Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Para Pelajar di SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi

Gratis

7
36
163
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL PARA PELAJAR DI SMP JAYA SUTI ABADI KABUPATEN BEKASI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Serjana Keperawatan (S.Kep) OLEH : Awalia Bella Rizki Pratiwi NIM : 1110104000025 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

  Pada usia tersebut juga remaja memiliki kemandirian yang hadir bersama dengankebutuhan keintiman dan dukungan orang tua yang dapat terwujud dalam sebuah fungsi keluarga. Maka sangat dibutuhkan sebuah fungsi keluarga yang mencakup dimensi pemecahan masalah, komunikasi, peran, responsivitas afektif,keterlibatan afektif, dan kontrol perilaku khususnya bagi perkembangan kecerdasan emosional anak remaja.

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

  Skripsi, Juli 2014 Awalia Bella Rizki Pratiwi, NIM 1110104000025Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Para Pelajar di SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi xvii + 96 halaman + 14 tabel + 2 bagan + 7 lampiran ABSTRAK Perkembangan emosional merupakan hal yang perlu diperhatikan pada usia remaja, karena pada masa ini terjadi perubahan emosional yang meliputi perasaanmalu, kesadaran diri, kesepian dan depresi khususnya pada usia 12-15 tahun. Pada usia tersebut juga remaja memiliki kemandirian yang hadir bersama dengankebutuhan keintiman dan dukungan orang tua yang dapat terwujud dalam sebuah fungsi keluarga.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama : Awalia Bella Rizki PratiwiTempat, Tanggal Lahir : Brebes, 20 Desember 1992Jenis Kelamin : PerempuanAgama : IslamStatus : Belum MenikahAlamat : Perum. Garuda VIII Blok H17/12B : Tambun-BekasiHp : 085781620376Email : awaliabellrizkipratiwi@ymail.comFakultas/Jurusan : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan : Program Studi Ilmu Keperawatan PENDIDIKAN 1.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi denganjudul “Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Para Pelajar di SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi” yang disusun dan diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan yang telah mengajarkan dan membimbing penulis selama 4 tahun dibidang pendidikankeperawatan, serta staf akademik dan Ibu Syamsiyah yang telah memudahkan dalam proses birokrasi.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH

  48 2. Hipotesis …………………………………………………… 48 3.

BAB IV METODELOGI PENELITIAN

  Populasi dan Sampel ……………………………………… 52 3. Lokasi dan Waktu Penelitian ……………………………….

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  4.2 Item Unfavourable dan Favourable Kuesioner FAD 59 ………….. 5.3 Gambaran Responden Berdasarkan Teori Fungsi Keluarga 71…… 5.5 Hubungan antara Dimensi Pemecahan Masalah terhadap Tingkat 73 Kecerdasan Emosional para Pelajar SMP Jaya Suti AbadiKabupatenBekasi ……………………………………………………………..

2.1 Kerangka Teori Penelitian ………………………………………………… 46

3.1 Kerangka Konsep Pe nelitian ……………………………………………… 48

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan

  Pada masa remaja sering terjadi adanya kesenjangan dan konflik Pertentangan antara remaja dan orang tua dapat menimbulkan terjadinya konflik, namun orang tua dalam melalui proses tersebut berusahameminimalkan konflik dan membantu anak remajanya untuk mengembangkan kebebasan berpikirnya dan kebebasan untuk mengaturdirinya sendiri (Sarlito, 2002). Berdasarkan studi pendahuluan yang saya lakukan di SMP JayaSuti Abadi kepada beberapa guru pengajar dan orang tua, banyak anak usia remaja awal yang sulit diberikan nasihat oleh guru dan orang tuanya sertahukuman yang nyata di sekolah ternyata tidak memberikan efek jera bagi remaja seusia mereka.

D. Manfaat Penelitian

  Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta menjadi landasan dalam pengembangan evidence based ilmu keperawatan. Bagi Remaja Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan mengenai hubungan fungsi keluarga terhadap kecerdasan emosional parapelajar SMP yang mulai memasuki usia remaja awal dan sebagai acuan 8 baru memasuki usia remaja, sehingga tidak terjerumus dalam perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku.

