Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal

Gratis

0
51
71
3 years ago
Preview
Full text

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGANIII KELURAHAN KAYU JATI KABUPATEN MANDAILING NATAL

  N NASUTION SKRIPSI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Medan, 2012 PRAKATA Segala puji kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan kepada peneliti,sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul“Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) Di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal”. Peneliti sangat mengharapkan adanya saran yang bersifat membangun untuk perbaikan yang lebih baik di masa yang akandatang.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………………

  N NasutionNIM : 101121064ABSTRAK Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit, misalnyaPenyakit infeksi pernafasan saluran akut dan tuberculosis yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi perumahan, penyedian air bersih dan lingkungan yangtidak memenuhi syarat dapat menjadi faktor terhadap penyakit diare dan cacingan. N NasutionNIM : 101121064ABSTRAK Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit, misalnyaPenyakit infeksi pernafasan saluran akut dan tuberculosis yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi perumahan, penyedian air bersih dan lingkungan yangtidak memenuhi syarat dapat menjadi faktor terhadap penyakit diare dan cacingan.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Indikator dalam PHBS yang perlu dilakukan dan diperhatikan yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI saja sejaklahir sampai berusia 6 bulan, mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan, ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban, kesesuaian luas tanah denganjumlah penghuni, lantai rumah bukan dari tanah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak merokok didalamrumah. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti, dari 15 keluarga yang diobservasi peneliti di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati terdapat8 rumah yang tidak memiliki jamban, 3 rumah yang berukuran kecil tetapi banyak penghuninya dan lantai rumah terbuat dari tanah, dan sampahberserakan disekitar lingkungan.hal ini dikarenakan faktor ekonomi yang kurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan fisiologis.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1 Definisi Pengetahuan

  Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Berdasarkan beberapa definisi diatas peneliti dapat mmenyimpulkan bahwa pengetahuan adalah suatu proses belajar dari pengalaman, nilai,informasi konstektual dan kepakaran yang dilakukan dengan menggunakan pasca indra terhadap objek tertentu.

2.1.2 Tingkat Pengetahuan Di Dalam Domain Kognitif

  Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingatkembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Memahami (Comprehension)Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materitersebut secara benar.

2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

  PendidikanPendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti terjadi proses pertumbuhan, perkembangan atau perubahan kearah yang lebih dewasa,lebih baik dan lebih matang pada diri individu, kelompok atau masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman berdasarkan kenyataan yang pasti dan pengalaman yang berulang- ulang dapat menyebabkanterbentuknya pengetahuan.

2.2 Masyarakat

2.2.1 Definisi Masyarakat

  Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi, kesatuan hidup manusia yangberinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama (Mubarak, 2009). Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehinggga mereka itu dapat mengorganisasikan Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi (Effendy, 1998).

2.2.2 Ciri-ciri Masyarakat Sehat

  Berupaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan, terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan olehmasyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup. Berupaya selalu menurunkan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan panyakit.

2.3 Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

  2.3.1 Definisi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dariancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat (Depkes, 2008). Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapatmenolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat (Depkes, 2008).

2.3.3 Indikator dalam Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

  Anggota keluarga yangberumur 15 tahun keatas mengkonsumsi sayur dan buah dengan perimbangan minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atausebaliknya 3 porsi sayur dan 2 porsi buah selama 7 hari dalam seminggu. 2.3.4 Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Masyarakat Menurut Ekasari, dkk (2008) Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat sebagai berikut: 1.

2.3.6 Manajemen Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

  PuskesmasPuskesmas merupakan pusat kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di tingkat kecamatan dengan sasaran baik individu yang datang ke puskesmasmaupun keluarga dan masyarakat di wilayah Puskesmas. Dinas KesehatanDinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus dapat mengkoordinasikan dan menyusun kegiatan promosi kesehatan dan PHBS di wilayah denganmelibatkan sarana-sarana kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota tersebutProgram PHBS secara operasional dilaksanakan di Puskesmas oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas dengan melibatkan lintas sektorterkait dengan sasaran semua keluarga yang ada di wilayah Puskesmas.

