Hubungan antara Self-efficacy dengan Self-regulated Learning pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara

Gratis

10
85
124
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA

HUBUNGAN ANTARA

SELF-EFFICACY DENGAN SELF- REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA FAKULTASPSIKOLOGI USU Oleh TIS’A MUHARRANI 061301015 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARAGENAP, 2011/2012

LEMBAR PERNYATAAN

  Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul: Hubungan antara Self-efficacy dengan Self-regulated Learning pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara adalah hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun. Tiada kata yang indah untuk bersyukur kecuali ucapan Hamdallah, segalaRasulullah SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana jenjang strata satu (S-1) di FakultasPsikologi Universitas Sumatera Utara dengan judul: Hubungan antara Self- efficacy dan Self-regulated Learning pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

  Mereka juga menyadari kemampuan dan keterbatasan merekamelalui strategi dan tujuan yang mereka buat secara personal, mengubah strategi belajar mereka, memantau tindakan yang mereka lakukan sesuai dengan tujuanyang ingin dicapai, dan merefleksikan diri berdasarkan keefektifan perkembangan belajar mereka (Pintrich & DeGroot, 1990; Winne, 1995; Zimmerman, 2002dalam Lee, Hamman, dan Lee, 2007). Secara ringkas, hubungan antara self-efficacy dan self-regulated learning menunjukkan bahwa individu dengan self-efficacy rendah tidak menggunakan strategi self-regulatedIndividu dengan self-effficacy yang tinggi untuk suatu topik tertentu percaya pada kemampuan sendiri untuk menyelesaikan tugas, menemukanjawaban yang benar, mencapai tujuan, dan sering mengungguli teman-temannya.

D. MANFAAT PENELITIAN

  Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi di bidang psikologi khususnya psikologi pendidikan, terutama mengenai self-regulateddengan self-efficacy yang dimiliki oleh individu tersebut. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat dan masukan kepada individu khususnya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utarauntuk meningkatkan self-efficacy dan self-regulated learning mereka.

E. SISTEMATIKA PENULISAN

  Teori yang terdapat dalam bab ini adalah terori mengenai self- efficacy, teori self-regulated learning, teori mahasiswa, dan hubungan antara self- hipotesa penelitian. Bab IV: Analisa Data dan Pembahasan Bab ini akan menjelaskan tentang gambaran subjek penelitian, laporan hasil penelitian yang meliputi kategorisasi data penelitian, hasil uji asumsimeliputi uji normalitas dan linieritas, hasil utama penelitian, dan pembahasan.

BAB II LANDASAN TEORI A. SELF-EFFICACY

  Self-efficacy mengacu pada persepsi tentang kemampuan individu untuk mengorganisasi danmengimplementasi tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu (Bandura,1986,) Baron dan Byrne (2000) mengemukakan bahwa self-efficacy merupakan penilaian individu terhadap kemampuan atau kompetensinya untuk melakukansuatu tugas, mencapai suatu tujuan, dan menghasilkan sesuatu. Self-efficacy menunjukkan bahwatindakan yang dilakukan individu akan memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan individu.

3. Sumber-Sumber Self-efficacy

  Pengamatan individu terhadap kegagalan yang dialami individu lain meskipun telah melakukan Persuasi verbalPersuasi verbal dipergunakan untuk meyakinkan individu bahwa individu memiliki kemampuan yang memungkinkan individu untuk meraih apa yangdiinginkan. Gejolak emosi dan keadaanfisiologis yang dialami individu memberikan suatu isyarat terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan sehingga situasi yang menekan cenderung dihindari.

4. Proses-proses Self-efficacy

  Asumsi yang timbulpada aspek kognitif ini adalah semakin efektif kemampuan individu dalam analisis dan dalam berlatih mengungkapkan ide-ide atau gagasan-gagasan pribadi,maka akan mendukung individu bertindak dengan tepat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Terdapat beberapa macam motivasi kognitif Self-efficacy mempengaruhi atribusi penyebab, dimana individu yang memiliki self-efficacy akademik yang tinggi menilai kegagalannya dalam individu dengan self-efficacy yang rendah menilai kegagalannya disebabkan olehkurangnya kemampuan.

