Feedback

Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo.

Informasi dokumen
MORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH ANDISOL PADA PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA DI DESA KUTA RAKYAT KECAMATAN NAMANTERAN KABUPATEN KARO ANDI ARUM GUSBIANDHA 070303035 DEPARTEMEN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara MORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH ANDISOL PADA PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA DI DESA KUTA RAKYAT KECAMATAN NAMANTERAN KABUPATEN KARO SKRIPSI Oleh : ANDI ARUM GUSBIANDHA 070303035 ILMU TANAH Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana (S1) di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan DEPARTEMEN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi Nama NIM Departemen : Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo : Andi Arum Gusbiandha : 070303035 : Ilmu Tanah Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing Ir. Mukhlis, M.Si Ketua Mariani Sembiring, SP. MP Anggota Mengetahui, Dr. Ir. T. Sabrina, MSc. Ph.D Ketua Departemen Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan karakteristik kimia tanah andisol pada penggunaan lahan yang berbeda di lereng sebelah utara Gunung Sinabung. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo dan Analisis Tanah di Laboratorium Kimia Kesuburan Tanah dan Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Dilakukan pengamatan profil di lapangan pada tiga penggunaan lahan berbeda. Profil pertama pada lahan hutan (P1), profil kedua pada lahan tanaman tahunan (P2) dan profil ketiga pada lahan tanaman semusim (P3). Masing-masing profil diamati sifat morfologi tanah dan karakteristik tanah. Analisa tanah meliputi tekstur tanah, bulkdensiti, pH H2O, pH KCl, pH NaF, Aldd, KTK, KB, ZPC, C-organik, P-tersedia, Retensi-P, Al-oksalat (Alo), Si-oksalat (Sio), Feoksalat (Feo) dan Al-pyrofosfat (Alp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanah Andisol sebagai lahan hutan memiliki morfologi dan sifat-sifat kimia tanah yang lebih baik, dibandingkan dengan tanah Andisol yang ditanami tanaman semusim dan tanaman tahunan. Penggunaan lahan yang berbeda tidak mengubah KTK, Kejenuhan Basa, Retensi-P dan P-tersedia. Penggunaan lahan juga tidak merubah klasifikasi tanah di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Tanah Andisol di kawasan ini memiliki klasifikasi tanah Typic Fulvudand. Kata kunci : Andisol, Penggunaan Lahan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research is aimed to know the morphology and chemical characteristic of different land uses Andisols in north slope of Mount Sinabung. This research was conducted in Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo and soil analyse properties was held in Chemical and Soil fertility Laboratory and Riset and Technology Laboratory, Agriculture Faculty of North Sumatera University. Observation and description of three profiles of each three difference land uses such as forest land (P1), annual farm (P2) and season farm (P3). Every land use is observed about morphology and soil characteristic. Soil sample is taken from each layer in soil profile for soil analyse in laboratory. Soil analysis included of soil tekstur, bulkdensity, pH H2O, pH KCl, pH NaF, Aldd, Cation Exchange Capacity (CEC), based saturation, Zero Point of Charge (ZPC), Organic content, P-available, Phosphate Retention, Al-oxsalate extracted (Alo), Si-oxsalate extracted (Sio), Fe-oxsalate extracted (Feo) and Al-pyrophosphate extracted (Alp). From research result indicate that Andisol with forest land have better morphology and chemical characteristic than season farm and annual farm. Land uses on Andisols didn’t change CEC, based saturation, phosphate retention and P-available. Land uses on Andisols also didn’t change soil classification in Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Andisols in this area have soil classification Typic Fulvudand. Keywords : Andisols, Land uses Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Andi Arum Gusbiandha, lahir di Medan pada tanggal 4 Agustus 1989. Putri kedua dari empat bersaudara dari pasangan Ayahanda Andi Mohammad Hasbi Assiddick dan Ibunda Yuslida. Selama hidup, penulis menempuh pendidikan formal di : - SD Tri Bhakti 1 Medan lulus pada tahun 2001, - SMP Negeri 1 Labuhan Deli lulus pada tahun 2004, - MAN 1 Medan lulus pada tahun 2007, - Tahun 2007 lulus seleksi masuk Universitas Sumatera Utara melalui jalur SPMB di Program Studi Ilmu Tanah, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif mengikuti kegiatan sebagai : - Anggota Ikatan Mahasiswa Ilmu Tanah (IMILTA) Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. - Asisten Laboratorium mata kuliah Praktikum Dasar Ilmu Tanah Tahun 2011. - Asisten Laboratorium mata kuliah Praktikum Kesuburan Tanah dan Pemupukan Tahun 2011. - Peserta Seminar Nasional “Tindak Lanjut Pembangunan Pertanian Pasca Swasembada Beras 2008” pada 8 Agustus 2009 di FP USU Medan. - Peserta Seminar dan Lokakarya Nasional “Optimalisasi Pengelolaan Lahan dalam Upaya Menekan Pemanasan Global Mendukung Pendidikan Berbasis Universitas Sumatera Utara Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)” pada 12 Februari 2010 di FP USU Medan. - Peserta Seminar Pertanian 2011 “Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional” pada 29 Mei 2011 di FP USU Medan. - Panitia Pengkaderan Nasional II Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (FOKUSHIMITI) “Mengoptimalkan Kader yang Mampu Menjadi Barometer Dunia Pertanian di Indonesia” pada 22 – 26 Januari 2011 di FP USU Medan. - Melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kebun Bandar Klippa PTPN II Batang Kuis, pada bulan Juli tahun 2010. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT., karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul dari skripsi ini adalah “Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Yang Berbeda di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo”, yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada Ir. Mukhlis, MSi, selaku ketua komisi pembimbing, Ir. Mariani Sembiring, MP., selaku anggota komisi pembimbing yang telah memberikan arahan dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf pengajar dan pegawai program studi Ilmu Tanah, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan serta kepada teman-teman angkatan 2007 dan 2008 yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih. Medan, September 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK . ABSTRACT . RIWAYAT HIDUP . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . i ii iii v vi vii viii ix PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Tujuan Penelitian . 2 Kegunaan Penelitian . 3 TINJAUAN PUSTAKA Tanah Andisol . 4 Karakteristik Kimia Fisika Tanah Andisol . 7 Pemanfaatan Lahan Pada Tanah Andisol . 14 KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN . 17 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian . Bahan dan Alat Penelitian . Metode Penelitian . Pelaksanaan Penelitian. Analisa Laboratorium . 19 19 19 21 23 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Morfologi Tanah . Karakteristik Fisika Tanah . Karakteristik Kimia Tanah . Pembahasan . Morfologi Tanah . Karakteristik Kimia Tanah . Klasifikasi Tanah . 24 24 28 30 41 41 42 51 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 56 Saran. 56 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 1. Karakteristik Morfologi Tanah . 25 2. Tekstur dan Bulkdensiti Tanah . 29 3. pH H2O, pH KCl, pH NaF dan ZPC . 30 4. Kation Tukar, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa, dan C-Organik . 33 5. Kadar Fosfat Tersedia dan Retensi Fosfat . 36 6. Indeks Melanik Tanah . 