3. Bagi SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan sekolah untuk membimbing remaja dalam perkembangan psikososial emosional siswa-siswi yang baru mulai memasuki usia remaja dengan melibatkan orang tuanya

E. Ruang Lingkup Penelitian

  Penelitian ini adalah penelitian terkait hubungan fungsi keluarga terhadap kecerdasan emosional para pelajar di SMPJaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Fungsi Keluarga

1.1 Definisi Fungsi Keluarga

  Di dalam kerangka sistem keluarga, keluarga didefinisikan sebagai sebuah struktur kompleks yang terdiri dari sekelompok individu yang salingbergantung dimana memiliki latar belakang yang sama, memiliki ketertarikan Beberapa peneliti yang melakukan penelitian terhadap keberfungsian keluarga memberikan definisi masing-masing. Walsh (2003) menjelaskanfungsi keluarga sebagai konstruk multidimensional yang merefleksikan aktivitas dan interaksi keluarga dalam menjalankan tugas penting yaitumenjaga pertumbuhan dan kesejahteraan dari masing-masing anggotanya dan dalam mempertahankan integrasinya.

1.2 Faktor-Faktor yang Terkait dengan Fungsi Keluarga

  Selain itu hubungan-hubungan dalam keluarga tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya dan etnis yang mempengaruhi daurhidup keluarga dan proses-proses yang terjadi dalam kelompok keluarga. Faktor komposisi keluarga, termasuk keanggotaan (misalnya, tua tunggal) dan struktur dari keluarga (misalnya, keluarga inti,keluarga bercerai, keluarga tiri) komposisi keluarga ini merupakan kunci utama untuk menentukan aspek-aspek lainnya dari fungsikeluarga.

1.3 Pengukuran Fungsi Keluarga

  Pengukuran fungsi keluarga meliputi teori-teori yang berhubungan dengan tugas-tugas umum yang harus dipenuhi oleh sebuahkeluarga dan strategi-strategi yang dikembangkan untuk pelaksanaan tugas- tugas tersebut (Sabatelli & Bartle, 1995). Para peneliti yang tertarik dengan fungsi keluarga telah banyak melakukan penelitian pada beberapa model di atas yangmengkonseptualisasikan fungsi keluarga, baik itu secara konsep yang digunakan maupun secara psikometri.

1.4 The McMaster Model of Family Functioning

  Model MMFF ini mendeskripsikan perangkat struktur dan organisasi dari kelompok keluargadan pola-pola transaksi antara anggota keluarga yang dapat membedakan antara fungsi keluarga yang baik dan funsi keluarga yang kurang baik. Pola transaksional dari sistem keluarga merupakan aspek penting yang dapat membentuk perilaku dari setiap anggota keluargaPengembangan dari MMFF mengasumsikan bahwa fungsi utama dari keluarga adalah untuk menyediakan segala sarana yang dapatmengembangkan dan menjaga aspek sosial, psikologis, dan biologis dari semua anggota keluarga (Epstein, Levin, & Bishop, 1976).

1.5 Dimensi Fungsi Keluarga

Terdapat enam dimensi dari fungsi keluarga menurut teori The Assessment Device (FAD), terdapat tambahan satu dimensi yaitu dimensi fungsi keluarga secara umum yang mengukur kesehatan atau patologi dari sebuah keluarga secara keseluruhan.

1.5.1 Pemecahan Masalah

  Keluarga yang berfungsidengan efektif dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, sementara itu keluarga yang tidak berfungsi secara efektif hanya memperhatikan sebagianmasalah dari semua masalah yang keluarga mereka hadapi (Epstein et al., 2003). Melakukan evaluasi terhadap keefektifan proses pemecahanKeluarga yang berfungsi dengan baik akan membuat langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan masalah terlebih dahulu,mendiskusikan permasalahan, mengkomunikasikan permasalahan tersebut satu sama lain, dan memutuskan tindakan yang tepat (Epstein et al., 2003).

1.5.2 Komunikasi

  Berdasarkan pembagian area komunikasi yang dijelaskan di atas, dapat diidentifikasikan 4 cara berkomunikasi yaitu, jelas dan langsung, jelasdan tidak langsung, terselubung dan langsung, terselubung dan tidak langsung. Sedangkan komunikasi yang tidak efektif adalah komunikasi yang kurang jelas dan tidak langsung(Epstein et al., 2003).

