Kreativitas guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 20 tangerang

Gratis

1
4
85
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan, walaupun waktu, tenaga dan pikirantelah diperjuangkan dengan segala keterbatasan kemampuan yang penulis miliki demi selesainya skripsi ini dan bermanfaat bagi penulis serta bagi pembacasekalian. Sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih dan hormat yang setinggi-tingginya kepada kedua orang tua tercinta, dengan curahan cinta dankasih sayangnya, kerja kerasnya serta doa yang selalu dipanjatkan yang telah mengantarkan penulis sehingga dapat menyelesaikan pendidikan S1 di UIN SyarifHidayatullah Jakarta dan menjadi sarjana.

1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

  selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu, mencurahkan tenaga, perhatian, pengertian,kesabaran dan kemudahan dalam memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berharga bagi penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini 4. “ Jai Ho”Kepada semua pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini, penulis mengucaokan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya semoga Allah swtmembalas kebaikan dan bantuan yang telah mereka berikan selama penulisan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan menjadi salah satu masalah yang penting bagi kehidupan

  Hal ini sejalan dengan apa yang tercantum dalamUndang-Undang Sisdiknas yang tertuang pada Bab II pasal 3, ditegaskan bahwa pendidikan Nasional Bertujuan untuk berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YangMaha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan 1 menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pada kenyataannya pendidikan walaupun sudah menggunakan sistemKTSP, yang lebih menekankan pada ke aktifan siswa serta guru dalam artian saling berinteraksi yang tentu saja disini menuntut ke kreativan seorang guruuntuk menarik agar siswanya aktif, namun dalam kegiatan yang berlangsung masih banyak guru yang hanya berperan sebagai sumber informasi ataupenyampai materi, sedangkan siswa sebagai penerima.

B. Identifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan, dapat diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut:

1. Bagaimana kreativitas guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama

  Apakah pengajaran guru yang kreatif memotivasi siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam? Apakah guru Pendidikan Agama Islam yang kreativ lebih baik mengajarnya dari guru Pendidikan Agama Islam yang tidak memilikikreativitas dalam mengajar?

C. Pembatasan Masalah

  Kreativitas guru yang dimaksud adalah kemampuan untuk menghasilkan cara-cara baru dalam proses pengajaran yang disesuaikan dengan fungsiguru itu sendiri yakni salah satunya sebagai motivator. Siswa yang dimaksud disini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20Tangerang, karena pada saat itu siswa sedang dalam fase remaja, dimana fase remaja memang sedang mencari dan memerlukan bimbingan tentangmasalah keagamaannya, baik dari keluarga maupun dari guru.

2. Manfaat Penelitian

  Dari permasalahan yang ada, penulis mengharapkan agar penelitian ini dapat bermanfaat untuk di masa mendatang, beberapamanfaat diantaranya: a. Dapat berguna bagi guru maupun pengelola pendidikan dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar bidang study PendidikanAgama Islam demi kualitas pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang .

BAB II ACUAN TOERITIK A. Kreativitas Guru 1. Pengertian a. Kreativitas Ditinjau dari segi bahasa (etimologi) kata kreartivitas berasal

  86 Utami Munandar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, (Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas dan PT. Rineka Cipta, 2004), Cet.2, h.18 9 Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, guru adalah seorang yang mempunyai gagasan yang harus diwujudkan untukkepentingan anak didik, sehingga menjunjung tinggi, mengembangkan dan menerapkan keutamaan yang menyangkut agama, kebudayaan dan 7 keilmuan. Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa guru itu mempunyai pengertian seseorang yangmemiliki pengetahuan ataupun kemampuan yang diajarkan kepada anak didik sehingga mereka dapat mengembangkan dan menerapkannya.

