Feedback

Kajian Perekonomian Dan Disparitas Antar Wilayah Di Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
KAJIAN PEREKONOMIAN DAN DISPARITAS ANTAR WILAYAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI CHRISTIN VIVIANA SINAGA 050304018 AGRIBISNIS DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Kajian Perekonomian dan Disparitas Antar Wilayah di Provinsi Sumatera Utara Nama : Christin Viviana Sinaga NIM : 050304018 Departemen : Agribisnis Program Studi : Agribisnis Disetujui Oleh Komisi Pembimbing (Ir. Luhut Sihombing, MP) Ketua (Ir. Thomson Sebayang, MP) Anggota Mengetahui, (Ir. Luhut Sihombing MP) Ketua Departemen Universitas Sumatera Utara RINGKASAN CHRISTIN VIVIANA SINAGA (050304018/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi ” KAJIAN PEREKONOMIAN DAN DISPARITAS ANTAR WILAYAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA”. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2009 dan dibimbing oleh Bapak. Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak. Ir. Thomson Sebayang, MT sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Pertumbuhan Ekonomi merupakan indikator utama dalam melihat keberhasilan pembangunan di suatu wilayah. Tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi selain menciptakan pertumbuhan yang setinggi-tingginya, harus pula menghapus dan mengurangi tingkat kemiskinan, ketimpangan pendaptan, dan tingkat pengangguran. Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses kerja dalam mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi)dalam wilayah tersebut. Tolak ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan antarpenduduk, antardaerah dan antarsektor. Pembangunan dalam lingkup daerah secara spasila tidak selalu merata. Kesenjangan antardaerah seringkali menjadi permasalahan serius. Beberapa daerah mencapai pertumbuhan cepat, sementara daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat. Daerah-daerah tersebut tidak mengalami kemajuan yang sama karena sumbersumber yang dimiliki pun berbeda, adanya kecenderungan peranan modal memilih daerah perkotaan atau daerah yang telah memiliki fasilitas seperti sarana perhubungan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan tenaga kerja terampil Universitas Sumatera Utara selain itu ada juga ketimpangan retribusi pembagian APBD dari pemerintah pusat kepada daerah. Oleh karena itu, dengan penelitian ini dapat dilihat sejauh man tingkat pertumbuhan dan ketimpangan ekonomi yang terjadi di Sumatera Utara serta sektorsektor ekonomi yang mampu memberikan sumbangan terhadap pendapatan provinsi. Metode yang digunakan adalah secara sensus yang menjadi objek penelitian adalah meliputi semua kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara sesuai dengan waktu penelitian . Metode analisis yang digunakan adalah Klassen Typology, OneWay anova, Indeks Williammso, Shift-Share dan Regresi Linier Berganda. Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Tingkat perkembangan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara untuk Wilayah Pantai Timur, Wilayah Dataran Tinggi dan Wilayah Pantai Barat dalam kurun waktu tahun 2001-2007 didominasi oleh Wilayah Pantai Timur dan Wilayah Dataran Tinggi sebagai Wilayah Maju. 2) Terdapat perbedaan tingkat pendapatan perkapita antar Wilayah Pantai Timur dan Wilayah Pantai Barat , tidak terdapat perbedaan pendapatan antara Wilayah Dataran Tinggi dan Wilayah Pantai Barat dan tidak terdapat perbedaan pendapatan antara Wilayah Pantai Timur dan Wilayah Dataran Tinggi dalam kurun waktu tahun 2001-2007. 3) Secara serempak terdapat pengaruh pertumbuhan PDRB dan pertumbuhan penduduk terhadap indeks disparitas ekonomi di provinsi Sumatera Utara dan secara parsial hanya pertumbuhan PDRB yang mempengaruhi disparitas. 