1.5.3 Peran

  Pemeliharaan dan pengelolaan sistem keluarga, meliputi berbagai fungsi yang melibatkan teknik dan tindakan yang dibutuhkan untukmempertahankan standar keluarga seperti pengambilan keputusan, batasan dan fungsi keanggotaan dalam keluarga, implementasi dan Dalam menjelaskan dimensi peran, terdapat dua konsep yaitu alokasi peran dan akuntabilitas peran (Epstein et al., 1978). Selain itu, keluarga yang sehatadalah keluarga yang memiliki proses penyebaran dan pelaksanaan tanggung jawab yang jelas dan tepat (Epstein et al., 1978).

1.5.4 Responsivitas Afektif

  Pada dimensi ini terdapat aspek kuantitatif yang berfokus pada derajat respon afektif berdasarkan kontinum dari ketiadaanrespon sampai respon yang wajar, atau respon yang cukup dapat diterima sampai respon yang berlebihan. Sedangkan pada aspek kualitatif dapat dilihatapakah anggota keluarga dapat berespon dengan menggunakan berbagai macam variasi emosi yang ada dan respon yang ditampilkan sesuai dengan Dimensi ini tidak dimaksudkan untuk melihat cara anggota keluarga menyampaikan perasaan mereka, tetapi apakah mereka memiliki kapasitasuntuk merasakan emosi (Epstein et al., 2003).

1.5.6 Kontrol Perilaku

  Dimensi ini menjelaskan mengenai pola yang diadopsi oleh keluarga untuk menangani perilaku anggota keluarga dalam tiga area beriku ini yaitu,situasi yang membahayakan secara fisik, situasi yang melibatkan pemenuhan kebutuhan dan dorongan psikobiologis, situasi yang melibatkan perilaku Setiap keluarga memiliki aturan standar masing-masing tentang perilaku yang bisa diterima pada setiap anggota keluarga. Berdasarkan penjelasan di atas, fungsi keluarga yang paling baik dan efektif adalah keluarga yang menerapkan kontrol perilaku yang fleksibel,sedangkan fungsi keluarga yang paling tidak efektif adalah keluarga dengan tipe kontrol perilaku yang tidak beraturan.

2. Remaja

2.1 Definisi remaja

  Remaja (adolescence) berasal dari bahasa latin, adolescence yang artinya “tumbuh untuk mencapai kematangan”, secara umum berarti prosesfisiologis, sosial, dan kematangan yang dimulai dengan perubahan pubertas (Wong dkk, 2008). Hal inidisebabkan masa remaja merupakan masa transisi antara kanak-kanak dan Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan proses pencapaian menjadi dewasa dengan segalaperubahan yang terjadi pada rentang usia 10-24 tahun dan belum menikah.

2.2 Ciri-ciri masa remaja

  Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat, terutama pada awal masa remaja. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutanAnggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak danberperilaku merusak, menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja yang takut bertanggungjawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal (Hurlock, 1999).

2.3 Tugas perkembangan pada masa remaja

  Diperlukan waktu untuk memperbaiki konsep ini dan untuk mempelajari cara-cara memperbaikipenampilan diri sehingga lebih seuai dengan apa yang dicita-citakan (Hurlock, 1999). Mengembangkan identitas seseorang yang dewasa nilai yang selaras dengan dunia orang dewasa yang akan dimasuki,adalah tugas untuk mengembangkan perilaku sosial yang bertanggung jawab (Hurlock, 1999).

2.4 Perubahan pada remaja

  Terjadinya haid pada remaja putri (menarche) danterjadinya mimpi basah pada remaja laki-laki.2) Tanda-tanda seks sekunder yaitu : pada remaja laki-laki terjadi perubahan suara, tumbuhnya jakun, penis, dan buah zakar bertambahbesar, terjadinya ereksi dan ejakulasi, dada lebih lebar, badan berotot, tumbuhnya kumis, jambang dan rambut di sekitar kemaluan danketiak. Perubahan kejiwaan pada remajaProses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan 1) Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi : a) Sensitif (mudah menangis, cemas, frustasi, dan tertawa) b) Agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi.

