Pembuatan dan Karakteristik komposit yang terdiri dari campuran Polietilen densitas rendah (LDPE ) dengan pengisi bentonit alam

Gratis

1
75
69
2 years ago
Preview
Full text

PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN

DENSITASRENDAH (LDPE) DENGAN PENGISI BENTONIT ALAM TESIS Oleh: FITRI RAMADHANI 117026021/FIS PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN DENSITAS RENDAH (LDPE) DENGAN PENGISI BENTONIT ALAM TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Magister Sains dalam program studi Magister Ilmu Fisika pada Program Pascasarjana Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara Oleh FITRI RAMADHANI 117026021/FIS PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 PENGESAHAN TESIS Judul Tesis : PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK

KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN DENSITAS

  DENGAN PENGISIRENDAH (LDPE) BENTONIT ALAM Nama Mahasiswa : Fitri Ramadhani Nomor Induk Mahasiswa : 117026021 Program Studi : Magister Ilmu Fisika Fakultas : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Menyetujui Komisi Pembimbing Prof. S u t a r m a n, M .

DENSITAS RENDAH (LDPE)

  DENGAN PENGISI BENTONIT ALAM TESIS Dengan ini saya nyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil kerjasaya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telah dijelaskansumbernya dengan benar. Medan, Juli 2013Fitri RamadhaniNIM.

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : Fitri RamadhaniNIM : 11 70 26 021Program Studi : Magister FisikaJenis Karya Ilmiah : Tesis Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepadaUniversitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-Exclusive RoyaltyFree Right) atas Tesis saya yang berjudul :PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN DENSITAS RENDAH (LDPE)

DENGAN PENGISI BENTONITALAM

  Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan hak bebas Royalti Non-Eksklusif ini, Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media, memformat,mengelola dalam bentuk data-base, merawat dan mempublikasikanTesis saya tanpameminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis dansebagai pemegang dan atau sebagai pemilik hak cipta.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  DATA PRIBADI Nama : Fitri ramadhaniTempat tanggal lahir : Kampung Durian, 1 Mei 1988Jenis kelamin : PerempuanAgama : IslamAlamat : Jl. Rantau, desa Durian, kec rantau, Aceh TamiangTelepon / HP : 0812 6339 6711Email : v_imud37@yahoo.co.id ` Nama Orang tua : Suyono alm (ayah) / AmsirLatifah (Ibu) B.

KATA PENGANTAR

  Pertama-tama penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmad dan karunia-Nya sehingga tesis yang berjudul“Pembuatan dan Karakteristik komposit yang terdiri dari campuran Polietilen densitas rendah (LDPE ) dengan pengisi bentonit alam ” ini dapat diselesaikan. A(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan program Magister Studi IlmuFisika di Universitas Sumatera Utara.

1. Bapak Prof. Dr.Eddy Marlianto, MSc. selaku Pembimbing Utama, Bapak

  Si selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan waktu dan dengan penuhkesabaran menuntun dan membimbing penulis hingga selesainya Tesis ini. Arif Alfarizi dan Anisa Putri, serta sepupu yang membantu dalam penelitian Nurul Haryati, Elvira agustina, Munzir halim dan HarisSetiawan yang telah memberikan dorongan moril yang sangat besar sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan.

5. Sahabat-sahabat terbaik Evi, Endang, Winsyah, Ficky, Witri, Zoelkarnaen

  Hormat Penulis,Fitri Ramadhani PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN DENSITAS RENDAH (LDPE)DENGAN PENGISI BENTONIT ALAM ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan morfologi bentonit sebelum dan sesudah dikompositkan, menentukan sifat mekanik dan termal komposit LDPEdengan bahan pengisi bentonit alam setelah dilakukan pemurnian secara kimia. Adapun matrik yang digunakan adalah LDPE dan kompatibilizernya PE-g-MA dengan variasi bentonit alam (0,3,5,7, dan 10)%berat, kemudian dimasukkan kedalam internal mixer dengan suhu 140ËšC selama 15 menit dengan kecepatan rotor 50 rpm karakteristik yang dilakukan untukkomposit yang dihasilkan untuk uji mekanik dengan universal tes mekanik (UTM) dan analisis termal TGA-DTA dengan alat stratam TAG 24.

