitamin C 2% karena hanya marmut pada konsentrasi ini yang mampu menurunkan jumlah keriput menjadi garis haluspada minggu keempat. Walaupun dalam kategori tidak berkeriput lagi, namun Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 1% 12 5 ± 0,0 68,6 ± 5,77 47,6 ±2,08 33,6 10,11 27,6 ± 9,86 11,6 ± 3,51 39 40 50 72 5 3 15 21 22 72 24 5 2 8 23 39 47 62 5 1 VC2% 16 5 ± 0,0 53,6 ±11,93 37,3 ± 9,60 30,3 ± 7,76 18,6 ± 2,30 10,3 ± 5,50 20 39 5 F O R M U L A M A R M U T 11 39 7 ± 3,46 61 ± 21,79 50,6±18,50 39,3 ± 0,57 39,0 ± 0 35 ± 6,92ER 39 39 39 51 5 3 39 39 40 41 46 2 1 27 39 39 39 86 5 1 B Pemulihan Minggu IV Pemulihan Minggu IIPemulihan Minggu III Sesudah PenyinaranPemulihan Minggu I Wrinkle (Keriput) (%)Sebelum Penyinaran 0,5% 5 2 47 4.9 20 24 39 46 5 1 0,75% 26 5 ± 0,0 54 ± 15,71 49,6±10,78 43,3 ± 7,50 31,3 ± 6,80 26,6 ± 2,08ER 29 39 45 5 43 3 23 39 52 62 72 5 2 22 26 39 42 15 Gambar 4.5 Gambar Gambar Gambar

4.5 Grafik rata-rata keriput pada kulit marmut kelompok blanko

  4.5ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. Pada pengukuran jumlah keriput ( wrinkle) krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,75%, 1% dan vitamin C 2% menjadi kondisi kulit tidakberkeriput lagi, sehingga tidak dilakukan pengukuran kedalaman kerutan.

4.10 Kedalaman kerutan pada kulit marmut kelompok blanko, ekstrak

kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1%, dan vitamin C 2% sebelum penyinaran, sesudah penyinaran, dan pemulihan dariminggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. 0 ± 0 0,441 ±0,055 0,381 ±0,025 0,357 ± 0,031 0,306 ± 0,025 0,278 ±0,046ER VC 2% : Krim vitamin C 2% Keterangan: B : Krim blankoER 0,5% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5% ER 0,75% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,75%ER 1% : Krim ekstrak kelopak bunga rosella 1% 30,504 0,444 0,407 0,349 0 ± 0 0,494 ±0,018 0,391 ±0,050 0,309 ± 0,085 0,247 ± 0,088 0 ± 0 10,505 0,387 0,267 0,198 2 0,473 0,344 0,252 0,195 VC2% 30,322 0,295 0,265 0,238 0 ± 0 0,467 ±0,126 0,340 ±0,073 0,270 ± 0,053 0,205 ± 0,030 0 ± 0 10,547 0,3 0,219 0,177 2 0,534 0,425 0,326 0,200 0 ± 0 0,404 ±0,031 0,311 ±0,046 0,226 ± 0,043 0,206 ± 0,012 0 ± 0ER1% 20,398 0,357 0,268 0,198 3 0,438 0,265 0,182 0,221 0,75% 1 0,376 0,313 0,228 0,2 20,400 0,356 0,338 0,331 0,319 3 0,505 0,406 0,376 0,308 0,228 F O R M U L A M A R M U T 4.10 0 ± 0 0,604 ±0,143 0,534 ±0,142 0,516 ± 0,133 0,421 ± 0,100 0,274 ±0,066ER B 1 0,575 0,509 0,366 0,309 0,1982 0,478 0,406 0,563 0,455 0,313 3 0,760 0,688 0,620 0,501 0,313 PemulihanMinggu IV PemulihanMinggu III PemulihanMinggu II PemulihanMinggu I SesudahPenyinaran SebelumPenyinaran Wrinkle’s Depth (Kedalaman Kerutan) (mm) 0,5% 1 0,420 0,381 0,314 0,281 0,288 Gambar 4.6 Gambar 4.6 Gambar Gambar

4.6 Grafik rata-rata kedalaman kerutan pada kulit marmut kelompok

  AnalisisTukey didapatkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), pada minggu kedua antara kelompok krim blanko dan kelompok krim ekstrak kelopak bungarosella 0,75% dan 1 %. Pemulihan minggu ketiga dan minggu keempat perbedaan yang signifikan dapat dilihat antara kelompok krim blanko dengankrim ekstrak kelopak bunga rosella 0,75%, 1% dan krim vitamin C 2%.

BAB V BAB V V KESIMPULAN KESIMPULAN DAN DAN SARAN SARAN KESIMPULAN KESIMPULAN DAN DAN SARAN SARAN

  Krim blanko tetap stabil sedangkan krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%, 0,75%, 1% dan krim vitamin C 2%tidak stabil hingga 12 minggu penyimpanan. Dengan menggunakan analisis Tukey terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,75%, 1% dan krimvitamin C 2% dibandingkan dengan krim blanko dan krim ekstrak kelopak bunga rosella 0,5%.

