Feedback

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank rakyat indonesia tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

Informasi dokumen
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR CABANG TEBING TINGGI SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana OLEH : NAMA : JESICA WESIA HUTABARAT NIM : 060200319 Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR CABANG TEBING TINGGI SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana OLEH : NAMA : JESICA WESIA HUTABARAT NIM : 060200319 Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW Disetujui Oleh: Ketua Departemen Hukum Keperdataan Program Kekhususan Perdata BW Prof. Dr. Tan Kamello, S.H.,M.S. (NIP. 196 204 211 988 031 004) Dosen Pembimbing I, Dosen Pemimbing II, Prof. Dr. Tan Kamello, S.H.,M.S. (NIP. 196 204 211 988 031 004) Yefrizawati, S.H.,M.Hum (NIP. 197 512 102 002 122 001) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji, syukur dan hormat Penulis ucapkan pada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya selama menjalani perkuliahan, hingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI (PEKERJA KONTRAK) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. KANTOR CABANG TEBING TINGGI” yang diangkat oleh Penulis karena keingintahuan Penulis akan bagaimana pelaksanaan dan bentuk perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi yang dalam hal ini Penulis melakukan riset pada BRI Cabang Tebing Tinggi. Selain itu, penulisan skripsi ini juga bertujuan memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara . Pada kesempatan ini, Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah banyak membantu, memberi dukungan kepada Penulis hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. Maka untuk semua itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH. M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH. MH., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Bapak Syafruddin Hasibuan, SH., MH., DFM., sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Sumatera Utara Bapak Muhammad Husni, SH., MH., selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 3. Bapak Prof. Dr. Tan Kamello, SH., MS. Selaku Guru Besar, Ketua Departemen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dan juga selaku Dosen Pembimbing I, yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan dan masukan serta nasehat kepada Penulis hingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. 4. Ibu Yefrizawati, SH.,M.Hum, selaku Dosen Pembimbing II, yang telah sabar dan banyak memberikan bimbingan, bantuan, arahan dan masukan serta nasehat kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. (Maaf ya Bu, klo saya sering datang terlambat klo mau bimbingan .hehehe .). 5. Ibu Dr. Utary Maharany Lubis, SH., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik Penulis, yang telah mengarahkan Penulis dalam menjalankan akademi di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Buat Ibu Rafiqoh Lubis, SH., M.Hum., makasih ya Bu, dah jadi dosen yang baik dan mau mendengarkan keluhan penulis selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Terima kasih atas nasehat dan trik-triknya (sangat bermanfaat ). 6. PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi, yang telah memberikan izin kepada Penulis untuk melaksanakan riset serta memperoleh data yang diperlukan dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Terima kasih yang teramat besar penulis ucapkan kepada kedua orangtua Penulis, Welzink Hutabarat, SE. dan Sondang Sihombing, S.Pd. yang selalu memberikan cinta, kasih sayang, dukungan dan perhatian serta doa yang teramat tulus, yang menjadikannya sebagai kekuatan bagi Penulis dalam Universitas Sumatera Utara menyelesaikan skripsi ini. Buat Bapak, terima kasih karena sedikit banyak telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini (makasih buat wawancaranya, sebagai wakil pekerja BRI Tebing Tinggi merangkap Dosen Pembimbing III, hehehe ). Buat mama, makasih udah nyiapin makanan, jus, susu, (puding,,hehehe) klo lagi ngerjain skripsi. Buat Kakak dan adik Penulis, k’ Indah, K’ Iye (disini aja manggil kaka nya, haha), Arigato dan Andrea, makasih ya buat dukungan semangatnya (mari kita berikan yang terbaik buat bapak dan mama). Bou Lina, makasih ya buat doa dan dukungannya. Westvillage Family is the best. Love you. 8. Buat NanaPhanieRannie (ga terpisahkan,hahaha) sahabat-sahabat Penulis, terima kasih buat dukungan dan semangatnya (makasih udah menghibur ku ketika stress tingkat tinggi.hahaha). Semoga persahabatan kita tetap terjalin hingga kapan pun. Buat Grup B angkatan 06’ PRM n K_Family, makasih atas kegilaan-kegilaanya dan menjadi teman kampus yang tidak akan terlupakan. Terutama buat Pauline ”my DJ” (temen seperjuangan abis), Yenny ”Westafel”, Vanni, April n Sarah (temen dari semester 1 sampai abis). My new bro Ferdy FHS (The Prince of Atjeh, kapan kita nonton sebelum ujian lagi??), Otniel OHT (Bang kenta.), Jani (choko), ”Babe” Rizky, Mamad ”maFud”, topel, Aulia ”Emon”, Icut “Agam”(bro juga ini.), Boboy.(smuanya: Ayokkk Karaokeee). Buat Hendry (makasih dah bantui buatin outline), Rico (makasih dah bantuan pemilihan judul), Nixon 08 (makasih buat semangatnya ya de.). Buat semua angkatan 06 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. SEMANGAT. Buat Pegawai Perpustakaan (makasih ya bang, kak, udah mau direpotin.hehehe). K’ Una, K’Lisa, Bg’ Dian, B’ Harun, makasih ya buat Universitas Sumatera Utara semua bantuannya. Dan Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu. Akhir kata, penulis mengharapkan agar kelak skripsi ini dapat memberi sumbangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Medan, Maret 2010 Penulis, Jesica Wesia Hutabarat Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Kata Pengantar . Daftar Isi . Abstrak . i v viii BAB I. PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang. 1 B. Perumusan Masalah . 6 C. Tujuan dan Manfaat Penulisan . 6 D. Keaslian Penulisan . 7 E. Tinjauan Kepustakaan . 8 F. Metode Penelitian . 13 G. Sistematika Penulisan. 16 BAB II. TINJAUAN UMUM MENGENAI PERJANJIAN KERJA. 18 A. Perjanjian Pada Umumnya . 18 1. Pengertian Perjanjian. 18 2. Syarat Sahnya Perjanjian . 20 3. Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Perjanjian. 28 4. Asas-Asas Hukum Perjanjian . 30 5. Jenis-Jenis Perjanjian . 43 6. Berakhirnya Perjanjian . 46 B. Perjanjian Kerja Pada Umumnya. 47 1. Pengertian Perjanjian Kerja . 47 Universitas Sumatera Utara 2. Unsur-Unsur Dalam Perjanjian Kerja. 51 3. Hak dan Kewajiban Para Pihak Dalam Perjanjian Kerja. 60 4. Jenis-Jenis Perjanjian Kerja . 66 a. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. 67 b. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. 74 5. Berakhirnya Perjanjian Kerja. 74 BAB III. SEKILAS MENGENAI PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. 83 A. Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. 83 B. Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. . 85 C. Hubungan Perusahaan (PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.) dengan Insan Bank (Pekerja PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.) . 86 D. Struktur Organisasi Kantor Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. 88 E. Prosedur Penerimaan Petugas Administrasi PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. . 92 F. Hak dan Kewajiaban Pekerja dan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. 95 BAB IV. PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA ANTARA PETUGAS ADMINISTRASI DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA TBK. 100 A. Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Antara Petugas Administrasi Dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. . 101 B. Berakhirnya Kesepakatan Kerja Antara Petugas Administrasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. . 106 C. Perbandingan Ketentuan Perjanjian Kerja yang Ditetapkan Oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. dengan Ketentuan Perjanjian Kerja yang diatur dalam KUHPerdata dan Undang-undang Nomor 13 Tahun Universitas Sumatera Utara 2003 Tentang Ketenagakerjaan . 110 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN. 120 A. Kesimpulan . 120 B. Saran. 121 Daftar Pustaka Lampiran Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Sesuai dengan kodrat alam, manusia sejak lahir hingga meninggal dunia hidup bersama-sama dengan manusia lain. Apabila dalam pergaulan hidup terjadi peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, maka timbullah suatu perjanjian. Demikian juga dalam bidang pekerjaan, orang melakukan perjanjian kerja sehingga menimbulkan perikatan. Untuk memperoleh suatu kepastian hukum atau berupa penegasan mengenai hak dan kewajiban karyawan/tenaga kerja maupun pengusaha/majikan dalam hubungan kerja, pada umumnya para pihak membuat suatu perjanjian kerja. Dalam rangka pemenuhan formasi jabatan fungsi administrasi di unit kerja seluruh wilayah Indonesia, maka dilakukan penerimaan pekerja BRI. Pemenuhan formasi jabatan Petugas Administrasi dari sumber ekstren dilakukan melalui penerimaan pekerja kontrak. Perjanjian kerja ini merupakan jenis perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT). Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian, metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui: 1. Penelitian kepustakaan (Library research), dengan melakukan pengkajian terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier; 2. Penelitian lapangan (Field research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke dalam obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data primer. Dalam pengumpulan data lapangan ini penulis menggunakan metode wawancara. Bertitik tolak pada norma hukum positif. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, serta dari hasil pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan BRI adalah perjanjian kerja waktu tertentu. Perjanjian kerja antara BRI dengan pekerja ini berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun. Jangka waktu perjanjian kerja ini dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka waktu perpanjangan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan berdasarkan kesepakatan bersama dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diberlakukan BRI. Perjanjian kerja antara para pihak berakhir apabila: Jangka waktu perjanjian kerja atau perpanjangan perjanjian kerja berakhir; Pekerja meninggal dunia; Pekerja dinilai tidak cakap atau tidak mampu atau pekerja secara langsung maupun tidak langsung melanggar atau tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja dan peraturan bagi pekerja yang ditetapkan oleh Perusahaan; Disepakati oleh para pihak; Diakhiri oleh para pihak. Secara garis besar ketentuan mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan BRI dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia yaitu KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun Universitas Sumatera Utara 2003. Akan tetapi dalam menentukan kebijakan dalam perusahaan, ada peraturanperaturan khusus yang dibuat oleh BRI. Kebijakan tersebut di antaranya berdasarkan Surat Keputusan Bersama Komisaris dan Direksi No. B.03KOM/BRI/06/03 dan S.36-DIR/SDM/06/03 tanggal 3 Juni 2003 beserta perubahannya Tentang Kode Etik BRI, di mana setiap pekerja harus mentaati isi dari surat keputusan ini. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Sesuai dengan kodrat alam, manusia sejak lahir hingga meninggal dunia hidup bersama-sama dengan manusia lain. Apabila dalam pergaulan hidup terjadi peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, maka timbullah suatu perjanjian. Demikian juga dalam bidang pekerjaan, orang melakukan perjanjian kerja sehingga menimbulkan perikatan. Untuk memperoleh suatu kepastian hukum atau berupa penegasan mengenai hak dan kewajiban karyawan/tenaga kerja maupun pengusaha/majikan dalam hubungan kerja, pada umumnya para pihak membuat suatu perjanjian kerja. Dalam rangka pemenuhan formasi jabatan fungsi administrasi di unit kerja seluruh wilayah Indonesia, maka dilakukan penerimaan pekerja BRI. Pemenuhan formasi jabatan Petugas Administrasi dari sumber ekstren dilakukan melalui penerimaan pekerja kontrak. Perjanjian kerja ini merupakan jenis perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT). Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian, metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui: 1. Penelitian kepustakaan (Library research), dengan melakukan pengkajian terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier; 2. Penelitian lapangan (Field research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara terjun langsung ke dalam obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data primer. Dalam pengumpulan data lapangan ini penulis menggunakan metode wawancara. Bertitik tolak pada norma hukum positif. Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif, yaitu data yang terbentuk atas suatu penilaian atau ukuran secara tidak langsung dengan kata lain yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, serta dari hasil pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Perjanjian kerja antara Petugas Administrasi dengan BRI adalah perjanjian kerja waktu tertentu. Perjanjian kerja antara BRI dengan pekerja ini berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan atau 1 (satu) tahun. Jangka waktu perjanjian kerja ini dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka waktu perpanjangan tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan berdasarkan kesepakatan bersama dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diberlakukan BRI. Perjanjian kerja antara para pihak berakhir apabila: Jangka waktu perjanjian kerja atau perpanjangan perjanjian kerja berakhir; Pekerja meninggal dunia; Pekerja dinilai tidak cakap atau tidak mampu atau pekerja secara langsung maupun tidak langsung melanggar atau tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja dan peraturan bagi pekerja yang ditetapkan oleh Perusahaan; Disepakati oleh para pihak; Diakhiri oleh para pihak. Secara garis besar ketentuan mengenai perjanjian kerja yang diberlakukan BRI dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia yaitu KUHPerdata dan UU Nomor 13 Tahun Universitas Sumatera Utara 2003. Akan tetapi dalam menentukan kebijakan dalam perusahaan, ada peraturanperaturan khusus yang pokok dan bunganya sehingga jaminan harus jelas dan diikat secara yuridis dengan akta bawah tangan maupun akta otentik. Akta bawah tangan merupakan akta yang dibuat atau dipersiapkan oleh para pihak yang bersangkutan secara pribadi dan bukan di hadapan notaris atau pejabat resmi lainnya. Akta otentik merupakan akta yang harus dibuat berdasarkan peraturan perundang - undangan serta ditanda- tangani oleh notaris atau pejabat yang berwenang. Kedua akta tersebut dapat dipergunakan sebagai alat bukti tetapi kekuatan pembuktian dari akta tersebut berbeda. Akta otentik mempunyai kekuatan yang mengikat serta membuktikan antara para pihak dan pihak ketiga bahwa pada tanggal yang telah tertera dalam akta yang bersangkutan telah datang menghadap kepada pegawai umum dan menerangkan apa yang ditulis dalam akta tersebut. Akta bawah tangan kekuatan pembuktiannya hanya bergantung pada kebenaran atas pengakuan atau penyangkalan para pihak atas isi dari akta yang ditandatangani. Jaminan merupakan suatu perikatan antara kreditur dengan debitur. Debitur memperjanjikan sejumlah hartanya untuk pelunasan utang menurut                                                               41 Ruddy Tri Santoso, Op.Cit., hlm. 51.     