Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 0  32  87  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Medan, Juni 2011Penulis, Radinal Moechtar SiraitNIM: 060503098 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi sosial yaitu ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. 73 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi sosial yaitu ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan akuntansi dewasa ini telah menyebabkan penggunaan

  Berdasarkan penelitian Sitepu (2008) ukuran dewan komisaris dan profitabilitas memilki pengaruh signifikan terhadap jumlah informasi sosial yangdiungkapkan oleh perusahaan, sedangkan financial leverage dan ukuran perusahaan tidak memilki pengaruh signifikan terhadap jumlah informasi sosialyang diungkapkan dalam laporan tahunan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2007. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka perumusan masalah yang akan diteliti adalah apakah ukuran dewan komisaris, profitabilitas, financial leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan perusahaan perbankan baik secara simultan maupun parsial?

D. Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, sebagai informasi sekaligus bahan pembelajaran mengenai tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya pada perusahaan perbankan,tetapi juga perusahaan-perusahaan lain, 2. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi dalam pengambilan keputusan yang berkaitandengan informasi sosial yang akan diungkapkan dalam laporan tahunan, 3.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Bank

  Definisi ini mencerminkan dua peran utama bank sebagai financial intermediatemaupun institute of development, atau memberi tekanan bahwa usaha utama bank adalah menghimpun dana dalam bentuk simpanan, yang merupakansumber dana bank dan dari segi penyalurannya, bank tidak semata-mata memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya bagi pemilik, tapi jugakegiatannya itu diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 31 disebutkan sebagai berikut:Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.

2. Tanggung jawab Sosial Perusahaan

  Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) menurut Suharto (2007) adalah “operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara Tamam Achda (2007) mengartikan CSR sebagai “komitmen perusahaan untuk mempertanggungjawabkan dampak operasinya dalam dimensi sosial,ekonomi, dan lingkungan, serta terus menerus menjaga agar dampak tersebut menyumbang manfaat kepada masyarakat dan lingkungan hidupnya”. Perusahaan-perusahaan manufaktur danperbankan serta perusahaan lainnya membutuhkan tanggungjawab sosial perusahaan bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat danlingkungan sekitar, tetapi juga menjadi alat promosi yang dapat membuat nama perusahaan menjadi lebih baik bagi masyarakat.

3. Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan

  Akuntansi kontemporer tidak memisahkan pencatatan biaya dan manfaat aktivitas sosial perusahaan dalamlaporan keuangan, sehingga perusahaan yang tidak peduli sosial akan terlihat lebih sukses daripada perusahaan yang peduli. Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Commision (SEC) dikategorikan menjadi dua yaitu propective disclosure yang dimaksudkansebagai upaya perlindungan terhadap investor dan informative disclosure, yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan (Wolk, Francis, Dan Tearay dalam Sitepu, 2008).

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial

  Dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan akan dipandang lebih baik, karena pihak dari luar akan menetapkan kebijakan yangberkaitan dengan perusahaan dengan lebih objektif dibanding perusahan yang memiliki susunan dewan komisaris yang hanya berasal dari dalamperusahaan (Marpaung, 2011). Akan tetapi Donovan dan Gibson (2000) menyatakan bahwa berdasarkan teori legitimasi, salah satu argumen dalam hubunganantara profitabilitas dan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial adalah bahwa ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi,perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuanganperusahaan.

C. Kerangka Konseptual

  Berdasarkan landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu, kerangka konseptual penelitian digambarkan sebagai berikut:Ukuran Dewan H1Komisaris (X1)H2 Financial Leverage (X2)Pengungkapan Informasi SosialH3 Ukuran Perusahaan(Y) (X3)H4 Profitabilitas(X4) H5 Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Teori agensi menyatakan bahwa semakin besar suatu perusahaan, maka biaya keagenan yang muncul juga semakin besar. Dalam teori keagenan, diprediksi bahwa perusahaan yang memiliki financial leverage tinggi akan mengungkapkan lebih banyak informasi, karena biaya keagenan perusahaan dengan struktur modal seperti itu lebih tinggi.

D. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalahH1 : Ukuran dewan komisaris berpengaruh secara parsial terhadap pengungkapan informasi sosial perusahaan perbankan. H5 : Ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan informasisosial perusahaan perbankan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. ”Penelitian

B. Populasi dan Sampel Penelitian

  Peneliti menganalisis pengaruh ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuranperusahaan dan profitabilitas terhadap pengungkapan informasi sosial, dimana ukuran dewan komisaris, tingkat leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitasmerupakan variabel yang mempengaruhi, sedangkan pengungkapan informasi sosial merupakan variabel yang dipengaruhi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008 dan2009, seperti yang tercantum dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2009.