BAB 3 KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Konsep

  Kerangka konseptual dalam penelitian ini menjelaskan variabel- variabel yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akandilakukan pada skema kerangka konseptual dapat dilihat bahwa sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Lingkungan IIIKelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal dimana peneliti akan mengindentifikasi pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersihdan sehat. 3.3 Defenisi Operasional Pengetahuan PHBS adalah sesuatu yang diketahui masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat yang sering dilakukan untuk meningkatkankesehatan keluarga dan lingkungan tempat tinggal, masyarakat di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  4.1 Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentangperilaku hidup bersih dan sehat di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal. Populasi dalam penelitian ini adalah KepalaKeluarga yang tinggal di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah 104 KK.

4.2.3 Teknik Sampling

  Teknik Sampling merupakan cara-cara yang ditempuhdalam pengambilan sampel, agar memperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (Nursalam, 2003). Jenis pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling yaitu dengan cara mengacak subjek-subjek di dalam populasi sehinggasemua subjek dianggap sama.

4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

  4.3.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Lingkungan III Kelurahan Kayu JatiKabupaten Mandailing Natal kerena lokasi penelitian banyak terdapat masalah dan belum pernah dilakukan penelitian tentang pengetahuanperilaku hidup bersih dan sehat. 4.3.2 Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Desember 2011.

4.4 Pertimbangan Etik

  Penelitian ini dilakukan setelah peneliti mendapat persetujuan dariFakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan Lurah di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal. Bagi responden yang menolak untuk diteliti maka peneliti tetap menghormati haknya.

4.5 Instrumen Penelitian

4.5.1 Instrumen

  Bagian instrumen kedua berisi pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang PHBS,dilakukan dengan observasi yaitu pengamatan yang dilakukan oleh peneliti secara langsung dengan menggunakan pedoman sebagai instrumenpengamatan (Arikunto, 2006), yang terdiri dari 30 pertanyaan. 4.5.2 Uji Validitas Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang di inginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang akan ditelitisecara tepat, tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang akan dikumpulkan orang menyimpang dari gambarantentang validitas yang dimaksud.

4.6 Pengumpulaan Data

4.7 Analisa Data

  Pertama melakukan pengecekan terhadap kelengkapanidentitas data responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah diisi sesuai dengan petunjuk, dilanjutkan dengan mengklarifikasi datadengan mentabulasi data yang telah dikumpulkan. Pengolahan data dilakukan dengan cara univariat, dimana data univariat untuk menampilkan data demografi,pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil

5.1.1 Karakteristik responden

  10 Hasil penelitian ini dilakukan pada bulan desember 2011 tentang pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat diLingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal. 500.000 sebanyak (61,3%).

5.1.2 Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Tabel 5.1.2Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Lingkungan III Kelurahan Kayu JatiKabupaten Mandailing Natal Frekuensi Persentase Kategori Data (%) (n) Pengetahuan Masyarakat Tentang PHBS 1963,3 Baik 12 38,7Cukup Kurang Total 31 100

5.1.3 Distribusi Responden Berdasar Sub Variabel

  1 1 0,5 penghuni Dari 31 responden mayoritas memiliki pengetahuan baik dengan diperoleh rata-rata (1), dan pengetahuan kurang tentang tidak merokok didalam rumah diperoleh rata-rata (0,4). Makan buah dan sayur setiap hari 7.

5.1.4 Distribusi frekuensi dan persentase Nilai Terbesar Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

  Tabel 5.1.4Distribusi frekuensi dan persentase Nilai Terbesar Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat No. Makan Buah dan Sayur setiap hari 31 100Dari 31 responden nilai terbesar yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI sejak lahir sampai berusia 6 bulan,ketersediaan air bersih sebanyak (100%), dan makan buah dan sayur setiap sebanyak (96,8%).

5.1.5 Distribusi frekuensi dan persentase Nilai Terkecil Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

  Tabel 5.1.5Distribusi frekuensi dan persentase Nilai Terkecil Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat No. 6 19,4 25 80,6Dari 31 responden yang nilai terkecil yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak (16,1%), ketersediaan air berish sebanyak (12,9%), ketersediaan jamban sebanyak (25,8%), lantai rumah bukan dari tanah sebanyak (25,8%), makan sayur dan buah setiap hari sebanyak(12,9%), dan melakukan aktivitas fisik setiap hari pertanyaan sebanyak (19,4%).