Universitas Sumatera Utara   ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam hal terjadi kemacetan dalam pembayaran utang. Perjanjian jaminan selalu mengikuti perjanjian yang mendahuluinya yaitu perjanjian utang- piutang yang disebut perjanjian pokok. Tidak mungkin ada perjanjian jaminan tanpa ada perjanjian pokoknya. Perjanjian jaminan tidak dapat berdiri sendiri. Apabila perjanjian pokok telah selesai maka perjanjian jaminannya juga selesai. Tidak mungkin ada orang yang bersedia menjamin suatu utang kalau utang itu sendiri tidak ada. Sifat perjanjian yang demikian disebut accessoir. Perjanjian jaminan, dalam perjanjian pokoknya harus diatur dengan jelas tentang adanya janji- janji tentang jaminan. Janji- janji ini sebagai sumber terbitnya perjanjian jaminan yang dikehendaki oleh kreditur dan debitur.42 Jaminan yang diserahkan kepada bank terdiri dari banyak jenis, diantaranya:43 1. Jaminan yang bersifat material ( material collateral ) Jaminan yang berbentuk material meliputi beberapa hal, yaitu: a.Jaminan kebendaan, meliputi: 1. Jaminan benda yang tidak bergerak, meliputi: a) Tanah dan Bangunan b) Surat- surat berharga, seperti sertifikat depositodan tagihan dagang 2. Jaminan benda bergerak, meliputi: a) Mobil dan kendaraan bermotor b) Kapal laut, dan c) Stock barang b. Jaminan surat berharga, seperti: 1. Gadai atas saham perusahaan 2. Obligasi 2. Jaminan yang bersifat non-material. Jaminan non- material yang diberikan kepada bank meliputi beberapa hal, diantaranya:                                                             42 Gatot Supramono, Op.Cit., hlm. 57. 43 Ruddy Tri Santoso, Op.Cit., hlm.51. Universitas Sumatera Utara   a. Jaminan pribadi ( personal guarantee ), yaitu kemampuan seseorang dalam memberikan jaminan kredit dengan kapasitasnya untuk menutupi kredit tersebut (tunduk pada pasal 1831 BW) sedang penjamin lainnya ditagih setelah hutang tersebutterbayar sebagian oleh penjamin pertama (pasal 1837 BW). b. Jaminan perusahaan ( corporate guarantee ) yaitu jaminan dari perusahaan yang dianggap bonafide dalam kapasitasnya untuk mengembalikan pinjaman yang diterima dari bank. c. Aval dengan segala bentuk jaminan, meliputi nama, bonafiditas, reputasi, trademark, dan goodwill. Jaminan- jaminan yang berbentuk non- matrial merupakan suatu kepercayaan bank terhadap nasabahnya. Untuk itu watak dan karakter nasabah sangat mempengaruhi dalam pemberian persetujuan kredit tersebut. Sesuai dengan peraturan intern masing- masing bank, umumnya nilai jaminan yang diserahkan debitur kepada bank lebih besar bila dibandingkan dengan nilai kredit yang diberikan bank kepada debitur. Dapat disimpulkan secara umum fungsi jaminan kredit ialah menjamin pelunasan utang debitur bila debitur wanprestasi atau pailit. Jaminan kredit akan memberikan jaminan kepastian hukum kepada pihak perbankan bahwa kreditnya akan tetap kembali walaupun dengan cara mengeksekusi jaminan kredit perbankan. F. Batasan- Batasan Dalam Pemberian Kredit Bank dalam menjalankan fungsinya dalam penyaluran dana, penyediaan dana, ataupun kegiatan lainnya wajib menjalankan prinsip kehati-hatian sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan Pasal 11 Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Dipandang secara meluas, ketentuan tersebut memberikan batasan- batasan tertentu pada bank dalam menjalankan fungsinya. Universitas Sumatera Utara   Batas maksimum pemberian kredit ini merupakan sarana pengawasan penyaluran kredit bank. Batas maksimum pemberian kredit atau yang biasa dikenal dengan BMPK adalah persentase