4) Struktur Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara antar daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara untuk Wilayah Pantai Timur, Wilayah Dataran Tinggi dan Wilayah Pantai Barat : sumbangan terbesar berasal dari Kota Medan dan Deli Serdang, yang memperoleh keuntungan Universitas Sumatera Utara kompetitif terbesar adalah Labuhan Batu sedangkan kabupaten yang kehilangan keunggulan kompetitif terbesar adalah Asahan, sektor ekonomi yang memiliki dampak bauran positif adalah sektor bangunan, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan jasa-jasa. 5) Terdapat Pengaruh Pengeluaran Pemerintah (APBD) terhadap Pendapatan Ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. 6) Tidak terdapat Pengaruh Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah (rAPBD) terhadap Pertumbuhan Pendapatan (rPDRB) di Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP CHRISTIN VIVIANA SINAGA, lahir di Aceh Timur pada tanggal 09 Desember 1986 anak dari Ayah Dj.Sinaga dan Ibu K.br Situmorang. Penulis merupakan anak ke lima dari lima bersaudara. Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut: 1. Tahun 1993 masuk Sekolah Dasar di SD Negeri 1 No.101887 Tanjung Morawa tamat pada tahun 1999 2. Tahun 1999 masuk Sekolah Menengah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Negeri 1 Tanjung Morawa, tamat pada tahun 2002 3. Tahun 2002 masuk Sekolah Menegah Umum di SMU Negeri 1 Tanjung Morawa, tamat pada tahun 2005 4. Tahun 2005 diterima di departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara 5. Bulan Juni – Juli 2009 melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi 6. Bulan Mei 2009 melaksanakan penelitian skripsi di kota Medan Provinsi Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah ” KAJIAN PEREKONOMIAN DAN DISPARITAS ANTAR WILAYAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA.” Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakulta Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak. Ir Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak. Ir. Thomson Sebayang, MT sebagai Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak membantu saya dalam penyempurnaan skripsi ini, Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP selaku Ketua Departemen SEP, FP-USU dan Dr. Ir. Salmiah, MS selaku Sekretaris Departemen SEP, FP-USU., seluruh staf pengajar dan pegawai tata usaha K’Lisbet, K’ Runi dan K’ Yani yang banyak membantu dalam administrasi di Departemen SEP, FP-USU, serta seluruh instansi terkait dengan penelitian ini, atas bantuannya selama penulis mengambil data penelitian. Segala hormat dan terima kasih khusus penulis ucapkan kepada Ayahanda Dj. Sinaga dan Ibunda K. br Situmorang atas doa, kasih sayang dan kesabarannya dalam memberi motivasi dan bimbingan yang tiada henti, tak lupa juga kepada Kakakku Yanti, Lely dan Natalia serta abang Roi, abang iparku, keponakanku tersayang Hanny atas doa dan semangat yang diberikan. Aku akan tetap berusaha agar dapat menjadi apa yang kalian mau karena Semua indah pada waktunya. Universitas Sumatera Utara Terima kasih juga kepada teman-teman seperjuangan saya khususnya Balha, Evha, Maya, Baher dan Bamer yang turut mendukung, membantu dan mendoakan penulis dan teman-teman stambuk 2005 yang lain dan buat seseorang yang telah banyak membantu dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini Love You So Much Honey.terima kasih atas doa-doanya.God Bless Us. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Oktober 2009 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI RINGKASAN.i RIWAYAT HIDUP.ii KATA PENGANTAR.iii DAFTAR ISI.iv DAFTAR TABEL.v DAFTAR LAMPIRAN.vi I. PENDAHULUAN.1 Latar Belakang dan Permasalahan. 1 Identifikasi Masalah. 6 Tujuan Penelitian. 7 Kegunaan Penelitian. 7 II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. 8 2.1. Tinjauan Pustaka. 8 2.2. Landasan Teori. 17 2.3. Hasil Penelitian Terdahulu. 21 2.4. Kerangka Pemikiran. 25 2.5. Hipotesis Penelitian. 