Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

 25  206  58  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA OLEH MASITHA SARI 102102147 PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada AllahSWT karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini untuk dapat menyelesaikan pendidikan di program Diploma III FakultasEkonomi UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, dengan judul “SistemInformasi Akuntansi Aktiva Tetap pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara“. Pimpinan dan seluruh karyawan PT PLN (Persero) Wilayah SumateraUtara, yang telah banyak membantu penulis dalam memberikan izin dan menyediakan data-data yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir ini.

DAFTAR LAMPIRAN

No : JudulLampiran 1 Susunan Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera UtaraLampiran 2 Daftar Masa Manfaat Aktiva Tetap pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera UtaraLampiran 3 Surat Balasan Riset dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam suatu perusahaan, akuntansi memegang peranan yang sangat

  Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang dipengaruhi olehaktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai, dan pihak-pihakluar yang berkepentingan dapat meninjau ulang (review) hal-hal yang telah terjadi. PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara tidak dapat menjalankan kegiatan opersional tanpa adanya aktiva tetap tersebut, karena aktiva tetap memiliki peranan yangsangat penting bagi suatu perusahaan, maka diperlukan yang cermat serta pengawasan terhadap aktiva tetap tersebut.

1. Tujuan Penelitian

  Bagi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara yaitu sebagai bahan bacaan dan pertimbangan untuk memperbaiki penerapan sisteminformasi akuntansi aktiva tetap pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara yang sudah berjalan selama ini. Bagi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi PT PLN (Persero)Wilayah Sumatera Utara untuk melihat sejauh mana penerapan yang telah dilakukan dalam memaksimalkan penggunaan sistem informasiakuntansinya hingga pada waktu ke depan, sehingga perusahaan dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

c. Bagi Pembaca

  Sebagai informasi perbandingan didalam observasi dan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan bagi penulis lainnya dalammelakukan penelitian dimasa yang akan datang. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis mempunyai sistematika penulisan yang terdiri dari jadwal survei / observasi dan sistematika penulisan.

1. Jadwal Survei / Observasi

  Survei / observasi ini dilakukan di PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. Tabel 1.1 Jadwal Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat observasi, dan sistematika penulisan.

BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang

  Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah ringkas, struktur organisasi, uraian tugas (job description), jaringanusaha / kegiatan, kinerja usaha terkini, dan rencana usaha PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. BAB III : SISTEM INFORMASI AKTIVA TETAP PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA Dalam bab ini penulis menguraikan tetang pengertian sistem informasi akuntansi, aktiva tetap, metode cara perolehan danpenyusutan aktiva tetap, manajemen aktiva tetap, dan unsur- unsur pengendalian intern aktiva tetap PT PLN (Persero)Wilayah Sumatera Utara.

BAB IV : PENUTUP Merupakan bagian akhir dari penyusunan tugas akhir yang

BAB II PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA A. Sejarah Ringkas Sejarah keberadaan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara berawal

  18 tahun 1972 mengubah bentuk perusahaan menjadi Perusahaan Umum(PERUM) yang isinya mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan UmumListrik Negara dengan hak, wewenang dan tanggung jawab untuk membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik ke seluruhWilayah RI. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas Dengan pembentukan Organisasi baru PT PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara yang terpisah dari PT PLN (Persero)Wilayah II, maka fungsi – fungsi pembangkitan dan penyaluran yang sebelumnya dikelola oleh PT PLN (Persero) Wilayah II berpisah tanggung jawabpengelolaannya ke PLN Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut.

B. Struktur Organisasi

  Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan persorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi melaksanakan serangkaiankegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui saluran tunggal. Setiap perusahaan pasti memiliki struktur organisasi, struktur organisasi sangat penting di dalam perusahaan karena berfungsi sebagai landasan bagiseluruh fungsi yang ada dalam organisasi untuk melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap fungsi.

1. Pembagian tugas secara jelas dapat dibedakan

  General manager langsung memerintah dan memberikan petunjuk-petunjuk kepada kepala bagian untuk diteruskan kepada bawahannya yang sudahditentukan berdasarkan spesialisasi tugas. PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dipimpin oleh seorangGeneral Manager yang membawahi beberapa manajer bagian yang terdiri dari: 1.