B. SELF-REGULATED LEARNING

Self-Regulated Learning

1. Pengertian

  Selain ituSchunk & Zimmermann (1998) menegaskan bahwa peserta didik yang bisa dikatakan sebagai self-regulated learners adalah yang secara metekognisi,motivasional dan behavioral aktif ikut serta dalam proses belajar. Peserta didik dengan sendirinya memulai usaha belajar secara langsung untuk memperolehpengetahuan dan keahlian yang diinginkan tanpa bergantung pada guru, orang tua, dan orang lain.

2. Perkembangan Self-Regulated Learning

  Berkembangnya kompetensi self-regulated learning dimulai dari pengaruh sumber sosial yang berkaitan dengan kemampuan akademik dan kemudian berkembang secara bertahap dimana awalnya dipengaruhi oleh lingkungan dan akhirnya dipengaruhi oleh diri sendiri. Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang (intrinsic)cenderung akan lebih memberikan hasil positif dalam proses belajar dan meraih prestasi yang baik.

C. MAHASISWA

  Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara adalah mereka yang terdaftar dan belajar di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Mampu melakukan hubungan yang konstruktif supaya memiliki ketrampilan dan menjaga hubungan interpersonal dan mengkomunikasikanapa yang dimiliki.

2. Usia 21 atau 22 tahun sampai 24 atau 25 tahun

  Masa remaja adalah waktu meningkatnya perbedaan di antara anak muda mayoritas, yang diarahkan untuk mengisi masa dewasa dan menjadikannyaproduktif, dan minoritas (sekitar satu dari lima) yang akan berhadapan dengan masalah besar (Offer, 1987; Offer & Schonert-Reichl, 1992 dalam Papalia, Old, &Feldman, 2008). Tetapi banyak yang kekurangan waktu dapat dan benar-benar berhasil dalam studi,sedangkan banyak yang tampak memiliki banyak waktu luang justru tidak terlalu Berdasarkan definisi yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa mahasiswa merupakan peserta didik yang terdaftar dan belajarsampai 24 atau 25 tahun.

D. HUBUNGAN ANTARA SELF- EFFICACY DENGAN SELF-

REGULATED LEARNING

  Menurut Zimmerman (1986, 1990 dalam Lee, Hamman, dan Lee, 2007), self-regulated learners secara tipikal memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, dan mereka juga secara metakognitif dan behavioral terlibat aktif dalam proses Zimmerman mengajukan sebuah skema konseptual mengenai academic self-regulation yang meliputi enam kunci proses belajar (Schunk, 2000; Zimmerman, 1994, 1998b, 2002 dalam Lee, Hamman, dan Lee, 2007). Zimmerman dan Martinez-Pons (1990) meneliti bagaimana self-efficacy matematika dan verbal berkaitan dengan strategi self-regulated learning antarasiswa yang berprestasi normal dan siswa berbakat kelas 5, 8 dan 11.

E. HIPOTESA PENELITIAN

Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara self-efficacy dengan self-regulated learning pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, yaitu semakin tinggi self-efficacy mahasiswa maka self-regulated learning yang

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan salah satu elemen penting dalam suatu

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional kuantitatif, dimana penelitian korelasional menurut Azwar (2000)bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel. Dalam penelitian jenis ini, data yang dikumpulkan hanya untuk memverifikasi dan menggambarkan ada tidaknya hubungan antar variabel yangditeliti, namun tidak dapat menerangkan sebab-sebab hubungan tersebut (Hadi, 2000).

A. Identifikasi Variabel Penelitian

  Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Bebas (Independent Variabel) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah self-efficacy.

2. Variabel Tergantung (Dependent Variabel) Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah self-regulated learning

B. Definisi Operasional 1

  Self-efficacy diungkap dengan skala self-efficacy yang disusun berdasarkandimensi-dimensi self-efficacy menurut Bandura (1997), yaitu tingkat kesukaran (level), penguasaan materi (generality), dan kekuatan (strength). Semakin tinggi skor skala yang diperoleh akan menunjukkan bahwa subjek memiliki self-efficacyyang tinggi dan sebaliknya semakin rendah skor skala yang diperoleh akan menunjukkan bahwa subjek memiliki self-efficacy yang rendah.