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran A Hasil Uji Mekanik L-1Lampiran B Hasil Uji Termal L-2Lampiran C Gambar-Gambar Pengujian Di Laboratorium L-3 PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KOMPOSIT YANG TERDIRI DARI CAMPURAN POLIETILEN DENSITAS RENDAH (LDPE)DENGAN PENGISI BENTONIT ALAM ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan morfologi bentonit sebelum dan sesudah dikompositkan, menentukan sifat mekanik dan termal komposit LDPEdengan bahan pengisi bentonit alam setelah dilakukan pemurnian secara kimia. Adapun matrik yang digunakan adalah LDPE dan kompatibilizernya PE-g-MA dengan variasi bentonit alam (0,3,5,7, dan 10)%berat, kemudian dimasukkan kedalam internal mixer dengan suhu 140ËšC selama 15 menit dengan kecepatan rotor 50 rpm karakteristik yang dilakukan untukkomposit yang dihasilkan untuk uji mekanik dengan universal tes mekanik (UTM) dan analisis termal TGA-DTA dengan alat stratam TAG 24.

1.1 Latar Belakang Masalah

  Pemanfaatannya yang sangat luasdimungkinkan karena polimer ini memiliki banyak sifat-sifat yang bermanfaat antara lain daya tahan terhadap zat kimia dan benturan yang baik, mudah dibentukdan dicetak, ringan dan harganya murah (Peacock , 2000) Penelitian yang menggunakan polimer sintetik polietilena (PE) telah banyak dilakukan oleh para peneliti, diantaranya dengan memadukan dua materialyang berbeda sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik dari material tersebut. Bahan pengisi (filler) yang beasal dari bentonit dalam komposit atau polimer untuk perbaikan dan meningkatkan sifat-sifat fisik bahan, bahan pengisi (filler) sering digunakan dalam pembuatan komposit seperti plastik namun penggunaan plastik memiliki beberapa masalah diantaranya, plastik sulit terdegradasi ketika tidak digunakan lagi, karena itu perlu temukan alternatif bahanyang akan digunakan sebagai Filler yaitu bentonit.

1.2 Rumusan Masalah

  Bagaimana morfologi Bentonit alam, Bentonit setelah dilakukan pemurnian secara kimia dan komposit LDPE dengan Bentonit. Bagaimana sifat termal (DTA dan TGA) komposit LDPE dengan pengisi bentonit setelah dilakukan pemurnian secara kimia.

1.3 Batasan Masalah

  Pengisi yang digunakan adalah bentonit alam setelah pemurnian secara kimia yang berasal dari desa Pahae Kabupaten Tapanuli Utara. Pengujian yang dilakukan adalah analisis mekanik (Kekuatan tarik,Perpanjangan putus, Modulus Young), Analisis termal (DTA dan TGA) dan morfologi (SEM) .

1.4 Tujuan Penelitian

  Untuk menentukan sifat mekanik komposit LDPE dengan pengisi bentonit alam setelah dilakukan pemurnian secara kimia. Untuk menentukan sifat termal (DTA dan TGA) komposit LDPE dengan pengisi bentonit alam setelah dilakukan pemurnian secara kimia.

