Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singapura Dan Malaysia

 0  43  101  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN SKRIPSI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN SKRIPSI INTEGRASI EKONOMI SUMATERA UTARA DENGAN SINGAPURA DAN MALAYSIADisusun Oleh: 060501084EKONOMI PEMBANGUNAN Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk MemperolehGelar Sarjana Ekonomi

AHMAT THOIB PASARIBU

060501084EKONOMI PEMBANGUNAN Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk MemperolehGelar Sarjana Ekonomi Medan2011

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDANPENANGGUNG JAWAB SKRIPSI

  Nama : Ahmat Thoib PasaribuNIM : 060501084Departemen : Ekonomi PembangunanKonsentrasi : Perencanaan PembangunanJudul Skripsi : Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singapura dan Malaysia. Sirozujilam, SE NIP.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDANBERITA ACARA UJIAN

  Hari :Tanggal :Nama : Ahmat Thoib PasaribuNIM : 060501084Departemen : Ekonomi PembangunanKonsentrasi : Perencanaan PembangunanJudul Skripsi : Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singapura dan Malaysia. 19630818 198803 1 005 Penguji I Penguji II Kasyful Mahalli SE, M.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDANPERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

  Besarnya keterbukaan Sumatera Utara terhadap Singapura memberikan kontribusi yang positif terhadap neraca perdagangan Sumatera Utara, namun tidakdemikian halnya pada tahun 2007, 2008, dan 2009, dimana perdagangan luar negeri Singapura memberikan kontribusi yang negatif, yaitu -2 persen, -12,2persen, dan -9 persen. Besarnya keterbukaan Sumatera Utara terhadap Singapura memberikan kontribusi yang positif terhadap neraca perdagangan Sumatera Utara, namun tidakdemikian halnya pada tahun 2007, 2008, dan 2009, dimana perdagangan luar negeri Singapura memberikan kontribusi yang negatif, yaitu -2 persen, -12,2persen, dan -9 persen.

1.1 Latar Belakang

  Berkaitan dengan integrasi ekonomi, pada tahun 1992 diciptakan area perdagangan bebas antara sesama negara ASEAN yang bernama Asean Free Trade Area (AFTA) sebagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi atau menghapuskan hambatan-hambatan perdagangan yang berlaku di negara-negara ASEAN yang diharapkan akan meningkatkan arus lalulintas barang antar negara-negara ASEAN. Jika dibandingkan antara besarnya ekspor Sumatera Utara ke Singapura dan Malaysia dan impor Sumatera Utara dari Malaysia, dimana total eksporSumatera Utara ke Malaysia dan Singapura adalah sebesar US$.122,1 juta dan impor Sumatera Utara dari kedua negara tersebut adalah sebesar US$.151,1 juta,maka jelas terlihat bahwa total impor Sumatera Utara dari Malaysia danSingapura lebih besar dari total ekspor Sumatera Utara ke kedua negara tersebut dengan selisih sebesar US$.31 juta.

1.6 Manfaat Penelitian

  Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam disiplin ilmu yang penulis tekuni.

BAB II URAIAN TEORITIS

2.1 Integrasi Ekonomi

2.1.1 Teori Integrasi Ekonomi

  Sementara, Holzmanmenyatakan integrasi ekonomi sebagai situasi dimana dua kawasan menjadi satu atau mempunyai satu pasar yang ditandai harga barang dan faktor produksi yangsama diantara dua kawasan tersebut. Definisi tersebut mengasumsikan tidak ada hambatan dalam pergerakan barang, jasa, dan faktor produksi diantara duakawasan dan adanya lembaga-lembaga yang memfasilitasi pergerakan tersebut.

2.1.2 Proses Terbentuknya Integrasi Ekonomi

  Dua negara atau lebih dikatakan membentuk FTA apabila mereka sepakat untuk menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatanperdagangan baik dalam bentuk tarif maupun non tariff terhadap semua barang yang diperdagangkan diantara mereka; sedangkan terhadap negara-negara lainyang bukan merupakan anggota masih tetap diperlakukan menurut ketentuan di masing-masing negara. Kondisi ini terwujud apabila telah terjadi penyatuan kebijakan makroekonomi maupun social dan memfungsikan suatu badan atau lembaga yangbersifat “supra nasional” dengan kewenangan yang cukup luas dan sangat mengikat semua negara anggotanya.