2. Self-regulated Learning

  Dalam penelitian ini, self-regulated learning akan diukur dengan menggunakan skala yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan empat belas strategi self-regulatedlearning dari Zimmerman dan Martinez-Pons tersebut. Semakin tinggi skor skala yang diperoleh akan menunjukkan bahwa subjekmemiliki self-regulated learning yang tinggi dan sebaliknya semakin rendah skor skala yang diperoleh akan menunjukkan bahwa subjek memiliki self-regulated learning yangrendah.

C. Populasi, Sampel, dan Metode Pengambilan Sampel

  Populasi Menurut Hadi (2000), populasi adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki dan mempunyai minimal satu sifat yang sama atau ciri-ciri yang samadan untuk siapa kenyataan yang diperoleh dari subjek penelitian hendak digeneralisasikan. Sampeldalam penelitian ini berjumlah 90 orang yang terdiri dari 30 mahasiswa angkatan 2008, 30 mahasiswa angkatan 2009, dan 30 mahasiswa angkatan 2010.

3. Metode Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel random sederhana

Pengambilan sampel secara random sederhana dilakukan dengan undian, yaitu mengundi nama-nama subjek dalam populasi (Azwar, 1997).

D. Alat Ukur yang Digunakan

  Metode skala digunakan karena datayang ingin diukur berupa konstruk atau konsep psikologis yang dapat diungkap secara tidak langsung melalui indikator-indikator perilaku yang diterjemahkandalam bentuk aitem-aitem pernyataan (Azwar, 2000). Pertimbangan penggunaan skala dalam pengukuran self-efficacy dan self- regulated learning adalah sebagai berikut : 1.

2. Apa yang dinyatakan subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya

  Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-efficacy dan skala self-regulated learning. Respon dari item favorable akan memiliki bobot nilai 5 untuk respon SS(sangat sesuai), 4 untuk respon S (sesuai), 3 untuk respon R (ragu-ragu), 2 untuk respon TS (tidak sesuai), dan 1 untuk respon STS (sangat tidak sesuai).

1. Skala Self-efficacy

  Siswa yang memiliki self-efficacy yang tinggi akanmemiliki keyakinan yang mantap sehingga pantang menyerah dan ulet dalam meningkatkan usahanya dan berani menghadapi rintangan. Validitas alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi yaitu validitas yang menunjukkan sejauh mana aitem dalam skala mencakupkeseluruhan isi yang hendak diungkap oleh tes tersebut.

E. Validitas, Uji Daya Beda, dan Reliabilitas Alat Ukur

1. Validitas Alat Ukur

  Validitas isi dalam penelitian ini adalah menyajikan aitem-aitem dengan menggunakan kertas putih bersih dengan ukuran dan bentuk yang mudah untukdilihat serta menggunakan warna yang menarik. Validitas logik dapat dinilai berdasarkan blue print yang telah dibuat dan telah sesuai dengan kawasan ukuryaitu aspek-aspek dari self-efficacy dan self-regulated learning.

2. Uji Daya Beda

  Prinsip kerja yang dijadikan dasar untuk melakukan seleksi aitem dalam hal ini adalah memilih aitem-aitem yang fungsi ukurnya selaras atau sesuai Pengujian daya beda aitem menghendaki dilakukannya komputasi korelasi antara distribusi skor aitem dengan suatu kriteria yang relevan, yaitu distribusitotal (r it ) yang dikenal dengan sebutan parameter daya beda aitem. Semakin tinggi koefisien korelasi positif antara skor aitem dengan skor skala berarti semakin tinggi konsistensi antara aitemtersebut dengan skala secara keseluruhan yang berarti semakin tinggi daya bedanya.

3. Reliabilitas Alat Ukur

  Pengukuran yang tidak reliabel akan menghasilkan skor yang tidak dapat dipercaya karena perbedaan skor yang terjadi diantara individu lebih ditentukanoleh faktor error (kesalahan) daripada faktor perbedaan yang sesungguhnya. Teknik ini merupakan teknik yang sesuaiuntuk memeriksa konsistensi internal dalam sebuah tes karena koefisien konsistensi internal adalah indeks homogenitas isi dan kualitas setiap butirpertanyaan/pernyataan.

