Feedback

Uji Aktivitas Antibakteriekstrak Etanol Daun Kembang Bulan(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa

Informasi dokumen
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa SKRIPSI OLEH: RONNI SIREGAR NIM 081524019 PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara OLEH: RONNI SIREGAR NIM 081524019 PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGESAHAN SKRIPSI UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERIEKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa. OLEH : RONNI SIREGAR NIM 081524019 Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Pada tanggal : Juli 2011 Pembimbing I, Panitia Penguji, Dr. Marline Nainggolan, M.S., Apt. NIP 195709091985112001 Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt. NIP 194908111976031001 Pembimbing II, Dr. Marline Nainggolan, M.S., Apt. NIP 195709091985112001 Dra. Erly Sitompul, M.Si., Apt NIP 195006121980032001 Drs. Panal Sitorus, M.Si., Apt. NIP 195310301980031002 Dra. Anayanti Arianto, M.Si., Apt. NIP 195306251986012001 Medan, Juli 2011 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Dekan, Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. NIP 195311281983031002 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas anugerah dan kasih setiaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ini untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini penulis mempersembahkan skripsi ini sebagai rasa terima kasih kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta, P.Siregar dan R. Sihombing, kakak Hetty Siregar, Risda Siregar dan Lyndon Siregar, adik Leonard Siregar, Petra Siregar dan Elvi Siregar, serta abang tercinta Hadi I. Walesa Panjaitan atas doa, dorongan dan pengorbanan baik moril maupun material selama menempuh pendidikan Strata 1 Farmasi. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dr. Marline Nainggolan, M.S., Apt dan.Ibu Dra. Erly Sitompul, M.Si., Apt., yang telah membimbing dengan penuh kesabaran, tulus dan ikhlas selama penelitian dan penulisan skripsi ini berlangsung. Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt., yang telah memberikan bantuan dan fasilitas selama masa pendidikan. 2. Ibu Dra. Aswita Hafni Lubis M.Si., Apt. selaku Kepala Laboratorium Fitokimia, dan Ibu Dra. Erly Sitompul, M.Si., Apt., selaku kepala Universitas Sumatera Utara Laboratorium Mikrobiologi dan seluruh staf yang telah memberikan fasilitas dan bantuan selama penelitian. 3. Ibu Dra. Juanita Tanuwijaya, Apt., selaku Penasehat Akademik yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis selama masa pendidikan. 4. Bapak Dr. M. Pandapotan Nasution, MPS., Apt., Bapak Drs. Panal Sitorus, M.Si., Apt., dan Ibu Dra. Anayanti Arianto, M.Si., Apt.selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan kritikan kepada penulis hingga selesainya penulisan skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu staf pengajar Fakultas Farmasi USU yang telah membina dan mendidik penulis selama menuntut ilmu. 6. Teman-teman Mahasiswa/i Ekstensi Farmasi angkatan 2008 khususnya Chinda, Emi, Henni, Siska, Sondang, ka Liska, ka Roma, Santa, dan Widya yang telah memberikan bantuan, saran, dan semangat sehingga penelitian dan penulisan skripsi ini dapat selesai. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima kritikan dan saran yang membangun pada skripsi ini.Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2011 Penulis, Ronni Siregar Universitas Sumatera Utara UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa ABSTRAK Kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) familia Asteraceae merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia.Tanaman ini digunakan sebagai obat luka atau luka lebam, berkhasiat sebagai obat sakit perut kembung, penyakit lepra, dan penyakit lever.Daun kembang bulan mengandung flavonoida, glikosida, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid.Senyawa fenol seperti flavonoid dan tanin memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Adanya kandungan senyawa flavonoid dan tanin tersebut, diharapkan ekstrak daun kembang bulan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923,Propionibacteriumacnes ATCC 11827dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui karakteristik dan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kembang bulan. Karakterisasi dilakukanmenurut Materia Medika Indonesia edisi VI yang meliputi penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut dalam air, penetapan kadar sari larut dalam etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut dalam asam. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi agar dengan pengenceran ekstrak etanol daun kembang bulan secara serial dengan konsentrasi berturut-turut 300 mg/ml, 250 mg/ml, 200 mg/ml, 150 mg/ml, 100 mg/ml, 75 mg/ml, 50 mg/ml, 25 mg/ml dan 10 mg/ml. Parameter yang dilihat adalah besarnya diameter hambat pertumbuhan bakteri yang diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hasil karakterisasi ekstrak etanol daun kembang bulan menunjukkan kadar air 8,85%, kadar abu total 6,82%, kadar abu total tidak larut asam 0,446%, kadar sari larut dalam air 69,054%, dan kadar sari larut dalam etanol 26,164%. Ekstrak etanol daun kembang bulan mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kembang bulan yang memuaskan pada bakteri Staphylococcus aureus adalahpada konsentrasi 75 mg/ml dengan diameter hambat 14,25 mm, pada bakteri Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 100 mg/ml dengan diameter hambat 15,88 mm dan 15,65 mm. Kata kunci: kembang bulan, antibakteri, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnesdanPseudomonas aeruginosa Universitas Sumatera Utara TEST OF ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF KEMBANG BULAN’S LEAVES (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) ON BACTERIA Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes and Pseudomonas aeruginosa ABSTRACT Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray), family Asteraceae is one of the medicinal plants used as traditional medicine in Indonesia. This plant is used as remedies for wounds or injuries bruising, efficacious for curing flatulence, leprosy, and liver disease. The leaves contain flavonoides, glycosides, saponins, tannins and triterphenoids/steroids. Phenol compounds such as flavonoids and tannins have activity as an antibacterial. That it contains flavonoids and tannins, it is expected that extract of kembang bulan’s leaves can inhibit the growth of bacteria Staphylococcus aureus ATCC 25923, Propionibacterium acnes ATCC and 11827, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. This research was conducted to investigate the characteristics and antibacterial activity of ethanol extract of kembang bulan’s leaves. Characterization was carried out according to Medika Materia Indonesia the sixth edition that includes the determination of water content, determination of water soluble extracts, determination of ethanol-soluble extract, determination of total ash content and the determination of ash content which does not dissolve in acid. Tests for antibacterial activity was tested in vitro by diffusion method in order due to the dilution of ethanol extract of kembang bulan’s leaves in a series with consecutive concentrations became 300 mg/ml, 250 mg/ml, 200 mg/ml, 150 mg/ml, 100 mg/ml, 75 mg/ml, 50 mg/ml, 25 mg/ml and 10 mg/ml. The parameters which are considered are the large diameter of bacterial growth inhibition that was measured by using a shove. The results of characterization of ethanol extract of kembang bulan’s leaves showed the water content is 8.85%, total ash content is 6.82%, total ash acid insoluble content