Tindakan Murid Dan Penjual Makanan Jajajanan Tentang Higiene Sanitasi Makanan Di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan

Gratis

4
44
72
3 years ago
Preview
Full text

TINDAKAN MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANAN TENTANG HIGIENE SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN SKRIPSI OLEH : DAME MELFA BR DAMANIK NIM. 071000219

TINDAKAN MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANAN TENTANG HIGIENE SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN SKRIPSI OLEH : DAME MELFA BR DAMANIK NIM. 071000219 TINDAKAN MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANAN TENTANG HIGIENE SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh: Dame Melfa Br Damanik NIM 071000219 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2009 HALAMAN PENGESAHAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

TINDAKAN MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANAN TENTANG HIGIENE SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh: Dame Melfa Br Damanik NIM 071000219 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2009 HALAMAN PENGESAHAN Skripsi Dengan Judul:

TINDAKAN MURID DAN PENJUAL MAKANAN JAJANAN TENTANG HIGIENE SANITASI MAKANAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KELURAHAN KEMENANGAN TANI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan murid tentang higiene individu dalam mengkonsumsi makanan jajanan dan untukmengetahui tindakan penjual makanan jajanan tentang higiene individu dan sanitasi makanan jajanan. Hasil penelitian diketahui bahwa tindakan murid SD tentang higiene individu dalam mengkonsumsi makanan jajanan berada pada kategori baik sebesar 11,25%,sedangkan tindakan penjual makanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan jajanan yang berada pada kategori baik sebanyak 12,50%.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih dan anugerahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul“Tindakan Murid dan Penjual Makanan Jajanan Tentang Higiene Sanitasi Makanan Di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan”. Distribusi responden berdasarkan tindakan responden tentang membeli makanan jajanan yang tempat penjualannya dekat dengan penjual makanan jananan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Karena banyak pedagang yang kurang menjaga kebersihan dan tidak tahu adanya tindakan dan bahan-bahan yang bisa membahayakan kesehatan, maka BadanPengawasan Obat Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dalam meningkatkan kualitas mengenai makanan jajanan di sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas dan dari observasi awal yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa masih kurangnya higiene individu muriddimana murid tidak mencuci tangan sebelum memakan makanan jajajan dan penjual makanan jajanan biasanya tidak menutup makanan yang dijual.

1.2. Perumusan Masalah

1.3. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah ” Bagaimana tindakan murid dan penjualmakanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan ”. Tujuan Umum Untuk mengetahui tindakan murid dan penjual makanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan di SD Negeri Kelurahan Kemenangan Tani KecamatanMedan Tuntungan.

1.4. Manfaat Penelitian

  Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Medan Tuntungan untuk lebih meningkatkan kegiatan promosi kesehatan mengenai higiene individu dansanitasi makanan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah kerjanya. Sebagai bahan informasi bagi masyarakat khususnya murid SD Negeri dan penjual makanan jajanan yang ada di Kelurahan Kemenangan TaniKecamatan Medan Tuntungan mengenai pentingnya higiene individu dan sanitasi makanan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Makanan

  Suatu makanan terdiri dari sejumlah makanan padat dan cair yang dikonsumsi seseorang atau sekelompok penduduk (Harper dkk, 1986). Makanan selainmengandung nilai gizi juga merupakan media untuk dapat berkembang biaknya mikroba atau kuman terutama makanan yang mudah membusuk yang mengandungkadar air serta nilai protein yang tinggi.

2.1.1. Makanan Jajanan

  Bila kita tidak sempat makan dirumah, kita bisa membeli makanan yang dijajakan oleh orang dan ini yang dinamakan makanan jajanan (Anonim, 2003). Menurut Irianto, K (2007) makanan jajanan adalah makanan yang banyak ditemukan dipinggir jalan yang dijajakan dalam berbagai bentuk, warna, rasa serta ukuransehingga menarik minat dan perhatian orang untuk membelinya.