9 Robert W. Olson, Seni Berfikir Kreatif, Sebuah Pedoman Praktis, (Jakarta: Erlangga

  Komponen KreativitasKreativitas itu penting dalam pendidikan, karena mengemukakan empat alasan: 1)Karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidupmanusia. 4)Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

10 Dalam upaya pengembangan kreativitas dan menjaga agar usaha

  Informasi yang khusus tentang sesuatu akan memberikan informasi peluang yang bervariasi.10 Utami Munandar, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, h. c)Kreasi yang memberi peluang yang bervariasi juga menawarkan 11 pilihan yang bervariasi, sehingga kelak banyak pilihan.

3. Peranan Serta Tugas Guru

  Adapun penjelasan dari peran guru di atas adalah sebagai berikut: a.perancang atau perencana, adalah perumusan tentang apa yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan untukmencapai tujuan yang hendak dicapai. c.pengelola hasil belajar, adalah mengolah hasil belajar peserta didik untuk mengetahi perubahan ataupan hasil dari proses pembelajaran yang telahdilakukan d.family educator, adalah pendidik bagi keluarga yakni mengajarkan, namun juga melaksanakan proses pembelajaran bagi keluarga untuk mencapaitujuan yang diinginkan.

4. Ciri-Ciri Guru yang Baik

  Guru yang kreatif menciptakan lingkungan belajar yang tidak otoriter, kondisi yang bebas memberikan fasilitas kepada siswa untuk berkreatif,jenis kebebasan yang diperlukan agar siswa menjadi kreatif adalah kebebasan yang berkenaan dengan psikologi, simbolik dan kebebasanuntuk mengungkapkan pengalaman secara spontan. Guru yang kreatif menolong siswa untuk menjadi orang yang lebih sensitive terhadap suasana hati dan perasaan orang lain, terhadap semua 17 stimulus (rangsangan) yang datangnya dari luar, terhadap masalah yangbersifat sosial dan yang bersifat pribadi, masalah umum bahkan terhadap masalah sehari-hari.i.

6. Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Siswa

  Karena kreativitas itu bukan benar-benar menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada, melainkan menghasilkan dari sesuatu yang ada menjadihal yang baru dan asli dari hasil pemikiran orang yang menciptanya, disitulah letak kesepakatan dari semua pakar tentang kreativitas, yakni baru dan asli. 19 Faktor pendukung dan penghambat kreativitas itu sendiri bisa dilihat dari kepribadian guru itu sendiri sebagai pangkal yang nantinya bisaberdampak kepada anak didik dalam pembelajaran yang aktif dan kreatif.

B. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian a

  Pendapat diatas jelas bahwa definisi pendidikan Agama Islam dilihat dari tiga kata tersebut yakni al-tarbiyah, al-ta’lim dan al-ta’dib, ketiganya sama-sama ingin memberikan pengetahuan pada anak didikagar mereka dapat menjadi manusia yang sempurna dan dapat hidup kreatif dan mandiri. Dari pengertian-pengertian yang telah diungkapkan oleh para ahli, dapat penulis simpulkan pengertian pendidikan agama Islam,yaitu proses bimbingan jasmani dan rohani agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam untuk mengarahkankepada pembentukan manusia yang berakhlak mulia.

20 Samsul Nizar, Pengantar Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam, (Jakarta: Media

  Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Dalam Undang-Undang Sisdiknas yang tertuang dalam Bab II pasal 3, ditegaskan bahwa pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung 21 jawab. Pandangan hidupini berupa agama ataupun aliran filsafat tertentu, pendidikan hanyalah suatu alat yang digunakan untuk memperpanjang hidupnya atau baik sebagaiindividu maupun sebagai masyarakat, oleh karenanya tujuan pendidikan haruslah berpangkal pada filsafat dan pandangan hidup yang berdasarkan 22 agama.

26 Dari uraian diatas, dapat dilihat dengan jelas bahwa kependidikan

  Pengertian Motivasi Motivasi adalah berpangkal dari kata motif, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untukmelakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Pasal 1 ayat 6 yang termasuk faktor anggota anak didik seseorang ini mencakup pengertian “peserta didik” yaitu anggota masyarakat yangberusaha mengembangkan dirinya melalui peoses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu, anggota masyarakat yangpeserta didik tersebut dapat dirinci menjadi siswa, mahasiswa, warga belajar dan anak didik.

