Feedback

Karakteristik Umbi Dan Pati Dua Varietas Ubi Jalar Pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium

Informasi dokumen
KARAKTERISTIK UMBI DAN PATI DUA VARIETAS UBI JALAR PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM SKRIPSI Oleh : WISSALINI 070305041/TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN Disponsori oleh PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk dalam kerangka PROGRAM INDOFOOD RISET NUGRAHA 2010, sesuai dengan Surat Kontrak Kerja No : SKE.052/S1/IRN-ISM/X/2010 DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara KARAKTERISTIK UMBI DAN PATI DUA VARIETAS UBI JALAR PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM SKRIPSI Oleh : WISSALINI 070305041/TEKNOLOGI HASILPERTANIAN Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh, KomisiPembimbing Dr. Ir. Elisa Julianti, MSi Ketua Ridwansyah, STP,M.Si Anggota Dr. Ir. Herla Rusmarilin, MS Ketua Jurusan DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK WISSALINI: Karakteristik Umbi Dan Pati Dua Varietas Ubi Jalar Pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium, dibimbing oleh Elisa Julianti dan Ridwansyah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemupukan kalium terhadap karakteristik umbi dan pati ubi jalar. Penelitian dilakukan pada November 2010-September 2011 di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan danLaboratoriumTeknik Kimia InstitutPertanian Bogor, menggunakanrancanganacakkelompokfaktorialdenganduatahappenelitian. Tahap 1penanaman dua varietas ubi jalar(Saridan Beta-2) pada 4 tingkat dosis pemupukan kalium (K0= 0 kg/ha KCl, K1= 75 kg/ha KCl,K2= 150 kg/ha KCl dan K3= 225 kg/ha KCl). Tahap 2karakteristikfisik-kimiadanfungsional pati meliputi rendemen, derajat putih,sifat amilografi, kejernihan pasta, bentuk dan ukuran granula pati.analisisproksimat, kandungan amilosa dan amilopektin,daya serap air dan minyak, sertakelarutan pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas umbiubijalar memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadarpati, derajatputih, kejernihan pasta, viskositaspuncak, viskositasakhir, dan kelarutanpati. Dosispupukkaliummemberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadarabu, kadarserat, kadarlemak, kadar protein, kadarpati, kadaramilopektin, dankelarutanpati. Interaksivarietasumbiubijalardandosispupukkaliummemberikanpengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadarserat, kadar pati,dankejernihan pasta. Kata kunci : UbiJalar, Pati, PupukKalium, Varietas ABSTRACT WISSALINI: The Characterisation of Sweet Potato and Starch from Two Varieties of Sweet Potato Using Some Dosage of Potassium Fertilizer Dosage, supervised by Elisa Julianti and Ridwansyah. The research was conducted to find the effectof varieties and potassium fertilizer on the characterization of sweet potato and its starch. This research was performed in November 2010-September 2011 at the Laboratory of Food Technology, Agriculture Faculty, North Sumatera University, Medan and The Laboratory of Chemistry TechnicBogor Institute of Agriculture, using randomized block factorial design with two steps. The first, was planting two varieties of sweet potatoes (Sari and Beta-2) at four levels potassium fertilizer dosage (K0 = 0 kg/ha KCl, K1= 75 kg/ha KCl, K2 = 150 kg/ha KCl, and K3 = 225 kg/ha KCl). The second, was finding the thephysico-chemical and functionalanalysis were yield, whiteness, amilograph, paste clarity, and granular measurement, proximate analysis, amlyumand amylopektincontent, water and oil absorption capacity and starch solubility. The results showed that the sweet potato varieties of sweet potato gave highly significant effect on starch content, whiteness, paste clarity, peak viscosity, down viscosity, and starch solubility.Potassium fertilizer dosages gave highly significant effect on ash content, fibercontent, lipidcontent, proteincontent, starch content, amylopektincontent, and starch solubility. Interaction sweet potato Universitas Sumatera Utara varieties and potassium fertilizer dosages gave highly significant effect on the fiber content, starch content, and paste clarity. Keywords : Sweet Potato, Starch, Potassium Fertilizer, Varieties. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 26Oktober 1989 dari ayah R. Vasu Dev Naidu dan Ibu V. Santi Kumari. Penulismerupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMU Cahaya, Medan dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utaramelalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilihprogram studi Teknologi Hasil Pertanian Departemen Teknologi Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (IMTHP), sebagai asisten praktikum di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan. Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina, Perbaungan, Sumatera Utara dari tanggal 23 Juni sampai 17 Juli 2010. Universitas Sumatera Utara Penelitian ini dibiayai oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam kerangka Program Indofood Riset Nugraha 2010, sesuai dengan Surat Kontrak Kerja No : SKE.052/S1/IRN-ISM/X/2010 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan anugerah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Karakteristik Umbi Dan Pati Dua Varietas Ubi Jalar Pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium.” Pada kesempatan ini penulis menghaturkan pernyataan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orangtua penulis yang telah membesarkan, memelihara, mendidikpenulisselamaini, kepada abang dan adik atas doa dan dukungannya. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si dan Ridwansyah, STP, M.Si selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada penulis dari mulai penetapan judul, melakukan penelitian, sampai pada ujian akhir. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepadakak Linda atas kerjasamanya dalam penelitian ini, dan kepada stafpengajar, pegawai di Program StudiDepartemenIlmudanTeknologiPangan, teknisidanteman-teman di IPB, serta semuarekanasistendanmahasiswa yang takdapatdisebutkansatu per satu di sini yang telahmembantupenulisdalammenyelesaikanskripsiini. Semogaskripsi ini bermanfaat. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI . i DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xiii PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Perumusan Masalah . 4 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 6 Kegunaan Penelitian . 6 Hipotesa Penelitian . 6 TINJAUAN PUSTAKA Ubi Jalar(Ipomea batatas L) . 7 Kalium . 10 Komposisi Kimia Ubi Jalar . 14 Pati . 15 Pati Ubi Jalar . 21 Tepung Ubi Jalar. 22 Proses Pembuatan Tepung dan Pati Ubi Jalar . 25 Studi Pendahuluan Yang Telah Dilaksanakan . 26 BAHAN DAN METODE Lokasi dan WaktuPenelitian . 27 Bahandan Alat Penelitian . 27 Pelaksanaan Penelitian . 29 Model Rancangan . 31 Pengamatan . 32 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Fisiko Umbi Ubi Jalar . 43 Jumlah dan Bobot Umbi Ubi Jalar Ukuran Besar, Sedang, Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Parameter yangDiamati . 47 Pengaruh Dosis Pupuk Kaliumterhadap Parameter yang Diamati. 48 Kadar Abu (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Abu dari Ubi Jalar . 49 Universitas Sumatera Utara Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Abu dari Ubi Jalar . 49 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadapKadar Abu dari Ubi Jalar . 51 Kadar Serat Kasar (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Serat Kasar dari Ubi Jalar . 51 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Serat Kasar dari Ubi Jalar . 52 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar danDosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap kadar serat kasar dari Ubi Jalar . 