is 0.446%, water-soluble extract content is 69.054%, and content of soluble extract in ethanol is 26.164%. The ethanol extract of kembang bulan’s leaves has antibacterial activity. Antibacterial activity of ethanol extract of kembang bulan’s leaves which is satisfying on bacteria Staphylococcus aureus is at a concentration of 75 mg/ml with a diameter of inhibition 14.25 mm, on the bacteria Propionibacterium acnes and Pseudomonas aeruginosa at a concentration of 100 mg/ml with a diameter of inhibition 15.88 mm and 15.65 mm. Key words: kembang bulan, antibacterial, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes and Pseudomonas aeruginosa. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Judul. i HalamanPengesahan . ii Kata Pengantar . iv Abstrak. vi Abstract . vii DAFTAR ISI . viii DAFTAR TABEL . xi DAFTAR LAMPIRAN . xii BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Perumusan Masalah . 2 1.3 Hipotesis . 3 1.4 Tujuan . 3 1.5 Manfaat . 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4 2.1 Uraian Tumbuhan. 4 2.1.1 Habitat . 4 2.1.2 Morfologi . 4 2.1.3 Sistematika . 5 2.1.4 Nama lain . 5 2.1.5 Khasiat dan penggunaan . 5 2.2 Metode Ekstraksi. 6 Universitas Sumatera Utara 2.3 Sterilisasi . 7 2.4 Uji Efek Antibakteri . 9 2.4.1 Cara difusi . 9 2.4.2 Cara turbidimetri . 10 2.4.3 Cara dilusi . 10 2.5 Uraian Bakteri . 11 2.5.1 Klasifikasi bakteri . 11 2.5.2 Struktur bakteri . 13 2.5.3 Reproduksi bakteri. 15 2.5.4 Fase pertumbuhan bakteri . 15 2.5.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri 16 2.5.6 Uraian bakteri Staphylococcus aureus . 20 2.5.7 Uraian bakteri Pseudomonas aeruginosa . 21 2.5.8 Uraian bakteri, Propionibacterium acnes . 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 24 3.1 Alat dan Bahan . 24 3.1.1Alat-alat . 24 3.1.2 Bahan-bahan. 24 3.2 Penyiapan sampel . 25 3.2.1 Pengambilan Bahan Tumbuhan. 25 3.2.2 Identifikasi Tumbuhan . 25 3.2.3 Pembuatan Simplisia . 25 3.3Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan . 26 3.4 Karakterisasi Ekstrak Etanol daun Kembang Bulan . 26 Universitas Sumatera Utara 3.4.1 Penetapan Kadar Air . 26 3.4.2 Penetapan Kadar Abu Total . 27 3.4.3 Penetapan Kadar Abu Tidak Larut dalam Asam . 27 3.4.4 Penetapan Kadar Sari Larut dalam Air . 27 3.4.5 Penetapan Kadar Sari Larut dalam Etanol . 28 3.5 Sterilisasi Alat . 28 3.6 Pembuatan Media . 28 3.6.1 Pembuatan Media Nutrient Agar (NA) . 28 3.6.2 Larutan NaCl 0,9 % . 29 3.7 Pembiakan Bakteri. 29 3.7.1 Pembuatan Stok Kultur Bakteri . 29 3.7.2 Pembuatan Inokulum Bakteri . 30 3.8 Pembuatan Larutan Uji Ekstrak Etanol Berbagai Konsentrasi . 30 3.9 Metode Pengujian Efek Antibakteri Secara In Vitro . 30 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 32 4.1 Hasil Identifikasi Tumbuhan . 32 4.2 Hasil Maserasi . 32 4.3 Hasil Karakterisasi . 32 4.4 Hasil Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan . 33 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 36 5.1 Kesimpulan . 36 5.2 Saran . 36 DAFTAR PUSTAKA . 37 LAMPIRAN . 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Hasil karakterisasi ekstrak etanol daun kembang bulan . Tabel 4.2 Hasil pengukuran diameter pertumbuhanbakteriStaphylococcus daerah 33 hambatan aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosaoleh ekstrak etanol daun kembang bulan . 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1.Identifikasi Tumbuhan . 39 Lampiran 2.Gambar tumbuhan kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) . 40 Lampiran 3.Gambar daunsegartumbuhan kembang bulan . 40 Lampiran 4.Bagan pembuatan ekstrak etanol daun kembang bulan . 41 Lampiran 5.Perhitungan kadar air ekstrak etanol daun kembang bulan . 42 Lampiran 6.Perhitungan kadar abu total ekstrak etanol daun kembang bulan . 43 Lampiran 7.Perhitungan kadar abu tidak larut dalam asam ekstrak etanol daun kembang bulan. 