3. Kecerdasan Emosional

3.1 Definisi Kecerdasan Emosional

  EQ telah dipopulerkan sebagai keterampilan yang dipelajari yang merupakan Menurut Shapiro (1998) kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau diri sendiri atau orang lain yang melibatkan pengendalian diri,semangat serta kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan hasrat orang lain. Tahap keempat adalah proses untuk mengenali emosi orang Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan yang mencakup memantau perasaan diri sendiri atauorang lain, pengendalian diri, mampu membaca, dan menghadapi perasaan orang lain dengan efektif, menguasai kebiasaan pikiran yang dapatmendorong produktifitas dan mampu mengelola emosi yang dapat digunakan untuk membimbing pikiran dan tindakan yang terarah.

3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional

  Kecerdasanemosi dapat ditingkatkan melalui berbagai macam bentuk pelatihan, Shapiro (1998) mengemukakan bahwa bagian yang paling menentukan dan berpengaruh terhadap kecerdasan emosi seseorang adalahanatomi syaraf emosinya atau dengan kata lain otaknya. Bagian otak yang digunakan untuk berpikir yaitu neokorteks sebagai bagian yang berbedadari bagian otak yang mengurus emosi emosi yaitu sistem limbik.

3.3 Aspek-aspek kecerdasan emosional

  Meskipun demikian, tidak dapat disangkal bahwa masa remaja awal merupakan suatu masa dimana fluktuasi emosi (naik dan Remaja awal dapat merasa sebagai orang yang paling bahagia di suatu saat dan kemudian merasa sebagai orang yang paling malang di saatlain. Tim dari University of Washington telah menemukan bahwa bila dibandingkan dengan orang tua yang tidak terampil menangani perasaan,orang tua yang terampil secara emosional memiliki anak-anak yang pergaulannya lebih baik dan memperlihatkan lebih banyak kasih sayangkepada orang tuanya, serta lebih sedikit bentrok dengan orang tuanya.

BAB II I DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep Kerangka konsep adalah abstraksi dari suatu realita agar dapat

  Berdasarkan kerangka teori yang telah dibuat sebelumnya, bahwa enam dimensi fungsi keluarga menurut teori Model McMaster,mempengaruhi faktor presipitasi atau faktor pencetus yang mana dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan emosional terutama remaja yang mulaiyang meliputi perasaan malu, kesadaran diri, kesepian, dan depresi. Pada usia tersebut juga remaja memiliki kemandirian yang hadir bersama dengankebutuhan keintiman dan dukungan orang tua yang dapat terwujud dalam fungsi keluarga.

B. Hipotesis

  Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala OperasionalUkur Variabel Ukuran kompetensi Menggunakan Kuesioner istrument Hasil ukur yang digunakan Nominal kecerdasan emosional dependen: emosional dan sosial alat / instrument pada kuesioner EATQ-R yang berisi 65Tingkat Kecerdasan atau kemampuan EATQ-R adalah dengan menggunakan peryataan, skorEmosional para seseorang untuk (Revision of the mean, karena data berdistribusi terendah 65 dan skortertinggi 325. Tingkat kecerdasan emosional tidak tepatKurang Baik jika <238.2 = biasanya tidak tepat3 = terkadang tepat, terkadang tidak tepat4 = biasanya tepat 5 = hampir selalutepat Variabel DO Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur SkalaUkur Variabel independen: Fungsi Keluarga menurut teoriModel McMaster Wadah untuk pengembangansosial, psikologis, biologis, dan sebagaipemeliharan anggota keluarga, yangdibagi ke dalam enam dimensi dansatu keberfungsian keluarga secaraumum.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang disusun agar

  Pada penelitian dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan dan seberapa besar hubungan antar variable (Setiadi, 2007). Pendekatan cross sectional merupakan penelitian yang dikumpulkan dan diukur secara simultan pada waktu yang sama terhadap variabel-variabel yang diteliti (Hidayat, berdasarkan teori Model McMaster dan variabel dependen yaitu kecerdasanemosional.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

2. Sampel

  Populasi penelitian ini adalah para pelajar diSMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi kelas VII dan kelas VIII pada bulan Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan hanya kelas VII dan kelas VIII yang berusia 12-15 tahun dengan jumlah siswa 190 orang (terdapat 14 siswa yang usianya kurang dari 12 tahun dan lebih dari 15 tahun dari total populasi204 siswa).

