ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS FROZEN EDAMAME DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PT MITRATANI DUA TUJUH

Gratis

7
97
77
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS FROZEN EDAMAME DENGAN MENGGUNAKAN

  Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuaidengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada tekanan dan paksaan serta bersedia mendapat sanksi akademik jika di kemudianhari pernyataan ini tidak benar.

SURAT PERNYATAAN

  Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuaidengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada tekanan dan paksaan serta bersedia mendapat sanksi akademik jika di kemudianhari pernyataan ini tidak benar.

TANDA PERSETUJUAN

  Saudaraku yang tersayang, adik Clarissa Cantika Amelinda serta Eyang putri dan Eyang kakung yang selalu memberikan motivasi dan semangat; Dosen yang terhormat di Universitas Jember, serta semua orang yang telah dengan tulus memberikan ilmu pengetahuan, bimbingan, pengalaman denganpenuh kesabaran dan keikhlasan; 5. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan faktor yang menjadi penyebab kecacatan ataukerusakan produk Frozen Edamame yang dihasilkan oleh PT Mitratani Dua Tujuh.

BAB I PENDAHULUAN

  Standar produk frozen edamame yang ditetapkan PT Mitratani DuaTujuh untuk pasar ekspor yaitu : Polong edamame yang harus berisi tiga buah, warna hijau sempurna, bebas dari segala penyakit atau hama, dan terhindar darikerusakan mekanis yang umumnya merusak tekstur edamame. Kriteria cacat pada edamame diantaranya seperti isi edamame yang kurang dari tiga buah, warna yang tidak hijau sempurna, edamame yang terkenapenyakit atau hama dan tekstur edamame yang rusak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Material (bahan)Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi harus mempunyai kualitas yang baik, karena kualitas yang sempurna tidak akan dapat terjadijika bahan yang digunakan tidak baik. Plan (Merencanakan)Tahap plan adalah tahap untuk menetapkan target atau sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan proses ataupun permasalahan yang ingindipecahkan, kemudian menentukan metode yang akan digunakan untuk mencapai target atau sasaran yang telah ditetapkan tersebut.

2.1.7 Pengertian Statistical Process Control (SPC)

  C-chart berbeda dengan P-chart maupun NP-chart yang menilai satu item sebagai “cacat” atau “tidak cacat”, C-chart menghitung banyaknya Digital Repository Universitas Jember item cacat, yang mana pada 1 item ditemukan 3 titik kerusakan dan pada 1 item lagi terdapat 5 titik kerusakan. Hal ini dapat dilihat pada grafik peta kendali yang menunjukkanmasih banyak titik-titik yang berada diluar batas kendali dan titik tersebut berfluktuasi sangat tinggi dan tidak beraturan.

2.3 Kerangka Konseptual Penelitian

Kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian ini untuk menggambaran bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan secara statistikdapat bermanfaat dalam menganalisis tingkat kerusakan atau kecacatan padaProduk frozen Edamame PT Mitratani Dua Tujuh, serta mengidentifikasi penyebab hal tersebut untuk kemudian ditelusuri solusi penyelesaian masalahtersebut sehingga menghasilakan usulan/rekomendasi perbaikan kualitas produk dimasa mendatang. Berdasarkan landasan teori maka dapat disusun kerangkadalam penelitian ini sebagai berikut : Statistical Process Standart Kualitas Hasil ProduksiControl (SPC) Gambar 2.9 Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka konseptual dalam penelitian ini nantinya untuk menggambarkan bagaimana pengendalian kualitas yang dilakukan dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC) dapat menganalisis tingkat kerusakan atau kecacatan pada Produk frozen Edamame yang melebihi batas toleransi serta mengidentifikasikan penyebab masalah tersebut untuk kemudian ditelusuri sehingga menghasilkanusulan atau rekomendasi perbaikan kualitas produksi dimasa mendatang. Digital Repository Universitas Jember

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan gambaran dari tahapan yang dilalui dalam

  Pengertian deskriptif kuantitatif adalah penelitian lebihmenekankan pada analisis data yang berupa angka-angka yang selanjutnya dari hasil analisa tersebut akan diperoleh gambaran dari kondisi yang ada, sebagaidasar pemecahan persoalan yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini menganalisa tingkat produk frozenEdamame yang melebihi batas toleransi atau range yang diijinkan oleh perusahaan yang diproduksi oleh PT Mitratani Dua Tujuh dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC) serta mengidentifikasikan penyebab kecacatan produk frozen Edamame.