44 Lampiran 8.Perhitungan kadar sari larut dalam air ekstrak etanol daun kembang bulan . 45 Lampiran 9.Perhitungan kadar sari larut dalam etanol ekstrak etanol daun kembang bulan. 46 Lampiran 10. Bagan uji efek antibakteri dari ekstrak etanol daun kembang bulan . 47 Lampiran 11. Tabel hasil pengukuran diameter daerah hambatan pertumbuhanbakteriStaphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa oleh ekstrak etanol daun kembang bulan . 48 Lampiran 12. Gambar hasil pengujian antibakteri ekstrak etanol daun Universitas Sumatera Utara kembang bulan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus . 49 Lampiran 13. Gambar hasil pengujian antibakteri ekstrak etanol daun kembangbulan karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak n-heksan, etilasetat, dan etanol, serta uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar menggunakan pencetak lubang (punch hole) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Salmonella typhi. 3.3 Alat dan Bahan 3.3.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas, autoklaf (Fisons), blender (Philips), bola karet, desikator, cawan porselen berdasar rata, freeze dryer (Modulio), inkubator (Fiber Scientific), jangka sorong, jarum ose, Laminar Air Flow Cabinet (Astec HLF 1200L), lemari pendingin (Toshiba), mikroskop, neraca kasar (Sun), neraca listrik (Vibra AJ), oven (Memmert), penangas air (Yenaco), pinset, pipet mikro (Eppendorf), rotary evaporator (Haake D), silinder logam, alat maserasi, alat destilasi air, kertas perkamen, aluminium foil, kertas saring, tissu dan kapas steril. 22    Universitas Sumatera Utara 3.3.2 Bahan Bahan penelitian yang digunakan adalah daun kembang bulan, etanol 96% (teknis), etanol 70% (teknis), air suling, suspensi Mc. Farland, Mueller Hinton Agar (Difco), Nutrient agar (Difco), larutan Nutrien Broth (Difco), aquadest steril, biakan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Staphylococcus epidermidis ATCC 25924, Eschericia coli ATCC 25922 dan, Salmonella typhi ATCC 25925. Bahan kimia yang digunakan adalah berkualitas pro analisa yaitu £ naftol, asam klorida pekat, toluena, asam asetat anhidrida, asam asetat glasial, asam nitrat pekat, asam sulfat pekat, benzen, besi (III) klorida, bismut (III) nitrat, etanol, etilasetat, n-heksan, iodium, isopropanol, kalium iodida, kloralhidrat, kloroform, metanol, natrium hidroksida, natrium klorida, natrium sulfat anhidrat, raksa (II) klorida, serbuk magnesium dan timbal (II) asetat. 3.4 Penyediaan sampel 3.4.1 Pengumpulan bahan Sampel yang digunakan adalah daun kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) yang diperoleh dari Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu tanpa membandingkan dengan tumbuhan yang sama dari daerah lain. 3.4.2 Identifikasi sampel Identifikasi sampel dilakukan oleh “Herbarium Bogoriense”, Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor. 23    Universitas Sumatera Utara 3.4.3 Pengolahan bahan Daun kembang bulan dibersihkan dari kotoran dengan cara mencuci di bawah air mengalir hingga bersih dan ditiriskan, lalu ditimbang berat basah, kemudian dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40-500C. Daun kembang bulan dianggap kering apabila sudah rapuh, lalu ditimbang berat kering. Selanjutnya sampel diserbukkan dengan menggunakan blender, lalu disimpan dalam wadah plastik di tempat yang terlindung dari cahaya sebelum digunakan. 3.5 Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia 3.5.1 Pemeriksaan organoleptik Pemeriksaan secara organoleptik meliputi pemeriksaan warna, bau dan rasa dari daun segar dan simplisia daun kembang bulan. 3.5.2 Pemeriksaan makroskopik Pemeriksaan makroskopik dilakukan dengan mengamati bentuk luar dari daun segar dan simplisia daun kembang bulan, dapat dilihat pada Lampiran 2, halaman 54-55. 