C. Teknik Pengambilan Sampel

  Penelitian ini tidak melibatkan siswa-siswi kelas IX, siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII yang usianyakurang dari 12 tahun dan lebih dari 15 tahun. Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Juni 2014 dimana peneliti melakukan pengumpulan data di SMP Jaya Suti Abadidengan membagikan dua kuesioner kepada sampel yang sudah ditentukan dengan kriteria siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII yang berusia 12-15tahun.

2. Waktu penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014, dimulai dari pengambilan data sampai penyusunan hasil.

F. Instrument Pengumpulan Data

  Data sekunder adalah data siswa-siswi yang berusia 12-15 tahun Kuesioner fungsi keluarga berdasarkan The McMaster Model Alat ukur keberfungsian keluarga yang digunakan pada penelitian ini adalah Family Assessment Device (FAD) yang dikembangkan berdasarkankonsep The McMaster Model of Family Functioning (Epstein et al., 1983). Selain itu, alat ukur ini juga sudah dinyatakan valid untuk membedakan antara fungsi keluarga yang baikdan kurang baik (Epstein et al., 1983).

7 Keberfungsian , 14, 21, 28, 35, 36, Dalam keluarga saya, setiap

  Untuk instrument fungsi keluarga FAD (Yolanda,2012) dan EATQ-R (Asrori, 2009) sudahmempunyai nilai validitas dan reliabilitas yang cukup baik, dan bisa digunakan untuk penelitian yang selanjutnya. Awal Juni setelah berlangsungnya UN SMP kelas IX dan UKK kelas VII dan kelas VIII, peneliti melakukan penelitian di SMP Jaya Suti Abadi,dengan ditemani oleh guru bidang kesiswaan di SMP yang bersangkutan, peneliti dan guru bidang kesiswaan masuk ke masing-masing kelas VIIyang tidak mengikuti remedial UKK supaya berkumpul di aula sekolah SMP Jaya Suti Abadi.

I. Pengolahan Data

  Analisa bivariatBerdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil ukur yang didapat yaitu ordinal dan ordinal maka peneliti melakukan analisa data denganmenggunakan uji statistik dengan derajat kepercayaan 95%, sehingga jika (signifikan) atau menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Prinsip mendapatkan keadilanSubjek memiliki hak untuk mengharapkan bahwa setiap data yang dikumpulkan selama masa penelitian akan disimpan dan dijagakerahasiannya, yang dilakukan baik melalui tidak menggunakan identitas subjek atau melalui prosedur kerahasiaan lainnya.

BAB V HASIL PENELITIAN A. Profil SMP Jaya Suti Abadi

  Sedangkanmisi sekolah tersebut diantaranya adalah (1) Mengembangkan semangat untuk berprestasi, (2) Membentuk siswa yang bermoral danberdisiplin, (3) Membentuk siswa yang cerdas dan berwawasan luas,(4) Meningkatkan pembelajaran yang professional, (5) Membantu mengembangkan intelektual dasar secara kreatif, inovatif, danmengedepankan jiwa sportifitas. Guru dan Tenaga Kependidikan Jumlah seluruh ketenagaan di SMP Jaya Suti Abadi adalah 25 orang, terdiri atas kepala sekolah 1 orang, guru 18 orang, 2 orangguru bimbingan konseling, tenaga administrasi 2 orang, tenaga kebersihan 2 orang, dan petugas keamanan 2 orang.

B. Hasil Analisa Univariat

  1.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Pengelompokan responden berdasarkan kategori usia digambarkan pada tabel 5.2 berikut : Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia (Tahun) Frekuensi (n) Persentase (%) 12 23 16.9 % 13 74 54.4% 14 37 27.2% 15 2 1.5%Total 136 100 % Berdasarkan pada tabel di atas terlihat bahwa responden dalam penelitian ini adalah remaja yang berada pada rentang usia12-15 tahun. Gambaran Responden Berdasarkan Kecerdasan Emosional Baik 73 53,7 %Kurang Baik 63 46,3 % Tabel 5.4Total 136 100 % KategoriResponden Berdasarkan Kecerdasan Emosional DarDari tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang mempunyai hasil kecerdasan emosional yang baik adalah sebanyak73 siswa (53,7%) dan responden yang mempunyai kecerdasan emosional kurang baik adalah sebanyak 63 siswa (46,3%).

