Feedback

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di Indonesia

Informasi dokumen
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERBITAN OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA TESIS Oleh: AHMADI SARIP 097018015 / EP SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERBITAN OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh AHMADI SARIP 097018015 / EP SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PENERBITAN YANG OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA Nama Mahasiswa : Ahmadi Sarip : 097018015 Nomor Pokok : Ekonomi Pembangunan Program Studi Menyetujui: Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E) Ketua Ketua Program Studi (Drs. Rujiman, M.A) Anggota Direktur, (Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec) (Prof. Dr. Ir. A.Rahim Matondang, MSIE) Tanggal lulus : 23 September 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 23 September 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E Anggota : 1. Drs. Rujiman, M.A 2. Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec 3. Dr. Jonni Manurung, MS 4. Wahyu Ario Pratomo, SE., M.Ec Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan Tesis yang berjudul : “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di Indonesia” Adalah benar hasil kerja saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara benar dan jelas. Medan, September 2011 Yang membuat pernyataan (Ahmadi Sarip) Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran pemerintah, pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dari triwulan pertama 2003 sampai dengan triwulan ke-empat 2009. Data diolah dengan menggunakan program E-views 5.1 dengan menggunakan model ekonometrika yaitu Ordinary Least Square. Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai R-square sebesar 0.972, yang berarti variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 97.2%, sedangkan sisanya 2.8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam model estimasi. F-statistik lebih besar dari F-tabel (202,4315 >4,26), menunjukkan bahwa variabel penerimaan negara tahun sebelumnya, pengeluaran pemerintah, pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI secara bersama-sama mampu mempengaruhi penerbitan obligasi pemerintah Indonesia, signifikan pada α= 1%. Pengeluaran pemerintah mempunyai pengaruh yang positif terhadap penerbitan obligasi pemerintah, sedangkan penerimaan negara tahun sebelumnya, pinjaman luar negeri pemerintah dan suku bunga SBI mempunyai pengaruh yang negatif terhadap penerbitan obligasi pemerintah Indonesia. Semua variabel bebas signifikan secara statistik dan sesuai hipotesis. Kata kunci: Penerbitan Obligasi Pemerintah, Penerimaan Negara tahun sebelumnya, Pengeluaran Pemerintah, Pinjaman Luar Negeri Pemerintah, Suku bunga SBI. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The aim of research is to analyze the factors which influence the issuances of the government bonds in Indonesia. The variables employed in this research are state revenues in previous year, government expenditure, official foreign borrowing and certificate of Bank Indonesia (SBI) rates. Data used for this research is time series data from first quarter 2003 till forth quarter 2009. The data is processed with program E-views 5.1 by using econometric model that is ordinary least square. The estimation showed R-square is 0.972, it means that the independent variables are able to explain the dependent variable as much as 97.2%, while the rest 2.8% are explained by variables are not included in estimation model. F-statistic is bigger than F-table (202,4315>4,26), it means that state of revenues in previous year, government expenditure, official foreign borrowing and certificate of Bank Indonesia (SBI) rates, together affected on issuances of government bonds in Indonesia significanty at α= 1%. The government expenditure have positively influence on issuances of government bond. State revenues in previous year, official foreign borrowing and SBI rates have negatively influence on issuances of government bond. All the independent variables are significant in statistic estimation and according to hypothesis. Keywords: Issuances of the government bonds, State revenue in previous year, government expenditure, Official foreign borrowing, SBI rates. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Taufik dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah di Indonesia”. Tak lupa pula shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa risalah kepada seluruh umat manusia. Dalam penyelesaian tesis ini, penulis senantiasa mendapat bantuan baik berupa moril maupun materil terutama dari Ayahanda Panusunan Harahap dan Ibunda Tiraiya Siregar, serta saudara-saudaraku: Kak Armadani Harahap, Am.Keb., Abang Ahmad Parulian Harahap, SH., Kak Masdalipa Harahap, S.Pd., dan Adikku Surya Rahmat Harahap yang selalu memberikan dukungan, semangat dan do’a. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada : 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), SpA(K)., selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec., selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Prof. Dr. Lic. Rer. Reg. Sirojuzilam, S.E., selaku Ketua Pembimbing yang telah banyak membantu dalam mengarahkan, membimbing dan memberikan saran kepada penulis dalam penulisan tesis ini. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Drs. Rujiman, M.A., selaku Pembimbing yang telah banyak membantu dalam mengarahkan, membimbing dan memberikan saran kepada penulis dalam penulisan tesis ini. 6. Bapak Prof. Dr. Sya’ad Afifuddin, S.E., M.Ec., Dr. Jonni Manurung, MS., Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., selaku dosen Pembanding yang telah banyak memberikan saran dan masukan atas penyempurnaan tesis ini. 7. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 8. Bapak dan Ibu Staf Administrasi Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik atas segala bantuan yang diberikan dan tesis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin. Medan, September 2011 Penulis, ( Ahmadi Sarip ) Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Nama : Ahmadi Sarip Agama : Islam Tempat/Tanggal Lahir : Napahalas /19 Juni 1988 Jenis Kelamin : Laki-laki Warga Negara : Indonesia Alamat : Jl. Jamin Ginting, No. 24 Medan E-mail : ahmadisarip@yahoo.co.id Status Perkawinan : Belum Menikah Nama Orang Tua Ayah : Panusunan Harahap Ibu : Tiraiya Siregar Pendidikan 2009 – 2011 : S2 Magister Ekonomi Pembangunan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara 2006 – 2009 : S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara 2003 – 2006 : SMA Negeri 2 Padangsidimpuan 2000 – 2003 : SMP Negeri 1 Gunung Tua 1994 – 2000 : SD Negeri No. 147586 Napahalas Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT. ii KATA PENGANTAR . iii RIWAYAT HIDUP.v DAFTAR ISI. vi DAFTAR TABEL.x DAFTAR GAMBAR . xi DAFTAR LAMPIRAN. xii DAFTAR SINGKATAN . xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . . .1 1.2 Perumusan Masalah .8 1.3 Tujuan Penelitian .9 1.4 Manfaat Penelitian .9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Obligasi .10 2.1.2 Peringkat Obligasi .12 2.1.3 Obligasi Pemerintah Indonesia .13 2.1.4 Mekanisme Penerbitan Surat Utang Negara .17 Universitas Sumatera Utara 2.2 Penerimaan Negara 2.2.1 Penerimaan Perpajakan .18 2.2.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak .21 2.2.3 Hibah .21 2.2.4 Pengaruh Penerimaan Negara Tahun sebelumnya Terhadap Penerbitan Obligasi Pemerintah .22 2.3 Pengeluaran Pemerintah 2.3.1 Pengeluaran Rutin .22 2.3.2 Pengeluaran Pembangunan .24 2.3.3 Klasifikasi Pengeluaran Pemerintah . 