53 Kadar Lemak (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Lemakdari Ubi Jalar . 55 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Lemak dari Ubi Jalar . 55 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar denganDosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Lemak dari Ubi Jalar . 57 Kadar Protein (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Protein dari Ubi Jalar . 57 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Protein dari Ubi Jalar . 58 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar denganDosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Protein dari Ubi Jalar . 59 Kadar Pati (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Pati dari Ubi Jalar . 59 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Pati dari Ubi Jalar . 58 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar denganDosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Pati dari Ubi Jalar . 62 Karakteristik Fisikokimia Dan Fungsional Pati Ubi Jalar . 65 Karakteristik Fisik Pati Ubi Jalar . 65 Rendemen (% bk) . 65 Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Rendemen dari Pati Ubi Jalar . 66 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Rendemen dari Pati Ubi Jalar . 66 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar denganDosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Rendemen dari Pati Ubi Jalar . 67 Bentuk dan Ukuran Granula Pati. 69 Universitas Sumatera Utara Sifat fisik pati ubi jalar . 70 Derajat Putih (%bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalarterhadap Derajat Putihdari Pati Ubi Jalar . 72 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Derajat Putih dari Pati Ubi Jalar . 74 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Derajat Putihdari Pati Ubi Jalar . 74 Kejernihan Pasta (% T) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kejernihan Pasta dari Pati Ubi Jalar . 75 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kejernihan Pasta (% T) dari Pati Ubi Jalar . 76 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kejernihan Pasta dari Pati Ubi Jalar (% T). 78 Sifat Amilografi dengan Brabender Viscoanalyzer . 73 Suhu Gelatinisasi (0C) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Suhu Gelatinisasi dari Pati Ubi Jalar . 82 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Suhu Gelatinisasi dari Pati Ubi Jalar . 83 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Suhu Gelatinisasi dari Pati Ubi Jalar . 83 Suhu Viskositas Puncak (0C) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Suhu Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar . 83 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Suhu Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar . 83 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Suhu Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar . 83 Viskositas Puncak (BU) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar. 84 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium (kg/ha) terhadap Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar. 86 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Viskositas Puncak dari Pati Ubi Jalar . 86 Stabilitas Pasta (BU) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Stabilitas Pasta dari Pati Ubi Jalar . 86 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Stabilitas Pasta dari Pati Ubi Jalar . 87 Universitas Sumatera Utara Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalardengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Stabilitas Pasta dari Pati Ubi Jalar . 87 Viskositas Balik (BU) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Viskositas Balik dari Pati Ubi Jalar. 87 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Viskositas Balik dari Pati Ubi Jalar. 88 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Viskositas Balik dari Pati Ubi Jalar . 