E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

1. Variabel Independen

  Menurut Erlina (2008:43) “variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubunganyang positif maupun negatif bagi variabel dependen lainnya”. Ukuran Dewan Komisaris Ukuran dewan komisaris yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jumlah anggota dewan komisaris.

2. Variabel Dependen

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengungkapan informasi sosial yang dinyatakan dalam indeks pengungkapan informasi sosial yangdiungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunannya. Menurut Darwin (2004) kategori sosial tersebut antara lain; kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, praktek kerja, hak manusia, sosial dan tanggung jawabproduk.

F. Metode Analisis Data

  Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sosial digunakan model analisis regresi berganda, dengan bentuk persamaan sebagaiberikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + eKeterangan:Y = Indeks pengungkapan informasi sosialX1 = Ukuran Dewan KomisarisX2 = Financial LeverageX3 = Ukuran PerusahaanX4 = Profitabilitas a = Konstantab1, b2, b3, b4 = Koefisien regresi e = error Hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut: 1. Adapun hipotesis untuk uji Fadalah sebagai berikut: H1 : ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas memiliki pengaruh secara simultan terhadapjumlah informasi sosial yang diungkapkan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data penelitian Sebelum melakukan pembahasan mengenai pengaruh ukuran dewan

  7 Bank Danamon Indonesia Tbk 13 Bank Kesawan Tbk 12 Bank Internasional Indonesia Tbk 11 Bank ICB Bumiputera Tbk 10 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk 9 Bank Eksekutif Internasional Tbk 8 Bank Ekonomi Raharja Tbk komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap jumlah informasi sosial yang diungkapkan terlebih dahulu diperhatikan data darisetiap perusahaan. Perusahaan yang telah menjadi sampel kemudian dicari ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas dan Indeks Informasi Sosial 5 Bank Central Asia Tbk 4 Bank Capital Tbk 3 Bank Bumi Arta Tbk 2 Bank Bukopin Tbk 1 Bank Artha Graha Internasional Tbk Tabel 4.1 Sampel Penelitian No Nama Perusahaan masing-masing perusahaan.

1. Data Pengungkapan Informasi Sosial

  Data pengungkapan informasi sosial diambil dari laporan tahunan 2008 dan 2009 setiap perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penghitungan indeks pengungkapan informasi sosial(IS) dilakukan sesuai dengan kategori informasi sosial menurut Darwin (2004), yang terbagi dalam enam kategori yaitu Kinerja Ekonomi (KE), KinerjaLingkungan (KL), Praktek Kerja (PK), Hak Manusia (HM), Sosial (S) dan Tanggung jawab Produk (TP).

2. Data Variabel yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial

Tabel 4.4 Ukuran Dewan Komisaris, Financial Leverage¸Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Tahun 2008 13 Bank Kesawan Tbk 2 0.94 0.01 2162316 3 26 Bank Windu Kenjtana Internasional Tbk 25 Bank Victoria Internasional Tbk 3 0.91 0.07 5625108 24 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 6 0.880.22 13697461 23 Bank Swadesi Tbk 6 0.8 0.23 1359868 22 Bank Rakyat Indonesia Tbk 7 0.910.19 246076896 21 Bank Permata Tbk 8 0.920.08 54066977 20 Bank Pan Indonesia Tbk 4 0.860.12 64391915 19 Bank OCBC NISP Tbk 8 0.890.10 34245838 18 Bank Negara Indonesia Tbk 7 0.920.06 201741069 17 Bank Mutiara Tbk 1 1.3 -8.77 5585890 16 Bank Mega Tbk 3 0.920.13 34860872 15 Bank Mayapada Internasional Tbk 4 0.83 0.06 5512694 14 Bank Mandiri Tbk 6 0.910.17 358438678 12 Bank Internasional Indonesia Tbk 6 0.910.07 56855129 No Nama Perusahaan KOM LEV PRO SIZE 3 Bank Bumi Arta Tbk 3 0.81 0.13 2044367 1 Bank Artha Graha Internasional Tbk 6 0.93 0.02 12845449 2 Bank Bukopin Tbk 6 0.93 0.10 32633063 4 Bank Capital Tbk 3 0.89 0.07 1703769 11 Bank ICB Bumiputera Tbk 5 0.92 0.006 6287879 5 Bank Central Asia Tbk 5 0.910.33 245569856 6 Bank CIMB Niaga Tbk 6 0.910.06 103197574 7 Bank Danamon Indonesia Tbk 8 0.900.09 107268363 8 Bank Ekonomi Raharja Tbk 3 0.910.16 18211454 9 Bank Eksekutif Internasional Tbk 3 0.94 -0.02 1492166 10 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk 3 0.90 0.12 1977150 0.87 0.02 2094665Sumber: Peneliti, 2011 Tabel 4.5 Ukuran Dewan Komisaris, Financial Leverage¸Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Tahun 2009 13 Bank Kesawan Tbk 2 0.92 0.02 2347842 3 26 Bank Windu Kenjtana Internasional Tbk 25 Bank Victoria Internasional Tbk 3 0.91 0.06 7359018 24 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 6 0.91 0.10 22272246 23 Bank Swadesi Tbk 6 0.80 0.22 1537378 22 Bank Rakyat Indonesia Tbk 6 0.910.18 316947029 21 Bank Permata Tbk 8 0.91 0.07 56009953 20 Bank Pan Indonesia Tbk 4 0.85 0.12 77857418 19 Bank OCBC NISP Tbk 8 0.89 0.11 37052596 18 Bank Negara Indonesia Tbk 7 0.920.10 227496967 17 Bank Mutiara Tbk 3 0.92 0.33 7531145 16 Bank Mega Tbk 3 0.91 0.12 39684622 15 Bank Mayapada Internasional Tbk 3 0.87 0.04 7629928 14 Bank Mandiri Tbk 6 0.980.19 394616604 12 Bank Internasional Indonesia Tbk 6 0.91 (0.001) 60965774 No Nama Perusahaan KOM LEV PRO SIZE 3 Bank Bumi Arta Tbk 2 0.79 0.13 1907461 1 Bank Artha Graha Internasional Tbk 6 0.94 0.02 15432374 2 Bank Bukopin Tbk 5 0.93 0.09 37173318 4 Bank Capital Tbk 3 0.85 0.09 3459181 11 Bank ICB Bumiputera Tbk 5 0.92 0.004 7005700 5 Bank Central Asia Tbk 5 0.90.25 282392294 6 Bank CIMB Niaga Tbk 6 0.890.12 107104274 7 Bank Danamon Indonesia Tbk 8 0.84 0.08 98597953 8 Bank Ekonomi Raharja Tbk 4 0.91 0.18 21591830 9 Bank Eksekutif Internasional Tbk 3 1.03 (0.4) 1425575 10 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk 2 0.89 0.10 2403696 0.89 0.06 2798874Sumber: Peneliti, 2011