5.2 Pembahasan

5.2.1 Pengetahun Masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal (n=31)

  Hasil penelitian yang telah dilakukan pada sampel yang berjumlah 31 responden di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten MandailingNatal dengan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat mayoritas berpengetahuan baik 63,3% (n=19). Penelitian mengenai makan buah dan sayur setiap hari, menunjukkan bahwa responden mengetahui pentingnya makan buah dan sayur setiaphari sebanyak 96,8% (n=30), dan yang tidak mengetahui 3,2% (n=1) dan responden tidak memakan buah setiap hari sebanyak 37,1% (n=27) danyang menjawab ya 12,9% (n=4), responden suka makan sayur setiap makan menjawab 96,8% (n=30) dan yang tidak suka makan sayur setiaphari sebanyak 3,2% (n=1).

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  6.2.4 Penelitian selanjutnyaUntuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan judul penelitian ini sebaiknya lebih menekankan pada perilaku hidup bersih dan sehat padamasyarakat, sehingga hasil penelitian nantinya dapat menemukan sesuatu yang lebih berkembang. 29-04-11Perbaikan Bab 1, - Perbaikan latar belakang Bab 2, Bab 3 dan - Perbaikan kerangka konsep Bab 4 - Perbaikan instrument Perbaikan Bab 1, - Perbaikan kerangka konsep Bab 2, Bab 3, dan Bab 4 sampling Perbaikan Bab 1, - Perbaikan defenisi operasional Bab 2, Bab 3 dan - Buat Slide Bab 4 - ACC6.

TAKSASI DANA

  Perkiraanbiaya yang diperlukan dalam penyelesaian proposal skripsi sampai dengan selesai skripsi penelitian sebagai berikut : 1. Konsumsi sidang proposal dan skripsi 3.

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

  N NasutionNim : 101121064Akan melakukan penelitian dengan judul “Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Lingkungan III Kel. Tujuan pemelitian ini adalah untuk mengetahuai pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Lingkungan III Kel.

I. DATA DEMOGRAFI 1

  Pendidikan Terakhir: ( ) SD ( ) D-III ( ) SMP ( ) S1( ) SMA 4. Pendapatan: ( ) <Rp 500.000; ( ) Rp 1.000.000; ( ) Rp 500.000; ( ) >Rp 1.000.000; Universitas Sumatera Utara 5.

II. PengetahuanMasyarakat

  Pertanyaan Ya Tidak 1 Apakah dalam menolong persalinan peralatan yang digunakan bersih dan steril? 3 Apakah menurut Bapak / ibu dukun beranak menolong persalinan dengan peralatan yang bersih dan steril?

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Mahasiswi Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Langkat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tahun 2015
3
118
115
Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Di Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur Tahun 2012
2
75
63
Pengetahuan Ibu tentang Zat Tambahan pada Makanan Jajanan Anak SD di Kelurahan Panyabungan III Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal
0
31
74
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Lansia di Kelurahan Losung Batu Kecamatan Padangsidempuan Utara Kota Padangsidempuan
26
282
79
Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga di Dusun III Desa Pantai Gemi Kec. Stabat Kab. Langkat Tahun 2012
1
37
111
Pengaruh Pengetahuan dan Sarana Sanitasi Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga Di Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeuleu
2
46
144
Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan III Kelurahan Kayu Jati Kabupaten Mandailing Natal
0
51
71
Pengetahuan Orang Tua Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Keluarga Di Lingkungan XIII Kelurahan Binjai Estate
1
50
86
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember
0
34
18
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sehat - Sakit dengan Sikap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
0
1
7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku 2.1.1 Konsep Perilaku - Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Mahasiswi Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Langkat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tahun 2015
0
0
28
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Mahasiswi Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Langkat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tahun 2015
0
0
13
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Lansia di Kelurahan Losung Batu Kecamatan Padangsidempuan Utara Kota Padangsidempuan
0
3
18
Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga di Dusun III Desa Pantai Gemi Kec. Stabat Kab. Langkat Tahun 2012
0
0
28
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 2.1.1. Definisi PHBS - Pengaruh Pengetahuan dan Sarana Sanitasi Lingkungan Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga Di Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeuleu
6
168
26
Show more