C. Uraian Tugas ( job description )

Adapun uraian tugas dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara adalah:

1. General Manager

  Bertanggung jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis; pengelolaanpengusahaan pembangkitan, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai secara efisien, meningkatkan mutudan keandalan serta pelayanan pelanggan; dan memastikan terlaksananya Rincian tugas pokok sebagai berikut : a. Menjamin pengelolaan kegiatan pengusahaan pembangkitan, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutuyang baik dalam upaya peningkatan pelayanan pelanggan.

h. Menetapkan kebijakan strategis penyusunan dan pemantauan manajemen resiko Wilayah Sumatera Utara

i. Mengembangkan dan memelihara kompetensi anggota organisas

  j. Menetapkan Laporan Manajemen Wilayah Sumatera Utara.

2. Manajer Bidang SDM dan Umum

  Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan manajemenSDM berbasis kompetensi, pengembangan organisasi, evaluasi tingkat organisasi unit, perencanaan tenaga kerja, dan anggaran kepegawaian,pengelolaan data dan administrasi kepegawaian serta hubungan industrial. Mengelola evaluasi tingkat organisasi unit pelaksana dan sub unit pelaksana.

i. Menyusun laporan manajemen

3. Manajer Bidang Distribusi

  Bertanggung jawab atas tersusunnya rencana operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi serta penerapan manajemen lingkungan dankeselamatan ketenagalistrikan, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja sehingga dapat mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif,efisien, memenuhi tingkat mutu dan keandalan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Menyusun anggaran biaya operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi beserta sarananya.

i. Menyusun usulan pengembangan, sarana komunikasi dan otomatisasi operasi jaringan distribus

  Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap gangguan jaringan distribusi.k. Menyusun dan mengendalikan operasi / pemeliharaan pembangkit isolated Universi.

4. Manajer Bidang Perencanaan

  Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan kerja, sistem menajemen kinerja, perencanaan investasi, pengembangan aplikasi sisteminformasi, untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran danketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja. Mengembangkan hubungan kerjasama dengan pihak lain dan penyandang dana, baik secara bilateral maupun miltilateral.

i. Menyusun laporan manajemen dan database pada Bidang Perencanaan

5. Manajer Bidang Keuangan

  Bertanggung jawab atas penyelanggaraan keuangan sesuai dengan pronsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak danasuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi yang akurat dan tepat waktu. Menyusun biaya perolehan pokok (BPP) per transaksi dan atau perfungsi.

i. Menyusun laporan rekonsiliasi keuangan

  Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan asset.k. Menyusun dan mengelola manajemen mutu dan menerapkan tata kelola yang baik.n.

6. Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan

  Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari penjualan tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepadakebutuhan pelanggan dan transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan, serta ketersediaan standarpelaksanaan kerja dan tercapainya interaksi kerja yang baik antar unitunit pelaksana. Menyusun ketentuan data induk (DIL) dan data induk saldo (DIS).

i. Menyusun konsep kebijakan sistem informasi pelayanan pelanggan

  PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Bergerak dalam bidang pendistribusian tenaga listrik Membawahi beberapa cabang yang memegangbeberapa rayon dan Ranting. Cipto No 12Medan, ada beberapa cabang dan rayon di Tanjung Pura, Pangkalan Brandan,Brastagi, Tarutung, sibolga, dan akan berencana membuka Cabang Proyek pembangkit Jaringan Di Nias.

1. PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menjalin kerjasama dengan PT. INALUM untuk mengatasi Defisit Produksi Listik

  2. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara pada saat ini telah mampu meminimalisir Pencurian Arus Listrik dengan mengadakan PenertibanPemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

F. Rencana Usaha

  PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara memegang beberapa cabang yang bergerak dalam pendistribusian tenaga listrik. Mencatat dan menghitung susut dengan jujur dan akurat.

BAB II I SISTEM INFORMASI AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA A. Akuntansi Aktiva Tetap

1. Pengertian Aktiva Tetap

  Aktiva tetap biasanyamenyangkut jumlah dana yang sangat besar dan untuk beberapa perusahaan tertentu jumlah aktiva tetap adalah yang terbesar dibandingkan jenis aktivalainnya Aktiva tetap memiliki pengertian yang berbeda-beda tetapi pada prinsipnya pengertian aktiva tetap ini memiliki makna dan tujuan yangsama. Ada beberapa defenisi aktiva tetap yang diungkapkan oleh para ahli, seperti defenisi aktiva tetap menurut Mulyadi (2001 : 591) menyebutkanbahwa aktiva tetap adalah aktiva yang menjadi hak milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan menghasilkan barangdan jasa perusahaan.

b. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode

  Pengertian aktiva tetap dalam akuntansi yaitu semua aktiva berwujud yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk membantu operasiperusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa. Menurut Ikatan AkuntanIndonesia (IAI) dalam Standar Akuntansi Keuangan (2004 : No.