2.1.2. Jenis Makanan Jajanan

  Menurut SK Menkes RI No.942/Menkes/SK/VII/2003, pada pasal 2 disebutkan panjamah makanan jajanan adalah orang yang secara langsung atau tidaklangsung berhubungan dengan makanan dan peralatannya sejak dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan sampai dengan penyajian. Tidak batuk atau bersin di hadapan makanan jajanan yang disajikan dan atau tanpa menutup mulut atau hidung.

2.1.3. Ciri-Ciri Makanan Jajanan Yang Sehat

  Oleh karena itu menurutAnonim (2002) sebaiknya pilihlah makanan jajanan yang sehat, yaitu makanan jajanan yang segar, bersih dan aman dari cemaran bahan kimia dan fisik. Ciri-ciri makanan dan jajanan yang segarCara memilih makanan atau jajanan yang segar, untuk makanan yang telah diolah (digoreng, direbus, dikukus) pilihlah makanan baru saja dimasak (masih Untuk buah-buahan segar, pilihlah buah yang kulitnya masih segar atau tidak keriput, tidak busuk atau lembek.

2.1.4. Pengaruh Positif Dan Negatif Makanan Jajanan

2.1.4.1. Pengaruh Positif Dari Makanan Jajanan

  Melalui makanan jajanan anak bisa mengenal beragam makanan yang ada sehingga membantu seorang anak untuk membentuk selera makan yang beragam,sehingga saat dewasa dia dapat menikmati aneka ragam makanan (Khomsan, 2003). Sedangkan menurut Irianto, P (2007) pada umumnya anak-anak lebih menyukai jajanan diwarung maupun kantin sekolah daripada makanan yang telahtersedia dirumah.

2.1.4.2. Pengaruh Negatif Dari Makanan Jajanan

  Makanan jajanan beresiko terhadap kesehatan karena penanganannya sering tidak higienis yang memungkinkan makanan jajanan terkontaminasi oleh mikrobaberacun maupun penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang tidak diizinkan (Mudjajanto, 2006). Makanan jajanan mengandung banyak resiko, debu-debu dan lalat yang hinggap pada makanan yang tidak ditutupi dapat menyebabkan penyakit terutamapada sistem pencernaan kita.

2.2. Faktor Penyehatan Makanan

Menurut Depkes RI (1994), aspek penyehatan makanan adalah aspek pokok dari penyehatan makanan yang mempengaruhi terhadap keamanan makanan, yangmeliputi kontaminasi/pengotoran makanan, keracunan makanan, pembusukan makanan dan pemalsuan makanan

2.2.1. Kontaminasi/Pengotoran Makanan

  Kontaminasi atau pencemaran adalah masuknya zat asing ke dalam makanan yang tidak dikehendaki, yang dikelompokkan dalam 4 (empat) macam, yaitu: 1. Contoh: makanan bercampur dengan pakaian atau peralatan kotor, menggunakan pisau pada pengolahan bahan mentah untuk bahan makanan jadi (makanan yangsudah terolah) (Depkes RI, 1994).

2.2.2. Keracunan Makanan

  Pembusukan Makanan Pembusukan adalah proses perubahan komposisi (dekomposisi) makanan, baik sebagian atau seluruhnya pada makanan dari keadaan yang normal menjadikeadaan yang tidak normal yang tidak dikehendaki sebagai akibat pematangan alam (maturasi), pencemaran (kontaminasi) atau sebab lain (Depkes RI, 1994). Pemalsuan Makanan Pemalsuan adalah upaya menurunkan mutu makanan dengan cara menambah, mengurangi atau mengganti bahan makanan yang disengaja dengan tujuan untukmemperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya yang dapat berdampak buruk kepada konsumen, contohnya zat warna, bahan pemanis, pengawet dan bahan pengganti(Depkes RI, 1994).

2.3. Pengertian Serta Tujuan Higiene Dan Sanitasi Makanan

Higiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui pemeliharaan dini setiap individudan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu terhindar dari ancaman kuman penyebab penyakit (Depkes RI, 1994).

