Medan Convention And Exhibition Center (Ekspresionisme Dalam Arsitektur)

Gratis

16
64
83
2 years ago
Preview
Full text

MEDAN CONVENTION AND EXHIBITION CENTER

(EKSPRESIONISME DALAM ARSITEKTUR)LAPORAN PERANCANGAN TGA 490 – TUGAS AKHIR SEMESTER B 2009/2010 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Oleh : 050406031DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2 0 10 (EKSPRESIONISME DALAM ARSITEKTUR)Oleh FELIX RONALD ANDREW HUTABARAT 050406031

FELIX RONALD ANDREW HUTABARAT

  050406031DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2 0 10 (EKSPRESIONISME DALAM ARSITEKTUR)Oleh FELIX RONALD ANDREW HUTABARAT 050406031 Medan, 18 Juni 2010 Disetujui oleh,Pembimbing I _______________________ Ir. 19660303 199303 1 002 Ketua Departemen Arsitektur _______________________ Ir.

SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR

  (SHP2A) Nama : FELIX RONALD ANDREW HUTABARATNIM : 050406031 Judul Proyek Akhir : Medan Convention and Exhibition CenterTema Proyek Akhir : Ekspresionisme dalam Arsitektur Rekapitulasi Nilai : A B+ B C+ C D ENilai akhir Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan : No. Status Waktu Paraf Paraf KoordinatorPengumpulan Pembimbing Pembimbing TGA - 490 Laporan I II 1 LULUS LANGSUNG 2 LULUS MELENGKAPI 3 PERBAIKAN TANPA SIDANG 4 PERBAIKAN DENGAN SIDANG 5 TIDAK LULUS Medan, Juni 2009Ketua Departemen Arsitektur Koordinator TGA - 490 Ir.

KATA PENGANTAR

  Proses panjang dan penuh suka duka ini tidak bisa dilalui tanpa dukungan, doa, semangat, dan perhatian tiada henti dari orang tua saya yang tercinta (Alm). selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna. Bapak Ir.

FELIX R.A HUTABARAT

  51 Gambar 4.11 Pameran Seni Dengan Layout Barang Pamer Yang Menggunakan Dinding Panel dan Meja Display 52 Gambar 4.12 Sistem Pencahayaan Menggunakan Pencahayaan Tidak Langsung dan Spotlight .... 60 Gambar 4.25 Pola Kegiatan Penyelenggara dan Peserta Pameran ..................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

  Pertamaadalah kerjasama ekonomi regional Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT–GT), kedua adalah kerjasama perdagangan internasional dalam skala AFTA (Asean Free TradeArea) tahun 2003, dan ketiga adalah kerjasama dalam skala APEC (Asia Pacific EconomicCooperation) tahun 2020 yang melibatkan negara-negara di benua Asia dan Amerika yang berada di sepanjang pantai Samudera Pasifik. 1.3 MASALAH PERANCANGAN Beberapa masalah yang dihadapi dalam perancangan Medan Convention andExhibition Center ini adalah : Kurang terintegrasinya fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan konvensi dan eksibisi seperti penginapan, tranportasi, dan juga pusat hiburan dan perbelanjaan.

1.4 METODE PENDEKATAN

  Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses perencanaan dan perancangan Medan Convention and Exhibition Center dilakukan berbagaipendekatan desain : A. Melakukan pencarian data yang bersifat teoritis, seperti standar dan karakteristik kasus perancangan untuk kemudian dipakai sebagai acuandalam perancangan.

1.5 LINGKUP DAN BATASAN PROYEK

Batasan-batasan lingkup kajian yang akan dibahas dalam kasus proyek ini adalah bagaimana mengembangkan berbagai konsep dalam merencanakan dan merancang sebuahConvention Center.Batasan- batasan dalam merencanakan Convention and Exhibition Center adalah :  Fasilitas – fasilitas kegiatan bisnis yang akan direncanakan lebih spesifik adalah kegiatan konvensi dan eksibisi. Dalam perencanaan mengambil suatu tema pengembangan konsep desain yang akan memberikan penampilan fisik bangunan yang unik dan menarik, sehingga dapat menjadi sebuah landmark Kota Medan, yaitu dengan memakai tema Ekspresionisme, dimana lebih menekankan emosi sebagai pertimbangan yang dominan dalam merancang suatu arsitektur.