B. Analisis Data Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

  Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean) dan standart deviation (simpangan baku)data yang digunakan dalam penelitian. Variabel jumlah informasi sosial yang diungkapkan (IS) memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 52, dengan nilai minimum 0,33, nilaimaksimum 1,00, mean 0,7169 dan standart deviation 0,19359, 2.

2. Pengujian Asumsi Klasik

  Untuk menghasilkan suatu model regresi yang baik, analisis regresi memerlukan pengujian asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis. Pengujian ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data yang digunakan dalam penelitian sudah normal, serta bebas dari gejalamultikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi.

a. Uji Normalitas

  Uji statistik yang dapat digunakan untukmenguji apakah residual berdistribusi normal adalah uji statitstik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) dengan membuat hipotesis: H : data residual berdistribusi normal, Ha : data residual tidak berdistribusi normal. Apabila nilai siginifikansi lebih besar dari 0,05 maka H diterima dan Ha ditolak, sebaliknya jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka H ditolak dan Ha diterima.

b. Uji Multi kolinearita as

  De eteksi mu ultikolineari itas dapat d dilihat, yait tu jika nilai i Variance Inflation F Factor(V VIF) tidak le ebih dari 10 0 dan nilai tolerance t tidak kuran ng dari 0,1 maka Tabel 4.8 Hasil Uji Multikolinearitas aCoefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity StatisticsModel B Std. Tolerance VIF 1 (Constant) -1.093 .483 -2.265 .028KOM .012 .015 .123 .800 .428 .528 1.893 LEV 1.070 .562 .388 1.906 .063 .302 3.315 PRO .064 .032 .406 2.004 .051 .306 3.269Ln_SIZE .047 .017 .433 2.785 .008 .517 1.933 Sumber: Output SPSSBerdasarkan tabel 4.8 di atas dapat disimpulkan penelitian ini bebas dari gejala multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

  Uji heteroskedastisitias bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi Sumber: O Output SPSS S Gambar r 4.3 H asil Uji He eteroskedas stisitas (Sca atterplot) Dari grafi ik scatterplo ot di atas d dapat diliha at tidak ada a pola yang jelas ser rta titik-titik k menyebar r di atas da an di bawa ah angka 0 pada sumb bu Y,ma aka dapat disimpulka an tidak te erjadi heter oskedastisit tas pada m model reg gresi ini.

d. Uji Autokorelasi

  Dependent Variable: IS Sumber: Output SPSSKriteria untuk penilaian terjadinya autokorelasi yaitu: 1) nilai D-W lebih kecil dari -2 berarti ada korelasi positif,2) nilai D-W di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi, 3) nilai D-W lebih besar dari +2 berarti ada autokorelasi negatif. Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai D-W yang didapat sebesar 1,877 yang berarti termasuk pada kriteria kedua, sehingga dapat disimpulkanbahwa model regresi bebas dari autokorelasi.

3. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis, Peneliti menggunakan analisis regresi berganda

  Dependent Variable: IS Sumber: Output SPSS Tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,641 yang berarti bahwa korelasi antara variabel dependen dengan variabel-variabel independennya adalah kuat dengan didasarkan pada nilai R yang berada di atas 0,5. Angka ini menunjukkan bahwa keempat variabel independen dalam penelitian yaitu ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan danprofitabilitas dapat menjelaskan 36,1% dari jumlah informasi sosial yang diungkapkan, sedangkan sisanya sebesar 63,9% dijelaskan oleh sebab-sebablain.

a. Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

  Adapunhipotesis untuk uji F adalah sebagai berikut: H1 : ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas memiliki pengaruh secara simultan terhadapjumlah informasi sosial yang diungkapkan. Uji ini dilakukan dengan ketentuan: Jika F-hitung < F-tabel padaα = 0,05, maka H1 ditolak Jika F-hitung > F-tabel padaα = 0,05, maka H1 diterima Tabel 4.11 Hasil Uji Simultan (Uji-F) ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

b. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

  Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak, artinya financial leverage secara parsial tidakberpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan.3) Pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan informasi sosial Ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,008 yang berarti nilai ini lebih kecil dari 0,05, sedangkan nilai t hitung diperolehsebesar 2,785. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa H3 diterima, artinya ukuran perusahaan secara parsialberpengaruh terhadap informasi sosial yang diungkapkan.4) Pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan informasi sosial Profitabilitas memiliki nilai signifikansi sebesar 0,051 yang berarti nilai ini lebih kecil dari 0,05, sedangkan nilai t hitung diperolehsebesar 2,004.

C. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian

  Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa variabel ukuran dewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan informasi sosial sebesar 36,1% (Adjusted R Square = 0,361). Dalam pengujian secara parsial ditemukan hanya satu variabel independen yaitu variabel ukuran perusahaan yang berpengaruh secara signifikan terhadappengungkapan informasi sosial, sedangkan tiga variabel lainnya yaitu variabel ukuran dewan komisaris, financial leverage dan profitabilitas tidak berpengaruhsecara signifikan.

1. Ukuran Dewan Komisaris

2. Financial Leverage

  Berdasarkan hasil pengujian secara parsial, variabel ukuran dewan komisaris memiliki nilai signifikansi sebesar 0,428 yang berarti lebih besardari 0,05 dan nilai t hitung sebesar 0,800 lebih kecil dari t tabel sebesar2,0086. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitianMarpaung (2009) yang menemukan hanya vaiabel financial leverage yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan informasi sosial.

3. Ukuran Perusahaan

  Al., (1987) dalam Sembiring (2005), secara teoritis perusahaan besar tidak akan lepas dari tekanan, dan perusahaan yang lebih besar dengan aktivitas operasi dan pengaruh yang lebih besar terhadap masyarakat mungkin akanmemiliki pemegang saham yang memperhatikan program sosial yang dibuat perusahaan sehingga pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan akansemakin luas. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitianRosmasita (2007), Sitepu (2008) dan Marpaung (2009) yang menemukan tidak ada pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan denganpengungkapan informasi sosial perusahaan.

4. Profitabilitas

  Hal ini sejalandengan Hackston dan Milne (1996) yang menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat profitabilitas dengan pengungkapan informasisosial. Hasil ini juga mendukung hasil penelitian Rosmasita (2007) danMarpaung (2009), tetapi berbeda dengan hasil penelitian Sitepu (2008) yang menemukan bahwa besar kecilnya profitabilitas akan mempengaruhi jumlahinformasi sosial yang diungkapkan oleh perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah dilakukan analisis dan pembahasan, penulis memberikan empat

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh secara parsial terhadap jumlah informasi sosial yangdiungkapkan perusahaan, sedangkan ukuran dewan komisaris, financial leverage dan profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap jumlah informasi sosial yang diungkapkan, 3. Variabel-variabel yang digunakan hanya lima yaitu jumlah informasi sosial yang diungkapkan sebagai variabel dependen, sedangkan ukurandewan komisaris, financial leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas sebagai variabel independen, sehingga informasi sosial yang diungkapkantidak dapat dijelaskan dengan pasti, 3.

DAFTAR PUSTAKA

  “Faktor-Faktor yang MempengaruhiPengungkapan Sosial dalam Laporan Tahunan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. “Faktor-Faktor yang MempengaruhiPengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Tahunan pada PerusahaanManufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”.

a. Test dis stribution is No ormal

  Error.483 .015.562 .032.017l Uji Multik Uji Heteros Hasil Hasil Urdized ents Unstandar CoefficieB S a. Dependent Variable: IS Lampiran xiiHasil Uji Simultan (Uji-F) ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peng..

Gratis

Feedback