3.2 Jenis dan Sumber Data

3.2.1 Jenis Data

  Data yang diambil merupakan data terbaru perusahaan pada saat peneliti sedang melakukan penelitian di PT Mitratani Dua Tujuh, data yang diambilsengaja data yang terbaru sehingga hasil penelitian ini dapat berguna bagi PT Mitratani Dua Tujuh pada produksi diperiode yang selanjutnya. ̅ ̅̅ √ Keterangan :̅ : rata rata kerusakan produk n : Total sampel 3.3.4 Mencari faktor yang dominan dengan diagram Tulang IkanSetelah diketahui masalah utama yang paling dominan dengan menggunakan histogram, langkah selanjutnya adalah menganalisa faktorkerusakan produk dengan menggunakan diagram tulang ikan/fishbone diagram, sehingga dapat menganalisis faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebabkerusakan atau kecacatan produk.

3.4 Kerangka Pemecahan Masalah

  Tahap pengumpulan data yaitu mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Sampling atribut bertujuan untuk mengetahui tingkat deviasi dari pengendalian yang dilakukan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  Melaksanakan langkah pengembangan usaha dengan penambahan dan penyempurnaan fasilitas pabrik, serta peningkatan potensi internalmaupun eksternal Meningkatkan mutu pembudidayaan tanaman dalam rangka memperbesar volume bahan baku industri pengolahan beku dengan standarkualitas dan kuantitas keaman pangan yang diminta pasar ekspor maupun dalam negeri. Mitratani Dua Tujuh yang merupakanperusahaan pengolahan dalam ekspor produk sayuran beku dengan unggulanEdamame, satu-satunya di Indonesia, dan pangsa pasar Jepang masih 4,48% dari kesempatan yang diberikan pihak importir sebesar 10%.

4.1.8 Struktur Organisasi Perusahaan

  Mitratani Dua TujuhTahun 2015 PT. Mitratani Dua Tujuh Sumber : PT.

4.1.9 Flow Chart / Diagram Alir Proses Produksi PT Mitratani Dua Tujuh

  Fungsi mesin tersebut adalah untuk memisahkan edamame yang sesuai standar dan yang tidak memnuhi standar, dengan menggunakan prinsip pengayakan yang digerakkan dengan getaran, sehingga dihasilkan edamamedengan ukuran yang sama. Tujuan sortasi akhir adalah untuk mengecek ulang apakah masih ada produk yang tidak sesuai standar yang telah ditetapkan, baik itu daripenyimpanan atau dari sortasi awal yang kurang sempurna.

4.2 Analisis Data

4.2.1 Check Sheet

  Seperti yang telah diuraikan sebelumnya pada BAB III, langkah pertama yang dilakukan untuk menganalisis pengendalian kualitas secara statistic adalahmembuat tabel (check sheet) jumlah produksi dan produk rusak / tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan perusahaan. Mitratani Dua Tujuh (Lampiran 1) Dari gambar 4.5 dapat dilihat jenis kerusakan yang paling sering terjadi pada periode satu tahun selama bulan juni 2014 hingga mei 2015 adalahkerusakan Polong pada edamame, dengan jumlah kerusakan Sebanyak 1.610 ton (30%).

4.2.2 Histogram

4.2.3 Peta Kendali P ( P-chart)

  Karena adanya titik yang berfluktuasi dan tidak beraturan hal ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas untuk produk edamame PT MitrataniDua Tujuh masih mengalami penyimpangan, oleh sebab itu masih diperlukan analisis lebih lanjut mengapa penyimpangan ini terjadi dengan menggunakandiagram sebab-akibat (fishbone diagram) untuk mengetahui penyebab dari penyimpangan / kerusakan dari produk ini. Terdapatnya rumput atau tanaman liar yang tumbuh disekitaredamame dan penggunaan pupuk (pupuk urea, pupuk poska, KCL dan ZA) yang tidak memuhi standar atau melebihi standar akan berdampak pada pertumbuhanedamame, sehingga polong edamame yang dihasilkan tidak dapat maksimal.