26 III. METODE PENELITIAN. 27 Metode Penentuan Daerah Penelitian. 27 Metode Pengumpul Data. 27 Metode Analisis Data. 28 Defenisi dan Batasan Operasional. 34 Universitas Sumatera Utara IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN. 38 Kondisi Geografis Wilayah Sumatera Utara. 38 Kependudukan. 40 Sarana dan Prasarana Daerah. 43 V. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. 44 Tingkat Perkembangan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara (2001-2007) . 44 Analisis Perbedaan Tingkat Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota Wilayah Pantai Timur, Wilayah Dataran Tinggi Dan Wilayah Pantai Barat di Provinsi Sumatera Utara. 53 Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Indeks Disparitas Ekonomi Di Provinsi Sumatera Utara. 65 Analisis Struktur Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. 73 Pengaruh Pengeluaran Pemerintah (APBD) terhadap Perekonomian Daerah di Provinsi Sumatera Utara. 89 Pengaruh Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah (rAPBD) terhadap Pertumbuhan Perekonomian Daerah (rPDRB) di Provinsi Sumatera Utara . 90 VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. 99 Saran.100 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Judul Hal 1. Klassen Typology (Tipologi Klassen).29 2. Sebaran Daerah Penelitian di Daerah Sumatera Utara ( Tahun 2007).40 3. Rasio nilai PDRB dan rasio pertumbuhan PDRB setiap kabupaten/kota di Sumatera Utara.45 4. Kategori Perekonomian Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan Typologi Klassen.47 5. Rata-Rata Nilai PDRB per kapita kabupaten/kota di Wilayah Pantai Timur Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2001-2007). 49 6. Rata-Rata Nilai PDRB per kapita kabupaten/kota di Wilayah Dataran Tinggi Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2001-2007) . 52 7. Rata-Rata Nilai PDRB per kapita kabupaten/kota di Wilayah Pantai Timur Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2001-2007). 55 8. Pertumbuhan PDRB kabupaten di Wilayah Pantai Timur di Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2002-2007). 58 9. Pertumbuhan PDRB kabupaten di Wilayah Dataran Tinggi di Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2002-2007). 60 10. Pertumbuhan PDRB kabupaten di Wilayah Pantai Barat di Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000 (2002-2007). 62 11. Analysis Of Variance PDRB Per Kapita Wilayah Pantai Timur, Wilayah Dataran Tinggi dan Wilayah Pantai Barat.54 12. Indeks Disparitas dengan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2001-2007.65 13. Indeks Disparitas Kabupaten/Kota Wilayah Pantai Timur.66 14. Indeks Disparitas Kabupaten/Kota Wilayah Dataran Tinggi.67 15. Indeks Disparitas Kabupaten/Kota Wilayah Pantai Barat.69 16. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Indeks Disparitas Wilayah di Provinsi Sumatera Utara.71 17. Provincial share per sektor di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara antar Tahun 2001-2007.76 18. Proportional Shift per Sektor di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara antar Tahun 2001-2007.79 19. Differensial Shift per Sektor di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara antar tahun 2001-2007.82 20. Total Change per Sektor di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara antar Tahun 2001-2007.85 21. Rataan Nilai LQ Sektor Basis Ekonomi Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara.87 Universitas Sumatera Utara 22. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah (APBD) terhadap Perekonomian Daerah di Provinsi Sumatera Utara.89 23. Pengaruh Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah (rAPBD) terhadap Pertumbuhan Perekonomian Daerah (rPDRB) di Provinsi Sumatera Utara.91 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Judul No. Lamipran 1. Rata-rata nilai PDRB per kapita kabupaten/kota di Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000.1 2. Pertumbuhan PDRB setiap kaupaten/kota di Sumatera Utara, Atas Harga Konstan 2000.2 3. Analysis Of Variance PDRB Per Kapita Wilayah Pantai Timur, Wilayah Dataran Tinggi dan Wilayah Pantai Barat.3 4. Indeks Disparitas Sumatera Utara tahun 2001(Indeks Wiliammson).4 5. Indeks Disparitas berdasarkan orientasi wilayah di Sumatera Utara tahun 2001(Indeks Wiliammson).5 6. Jumlah dan pertumbuhan penduduk di provinsi Sumatera Utara tahun 2001-2007.6 7. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Indeks Disparitas Wilayah di Provinsi Sumatera Utara.7 8. Shift-share sektor Ekonomi da Sumatera Utara tahun 2001-2007, atas harga konstan 2000.8 9. Location Quentient Sektor Ekonomi di Sumatera Utara tahun 2001-2007.9 10. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah (APBD) terhadap Perekonomian Daerah di Provinsi Sumatera Utara.10 11. Pengaruh Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah (rAPBD) terhadap Pertumbuhan Perekonomian Daerah (rPDRB) di Provinsi Sumatera Utara.11 Universitas Sumatera Utara RINGKASAN CHRISTIN VIVIANA SINAGA (050304018/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi ” KAJIAN PEREKONOMIAN DAN DISPARITAS ANTAR WILAYAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA”. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2009 dan dibimbing oleh Bapak. Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak. Ir. Thomson Sebayang, MT sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Pertumbuhan Ekonomi merupakan indikator utama dalam melihat keberhasilan pembangunan di suatu wilayah. Tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi selain menciptakan pertumbuhan yang setinggi-tingginya, harus pula menghapus dan mengurangi tingkat kemiskinan, ketimpangan pendaptan, dan tingkat pengangguran. Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses kerja dalam mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi)dalam wilayah tersebut. Tolak ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan antarpenduduk, antardaerah dan antarsektor. Pembangunan dalam lingkup daerah secara spasila tidak selalu merata. Kesenjangan antardaerah seringkali menjadi permasalahan serius. Beberapa daerah mencapai pertumbuhan cepat, sementara daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat. Daerah-daerah tersebut tidak mengalami kemajuan yang sama karena sumbersumber yang dimiliki pun berbeda, adanya kecenderungan peranan modal memilih indeks Williamson terbesar dengan rata-rata pada tahun 1985 – 2004 berkisar antara 0,1598 hingga 0,1720. Di Wilayah Barat, indeks Williamson paling kecil ada di Kota Sibolga. Untuk tahun 2004, yang paling timpang adalah Kabupaten Asahan, Kota Medan, Kabupaten Labuhan Batu, dan Deli Serdang. Daerah-daerah di Wilayah Timur memiliki indeks Williamson relatif rendah, yang menggambarkan bahwa ketidakmerataan antar wilayah relatif kecil. Kabupaten Langkat merupakan daerah dengan tingkat ketimpangan terkecil dengan indeks Williamson sebesar 0,1030 pada tahun 2004. Diikuti oleh Kabupaten Deli Serdang dengan indeks Williamson sebesar 0,1044. Secara umum dapat disimpulkan bahwa ketimpangan ekonomi yang terjadi 148 Jurnal Ekonom, Vol. 13, No. 4 Oktober 2010 diantara ke dua wilayah baik barat maupun timur dapat dijelaskan bahwa secara rata-rata di wilayah timur angka ketimpangannya lebih besar secara relatif dibandingkan dengan wilayah barat. 