2. Remaja

  Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa, dimana pada masa ini individu mengalamiperubahan, baik perubahan psikis maupun fisik. Dengan batasan tersebut remaja(adolescence) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dansosial-emosional.

32 Harold Alberty (1957:86) menyatakan bahwa periode masa remaja

32 John W. Santrock, Adolescence Perkembangan Remaja, (Jakarta: Erlangga, 2003)

  itu kiranya dapat di definisikan secara umum sebagai suatu periode dalam Ed.6, h.26 30 perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya 33 masa kanak-kanaknya sampai datangnya awal masa dewasanya. Remaja dalam Bahasa Arab disebut Muraahaqah yang secara terminology dapat di definisikan sebagai berikut:“Fase pertumbuhan ketiga yang dialami oleh manusia dalam kehidupannya dari masa kanak-kanak hingga tua.

3. Ciri-Ciri Remaja

  Perilaku sosial, Moralitas dan Religius1) Kecenderungan ambivalensi keinginan menyendiri2) Keinginan bergaul dengan banyak teman tetapi bersifat temporer3) Adanya kebergantungan yang kuat kepada kelompok sebaya Berkembang penggunaan bahasa sandi2) 324) Mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh-tokoh moralitas yang dipandang tepat dengan tipe idolanya5) Mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan mulai dipertanyakan secara kritis dan skeptis. Perilaku Afektif, Konatif dan Kepribadian1) Lima kebutuhan dasar (fisik, rasa aman, afiliasi sosial, penghargaan, perwujudan diri) mulai menunjukkan arah kecenderungan2) Reaksi-reaksi dan emosinya masih labil dan belum terkendali3) Merupakan masa kritis dalam rangka menghadapi kritis identitasnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikososialnya, yang akan 38 membentuk kepribadiannya.

E. Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Motivasi Siswa

  Semua anak di sekolah memerlukan seorang sosok guru yang baik, karena guru yang baik dapat menentukan tujuan dan sasaran belajar yangtentunya sesuai dengan tujuan dan harapan yang diinginkan oleh sekolah ataupun lembaga pendidikan tersebut. Seperti yang telah dikemukakan di pembahasan yang lalu bahwasannya guru yang kreatif lebih memberikan dorongan ataupun motivasidalam proses pembelajaran, yakni dalam hal mendorong siswa belajar lebih banyak, mendorong siswa berfikir kreatif, mendorong siswa untuk38 Abin Syamsuddin Makmun M.

2. Motivasi Ekstrinsik

  Dari pembahasan yang telah dikemukakan di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwasannya guru yang kreatif mempunyai pengaruhterhadap motivasi belajar siswa. Motivasi yang ada pada siswa dengan senirinya dapat menambah semangat belajar dan pada akhirnya siswa dapatmenguasai pelajaran yang diterimanya.

40 Martinis Yamin., Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaubg Persada

  Press, 2004), Cet. 2, hal.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang akan dijadikan untuk melakukan kegiatan penelitian

  Penelitian kepustakaan (Library Research) digunakan untuk memperoleh data-data dan teori-teori yang berasal dari buku-buku bacaan ataupun 36 sumber lainnya yang sesuai dengan judul yang terkait mengenai pengaruhkreativitas guru terhadap siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian lapangan (Field Research) digunakan untuk memperoleh fakta, data dan informasi yang lebih obyektif mengenai pengaruh kreativitas guruterhadap siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.

C. Unit Analisa

Unit analisa adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian.

1 Dalam penelitian ini subjek yang digunakan adalah siswa-

  siswi Sekolah menengah Pertama Negeri 20 Tangerang dan yang menjadi populasinya ialah seluruh siswa-siswi kelas VIII yang berjumlah 280 siswa. Karena pengertian sampel itu sendiri menururt Cholid Narbuko danAbu Achmadi dalam bukunya Metodologi Penelitian adalah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian 2 , maka penulis hanya menggunakan sekitar 30% dari jumlah populasi sebanyak 280 untukdijadikan sampel.