2. Penggolongan Aktiva Tetap

1. Sudut Substansi

  Aktiva berwujud (tangible assets) seperti tanah, gedung, mesin, dan lain-lain. Aktiva tidak berwujud (intangible assets) seperti hak cipta, hak paten, franchise, dan lain-lain.

2. Sudut Disusutkan atau Tidak

  Aktiva tetap yang dapat disusutkan (depreciated plant assets) seperti gedung, mesin, peralatan, dan lain-lain. Aktiva tetap yang tidak dapat disusutkan (undepreciated plant assets) seperti tanah.

3. Berdasarkan Jenis

  Sesuai dengan pengertian yang dikemukakan oleh Ikatan AlumniIndonesia di atas terkait ciri-ciri aktiva tetap, maka seluruh kategori yang Beberapa aktiva tetap yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) WilayahSumatera Utara antara lain: a. Bangunan gedung dan kelengkapan halaman b.

3. Perolehan Aktiva Tetap

1. Pembelian

  Biaya-biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan adalah aktiva tetap itu sendiri ditambah dengan biaya- Dengan begitu aktiva tetap dapat diakui oleh perusahaan pada saat aktiva tetap tersebut diterima sebesar harga perolehannya. Jika perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka dalam aktiva tetap yang bersangkutan dicatat sebesar nilai tunainya.

2. Aktiva Tetap yang Dihadiahkan

Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara dihadiahkan disebut nonreciprocal transfer atau transfer yang tidak memerlukan umpan balik. Aktiva ini wajib dicatat sebesar harga pasar yang wajar atau berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh pihak perusahaan penilai

3. Aktiva yang Dibangun Sendiri

4. Penyusutan Aktiva Tetap

  Dalam perhitungan penyusutan aktiva tetap PT PLN (Persero)Wilayah Sumatera Utara menggunakan metode garis lurus yang diatur dalam SK No.054/DIRJ1988 dan telah dilaksanakan secara konsisten daritahun ke tahun. penyusutan dilakukan pada semua aktiva tetap yang dimiliki perusahaan, kecuali aktiva tetap tanah dan hak atas tanah.

5. Pengeluaran Selama Penggunaan Aktiva Tetap

  Pengeluaran Modal Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : 162) menyatakan“penggunaan setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau kemungkinan besar memberimanfaat ekonomi dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu, produksi, atau peningkatan, standar kinerja, harusditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang bersangkutan”. Pengeluaran Biaya Ikatan Akuntan Indonesia (2004 : 104) mengemukakan bahwa:Pengeluaran untuk perbaikan atau perawatan aktiva tetap untuk menjaga manfaat perekonomian pada masa yang akan datang yangdapat diharapkan perusahaan untuk mempertahankan standar kinerja semula suatu aktiva, biasanya diakui sebagai beban saat terjadi.

6. Penarikan Aktiva Tetap

  Aktiva tetap yang dihentikanpenggunaanya dapat disebabkan aktiva tetap sudah berakhir masa umurnya, aktiva tetap rusak dan tidak dapt dipergunakan lagi oleh perusahaan. Cara penarikan aktiva tetap yang dilakukan oleh PT PLN (Persero)Wilayah Sumatera Utara dilakukan dengan cara dibuang, dijual, dan ditukar dengan aktiva lain.

B. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

C. Pengertian Pengendalian Internal

  Widjajanto (2001 : 41) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah ”Susunan berbagai fomulir, catatan, peralatan, termasuk komputer dan Secara umum, pengendalian internal merupakan bagian dari masing- masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman operasionalperusahaan atau organisasi tertentu. Menurut Mulyadi (2002 : 181), menyatakan bahwa, “Sistem PengendalianInternal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain, yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentangpencapaian tiga golongan tujuan yakni kendala pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi”.

D. Unsur-unsur Pengendalian Intern Aktiva Tetap

Unsur-unsur pengendalian intern aktiva tetap adalah sebagi berikut:

1. Organisasi

  Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang melakukan pemisahan fungsi, berikut diuraikan organisasi sebagai unsurpengendalian intern antara lain: a. Untuk mengawasi aktiva tetap dan pemakaiannya, fungsi yang mencatat semua data yang bersangkutan dengan aktiva tetap harusdipisah dari dungsi pemakai aktiva tetap.