1.6 KERANGKA BERFIKIR

    Judul : Medan Convention and Exhibition Center Tema : Ekspresionsme dalam Arsitektur Kota Medan memiliki potensi yang  Judul sebagai karya ekspresi kuat untuk menyelenggarakan Mendapatkan bentukan yang unik konvensi dan eksibisi yang dan mempengaruhi secara berskala nasional bahkan berskala emosional terhadap internasional pengunjungnya.  Memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya akan adanya bangunan yang serbaguna Memberikan suatu citra kota baru  Menciptakan sebuah fasilitas terhadap Kota Medan dengan adanya sebagai sarana untuk kegiatan- bangunan Medan Convention dan kegiatan pertemuan, pameran, Exhibition Center yang menarik perayaan hari besar,dll.

1.7 SISTEMATIKA PEMBAHASAN

  Pendahuluan Membahas latar belakang pemilihan judul, maksud dan tujuan, masalah perancangan, metodologi pendekatan, lingkup dan batasan proyek, kerangka berfikir, dan sistematikalaporan. Interpretasi dan Elaborasi Tema Menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan tema dengan judul dan studi banding arsitektur dengan tema sejenis.

BAB II DESKRIPSI PROYEK

2.1. Terminologi Judul

  Pengertian judul ”Medan Convention and Exhibition Center” Medan adalah salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara yang berada di Pulau Sumatera. Pengertian Convention :o Pertemuan sekelompok orang yang secara bersama-sama bertukar pikiran, pengalaman dan informasi melalui pembicaraan terbuka, saling siap untuk mendengar dan didengar serta mempelajari, mendiskusikan kemudianmenyimpulkan topik-topik yang dibahas dalam pertemuan dimaksud.

1 Pengertian Exhibition

o Merupakan salah satu cara atau media penyebaran informasi, perkenalan sekaligus pemasaran suatu produk, baik bentuk gagasan maupun barang.o Suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata.

2 Pengertian Center : o Centre is place for a particular activity

  3 (Menempatkan untuk fasilitas tertentu).o Pusat, sentral, bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau organisasi.o Tempat aktivitas utama, dari kepentingan khusus yang dikonsentrasikan.o Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktifitas atau fungsi terkumpul atau terkonsentrasi. Dengan tujuan untuk melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas.  Convention and Exhibition Center merupakan bangunan komersial dengan fungsi utama sebuah ruang serbaguna yang sifat pemakaiannya insidental, artinya kegiatan yang 2.2.

2.3.1 Kegiatan Administratif

  Kegiatan ini berkaitan dengan kebutuhan lingkup pelayanan penunjang yang cukup luas bagi penyelenggaraan kegiatan pameran dan pertemuan. Lingkup kegiatan administratifberkaitan dengan pengelolaan seluruh kegiatan dalam bangunan ini, juga sebagai pusat segala informasi bagi pengunjung.

2.3.2 Kegiatan Pameran dan Pertemuan

  Koferensi yang berupa kegiatan pertemuan dimana pembicaraan yang terjadi secara timbal balik antara peserta dengan jumlah peserta yang banyak terutama yang berminatdengan permasalahan yang dikemukakan. Seminar, merupakan kegiatan tatap muka antara orang-orang yang telah memiliki pengalaman untuk melakukan diskusi dan membahas masalah serta membagi Workshop , merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah secara bersama-sama antar kelompok peserta dan melatih satu sama lain sehingga setiap peserta akan mendapat pengetahuan, keahlian, dan wawasan mengenai hal-hal yang baru.