2.3.1. Pengertian Higiene

  Menurut Depkes RI (2004) higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untukkebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. Pengertian Sanitasi Makanan Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman darisegala bahaya yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan sampaipada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen (Prabu, 2008).

2.4. Prinsip Dalam Higiene Dan Sanitasi Makanan

  Penjamah makanan dalam memilih bahan yang akandiolah harus mengetahui sumber-sumber makanan yang baik serta memperhatikan ciri-ciri bahan yang baik. Belilah bahan di tempat penjualan resmi dan bermutu seperti : rumah potong pemerintah atau tempat potong resmi yang diawasi pemerintah, tempat pelelanganikan resmi dan pasar bahan dengan sistem pendingin.

2.4.3. Pengolahan Makanan

  Penjamah juga dapat berperan sebagai penyebar penyakit, hal ini bisa terjadi melalui kontak antara penjamah makanan yang menderita penyakit menular dengankonsumen yang sehat, kontaminasi terhadap makanan oleh penjamah yang membawa kuman. Tempat Pengolahan MakananTempat pengolahan makanan, dimana makanan diolah sehingga menjadi makanan jadi biasanya disebut dengan dapur, menurut Depkes RI (1994) perludiperhatikan kebersihan tempat pengolahan tersebut serta tersedianya air bersih yang cukup.

2.4.4. Penyimpanan Makanan

  Kualitas makanan yang telahdiolah sangat dipengaruhi oleh suhu, dimana terdapat titik-titik rawan untuk perkembangbiakan bakteri patogen dan pembusuk pada suhu yang sesuai dengankondisinya. Penyajian dilakukan dengan perilaku yang sehat dan pakaian yang bersih; 5.

2.5. Tindakan

  Tindakan adalah aturan yang dilakukan, melakukan/mengadakan aturan- aturan untuk mengatasi sesuatu atau perbuatan. Adanya hubungan yang erat antarasikap dan pengetahuan merupakan kecenderungan untuk bertindak.

2.5.1. Tindakan Murid Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

  Tindakan mencuci tangan sebelum makan memakai air dan sabun mempunyai peranan penting dalam kaitannya dengan pencegahan infeksi berbagai penyakit,karena dengan mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secarabermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Menurut Agoes (2008) perilaku anak sekolah yang sering jajan di sembarang tempat yang kebersihannya tidak dapat dikontrol oleh pihak sekolah dan tidakterlindung dan dapat tercemar oleh debu dan kotoran yang mengandung berbagai mikroorganisme.

2.5.2. Tindakan Penjual Makanan Jajanan

  Menurut Notoatmodjo (2003), tindakan adalah gerak/perbuatan dari tubuh setelah mendapat ransangan ataupun adaptasi dari dalam tubuh maupun luar tubuhatau lingkungan. Tindakan ini dapat diperoleh dengan melakukan pengukuran secara tidak langsung yaitu dengan wawancara atas kegiatan-kegiatan yang telah dilakukanbeberapa waktu sebelumnya (Notoatmodjo, 2003).

2.6. Kerangka Konsep

  Tindakan Murid tentangHigiene Individu Kualitas MakananJajanan Tindakan Penjual Makanan Jajanan tentang Higiene Individu danSanitasi Makanan Gambar 2.1. Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan kerangka konsep diatas tindakan murid tentang higiene individu terkait dengan kualitas makanan jajanan, sedangkan tindakan penjual makananjajanan tentang higiene sanitasi makanan juga terkait dengan kualitas makanan jajanan.

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui tindakan murid dan penjual makanan jajanan tentang higiene sanitasimakanan di sekolah dasar negeri yang ada di kelurahan Kemenangan Tani kecamatan Medan Tuntungan tahun 2009.

