Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Di Kecamatan Medan Labuhan

 3  50  88  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

LEMBAR PERNYATAAN

  Dalam melakukan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul“Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Kecamatan MedanLabuhan” ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa moril maupun materil, sehingga penulis semakin termotivasiuntuk menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ini yang mana banyak sekali menemukan kendala-kendala yang cukup berarti dalam penyusunannya. 50 4.2 Kondisi Fasilitas Lingkungan Tempat Tinggal………………… 51 ABSTRAK ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN MEDAN LABUHANTujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Labuhan dengan menggunakan data primer untuk 100 responden yang mewakili seluruh populasi masyarakat pesisir di KecamatanMedan Labuhan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Wilayah pesisir yang Kondisi masyarakat pesisir juga terimbas dengan diberlakukannyaUndang- Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang juga berdampak pada sektor perikanan, dimana sebagian urusan perikanan dankelautan diserahkan pada daerah, dan banyak daerah tidak serius mengelola potensi kelautan dan pesisir baik upaya eksploitasi maupun upaya pengentasankemiskinan yang tepat sasaran. Kecamatan Medan Labuhan sebagai salah satu kecamatan di Kota Medan merupakan daerah yang berdekatan dengan daerah pesisir yaitu dengan Belawandan pesisir Deli Serdang, dengan penduduknya berjumlah 111,173 Jiwa (2010) dimana penduduk terbanyak berada di kelurahan Besar yakni sebanyak 33706orang dan jumlah penduduk terkecil di kelurahan Nelayan Indah yakni sebanyak 7850 orang.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah, maka penelitian ini dibatasi pada hubungan antara indikator-indikator kesejahteraan terhadap tingkat kesejahteraanmasyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Medan Labuhan, dalam hal ini kependudukan, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, serta kondisi dan fasilitasperumahan. Untuk mengetahui masalah pokok yang dialami oleh masyarakat di wilayah pesisir serta solusi yang dapat dikembangkan agar kesejahteraanmasyarakat pesisir khususnya nelayan dapat ditingkatkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Kesejahteraan

  Misalnya, dapat dikatakan kesejahteraan seseorang sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan komoditas secara umum; seseorang dikatakan mampu (memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik) jika diamemiliki kemampuan yang lebih besar dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya (kekayaan). Output ekonomi perkapita dipandang kurangmencerminkan kesejahteraan masyarakat karena output ekonomi lebih mencerminkan nilai tambah produksi yang terjadi pada unit observasi, yaitu Menanggapi kritik terhadap penggunaan output ekonomi perkapita, maka pendapatan rumah tangga digunakan sebagai produksi kesejahteraan karenadipandang lebih mencerminkan apa yang dinikmati oleh masyarakat wilayah.

2.2 Konsep Kemiskinan

  Hal ini mengingatbesar atau kecilnya porsi atau bagian pendapatan yang diterima oleh kelompok- kelompok penduduk yang paling miskin tidak sama untuk masing-masing negara,sehingga mungkin saja suatu negara dengan pendapatan perkapita yang Tinggi justru mempunya persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinaninternasional yang lebih besar dibandingkan suatu negara yang pendapatan perkapitanya lebih rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemsikinan tersebutantara lain struktur pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di negara yang bersangkutan, berbagai pengaturan politik dan kelembagaan yang dalamprakteknya ikut menentukan pola-pola dstribusi pendapatan nasional.kemiskinan relatif adalah keadaan miskin yang dialami individu Kedua, atau kelompok dibandingkan dengan “kondisi umum” suatu masyarakat.

2.3 Pendekatan dalam Pengukuran Kemiskinan

  Tiga tahapan ini mencakup:1) Mendefinisikan indikator kesejahteraan 2) Membangun standart minimum yang dapat diterima dari indikator tersebut untuk membagi penduduk menjadi miskin dan tidak miskin (sering dikenaldengan garis kemiskinan), dan 3) Membuat ringkasan statistic untuk memberikan informasi secara agregat mengenai distribusi dari indikator kesejahteraan tersebut dan posisirealtifnya terdapat standart minimum yang telah ditentukan. 2) Mereka yang hidup di daerah perkotaan masih berusia muda dan tidak didukung oleh keterampilan yang memadai3) Tidak memiliki faktor produksi dan tidak mempunyai keterampilan yang cukup untuk memperoleh pendapatan yang layak4) Tingkat pendidikan rendah, karena waktu mereka dihabiskan untuk bekerja dalam upaya untuk memperoleh pendapatan untuk tambahanpenghasilan 5) Sebagian besar mereka tinggal di perdesaan, tidak memiliki tanah dan kalaupun ada sangat sedikit.