25 2.3.4 Teori Pengeluaran Pemerintah .27 2.3.5 Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Penerbitan Obligasi Pemerintah .31 2.4 Pinjaman Luar Negeri Pemerintah 2.4.1 Karakteristik Pinjaman Luar Negeri .33 2.4.2 Prinsip Dasar Penerimaan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .36 2.4.3 Peranan Pinjaman Luar Negeri Dalam APBN.37 2.4.4 Pengaruh Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Terhadap Penerbitan Obligasi Pemerintah .38 2.5 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 2.5.1 Pengertian Suku Bunga.39 2.5.2 Pengertian dan Sejarah Penerbitan SBI .40 2.5.3 Pihak yang Berhak Memiliki SBI .41 2.5.4 Pengaruh Suku Bunga SBI Terhadap Penerbitan Obligasi Pemerintah .42 2.6 Penelitian Sebelumnya .42 2.7 Kerangka Konseptual Penelitian .45 2.8 Hipotesis.46 Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian.47 3.2 Jenis dan Sumber Data .47 3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data.48 3.4 Pengolahan Data.48 3.5 Model Analisis Data.48 3.6 Test of Goodness of Fit (Uji Kesesuaian) . 49 a. Koefisien Determinasi (R2) . 49 b. Uji t-statistik.49 c. Uji F-statistik.50 3.7 Uji Asumsi Klasik .50 3.7.1 Multikolinearitas .51 3.7.2 Autokorelasi . 51 3.7.3 Normalitas. 52 3.8 Definisi Operasional.53 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Variabel-Variabel Penelitian .54 4.1.1 Perkembangan Keuangan Pemerintah .54 4.1.2 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah .57 4.1.3 Perkembangan Penerimaan Negara .61 4.1.4 Perkembangan Pengeluaran Pemerintah.65 4.1.5 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .68 4.1.6 Perkembangan suku bunga SBI .71 4.2 Uji Statistik Hasil Model Estimasi.74 4.2.1 Uji Kesesuaian .75 4.2.2 Uji Asumsi Klasik .80 4.2.2.1 Multikolinearitas .80 4.2.2.2 Autokorelasi .81 Universitas Sumatera Utara 4.2.2.3 Normalitas.81 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .82 5.2 Saran.83 DAFTAR PUSTAKA .85 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1.1 Penerimaan Pemerintah.2 1.2 Penerbitan Obligasi Pemerintah.4 1.3 Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .5 1.4 Pengeluaran Pemerintah.6 1.5 Suku bunga SBI .7 4.1 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah .58 4.2 Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah .62 4.3 Perkembangan Pengeluaran Negara.66 4.4 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .69 4.5 Perkembangan suku bunga SBI .71 4.6 Hasil Estimasi Model Penelitian .74 4.7 Nilai Koefisien Determinasi (R2 ) .80 4.8 Hasil Uji LM-Test .81 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 2.1 Kurva Perkembangan Pengeluaran Pemerintah .30 2.2 Proses Pembelian SBI .41 2.3 Kerangka Konseptual .45 4.1 Perkembangan Penerbitan Obligasi Pemerintah .61 4.2 Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah .65 4.3 Perkembangan Pengeluaran Negara.68 4.4 Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah .70 4.5 Perkembangan suku bunga SBI .73 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Hasil Estimasi OLS .88 2 Hasil Estimasi Uji 0 S0 S1 Gambar 2.3 Teori Klasik Tentang Suku Bunga Keseimbangan tingkat bunga ada pada titik I 0 , dimana jumlah tabungan sama dengan investasi. Apabila tingkat bunga diatas I 0 , jumlah tabungan melebihi keinginan pengusaha untuk melakukan investasi. Para penabung akan saling bersaing untuk meminjamkan dananya dan persaingan akan menekan tingkat bunga turun balik Universitas Sumatera Utara ke posisi I 0 . Sebaliknya, apabila tingkat bunga dibawah i 0 , para pengusaha akan bersaing memperoleh dana yang relatif lebih kecil. Persaingan ini akan mendorong tingkat bunga naik lagi ke i 0 . 