Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur

Gratis

0
4
176
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH

  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus, dansetiap siklusnya terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan pos-ttest, jurnal siswa sebagai respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan modelkooperatif Student Teams Achievement Division, wawancara, dan lembar observasi.

3 MTs. Jam‟iyyatul Khair Ciputat Timur)”. Skripsi, Jurusan

  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus, dansetiap siklusnya terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan pos-ttest, jurnal siswa sebagai respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan modelkooperatif Student Teams Achievement Division, wawancara, dan lembar observasi.

KATA PENGANTAR

  Temen-temen PAI kelas B dan kelas Fiqih angkatan 2010 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat dan pengalamanyang berharga kepada penulis tentang arti sebuah kebersamaan, kekeluargaan, kerja sama, dan kekompakkan. Teman-teman, kakak-kakak, dan adik-adik HMJ (Himpunan MahasiswaJurusan) PAI dan IMT (Ikatan Mahasiswa Tegal), FK2i (Forum KomunikasiKajian Mahasiswa PAI) yang telah mengajarkan dan memberikan pengalaman penulis dalam berorganisasi serta memberikan semangat penulisdalam menyusun skripsi.

DAFTAR LAMPIRAN

  Jam‟iyyatul Khair kelas VII-IX Lampiran 21 Jadwal pelajaran MTs. Jam‟iyyatul Khair Ciputat Timur Lampiran 22 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lampiran 23 Catatan Lapangan Kegiatan Siswa Siklus I dan IILampiran 24 Kisi-kisi soalLampiran 25 Soal pre-test dan post-test Lampiran 26 Kunci Jawaban soal pre-test dan post-testLampiran 27 Jadwal Penelitian di MTs.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

  1 2 Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian,kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didikpada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 5). Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat olahraga, tempatberibadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang prosespembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu yang tercantum dalam (PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 8).

6 Isjoni, dkk

  Kondisi di sekolah atau di kelas memuat suatu suasana yang alamiah, yang amat memungkinkan terlatihnya keterampilan kerjasama tersebut, sebab sekolahatau kelas umumnya menampung siswa yang beragam latar belakang dan kemampuannya, dan memang dapat disiapkan untuk hidup dalam masyarakatorang dewasa yang harus memiliki tanggung jawab. Guru yang terbiasa mengajar dengan hal yang biasa-biasa saja ataupun bersifat pasif dengan keadaan, akan mengalami kesulitan dalam menciptakansuasana pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan.

13 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi

  Student Teams Achievement Division adalah model pembelajaran dengan siswa dikelompokkan secara heterogen, yang kemudian siswa yang pandai menjelaskan materi kepada anggota lain sampai kelompok kecil tersebut mengerti 18 apa maksud dari materi yang sedang dipelajari bersama. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara: (1) merencanakan, (2) melaksanakan, (3)merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan parsipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapatmeningkat.

18 Iif Khoiru Ahmadi, dkk, Strategi Pembelajaran Terpadu, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2011)

  Berdasarkan uraian di atas, apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division pada mata pelajaran Fiqih?. Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan tersebut, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student TeamsAchievement Division dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada MataPelajaran Fiqih” (Penelitian Tindakan Kelas VIII-3 di MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur).

B. Identifikasi Masalah

  Kurangnya kesadaran guru melibatkan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas karena guru masih menggunakan metode yang bersifat konvensionalyaitu metode ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas yang harus dibatasi. Pembelajaran cenderung terlihat sangat membosankan dan tidak kreatif karena kurang divariasikan dengan metode yang lain.

19 Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta:

  Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:“Apakah ada pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division dalam meningkatkan hasil belajarsiswa pada mata pelajaran Fiqh kelas VIII-3 MTs. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian:“Menambah wawasan baru dalam membahas masalah yang berkaitan dengan pembelajaran Fiqih melalui model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division, dan memberikan informasi atau alternatif dalam meningkatkan mutu proses belajar-mengajar di kelas, serta dapat menyelesaikan masalah secara teoritis”.

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Pengertian Penerapan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerapan berarti proses, cara, pemasangkan, mempraktikan

  2 Penerapan disebut pula implementasi yang berarti pelaksanaan, penggunaan, pemakaian, pemasangan, aplikasi, dan kemampuan dalam penggunaan praktis. Penerapan dan implementasi merupakansuatu proses penggunaan ide, konsep, kebajikan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak baik berupa perubahan pengetahuan,ketrampilan, maupun nilai dan sikap.

3 Menurut definisi di atas, maka penulis simpulkan bahwa penerapan merupakan suatu implementasi yang digunakan dalam suatu bidang tertentu

Dalam kasus ini, penerapan yang dimaksud yaitu penggunaan atau aplikasi suatu kegiatan yang dapat memberikan perubahan yang positif, terutamaperubahan pengetahuan, keterampilan, tingkah laku, dan nilai seseorang.