2.4 Potensi Wilayah Pesisir dan Kondisi Ekonomi Masyarakat Pesisir Dalam Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP

  Ke arah darat wilayah pesisir meliputi bagian daearan, baik kering maupunterendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin, sedangkan kea rah laut mencakup bagian laut yangmasih dipengarui oleh proses alami terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan karena kegiatan manusia di darat seperti Menurut Dahuri et al. Smith (1979) yang mengadakan kajian pembangunan perikanan di berbagai Negara Asia serta Anderson (1979) yang melakukannya di negara-negaraEropa dan Amerika Utara tiba pada kesimpulan, bahwa kekakuan aset perikanan rigidity of fishing assets) adalah alasan utama kenapa nelayan tetap (fixity and tinggal atau bergelut dengan kemiskinan dan sepertinya tidak ada upaya mereka untuk keluar dari kemiskinan itu.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah dan prosedur yang akan dilakukan

  3.3 Batasan Operasional Penelitian ini dibatasi dengan menganalisis bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir yang berdomisili di Kecamatan Medan Labuhan. Menurut Badan Pusat Statistkik (2005), indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan ada delapan yaitu pendapatan, konsumsi ataupengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahanmemasukkan anak ke jenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi.

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian

  Untuk memenuhi persyaratantersebut maka dalam penentuan jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan rumus Slovin ( Umar, 2004 : 108 ), yaitu : N n = 1 N eKeterangan: n = Besar Sampel N = Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Labuhan e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karenakesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir ( tolerance degree of error ) yaitu 10 %. Penentuan jumlah sampel penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel secara Teknik Simple Random Sampling yaitu suatu tipe samplingprobabilitas, di mana peneliti dalam memilih sampel dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagaianggota sampel.

3.5 Metode Pengumpulan Data Dalam setiap kegiatan penelitian selalu ada kegiatan pengumpulan data

  Observasi nonpartisipan ( Pengamatan tidak terkendali)Pada metode ini peneliti hanya mengamati, mencatat apa yang terjadi, dan juga melakukan aktifitas dokumentasi dengan cara Metode ini banyak digunakan untuk mengamati pola kehidupan dan perilaku masyarakat pesisir secara langsung. Pertanyaan yang akan diberikan pada kuesioner ini adalah pertanyaan menyangkut fakta dan pendapat responden, sedangkankuesioner yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner tertutup, dimana responden diminta menjawab pertanyaan dan menjawab denganmemilih dari sejumlah alternatif.

3.6 Analisis Data

  Dalam Penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, dimana data yang dikumpulkan adalah hasilwawancara, kemudian dianalisis menggunakan indikator yang digunakan. Menurut Badan Pusat Statistik, indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan ada delapan yaitu pendapatan, konsumsi ataupengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahanmemasukkan anak ke jenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi.

3.7 Definisi Operasional

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Daerah Penelitian

  kelurahan TangkahanWilayah kecamatan Medan Labuhan berdekatan dengan daerah pesisir (dekat dengan Belawan dan Deli Serdang), dimana. sebagian besar masyarakat pesisir terdapat di Kelurahan Nelayan Indah dan Kelurahan Pekan Labuhan.

4.2 Hasil Penelitian

  Responden merupakan masyarakat pesisir yang berada di Kecamatan Medan Labuhan. Data dimaksud meliputi data karakteristikresponden dan data indikator tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir.

4.2.1 Data Karakteristik Responden

Dari hasil pengumpulan data melalui daftar kuesioner yang dijawab atau diisi oleh responden, diperoleh gambaran karakteristik responden meliputi datatentang umur, pendidikan, pekerjaan dan jumlah tanggungan dalam keluarga.