1.5 Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Memberikan informasi dasar tentang sifat termal (DTA dan TGA), sifat mekanik (Kekuatan tarik, perpanjangan putus dan modulus young),komposit LDPE dengan pengisi bentonit alam aktivasi kimia yang dapat digunakan sesuai fungsi nantinya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KOMPOSIT POLIMER Polimer merupakan bahan yang sangat bermanfaat dalam dunia teknik

  Adapun definisi dari komposit adalah bahan gabungan dua atau lebih yang terdiri dari komponen bahan utama (matriks)dan bahan rangka (reinforcement) atau penguat. Selain itu, material juga tahan terhadap panas, reaksi kimia, tahanan,atau konduktor listrik, dan sifat-sifat yang lain.(Sulaiman,1997) Dan bahan rangka (penguat) yang sering digunakan adalah serat alam selulosa dan serat sintesis.(Ginting,2006) Adapun sifat maupun karakteristik dari komposit ditentukan oleh : a.

2.1.1 Bahan Komposit

  Dengan memilih kombinasi material serat dan matriks yang tepat, kita dapat membuat suatu material komposit dengan sifat yang sama untuk suatu strukturtertentu dan tujuan tertentu (Hakim,2007). Secara garis besar ada tiga macam jenis komposit berdasarkan penguat yang digunakan : ï‚· Komposit serat ( fiber composite)Merupakan jenis komposit yang hanya terdiri dari satu lamina atau satu lapisan yang menggunakan penguat serat.

2.2 POLIMER

  Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit-unit yang berulang sederhana (monomer). Polimer alam terbentuk di alam hasil metabolisme mahklukhidup, contohnya seperti pati, karet, selulosa, protein, dan sutera yang dihasilkan oleh tanaman dan binatang.

2.2.1 Sifat-sifat Bahan Polimer

  Molekul polimer disusun dalam satu struktur rantai dalam struktur tiga dimensi dengan ikatan kovalen, kebanyakan molekul rantai memberikan sifattermoplastik dengan menaikan temperatur sehingga dapat mencair dan mengalir. Pada temperatur relatif rendah bahan dapat dicetak dengan pernyuntikan, penekanan, ekstrusi dan seterusnya yangmenyebabkan ongkos lebih rendah dari pada logam dan keramik.

11. Beberapa ada yang tahan abrasi atau mempunyai koefisien gesek yang kecil

2.2.2 POLIETILEN (PE)

  Polietilena (PE) adalah termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak sampai yang kaku. PE menjadi istimewa karena sifat-sifatnya yang menarik seperti murah, inert, sifat listriknya yang bagus, dan pemrosesannya mudah.

3 Berat jenis (g/cm ) 0,91-0,94 0,95-0,97

Titik leleh ( C) 105-115 120Kekerasan 44-48 55-70 Kapasitas panas (kj kg K 1,916 1,916Regangan (%) 150-600 12-700 Tegangan Tarik (N mm ) 15,2-78,6 17,9-33,1 Modulus tarik (N mm ) 55,1-172 413-1034Tegangan impak >16 0,8-14Konstanta dielektrik 2,28 2,32 15 5 Resitivitas (Ohm cm) 6 × 10 6 × 10(Rafli.R,2008 )

2.2.3 Polietilen / Low Density Polyethylene (LDPE)

  LDPE adalah plastik yang mudah dibentuk ketika panas, yang terbuat dari minyak bumi, dan rumus molekulnya adalah (-CH2- CH2-)n. Dia adalah resin yang keras, kuat dan tidak bereaksi terhadap zat kimia lainnya, kemungkinan merupakan plastik yang paling tinggi mutunya.

2.2.4 Karakteristik LDPE

  Pada polietilen jenis low density terdapat sedikit cabang pada rantai antara molekulnya yang menyebabkan plastik ini memiliki densitas yang rendah, BerikutTabel 2.4, dan 2.5 tentang karakteristik LDPE dan sifat fisika, kimia, mekanika LDPE. (Sitepu,I.W, 2009) Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya,Sifat mekanik material merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari 2 Perpanjangan 100 %(Sitepu,I.

2.3 SIFAT MEKANIK

  Pengujian mekanik pada dasarnya bersifatmerusak (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material tersebut. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada material uji yang memenuhi aspek ketepatan pengukuran,kemampuan mesin, kualitas atau jumlah cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen.