F. Hasil Uji Coba Alat Ukur

  Berdasarkan hasil uji coba sebanyak 22 aitem skala self-efficacy diperoleh 15 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total yang memenuhi syarat Pada skala di atas akan dilakukan perubahan tata letak urutan nomor aitem-aitem. Hal ini dilakukan karena aitem yang gugur dan tidak terpilih, tidakdigunakan dalam penelitian dapat dilihat pada tabel 4.

2. Skala Self-regulated Learning

  Mengatur dan mengubah materi pelajaran2, 29 9, 14 4 7,14 % Berdasarkan hasil uji coba sebanyak 56 aitem skala self-regulated learning diperoleh 45 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total yang memenuhi Pada skala di atas akan dilakukan perubahan tata letak urutan nomor aitem-aitem. Hal ini dilakukan karena aitem yang gugur dan tidak terpilih, tidakdigunakan dalam penelitian dapat dilihat pada tabel 6.

G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Sebelum dilaksanakan penelitian di lapangan maka peneliti perlu melakukan beberapa prosedur, yaitu: tahap persiapan penelitian, tahappelaksanaan penelitian, dan tahap pengolahan data.

1. Tahap Persiapan Penelitian a

  Uji coba yang akan diberikan kepada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara tersebutmemberi respon pada alat ukur berupa skala self-efficacy dan skala self-regulated learning, peneliti terlebih dahulu meminta kesediaan subjek untuk mengisi skala. Skala self-regulated learning diperoleh 45 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total yang memenuhi syarat untuk dapat digunakan dalam penelitian (r it ≥ 0.30 ).

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

3. Tahap Pengolahan Data

  Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan menyebarkan skala kepada 90 orang mahasiswa yang terdiri dari 30mahasiswa angkatan 2008, 30 mahasiswa angkatan 2009, dan 30 mahasiswa angkatan 2010. Skala self-efficacy dan skala self-regulated learning yang telah disebar ke seluruh subjek penelitian kembali ke tangan peneliti seluruhnya dalam keadaanlengkap.

H. Metode Analisa Data

  Data yang diperoleh dalam penelitian akan dianalisis dengan uji korelasi yang digunakan untuk menguji hipotesis, yaitu untuk menguji hubungan antara self-efficacy dengan self-regulated learning. Namun, sebelum menguji hipotesis dengan menggunakan statistikaparametrik, maka dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas dan uji linearitas(Hadi, 2000).

1. Uji Normalitas

  Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa data semua variabel yang berupa skor-skor yangdiperoleh dari hasil penelitian tersebar sesuai dengan kaidah normal. Kolmogorov-Smirnov adalah suatu uji yang memperhatikan tingkat kesesuaian antara distribusi serangkaian harga sampel (skor yang diobservasi) dengan suatudistribusi teoritis tertentu.

2. Uji Linearitas Hubungan

  Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data penelitian, yaitu variabel self-efficacy dengan self-regulated learning memilikihubungan linear. Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui linear atau tidaknya hubungan antara variabelbebas dengan variabel tergantung adalah jika p < 0,05 maka hubungannya antara variabel bebas dengan variabel tergantung dinyatakan linear, sebaliknya jika p >0,05 berarti hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung dinyatakan tidak linear (Hadi, 2000).

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan analisa data dan pembahasan yang diawali pembahasan. A. Analisa Data

  Subjek penelitian adalah 90 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari 30mahasiswa angkatan 2008, 30 mahasiswa angkatan 2009, dan 30 mahasiswa angkatan 2010. Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Angkatan Angkatan Jumlah (N) Persentase (%) 2008 30 33,33 %2009 30 33,33 %2010 30 33,33 % Total 90 100 Berdasarkan data pada tabel 8, diketahui bahwa jumlah subjek angkatan 2008 sebanyak 30 orang (33,33 %), jumlah subjek angkatan 2009 sebanyak 30 orang(33,33 %), dan jumlah subjek angkatan 2010 sebanyak 30 orang (33,33 %).