2. Teori Keynes (Liqudity Preference) Keynes menyatakan tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang (ditentukan dalam pasar uang). Dalam teori Keynes ada 3 motif timbulnya permintaan akan uang yaitu transaksi, motif berjaga-jaga, dan spekulasi. Ketiga motif permintaan uang ini disebut juga liquidity preference yang mengandung makna keinginan seseorang untuk tetap berada pada kondisi yang likuid merupakan faktor pendorong seseorang bersedia untuk membayar harga tertentu atas penggunaan uang. Sedangkan uang menurut Keynes adalah merupakan salah satu bentuk kekayaan yang dimiliki seseorang seperti halnya kekayaan dalam bentuk tabungan di bank, saham, dan surat-surat berharga lainnya. Dari ketiga motif permintaaan uang yang perlu digaris bawahi adalah ketika orang berspekulasi pada pasar surat berharga (misalnya obligasi). Universitas Sumatera Utara Tingkat Bunga (i) Jumlah Uang (M) i i Liquidity Preference 0 M Gambar 2.3 Teori Keynes Tentang Suku Bunga Tingkat bunga keseimbangan pada i 0 terjadi bila jumlah kas tingkat bunga keseimbangan pada i 0 terjadi bila jumlah kas yang ditawarkan (uang beredar) sama dengan yang diminta. Bila terjadi peningkatan suku bunga i 0 masyarakat akan menginginkan uang kas lebih sedikit dengan membeli obligasi (tingkat bunga turun) sampai kembali pada tingakat keseimbangan. Bila tingkat bunga yang terjadi berada dibawah keseimbangan i 0 , masyarakat akan menginginkan uang kas lebih besar, ini perlu menjual obligasi yang dipegang. Tindakan untuk menjual obligasi inilah yang mendesak harganya turun dan tingkat bunga akan naik. 3. Teori Bunga Moneter dan Teori Bunga Riil Teori bunga moneter dan teori bunga riil merupakan pertentangan yang menyatakan apakah tingkat suku bunga keseimbangan ditentukan oleh faktor-faktor Universitas Sumatera Utara riil seperti kebiasaan menabung masyarakat atau produktivitas investasi, atau tingkat bunga tersebut hanya merupakan gejala yang murni yang hanya bersifat moneter saja. Secara umum orang beranggapan bahwa suku bunga yang terjadi ditentukan oleh faktor-faktor riil, dan pengaruh dari sudut moneter hanya bersifat gangguan jangka pendek yang tidak mengubah tingkat bunga keseimbangan. Tingkat suku bunga keseimbangan merupakan suatu tingkat dimana permintaan barang dan jasa sama dengan penawarannya dalam keadaan full employment. Tingkat Bunga (i) i S(i) 0 i1 S(i) 1 i0 I(i) 1 I(i) 0 0 I1 S0 S1 S2 S,I Tabungan (S), Investasi (I) Gambar 2.3 Investasi, Tabungan dan Keseimbangan Suku Bunga Tabungan S(i) 0 yang dipengaruhi suku bunga, dengan naiknya tingkat suku bunga akan mendorong masyarakat untuk memperbesar tabungan. Sedangakn skedul permintaan investasi digambarkan I(i) 0 juga dipengaruhi suku bunga. Universitas Sumatera Utara Bila skedul permintaan investasi dan skedul tabungan sudah tertentu, maka kita dapat mengetahui dengan mudah bahwa tingkat suku bunga keseimbangan adalah i 0 . Jadi tingkat suku bunga yang berlaku adalah i 1 , maka penabung akan menambah jumlah S 1 (S 2 -S 1 ) dari konsumsi sekarang. Akan tetapi, karena permintaan investasi hanya I 1 , maka akan timbul kelebihan penawaran tabungan dan mengakibatkan turunnya tingkat suku bunga. Akibat penurunan tingkat suku bunga maka tabungan yang ditawarkan juga akan berkurang. Akhirnya pasar mencapai keseimbangan, pada tingkat suku bunga i 0 . Pada i 0 adalah suku bunga keseimbangan, yaitu terjadi investasi sama dengan tabungan full employment. 3.3.4 Suku Bunga Deposito Pengertian Suku Bunga Deposito Suku bunga merupakan salah satu variabel dalam perekonomian yang senantiasa diamati karena dampaknya yang begitu luas. Tingkat bunga mempengaruhi secara langsung kehidupan masyarakat keseharian dan mempunyai dampak penting terhadap perekonomian. Tingkat bunga dapat mempengaruhi seseorang/rumah tangga dalam hal mengkomsumsi, membeli rumah, membeli obligasi, ataupun menaruhnya dalam rekening tabungan. Suku bunga juga mempengaruhi keputusan ekonomis bagi pengusaha atau pimpinan perusahaan apakah akan melakukan investasi pada proyek baru atau perluasan kapasitas. Universitas Sumatera Utara Tingkat bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang penting digunakan oleh debitur yang dibayarkan kepada kreditur. Teori Klasik menyatakan bahwa bunga adalah harga dari dana investasi (loanable funds) dengan demikian bunga adalah harga yang terjadi di pasar dana investasi. Menurut teori Keynes bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan akan uang (ditentukan dalam pasar uang). Suku bunga adalah harga yang dibebankan oleh unit ekonomi yang mengalami surplus (unit surplus) karena menyediakan dana pada unit ekonomi yang mengalami defisit (unit defisit). Menurut teori tingkat bunga dari teori klasik menyebutkan bahwa investasi tergantung pada tingkat bunga. Tingginya tingkat bunga menjadikan keinginan untuk berinvestasi menjadi lebih kecil. Makin rendah tingkat bunga maka akan mendorong pengusaha untuk berinvestasi. Ditarik kesimpulan bunga merupakan imbalan atas ketidaknyamanan karena melepas uang, atau juga disebut bunga adalah harga kredit. Sedangkan tingkat suku bunga berkaitan dengan peranan waktu dalam kegiatan-kegiatan ekonomi. Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan (pihak ketiga) dengan bank yang bersangkutan. Dilihat dari sudut biaya dana, maka dana yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito ini merupakan dana yang relatif mahal dibandingkan dengan sumber dana lainnya, misalnya giro atau tabungan. Sumber dana ini dapat dikategorikan sebagai sumber dana semi tetap. Berbeda dengan giro, dana deposito Universitas Sumatera Utara akan mengendap di bank karena para pemegangnya (deposan) tertarik dengan tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank dan adanya keyakinan bahwa pada saat jatuh tempo bila deposan tidak ingin memperpanjang jangka waktu simpanannya, maka dananya dapat ditarik kembali. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suku bunga deposito adalah balas jasa yang diberikan oleh bank dalam rangka penggalangan dana masyarakat dalam bentuk simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah penyimpan dengan bank. 2.3.5 Jenis-Jenis Deposito Dalam prakteknya terdapat 3 jenis deposito yaitu: a. Deposito Berjangka Deposito Berjangka adalah deposito yang dibuat atas nama dan tidak dapat dipindahkantangankan. b. Sertifikat Deposito Sertifikat Deposito adalah deposito yang diterbitkan atas unjuk dan dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan serta dapat dijadikan sebagai jaminan bagi permohonan kredit c. Deposit On Call Deposit On Call adalah deposito yang saat penarikannya harus diberitahukan terlebih dahulu pada bank pada waktu yang ditetapkan sesuai dengan kebijakan Universitas Sumatera Utara dan peraturan bank yang bersangkutan. Biasanya hanya digunakan untuk deposan yang memiliki uang dalam jumlah besar dan sementara waktu belum digunakan. 2.3.6 Fungsi Suku Bunga Fungsi tingkat suku bunga pada suatu perekonomian adalah: a. Sebagai daya tarik bagi para penabung individu, institusi, atau lembaga lain yang mempunyai dana. b. Sebagai alat kontrol bagi pemerintah terhadap dana langsung (investasi) pada sektor-sektor ekonomi. c. Sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan yang beredar dalam suatu perekonomian. d. Sebagai alat kontrol tingkat inflasi 3.4 Pendapatan Perkapita Pendapatan perkapita adalah salah satu jenis prestasi ekonomi suatu negara yang dapat diketahui dengan cara pembagian jumlah pendapatan nasional terhadap jumlah penduduk. Pada umumnya untuk mengetahui laju pembangunan ekonomi suatu negara dan perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakatnya perlu pertambahan pendapatan nasional dan besarnya pendapatan perkapita. Besarnya pendapatan nasional akan menentukan besarnya pendapatan perkapita. Pendapatan perkapita yang merupakan salah satu prestasi ekonomi sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan penduduk. Apabila pertambahan pendapatan lebih Universitas Sumatera Utara besar dari pertumbuhan penduduk maka tingkat pendapatan perkapita penduduk meningkat. Sebaliknya apabila pertambahan pendapatan nasional lebih kecil dari pertumbuhan penduduk maka pendapatan perkapita mengalami Yogyakarta. Universitas Sumatera Utara   JURNAL Almalia, Luciana Spica dan Vieka Devi. 2007. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”, Proceeding Seminar Nasional Manajemen SMART, Universitas Kristen Maranatha Bandung. Andry, Widya. 2005. “Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi”, Jurnal Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, hal 242-262. Burton, B; Mike, A; dan Hardwick, P, 2000. “The Determinants of Credit Rating in United Kingdom Insurance Industry”, Journal of Finance, Volume 28 Nomor 1 hal 57-89. Magreta dan Poppy Nurmayanti, 2009. “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi ditinjau dari Faktor Akuntansi dan Non Akuntansi”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Volume 11 Nomor 3 hal 143154. Manurung, Adler H, Silitonga dan Tobing, Wilson R.L. 2011. “Hubungan RasioRasio Keuangan dengan Rating Obligasi”, Jurnal Buletin Ekonomi dan Perbankan, ABFI Institute Perbanas Jakarta. Mark, K; Peter,K dan Teck-Kin, S. 2001. “Combining Bond Rating Forecasts Using Logit”, The Financial Reviuew, pp 75-96. Raharja dan Mayla Pramono Sari, 2012. “Kemampuan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Peringkat Obligasi (PT Kasnic Credit Rating)”, Maksi, Volume 8 Nomor 2, hal 213-231. Sejati, Grace, 2010. “Analisis Faktor-faktor Akuntansi dan Non Akuntansi dalam Memprediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur”, Jurnal ilmu Administrasi dan Organisasi, Volume 17 Nomor 1 hal 19-31. Winda, Taufeni dan yunieta. 2011. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, Jurnal Ekonomi, Volume 3 Nomor 6 hal 22-43. Universitas Sumatera Utara   SKRIPSI Adrian, Nicko, 2011. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang. Maharti, Enny Dwi, 2011. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. STIE PERBANAS, Surabaya. INTERNET Daftar Perusahaan Penerbit Obligasi www.idx.co.id Rating Obligasi menurut PT PEFINDO www.pefindo.com www.duniainvestasi.com (akses pada tanggal 16 Februari 2013, pukul 10.00) Universitas Sumatera Utara   LAMPIRAN 1 Data Leverage Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2009 – 2012 (dalam %) NO. Kode Emiten 1 APEC 2 CILI 3 INDF 4 JPFA 5 LTLS 6 MYOR 7 MEDC 8 PKT 9 SIMP 10 TKIM Nama Emiten Apexindo Pratama Duta Tbk Ciliandra Perkasa Indofood Sukses Makmur Tbk Japfa Comfeed Indonesia Tbk Lautan Luas Tbk Mayora Indah Tbk Medco Energi Internasional Tbk Pupuk Kalimantan Timur Salim Ivomas Pratama Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 2009 1.02 1.25 2.45 1.76 2.22 1.03 1.85 0.86 1.41 2.63 Leverage ( DER ) 2010 2011 1.70 1.63 0.33 0.31 1.34 0.70 1.14 1.35 2.52 3.23 1.18 1.72 1.86 2.04 0.76 0.72 1.46 0.68 2.45 2.46 2012 2.05 0.28 0.74 1.30 2.57 1.71 2.15 0.67 0.65 2.47 Data Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009 – 2012 (dalam %) NO. Kode Emiten 1 APEC 2 CILI 3 INDF 4 JPFA 5 LTLS 6 MYOR 7 MEDC 8 PKT 9 SIMP 10 TKIM Nama Emiten Apexindo Pratama Duta Tbk Ciliandra Perkasa Indofood Sukses Makmur Tbk Japfa Comfeed Indonesia Tbk Lautan Luas Tbk Mayora Indah Tbk Medco Energi Internasional Tbk Pupuk Kalimantan Timur Salim Ivomas Pratama Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Profitabilitas ( ROA ) 2009 2010 2011 2012 2.58 2.05 0.08 0.03 0.04 0.35 0.43 0.62 1.25 1.44 1.36 1.22 1.34 1.37 0.75 0.98 2.79 2.42 1.89 2.01 1.55 1.49 0.94 0.86 0.94 3.65 3.29 0.71 1.00 1.05 1.36 1.63 0.06 0.05 0.09 0.06 1.30 2.01 2.69 1.30 Universitas Sumatera Utara   Data Likuiditas Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009 – 2012 (dalam %) NO. Kode Emiten 1 APEC 2 CILI 3 INDF 4 JPFA 5 LTLS 6 MYOR 7 MEDC 8 PKT 9 SIMP 10 TKIM Nama Emiten Apexindo Pratama Duta Tbk Ciliandra Perkasa Indofood Sukses Makmur Tbk Japfa Comfeed Indonesia Tbk Lautan Luas Tbk Mayora Indah Tbk Medco Energi Internasional Tbk Pupuk Kalimantan Timur Salim Ivomas Pratama Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 2009 1.49 2.03 1.16 2.21 1.12 2.29 1.55 1.69 1.30 2.37 Likuiditas ( CR ) 2010 2011 1.25 1.36 0.17 0.07 2.04 1.91 2.63 1.59 1.10 1.04 2.58 2.22 1.52 1.61 1.99 2.34 1.14 1.70 