2.4 BENTONIT

  Bentonit adalah clay yang sebagian besar terdiri dari montmorillonit dengan mineral-mineral seperti kwarsa, kalsit, dolomit, feldspars, dan minerallainnya. Fuller’s earth, merupakan lempung yang secara alami mempunyai sifat daya serap terhadap zat warna pada minyak, lemak, dan pelumasBerdasarkan tipenya, bentonit dibagi menjadi dua, yaitu : 1.

2.4.1. Komposisi Bentonit Alam Pahae

  Bentonit merupakan suatu kelompok mineral yang di hasilkan dari proses hidrotermal pada batuan baku basa, mineral ini biasanya dijumpai mengisi celah-celah ataupun rekatan dari batuan tersebut, selain itu bentonit juga merupakan endapan dari aktivitas vulkanik yang banyak mengadung unsur slikat. Setiap struktur kristal bentonit mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan oktahedral dari alumunium dan oksigen yang terletak antara dua lapisantetrahedral dari silikon dan oksigen.

2.4.2 Sifat Fisik dan Kimia Bentonit

  Dalam keadaan kering bentonit mempunyai sifat fisik berupa partikel butiran yang halus berbentuk rekahan-rekahan atau serpihan yang khas sepertitekstur pecah kaca (concoidal fracture), kilap lilin, lunak, plastis, berwarna kuning muda hingga abu-abu, bila lapuk berwarna coklat kekuningan, kuning merah ataucoklat, bila diraba terasa licin, dan bila dimasukan ke dalam air akan menghisap air. a.

1. Kapasitas Tukar Ion

  Sifat ini untuk menentukan jumlah kadar air yang terserap dalam bentonit (dalam hal ini mineral monmorollonit) dalam keseimbanganreaksi kinia, ini terrjadi karena struktur kisi-kisi kristal mieral 2. Daya serapSifat ini di sebabkan oleh ketidak seimbangan muatan listrik dalam ion serta adanya pertukaran ion, dalam mineral lampung daya serap terjadipada ujung dan permukaan kristal serta ruang diantara kation butir lampung, bentonit mempunyai sifat mengadsorbsi karena ukuran partikelkoloidnya sangat kecil mempunyai kapasitas pertukatan ion yang angat tinggi.

2.5 PENGUJIAN DAN KARAKTERISASI

Dari hasil pembuatan sampel komposit yang terdiri dari campuran polietilen/ low density polyethelene (LDPE) dengan pengisi bentonit alam,dilakukan beberapa karakterisasi : yakni sifat mekanik (kekuatan tarik , perpanjangan putus, dan Modulus Young), analisis termal dengan TGA dan DTA, dan analisis morfologi.

2.5.1 Uji Mekanik

  Perilaku mekanika maupun sifat-sifat mekanik polimer termoplastik sebagai respon terhadap pembebanan secara umum dapat dijelaskan denganmempelajari hubungan antara struktur rantai molekulnya dan fenomena yang teramati. Pengujian tarik (tensile test) adalah pengujian mekanik secara statis dengan cara sampel ditarik dengan pembebanan pada kedua ujungnya di managaya tarik yang diberikan sebesar P (Newton).

2.5.2 Analisis SEM (Scanning Elektron Microscopy)

  Analisa teramal secara umum didefinisikan sebagaisekumpulan teknik yang mengukur sifat fisis suatu bahan dan atau hasil-hasil reaksi yang diukur sebagai fungsi temperatur (Frida, 2011). Differential Thermal Analysis (DTA) DTA adalah tehnik yang mencatat perbedaan antara suhu sampel dan senyawa pembanding, baik terhadap suhu saat kedua specimen dikenali kondisisuhu yang sama dalam sebuah lingkungan yang dipanaskan atau didinginkan pada laju terkendali.