88 Viskositas Akhir (BU) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Viskositas Akhir dari Pati Ubi Jalar . 88 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium (kg/ha)terhadap Viskositas Akhir dari Pati Ubi Jalar . 90 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Viskositas Akhir dari Pati Ubi Jalar . 90 Karakteristik Kimia Pati Ubi Jalar . 90 Kadar Abu (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Abu dari Pati Ubi Jalar . 92 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Abu dari Pati Ubi Jalar . 92 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Abu dari Pati Ubi Jalar . 94 Kadar Protein (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Protein dari Pati Ubi Jalar . 95 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Protein dari Pati Ubi Jalar . 95 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Protein dari Pati Ubi Jalar . 97 Kadar Lemak (% bk) Pengaruh Varietas Umbi Ubi Jalar terhadap Kadar Lemak dari Pati Ubi Jalar . 97 Pengaruh Dosis Pupuk Kalium (kg/ha) terhadap Kadar Lemak dari Pati Ubi Jalar . 97 Pengaruh Interaksi Varietas Umbi Ubi Jalar dengan Dosis Pupuk Kalium(kg/ha) terhadap Kadar Lemak dari Pati Ubi Jalar dari kotoran serta mempunyai daya kecepatan tumbuh yang tinggi (Setyono dkk, 1995). Pemilihan kultivar yang ditanam erat hubungannya dengan tujuan pemanfaatnya. Untuk tujuan makanan pokok dan olahan, diperlukan ubi jalar yang mempunyai kadar pati tinggi yang umumnya terdapat pada kultivar yang mempunyai sifat daging umbi kering (dry-fleshed), jenis ubi ini bila dicampur dengan bahan pangan lain, tidak mempengaruhi rasa bahan campuran utama, sedang untuk tujuan penganan dipilih yang mempunyai rasa manis dan umumnya terdapat pada ubi yang berdaging umbi lembek (moist-fleshed) (Onggo, 2008). Pupuk anorganik Pupuk Nitrogen Kekurangan unsur N pada ubi jalar terlihat dari gejala warna kuning pucat pada permukaan daun dan warna ungu pada tulang daun. Senyawa N sangat penting untuk pembentukan klorofil dan protein, sehingga pada tanah miskin N memerlukan pemupukan N. Gejala tanaman yang membutuhkan unsur ini adalah pertumbuhan tanaman terlambat, mula-mula daun menguning lalu rontok, daun menguning diawali daun bagian bawah lalu ke daun bagian bawah (Agromedia, 2007). Apabila pupuk N diberikan dalam jumlah besar, maka level karbohidrat cadangan dalam tanaman segera menurun, tetapi jika suplai N terbatas maka level ini meningkat. Oleh karena itu, optimalisasi pupuk N memerlukan kiat tersendiri Universitas Sumatera Utara agar pengaruh positif dapat dikelola sekaligus dampak negatif menjadi seminimal mungkin (Hanafiah, 2007). Zat lemas ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif, menyehatkan hijau daun (klorofil), meningkatkan kadar protein dalam tanaman, meningkatkan kualitas tanaman yang menghasilkan daun, meningkatkan berkembangnya mikroorganisme dalam tanah yang penting bagi kelangsungan pelapukan bahan organik (Sutedjo dan Kartasapoetra, 2002). Pupuk Phosfor Pemupukan phosfor dapat merangsang pertumbuhan awal bibit tanaman. Phosfor merangsang pembentukan bunga, buah dan biji. Bahkan mampu mempercepat pemasakan buah dan membuat biji menjadi lebih bernas. Pemupukan phosfor sangat diperlukan oleh tanaman yang tumbuh di daerah dingin, tanaman dengan perkembangan akar yang lambat atau terhambat, dan tanaman yang seluruh bagiannya dipanen (Novizan, 2002). Bila tanaman kahat P, berpengaruh pertumbuhan tanaman seperti pertumbuhan kecil, hal ini terjadi karena pembelahan sel terganggu. Warna daun berubah menjadi ungu atau cokelat mulai ujungnya. Hal ini jelas terlihat dalam tanaman yang masih muda (Hasibuan, 2004). Phosfor diserap tanaman dalam bentuk ion anorganik cepat berubah menjadi senyawa organic. Pospor mobil mudah bergerak antar jaringan tanaman. Kadar tanaman optimal pospor dalam