6. Aglomerasi Industri Wilayah di Provinsi Sumatera Utara Perbedaan penyebaran dan konsentrasi industri baik industri sedang maupun besar di Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara dari Tahun 1983-2004 disajikan pada Tabel 2. Tabel 2 : Jumlah Industri Sedang dan Besar di Wilayah Barat dan Wilayah Timur di Provinsi Sumatera Utara 1983-2004 (Unit) No. Wilayah Total Wilayah Barat 698 1 Nias 95 2 Tapanuli Selatatan 369 3 Tapanuli Tengah 196 4 Sibolga 38 Wilayah Timur 15,554 5 Asahan 1,870 6 Deli Serdang 5,226 7 Langkat 833 8 Labuhan Batu 805 9 Tanjung Balai 458 10 Tebing Tinggi 506 11 Medan 5,259 12 Binjai 597 Sumber : Data diolah dari BPS berbagai penerbitan Konsentrasi industri sedang dan besar secara absolut terbanyak jumlahnya di Wilayah Timur dibandingkan dengan Wilayah Barat. Total industri yang berada di Wilayah Timur berjumlah 15.554 unit industri dibandingkan dengan di Wilayah Barat yang hanya berjumlah 698 unit industri. Konsentrasi industri di Wilayah Timur terutama berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Asahan yaitu kabupaten/kota dengan jumlah industri berada di atas 500 unit industri. Tabel 3 : Jumlah Industri, Value Added Industri dan Tenaga Kerja 1994-2004 No. Wilayah Jumlah industri Kab/Kota (unit) 1994-2004 1 Nias 47 2 Tapanuli Selatan 174 3 Tapanuli Tengah 134 4 Sibolga 15 Wilayah Barat 370 5 Deli Serdang 3,402 6 Labuhan Batu 496 7 Asahan 1,219 8 Langkat 467 9 Tanjung Balai 366 10 Tebing Tinggi 264 11 Medan 2,828 12 Binjai 411 Wilayah Timur 9453 Sumber : Data diolah dari BPS berbagai penerbitan VA industri (milyar Rp) 1994-2004 9.91 2,087 396 3 2,495 13,233 8,198 15,768 4,952 868 627 20,951 112 64,708 TK industri (0rang) 1994-2004 1619 23,027 24,920 507 50.073 579,770 134,399 128,564 120,650 24,141 23,881 486,400 16,352 1.514.157 149 Sirojuzilam: Disparitas Ekonomi Wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur Dari tabel 3 dapat dijelaskan bahwa jumlah industri untuk periode 1994-2004 di Wilayah Barat yaitu 370 unit lebih kecil dibandingkan dengan di Wilayah Timur yang berjumlah 9453 unit. Dari nilai tambah yang dihasilkan sudah tentu industri di Wilayah Timur menyumbangkan lebih besar yaitu berjumlah 64,708 milyar rupiah dibandingkan dengan Wilayah Barat hanya 2,495 milyar rupiah. Begitu pula dalam hal penyerapan tenaga kerja di Wilayah Timur menyerap tenaga kerja sebesar 1.514.157 orang sedangkan di Wilayah Barat menyerap tenaga kerja sebesar 50.073 orang. PEMBAHASAN 1. Analisis Regresi terhadap variable penelitian Dari hasil pengolahan data panel untuk ke dua wilayah penelitian baik Wilayah Barat maupun Wilayah Timur, maka di peroleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = -331672,4 + 1,62 PMDN + 17,82 PPEM + 85,62 PALAN + 164,12 POP – 15,37 MURIDSLTA + 525956,0 Ds Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka dari persamaan regresi yang ada dapat diberikan interpretasi sebagai berikut : 2. Analisis Investasi di Wilayah Provinsi Sumatera Utara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dari persamaan regresi diperoleh bahwa koefisien regresi sebesar 1.614606 dengan nilai thitung sebesar 1.156733 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.2481 (α = 5 %) dan nilai ttabel sebesar 2,101 (thitung < ttabel ). Hal ini berarti variabel Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tidak signifikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Walaupun studi yang dilakukan oleh Fleischer dan Chen (1996) tentang gap diantara wilayah pantai dan bukan wilayah pantai di China menunjukkan bahwa disparitas tersebut disebabkan oleh masalah kurangnya investasi baik fisik maupun manusia dan investasi asing serta infrastruktur. 3. Analisis Pengeluaran Pemerintah Wilayah di Provinsi Sumatera Utara Variabel Pengeluaran Pemerintah (PPEM) memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari persamaan regresi diperoleh bahwa koefisien regresi sebesar 17,81872 dengan nilai thitung 150 sebesar 30,26920 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.0000 (α = 5 %) dan nilai ttabel sebesar 2,101 ( thitung > ttabel ). Hal ini berarti variabel Pengeluaran Pemerintah (PPEM) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Pengeluaran pemeritah Provinsi Sumatera Utara dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Pengeluaran pembangunan pada tahun 2001 secara sektoral terdiri dari 21 sektor yaitu : sektor industri, pertanian, dan kehutanan, sumber daya air dan irigasi, tenaga kerja, perdagangan hingga subsidi pembangunan kepada daerah bawahan. 