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisika Dasar UNIMED untuk pengolahan Bentonit alam dan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Bandung untuk pembuatan, pencetakan, dan pengujian sampel. 3.2.2 Bahan Penelitian Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1.

3.3 Prosedur Penelitian . 1 Proses Pengolahan Bentonoit alam

  Bentonit yang digunakan pada penelitian ini adalah Bentonit yang berasal dari Tapanuli Utara tepatnya di Pahae dimana Bentonit alam tersebut masih dalambentuk bongkahan. Campurkan secara berturut-turut LDPE, PE-g-MA dan Bentonit aktivasi secara kimia tersebut pada suhu blending 140°C dan kecepatan rotor 50 rpmselama 15 menit dengan urutan pencampuran seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.3.

3. Hasil sampel dari internal mixer dimasukkan kedalam alat cetakan dengan yang berbentuk empat persegi dengan ketebalan plat 1mm

  Kemudian dilakukan pencetakan sampel dengan cetak tekan panas yang dilaksanakan selama 15 menit yang terdiri dari waktu pemanasan cetakan 5menit, waktu pemanasan bahan 5 menit dan waktu tekan 5 menit. Hasil cetakan dalam bentuk lembaran dipotong menjadi sampel uji dengan mengunakan mesin potong sampel dumbell, untuk sampel uji tarik dibuatdengan standar JIS K 6781, 7.

3.4 Karakterisasi Sampel

  uji tarik (tensile Strength), perpanjangan putus (elongation at break) dengan kecepatan penarikan sebesar 50mm/menit dilakukan pada suhu kamar, sifat- sifat uji tarik dan perpanjangan putus didapat dari pembacaan pada skala yang diperoleh dari mesin uji dengan print outdari komputer mesin uji Gambar 3.2 Universal Testing Machanic model Laryee Universal Testing Mechine Wdw-10. DTA (Differential Thermal Analysis) adalah tehnik yang mencatat perbedaan antara suhu sampel dan senyawa pembanding,baik terhadap suhu saat kedua specimen dikenali kondisi suhu yang sama dalam sebuah lingkungan yang dipanaskan atau didinginkan pada laju terkendali.

3.5 Diagram Alir Penelitian

Gambar 3.3 Diagram Alir Penelitian Aktivasi secara kimia Internal Mixer laboplastomil dengan kecepatan rotor 50 rpm pada suhu 140 C LDPE PE-g-MA Pencetakan sampel Sampel Karakterisasi Sifat Mekanik : Kekuatan tarik Perpanjangan putus Analisis Termal (DTA/TGA) Analisis Data Hasil pengrusan 200 mesh SEM Bongkahan Bentonit AlamSEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Analisis Uji Mekanik Komposit LDPE dan Bentonit Alam

  Pengujian sifat mekanik yang dilakukan pada komposit LDPE dengan bentonit alam meliputi pengujian kekuatan tarik, perpanjangan putus dan modulus young. Untuk memperoleh data yang akurat, maka pengujian dilakukan sebanyak lima kali pengulangan untuk setiap sampel penelitian.

4.1.1 Hasil dan Analisis Uji Tarik

  Karenapermukaan bentonit yang bersifat hidrofilik sehingga tidak berinteraksi efektif dengan LDPE maka penambahan bentonit sebagai bahan pengisi pada LDPEmenurunkan nilai kekuatan tarik. Hasil yang sama juga dilakukan Susilawati ,dkk(2011) polietilen kerapatan rendah (LDPE) yang ditambahkan dengan bahan pengisi, didapatkan hasil bahwa semakin besar konsentrasi bahan pengisi (ubikayu) yang ditambahkan maka kekuatan tarik dan kemuluran akan semakin menurun.