2.4 Segmen Maarket

1. International Organization / Organisasi Internasional

  Merupakan kegiatan konvensi yang dihadiri oleh para peserta yang sebagian besar atau keseluruhannya merupakan anggota dari organisasi yang bernaung di bawah organsasiinternasional, seperti : PBB (UNESCO, UNICEF, ILO), OPEC, dan lain-lain. Trade Fair / Exhibition / Pameran Pameran yang dapat diselenggarakan secara nasional seperti Jakarta Fair, regional seperti Asean Fair, dan yang bersifat Internasional seperti Osaka Fair, Hanoover Fair,dan Leipzig International Fair.

2.5 KEBUTUHAN RUANG

  Jenis pertemuan yang dapat diselenggarakan di tempat ini adalah pertemuan yang memiliki karakteristik informal, tidak bermasalah dengan pencahayaan dan penghawaanalami serta tidak membutuhkan ruang kedap suara. Jenis pameran yang diselenggarakansecara outdoor adalah pameran yang tidak memiliki masalah dengan pengaruh udara luar, misalnya pameran produk yang tahan dengancuaca panas, angin, debu dan lain-lain.

2.6 TINJAUAN LOKASI

  2.6.1 Tinjauan Pemilihan Kota Medan Pemilihan lokasi kota Medan untuk Medan Convention and Exhibition Center: Medan merupakan kota menuju metropolitan, kota terbesar ke-3 di Indonesia, dan ibukota Propinsi Sumatera Utara, sehingga menjadikannya pusat kegiatan di Sumatera Utara.  Adanya fasilitas bandara bertaraf internasional sehingga menyebabkan sering dikunjungi wisatawan mancanegara. Adanya transportasi darat yang baik menuju kota Medan. Tingkat ekonomi dan sosial budaya yang cukup tinggi.

A. Tinjauan Terhadap Struktur Kota

  Medan Polonia Inti Kota Kawasan perdagangan, perkantoran,rekreasi indoor dan pemukiman, dengan program kegiatan pembangunan perumahanpermanen, penanganan sampah dan sarana pendidikan 4. Medan Amplas Aksara Pemukiman, perdagangan, dan rekreasi,pembangunan sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, saranapendidikan dan kesehatan Dalam pemilihan lokasi untuk Medan Convention Center perlu pula diperhatikan Rencana Umum Tata Ruang Kota Medan ( RUTRK ).

B. Pencapaian

  public lainnya. Karena mengingat bangunan memiliki skala pelayanan internasional sehingga harus diupayakan berada di jalur transportasi utama. Transportasi menuju dan keluar site mudah didapat. Tidak di kawasan macet, karena dapat semakin menambah kekacauan pada lalu lintas.

2.6.3 Analisa Pemilihan Lokasi

  Imam Bonjol dan JL Avrost , karena lokasi-lokasi tersebutmemiliki beberapa potensi yaitu:  Berada di pusat kota Pencapaian mudah karena banyak angkutan umum yang melewati site  Berada pada kawasan pendidikan,komersil dan pariwisata.  Memiliki akses pejalan kaki yang baik WPP DPusat Bisnis(CBD), pusat pemerintahan,perumahan, hutan kota dan pusatpendidikanWPP EPerumahan, perkantoran,konservasi, la WPP AMerupakan Kawasan Pelabuhan, industri,pergudangan dan permukiman WPP BMerupakan kawasan perkantoran danperdaganganWPP CMerupakan kawasan pemukiman,pendidikan,rekreasi, dan perdagangan Gambar 2.1 Peta Pembagian Wilayah Medan Sumber : Hasil Olah Data Primer Alternatif A Lokasi : Jl.

2.7 STUDI BANDING PROYEK SEJENIS

2.7.1 Tokyo International Forum

  Kabel baja itu digunakan sebagai pengikat dua mega kolom yang terletak di ujung-ujung sumbu memanjang dari GlassWall yang berfungsi menopang balok utama yang mempersatukan semua rangka baja yang melengkung. Gambar 2.6 Glass Hall Sumber : InternetBlock Cluster Block Cluster yang disusun oleh empat buah volume yang hampir kubikus dengan komposisi Square dari yang terkecil terletak di Utara dan terbesar di Selatan.