4.2.5 Rekomendasi Perbaikan Kualitas

  Hampir sama dengan rekomendasi terhadap perbaikan untuk polong edamame dan penyakit / hama pada edamame, perusahaan sebaiknyamenggunakan atau membuat tim ahli dalam penanganan kerusakan ini, karena umumnya kerusakan ini disebabkan oleh cuaca yang sangat panas, dengan metodeyang baik dan benar dalam pemeliharaan edamame pastinya kerusakan pada warna edamame ini dapat diminimalkan. Penggunaan mesin, umur mesin, dan kualitas mesin sangat besar perannya dalam kerusakan ini, maka perusahaan alangkah baiknyaselalu melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan yang rutin pada mesin yang digunakan serta melakukan modernisasi mesin.

BAB V PENUTUP

  Hal ini dapat dilihat pada grafik peta kendali yang menunjukkan masih banyak titik-titik yang berada diluar batas kendali dan titik tersebutberfluktuasi dan tidak beraturan. Berdasarkan hasil analisis diagram sebab akibat (lihat gambar 4.7 hingga gambar 4.10) dapat diketahui faktor frozen edamame dari bahan baku hingga menjadi barang jadi, yaitu berasal faktor manusia, metode kerja, lingkungan kerja, dan mesin produksi.

5.2 Saran

  Berdasarkan histogram yang dibuat, terdapat empat jenis kerusakan atau kecacatan pada produk yaitu : polong pada edamame, warna pada edamame, hamaatau penyakit pada edamame, dan kerusakan mekanis pada edamame. Penggunaan mesin, umur mesin, dan kualitas mesin sangat besar perannya dalam kerusakan ini, maka perusahaanalangkah baiknya selalu melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan yang rutin pada mesin yang digunakan serta melakukan modernisasi mesin.

DAFTAR PUSTAKA

  Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis : Universitas Hasanuddin Makassar. Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : Universitas Jember.

Dokumen baru

Download (77 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

ANALISIS DAYA SAING AGROINDUSTRI EDAMAME (STUDI KASUS PADA PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER)
5
65
18
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS CERUTU DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PT MANGLI DJAYA RAYA
1
26
16
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS FROZEN EDAMAME DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PT MITRATANI DUA TUJUH
7
97
77
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PERUSAHAAN BATIK ROLLA JEMBER
1
26
15
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PERUSAHAAN ROKOK GAGAK HITAM BONDOWOSO
0
48
18
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GENTENG DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA UD. GENTENG JAYA AMBULU KABUPATEN JEMBER
3
34
66
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PAVING BLOCK MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA CV. MULTI BANGUNAN JEMBER
6
51
16
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PRODUK MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) ( Studi kasus PT Mitratani 27 Jember)
1
41
73
PERENCANAAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SEPATU SEPAK BOLA SUPER COPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) (Studi Kasus Pada CV. Cipta Pratama Santoso, Malang)
0
5
1
PERENCANAAN PENGENDALIAN KUALITAS (QUALITY CONTROL) PRODUK ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) (Studi Kasus: PR. Sami Subur, Nganjuk)
0
3
1
ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA BAGIAN PRODUKSI EDAMAME BEKU DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER MENGGUNAKAN METODE OMAX
1
13
16
ANALISIS PRODUKTIVITAS PADA BAGIAN PRODUKSI EDAMAME BEKU DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER MENGGUNAKAN METODE OMAX
1
8
16
KAJIAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA BAGIAN SORTASI PADA PENGOLAHAN EDAMAME BEKU DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER
0
5
19
View of ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DI PT. SURYA TOTO INDONESIA, TBK.
0
0
8
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (Studi Kasus: pada PT “ X” Depok)
0
0
10
Show more