maksimum penyediaan dana yang diperkenankan terhadap modal bank, yang diberikan kepada peminjam atau sekelompok peminjam tertentu.44 Kebijakan ini bertujuan agar tidak menimbulkan kesulitan yang berat bagi perbankan dalam memenuhi ketentuan mengingat banyak bank yang memberikan kredit melebihi ketentuan batas maksimum. Pasal 11 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4 Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dalam Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998, memuat ketentuan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral dapat menetapkan peraturan Batas Maksimum Pemberian Kredit/ BMPK ( legal lending limit ). Dari aturan tersebut, maka ketentuan BMPK dapat dibedakan atas 2 (dua) jenis, yaitu:45 1. Jenis BMPK 30% (tiga puluh persen) Bank Indonesia dapat menetapkan BMPK yang lebih rendah dari 30% dari modal bank, tetapi tidak boleh melebihi 30% dari modal bank yang bersangkutan. BMPK ini ditujukan kepada peminjam atau sekelompok peminjam yang terkait, termasuk kepada perusahaan- perusahaan dalam kelompok yang sama dengan bank yang bersangkutan. Kelompok (group) merupakan kumpulan orang atau badan yang satu sama lain mempunyai kaitan dalam hak kepemilikan, kepengurusan, dan/atau hubungan keuangan. 2. Jenis BMPK 10% (sepuluh persen) Bank Indonesia dapat menetapkan BMPK yang lebih rendah dari 10% modal bank, tetapi tidak boleh melebihi 10% dari modal bank yang bersangkutan. BMPK ini ditujukan kepada: a. Pemegang saham yang bersangkutan; b. Anggota dewan komisaris; c. Anggota direksi;                                                             44 Djoni S.Gazali, Rachmadi Usman, Hukum Perbankan, Jakarta, Sinar Grafika,2010, hlm. 293. 45 Ibid., hlm. 294. Universitas Sumatera Utara   d. Keluarga dari pihak pemegang saham yang bersangkutan, anggota dewan Komisaris dan anggota direksi; e. Pejabat bank lainnya; dan f. Perusahaan- perusahaan yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak- pihak pemegang saham yang bersangkutan, anggota dewan komisaris, anggota direksi, keluarga pemegang saham yang bersangkutan, anggota dewan komisaris dan anggota direksi, dan pejabat bank lainnya. Ketentuan mengenai BMPK ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/3/PBI/2005 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/13/PBI/2006. Dengan diberlakukannya ketentuan tersebut maka Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 31/ 177/ KEP/ DIR/ tanggal 31 Desember 1998 tentang Batas Maksimum Kredit Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/16/ PBI/ 2000 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/5/PBI/2000 tanggal 21 Februari 2000 tentang Penyediaan Dana oleh Bank yang Dijamin Bank lain dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Dalam kerangka penyediaan dana ini maka ada beberapa yang dikecualikan dalam perhitungan BMPK, yaitu sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 1 Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/3/PBI/2005 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum, yaitu sebagai berikut: Ketentuan BMPK dikecualikan untuk: 1. Pembelian surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan / atau Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; 2. Bagian penyediaan dana yang dijamin oeh pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Jaminan bersifat tanpa syarat (unconditional) dan tidak dapat dibatalkan (irrevocable); Universitas Sumatera Utara   b. Harus dapat dicairkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diajukan kaim, termasuk pencairan sebagian; c. Mempunyai jangka waktu paling kurang sama dengan jangka waktu penyediaan dana; dan d. Tidak dijamin kembali ( counter guarantee ) oleh bank penyedia dana atau bank yang bukan prime bank. 3. Bagian penyediaan dana dijamin oleh: a. Agunan dalam bentuk agunan tunai