4. Analisis Panjang Jalan di Wilayah Provinsi Sumatera Utara . Dari persamaan regresi diperoleh bahwa koefisien regresi sebesar 85,61999 dengan nilai thitung sebesar 1,249990 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.2121 (α = 5 %) dan nilai ttabel sebesar 2,101 ( thitung < ttabel ). Hal ini berarti variabel Panjang Jalan (PALAN) membrikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Kondisi lain yang menjadi perhatian utama adalah sarana transportasi terutama panjang jalan yang ada di setiap wilayah baik di Wilayah Barat maupun di Wilayah Timur seperti dapat digambarkan pada tabel berikut ini. Tabel 4 : Panjang Jalan di Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara 1983-2004 (Km) 1983-2004 No. Wilayah Total % Wilayah Barat 124,724.61 24,53 1 Nias 2 Tapanuli Selatatan 3 Tapanuli Tengah 4 Sibolga Wilayah Timur 218,624.55 43,00 5 Asahan 6 Deli Serdang 7 Langkat 8 Labuhan Batu 9 Tanjung Balai 10 Tebing Tinggi 11 Medan 12 Binjai Sumatera Utara 508,317.65 100,00 Sumber : BPS Sumateta Utara dari berbagai penerbitan Dari total panjang jalan di Provinsi Sumatera Utara, sekitar 43 % berada di Wilayah Timur sedangan di Wilayah Barat hanya sepanjang 24,53 % dan sisanya berada di Wilayah Dataran Tinggi yaitu 32,47 %. Kurang berpengaruhnya panjang jalan secara signifikan dapat disebabkan oleh sebahagian besar dari panjang jalan yang ada Jurnal Ekonom, Vol. 13, No. 4 Oktober 2010 di berbagai daerah baik di Wilayah Barat maupun di Wilayah Timur berada dalam kondisi buruk dan buruk sekali, sehingga menghambat kelancaan mobilitas baik barang maupun orang. 5. Analisis Jumlah Murid SLTA Wilayah di Provinsi Sumatera Utara Variabel Jumlah Murid SLTA (MURIDSLTA) tidak memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan tidak signifikan. Dari persamaan regresi diperoleh bahwa koefisien regresi sebesar 15,36945 dengan nilai thitung sebesar 1,465539 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.1436 (α = 5 %) dan nilai ttabel sebesar 2,101 ( thitung < ttabel ). Hal ini berarti variabel Jumlah Murid SLTA (MURIDSLTA) memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Pengalaman di negara maju dengan menggunakan asumsi yang digunakan oleh teori tersebut tidak selalu benar. Studi yang dilakukan oleh Blau dan Duncan (1967) di Amerika Serikat, Blaug (1974) di Inggeris dan Cummings (1980) di Indonesia, menunjukkan bahwa pendidikan formal memberikan peranan yang relatif kecil terhadap status pekerjaan dan penghasilan. Hal ini sejalan pula dengan asumsi yang harus dipenuhi bahwa lapangan kerja di sektor moderen masih sangat terbatas jumlahnya, sehingga jumlah tenaga kerja terdidik yang relatif besar tidak dapat tertampung oleh lapangan kerja yang ada. Kemudan lulusan pendidikan belum siap bekerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Tidak signifikannya jumlah murid SLTA yang menamatkan studinya adalah bahwa ada dampak dari teori spread effect dan backwash effect. Artinya ada pergerakan besar atau keluarnya orang-orang yang memiliki kualitas baik (brain drain) dari wilayah yang kurang berkembang ke wilayah yang lebih maju, sehingga dengan demikian akan berdampak buruk terhadap daerah yang 3991792 2745400 1202464 691440 2207476 6846780 ΣPDRB Dataran Tinggi 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 20702523 PDRB SU,i 35807.65 2039.25 41192.51 1879.86 9400.43 54512.05 30340.31 14339.08 9725.73 15651.98 70057.1 ΣPDRB SU 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 PDRB Dataran Tinggi ,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.476461 0.192817 0.330722 PDRB Dataran Tinggi,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.224939 