2.19 1.92 2012 5.88 0.14 2.00 1.82 0.84 2.76 2.65 2.54 1.48 2.41 Data Umur Obligasi Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009 – 2012 NO. Kode Emiten Nama Emiten 1 APEC Apexindo Pratama Duta Tbk 2 CILI Ciliandra Perkasa 3 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 4 JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk 5 LTLS Lautan Luas Tbk 6 MYOR Mayora Indah Tbk 7 MEDC Medco Energi Internasional Tbk 8 PKT Pupuk Kalimantan Timur 9 SIMP Salim Ivomas Pratama 10 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 2009 5 5 3 5 4 7 5 5 5 5 Umur Obligasi 2010 2011 55 55 33 55 44 77 55 55 55 55 2012 5 5 3 5 4 7 5 5 5 5 Universitas Sumatera Utara   LAMPIRAN 2 Output SPSS Versi 17.00 pada Regresi Logistik Classification Tablea,b Predicted Observed RATING 01 Percentage Correct Step 0 RATING 0 05 .0 1 0 35 100.0 Overall Percentage 87.5 a. Constant is included in the model. b. The cut value is ,500 Step 0 Constant Variables in the Equation B S.E. Wald df .302 .320 .893 1 Sig. Exp(B) .345 1.353 Variables not in the Equation Score Step 0 Variables DER 1.350 ROA .176 CR .043 MATURITY 1.257 Overall Statistics 2.541 df 1 1 1 1 4 Sig. .245 .675 .836 .262 .637 Iteration Historya,b,c,d Universitas Sumatera Utara   Coefficients Iteration -2 Log likelihood Constant DER ROA CR MATURITY Step 1 1 29.590 2.481 -.038 -.002 .007 -.018 2 27.907 3.777 -.065 -.004 .009 -.033 3 27.805 4.266 -.074 -.004 .008 -.041 4 27.804 4.314 -.075 -.004 .007 -.041 5 27.804 4.315 -.075 -.004 .007 -.041 a. Method: Enter b. Constant is included in the model. c. Initial -2 Log Likelihood: 30,142 d. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001. Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square df Sig. Step 1 Step 2.337 4 .674 Block 2.337 4 .674 Model 2.337 4 .454 Model Summary Step 1 Cox & Snell R -2 Log likelihood Square Nagelkerke R Square 27.804a .057 .686 a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than ,001. Step 1 Hosmer and Lemeshow Test Chi-square df Sig. 10.898 8 .208 Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test RATING = 0 RATING = 1 Total Universitas Sumatera Utara   Step 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Observed Expected Observed Expected 3 2.570 1 1.430 2 2.216 2 1.784 3 2.049 1 1.951 2 1.923 2 2.077 2 1.820 2 2.180 0 1.706 4 2.294 1 1.440 3 2.560 1 1.289 3 2.711 1 1.062 3 2.938 2 .924 2 3.076 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Classification Tablea,b Predicted Observed RATING 01 Percentage Correct Step 0 RATING 0 05 .0 1 0 35 100.0 Overall Percentage a. Constant is included in the model. b. The cut value is ,500 87.5 Variables in the Equation Step 1a DER B 4.193 S.E. 1.984 Wald 4.465 ROA 8.136 7.425 1.201 CR 4.765 2.260 4.444 MATURITY -18.145 6148.558 .000 Constant 109.636 30742.799 .000 a. Variable(s) entered on step 1: DER, ROA, CR, MATURITY. df 1 1 1 1 1 Sig. Exp(B) .035 .015 .027 3414.633 .042 .009 .998 .000 .997 4.113E47 Universitas Sumatera Utara   LAMPIRAN 3 Observed Groups and Predicted Probabilities 4+ 1+ | 1| | 1| F| 1| R 3+ 1 1+ E| 1 1| Q| 1 1| U| 1 1| E 2+ 0 11 1 11 1 1 1+ N| 0 11 1 11 1 1 1| C| 0 11 1 11 1 1 1| Y| 0 11 1 11 1 1 1| 1 + 1 000 011 1 1111 1 01 00 1 1 1 1 0111 111+ | 1 000 011 1 1111 1 01 00 1 1 1 1 0111 111| | 1 000 011 1 1111 1 01 00 1 1 1 1 0111 111| | 1 000 011 1 1111 1 01 00 1 1 1 1 0111 111| Predicted ---------+---------+---------+---------+---------+------ ---+---------+---------+---------+---------- Prob: 0 ,1 ,2 ,3 ,4 ,5 ,6 ,7 ,8 ,9 1 Group: 000000000000000000000000000000000000000000000000001111111111111111 1111111111111111111111111111111111 Predicted Probability is of Membership for 1 The Cut Value is ,50 Symbols: 0 - 0 1-1 Each Symbol Represents ,25 Cases. Universitas Sumatera Utara
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di Indonesia
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerbitan Obligasi Pemerintah Di Indonesia

Gratis