3.5.3 Pemeriksaan mikroskopik Pemeriksaan mikroskopik dilakukan terhadap daun segar dan serbuk simplisia. Daun segar dipotong tipis secara melintang, kemudian letakkan di atas kaca preparat lalu diteteskan larutan kloralhidrat dan dipanaskan diatas api bunsen kemudian ditutup dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop. Pemeriksaan mikroskopik dilakukan terhadap serbuk simplisia dengan cara menaburkan diatas kaca objek yang telah ditetesi 24    Universitas Sumatera Utara dengan kloralhidrat dan ditutup dengan kaca penutup, kemudian dilihat dibawah mikroskop. Pemeriksaan mikroskopik dilakukan terhadap daun kembang bulan segar dan serbuk simplisia untuk melihat struktur anatomi tumbuhan tersebut secara lengkap, dapat dilihat pada Lampiran 3, halaman 56. 3.5.4 Penetapan kadar air Penetapan kadar air dilakukan dengan metode Azeotropi (Destilasi Toluena). Alat meliputi labu alas 500 ml, alat penampung, tabung penerima 5 ml berskala 0,05 ml, pendingin, tabung penyambung, pemanas. Cara kerja: Kedalam labu alas bulat di masukkan 200 ml toluen dan 2 ml air suling, destilasi selama 2 jam, biarkan menjadi dingin selama 30 menit dan volume air dalam tabung penampung dibaca. Selanjutnya ke dalam labu dimasukkan 5 gram serbuk simplisia lalu dipanaskan hati-hati selama 15 menit. Setelah toluena mendidih, kecepatan tetesan diatur yaitu 2 tetesan per detik sampai sebagian air terdestilasi, kemudian kecepatan destilasi dinaikkan sampai 4 tetes per detik. Setelah semua air terdestilasi, bagian dalam pendingin dibilas dengan toluena. Destilasi dilanjutkan selama 5 menit, kemudian tabung penampung dibiarkan dingin sampai sama dengan suhu kamar. Setelah air dan toluena memisah sempurna, dibaca volume air dengan ketelitian 0,05 ml. Selisih kedua volume air yang dibaca sesuai dengan kandungan air di dalam bahan yang diperiksa. Kadar air dihitung dalam persen (WHO, 1992). Hasil dapat dilihat pada Tabel 4.2.1, halaman 39. 3.5.5 Penetapan kadar abu total Sebanyak lebih kurang 2 g serbuk simplisia yang telah digerus dan ditimbang seksama dimasukkan dalam krus porselin yang telah dipijar dan 25    Universitas Sumatera Utara ditara, kemudian diratakan. Krus dipijarkan pada suhu 6000C sampai arang habis, kemudian didinginkan dan ditimbang sampai diperoleh bobot tetap. Kadar abu dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara (Depkes, 1989). Hasil dapat dilihat pada Tabel 4.2.1, halaman 39. 3.5.6 Penetapan kadar abu tidak larut dalam asam Abu yang telah diperoleh dari penetapan kadar abu total dididihkan dengan 25 ml asam klorida 2N selama 5 menit, bagian yang larut dalam asam dikumpulkan, disaring melalui kertas saring dipijarkan pada suhu 6000C sampai bobot tetap, didinginkan kemudian ditimbang. Kadar abu yang tidak larut dalam asam dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara (Depkes, 1989). Hasil dapat dilihat pada Tabel 4.2.1, halaman 39. 3.5.7 Penetapan kadar sari larut dalam air Sebanyak 5 g serbuk simplisia yang telah dikeringkan diudara dimaserasi selama 24 jam dalam 100 ml air kloroform (2,5 ml kloroform dalam air suling 1000 ml), dalam labu bersumbat sambil sesekali dikocok selama 6 jam pertama kemudian dibiarkan selama 18 jam. Disaring, sejumlah 20 ml filtrat pertama diuapkan sampai kering dalam cawan dangkal berdasar rata yang telah ditara dan sisa dipanaskan pada suhu 1050C sampai diperoleh bobot tetap. Kadar sari yang larut di dalam air dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara (Depkes, 1989). Hasil dapat dilihat pada Tabel 4.2.1, halaman 39. 3.5.8 Penetapan kadar sari larut dalam etanol Sebanyak 5 g serbuk simplisia yang telah dikeringkan di udara dimaserasi selama 24 jam dalam 100 ml etanol 96% dalam labu bersumbat 26    Universitas Sumatera Utara sambil dikocok sesekali 6 jam pertama dan dibiarkan selama 18 jam dan disaring. Sejumlah 20 ml filtrat ditara. Sisanya dipanaskan dalam oven pada 1050C sampai diperoleh bobot konstan kadar sari yang larut didalam air dihitung terhadap bahan yang telah dikeringkan diudara (Depkes, 1989). Hasil dapat dilihat pada Tabel 4.2.1, halaman 39. 