tanaman pada saat pertumbuhan vegetative adalah 0.3 % - 0.5 % dari berat kering tanaman (Rosmarkan dan Yuwono, 2002). Universitas Sumatera Utara Pupuk Kalium Kalium mempunyai fungsi antara lain : membentuk dan mengangkut karbohidrat, sebagai katalisator dalam pembentukan protein, menetralkan reaksi dalam sel terutama dari asam organik, menaikkan pertumbuhan jaringan meristem, memperkuat tegaknya batang sehingga tidak roboh. Selain hal-hal di atas kalim juga berperan meningkatkan kualitas umbi, mengaktifkan enzim baik secara langsung maupun tidak langsung dan membantu perkembangan akar (Rosmarkam dan Yuwono, 2002). Fungsi Kalium antara lain adalah translokasi gula pada pembentukan pati dan protein. Membantu membuka dan menutup stomata, memperbaiki ukuran dan kualitas umbi, menambah rasa manis pada umbi dan membantu memproduksi karbohidrat dalam jumlah yang besar (Novizan, 2002). Unsur kalium diperlukan tanaman untuk pembentukan karbohidrat di dalam umbi, untuk kekuatan daun, dan pembesaran daun. Tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetativ tidak begitu nyata. Disamping itu unsur kalium berpengaruh nyata terhadap peningkatan daya serap air pada tanaman sehingga ketahanan terhadap hama dan pentakit, memperbesar umbi dan meningkatkan daya simpan umbi (Ringkas, 2007). Dosis pupuk yang dianjurkan pada tanaman ubi jalar adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl) (Sonhaji, 2007). Universitas Sumatera Utara BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Desa Cengkeh Turi, Binjai dengan ketinggian tempat ±25 di atas permukaan laut, mulai bulan Desember 2010 sampai Februari 2011. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit ubi jalar varietas A82, MSU 03028-10, dan Daya, pupuk Urea, TSP dan KCl sebagai pupuk yang diberikan, Insektisida dan fungisida serta bahan lain yang mendukung penelitian ini. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, tali, meteran, body sprayer, tugal, pacak sampel, timbangan, pacak perlakuan, gembor, buku tulis, kalkulator, pena dan penggaris. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu : Faktor I : Varietas dengan 3 taraf, yaitu: V1= A82 V2= MSU 03028-10 V3= Daya Faktor II : Pupuk anorganik dengan 4 taraf K0 = 0 K1 = 50% ( Urea 2,5 g/tan, TSP 0,63g/tan, KCl 1,25g/tan) K2 = 100% (Urea 5 g/tan, TSP 1,25g/tan, KCl 2,5g/tan) Universitas Sumatera Utara K3 = 150% (Urea 7,5 g/tan, TSP 1,88 g/tan, KCl 3,75g/tan) Sehingga didapat 12 kombinasi: V1K0 V2K0 V3K0 V1K1 V2K1 V3K1 V1K2 V2K2 V3K2 V1K3 V2K3 V3K3 Jumlah ulangan : 3 ulangan Jumlah Plot : 12 Jumlah plot seluruhnya : 36 Panjang Plot : 200 cm Lebar Plot : 50 cm Jarak antar Blok : 50 cm Jarak atar Plot : 100 cm Jumlah tanaman per plot : 6 tanaman Jumlah sampel per plot : 4 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 144 tanaman Jumlah seluruh tanaman : 216 tanaman Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dengan model linier sebagai berikut : Yijk = µ + i + j+ k+( ) jk + ijk Dimana : Yijk = hasil pengamatan blok ke-i dengan perlakuan varietas pada taraf ke-j dan pupuk anorganik pada taraf ke-k µ = nilai tengah perlakuan Universitas Sumatera Utara ( i = pengaruh blok ke-i j = pengaruh varietas pada taraf ke-j k = pengaruh pupuk anorganik pada taraf ke-k ) jk = pengaruh interaksi antara varietas pada taraf ke-j dan pupuk anorganik pada taraf ke-k ijk = pengaruh galat percobaan blok ke-i yang mendapat perlakuan varietas ke-j dengan pupuk anorganik pada taraf ke-k Data hasil penelitian pada perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda rataan yaitu uji Duncan dengan taraf 5%. Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Areal Areal penanaman yang akan digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari gulma di areal tesebut. Kemudian lahan diolah dan digemburkan dengn menggunakan cangkul dengan kedalaman olah kira-kira 20 cm. setelah itu dibuat plot-plot dengan ukuran 200 x 50 cm dan jarak antar blok 50 cm. pada sekeliling daerah dibuat parit drainase sedalam 30 cm untuk menghindari adanya genangan air di sekitar areal penelitian. Pembuatan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan pada saat setelah dilakukan persiapan lahan dengan ukuran 200 x 50 cm dengan jarak antar plot 100 cm dan jarak antar blok 50 cm. Persiapan Bahan Tanaman Pengambilan setek pada pagi hari yaitu pada waktu kandungan air maksimum agar tidak layu saat disimpan sebelum penanaman. Panjang setek batang adalah 30-40 cm dengan sekitar delapan atau sembilan buku. Penanaman Penanaman setek dilakukan dengan ditanam secara mendatar atau agak miring dengan sudut 450 sedalam 5-10 cm, dengan sekurangnya tiga atau empat buku dibenamkan ke dalam tanah dengan jarak tanam 25 cm. Penanaman dilakukan pada minggu ke 2 paling lama sehari setelah bahan tanam diperoleh. Universitas Sumatera Utara Pupuk anorganik Aplikasi pupuk Pupuk Urea dan KCl dilakukan pada saat tanaman berumur 2 MST dan 6 MST sedangkan Pupuk TSP diberikan seluruhnya pada saat tanaman berumur 2 MST. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Penyiraman dilakukan pagi atau sore hari bila tidak ada hujan. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila ada setek yang rusak atau tidak tumbuh setelah 2-3 MST. Penyiangan dan Pembumbunan Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan cara mencabut gulma untuk menghindari persaingan dalam mendapatkan unsur hara dalam tanah. Penyiangan dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Pembumbunan dilakukan agar umbi dapat terbentuk secara sempurna. Pembumbunan dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Pengangkatan Batang Pengangkatan batang bertujuan mencegah terbentuknya umbi-umbi kecil. Pengangkatan atau pembalikan batang dilakukan pada umur 50 HST atau spengangkatan batang dilakukan berdasarkan pengamatan adanya akar yang tumbuh pada ruas-ruas batang. Universitas Sumatera Utara Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida seperti Curacron 500 EC atau Matador 25 dengan konsentrasi yang dianjurkan sedangkan pengendalian Sidik Ragam Pertambahan Panjang Tanaman 6 MST SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 658.89 KK = 20.99 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 3.16 91.54 0.11 21.97 69.46 17.75 112.45 KT 1.58 8.32 0.06 7.32 11.58 0.81 3.21 F Hit. 1.96 10.32 0.07 9.08 14.35 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn * tn * * Lampiran 18. Data Pertambahan Panjang Tanaman 7 MST (cm) Perlakuan 1 7.53 3.69 3.86 6.06 7.49 5.73 4.76 10.12 7.16 7.60 3.85 3.98 71.82 5.99 V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 6.77 4.19 7.99 6.05 2.30 3.11 4.18 7.00 5.73 4.82 3.34 4.53 60.00 5.00 3 6.17 3.89 5.04 5.10 3.06 6.32 3.81 6.89 6.03 5.90 4.76 4.42 61.37 5.11 Total Rataan 20.47 11.77 16.89 17.20 12.84 15.16 12.75 24.01 18.91 18.31 11.95 12.92 193.20 6.82 3.92 5.63 5.73 4.28 5.05 4.25 8.00 6.30 6.10 3.98 4.31 5.37 Lampiran 19. Sidik Ragam Pertambahan Panjang Tanaman 7 MST SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 1036.83 KK = 24.74 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 6.97 55.00 0.77 11.52 42.71 38.78 100.75 KT 3.48 5.00 0.38 3.84 7.12 1.76 2.88 F Hit. 1.98 2.84 0.22 2.18 4.04 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn * tn tn * Lampiran 20. Data Pertambahan Panjang Tanaman 8 MST (cm) Perlakuan V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 4.63 5.14 5.15 3.67 3.87 5.45 5.15 6.47 7.39 4.80 4.43 8.13 64.29 5.36 1 5.02 5.81 8.79 5.60 6.00 4.93 3.57 7.26 7.56 5.29 5.34 5.63 70.79 5.90 3 6.08 4.03 6.69 4.18 3.18 3.97 4.80 5.24 6.60 4.13 5.61 7.99 62.51 5.21 Total Rataan 15.74 14.98 20.63 13.46 13.05 14.35 13.52 18.97 21.55 14.22 15.37 21.74 197.59 5.25 4.99 6.88 4.49 4.35 4.78 4.51 6.32 