2.7.2 San Diego Convention Center

  Gambar 2.8 San Diego Convention Center Bangunan dengan luas total1.705.000.000 kaki persegi ini terdiri dari 250.000 kaki persegi exhibition hall pada lantai dasar,100.000 kaki persegi meeting rooms pada mezzanine dan lantai atasnya yang terdiri dari 35 Gambar 2.9 San Diego Convention Center Sumber : Internet Tantangan dalam merancang lahan waterfront seluas 11,2 acre ini adalah memenuhi kebutuhan bangunan yang massif tanpa memotong akses ke teluk dan kesadaran akankedekatannya dengan teluk. Bukaan padagaleri pada sisi teluk adalah suatu atrium yang dramatis dengan eskalator dan lingkaran dan busur beton besar yang membentuk dua dinding dan melingkari sisi teluk membentukamphiteater.

2.7.3 Jakarta Convention Center (JCC)

  Hal ini untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang datang yang mencapairibuan orang, dan kondisi tapak yang berada di daerah perkotaan yang padat.  Plenary Hall yang dapat menampung 3000 orang dengan 2000 orang dilantai dasar dan 1000 di balkon. Banquet Hall yang merupakan ruang yang di desain untuk menggunakan teknologi pertemuan dengan kapasitas 740 orang dan 550 untuk kursi. Plenary Theatre dengan Auditorium Venue dapat meanmpung 500 orang diperuntukkan untuk konvensi yang kecil.

2.8 Kesimpulan Studi Banding Proyek Sejenis

  Pada Kuala Lumpur Convention Center sarana dan prasarana sudah lengkap dengan fasilitas yang memadai dan juga pembagian ruang-ruang yang di sewakan berbagai macamjenis untuk berbagai kegiatan baik pameran,konser,kinvensi dan acara hiburan lainnya. Sirkulasi pengunjung juga harus diatur, penempatan fungsi yang adadi dalamnya harus ditempatkan sesuai dengan alur yang diinginkan, antara area publik dan private harus dipisahkan dengan jelas, terutama untuk fasilitas konvensi yang membutuhkankonsentrasi dan orientasi ke dalam.

BAB II I ELABORASI TEMA

  Hal ini penting karena dalam bangunan komersial bentuk danestetika bangunan lebih berperan untuk kemudahan dalam memberi kesan dan daya tarik, disamping tetap memperhatikan fungsi ruang dan sistem struktur yang ada dalam bangunantersebut. Pengambilan tema Ekspresionisme dalam Arsitektur pada Medan Convention and Exhibition Center adalah untuk menampilkan bentuk bangunan yang dapat mengkomunikasikan perasaan dan emosi yang tercipta pada fungsi tersebut sehingga bentukan bangunan dapat lebih bervariasi dan memiliki daya tarik yang kuat.

3.2.1 Pengertian Ekspresionis

  bebrapa pengertian ekspresi : Maksud reaksi dari interpretasi terhadap suatu objek Hasil perpaduan / kombinasi dari unsur, garis, bidang tekstur dan warna dari bentuk- bentuk arsitektur yang menghasilkan suatu pengungkapan maksud dan tujuan bangunan secara meyeluruh.  Pernyataan atau pengungkapan perasaan Beberapa pengertian Ekspresionisme : Melukiskan dasar-dasar emosi paling dalam dari diri seorang seniman, sedih, marah, takut, dsb Aliran yang dominan di Eropa Utara sekitar tahun 1905-1925.

3.2.2 Perkembangan Aliran Ekspresionisme

A. Tinjauan Umum

  Aliran ini meningkatkanpenggunaan bentuk - bentuk abstrak yang bermaksud memurnikan seni, yang berpengaruh terhadap sclupture, seni graphis, lukisan dan arsitektur  Futurism , berkembang di Italia pada tahun 1909 Merupakan gerakan dalam sastra yang mempengaruhi kelukisan, sclupture dan arsitektur. Arsitektur ekspresionis dipengaruhi oleh isu-isu pokok yaitu biomorphic, geomorphic, yang terpenting yaitu makhluk (the creatur ), seperti yang terlihat padakarya Erich Mendelsohn ( Einsten Tower ), Gua ( the Cave ), seperti yang terlihat pada karya Poelzig ( Grass Schauspielhaus ) dan Kristal ( the crystal ) yang terlihat pada karyaBruno taut ( Glass Pavilion ).