0.342438 0.44009 LQ 2.118176 0.56307 0.751486 2007 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Dataran Tinggi ,i 10943947 64679.26 3316341 184398.2 916991.9 4482411 3108812 1306983 806107.4 2581419 7803322 ΣPDRB Dataran Tinggi 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 23229680 PDRB SU,i 41010.15 2404.92 45531.18 1897.56 10548.46 60382.12 34846.21 16363.68 11587.85 17629.72 80427.46 ΣPDRB SU 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 PDRB Dataran Tinggi ,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.471119 0.192961 0.33592 PDRB Dataran Tinggi,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.225554 0.332099 0.442347 LQ 2.088721 0.581033 0.759404 Universitas Sumatera Utara 2008 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Dataran Tinggi ,i 12115792 73668.46 3644148 202332.2 1016625 4936773 3531865 1433969 917412.7 2986173 8869420 ΣPDRB Dataran Tinggi 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 25921986 PDRB SU,i 48871.76 2980.89 51640.68 2037.31 12762.99 69421.87 41281.12 18568.82 14409.71 21342.41 95602.06 ΣPDRB SU 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 PDRB Dataran Tinggi ,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.467394 0.190447 0.342158 PDRB Dataran Tinggi,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.228446 0.324505 0.446881 LQ 2.045977 0.586886 0.765658 2009 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Dataran Tinggi ,i 13309730 82660.46 3906058 221340.8 1125090 5335149 3938685 1546374 1036535 3340809 9862403 ΣPDRB Dataran Tinggi 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 28507282 PDRB SU,i 54431.19 3329.57 55050.58 2324.64 14901.55 75606.34 44941.66 21040.75 15728.68 24704.99 106416.1 ΣPDRB SU 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 PDRB Dataran Tinggi ,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.466889 PDRB Dataran Tinggi,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.230296 0.18715 0.319887 0.345961 0.450241 LQ 2.027346 0.585052 0.76839 Universitas Sumatera Utara 2010 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Dataran Tinggi ,i 15111514 93773.91 4278708 245470 1251976 5869928 4544059 1708516 1186912 3845460 11284946 ΣPDRB Dataran Tinggi 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 32266388 PDRB SU,i 63181.84 3789.75 63293.45 2609.89 17519.79 87212.88 52384.32 24907.45 18203.83 29809.88 125305.5 ΣPDRB SU 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 PDRB Dataran Tinggi ,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.468336 0.181921 0.349743 PDRB Dataran Tinggi,I / ΣPDRB Dataran Tinggi 0.229169 0.316332 0.454499 LQ 2.043631 0.575094 0.769513 Locational Quotient Di Wilayah Pantai Selatan 2006 – 2010 2006 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Pantai Selatan ,i 2524585.18 79661.51333 4397496.04 82766.57 279092.9767 4839017.1 1926892.62 375388.8867 207695.0167 513355.59 3023332.113 ΣPDRB Pantai Selatan 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 10386934.39 PDRB SU,i 35807.65 2039.25 41192.51 1879.86 9400.43 54512.05 30340.31 14339.08 9725.73 15651.98 70057.1 ΣPDRB SU 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 159188 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.243053926 0.185511196 0.291070685 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.224939451 LQ 1.08053 0.342438294 0.541736 0.440090472 0.661388 Universitas Sumatera Utara 2007 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Pantai Selatan ,i 7047853.66 257955.63 9387608.52 186124.65 817444 10649132.8 4038871.55 1013815 490119.27 1534995.11 7077800.93 ΣPDRB Pantai Selatan 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 24774787.39 PDRB SU,i 41010.15 2404.92 45531.18 1897.56 10548.46 60382.12 34846.21 16363.68 11587.85 17629.72 80427.46 ΣPDRB SU 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 