2.1.3 Sekilas Tentang AFTA

  Inclusion List (IL) : daftar yang memuat cakupan produk yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut : o Produk tersebut harus disertai Tarif Reduction Schedule.o Tidak boleh ada Quantitave Restrictions (QRs).o Non-Tarif Barriers (NTBs) lainnya harus dihapuskan dalam waktu 5 tahun. Temporary Exclusion (TEL) : daftar yang memuat cakupan produk yang sementara dibebaskan dari kewajiban penurunan tarif, penghapusan QRs dan NTBs lainnya serta secara bertahap harusdimasukkan ke dalam IL.

c. Sensitive List (SL) : daftar yang memuat cakupan produk yang diklasifikasikan sebagai Unprocessed Agricultural Products

  Contohnya beras, gula, produk daging, gandum, bawang putih, dan Contohnya Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina,Thailand harus telah memasukkan produk yang ada dalam SL ke dalam IL pada tahun 2010, Vietnam pada tahun 2013, Laos danMyanmar pada tahun 2015, serta Kamboja pada tahun 2017. General Exception (GE) List : daftar yang memuat cakupan produk yang secara permanen tidak perlu untuk dimasukkan ke dalamCEPT Scheme dengan alas an keamanan nasional, keselamatan/kesehatan umat manusia, binatang dan tumbuhan,serta pelestarian objek arkeologi, dan sebagainya (Article 9b of CEPT Agreement).

2.1.4 Metode Pengukuran Integrasi Ekonomi

  Secara umum, indikator yang digunakan untuk mengetahui integrasi ekonomi inernasional ada dua cara, yaitu dengan menggunakan pendekatan yangmemfokuskan pada harga dan pendekatan yang memfokuskan pada kuantitas. Misalnya suatu daerah yang luas pasti memiliki peranan sektor-sektor ekonomi yang lebih besar terhadapPDB (produk domestik produk) dari pada daerah yang memiliki wilayah yang kecil dimana peranan sektor-sektor ekonominya kecil terhadap PDB (produkdomestik produk).

2.1.5 Dampak Integrasi Ekonomi

  Ada dua Solvatore dalam Lapipi (2005: 42) mengtakan bahwa kreasi perdagangan (trade creation) terjadi apabila sebagian produksi domestik di suatu negara yang menjadi anggota perserikatan pabean (integrasi ekonomi) atau dari negara luaryang bukan anggota digantikan dengan impor yang harganya lebih murah dari negara luar yang bukan anggota perserikatan pabean tergusur oleh impor yangharganya lebih murah dari negara anggota lainnya. Efek Kreasi dan Efek Diversi integrasi ekonomiPada kurva diatas, dapat dilihat bahwa sebelum terbentuknya integrasi ekonomi, harga yang berlaku pada suatu negara adalah harga dunia ditambahdengan tarif yang diberlakukan (pw + t).

2.2. Teori Perdagangan Internasional

  Sobri dalam Siregar (2010) mengartikan perdagangan internasional sebagai transaksi dagang antara subyek ekonomi negara yang satu dengan subyekekonomi negara yang lain, baik mengenai barang ataupun jasa-jasa. Adapun subyek ekonomi yang dimaksud adalah penduduk yang terdiri dari warga negarabiasa, perusahaan ekspor, perusahaan impor, perusahaan industri, perusahaan negara ataupun departemen pemerintah yang dapat dilihat dari neracaperdagangan.

2.2.1. Teori Klasik

  Dengan memiliki banyak emas dan kekuasaan maka akan dapat mempertahankan angkatan bersenjata yang lebih besar dan lebih baik sehingga dapat melakukan Selain itu, semakin banyak emas berarti semakin banyak uang dalam sirkulasi dan semakin besar aktivitas bisnis. Menurut Smith suatu negara akanmengekspor barang tertentu karena negara tersebut bisa menghasilkan barang dengan biaya yang secara mutlak lebih murah dari pada negara lain, yaitu karenamemiliki keunggulan mutlak dalam produksi barang tersebut.

2.2.2. Teori Modern

  Mill dalam Siregar (2010) menyatakan bahwa suatu negara akan menghasilkan dan kemudian mengekspor suatu barang yang memiliki comparative advantage terbesar dan mengimpor barang yang dimiliki comparative disadvantage (suatu barang yang dapat dihasilkan dengan lebih murah dan mengimpor barang yang kalau dihasilkan sendiri memakan ongkos yang besar). Apabila terjadi penambahanproporsi pada suatu input yang dipakai secara intensif akan menimbulkan penambahan proporsi output yang lebih besar lagi pada sektor tertentu dan akanterjadi pengurangan output yang menggunakan faktor input constant non intensif, dengan asumsi tidak ada pembalikan intensitas faktor, diversifikasi produksi danconstant komoditi dan harga barang tersebut (Lapipi,2005: 33).