1. Hasil Hasil Hasil Hasil identifikasi identifikasi identifikasi identifikasi tanaman tanaman tanaman tanaman

  Dipisahkan dari bijinya Disortasi, dicuci danditiriskan Ditimbang Sebagai beratbasah Berat basah kelopak bunga Rosella1,8 KgDikeringkan dilemari pengering suhu 40°Cselama 4 hari Ditimbang sebagai beratkering Berat kering kelopak bunga Rosella 0,8 Kg Lampiran 3. Bagan Dimasukkan kedalam bejana,Direndam dengan penyari etanol sebanyk 3, 75 Lselama 5 hari (diaduk sehari sekali)Diserkai Maserat I Ampas Ditambahkancairan penyarisecukupnya Direndamkembali selama 2hari Di serkai Maserat II Di rotaryevaporator Difreezedryer Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Lampiran 4.

4. Dilarutkan dalam

  Natrium Fase Airair panas suhu Metabisulfit70°C Masukkanparaffin Dimasukkan kedalamliquidum, dalam cawan lumpang, geruslanolin, gliserol penguap, dilebur Fase Minyakcepat dan searah monostearat, diatas penangasdan cetyl air suhu 70°C sampai stabil alkohol Dasar Krim Ditimbang:Masing-masing Ekstrak Rosela 0,5%digerus Ekstrak Rosella 0,75%didalamlumpang Ditambahkan Ekstrak Rosella 1% Vitamin C 2% Lampiran 5. Bagan penyiapan hewan uji dan uji efek anti-aging 5.

3 Ekor

  3 Ekor 3 Ekor 3 EkorDiukur keadaan kulit awalDiberi pajanan sinar UV 366nm selama 5jam Diukur keadaankulitnya Dilakukan perawatandengan pengolesan krim 2 kali sehariselama 4 minggu Dilakukanpengukuran keadaan kulit setiap Hasil Lampiran 6. Gambar kelopak bunga rosella kering Lampiran 8.

8. Lampiran 9. Lampiran 9. Lampiran Lampiran

  Gambar sssserbuk kelopak bunga rosella 8. Gambar sediaan setelah 12 Minggu Lampiran Lampiran 14.

14. Lampiran Lampiran

  Lampiran Lampiran Lampiran 16. Gambar alat pengukuran pH 16.

17. Lampu UV 366 nm

  Lampiran Lampiran Lampiran 18. Gambar alat skin analyzer aramo SG 18.

20. Sertifikat analisis vitamin C

  Lampiran 21 Lampiran Lampiran Lampiran 21 Sebelum Penyinaran 21 21. Contoh pengukuran dengan skin analyzer Lampiran Lampiran 21.

22. Data Statistik

  Krim EkstrakRosella 0.75% 3.333 4.387 0.937 -11.104 17.771 Krim EkstrakRosella 0.5% -25.000 Krim Blanko 0.066 Pemulihan Minggu II Subset for alpha = 0.05 2 Krim Ekstrak Rosella 0.75% 3 37.000Krim Ekstrak Rosella 1% 3 38.000Krim Vitamin C 2 % 3 44.333 44.333Krim Ekstrak Rosella 0.5% 3 51.333 51.333Krim Blanko 3 61.000 Sig. 1 Tukey HSDMarmut N Tukey HSDMeans for groups in homogeneous subsets are displayed Pemulihan Minggu IV 0.849 0.565Means for groups in homogeneous subsets are displayed 2 Krim Ekstrak Rosella 0.75% 3 22.333Krim Vitamin C 2 % 3 26.333Krim Ekstrak Rosella 1% 3 27.333Krim Ekstrak Rosella 0.5% 3 47.333Krim Blanko 3 55.000 Sig.

4. Spot (Noda)

  IVKrimBlanko Krim EkstrakRosella 1% -4.000 7.439 0.981 2 Krim Vitamin C 2% 3 12.667Krim Ekstrak Rosella 0.5% 3 16.333 16.333Krim Ekstrak Rosella 1% 3 16.333 16.333Krim Ekstrak Rosella 0.75% 3 19.000 19.000 0.528 0.096Means for groups in homogeneous subsets are displayed Sesudah Penyinaran Tukey HSDSubset for alpha = 0.05 Marmut N 1 Krim Ekstrak Rosella 0.5% 3 54.333Krim Ekstrak Rosella 1% 3 57.000Krim Ekstrak Rosella 0.75% 3 60.000Krim Vitamin C 2% 3 60.000Krim Blanko 3 68.000 Sig. 0.335 0.237Means for groups in homogeneous subsets are displayed Pemulihan Minggu IV Tukey HSDSubset for alpha = 0.05 Marmut N 1 2 Krim Ekstrak Rosella 0.75% 3 Krim Ekstrak Rosella 1% 3 Krim Vitamin C 2% 3 Krim Blanko 3 0.2747Krim Ekstrak Rosella 0.5% 3 0.2783 Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Dari Sediaan Hand Cream Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis L.)
18
182
134
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
9
99
121
Efek Ekstrak Kulit Manggis(Garcinia mangostana L.) Sebagai Anti-Aging Dalam Sediaan Krim
5
61
162
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
138
140
Efek Antidiabetes dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) terhadap Mencit yang Diinduksi Streptozotocin
7
62
129
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
79
327
74
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)
27
122
96
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim yang Mengandung Minyak Alpukat (Avocado oil)
13
91
106
Formulasi Gel Dari Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria alba) dan Uji Efektivitas Sebagai Anti-Aging
15
117
97
Formulasi Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Menggunakan Gelatin Sebagai Bahan Pengikat
1
17
79
Pengaruh Ekstrak Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Pada Aktivitas SOD dan MDA Mata Tikus (Rattus Wistar) yang Dipapar Radiasi Gamma
0
0
5
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Indikator Film dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Smart Packaging untuk Mendeteksi Kerusakan Nugget Ayam
0
0
6
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
41
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
2
5
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
15
Show more