7.18 4.74 5.12 7.25 5.49 Lampiran 21. Sidik ragam Pertambahan Panjang Tanaman 8 MST SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 1084.52 KK = 18.66 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 3.16 40.07 7.19 6.43 26.45 23.08 66.31 KT 1.58 3.64 3.59 2.14 4.41 1.05 1.89 F Hit. 1.51 3.47 3.43 2.04 4.20 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn * tn tn * Lampiran 22. Data Pertambahan Panjang Tanaman 9 MST (cm) Perlakuan 1 5.28 4.98 6.82 5.12 7.31 6.00 3.38 4.99 5.17 3.52 5.40 3.80 61.76 5.15 V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 5.16 4.78 4.80 4.16 3.07 4.65 4.67 5.23 4.74 4.43 6.91 4.72 57.31 4.78 3 7.04 4.73 4.92 4.89 3.18 3.96 4.64 5.73 4.31 5.11 5.71 4.34 58.55 4.88 Total Rataan 17.48 14.49 16.54 14.16 13.56 14.61 12.70 15.95 14.22 13.06 18.01 12.85 177.63 5.83 4.83 5.51 4.72 4.52 4.87 4.23 5.32 4.74 4.35 6.00 4.28 4.93 Lampiran 23. Sidik Ragam Pertambahan Panjang Tanaman 9 MST SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 876.43 KK = 20.72 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 0.88 11.84 1.58 1.77 8.49 22.99 35.70 KT 0.44 1.08 0.79 0.59 1.41 1.04 1.02 F Hit. 0.42 1.03 0.75 0.56 1.35 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn tn tn tn Lampiran 24. Data Pertambahan Panjang Tanaman 10 MST (cm) Perlakuan V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan 1 6.28 8.39 6.20 5.62 6.47 7.42 8.06 7.25 6.10 8.27 8.30 9.42 87.78 7.31 Blok 2 6.74 6.83 6.91 6.53 6.39 6.55 8.67 7.90 6.43 6.23 6.69 6.58 82.46 6.87 3 7.63 6.76 6.00 6.31 4.79 7.08 6.35 6.16 6.53 7.21 6.80 5.30 76.93 6.41 Total Rataan 20.66 21.98 19.12 18.45 17.64 21.06 23.08 21.31 19.06 21.71 21.78 21.31 247.16 6.89 7.33 6.37 6.15 5.88 7.02 7.69 7.10 6.35 7.24 7.26 7.10 6.87 Lampiran 25. Sidik Ragam Pertambahan Panjang Tanaman 10 MST SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = KK = db 2 11 2 3 6 22 35 1696.90 13.16 JK 4.90 9.93 0.62 3.74 5.58 17.95 32.79 KT 2.45 0.90 0.31 1.25 0.93 0.82 0.94 F Hit. 3.01 1.11 0.38 1.53 1.14 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn tn tn tn Lampiran 26. Data Panjang Umbi Per Sampel (cm) Perlakuan V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan 1 10.13 23.75 18.50 24.25 19.25 20.78 20.00 25.50 15.73 17.50 16.54 17.95 229.87 19.16 Blok 2 16.70 21.25 18.94 18.88 17.38 20.38 19.88 16.25 23.13 23.63 21.63 21.63 239.64 19.97 3 24.25 16.45 18.88 22.00 25.88 22.00 14.20 18.00 26.08 24.53 16.20 19.95 248.40 20.70 Total Rataan 51.08 61.45 56.31 65.13 62.50 63.16 54.08 59.75 64.93 65.65 54.37 59.53 717.91 17.03 20.48 18.77 21.71 20.83 21.05 18.03 19.92 21.64 21.88 18.12 19.84 19.94 Lampiran 27. Sidik Ragam Panjang Umbi Per Sampel (cm) SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = KK = db 2 11 2 3 6 22 35 14316.52 20.02 JK 14.32 86.92 4.60 39.79 42.53 350.69 451.93 KT 7.16 7.90 2.30 13.26 7.09 15.94 12.91 F Hit. 0.45 0.50 0.14 0.83 0.44 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn tn tn tn Lampiran 28. Data Jumlah Umbi Per Sampel (umbi) Perlakuan 1 1.00 1.00 1.00 1.25 1.00 2.25 1.00 1.00 1.75 1.00 2.25 2.75 17.25 1.44 V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 1.00 1.75 1.25 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.50 1.25 1.00 1.00 13.75 1.15 3 1.00 1.25 1.00 1.50 1.50 1.00 2.25 1.00 2.25 2.75 1.50 2.00 19.00 1.58 Total Rataan 3.00 4.00 3.25 3.75 3.50 4.25 4.25 3.00 5.50 5.00 4.75 5.75 50.00 1.00 1.33 1.08 1.25 1.17 1.42 1.42 1.00 1.83 1.67 1.58 1.92 1.39 Lampiran 29. Sidik Ragam Jumlah Umbi Per Sampel (umbi) SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 69.44 KK = 37.39 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 1.19 3.18 2.39 0.10 0.69 5.93 10.31 KT 0.60 0.29 1.19 0.03 0.12 0.27 0.29 F Hit. 2.21 1.07 4.43 0.12 0.43 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn * tn tn Lampiran 30. Data Bobot Umbi Per Sampel (gr) Perlakuan 1 3.81 7.72 3.85 5.84 3.74 9.14 5.79 13.17 6.75 7.13 12.85 14.31 94.10 7.84 V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 3.55 11.60 3.01 3.48 4.25 4.72 9.52 4.13 5.13 12.48 10.83 7.63 80.33 6.69 3 3.34 11.76 6.44 9.63 8.02 6.65 8.52 3.54 17.04 11.62 5.74 12.97 105.27 8.77 Total Rataan 10.70 31.09 13.30 18.95 16.01 20.51 23.83 20.84 28.92 31.23 29.42 34.91 279.70 3.57 10.36 4.43 6.32 5.34 6.84 7.94 6.95 9.64 10.41 9.81 11.64 7.77 Lampiran 31. Sidik Ragam Bobot Umbi Per Sampel (gr) SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 2173.10 KK = 43.25 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 26.00 224.14 124.18 45.00 54.97 248.45 498.60 KT 13.00 20.38 62.09 15.00 9.16 11.29 14.25 F Hit. 1.15 1.80 5.50 1.33 0.81 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn * tn tn Lampiran 32. Data Bobot Biomassa Tanaman Per Sampel (gr) Perlakuan V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan 1 34.44 24.81 32.12 21.35 25.53 24.03 27.88 20.44 23.84 26.70 39.22 24.89 325.27 27.11 Blok 2 36.06 25.55 26.61 45.77 33.26 25.97 30.35 23.81 28.80 37.55 24.84 32.13 370.70 30.89 3 25.28 28.96 37.28 33.24 24.78 21.68 23.60 27.11 30.97 21.21 18.84 36.28 329.22 27.44 Total Rataan 95.78 79.32 96.02 100.36 83.57 71.68 81.84 71.37 83.61 85.45 82.91 93.29 1025.19 31.93 26.44 32.01 33.45 27.86 23.89 27.28 23.79 27.87 28.48 27.64 31.10 28.48 Lampiran 33. Sidik Ragam Bobot Biomassa Tanaman Per Sampel (gr) SK db Blok 2 Perlakuan 11 V 2 K 3 VxK 6 Galat 22 Total 35 FK = 29194.83 KK = 22.17 JK 105.55 318.03 167.05 59.33 91.65 876.79 1300.37 KT 52.78 28.91 83.53 19.78 15.27 39.85 37.15 F Hit. 1.32 0.73 2.10 0.50 0.38 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn tn tn tn Lampiran 34. Data Rataan Bobot Umbi Per Sampel (gr) Perlakuan 1 3.81 7.72 3.85 5.58 3.74 7.51 5.79 13.17 5.65 7.13 8.75 8.83 81.53 6.79 V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan Blok 2 3.55 9.17 2.80 3.48 4.25 4.72 9.52 4.13 4.36 11.77 10.83 7.63 76.21 6.35 3 3.34 11.20 6.44 9.15 7.22 6.65 5.78 3.54 12.96 8.15 4.84 10.59 89.86 7.49 Total Rataan 10.70 28.09 13.08 18.21 15.20 18.88 21.09 20.84 22.98 27.05 24.41 27.04 247.59 3.57 9.36 4.36 6.07 5.07 6.29 7.03 6.95 7.66 9.02 8.14 9.01 6.88 Lampiran 35. Sidik Ragam Rataan Bobot Umbi Per Sampel (gr) SK Blok Perlakuan L N LxN Galat Total FK = 1702.87 KK = 41.40 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 7.88 117.38 46.39 38.36 32.63 178.32 303.58 KT 3.94 10.67 23.19 12.79 5.44 8.11 8.67 F Hit. 0.49 1.32 2.86 1.58 0.67 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn tn tn tn Lampiran 36. Data Indeks Panen Perlakuan V1K0 V2K3 V1K3 V3K1 V1K1 V3K2 V2K0 V1K2 V3K3 V3K0 V2K2 V2K1 Total Rataan 1 0.72 0.78 0.72 0.76 0.73 0.79 0.76 0.89 0.77 0.78 0.79 0.87 9.35 0.78 Blok 2 0.71 0.82 0.72 0.71 0.72 0.74 0.79 0.74 0.73 0.80 0.84 0.76 9.08 0.76 3 0.72 0.80 0.74 0.77 0.78 0.77 0.79 0.72 0.85 0.89 0.77 0.80 9.40 0.78 Total Rataan 2.16 2.40 2.17 2.24 2.22 2.30 2.34 2.35 2.35 2.47 2.40 2.43 27.83 0.72 0.80 0.72 0.75 0.74 0.77 0.78 0.78 0.78 0.82 0.80 0.81 0.77 Lampiran 37. Sidik Ragam Indeks Panen SK Blok Perlakuan V K VxK Galat Total FK = 21.52 KK = 5.83 db 2 11 2 3 6 22 35 JK 0.01 0.04 0.02 0.01 0.01 0.04 0.09 KT 0.00 0.00 0.01 0.00 0.00 0.00 0.00 F Hit. 1.25 1.73 5.06 1.82 0.57 F 0.05 3.44 2.26 3.44 3.05 2.55 Ket tn tn * tn tn Lampiran 38. Foto umbi V1K0 V2K0 V3K0 V1K1 V1K2 V1K3 V2K2 V2K3 V3K2 V3K3 V2K1 V3K1 Lampiran 39. Foto kegiatan penelitian Persiapan Lahan Pengaplikasian Sumber Kalium Penanaman Tanaman Ubi Jalar Kegiatan Pemanenan
Karakteristik Umbi Dan Pati Dua Varietas Ubi Jalar Pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium Pembuatan Tepung Ubi Jalar Sentra Informasi Iptek, 2005.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Karakteristik Umbi Dan Pati Dua Varietas Ubi Jalar Pada Berbagai Dosis Pupuk Kalium

Gratis