D. Instrumen Penelitian

  7 1 1 1 1 2 1 8 6 Sedangkan instrument non test dalam bentuk wawancara diperuntukkan kepada guru bidang study pendidikan agama Islam yangbertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh kreativitas guru terhadap siswa dalam pembelajaran agama Islam. Motivasi siswa Motivasi Intrinsik 7 1 Berkeinginan, dalam senang dan pembelajaran menyelesaikan agama Islam tugas pelajaran 8 1 Mengembangkan bakat 9 1 Meningkatkan pengetahuan Motivasi 10 1 Hukuman ,hadiah ekstrinsik dan persaingan 3.

3.2 Faktor

  Angket atau QuesionerYaitu dengan cara menyebarkan kepada responden yang menjadi obyek penelitian yakni perwakilan dari seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Tangerang yang berjumlah 84 siswa dengan jumlah item pertanyaan sebanyak 30, yang memiliki alternatif jawaban yang beragam. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam angket yang diajukan kepada responden guna untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru terhadapsiswa.

2. Wawancara

  Yaitu proses tanya jawab secara langsung antara peneliti dengan interviewer yakni guru bidang study pendidikan agama Islam. Wawancaraini menurut prosedurnya termasuk ke dalam wawancara bebas terpimpin, dimana pewawancara sudah membuat pokok-pokok masalah yang akanditeliti sesuai dengan permasalahan terkait yaitu pengaruh kreativitas guru terhadap siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.

F. Teknik Analisis Data

Data-data yang telah terkumpul yang diperoleh dan terkumpul melalui angket maka diolah lagi melalui tahap editing dan tabulasi. Data yang telahdiolah di analisa secara kuantitatif melalui distribusi frekuensi dengan memberikan presentasi, dalam hal ini penulis menggunakan rumus sebagaiberikut : P = F x 100%N Keterangan:P : Angka prosentase untuk setiap jawabanF : Frekuensi jawabanN : Jumlah responden100% : Bilangan tetap (konstanta)

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Temuan Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil data dari siswa kelas VIII-1

  51 Tabel 10 Guru PAI memberikan pertanyaan siswa bersemangat untuk menjawabnya Alternatif jawaban F Prosentase % Selalu 26 30,2 %Sering 42 48,9 % Kadang-kadang 15 17,4 %Tidak pernah 3 3,5 % Total 86 100 %Dari tabel di atas, yakni siswa yang menjawab “sering” sebanyak (48,9 %) yang menjawab “selalu” sebanyak (30,2 %) sedangkan yang menjawab “kadang-kadang” sebanyak (17,4 %) dan sedikit (3,5 %) siswa yang menjawab “tidak pernah”. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang menjawab “selalu” sebanyak (58,1%) sedangkan siswa yang menjawab “sering” yakni (22,1 %) dan sedikit yang menjawab “kadang-kadang” (19,8 %) dan tidak ada siswa yang menjawab “tidaksesuai” (0 %).

B. Pembahasan Tentang Temuan Penelitian

  Kemudian sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sudah pasti tentu mengajarkan hal-hal yang berdampak kepada akhlak siswa itu sendiri yaknidalam pengajarannya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menanamkan agar siswa mempunyai perasaan yang peka terhadap orang lain disekitarnyasebanyak 38,4% responden menjawab selalu, hal ini karena siswa diberikan waktu untuk bercerita atas masalah-masalah yang mereka hadapi, 43,1%sesuai dengan jawaban siswa. Itu semua adalah faktor penghambat yang bersal dari dalam diri siswa, yangberasal dari luar diri siswa seperti keterbatasan waktu yang selalu siswa rasakan dalam belajar 1,2%, keluarga yang kurang mendukung kegiatan53,5% responden menjawab tidak pernah, dan kritikan dari orang lain yang terkadang membuat siswa tidak semangat 27,9%.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Setelah melakukan penelitian dan melakukan pengolahan data yang telah