3.2.3 Ekspresionisme secara umum

  Ekspresi merupakan cabang dari Analogi Linguistik yang pada dasarnya adalahsatu cara untuk menjelaskan bagaimana ungkapan-ungkapan dapat dicapai dengan membatasi komponen-komponen pada elemen-elemen yang bermanfaat, yang kemudian dapat diperhalusatau diperindah sesuai dengan kepantasan tuntutan. Dengan ruang – ruang yang mengalir yang diibaratkansebagai urat nadi dari burung tersebut 3.3 Interpretasi Tema Konsep dasar yang ingin diterapkan pada perancangan Medan Convention andExhibition Center ini adalah bagaimana menerapkan ekspresi aktifitas para pengunjung MedanConvention and Exhibition Center yang dinamis, aktif, kreatif, intelek dan penuh semangat kedalam bentuk dan karakter bangunan yang dirancang.

3.4.3 Conjunctive Points Theater Complex, Culver City, California. (Eric Owen Moss)

  Menetapkan latar belakang dari kantor yang intelektual , ruang retail dan restoran, hasilnya akan banyak tempat untuk komersial dan ekspresi dari karya seni. Gambar 3.4 Conjunctive Points Theater Complex Sumber : Internet Gambar 3.5 Maket Conjunctive Points Theater Complex Sumber : Internet Pusat dari bangunan, yang mempertahankan keaslian bagian 100' x 100 ', yang diduduki oleh lima blok kaca di lantai bawah dan ruang kantor diatasnya.

BAB IV ANALISA

4.1 Analisa Eksisting

4.1.1 Analisa Lokasi

  Sumatera UtaraMedan Medan Polonia Gambar 4.1 Analisa Lokasi Sumber : Hasil Olah Data Primer Lokasi proyek Medan Convention and Exhibition Center, terletak di Kota Medan yang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Utara. Berada pada Kecamatan Medan Polonia yangmerupakan bagian WPP D yang merupakan kawasan komersil yang mewadahi kegiatan 2 o Sumber : Hasil Olah Data Primer Gambar 4.2 Peta Kondisi Eksisting Lahan Tapak berada pada JL.

4.1.2 Kondisi Eksisting Lahan

2 Kontur : Datar

2 GSB : - Jl. Avrost 0 m

  KDB : 60% x 110.700 m 2 = 66.420 m 2 KLB : 4 - 6 Lantai Batas – batas : A C D BA C Gambar 4.3 Peta Kondisi Eksisting Lahan Sumber : Hasil Olah Data Primer Gambar 4.4 Batas-batas Lahan Sumber : Hasil Olah Data Primer Keterangan :Gambar A : batas sebelah Utara, berbatasan dengan Jalan Avrost dan kawasan tanah kosong. Gambar B : batas sebelah Barat, berbatasan dengan Jalan Boulevard Utama.

4.1.3 Tata Guna Lahan Peruntukan Lahan

  U Fasilitas umum (sekolah, rumah sakit)KomersialKantor Komersial (restoran, toko, hotel, mall)Tanggapan: Desain massa bangunan diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pengguna dengan massa yang tidak terlalu padat . Letak massa bangunan diberi jarak yang cukup dengan badan jalan untuk menciptakan kenyamanan jarak pandang bagi pengguna jalan . 4.1.4 Sarana dan Prasarana Prasarana yang mendukung site diantaranya : Jalan yang cukup lebar pada jalan Mustang , dan Jalan Boulevard Utama , memungkinkan sirkulasi kendaraan yang cukup lancar .