4.2.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

  20 s/d 29 Tahun 6 6 2.30 s/d 39 Tahun 22 22 3.40 s/d 49 Tahun 49 49 4.50 s/d 59 Tahun 19 19 5.60 s/d 69 Tahun 4 4 Total 100 100 Sumber : Data Diolah Sesuai data pada tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa kelompok umur responden berumur antara 40 s/d 49 tahun sebanyak 49 orang atau 49% danberumur antara 60 s/d 69 tahun yaitu 4 orang atau 4%. Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat di daerah ini berada pada usia produkif, ataujika diperlebar lagi maka pada umumnya masyarakat di daerah ini berkisar pada usia 30- 49 tahun yaitu sebanyak 71 responden sebaliknya untuk usia tidakproduktif hanya 29 responden.

4.2.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

  Dari data di atas dapat kitasimpulkan bahwa masyarakat di Kecamatan Medan Labuhan masih berada pada tingkat pendidikan yang rendah, hal ini dapat kita lihat dari tingkat pendidikanmasyarakatnya yang sebagian besar hanya tamatan SD dan SMP yaitu sebanyak 68 responden sedangkan untuk tamatan SMA/sederajat dan D3/S1 hanya 32 responden. > 6 orang 9 9 Total 100 100 Sumber : Data Diolah Dengan melihat tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa pada umumnya responden masing-masing memiliki 4 orang tanggunggan dalam keluarga yangharus dibiayai dengan jumlah responden sebanyak 29 responden atau 29%, sementara responden dengan jumlah tanggungan dalam keluarga lebih dari 6orang hanya ada 9 responden atau 9% dari keseluruhan jumlah responden sebanyak 100 orang.

4.2.2 Indikator Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

  Data indikator kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan MedanLabuhan diperoleh berdasarkan hasil penelitian terhadap 100 responden dengan menggunakan kuesioner, observasi lapangan dan wawancara dengan respondendan pihak-pihak terkait. Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan data tentang indikator kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Labuhan yang disajikandalam bentuk tabulasi dan gambar berikut ini.

4.2.2.1 Indikator Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Berdasarkan Jumlah Pendapatan per Bulan

  Keterbatasan ekonomi tampak pada tingkat pendapatan nelayanyang masih rendah, dimana hal ini didukung oleh hasil penelitian dimana tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Labuhan yang masihrendahnya didominasi oleh kelompok masyarakat nelayan dengan tingkat pendapatan yang masih rendah yaitu di bawah Rp.1.000.000,- per bulannya. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara penulis dengan mayarakat nelayan ada beberapa faktor penyebab rendahnya pendapatan yang merekaperoleh setiap bulannya yaitu : umumnya mereka nelayan buruh yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain (juragan kapal), pemberian bantuan daripemerintah yang salah sasaran, lemahnya akses untuk mendapatkan modal usaha sehingga masih terbelit dengan tengkulak, faktor cuaca yang tidak mendukung,hadirnya kapal-kapal pukat harimau, dan lain sebagainya.

4.2.3 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

  Berdasarkan hasil analisa indikator kesejahteraan masyarakat pesisir sebagaimana telah diuraikan dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar di atas, maka diperoleh datatingkat kesejateraan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Labuhan yang diwakili sebanyak 100 responden, yaitu : Tabel 4.13Tingkat Kesejateraan Masyarakat Pesisir di Kecamatan Medan Labuhan No Tingkat Kesejahteraan Jumlah Responden Persentase (%) 1. Untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat kesejahteraan responden dengan masing-masing indikator kesejahteraan masyarakt pesisir, maka 4.2.3.1 Tabulasi Silang Tingkat Kesejahteraan Responden dengan Pendapatan Per Bulan Untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat kesejahteraan responden dengan pendapatan per bulan dapat dilihat pada tabel bawah ini.