37 7. Al oksalat (Alo), Fe oksalat (Feo), Si oksalat (Sio), Al pyrofosfat (Alp), Alo + ½ Feo, %Alofan, dan Rasio Al:Si . 38 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Judul Halaman 1. Peta Lokasi Penelitian . 20 2. Peta Pengambilan Profil Tanah Pewakil . 22 3. Korelasi antara pH KCl dengan Al-dd . 44 4. Korelasi antara pH H2O dengan Al-dd . 45 5. KorelasiKorelasi antara ZPC dengan C-organik . 47 6. Korelasi antara KTK dengan C-organik . 48 7. Korelasi antara Fosfat tersedia dengan Retensi fosfat . 49 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Halaman 1. Deskripsi Profil Tanah pada Penggunaan Lahan yang berbeda . 59 2. Data Suhu Udara dan Curah Hujan Bulanan BMKG Stasiun Tongkoh . 65 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan karakteristik kimia tanah andisol pada penggunaan lahan yang berbeda di lereng sebelah utara Gunung Sinabung. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo dan Analisis Tanah di Laboratorium Kimia Kesuburan Tanah dan Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Dilakukan pengamatan profil di lapangan pada tiga penggunaan lahan berbeda. Profil pertama pada lahan hutan (P1), profil kedua pada lahan tanaman tahunan (P2) dan profil ketiga pada lahan tanaman semusim (P3). Masing-masing profil diamati sifat morfologi tanah dan karakteristik tanah. Analisa tanah meliputi tekstur tanah, bulkdensiti, pH H2O, pH KCl, pH NaF, Aldd, KTK, KB, ZPC, C-organik, P-tersedia, Retensi-P, Al-oksalat (Alo), Si-oksalat (Sio), Feoksalat (Feo) dan Al-pyrofosfat (Alp). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanah Andisol sebagai lahan hutan memiliki morfologi dan sifat-sifat kimia tanah yang lebih baik, dibandingkan dengan tanah Andisol yang ditanami tanaman semusim dan tanaman tahunan. Penggunaan lahan yang berbeda tidak mengubah KTK, Kejenuhan Basa, Retensi-P dan P-tersedia. Penggunaan lahan juga tidak merubah klasifikasi tanah di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Tanah Andisol di kawasan ini memiliki klasifikasi tanah Typic Fulvudand. Kata kunci : Andisol, Penggunaan Lahan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research is aimed to know the morphology and chemical characteristic of different land uses Andisols in north slope of Mount Sinabung. This research was conducted in Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo and soil analyse properties was held in Chemical and Soil fertility Laboratory and Riset and Technology Laboratory, Agriculture Faculty of North Sumatera University. Observation and description of three profiles of each three difference land uses such as forest land (P1), annual farm (P2) and season farm (P3). Every land use is observed about morphology and soil characteristic. Soil sample is taken from each layer in soil profile for soil analyse in laboratory. Soil analysis included of soil tekstur, bulkdensity, pH H2O, pH KCl, pH NaF, Aldd, Cation Exchange Capacity (CEC), based saturation, Zero Point of Charge (ZPC), Organic content, P-available, Phosphate Retention, Al-oxsalate extracted (Alo), Si-oxsalate extracted (Sio), Fe-oxsalate extracted (Feo) and Al-pyrophosphate extracted (Alp). From research result indicate that Andisol with forest land have better morphology and chemical characteristic than season farm and annual farm. Land uses on Andisols didn’t change CEC, based saturation, phosphate retention and P-available. Land uses on Andisols also didn’t change soil classification in Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Andisols in this area have soil classification Typic Fulvudand. Keywords : Andisols, Land uses Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Tanah Andisol merupakan salah satu jenis tanah memiliki sifat fisika dan kimia yang khas. Sifat khas yang dimiliki antara lain bahan organik tinggi, bulkdensiti rendah sehingga kapasitas menahan air dan porositasnya