2. Hasil Penelitian

a. Uji Asumsi Penelitian

  Sebelum analisis data dilakukan, ada beberapa syarat yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu uji asumsi normalitas sebaran pada kedua variabel penelitian, Uji NormalitasUji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data penelitian telah menyebar secara normal. Normalitas Sebaran Variabel Self-efficacy dan Variabel Self-regulated Learning Variabel Z p KeteranganSelf-efficacy 0,938 0,342 Normal Self-regulated learning 0,755 0,619 Normal Kaidah normal yang digunakan untuk uji normalitas adalah jika p≥ 0,05 maka data penelitian terdistribusi normal, sebaliknya jika nilai p ≤ 0,05 makadata penelitian tidak terdistribusi normal.

b. Hasil Analisa Data

  Kategorisasi Data Self-efficacy Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase Self- 55 Tinggi 68 75,55%≤ X efficacy 35 Sedang 22 24,44%≤ X < 55 X < 35 Rendah 0%Berdasarkan kriteria kategorisasi pada tabel 14 menunjukkan bahwa sebanyak 68 orang (75,55%) termasuk dalam kategori self-efficacy yang tinggi, 22orang (24,44%) termasuk dalam kategori self-efficacy sedang, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah yang berarti self-efficacy mahasiswa rendah. Kategorisasi Data Self-regulated Learning Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase Self- 225 Tinggi 0% ≤ X regulated 45 Sedang 90 100%≤ X < 225 learning X < 45 Rendah 0%Berdasarkan kriteria kategorisasi pada tabel 15 menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang termasuk dalam kategori self-regulated learning yang tinggi, 90 orang (100%) termasuk dalam kategori self-regulated learning sedang, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah.

B. Pembahasan

  Hal ini menunjukkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan self-regulated Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Pajares & Schunk (2001) yang menyatakan bahwa individu dengan self-effficacy yang tinggi untuk suatutopik tertentu percaya pada kemampuan sendiri untuk menyelesaikan tugas, menemukan jawaban yang benar, mencapai tujuan, dan sering mengungguliteman-temannya. Hasil dalam penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukanZimmerman dan Martinez-Pons (1990) yang menunjukkan bahwa self-efficacy dan self-regulated learning sangat berkorelasi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dan saran-saran sehubungan

A. Kesimpulan

  dijabarkan kesimpulan dari penelitian ini dan pada bagian akhir akan dikemukakan saran-saran baik yang bersifat praktis maupun metodologis yangmungkin dapat berguna bagi penelitian yang akan datang dengan topik yang sama. Dari hasil penelitian, ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan self-regulated learning pada mahasiswa Fakultas Psikologi USU(r=0.430 dan p=0.000).

5. Terdapat 68 orang (75,55%) yang memiliki self-efficacy tinggi, 22 orang

  (24,44%) yang memiliki self-efficacy sedang, dan tidak ada yang berada pada kategori rendah. Tidak ada mahasiswa yang memiliki self-regulated learning tinggi, 90 orang (100%) yang memiliki self-regulated learning sedang, dan tidak adayang berada pada kategori rendah.

B. Saran

1. Saran Metodologis a

  Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti topik yang sama diharapkan dapat mengontrol faktor-faktor lain yang diperkirakan dapatmempengaruhi self-regulated learning selain self-efficacy, seperti motivasi dan tujuan (goals). Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan kajian sejenis, hendaknya data self-efficacy dengan self-regulated learning diperoleh melaluipenggunaan suatu teknik yang dapat menggali lebih dalam selain penggunaan skala yang telah disusun sebelumya.

2. Saran Praktis a

  Menurut Schunk dan Zimmerman (1998) kemampuan self regulated learning dapat diperoleh dari modelling,pengajaran secara verbal, petunjuk fisik (physical guidance), corrective feedback, pengawasan dan monitor dari orang dewasa, dan pengajaran teman sebaya (peer teaching). 2)Bagi para mahasiswa yang masih memiliki self regulated learning yang sedang diharapkan dapat meningkatkan self regulated learning-nya dengan meningkatkan juga self-efficacy yang dimilikinya karena dengan meningkatkan self-efficacy, individu juga dipastikan akanmeningkat self-regulated learning-nya.