berupa giro, deposito, tabungan, setoran jaminan, dan/atau emas; b. Agunan berupa surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan/atau Bank Indonesia, sepanjang memenuhi persyaratan tidak berhak memungut biaya dan menerima biaya administrasi dari peserta. Universitas Sumatera Utara Pasal 7 Iuran dan Manfaat atau Jaminan Besarnya iuran, jenis dan besaran manfaat atau jaminan yang diperoleh peserta dari kepesertaan pada program JKK atau JK adalah sebagaimana yang tertuang didalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : PER24/MEN/VI/20056 tanggal 01 Juni 2006. Pasal 8 Biaya Operasional dan Tata Cara pembayaran (1). PIHAK KEDUA berhak memperoleh biaya operasional atau disebut dengan jasa pungut sesuai dengan program yang diikuti, antara lain : a. Program Jaminan Hari Tua sebesar 1 % dari iuran Jaminan Hari Tua (JHT) b. Program Non Jaminan Hari Tua sebesar 12,5 % dari iuran Non Jaminan Hari Tua (JHT) (2). PIHAK KEDUA dalam hal mengajukan klaim biaya jasa pungut sebagaimana dimaksud ayat (1) dengan mencantumkan nomor rekening bank. (3). PIHAK PERTAMA melakukan perhitungan sekaligus verifikasi terhadap besarnya biaya jasa pungut yang menjadi hak PIHAK KEDUA yang untuk selanjutnya dilakukan pembayaran melalui rekening PIHAK KEDUA. Pasal 9 Perselisihan (1). Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari Ikatan Kerja Sama ini maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. (2). Apabila tidak terjadi kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) dalam pasal ini, maka PARA PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah Pengadilan Negeri tempat kedudukan PIHAK PERTAMA. Universitas Sumatera Utara Pasal 10 Force Majeure (1) Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (force majeure) adalah suatu peristiwa/keadaan yang terjadi diluar kekuasaan PARA PIHAK, yang mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya pemenuhan hak-hak dan kewajiban oleh masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan dalam ikatan Kerja sama, termasuk antara lain kebakaran, bencana alam, peperangan, huru-hara, pemogokan dan kebijaksanaan maupun Peraturan Pemerintah/Pengusaha setempat yang secara langsung dapat mempengaruhi pemenuhan hak-hak dan kewajiban masing-masing pihak. (2) Dalam hal terjadi suatu hal memaksa (force majeure), maka pihak yang bersangkutan/berkepentingan harus memberitahukan kepada pihak lainnya secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak paling lambat 7 (tujuh) hari setelah terjadinya keadaan dimaksud, serta masing-masing pihak sepakat untuk menyelesaikan segala hak-hak dan kewajiban satu sama lain secara musyawarah. Pasal 11 Hal-Hal Lain (1). Perjanjian ini tidak dapat dialihkan pada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PARA PIHAK. (2). Hal-Hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan PARA PIHAK dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Ikatan Kerjasama ini. (3). Kewajiban PARA PIHAK yang timbul selama masa perjanjian ini tetap berlaku, meskipun masa Perjanjian ini sudah berakhir. Pasal 12 Penutup Perjanjian kerjasama ini dibuat dalam rangkap 4 (empat), 2 (dua) rangkap diantaranya bermaterai cukup dan berlaku sebagai asli serta mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing pihak mendapat 1 (satu) rangkap, sedangkan 2 (dua) rangkap lainnya sebagai copy untuk keperluan administrasi. Universitas Sumatera Utara PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA . Kepala Kantor CabangKetua Wadah PT. Jamsostek (Persero) Medan . Universitas Sumatera Utara NAMA WADAH TK - LHK CABANG MEDAN SAMPAI DENGAN OKTOBER 2012 JUMLAH KEPESERTAAN TENAGA NO. N A M A KERJA KETERANGAN BULAN TAHUN AKTIF NONAKTIF KELUARGA MITRA 1 SEJAJAR / MEI 2007 38 128 AKTIF ROBINA SEROJA 2 WADAH UNIVERSAL JUNI 2007 1 6 AKTIF PEMBINAAN 3 ANAK MANDIRI NOVEMBER 