3.6 Pembuatan Larutan Pereaksi Pembuatan larutan pereaksi besi (III) klorida 1%, Bouchardat, Dragendorff, Mayer, Molish, asam klorida 2 N, asam sulfat 2 N, kloralhidrat, natrium hidroksida 2 N, Liebermann-Bouchard (Timbal (II) asetat 0,4 M. 3.6.1 Besi (III) klorida 1% Sebanyak 1 g besi (III) klorida dilarutkan dalam air suling hingga 100 ml kemudian disaring. 3.6.2 Bouchardat Sebanyak 4 g kalium iodida ditimbang, kemudian dilarutkan dalam air suling, ditambahkan iodium sebanyak 2 g dan dicukupkan dengan air suling hingga 100 ml. 3.6.3 Dragendorff Sebanyak 0,85 g bismut (III) nitrat ditimbang, kemudian dilarutkan dalam 100 ml asam asetat glasial ditambahkan 40 ml air suling. Pada wadah lain ditimbang 8 g kalium iodida lalu dilarutkan dalam 20 ml air suling, lalu campurkan kedua larutan sama banyak, ditambahkan 20 ml asam asetat glasial dan diencerkan dengan air suling hingga 100 ml. 27    Universitas Sumatera Utara 3.6.4 Mayer Sebanyak 1,35 g raksa (II) klorida dilarutkan dalam 60 ml air suling. Pada wadah lain sebanyak 5 g kalium iodida dilarutkan dalam 10 ml air lalu campurkan keduanya dan ditambahkan air suling hingga 100 ml. 3.6.5 Molish Sebanyak 3 g £-naftol ditimbang, kemudian dilarutkan dalam asam nitrat 0,5 N hingga volume 100 ml. (Depkes, 1995) 3.6.6 Asam klorida 2 N Sebanyak 17 ml asam klorida pekat dilarutkan dalam air suling hingga volume 100 ml. 3.6.7 Asam sulfat 2 N Sebanyak 5,4 ml asam sulfat pekat kemudian diencerkan dengan air suling hingga 100 ml. 3.6.8 Natrium hidroksida 2 N Sebanyak 8,002 g kristal natrium hidroksida dilarutkan dalam air suling hingga 100 ml. 3.6.9 Kloralhidrat Sebanyak 50 g kloralhidrat dilarutkan 6, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 5% g. Kelompok 7, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 7% Universitas Sumatera Utara Lampiran 13 Gambar perubahan diameter luka pada hari ke-9 a d b c e f g Keterangan : a. Kelompok 1, mencit tanpa pengobatan b. Kelompok 2, mencit yang diberi formula gel tanpa esktrak etanol daun kembang bulan c. Kelompok 3, mencit yang diberi Bioplacenton® d. Kelompok 4, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 1% e. Kelompok 5, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 3% f. Kelompok 6, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 5% g. Kelompok 7, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 7% Universitas Sumatera Utara Lampiran 14 Gambar perubahan diameter luka pada hari ke-12 b a d c e f g Keterangan : a. Kelompok 1, mencit tanpa pengobatan b. Kelompok 2, mencit yang diberi formula gel tanpa esktrak etanol daun kembang bulan c. Kelompok 3, mencit yang diberi Bioplacenton® d. Kelompok 4, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 1% e. Kelompok 5, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 3% f. Kelompok 6, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 5% g. Kelompok 7, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 7% Universitas Sumatera Utara Lampiran 15 Gambar perubahan diameter luka pada hari ke-15 a d b c e f g Keterangan : a. Kelompok 1, mencit tanpa pegobatan b. Kelompok 2, mencit yang diberi formula gel tanpa esktrak etanol daun kembang bulan c. Kelompok 3, mencit yang diberi Bioplacenton® d. Kelompok 4, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 1% e. Kelompok 5, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 3% f. Kelompok 6, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 5% g. Kelompok 7, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 7% Universitas Sumatera Utara Lampiran 16 Gambar perubahan diameter luka pada hari ke-17 b a d c e f g Keterangan : a. Kelompok 1, mencit tanpa pengobatan