2 Y E

  Teori Perdagangan Internasional RybczynskyKurva diatas menunjukkan bahwa peningkatan pada input modal (K) dari 1 O KK ke K’K’, sedangkan input tenaga kerja (L) tetap, dapat mengakibatkan peningkatan proporsi output Y yang intensif modal (dari Y1 ke Y2) danmenurunkan output X yang intensif tenaga kerja (dari X1 ke X2). Dengan kenaikan harga relatif pada barang X maka produksi barang X ditingkatkan lebihtinggi dan produksi barang Y berkurang, dimana permintaan terhadap tenaga kerja di sektor X lebih besar, sementara tenaga kerja yang dilepas pada sektor Y sedikit,sehingga terjadi kelebihan permintaan tenaga kerja (excess demand of labour).

2.2.3. Ekspor

  Dengan demikian selain menambah peningkatan produksi barang untuk dikirim keluar negeri, ekspor juga menambah permintaan dalam negeri, sehinggasecara tidak langsung permintaan luar negeri mempengaruhi industri dalam negeri untuk menggunakan faktor produksinya, misalnya modal dan juga menggunakanmetode produksi yang lebih murah dan efisien sehingga harga dan mutu dapat bersaing di pasar internasional (Pelly, 2010). Pada perjanjian ditetapkan sejumlah barang tertentu yang akan diekspor ke negara lain dan sebaliknya darinegara lain akan diimpor sejumlah jenis barang yang dihasilkan di negara tersebut dan kiranya yang kita butuhkan juga.

2.2.4. Impor

  Kebijakan ImporPelly (2010: 26) mengartikan kebijakan perdagangan internasional di bidang impor sebagai berbagai tindakan dan peraturan yang dikeluarkanpemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang akan mempengaruhi struktur, komposisi, dan kelancaran usaha untukmelindungi/mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan penghematan devisa. Tarif ini dikenakan untuk barang-barang mewah dan barang-barang lain yang sudah cukup diproduksi di dalam negeri dan bukan barangkebutuhan pokok.

2.2.5. Perekonomian Terbuka

  Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu system ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara-negara lain di dunia. Sebuah perekonomian terbuka berinteraksi dengan perkonomian lain melalui cara : membeli serta menjual barang dan jasa pada pasar produk dunia,dan membeli serta menjual aset, atau modal, seperti obligasi dan pasar saham pada pasar keuangan dunia (Mankiw, 2006: 230).

2.2.6. Keuntungan Melakukan Perdagangan Internasional

  Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab Merkantilis, yaitu ahli- ahli ekonomi yang hidup di sekitar abad keenambelas dan ketujuhbelas,berpendapat bahwa perdagang luar negeri merupakan sumber kekayaan untuk suatu negara. Sukirno (2008:360) menjelaskan beberapa keuntungan yang diperoleh suatu negara yang melakukan perdagangan luar negeri, yaitu : 1.

2.3. Globalisai

  Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO). Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional).saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidangfashion, literatur, dan makanan.

2.3.3. Kebaikan dan Keburukan Globalisasi Ekonomi

  Meluaskan pasar untuk produk dalam negeriPerdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baikModal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahliserta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara- negara berkembang.

2.4. Pendapatan Nasional

  Di dalam suatu perekonomian, di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang,barang dan jasa yang diproduksi buka saja oleh perusahaan milik penduduk suatu negara tertentu tetapi oleh penduduk negara lain yang berproduksi di negaratersebut. Dalam menghitung pendapatan Nasional Bruto, nilai barang dan jasayang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara darinegara yang pendapatan nasionalnya dihitung.

2.4.3. Cara Penghitungan Pendapatan Nasional

  Pembentukan Modal Tetap Sektor SwastaPembentukan modal tetap sektor swasta atau lebih sering dinyatakan sebagai investasi, pada hakikatnya berarti pengeluaran untuk membelibarang modal yang dapat menaikkan produksi barang dan jasa di masa yang akan datang. Faktor-faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, dan keahlian kewirausahaan apabila digunakan untukmewujudkan barang dan jasa akan diperoleh berbagai jenis pendapatan, yaitu tanah dan harta tetap lainnya memperoleh sewa, tenaga kerja memperoleh gaji danupah, modal memperoleh bunga dan keahlian kewirausahaan memperoleh keuntungan.

