Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Hama Penggerek Batang Bergaris (Chilo sacchariphagus Bojer.)

 1  42  81  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

UJI DAYA TUMBUH BIBIT TEBU YANG TERSERANG HAMA PENGGEREK BATANG BERGARIS (Chilo sacchariphagus Bojer.) SKRIPSI OLEH

  Jumlah anakan per rumpun tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu sehat (I ) yaitu 9,14dan jumlah anakan per rumpun terendah pada penanaman tebu dengan intensitas serangan 100% (I 5 ) yaitu 6,72. Tinggi tanaman tebu tertinggi terdapat padatanaman tebu sehat (I ) yaitu 68,85 dan tinggi tanaman terendah pada penanaman tebu dengan intensitas serangan 100% (I ) yaitu 11,95.

IIN SUWITA 070302020 HPT

  Jumlah anakan per rumpun tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu sehat (I ) yaitu 9,14dan jumlah anakan per rumpun terendah pada penanaman tebu dengan intensitas serangan 100% (I 5 ) yaitu 6,72. Intensitas tunas terserang 5(%) pada tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu dengan intensitas serangan 80% (I 4 ) yaitu 20,37% dan intensitas tunas terserang (%) terendah pada penanaman tebu sehat (I ) yaitu 0,00%.

RIWAYAT HIDUP

  Pendidikan yang telah ditempuh penulis adalah sebagai berikut : Lulus dari Sekolah Dasar Negeri 068074 Medan pada tahun 2001. Melaksanakan penelitian skripsi di Balai Riset dan Pengembangan - Tanaman Tebu, Sei Semayang pada bulan Desember 2010-Maret 2011.

KATA PENGANTAR

  Intensitas tunas terserang 5(%) pada tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu dengan intensitas serangan 80% (I 4 ) yaitu 20,37% dan intensitas tunas terserang (%) terendah pada penanaman tebu sehat (I ) yaitu 0,00%. sacchariphagus dilihat dari gejala dan intensitas serangannya, yaitu dengan intensitas 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, dimana penentuan intensitas serangandihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : % Ruas Serangan (Serangan di Batang) = Jumlah ruas yang terserang X 100 %Jumlah total ruas yg diamati Dan batang yang terserang dengan kategori intensitas serangan diatas yangdiambil, kemudian batang dipotong sebanyak 3 bagal/juring yang memiliki 3 mata tunas/bagal.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Persentase Perkecambahan

  Dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh intensitas serangan penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus) dan ketebalanpenutup tanah terhadap persentase perkecambahan pada pengamatan I – IV menunjukkan pengaruh berbeda nyata. Hasil beda uji rataan pengaruh intensitasserangan penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus) dengan ketebalan penutup tanah terhadap persentase perkecambahan tanaman tebu dapat dilihatpada tabel 1 (Lampiran 3-6) Tabel 1.

I- IV

  sacchariphagus) dengan faktor ketebalan penutup tanahterhadap persentase perkecambahan (%) tanaman tebu, intensitas yang paling rendah dengan penutup tanah yang tidak terlalu tebal (3 cm) mengalami kenaikanpersentase perkecambahan karena dipengaruhi oleh terinfeksi atau terbawa tidaknya hama ke dalam bibit dan penanaman dengan penutup tanah yang tidak 10 I1K1 I5K2Gambar 8. Jumlah Anakan per RumpunDari hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh intensitas serangan penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus) dan faktorketebalan penutup tanah terhadap jumlah anakan per rumpun pada pengamatan I – III menunjukkan hasil yang berbeda nyata sedangkan interaksi antara intensitasserangan penggerek batang tebu bergaris (C.

3. Tinggi Tanaman

  Dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh intensitas serangan penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus) dan ketebalanpenutup tanah terhadap tinggi tanaman tebu pada pengamatan I – III menunjukkan Tabel 3. Penanaman tebu yang terserang penggerek batang bergaris (C. sacchariphagus) dengan intensitas yang makin tinggi maka tinggi tanaman akan semakin rendahkarena pada penanaman bibit yang digunakan sudah terdapat penggerek- penggerek di dalamnya yang menganggu pertumbuhannya.

4. Intensitas Tunas Terserang (%)

  Dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh intensitas serangan penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus) pada pengamatanI – III menunjukkan hasil yang berbeda nyata sedangkan ketebalan penutup tanah serta interaksi antara intensitas serangan penggerek batang tebu bergaris(C. Hasil beda uji rataan pengaruh intensitas serangan penggerekbatang tebu bergaris (C. sacchariphagus) dan ketebalan penutup tanah terhadap tinggi tanaman tebu dapat dilihat pada tabel 4 (Lampiran 13-15).

I4 I5

  Histogram pengaruh intensitas serangan penggerek (C. sacchariphagus) terhadap intensitas tunas tebu terserang Intensitas tunas tebu yang terserang penggerek batang bergaris (C. Hal ini sesuai dengan Pramono (2007) yang menyatakan bahwa serangan penggerek batang mulaiterjadi sejak tanaman berumur 1,5 – 3 bulan yang biasanya menyebabkan kematian tunas tanaman karena rusak dan matinya titik tumbuh tanaman tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN

  Perlakuan intensitas serangan dan ketebalan penutup tanah berbeda nyata sedangkan interaksi intensitas serangan denganketebalan penutup tanah tidak berbeda nyata terhadap jumlah anakan per rumpun. Perlakuan intensitas serangan dan ketebalan penutup tanah berbedanyata sedangkan interaksi intensitas serangan dengan ketebalan penutup tanah tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman.

2. Persentase perkecambahan tanaman tebu tertinggi terdapat pada perlakuan

5 K 2 (tebu terserang 100% dengan ketebalan penutup tanah cm) sebesar 11.11%

  Jumlah anakan per rumpun tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu sehat (I ) yaitu 9,14 dan jumlah anakan per rumpun terendah pada penanamantebu dengan intensitas serangan 100% (I 5 ) yaitu 6,72. Intensitas tunas terserang (%) pada tanaman tebu tertinggi terdapat pada tanaman tebu dengan intensitas serangan 80% (I4 ) yaitu 20,37% dan intensitas tunas terserang (%) terendah pada penanaman tebu sehat (I ) yaitu 0,00%.

6. Semakin kecil intensitas serangan (%) C. sacchariphagus maka akan optimal terhadap daya tumbuh bibit tebu

  Program Early Warning system (EWS) Sebagai Dasar Penentuan Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Hama Secara Terpadu (PHT) pada PBTR di Kawasan PTPN II, Sumut. Parasitasi dan Kapasitas Reproduksi Cotesia flavipes Cameron (Hymenoptera: Braconidae) pada Inang dan Instar yang Berbeda di Laboratorium.

FOTO PENELITIAN

  Komisi Pembimbing dan Pegawai Sei Semayang di Lahan Penelitian Gambar. sacchariphagus pada Tunas Tebu (c) Gambar.

Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Hama Penggerek Batang Bergaris (Chilo sacchariphagus Bojer.) Intensitas Tunas Terserang Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Hama Penggerek Batang Bergaris (Chilo sacchariphagus Bojer.) Jumlah Anakan per Rumpun Persentase Perkecambahan Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Hama Penggerek Batang Bergaris (Chilo sacchariphagus Bojer.) Tinggi Tanaman Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Hama Penggerek Batang Bergaris (Chilo sacchariphagus Bojer.)
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Daya Tumbuh Bibit Tebu yang Terserang Ha..

Gratis

Feedback