tinggi. Andisol didominasi mineral liat amorf yaitu alofan. Alofan memegang peranan utama dalam menentukan bulkdensiti yang rendah. Kondisi yang demikian sangat baik untuk digunakan untuk budidaya pertanian (Tan, 1998). Tanah vulkanik ini merupakan tanah yang ideal untuk dibudidayakan. Kondisi tanah yang gembur dan mudah diolah akan mendorong pertumbuhan akar tanaman dengan baik. Tanah ini umumnya tersebar di dataran tinggi atau kawasan pegunungan yang cocok untuk tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan seperti kentang, wortel, bawang, jeruk, kopi, dan lainnya. Selain itu, Andisol mengandung bahan inilah mendukung yang organik dan KTK terpenuhinya yang tinggi. kebutuhan hara Sifat-sifat bagi tanah tanaman (Chesworth, 2008, Munir, 2005, dan Neall, 2009). Oleh karena potensi yang tinggi dan tersebar di dataran tinggi maka tanah Andisol banyak digunakan untuk budidaya pertanian. Pembudidayaannya akan mempengaruhi karakteristik tanah Andisol. Ini bisa terjadi karena, aktifitas budidaya pertanian yang intensif seperti pengolahan tanah yang meliputi penanaman, pemeliharaan dan pemanenan akan merubah tingkat kesuburan tanah Universitas Sumatera Utara yang pada akhirnya akan mempengaruhi sifat fisika maupun kimia tanah Andisol tersebut. Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo dipilih sebagai lokasi penelitian karena wilayah ini memiliki areal hutan asli, kawasan pertanian untuk tanaman tahunan dan semusim di satu hamparan lahan. Lokasi ini terletak di lereng sebelah utara Gunung Sinabung pada ketinggian 1432 meter hingga 1439 meter diatas permukaan laut. Secara geografis kawasan ini berada pada 03º12’00” - 03º16’48.0” LU dan 98º20’.24.0’ - 98º24.36.0” BT, dimana kawasan ini memiliki bahan induk yang sama yaitu Tuff Sinabung. Penggunaan lahan akibat budidaya pertanian akan mempengaruhi masingmasing kondisi tanah. Perubahan kondisi tanah akan mempengaruhi sifat tanah baik secara morfologi, kimia, maupun fisika tanah. Oleh karena itu, diteliti perbedaan morfologi dan karakteristik kimia tanah Andisol pada tiga penggunaan lahan yang berbeda, yaitu pada lahan hutan, tanaman tahunan, dan tanaman semusim. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan karakteristik kimia tanah Andisol pada penggunaan lahan yang berbeda di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Universitas Sumatera Utara Kegunaan Penelitian  Sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar Sarjana di Departemen Ilmu Tanah, Fakultas oleh aliran dari pixel dilereng atas. Pengolahan data DEM untuk mendapatkan nilai LS didalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak ArcView 3.3 dengan bantuan extensions Spatial Analyst dan Terrain Analysis. ฀ Faktor vegetasi penutup tanah dan pengelolaan tanaman (C) yaitu nisbah antara besarnya erosi dari suatu areal dengan vegetasi dan pengelolaan tanaman tertentu terhadap besarnya erosi dari tanah yang identik dan tanpa tanaman. Data sebaran spasial dari faktor ini diperoleh dari Adnyana (2006). Faktor tindakan-tindakan khusus konservasi tanah (P) yaitu nisbah antara besarnya erosi dari tanah yang diberi perlakuan tindakan konservasi khusus seperti pengolahan tanah menurut kontur, penanaman dalam strip atau teras UNIVERSITAS SUMATERA UTARA terhadap besarnya erosi dari tanah yang diolah searah lereng dalam keadaan yang identik (Adnyana, 2006). Perangkat lunak yang digunakan dalam proses analisis adalah ArcView 3.3 dengan bantuan extensions Spatial Analyst dan Terrain Analysis serta perangkat lunak ArcGIS 9.2. Seluruh data dipresentasikan dalam bentuk grid bergeoreferance dengan ukuran pixel 10m. Data DEM diperoleh dari hasil analisis dari peta kontur Rupabumi Indonesia dengan skala 1:25.000. Data curah hujan diperoleh dari badan Meteorologi dan Geosika (BMG). Faktor K, C dan P dibagi perunit lahan yang ditentukan berdasarkan kesamaan penggunaan lahan, lereng dan jenis tanah. - Tingkat Bahaya Erosi Tingkat bahaya erosi (TBE) ditentukan dengan membandingkan erosi aktual (A) dengan erosi yang dapat ditoleransikan (T) di daerah itu dengan rumus: TBE = A/T Prosedur Pelaksanaan 1. Ditentukan laju erosi yang dapat ditoleransikan (T). 