3.2.1. Lokasi Penelitian

  Penelitian ini dilakukan pada sekolah-sekolah dasar negeri yang ada diKelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan, yakni : 1. Dari 22 sekolah dasar negeri yang ada di Kecamatan Medan Tuntungan, diketahui bahwa ketiga sekolah dasar negeri tersebut diatas memiliki jumlah penjualmakanan jajanan terbanyak yaitu 8 orang dan siswa terbanyak yaitu 953 siswa.

3.2.2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai Bulan Juni sampai dengan September 2009

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 (empat), 5 (lima) dan 6 (enam) sekolah dasar dan seluruh penjual makanan jajanan di lingkungan sekolahtersebut. 065015 = - Kelas 4 : 43 siswa Total = 119 siswa Untuk penjual makanan jajanan yang setiap harinya berjualan secara menetap di lingkungan sekolah tersebut berjumlah 8 (delapan) orang, dengan rincian sebagaiberikut : 1.

3.3.2. Sampel

Adapun sampel untuk anak sekolah dasar dalam penelitian ini adalah jumlah sampel yang dianggap mewakili populasi diperoleh dengan rumus (Notoatmodjo,2002) : N n2

1 N d

  Sedangkan sample untuk penjual makanan jajanan yang ada di lingkungan sekolah dasar tersebut adalah seluruh populasi ( total sampling ) yang berjumlah 8(delapan ) orang. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dengan cara mengambil data yang telah ada pada arsip sekolah dasar tersebut, yaitu berupa data jumlah seluruh siswa kelas 4, 5 dan 6serta data lain yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu dari kantor camat KecamatanMedan Tuntungan seperti keadaan geografi dan demografi (jumlah penduduk, distribusi umur penduduk, sarana kesehatan dan sarana pendidikan) yang ada diKelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan.

3.6. Defenisi Operasional

  Tindakan penjual makanan jajanan tentang higiene dan sanitasi makanan adalah bentuk perbuatan atau aktifitas nyata dari penjual makanan jajanan untuk 3.7. Tehnik Pengolahan Data Data yang diperoleh di analisa secara deskriptif yang disertai dengan bahasan dan kesimpulan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

  Gambaran Penjual Makanan Jajanan Penjual makanan jajanan yang setiap harinya berjualan di lingkungan sekolah ini berjumlah delapan orang dengan lokasi berjualan empat orang didalam lingkungansekolah dan empat orang lainya berjualan di gerbang sekolah. Mereka datang ke sekolah pada saat Jenis makanan jajanan yang dijajakan oleh penjual makanan jajanan yang setiap hari tetap berjualan di sekolah tersebut selain makanan jajanan dalamkemasan/pabrikan mereka juga menjual makanan jajanan hasil olahan mereka seperti nasi goreng, mie hun goreng, bakwan dan terkadang berbagai manisan sepertimanisan jambu biji dan jambu air yang juga merupakan hasil olahan dari penjual tersebut.

4.2.1. Murid Sekolah Dasar

  Murid sekolah dasar yang menjadi responden adalah murid kelas 4, 5 dan 6 dan untuk distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dan umur dapat diketahuidari tabel di bawah ini. 3,75 13 3 Total 80 100,00 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah responden terbanyak ada pada umur 10 tahun yaitu sebanyak 24 orang (30,00%) sedangkan yang paling sedikitadalah responden yang berumur 8 tahun yaitu sebanyak 1 orang (1,25 %).

4.2.2 Penjual Makanan Jajanan Seluruh penjual makanan jajajan di SD Negeri No. 064023, SD Negeri No

  35 4.2.2.1 Umur Dari keseluruhan penjual makanan jajanan diatas diperoleh data distribusi responden berdasarkan umur, seperti yang tertera dalam tabel berikut.. > 40 tahun 1 12,50 Total 8 100,00 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak ada diantara umur 31-40 tahun yaitu sebanyak 5 orang (30,00%) sedangkan yang palingsedikit adalah umur > 40 tahun yaitu sebanyak 1 orang (1,25 %).