b. Kelompok 2, mencit yang diberi formula gel tanpa esktrak etanol daun kembang bulan c. Kelompok 3, mencit yang diberi Bioplacenton® d. Kelompok 4, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 1% e. Kelompok 5, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 3% f. Kelompok 6, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 5% g. Kelompok 7, mencit yang diberi formula gel ekstrak etanol daun kembang bulan konsentrasi 7% Universitas Sumatera Utara Lampiran 17 Data hasil persentase penyusutan diameter luka pada masing-masing kelompok Hari Ke 0 Kelompok 1 0 1 0,00 ± 0,00 2 2,50 ± 0,00 3 5,00 ± 0,00 4 6,88 ± 0,63 5 8,75 ± 1,25 6 10,63 ± 3,13 7 15,63 ± 1,88 8 26,25 ± 3,75 9 35,00 ± 2,50 10 40,00 ± 2,50 11 41,25 ± 1,25 12 46,25 ± 1,25 13 47,50 ± 2,50 14 55,00 ± 7,50 15 62,50 ± 10,00 P 0,376 0,001* 0,097 0,000* 0,000* 0,000* 0,063 0,000* 0,009* 0,000* 0,006* 0,000* 0,051 0,000* 0,866 0,000* 0,906 0,000* 0,978 0,000* 0,998 0,000* 0,986 0,000* 0,976 0,000* 1,000 0,001* 1,000 0,001* Kelompok 2 0 5,00 ± 0,00 6,25 ± 1,25 11,88 ± 1,877 13,75 ± 3,75 15,63 ± 1,88 21,25 ± 6,25 23,75 ± 3,75 28,75 ± 1,25 37,50 ± 0,00 41,25 ± 1,25 42,5 ± 0,00 48,75 ± 1,25 50,00 ± 2,50 53,75 ± 3,75 61,25 ± 1,25 P 0,069 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* Kelompok 3 0 12,50 ± 2,50 16,25 ± 1,25 27,50 ± 0,00 32,50 ± 2,50 33,75 ± 3,75 38,75 ± 1,25 45,00 ± 0,00 50,00 ± 0,00 56,25 ± 1,25 65,00 ± 0,00 69,38 ± 4,38 73,13 ± 1,88 81,25 ± 1,25 81,25 ± 1,25 90,00 ± 0,00 Penyusutan diameter luka (%) ± SD Kelompok 4 P Kelompok 5 0 0 0,069 1,000 5,00 ± 0,00 5,63 ± 0,63 0,069 * 0,000 0,442 8,75 ± 1,25 12,50 ± 2,50 0,000* * 0,000 0,149 15,00 ± 2,50 18,75 ± 1,25 0,000* * * 0,000 0,007 23,13 ± 1,88 23,75 ± 3,75 0,007* * * 0,000 0,000 27,50 ± 0,00 36,25 ± 1,25 0,018* 0,000* 0,004* 32,50 ± 0,00 37,50 ± 0,00 0,171 * * 0,000 0,000 41,25 ± 3,75 46,25 ± 1,25 0,998 * * 0,000 0,000 54,38 ± 0,63 50,00 ± 2,50 0,366 * * 0,000 0,000 61,88 ± 1,88 50,00 ± 2,50 0,211 * * 0,000 0,000 67,5 ± 0,00 50,00 ± 2,50 0,658 * * 0,000 0,000 69,38 ± 0,63 54,38 ± 1,88 1,000 * * 0,000 0,000 75,00 ± 0,00 61,25 ± 6,25 0,997 0,000* 0,000* 81,25 ± 1,25 64,38 ± 4,38 1,000 * * 0,000 0,000 83,75 ± 3,75 73,13 ± 3,13 0,997 * * 0,000 0,000 90,00 ± 0,00 80,00 ± 0,00 1,000 P P 1,000 0,110 0,003* 0,097 0,000* 0,000* 0,004* 0,013* 0,000* 0,687 0,000* 0,998 0,000* 0,701 0,000* 1,000 0,001* 0,134 0,001* 0,000* 0,003* 0,000* 0,027* 0,038* 0,004* 0,001* 0,009* 0,558 0,017* 0,380 Kelompok 6 0 12,50 ± 5,00 18,75 ± 1,25 19,38 ± 0,63 27,50 ± 2,50 29,38 ± 1,88 35,00 ± 2,50 42,50 ± 5,00 43,75 ± 3,75 48,75 ± 1,25 51,88 ± 3,13 60,63 ± 4,38 72,50 ± 7,50 73,75 ± 6,25 80,00 ± 10,00 88,75 ± 11,25 p 0,069 1,000 0,000* 0,442 0,000* 0,000* 0,000* 0,273 0,000* 0,146 0,001* 0,676 0,000* 0,933 0,000* 0,086 0,002* 0,050 0,000* 0,000* 0,000* 0,028* 0,000* 1,000 0,000* 0,223 0,001* 1,000 0,001* 1,000 Kelompok 7 0 5,00 ± 5,00 19,38 ± 1,88 23,75 ± 1,25 31,25 ± 1,25 38,75 ± 1,25 40,00 ± 0,00 43,75 ± 1,25 52,50 ± 2,50 56,88 ± 5,63 63,13 ± 0,63 66,25 ± 3,75 73,75 ± 3,75 74,38 ± 4,38 76,25 ± 3,75 80,00 ± 0,00 p 1,000 0,069 0,000* 0,220 0,000* 0,058 0,000* 0,996 0,000* 0,074 0,000* 0,998 0,000* 0,998 0,000* 0,866 0,000* 1,000 0,000* 0,870 0,000* 0,826 0,000* 1,000 0,000* 0,304 0,003* 0,912 0,017* 0,380 67 Universitas Sumatera Utara Lampiran 17 (lanjutan) hari Ke Kelompok 1 16 66,25 ± 8,75 17 18 19 20 21 22 23 68,75 ± 11,25 70,00 ± 10,00 71,25 ± 8,75 78,75 ± 11,25 82,50 ± 12,50 88,75 ± 11,25 90,00 ± 10,00 24 90,63 ± 9,38 25 93,75 ± 6,25 26 95,00 ± 5,00 27 100 P 0,998 0,000* 1,000 0,000* 0,873 0,000* 0,568 0,000* 0,245 0,001* 0,216 0,008* 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 0,068 Kelompok 2 63,75 ± 1,25 67,50 ± 2,50 75,00 ± 5,00 77,50 ± 5,00 87,50 ± 2,50 92,50 ± 2,50 100 100 100 100 100 100 P 0,000* 0,000* 0,000* 0,000* 0,042* 0,507 