181819.7 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.284477 0.429838 0.285686 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.225554 0.332099 0.442347 LQ 1.261237 1.294306 0.64584 2008 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Pantai Selatan ,i 8319931.42 295074.56 10750885.04 207538.89 940931.76 12194430.25 4663532.92 1149846.15 554613.43 1732621.15 8100613.65 ΣPDRB Pantai Selatan 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 28614975.32 PDRB SU,i 48871.76 2980.89 51640.68 2037.31 12762.99 69421.87 41281.12 18568.82 14409.71 21342.41 95602.06 ΣPDRB SU 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 213931.7 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.29075445 0.42615554 0.28309001 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.228445621 LQ 1.272751 0.32450483 1.313249 0.446881224 0.633479 Universitas Sumatera Utara 2009 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Pantai Selatan ,i 5716444.66 208363.38 6635653.47 203973.92 840672.83 7888663.6 3318063.49 971250.31 512352.71 1453270.56 6254937.07 ΣPDRB Pantai Selatan 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 19860045.33 PDRB SU,i 54431.19 3329.57 55050.58 2324.64 14901.55 75606.34 44941.66 21040.75 15728.68 24704.99 106416.1 ΣPDRB SU 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 236353.6 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.287836436 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.230295563 LQ 1.249857 0.167072302 0.319886533 0.522286 0.314950795 0.450240957 0.699516 2010 Pertanian Pertambangan dan galian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas Bangunan mabufaktur Perdagangan, Hotel, Restoran Pengangkutan &Komunikasi Keuangan, Persewaan&Jasa Perusahaan Jasa Jasa Jasa Jasa PDRB Pantai Selatan ,i 6459254.04 249610.63 7547504.31 230755.52 973511.35 9001381.81 3833738.4 1089201.29 586619.76 1729542.84 7239102.29 ΣPDRB Pantai Selatan 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 22699738.14 PDRB SU,i 63181.84 3789.75 63293.45 2609.89 17519.79 87212.88 52384.32 24907.45 18203.83 29809.88 125305.5 ΣPDRB SU 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 275700.2 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.284551919 PDRB Pantai Selatan,I / ΣPDRB Pantai Selatan 0.229168632 LQ 1.24167 0.168889102 0.316332294 0.533898 0.318906863 0.454499037 0.701667 Universitas Sumatera Utara
Kajian Perekonomian Dan Disparitas Antar Wilayah Di Provinsi Sumatera Utara Defenisi : Defenisi dan Batasan Operasional Differensial Shift per sektor di daerah kabupatenkota di Sumatera Utara Hasil Penelitian 5.1. Tingkat Perkembangan Ekonomi KabupatenKota Di Provinsi Sumatera Utara 0.97 Hasil Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN Hipotesis Penelitian TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN Identifikasi Masalah Tujuan Penelitian Kerangka Pemikiran TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Konsep Disparitas Tinjauan Pustaka 1. Konsep Pertumbuhan Ekonomi Landasan Teori TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN Latar Belakang dan Permasalahan Metode Penentuan Daerah Penelitian Metode Pengumpulan Data Metode Analisa Data Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Penduduk Tinjauan Pustaka 1. Konsep Pertumbuhan Ekonomi Pengaruh Pengeluaran Pemerintah APBD terhadap Perekonomian Daerah di Provinsi Sumatera Utara Proportional Shift per sektor di daerah kabupatenkota di Sumatera Utara Provincial share per sektor di daerah kabupatenkota di Sumatera Utara Sektor Basis Ekonomi Daerah Struktur Ekonomi Tinjauan Pustaka 1. Konsep Pertumbuhan Ekonomi Topografis Iklim Batas Administrasi Total Change per sektor di daerah kabupatenkota di Sumatera Utara
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kajian Perekonomian Dan Disparitas Antar Wilayah Di Provinsi Sumatera Utara

Gratis