4.3. Tindakan Murid Sekolah Dasar Tentang Higiene Individu

  Membeli Makanan Jajanan dengan Melihat Kebersihan dari Penjual Makanan Jananan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran tentang tindakan murid sekolah dasar dalam membeli makanan jajanan dengan melihat kebersihan daripenjual makanan jajanan, yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tidak 46 57,50 Total 80 100,00 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 46 orang (57,50%) tidak membeli makanan jajanan yang tempat penjualannya dekat dengan pembuangansampah dan sebanyak 22 orang (27,50%) tetap membeli makanan jajanan yang tempat penjualannya dekat dengan pembuangan sampah.

4.3.5. Membeli Makanan Jajanan yang Tempat Penjualannya Dekat dengan Saluran Pembuangan Air

  dapat dilihat bahwa jumlah terbanyak adalah responden tidak membeli makanan jajanan yang tempat penjualannya dekat dengansaluran pembuangan air yaitu sebanyak 41 orang (51,25%), dan sebanyak 20 orang(25,0%) tetap membeli makanan jajanan yang tempat penjualannya dekat dengan saluran pembuangan air. Tidak 17 21,25 Total 80 100,00 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menggunakan alat bantu seperti sendok dan garpu ketika memakan makanan jajananyaitu sebanyak 48 orang (60,00%), dan sebanyak 17 orang (21,25%) tidak menggunakan alat bantu ketika memakan makanan jajanan.

4.4. Tindakan Penjual Makanan Jajajan tentang Higiene Sanitasi Makanan Jajanan

  Tindakan 8 orang responden tentang higiene individu dan sanitasi makanan dapat dijabarkan dalam kategori baik, sedang, dan kurang yang dapat dilihat padatabel 4.17. Kurang0,00 Total 8 100,00 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa tindakan responden tentang higiene individu dan sanitasi makanan pada kategori sedang yaitu sebanyak 7 orang(87,50 %).

4.4.1. Selalu Mengutamakan Kualitas (Mutu) daripada Kuantitas (Jumlah) dalam Pemilihan Bahan Makanan

  Dari hasil wawancara didapat bahwa tindakan penjual makanan jajanan yang selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani makanan bila tidak memakaialat bantu, hasil tersebut disajikan di tabel 4.22. Dalam mencuci segala peralatan sebaiknya air yang digunakan tidak boleh berulang, namun dari hasil penelitian didapat bahwa air yang digunakan oleh penjualmakanan jajanan untuk membersihkan peralatan masih ada yang berulang, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari tabel 4.24.

4.4.11. Sambil Bercerita Saat Menangani Makanan

  Dari hasil penelitian diperoleh tidak ada tindakan penjual makanan jajanan yang tidak bercerita saat menangani makanan. menunjukkan bahwa mayoritas responden bercerita saat menangani makanan yaitu sebanyak 7 orang (87,50%).

BAB V PEMBAHASAN

5.1. Tindakan Murid Tentang Higiene Individu

  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terhadap responden maka dapat dikatakan bahwa tindakanresponden yakni siswa sekolah dasar tentang higiene individu dalam mengkonsumsi makanan jajanan di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungantergolong kurang baik yaitu sebesar 71 responden (88,75%). Halini dapat menjadi sumber penularan berbagai penyakit pada murid SD, karena mikroorganisme yang ada di tanah/debu akan sampai pada makanan tersebut jikaditerbangkan oleh angin atau dapat juga melalui lalat yang sebelumnya hinggap di berbagai tempat, terutama pada makanan jajanan yang tidak ditutup secara rapat(Agoes, 2008).