2.6. Penelitian Terdahulu

  Penelitian ini mencoba menganalisa peningkatan perdagangan, peningkatan efisiensi ekonomi dan daya saing yang tinggi antara negara-negara anggota ASEAN dengan menggunakan gravity model dan panel data, dimanapada hasil penelitian ini integrasi ekonomi ASEAN telah meningkatkan perdagangan ASEAN secara umum, namun belum memberikan manfaat padapeningkatan perdagangan yang signifikan pada masing-masingg negara ASEAN. Prosedurperdagangan yang paling mudah untuk diselesaikan adalah di negara Singapura, Thailand, dan Malaysia, dan yang paling sulit adalah di negara Laos dan Kamboja.

2.7. Kerangka Pemikiran

  Terbentuknya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, melahirkan suatu kerjasama dibidangekonomi untuk mengurangi atau menghapuskan hambatan-hambatan perdagangan antara sesama negara anggota yang disebut dengan Asian Free Trade Area(AFTA). AFTA yang bertujuan untuk memperluas pasar/perdagangan negara anggota, menyebabkan penurunan harga (karena tariff dikurangi/dihapuskan),meningkatkan daya saing antara mitra dagang melalui biaya-biaya yang lebih rendah dengan skala ekonomi yang lebih luas, akan memicu padatnya arus lalulintas barang di suatu wilayah.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah adalah langkah dan prosedur yang dilakukan

  Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini dilakukan di Sumatera Utara, Singapura, danMalaysia, dengan mengamati Tingkat Keterbukaan Sumatera Utara terhadap kedua negara tersebut, serta membandingkannya dengan Tingkat KeterbukaanSumatera Utara terhadap negara-negara ASEAN lainnya. Untuk mengetahui Tingkat Keterbukaan Ekonomi Sumatera Utara terhadap Singapura dan Malaysia serta negara-negara ASEAN lainnya,penulis menggunakan pendekatan kuantitaif yang telah dipakai oleh peneliti terdahulu yaitu Ivan Arribas, Fransisco Perez, dan Emili Torotsa-Ausina.

2. Kemudian, untuk mengetahui pengaruh Keterbukaan Ekonomi Wilayah

  Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu dimulai dari tahun 2000 sampai dengan 2009 yang bersifat kuantitatif, yaitu datayang berbentuk angka-angka. Sumber data yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) provinsiSumatera Utara, World Bank, Asian Development Bank, serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini yang disampaikan melalui mediaelektronik dan cetak.

3.6. Defenisi Operasional

  Integrasi Ekonomi yaitu penyatuan ekonomi dengan membentuk suatu kesepakatan untuk menghilangkan semua hambatan perdagangan,investasi maupun mobilitas tenaga kerja antara suatu negara dengan negara lainnya dalam satu kawasan atau wilayah tertentu, atau antara duaNegara. Keterbukaan ekonomi yaitu indeks keterbukaan perekonomian suatu negara/wilayah tertentu terhadap perekonomian dunia/wilayah lain, diukurdengan (ekspor + impor)/ produk domestik bruto dalam satuan persen perdagangan internasional (ekspor impor) dari suatu negara/wilayahsebagai suatu persentase dari jumlah nilai atau volume perdagangan dunia.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Daerah Penelitian

4.1.1. Sumatera Utara

  Adapun anggaran penerimaan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Utara yaitu Rp.6.657 milyar pada tahun 2009 dan Rp.6.193 milyar pada tahun 2008 naiksekitar 7,4% dari total anggaran dan penerimaan yang dilakukan oleh PemerintahSumatera Utara. Pada tahun 2008 tingkiat pengangguran terbuka lebih besar dari tahun 2009 yang mencapai 9,10persen dengan tingkat partispasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 68,33 persen(BPS, Sumatera Utara Dalam Angka 2010) Pada periode Februari 2010 sampai dengan Februari 2011, hampir semua sektor lapangan usaha mengalami kenaikan persentase pekerja, kecuali sektorindustri, sektor konstruksi, dan sektor perdagangan.

4.1.2. Singapura

  Hal iniini dapat dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi Singapura pada semester Menurut sektor ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura lebih didominasi oleh sektor jasa-jasa yang memberikan andil terhadap PDB sebesar73,2% pada tahun 2009 dan diikuti sektor industri sebesar 26,8%. Hal ini dapat dilihat dari ekspor Singapura pada tahun 2009 sebesar S$.268.900 juta dengan barang ekspor utama yaitu mesin dan peralatan (termasuk elektronik),barang konsumen, farmasi dan bahan kimia lainnya, dan bahan bakar mineral.