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 Kelompok 3 97,50 ± 2,50 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Keterangan: Baris pertama, nilai p terhadap F1 Baris kedua, nilai p terhadap Bioplacenton® * terdapat perbedaan signifikan dengan p < 0,05 Kelompok 1: mencit tanpa pengobatan Penyusutan diameter luka (%) ± SD P Kelompok 4 p Kelompok 5 0,000* 0,000* 97,50 ± 2,50 85,00 ± 5,00 1,000 * * 0,000 0,000 100 88,75 ± 6,25 1,000 * * 0,000 0,000 100 95,00 ± 5,00 1,000 * * 0,000 0,000 100 100 1,000 * * 0,042 0,042 100 100 1,000 0,507 0,507 100 100 1,000 1,000 1,000 100 100 1,000 1,000 1,000 100 100 1,000 1,000 1,000 100 100 1,000 1,000 1,000 100 100 1,000 1,000 1,000 100 100 1,000 100 100 P 0,006* 0,164 0,014* 0,360 0,003* 0,873 0,000* 1,000 0,042* 1,000 0,507 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 Kelompok 6 90,00 ± 10,00 90,00 ± 10,00 95,00 ± 5,00 95,00 ± 5,00 100 100 100 100 100 100 100 100 p 0,001* 0,667 0,009* 0,487 0,003* 0,873 0,003* 0,773 0,042* 1,000 0,507 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 Kelompok 7 82,50 ± 2,50 87,50 ± 2,50 90,00 ± 0,00 100 100 100 100 100 100 100 100 P 0,015* 0,065 0,021* 0,256 0,031* 0,249 0,000* 1,000 0,042* 1,000 0,507 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 100 Kelompok 2: mencit yang diberi formula gel tanpa EEDKB Kelompok 3: mencit yang diberi Bioplacenton® Kelompok 4: mencit yang diberi formula gel EEDKB konsentrasi 1% Kelompok 5: mencit yang diberi formula gel EEDKB konsentrasi 3% Kelompok 6: mencit yang diberi formula gel EEDKB konsentrasi 5% Kelompok 7: mencit yang diberi formula gel EEDKB konsentrasi 7% 68 Universitas Sumatera Utara Lampiran 18 Data waktu fase-fase penyembuhan luka dari setiap kelompok 11 17 20 16 4,58 Fase Remode ling 7 6 3 5 2,08 Total Penyem buhan 22 27 27 25 2,89 5 5 4 5 0,58 13 13 13 13 0,00 4 4 5 4 0,58 22 22 22 22 0,00 1 2 3 3 4 4 4 0,58 9 10 10 10 0,58 4 3 3 3 0,58 16 17 17 17 0,58 1 4 8 5 17 2 3 5 4 4 0,58 7 10 8 1,53 4 3 4 1,00 16 17 17 0,58 1 3 11 4 18 2 3 3 3 3 0,00 12 12 12 0,58 4 4 4 0,00 19 19 19 0,58 1 5 12 3 20 2 3 3 4 4 1,00 8 11 10 2,08 4 5 4 1,00 15 20 18 2,89 Fase Inflamasi Fase Proliferasi 1 2 3 4 4 4 4 0,00 1 2 3 Kelompok Mencit Kontrol Rata-rata SD Basis Gel Rata-rata SD Bioplacenton® Rata-rata SD Gel EEDKB 1% Rata-rata SD Gel EEDKB 3% Rata-rata SD Gel EEDKB 5% Rata-rata SD 69 Universitas Sumatera Utara Lampiran 18 (lanjutan) Gel EEDKB 7% Rata-rata SD 1 4 12 3 19 2 3 4 4 4 0,00 7 11 10 2,65 8 4 5 1,35 19 19 19 0,00 70 Universitas Sumatera Utara
Uji Aktivitas Antibakteriekstrak Etanol Daun Kembang Bulan(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa Cara difusi Cara turbidimetri Cara dilusi Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri Habitat Sistematika tumbuhan Nama lain Hasil Maserasi Hasil Karakterisasi Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kembang Bulan Klasifikasi Bakteri Uraian Bakteri Latar Belakang Uji Aktivitas Antibakteriekstrak Etanol Daun Kembang Bulan(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa Penetapan Kadar Air Penetapan Kadar Abu Total Penetapan Kadar Abu Yang Tidak Larut Dalam Asam Penetapan Kadar Sari Larut Dalam Air Perumusan Masalah Hipotesis Tujuan Manfaat Metode Ekstraksi Reproduksi bakteri Fase pertumbuhan bakteri Sterilisasi Alat Pembuatan Larutan Uji ekstrak etanol dengan berbagai konsentrasi. Pengujian Efek Antibakteri secara In vitro dengan Metode Difusi Agar Hasil Identifikasi Tumbuhan Sterilisasi Uji Aktivitas Antibakteriekstrak Etanol Daun Kembang Bulan(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa Struktur bakteri Uraian Bakteri Uraian Staphylococcus aureus Uraian Pseudomonas aeruginosa
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Aktivitas Antibakteriekstrak Etanol Daun Kembang Bulan(Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa

Gratis