4.2 Analisa Fungsional

4.2.1 Ruang Pameran

  Beban lantai sebesar 14-17 Gambar 4.9 Layout Pameran Dagang Sumber : Internet Gambar 4.10 Layout Pameran Dagang Dengan Menggunakan Dinding Panel Sumber : De Chiara and Callender 1973 Pengaturan layout ruang harus memperhatikan ruang sirkulasi dan jarak pandang karena an Menggunakan Pencahayaan Tidak Langsung dan SpotlightSumber : Neufert Pameran seniPameran yang biasa diadakan antara lain pameran fotografi, lukisan, desain grafis ataupun barang kerajinan tangan. Gambar 4.12 Pameran seni dengan layout barang pamer yang menggunakan dinding panel dan meja display Sumber : De Chiara and Callender 1973 Ruang untuk pameran seni membutuhkan pengaturan khusus karena ada beberapakarakter benda pamer yang membutuhkan perawatan khusus, misalnya pameran lukisan Gambar 4.13 Sistem Pencahayaan Menggunakan Pencahayaan Tidak Langsung dan Spotlight Sumber : Neufert Pameran JasaPameran yang biasa diadakan antara lain pameran pendidikan dan bursa tenagakerja.

4.2.2 Ruang Pertemuan

  Penggunaan peralatan penunjang seperti OHP, infokus memerlukanfleksibilitas dalam hal pengaturan sistem pencahayaan dalam ruang sehingga penggunaan pencahayaan buatan dirasa lebih efektif dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan Sistem akustik dalam ruangan ini menggunakan dinding kedap suara yaitu dinding bata yang dilapisi dengan karpet. Hal ini dilakukan agar menghasilkan dialog yang optimal bagipendengarnya dan untuk mengantisipasi waktu bunyi susulan dan pantulan.

4.2.3 Fasilitas Komersial Retail

  Selain itu, disediakan penghawaan buatan berupa AC untuk penyewa tertentu yang membutuhkan AC untuk kebutuhan display barang yang akandijual. Gambar 4.23 Layout Display dan Window Display Sumber : De Chiara and CallenderCafe dan Bar Seperti halnya retail, cafe dan bar bersifat sebagai fasilitas komersial yang sangat memperhatikan kenyamanan pengunjung.

4.3 Analisa Kegiatan

4.3.1 Pengelompokan Kegiatan

  Tabel 4.1 Pengelompokan Kegiatan Kelompok kegiatanPemakai Kegiatan Kebutuhan ruang Mencari informasi R. kerja Membongkar dan memasang stan R.

4.3.2 Pola Kegiatan

  PameranFasilitas Umum RestoranMushalla PengunjungPenyelenggara dan peserta pameran Informasi GudangMushalla Parkir Main Hall UtamaLobby K. Pameran Lobby Restoran KantorFasilitas umum Toilet Gambar 4.25 Pola Kegiatan Pengunjung Sumber : Hasil Olah Data Primer Toilet ParkirMain Entrance R.

4.3.3 Kapasitas Ruang

  Berdasarkan fasilitas hotel yang ada dimedan dan event-event berskala nasional yang telah diadakan dapat disimpulkan jum;ah penggunaconvention &exhibition hall ini adalah 7000org dengan Berdasarkan data dari Badan PusatStatistik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang di Sumatera Utara per tahun mencapai121.000 orang, dengan rata-rata 10.000 per bulan, yang sebagian besar berasal dari negara- negara ASEAN. Ka TeknikStorage MobilMotor 200 org 360 org 1 ruang1 ruang 50 org1 ruang 2 org 5 org 1 ruang100 org 1 ruang1 ruang 20 org 20 1 ruang1 org 1 org1 org 1 org8 org 20 org1 org 1 org2 org25001000 1 m2 /org @4 Subtotal 2 m2 /org Subtotal 20 m2 /ruang 20 m2 /ruang0.15 m2 /org 10 m2 /ruang 4.1 m2 /org4.1 m2 /org Total Luas Bangunan = 8071.44 m2 + 92.4 m2 + 2830.8 m2 + 7566.6 m2 + 729.5m2 + 20150 m2 2 (asumsi) Sumber : 1.