00 Rp.5.0.0 Rp.5.0.1

32 21 53 1. Rendah Jlh % 60,4% 39,6% ,0% 100,0%

2. Sedang Jlh

  Tinggi Jlh % 0% 0% 100,0% 100,0% 42 51 7 100 Jlh Total 42,0% 51,0% 7,0% 100,0% %Sumber : Data Diolah Dari data tabel 4.14 di atas menunjukkan bahwa responden dengan kategori tingkat kesejahteraan rendah (53 responden) pada umumnya didominasioleh responden dengan pendapatan per bulan di bawah Rp.1.000.000 yaitu sebanyak 32 responden atau 60,4%. Tinggi Jlh 4 1 5 ,0% 80,0% 20,0% 100,0%% 16 80 4 100 Jlh Total 16,0% 80,0% 4,0% 100,0% %Sumber : Data Diolah Dari data tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa responden dengan kategori tingkat kesejahteraan rendah (53 responden) pada umumnya didominasioleh responden dengan jumlah pengeluaran per bulan antara Rp.1.000.001 s/dRp.5.000.000 yaitu sebanyak 30 responden atau 71,4%.

5.1 Kesimpulan

  Jumlah pengeluaran per bulan masyarakat pesisir di Kecamatan MedanLabuhan termasuk pada kategori sedang, karena pada umumnya masyarakat pesisir di daerah ini memiliki jumlah tanggungan yang cukupbesar, yaitu berkisar pada 4 orang atau lebih, sehingga pengeluaran menjadi lebih besar daripada pendapatan. Jalan yang sudah diaspal hingga kedaerah pemukiman warga dan sudah adanya ojek dan becak bermotor yang masuk kedalam sebenarnya sudahmenunjukkan kemudahan masyarakatnya untuk mendapatkan fasilitas transportasi.

5.2 Saran

  Dengan pendidikan yang baik masyarakat pesisir akan lebih mampu untuk berfikiran maju berdasarkan nilai-nilai sosial yang rasional, dantidak terpenjara oleh cara pandang yang konservatif. Bagi peneliti lain diharapkan agar melakukan penelitian secara lebih luas dan mendalam khususnya dalam upaya mencari solusi terbaik bagaimanakebijakan dan strategi yang paling tepat untuk memberdayakan masyarakat pesisir di Kecamatan Medan Labuhan agar beranjak baik danterbebas dari kemiskinan.

JLH.TANGGUNGAN

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 2 orang 12 12,0 12,0 12,0 3 orang 19 19,0 19,0 31,0 4 orang29 29,0 29,0 60,0 5 orang20 20,0 20,0 80,0 6 orang11 11,0 11,0 91,0 > 6 orang 9 9,0 9,0 100,0 Total 100 100,0 100,0PENDAPATAN Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid < Rp.1.000.000 (Rendah) 42 42,0 42,0 42,0 Rp.1.000.001 s/d 51 51,0 51,0 93,0 Rp.5.000.000 (Sedang)> Rp.5.000.001 (TInggi) 7 7,0 7,0 100,0 Total 100 100,0 100,0 PENGELUARANCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid < Rp.1.000.000 (Rendah) 16 16,0 16,0 16,0 Rp.1.000.001 s/d80 80,0 80,0 96,0 Rp.5.000.000 (Sedang) > Rp.5.000.001 (TInggi) 4 4,0 4,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KONDISI.TEMPAT.TINGGAL

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Non Permanen 58 58,0 58,0 58,0 Semi Permanen 34 34,0 34,0 92,0

FASILITAS.TEMPAT.TINGGAL

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Kurang 45 45,0 45,0 45,0 Cukup 37 37,0 37,0 82,0 Lengkap18 18,0 18,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KESEHATAN.KELUARGA

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Kurang 13 13,0 13,0 13,0 Cukup 50 50,0 50,0 63,0 Baik37 37,0 37,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KEM.MEND.YANKES

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Sulit 10 10,0 10,0 10,0 Cukup 47 47,0 47,0 57,0 Mudah43 43,0 43,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KEM.MEMA.ANAK.SKLH

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Sulit 18 18,0 18,0 18,0 Cukup 60 60,0 60,0 78,0 Mudah22 22,0 22,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KEM.MEND.FASTRANSP

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Sulit 20 20,0 20,0 20,0 Cukup 19 19,0 19,0 39,0 Mudah61 61,0 61,0 100,0 Total 100 100,0 100,0

KATEGORI TINGKAT KESEJAHTERAAN

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid Rendah 53 53,0 53,0 53,0 sedang 42 42,0 42,0 95,0 tinggi5 5,0 5,0 100,0 Total 100 100,0 100,0
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pes..

Gratis

Feedback