LEMBAR IDENTITAS

  Nama :NIM :Usia :Jenis Kelamin :Fakultas :Semester :Angkatan : a. 2008 b.

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011/2012

  Untuk itu, saya memerlukan sejumlah data yang hanya akan saya peroleh dengan adanya kerjasama dan kesediaan Anda dalam mengisi skala ini. Setiap orang dapat mempunyai jawaban yang berbeda, karena itu pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda dengan sejujur-jujurnya tanpa mendiskusikan dengan orang lain .

PETUNJUK PENGISIAN

  Anda diminta untuk memilih salah satu pilihan yang tersedia disebelah kanan pernyataan berdasarkan keadaan diri Anda yang sesungguhnya. Alternatif jawaban yang tersedia terdiri dari 5 pilihan, yaitu: STS : bila Anda merasa Sangat Tidak Sesuai dengan pernyataaan tsb TS : bila Anda merasa Tidak Sesuai dengan pernyataan tsb : bila Anda merasa Ragu-Ragu dengan pernyataan tsb RS : bila Anda merasa Sesuai dengan pernyataan tsb SS : bila Anda merasa Sangat Sesuai dengan pernyataan tsb Berikan tanda X (silang) pada kolom jawaban yang Anda anggap paling sesuai.

1 Menurut saya, kemampuan saya dalam

  X belajar sudah baik. Jika Anda ingin mengganti jawaban Anda, berikan tanda = pada jawaban yang salah dan berikan tanda silang pada kolom jawaban yang Anda anggap palingsesuai.

1 Saya adalah orang yang mudah bosan saat

  15 Saya tidak tertarik untuk bertanya pada dosen mengenai materi yang tidak sayamengerti karena pasti dosen saya sangat sibuk dan tidak ada waktu. No PERNYATAAN STS TS R S SS 40 Saya bertanya pada saudara saya yang menguasai materi kuliah yang menurutsaya sulit.

MOHON PERIKSA KEMBALI JAWABAN ANDA, PASTIKAN TIDAK ADA JAWABAN YANG KOSONG

  Deviation 6.040 16.074 a 90 Normal Parameters 90 N 89 CorrelationsSelf-efficacy Self-regulated learning Self- Pearson efficacy Correlation Sig. Deskripsi Data Penelitian Self-efficacy Variabel Skor Empirik Skor Hipotetik Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Self- 40 71 57,51 6,040 15 75 45 10 efficacyDeskripsi Data Penelitian Self-regulated Learning Variabel Skor Empirik Skor Hipotetik Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Self-regulated 133 210 166 16,074 45 225 135 90 learning Lampiran 8.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Gambaran Self-efficacy pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang Berasal dari Papua
6
60
101
Hubungan antara Penyesalan Pasca Pembelian dengan Intensi Membeli Kembali Melalui Media Internet Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
3
207
121
Hubungan antara Persepsi terhadap E-learning dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Psikologi USU
3
50
91
Hubungan antara Social Identity dengan Perceived Entitativity pada Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Pelaku Tawuran
6
81
59
Hubungan antara Self-efficacy dengan Self-regulated Learning pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
10
85
124
Gambaran E-Readiness Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
0
42
156
Hubungan antara Konsep Diri dan penyesuaian Diri dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
3
78
155
Hubungan Prokrastinasi Akademis Dan Kecurangan Akademis Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
5
56
115
Gambaran Penerapan Quantum Learning Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sumatera Utara
0
29
111
Prasangka terhadap Front Pembela Islam pada Mahasiswa Muslim Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
1
38
137
Hubungan antara Gigi Berjejal dengan Ukuran Gigi dan Dimensi Lengkung pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara
13
101
106
Gambaran Self-efficacy pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang Berasal dari Papua
0
0
13
Case Processing Summary - Hubungan antara Penyesalan Pasca Pembelian dengan Intensi Membeli Kembali Melalui Media Internet Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
0
0
39
Hubungan antara Penyesalan Pasca Pembelian dengan Intensi Membeli Kembali Melalui Media Internet Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
0
0
6
1. Definisi Intensi Membeli Kembali - Hubungan antara Penyesalan Pasca Pembelian dengan Intensi Membeli Kembali Melalui Media Internet Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
0
0
22
Show more