2. Dihitung erosi menggunakan prediksi metode USLE. a) Ditentukan titik pengambilan sampel tanah berdasarkan tipe penggunaan lahan dan kemiringan lereng dengan keterangan sebagai berikut : Kode A : Tanaman Hutan Kode B : Tanaman Semusim Kode C : Tanaman Tahunan UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dimana penggolongan kelas kemiringan lereng juga tertera pada kode titik sampel seperti : 1 : kemiringan lereng 0-3 % 2 : kemiringan lereng 3-8 % 3 : kemiringan lereng 8-15 % 4 : kemiringan lereng 15-30 % b) Dihitung laju permeabilitas tanah. c) Dianalisis sifat fisika tanah (tekstur, struktur). d) Dianalisis kandungan C-Org tanah. e) Dihitung erosi dan bahaya erosi 3. Dihitung tingkat bahaya erosi (TBE). 4. Digambar Peta Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dengan ArcView 3.3 Parameter yang diukur Adapun parameter yang diukur adalah sebagai berikut: 1. Erosi : - Panjang lereng; - Kemiringan lereng; - Kedalaman tanah; - Bobot isi tanah; - Tekstur tanah; - Struktur tanah; - Bahan organik tanah; - Permeabilitas tanah. - Jenis tanaman dan kerapatan tanaman; UNIVERSITAS SUMATERA UTARA - Jenis pupuk yang digunakan; - Frekuensi pemupukan selama tanam; - Jenis residu tanaman yang dipakai dan cara pemakaian; - Cara pengolahan tanah; - Pergiliran tanaman; - Sistem pengolahan tanah; - Sistem penanaman tanaman; - Pembuatan guludan dan teras. Data yang diperoleh dari berbagai sumber atau dokumen seperti: - Data curah hujan, jumlah hari hujan, intensitas hujan, hujan maksimum, dan hujan rata-rata; Pelaksanaan Penelitian : - Ditentukan titik sampel penelitian berdasarkan tingkat kemiringan lereng dan tipe penggunaan lahan. - Diambil tanah setiap titik sampel dengan menggunakan bor tanah dan ring sampel lalu dibungkus ke dalam plastik. - Dianalisis tanah di laboratorium berdasarkan paremeter yang dibutuhkan untuk mengidentifikasikan erosi. - Dihitung hasil laboratorium dengan menggunakan rumus usle. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA HASIL DAN PEMBAHASAN I. Kondisi Umum Desa Kuta Rakyat Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo memiliki jenis tanah Andisol dengan tiga penggunaan lahan yang berbeda dalam satu areal. Ketiga penggunaan lahan yang dimaksud antara lain, lahan hutan asli, lahan tanaman tahunan dna lahan tanaman semusim. Terletak di lereng sebelah utara Gunung Sinabung pada ketinggian 1432 meter hingga 1439 meter diatas permukaan laut. Secara geografis kawasan ini berada pada 03012’12” LU – 03016’17” LS dan 98020’20” BB – 98024’24” BT. (Lampiran. Gambar 1) II. 1. Indeks Erosivitas Nilai indeks erosivitas yang merupakan jumlah satuan indeks erosi hujan pada Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo dapat dilihat pada Tabel. 1 diatas, Indeks Erosivitas ini memiliki jumlah yang sama dikarenakan oleh curah hujan yang sama dimiliki oleh desa tersebut. Data ratarata curah hujan tahunan di wilayah ini terdapat 9 bulan basah dan 3 bulan kering (Lampiran 5, 6, 7). Penggolongan iklim ini berdasarkan Oldeman, yaitu bulan basah jika curah hujan >200 mm, bulan kering jika
Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo. Karakteristik Kimia Tanah Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo. pH KCl, pH NaF dan ZPC pH KCl, pH NaF dan ZPC Profil Tanah Lahan Hutan Profil Tanah Lahan Tanaman Tahunan Profil Tanah Lahan Tanaman Semusim
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Morfologi dan Karakteristik Kimia Tanah Andisol Pada Penggunaan Lahan Di Desa Kuta Rakyat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo.

Gratis