C. Hasil Analisa Bivariat

  Analisis bivariat dilakukan untuk menganalisis data dari dua variabel yang berbeda. Analisis bivariat pada penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara dimensi-dimensi fungsi keluarga terhadap kecerdasan emosional para pelajar di SMP Jaya Suti AbadiKabupaten Bekasi.

1. Hubungan antara Pemecahan Masalah terhadap Tingkat

  Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Tabel 5.5 Hubungan antara Pemecahan Masalah (1) terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Fungsi Kecerdasan Emosional Total P Keluarga 1 Baik Kurang baik value Kurang Baik 31 22.8 24 17.6 55 40.4 Total 73 53.7 63 46.3 136 100Dari tabel 5.5 di atas, hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0.605. Hubungan antara Peran terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Tabel 5.6 Hubungan antara Peran (2) terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Kecerdasan Emosional Total P Fungsi Baik Kurang baik valueKeluarga 2 N % N % N % Baik 45 33.1 33 24.3 78 57.4 Kurang baik 28 20.6 30 22.1 58 42.6 0.276 73 53.7 63 46.3 136 100 Total Berdasarkan tabel 5.6 di atas, hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0.276.

3. Hubungan antara Komunikasi terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi

  Hubungan antara Responsivitas Afektif terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Tabel 5.7 Hubungan antara Responsivitas terhadap Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Fungsi Kecerdasan Emosional Total P Keluarga 4 Baik Kurang baik valueN % N % N % Baik 49 36.0 48 35.3 97 71.3 24 17.6 15 11.0 39 28.7 0.244 Kurang baik Total 73 53.7 63 46.3 136 100 Dari tabel 5.7 hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0.244. Hubungan antara Keberfungsian Umum terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Tabel 5.10 Hubungan antara Keberfungsian umum terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi PFungsi Kecerdasan Emosional Total Keluarga 7value Baik Kurang Baik N % N % N % Baik 44 32.4 37 27.2 81 59.6 Kurang Baik 29 21.3 26 19.1 55 40.4 0.855 Total 73 53.7 63 46.3 136 100Dari tabel 5.10 hasil uji statistik dapat dilihat bahwa nilai p value = 0.855.

1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa karakteristik responden berdasarkanperbedaan jenis kelamin dapat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan emosional usia remaja awal, sehingga adanya perbedaanjenis kelamin perlu diukur oleh peneliti. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi.

1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

  Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sari (2011) yang meneliti tentang kematangan emosional pada rentang usia 16-18 tahun,didapatkan hasil bahwa tidak lagi terdapat kematangan emosional yang kurang baik pada rentang usia tersebut. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 136 orang responden diSMP Jaya Suti Abadi diperoleh sebanyak 73 siswa (53,7%) yang mempunyai tingkat kecerdasan emosional yang baik dan 63 siswa(46,3%) yang mempunyai tingkat kecerdasan emosional yang kurang baik.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Fungsi Keluarga

  Untuk dimensi pemecahan masalah responden yang fungsi keluarganya berjalan dengan baik adalah sebanyak 81 orang (59.6 %). Sedangkan untuk dimensi peran dan responsivitas afektif mempunyai jumlah responden yang sama yang fungsi keluarganyasudah berjalan dengan baik, yaitu sebanyak 97 orang (71.3 %).

B. Analisis Bivariat 1. Hubungan antara Pemecahan Masalah terhadap Tingkat

  Hal ini sejalandengan yang dikatakan oleh Syamsul (2000) bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh autoritatif dengan memprioritaskan kepentinganmembimbing anak ke arah kemandirian, lebih menghargai anak yang memiliki emosi dan pendapatnya sendiri akan memberikan efekkematangan emosional yang baik sehingga remaja memiliki keterampilan sosial yang baik dalam menyelesaikan permasalahannya. Hubungan antara Responsivitas Afektif terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional para pelajar SMP Jaya Suti Abadi Hasil penelitian mengenai hubungan antara responsivitas afektif terhadap tingkat kecerdasan emosional para pelajar SMP JayaSuti Abadi menunjukkan bahwa 136 orang responden yang Fungsi keluarga dengan dimensi responsivitas afektif adalah kemampuan berespon terhadap stimulus yang ada dengan kualitas dankuantitas perasaan yang tepat.

C. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini dilakukan hanya pada kelas VII dan kelas VIII karena kelas IX sudah libur setelah menghadapi UN, sehingga tidakmenggambarkan kecerdasan emosional secara keeluruhan di SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi. Ada kemungkinan bias dalam penelitian kecerdasan emosional para pelajar di SMP Jaya Suti Abadi.

BAB VI I PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan

  Keberfungsian keluarga responden di SMP Jaya Suti Abadi adalah : dimensi pemecahan masalah 59.6%, dimensi komunikasi 57.4%,dimensi peran dan responsivitas afektif mempunyai jumlah responden 4. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan bahawa tidak ada hubungan antara keberfungsian keluarga dengan dimensi pemecahan masalah,komunikasi, peran, responsivitas afektif, keterlibatan afektif, dan kontrol perilaku terhadap tingkat kecerdasan emosional para pelajarSMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi.

B. Saran

Pihak sekolah khususnya guru bimbingan konseling dan bagian kesiswaan diharapkan dapat lebih memperhatikan kegiatan siswanya didalam maupun di luar sekolah, ikut mengontrol dan bekerja sama dengan orang tua siswa dalam perkembangan kecerdasan emosionalmereka yang baru memasuki usia remaja awal.

2. Bagi perawat

3. Bagi peneliti selanjutnya

  Perawat perlu meningkatkan perannya sebagai konselor dan dapat ikut terlibat dalam bimbingan konseling yang ada di sekolahsebagai suatu intervensi dari keperawatan khususnya dalam mengkaji a. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai faktor-faktor lain yangberhubungan dengan kecerdasan emosional remaja seperti pola asuh autoritatif, pelatihan asertivitas, penyesuaian sosial, persepsidan ketegasan, dan faktor lainnya dari lingkungan non-keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Kecerdasan Emosi dan Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Sosial pada Siswa Kelas VII Program Akselerasi di SMP Negeri 9 Surakarta. Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga dan Optimisme pada Ibu yang Memiliki Anak dengan Gangguan Spektrum Autistik.

26 Mei

  Apabila ada pertanyaan dan respon emosional yang tidak nyaman atau berakibat negatif padasaya, maka peneliti akan menghentikan pengumpulan data dan peneliti memberikan hak kepada saya untuk mengundurkan diri dari penelitian ini tanparesiko apapun. Isilah semua nomor dalam kuesioner ini sesuai dengan kondisi yang anda alami selama ini dan jangan ada yang terlewatkan dengan memberi tanda silang (X) atau checklist (V) pada setiap pernyataan.

SELAMAT MENGISI

A. Data demografi / Identitas

  Nama Sekolah : SMP Jaya Suti Abadi 2. (diisi oleh peneliti) 3.

BAGIAN II I PETUNJUK PENGISIAN Di bawah ini, terdapat sejumlah pernyataan yang menggambarkan kondisi keluarga Anda

  Anda diminta untuk memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang menurut Anda paling menggambarkan kondisi keluarga Anda. Pilihanjawaban yang tersedia adalah: : Jika pernyataan Sangat Sesuai dengan keluarga Anda SSS : Jika pernyataan Sesuai dengan keluarga Anda TS : Jika pernyataan Tidak Sesuai dengan keluarga AndaSTS : Jika pernyataan Sangat Tidak Sesuai dengan keluarga AndaContoh Pengerjaan: Artinya: Pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi keluarga Anda saat iniJika Anda ingin mengganti jawaban, coretlah jawaban sebelumnya, kemudian berikan tanda silang pada jawaban yang baru.