4.5 Analisa Tapak

4.5.1 Analisa Sirkulasi

  B  Jalan Boulevard Utama tidak diberikan akses karena merupakan jalur padat dan kendaraan rata-rata berkecepatan tinggi hanay akses keluar saja. Jalan Boulevard dijadikan akses untuk keluar dari site dan juga jalur masuk bagi C loading dock dan service karena jalan ini memiliki akses satu arah dan jalan yang kecil memiliki lebar 10 Meter. Tanggapan: Jalur pedestrian pada Jln Avrost dan Bolevard Utama dan Boulevard sudah cukup dan dibuat pepohonan lagi agar memberi kesan sejuk karena pada daerah tersebut sering dilalui dan berpotensial untuk pejalan kaki dari bangunan sekitar menuju bangunan pada site.

4.5.2 Analisa Pencapaian

  Gambar 4.31 Analisa Pencapaian Sumber : Hasil Olah Data Primer  Pencapaian menuju lokasi proyek dapat dicapai dengan beragam modal transportasi yang ada di kota Medan baik melalui angkutan pribadai maupun angkutan umum. Lokasi site terhadap pusat Kota Medan yang berada di Lapangan Merdeka hanya dapat ditempuh ± 5 menit dengan kendaraan, dan sekitar ± 20 menit dengan berjalan kaki. Hal ini didasarkan atas kelas jalan dan kemudahan pencapaiannya.

4.5.3 Analisa View View

  Keterangan A:View dari dalam ke luar bangunan dari posisi ini cukup baik yang menghadap bangunan perumahandan jalan utama yang di depannya terdapat hijauan. Keterangan C:View dari dalam ke luar bangunan dari posisi ini kurang baik karena berbatasan dengan bagianbelakang dari kantor..bukaan dibuat seminimal mungkin.

4.5.4 Analisa Matahari

  Area yang bersifat netral, karena tidak mendapatkansinar matahari secara langsung Area yang pada bangunan akan terkena sinar mataharisore hari yang terik dan panas, dan memberikandampak terhadap tapak dan bangunan sehingga di beribanyak pepohonan dan tanaman. Area yang bersifat netral, karena tidak mendapatkansinar matahari secara langsung Tanggapan: Pada sisi yang terkena sinar matahari diminimalkan penggunaan bukaan, atau pun bukaan diberi shading dan tapak diberi tanaman-tanaman yang dapat mengurangi terik matahari.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

5.1. KONSEP PERANCANGAN TAPAK

5.1.1 KONSEP ENTRANCE

   Pada jalan Boulevard utama merupakan akses utama keluardari basement Entrance utama dibuat dari jalan Avrost mengingat kemudahan pencapain oleh kendaraanpada jalan ini. Selain itu pada jalan ini sangat memungkinkan untuk dijadikan entrance utamakarena dengan kelebaran jalan yang cukup maksimal dan dua arah.

5.1.2 ZONING

  Parkir pengelola berada pada belakang bangunan kaarena memilikiakses yang berbeda dengan pengunjung. Berada di sekeliling bangunan dengan jalur pejalan kaki dengan vegetasiagar akses ke dalam bangunan lebih mudah.

5.1.3 SIRKULASI KENDARAAN Jalur keluar basement Jalur masuk kebasement

Keterangan :  Parkir  pengunjung Parkir pengelola Gambar 5.3 Konsep Sirkulasi Kendaraan Sumber : Hasil Olah Data Primer

5.1.4 SIRKULASI PEJALAN KAKI Pintu masuk pengelola Pintu masuk Exhibition hall Pintu masuk utama menuju lobby

  Disepanjang pedestrian tersebutjuga direncanakan ada vegetasi berupa bunga dan tanaman perdu. Gambar 5.4 Sirkulasi Pejalan Kaki Sumber : Hasil Olah Data Primer DAFTAR PUSTAKA Clasen, Wolfgang.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (83 Halaman)
Gratis