2007 28 29 AKTIF INDONESIA 4 STM SATAHI DESEMBER 2007 58 36 AKTIF PERHIMPUNA 5 N PERISAI JUNI 2008 57 24 AKTIF KEADILAN 6 ACONG GROUP APRIL 2008 57 28 AKTIF HIMPUNAN 7 MASYARAKA T PEKERJA MEI 2008 82 65 AKTIF MANDIRI 8 DESI GROUP JUNI 2008 167 64 AKTIF 9 SEROJA GROUP DESEMBER 2008 6 23 AKTIF 10 VONI GROUP NOVEMBER 2008 43 23 AKTIF ASOSIASI 11 PENGUSAHA JANUARI 2009 11 7 AKTIF MOBIL 12 HENNY GROUP JANUARI 2009 0 5 NON AKTIF JULI 2012 13 MANDIRI GROUP FEBRUARI 2009 62 14 AKTIF 14 TAMITA GROUP FEBRUARI 2009 2 0 AKTIF PERSATUAN 15 PENGECER KORAN MARET 2009 23 11 AKTIF SUMUT 16 AMANDA GROUP APRIL 2009 25 58 AKTIF 17 BUNGA SEROJA JUNI 2009 10 29 AKTIF 18 LPP KARYA MANDIRI AGUSTUS 2009 6 11 AKTIF MITRA 19 MEKAR AGUSTUS 2009 138 41 AKTIF SEJATI Universitas Sumatera Utara 20 MAJU BERSAMA SEPTEMBER 2009 9 10 AKTIF MITRA 21 MEDIA NOVEMBER 2009 5 3 AKTIF AGENCY 22 PELINDUNG MANDIRI DESEMBER 2009 135 95 AKTIF 23 SYIFA FEBRUARI 2010 45 18 AKTIF 24 KEMBAREN GROUP MEI 2010 32 8 AKTIF SPSI 25 BONGKAR MUAT PASAR JUNI 2010 0 24 NON AKTIF MEI 2012 BARU 26 USAHA MANDIRI JUNI 2010 7 2 AKTIF 27 MAJU JAYA JUNI 2010 29 2 AKTIF TUAH 28 ARMAYA AGUSTUS 2010 14 6 AKTIF GROUP UPPKH KEC 29 MEDAN SEPTEMBER 2010 2 14 AKTIF DENAI 30 IKAPO PKH KOTA MEDAN OKTOBER 2010 51 13 AKTIF PENDAMPING 31 PKH MEDAN OKTOBER 2010 11 4 AKTIF ANGKATAN 2 32 IQBAL OKTOBER 2010 0 3 NON AKTIF MEI 2012 33 DEWI GROUP OKTOBER 2010 13 2 AKTIF 34 HUTAPEA GROUP OKTOBER 2010 10 1 AKTIF UPPKH 35 MEDAN NOVEMBER 2010 MARELAN 0 14 NON AKTIF JUNI 2012 PERKUMPUL 36 AN SEHAT NOVEMBER 2010 5 0 AKTIF MANDIRI USAHA 37 PENDIRIAN NOVEMBER 2010 14 2 AKTIF EXPRES 38 HARIS & LISA DESEMBER 2010 34 14 AKTIF 39 RIANTI GROUP JANUARI 2011 89 19 AKTIF KOMUNITAS NON AKTIF 40 MASYARAKA FEBRUARI 2011 0 220 FEBRUARI T KENNEDY 2012 41 BIMA KARYA SEJAHTERA FEBRUARI 2011 24 11 AKTIF 42 NASTY CATERING FEBRUARI 2011 2 0 AKTIF 43 HOKKI MARET 2011 4 0 AKTIF 44 F-SBRI APRIL 2011 5 1 AKTIF Universitas Sumatera Utara LEMBGA 45 PEMBERDAY. PEREMP. APRIL 2011 59 8 AKTIF MANDIRI SU 46 FATIHILLAH MEI 2011 14 1 AKTIF 47 SEJAHTERA MANDIRI JUNI 2011 49 6 AKTIF 48 LKBH PBB JUNI 2011 4 2 AKTIF 49 MD GROUP JUNI 2011 18 4 AKTIF NON AKTIF 50 SINAR POWA JULI 2011 0 4 NOVEMBER 2011 51 BARAT LINGGA AGUSTUS 2011 104 12 AKTIF 52 WINFRONSTE IN BERJAYA AGUSTUS 2011 38 2 AKTIF 53 AQ'SA RENT MEDAN AGUSTUS 2011 36 29 AKTIF PERSENTER 54 MEDAN SEKITARNYA AGUSTUS 2011 0 19 NON AKTIF MEI 2012 55 SEHAT MANDIRI AGUSTUS 2011 11 1 AKTIF 56 FARIS SEPTEMBER 2011 7 0 AKTIF 57 MITRA KASIH ABADI OKTOBER 2011 35 20 AKTIF 58 WILLIYY WIJAYA OKTOBER 2011 46 10 AKTIF 59 K MEIWANTY DESEMBER 2011 81 9 AKTIF ASURANSI 60 MANDIRI / DESEMBER 2011 19 1 AKTIF ARMI 61 RESTU SEHAT DESEMBER 2011 21 4 AKTIF 62 PETRUS JANUARI 2012 1 0 AKTIF 63 MITRA JASA MUSPA JANUARI 2012 13 0 AKTIF 64 TAMARA JANUARI 2012 10 6 AKTIF 65 AR BATUBARA JANUARI 2012 5 9 AKTIF DPC FSPTI NON AKTIF 66 KSPSI KOTA JANUARI 2012 0 10 FEBRUARI MEDAN 2012 67 ORION GROUP FEBRUARI 2012 7 0 AKTIF 68 YUV VAIS GROUP FEBRUARI 2012 16 0 AKTIF 69 FAMILY GROUP FEBRUARI 2012 0 3 NON AKTIF JUNI 2012 70 YUS GROUP FEBRUARI 2012 41 8 AKTIF 71 SEJAHTERA JAYA FEBRUARI 2012 14 0 AKTIF 72 PELINDUNG MANDIRI II FEBRUARI 2012 113 27 AKTIF 73 AFDALENA MARET 2012 33 0 AKTIF Universitas Sumatera Utara 74 SEJAHTERA BERSAMA 75 SUMBER REZEKI DPD SPINDO 76 SUMATERA UTARA 77 AMANAH FAMILY 78 ALTAR GBI DELI TUA 79 PAJUS 80 GIAN JOS APRIL APRIL APRIL MEI MEI MEI MEI 2012 21 1 AKTIF 2012 7 1 AKTIF 2012 2012 0 12 41 NON AKTIF JUNI 2012 1 AKTIF 2012 12 1 AKTIF 2012 2012 407 30 0 0 AKTIF AKTIF Universitas Sumatera Utara
Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank rakyat indonesia tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Kerja Antara Petugas Administrasi (Pekerja Kontrak) Dengan PT. Bank rakyat indonesia tbk. Kantor Cabang Tebing Tinggi

Gratis