4.1.2 Hasil dan Analisis Pengujian Perpanjangan Putus

  Nilai perpanjangan putus terbesarpada komposit LDPE tanpa bahan pengisi bentonit dengan perpanjangan putus sebesar 257,29 mm hal ini disebabkan karena komposit yang tidak menggunakanbahan pengisi bentonit sehingga komposit yang dihasilkan kaku atau keras, dan menjadikan komposit mudah untuk direnggangkan. Nilai perpanjangan putus terkecil pada komposit LDPE dengan bahan pengisi bentonit 10% dengan perpanjangan putus sebesar 28,36 mm hal inidisebabkan dengan penambahan bentonit menurunkan sifat kaku atau keras.

4.1.3 Hasil dan Analisis

  Hasil yangsama juga telah diperoleh oleh Hamid (2008) pada komposit LDPE dan tempurung kelapa, justin dan walter (2005) juga melaporkan kenaikan modulusyoung pada komposit polietilena yang terisi dengan 20% serat keratin dari bulu ayam. Hal ini sesuai dengan persamaan Modulus Elastisitas (modulus young)yang menyatakan bahwa Modulus Elastisitas sebanding dengan tegangan (uji tarik) dan berbanding terbalik dengan regangan (perpanjangan putus), yakni jikaregangan menurun maka modulus elastisitasnya meningkat dan sebaliknya.

a) Sampel

5 Modulu s You ng (M P 4 3 2 1

4.2 Hasil dan Analisis Termal

  Pengujian sifat termal terhadap komposit LDPE-bentonit alam meliputi pengujian dengan metode DTA dan metode TGA. Untuk memperoleh data yangakurat, maka pengujian dilakukan sebanyak lima kali pengulangan untuk setiap sampel penelitian dan dilakukan menggunakan alat penguji Setaram TAG 24.

4.2.1 Hasil dan Analisis DTA

  Titik lebur yang tertinggi terjadi pada sampel o 3 dengan komposisi bentonit 3% pada temperatur 142,3 C diidentifikasi sebagai temperatur titik lebur dengan terjadi penurunan temperatur (endoterm), dan o terdekomposisi pada temperature 482,4 C. Sedangkan LDPE tanpa bahan pengisi o menunjukkan temperatur leleh 122,4 C dan terdekomposisi pada temperatur o 455,7 C, hal ini kemungkinan karena bentonit mempunyai temperatur dekomposisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan LDPE.

4.2.2 Hasil dan Analisis TGA

  Proses kehilangan o berat pada komposit LDPE terjadi rentang pada temperature 400-500 C pengurangan massa terbesar dengan penambahan bentonit alam yang diuraikandengan larutan HCl. Massa di titik lebur yang tertinggi terjadi pada komposisi 7% dengan massa 0,635 mg, dan pengurangan massa terendah terjadi pada komposisi5% yaitu -1,300 mg.

4.3 Hasil dan Analisis Morfologi

  Energi yang dirubah tersebut dapat dipantulkan, dipancarkan dan diserap serta diubahbentuknya menjadi fungsi gelombang elektron yang dapat ditangkap dan dibaca hasilnya pada foto SEM. Pengujian SEM dilakukan dengan menggunakan alatpenguji Scaning electron Mikroscop (SEM ) model Zeiss dan Joel.

4.3.1 Hasil dan Analisis Morfologi Bentonit Murni

Gambar 4.6 Foto SEM Bentonit Murni dengan pembesaran 500 kali Hasil foto SEM (Gambar 4.6) memperlihatkan permukaan bentonit murni dengan pembesaran 500 kali yang masih halus (Gambar putih) dan berongga yangterdiri dari silikat maupun unsur-unsur lainnya dan merupakan permukaan yang belum bercampur dengan bahan kimia.