13) Jika saya benar-benar

  14) Jika seseorang mengatakan kepada sayauntuk berhenti melakukan sesuatu, saya denganmudah akan berhenti mengerjakannya.15) Saya merasa malu bertemu dengan orang-orang baru.16) Saya bisa menikmati nyanyian dari ocehanburung.17) Saya ingin bisa berbagi tentang masalah pribadisaya kepada orang lain. 35) Saya khawatir dengan keluarga saya di saattidak bersama mereka.36) Saya sangat sedih jika orang tua saya tidakmengizinkan apa yang ingin saya lakukan.

53) Saya bukan tipe pemalu

  54) Saya termasuk orang yang cukup hangat danramah.55) Saya merasa sedih bahkan ketika saat Hari Raya atau saat bepergian.56) saya benci jika menunggu telepon terlalulama.57) Saya ketakutan jika masuk ruangan gelapdalam rumah saya. Hasil Uji Normalitas Case Processing SummaryCases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent kecerdasan_emosional 136 100.0% 0.0% 136 100.0%FK_kom1 136 100.0% 0.0% 136 100.0% FK_kom2 136 100.0% 0.0% 136 100.0%FK_kom3 136 100.0% 0.0% 136 100.0% FK_kom4 136 100.0% 0.0% 136 100.0%FK_kom5 136 100.0% 0.0% 136 100.0% FK_kom6 136 100.0% 0.0% 136 100.0%FK_kom7 136 100.0% 0.0% 136 100.0% DescriptivesStatistic Std.

a. Lilliefors Significance Correction

  Hasil Analisis BivariatValid 136 NMissing Jenis_kelFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percentlaki-laki 52 38.2 38.2 38.2 Valid perempuan 84 61.8 61.8 100.0 Total 136 100.0 100.0 umurFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 12 23 16.9 16.9 16.9 13 74 54.4 54.4 71.3 Valid 14 37 27.2 27.2 98.5 15 2 1.5 1.5 100.0 Total 136 100.0 100.0 Jenis_kelN Valid 136 Missing Mean 2.00 Std. Error a Nominal by NominalLambda Symmetric .000 .000 FK_kom1_ Dependent .000 .000 EI Dependent .000 .000Goodman and Kruskal tau FK_kom1_ Dependent .002 .008 EI Dependent .002 .008 Symmetric Measures Value Approx.

a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 26.87

  Error a Nominal by NominalLambda Symmetric .000 .000 FK_kom4_ Dependent .000 .000 EI Dependent .000 .000Goodman and Kruskal tau FK_kom4_ Dependent .010 .017 EI Dependent .010 .017Directional Measures Approx. Error a Nominal by NominalLambda Symmetric .000 .000 FK_kom7_ Dependent .000 .000 EI Dependent .000 .000Goodman and Kruskal tau FK_kom7_ Dependent .000 .003 EI Dependent .000 .003Directional Measures Approx.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
3
145
85
Hubungan Kecerdasan Emosional Perawat dengan Perilaku Caring Perawat di RSU Kabanjahe
8
72
222
Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya
2
75
120
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Delinkuen Pada Remaja Laki-Laki
8
51
85
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa AKBID Sehat Medan Tahun 2014
0
31
73
Analisis Pendapatan Keluarga Sekitar Perusahaan Santos Jaya Abadi Gilang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo (Analysis Of Income family Around The Company Santos Jaya Abadi Gilang In Taman Sub-District Sidoarjo Regency)
0
4
4
Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Para Pelajar di SMP Jaya Suti Abadi Kabupaten Bekasi
7
36
163
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Kecerdasan Emosional Siswa Di Sma Martia Bhakti Bekasi
0
13
149
Pengaruh Tingkat Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Smp Muhammadiyah 17 Ciputat
1
48
98
Hubungan Frekuensi Kunjungan Keluarga dan Kecerdasan Emosional Dengan Penyesuaian Diri Santri Baru Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor
0
10
113
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dengan Perilaku Belajar Sebagai Pemoderasi
0
0
13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecerdasan Emosional 2.1.1 Pengertian Kecerdasan Emosional - Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara
0
0
23
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
0
0
17
BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Asuransi Ace Jaya Proteksi Medan
0
1
8
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecerdasan Emosional - Hubungan Kecerdasan Emosional Ibu dengan Perilaku Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Indeks Plak Gigi Anak di TK.Y.P Kristen Andreas Medan
0
0
9
Show more