2. Sistem Otorisasi

  Karena investasi dalam aktiva tetap umumnya meliputi jumlah rupiah yang besar dan menyebabkan keterikatan dana dalam jangkawaktu yang lama, maka penggunaan anggaran investasi merupakan sasaran yang baik sebagai alat pengendalian invesatasi dalam aktivatetap. Setiap pemutakhiran data yang dicatat dalam kartu aktiva tetap harus dilakukan oleh fungsiakuntansi, dan harus didasarkan pada dokumen sumber yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang serta dilampiri dokumen pendukung yang sahih.

d. Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (capital

  Kebijakan akuntansi tentang perbedaan pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan harus dinyatakan secara eksplisit dan tertulis untuk menjamin konsistensi perlakuan akuntansiterhadap kedua macam pengeluaran tersebut. Dalam hal ini PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah melakukan seluruh unsur pengendalian intern seperti yang telah dikemukakan di atas.

E. Hubungan Sistem Informasi Akuntansi dengan Pengendalian Internal

  Dalam suatu sistem informasi akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknyasistem informasi akuntansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal, karena informasi yang dihasilkannya akan Selanjutnya karena sistem informasi akuntansi di dalamnya mengandung unsur-unsur pengendalian, maka perusahaan mungkin tidak dapat menjalankanpengendalian-pengendalian yang diterapkannya dengan baik. Jika penyimpangan dan kecurangansudah terjadi otomatis aktiva yang dimiliki perusahaan terancam keselamatannya dan aktivitas yang dilakukan menjadi tidak efektif dan efisien.

1. Struktur Kode Aktiva Tetap

Jika perusahaan memilki berbagai jenis aktiva tetap di berbagai lokasi, untuk memudahkan identifikasi aktiva tetap, diperlukan kode yang mampu Contoh penggunaan kode aktiva tetap disajikan sebagai berikut: X XX XX XX XX XXGolongan aktiva tetapJenis ativa tetapTahun perolehanFungsiLokasi Portability Dalam hal ini PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menggunakan metode di atas dan dapat dilihat pada pemberian kode gudangseperti di bawah ini:Gedung 2 2 03 22101 0Keterangan : 2 gedung, 2 gudang, 3 fungsi, 03 tahun perolehan, 2 Medan, 2 Gedung, lantai 1, kamar 01, 0 Tidak dapat dipindahkan.

2. Catatan Akuntansi

  Register bukti kas keluar Kartu Aktiva Tetap, yatitu catatan akuntansi yang merupakan buku pembantu aktiva tetap yang digunakan untuk mencatat secara rinci segala data yang bersangkutan dengan aktiva tetap tertentu. Jurnal Umum, digunakan untuk mencatat transaksi harga pokok aktiva tetap yang telah dibangun, biaya-biaya untuk pemasangan dan pembongkaran aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan depresiasi aktiva tetap.

h. Faktur dari Pemasok, yaitu dokumen yang merupakan tagihan sari pemassok atas aktiva tetap yang telah dibeli

  i. Bukti Kas Keluar, mmerupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh fungsi akuntansi setelah dokumen surat permintaanotorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima dan diperiksa oleh fungsitersebut.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

  PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara merupakan salah satu BadanUsaha Milik Negara yang bergerak di bidang pembangunan pembangkit jaringan listrik di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Struktur organisasi pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara adalah berbentuk garis lurus staf (line staff organization) yang sesuaidengan kondisi perusahaan tersebut karena adanya General Manager yang langsung memerintah dan memberikan petunjuk-petunjuk kepadakepala bagian untuk diteruskan kepada bawahannya yang sudah ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas.

B. Saran

  Penggolongan aktiva tetap yang tetap dan sistematis akan memudahkan pencatatan dan pengawasan aktiva tetap. Mengingat nilai aktiva tetap yang cukup materil dan merupakan perangkat yang mendominasi jalannya operasi perusahaan sebaiknyapimpinan perusahaan mempertimbangkan kemungkinan mengasuransikan harta kekayaan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

  Sundjaja, Ridwan dan Inge Barlian, 2002, Manajemen Keuangan Dua, Edisi Ketiga, PT Prenhallindo, Jakarta. Fess, 2005, Pengantar Akuntansi,Terjemahan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani, dan Taufik H, 2005, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada..

Gratis

Feedback