5.2. Tindakan Penjual Makanan Jajanan tentang Higiene dan Sanitasi Makanan

  Ini menunjukkan bahwa penjualmakanan jajanan belum memenuhi Kepmenkes Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang pedoman persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan , yang menyebutkanbahwa penjamah makanan jajanan dalam melakukan kegiatan pelayanan penanganan makanan jajanan harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan agartidak menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat. Hasil observasi peneliti bahwa kondisi bahan baku makanan jajanan kurang bagus, hal ini dapat dilihat dari keadaan fisik bahan makanan jajanan tersebut yangmasih terdapat bahan pencemar seperti tanah dan kotoran-kotoran lain yang terdapat selama bahan makanan berada di pasar, sehingga merupakan sumber cemaranbiologis (kuman) dan kimia (residu pestisida, pengawet dan BTM lainnya).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap tindakan penjual makanan jajanan tentang higiene dan sanitasi makanan jajanan tergolong kurangbaik, yaitu sebanyak 7 responden (87,50%). Disarankan untuk dilakukan upaya peningkatan pengetahuan sanitasi makanan serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap higiene dan sanitasipenjual makanan jajanan sekolah sehingga akan tercipta kondisi higiene dan sanitasi makanan jajanan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Siswa Sekolah Dasar Tentang Makanan dan Minuman yang Mengandung Bahan TambahanMakanan pada Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Denai. Apakah setiap membeli makanan jajanan adik melihat kebersihan dari tempat si penjual makanan jajanan tersebut ?a.

II. Penjual Makanan Jajanan

  Jenis Jajanan yang dijual : ............................................................ Tamat SD b.

B. Pertanyaan Tentang Tindakan Penjual Makanan Jajanan

  Apakah anda selalu langsung mencuci bahan makanan yang dibeli dari pasar, misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, lalap-lalapan dan sebagainya sebelumdiolah lebih lanjut ? Apakah tempat berjualan makanan jajanan anda selalu anda bersihkan dan dijauhkan dari tempat sampah, saluran limbah dan terlindung dari debu ?a.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Higiene Sanitasi serta Pemeriksaan Escherichia coli dan Rhodamin B pada Makanan Jajanan di Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas Tahun 2013
1
58
108
Gambaran Pola Konsumsi Dan Status Gizi Baduta (Bayi 6-24 Bulan) Yang Mendapatkan Makanan Tambahan Taburia Di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012
1
66
122
Gambaran Pola Konsumsi Makanan Murid Sekolah Dasar Islam Terpadu Siti Hajar Di Kota Medan Tahun 2003
1
36
71
Higiene Dan Sanitasi Makanan Jajanan Di Simpang Selayang Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan Sumatera Utara Tahun 2003
0
59
57
Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Guru Sekolah Dasar tentang Makanan yang Mengandung Bahan Tambahan Pangan pada Sekolah Dasar di Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2011
2
45
85
Persepsi Suami dan Istri Tentang Tubektomi Terhadap Respon Seksual di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan medan Tuntungan
0
31
74
Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Infertilitas di Lingkungan I Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2010
1
54
54
Tindakan Murid Dan Penjual Makanan Jajajanan Tentang Higiene Sanitasi Makanan Di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan
4
44
72
Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Guru Sekolah Dasar Terhadap Makanan Yang Mengandung Bahan Tambahan Pangan Dan Bahan Kimia Berbahaya Pada Sekolah Dasar Di Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan Tahun 2009
1
53
95
Higiene Sanitasi Dasar Serta Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Penjual Terhadap Kepadatan Lalat Pada Kantin Sekolah Di Kecamatan Sidamanik Tahun 2015
6
108
161
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Higiene Sanitasi Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Cipinang Besar Utara Kotamadya Jakarta Timur Tahun 2014
10
39
178
Penilaian Higiene dan Sanitasi Penjualan Makanan Pecel dan Pemeriksaan Salmonella di Kecamatan Medan Helvetia 2015
0
0
30
Penilaian Higiene dan Sanitasi Penjualan Makanan Pecel dan Pemeriksaan Salmonella di Kecamatan Medan Helvetia 2015
0
2
15
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Fungsi Makanan - Higiene Sanitasi serta Pemeriksaan Escherichia coli dan Rhodamin B pada Makanan Jajanan di Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas Tahun 2013
0
0
35
Gambaran Pola Konsumsi Dan Status Gizi Baduta (Bayi 6-24 Bulan) Yang Mendapatkan Makanan Tambahan Taburia Di Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012
0
1
28
Show more