A. Kesimpulan

  Pengajaran guru yang kreatif tentunya dapat memotivasi siswa dalam belajar, tidak terkecuali dengan pembelajaran pendidikan agama Islam(PAI) yang dalam penelitian ini dapat dijelaskan dan diambil kesimpulannya bahwa memang kreativitas guru dalam mengajarpendidikan agama Islam (PAI) di SMP Negeri 20 Tangerang ini dapat memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar. Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas ada dua, yang pertama ialah faktor pendukungbaik intern ataupun ekstern yang meliputi rasa percaya diri, berani, terbuka terhadap gagasan orang lain, dukungan dari lingkungan, waktu luang danmateri yang cukup.

B. Saran

  Dilihat dari kesimpulan yang telah penulis jelaskan, maka untuk kemajuan dunia pendidikan dimasa yang akan datang, penulis menyarankanbaik kepada guru, pihak sekolah maupun kepada orang tua siswa. Untuk para guru diharapkan agar menggunakan potensi kreatif yang dimilikinya, Karena kreativitas itu penting untuk kelangsungan dankemajuan belajar siswa yang nantinya bisa berdampak demi kemajuan pendidikan.

3. Kepada orang tua diharapkan untuk mengawasi anak dalam menggunakan waktu luangnya sebagai ajang berkreasi

DAFTAR PUSTAKA

  Remaja Rosdakarya, 2005Langgulung Hasan, Atas-atas Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1987Majid Abdul dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004, Bandung: PT. Rineka Cipta, 2004 73 Narbuko Cholid dan Abu Ahmadi, Metodologi penelitian, Jakarta: Bumi Aksaa,2004 Nizar Samsul, Pengantar Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam, Jakarta:Media Pratama, 2001 Noor Syam, Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional, 1981Nurudin Syafrudin, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, Jakarta: Quantum Teaching, 2005Olson, W Robert, Seni Berfikir Kretif, Sebuah Pedoman Praktis, Jakarta: Erlangga, 1992S.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peranan pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 2 Ciputat
0
9
84
Profenasionalisme guru pendidikan agama Islam SMP Islam al-Fajar kedaung Pamulang (deskripsi analisis penelitian kualitatif)
0
3
71
Peranan guru agama dalam mengoptimalkan emotional quatient (EQ) siswa pada prosess pembelajaran pendidikan agama islam di SMA dua Mei cipuatat tangerang
0
6
104
Konstrinusi pendidikan agama Islam dalam pembentukan kepribadian muslim siswa SMP Negeri 217 Jakarta Timur
1
26
86
Kreativitas guru dalam memotivasi siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 20 tangerang
1
4
85
Peranan bimbingan orang tua dalam memotivasi belajar siswa di SMP Islam Parung Bogor
0
5
114
Strategi pembelajaran guru PAI dalam memotivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyyah Nur-Attaqwa Kelapa Gading Jakarta Utara
0
3
114
Pengaruh pendidikan agama Islam terhadap peningkatan akhlak siswa di SMP assalam Cipondoh tangerang
1
46
81
Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat
3
15
103
Pemahaman pendidikan agama Islam dan Pengaruhnya dalam ketaatan menjalankan ajaran agama Islam siswa di SMP Negeri 5 Tangerang
2
7
74
Motivasi dan learning cycle dalam pembelajaran pendidikan agama Islam
17
100
163
Pengaruh keteladanan guru pendidikan agama Islam terhadap akhlak siswa di SMP Waskito Pamulang
4
59
76
Upaya guru PAI dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam Kelas VIII SMP Nusantara Plus Ciputat
43
267
84
Kreativitas guru dalam meningkatkan prestasi siswa di SMP Islam Al Hikmah Pondok Cabe Ilir
1
91
77
Minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas v min di tangerang selatan
0
13
117
Show more