4.1.3. Malaysia

  Sedangkan Malaysia Barat berbatasan dengan Thailand di sebelah utara, berbatasan dengan Laut Cina Selatan di sebelahtimur, berbatasan dengan Singapura dan Indonesia di sebelah selatan, dan di sebelah barat berbatasan dengan Selat Malaka (Dicky, 2011). Pengaruh tersebut jelasterlihat pada perkembangan PDB (Produk Domestik Bruto) Malaysia, dimana pada tahun 2001 dan tahun 2009 perdagangan luar negeri dan pertumbuhan gambar 4.7 terlihat bahwa PDB (Product Domestic Bruto) Malaysia pada tahun 2001 mengalami penurunan, dimana pada tahun sebelumnya PDB Malaysia sebesar US$.93,7 menurun menjadi US$.92,7 pada tahun 2001.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Tingkat Keterbukaan Sumatera Utara Terhadap Singapura dan Malaysia, Serta Perbandingannya Dengan Negara ASEAN Lainnya

  Tingkat Keterbukaan Sumatera Utara terhadap Singapura dan Malaysia pada tahun 2000 merupakan persentase yang paling besar selama kurun waktusepuluh tahun terakhir yaitu sebesar 0,017%, dan yang paling kecil adalah pada tahun 2004 yang hampir mencapai 0%. Walaupun Tingkat Keterbukaan Sumatera Utara terhadap Singapura dan Malaysia terlihat stabil, namun neraca perdagangan Sumatera Utara dengan Malaysiamengalami defisit (berdasarkan berat bersih) mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2009.

4.2.2. Pengaruh Keterbukaan Sumatera Utara Dengan Singapura dan Malaysia Terhadap Neraca Perdagangan Sumatera Utara

  Ketika perdagangan luar negeri Singapura memberikan kontrbusi yang negatif terhadap neraca perdagangan Sumatera Utara beberapa tahun terakhir,maka perdagangan luar negeri Malaysia masih memberikan kontribusi yang positif terhadap neraca perdagangan Sumatera Utara, walaupun pada tahun 2007sampai dengan 2009 terus mengalami penurunan. Dimana kontribusi yang diberikan oleh perdagangan luar negeri Malaysia terhadap neraca perdagangan Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kontribusi perdagangan luar negeri Singapura dan Malaysia terhadap neraca perdagangan Sumatera Utarasama-sama menurun mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2009.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Walaupun perdagangan luar negeri Sumatera Utara dengan Singapura danMalaysia didominasi oleh produk-produk kedua negara tersebut, namunSumatera Utara sulit untuk mengurangi ketergantungan kepada Singapura dan Malaysia, sebab semakin maju perekonomian Sumatera Utara makasemakin perlu hubungan yang kuat dengan Singapura dan Malaysia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam, sehingga akan ditemukan suatu kesimpulan yang dapat menjadi bahan pertimbangandalam pembuatan kebijakan bagaimana seharusnya pemerintah dapat meningkatkan Tingkat Keterbukaan yang dapat menaikkan PertumbuhanEkonomi Wilayah Sumatera Utara serta menjaga hubungan yang baik dengan Singapura dan Malaysia.

Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singapura Dan Malaysia Cara Penghitungan Pendapatan Nasional Dampak Integrasi Ekonomi Integrasi Ekonomi Defensisi globalisasi Ciri-ciri Globalisasi Kebaikan dan Keburukan Globalisasi Ekonomi Ekspor Teori Perdagangan Internasional Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hipotesis Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Impor Teori Perdagangan Internasional Kerangka Pemikiran URAIAN TEORITIS Latar Belakang KESIMPULAN DAN SARAN Malaysia Gambaran Umum Daerah Penelitian Metode Pengukuran Integrasi Ekonomi Penelitian Terdahulu URAIAN TEORITIS Pengertian Pendapatan Nasional Istilah Pendapatan Nasional. Perekonomian Terbuka Keuntungan Melakukan Perdagangan Internasional Ruang Lingkup Penelitian Pendekatan Penelitian Pengolahan Data Model Analisis Data Sekilas Tentang AFTA. Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Gambaran Umum Daerah Penelitian Teori Integrasi Ekonomi Batasan defenisi yang baku tentang Integrasi Ekonomi diantara para Proses Terbentuknya Integrasi Ekonomi Teori Klasik Teori Perdagangan Internasional Teori Modern Teori Perdagangan Internasional Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singapura Dan Malaysia
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Integrasi Ekonomi Sumatera Utara Dengan Singa..

Gratis

Feedback