4.3.2 Hasil dan Analisis Morfologi Bentonit Pemurnian Kimia

  4.3.4 Hasil dan Analisis Morfologi LDPE dengan Bentonit Gambar 4.9 Morfologi Komposit LDPE+Bentonit Pembesaran 500 kali Gambar 4.9 merupakan permukaan komposit LDPE dengan bahan pengisi bentonit 10%. Gambar 4.10 Morfologi LDPE+Bentonit Pembesaran 1600 kali Gambar 4.10 merupakan permukaan komposit LDPE dengan bahan pengisi bentonit 10% pada pembesaran 1600 kali, dapat terlihat pori-pori yang sangat kecil pada permukan komposit.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil pengujian termal titik lebur meningkat dengan penambahan bentonit alam yang dimurnikan dengan larutan HCl, titiklebur tertinggi DTA dan TGA terdapat pada komposisi (94:3:3)% dan komposisi (90:3:7)%. Berdasarkan hasil pengujian SEM untuk morfologi bentonit murni dan bentonit yang telah dimodifikasi, bentonit murni menunjukkan permukaanyang masih halus dan berongga, dan bentonit yang telah dimodifikasi terlihat bentonit yang tadinya menyatu dan saling berikatan menjaditersebar merata keseluruh permukaan, hal ini disebabkan unsur-unsur pengotor hilang karena pemurnian HCl.

5.2 Saran

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti terlihat bahwa LDPE-Bentonit memiliki kekuatan tarik dan perpanjangan putusyang lebih rendah jika dibandingkan dengan LDPE-murni. Dan diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat dilakukan langsung keaplikasi yang lebih spesifik dan sesuai dengan sifat fisik dan mekanik yangdidapat.

DAFTAR PUSTAKA

  Bukit, N, 2011, Pengolahan Zeolit Alam sebagai bahan pengisi nano komposit polipropilena dan karet alam SIR-20 dengan kompatibeliser anhidridamateat-grafted-polipropilena, Disertasi USU, Medan. Sifat Mekanik dan Termal dari Polipropilena diperkuat dengan zeolit tanpa kalsinasi dan zeolit kalsinasi.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pembuatan dan Karakteristik Glukosamin Hidroklorida dari Kitin Cangkang Belangkas (Tachypleus gigas)
2
108
63
Pembuatan dan Karakteristik komposit yang terdiri dari campuran Polietilen densitas rendah (LDPE ) dengan pengisi bentonit alam
1
75
69
Pembuatan dan Karakterisasi komposit Serat Palem Saray dengan Matriks Epoksi
4
64
87
Pemanfaatan Limbah LDPE dan serat pendek sabut kelapa dengan campuran aspal dan pasir dalam pembuatan genteng komposit polimer
6
83
86
Pembuatan membran mikrofil terzeolit alam dengan penambahan semen portland putih
0
20
102
Pembuatan organoclay dari bentonit dan di (Hydrogenated tallow) dimetilamonium klorida untuk aplikasi nanokomposit
1
11
80
Hutan yang terdiri dari tiga buah pohon
1
3
46
Pengaruh Polietilen Glikol (PEG) Terhadap Ukuran Partikel Magnetit (Fe3 O4 ) yang Disintesis dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi
0
0
5
User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer
0
1
48
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KOMPOSIT POLIMER - Pembuatan dan Karakteristik komposit yang terdiri dari campuran Polietilen densitas rendah (LDPE ) dengan pengisi bentonit alam
0
0
21
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1. Baja Baja merupakan logam paduan yang terdiri dari besi an karbon dimana unsure campuran lainnya seperti belerang (S), posfor (P), silikon (Si), dan mangan (Mn) yang jumlahnya dibatasi. Komponen mesin yang terbuat dari baja b
0
0
22
Pembuatan dan Karakterisasi komposit Serat Palem Saray dengan Matriks Epoksi
0
0
33
Pembuatan dan Karakterisasi komposit Serat Palem Saray dengan Matriks Epoksi
0
0
16
Pembuatan dan Karakterisasi komposit Serat Palem Saray dengan Matriks Epoksi
0
0
13
Pemanfaatan Limbah LDPE dan serat pendek sabut kelapa dengan campuran aspal dan pasir dalam pembuatan genteng komposit polimer
0
0
18
Show more