B. Macam-macam Istilah dalam Pembelajaran

  Menurut pandangan penulis, bahwa metode adalah upaya yang dilakukan untuk menerapkan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas, agar tujuan yang telah di rencanakan atau disusun tercapai. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode yang diterapkan dalam proses pembelajaran berjalan efektif danefesien.

C. Pengertian Student Teams Achievement Division

  Student Teams Achievement Division adalah model pembelajaran dengan siswa dikelompokkan secara heterogen, yang kemudian siswa yang pandai dapat menjelaskan materi kepada anggota lain sampai kelompok kecil tersebut mengerti 8 apa maksud dari materi yang sedang dipelajari bersama. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesamasiswa dalam tugas terstruktur, yang mana anggotanya terdiri dari dua sampai 9 empat siswa dengan struktur kelompok yang heterogen.

12 Isjoni, dkk

  Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain). Langkah-langkah yang disebutkan diatas, sebagai salah satu cara dalam melancarkan dan melangsungkan Student Teams Achievement Division dalamproses pembelajaran.

E. Kelebihan Student Teams Achievement Division 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap

  Model pembelajaran ini sebagai pendorong atau pendukung materi yang disampaikan kepada siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Melatihkekompakkan, kerja sama dalam team, dan tentu saja dapat menambah ilmu pengetahuan pada siswa yang belum mengetahui jawaban dari pertanyaan yangdiajukan oleh guru, dapat saling berbagi informasi dalam kelompok.

13 Agus Suprijono, Op. cit., h. 3-4

  Guru harus siap mengkondisikan siswa baik saat pembelajaran berlangsung atau saatmodel pembelajaran ini diterapkan. Terkadang dalam kerja sama dalam team ada juga siswa yang pandai menganggap bahwa siswa yang kurang pandai hanyanumpang saja pada hasil dari kelompok atau tugas kerja sama tersebut.

G. Hasil Belajar

  Pengertian belajar menurutSlameto, dapat didefinisikan sebagai berikut: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan 16 lingkungannya”. Artinya, proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang belajartidak dapat kita saksikan.

3. Pengertian Hasil belajar

  Dari definisi di atas, penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah sesuatu yang dimiliki seseorang dan di peroleh dari usaha yang sudahdilakukan. Tiga ranah ini dapat kita ketahui dari segibertambahnya pengetahuan dan pemahaman sesuatu yang dimiliki seseorang, lebih kreatif dalam menyelesaikan atau menciptakan keterampilan yangditekuninya, dan adanya perubahan tingkah laku atau sikap pada diri seseorang yang bersangkutan.

4. Ciri-ciri dan Kriteria Kegiatan Belajar

  Aktual berarti perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil belajar itu nyata dapatdilihat seperti: hasil belajar keterampilan motorik (psikomotorik) anak bisa menulis, dan sebagainya, juga hasil belajar kognitif sepertipengetahuan fakta/ingatan, pemahaman dan aplikasi. Sedangkan perubahan yang potensial berarti perubahan tingkah laku sebagai hasilbelajar tidak dapat dilihat perubahannya secara nyata, perubahan hanya dapat dirasakan oleh yang belajar saja, seperti hasil belajar: afektif(penghargaan, keyakinan, dan sebagainya) juga hasil belajar kognitif tinggi pengetahuan/kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi.

5. Tujuan Belajar

25 Alisuf Sabri, op.cit., h.56-57

  Tujuan belajar ini ada yang benar-benar disadari dan ada pula yang kurang begitu disadari oleh orang yangbelajar. 24 Tujuan belajar tersebut dalam dunia pendidikan kita sekarang lebih dikenal dengan tujuan pendidikan menurut taksonomi bloom yaitu tujuan belajar siswa diarahkan untuk mencapai ketiga ranah: afektif, kognitif, dan psikomotorik.

6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Yudhi Munadi yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) adalah berupa faktorfisiologis dan psikologis pada diri siswa, sedangkan luar diri siswa (eksternal) terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental.

a. Faktor Internal 1) Faktor Fisiologis

  Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah atau capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, dansebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar. Siswa yang kekurangan gizi misalnya, ternyata kemampuan belajarnya berada di bawah siswa-siswa yang tidak kekurangan gizi, sebab merekayang kekurangan gizi pada umumnya cenderung cepat lelah dan capek, cepat ngantuk dan akhirnya tidak mudah dalam menerima pelajaran.

2) Faktor Psikologis

  Setiap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yangberbeda-beda, terutama dalam hal kadar bukan dalam hal jenis, tentunya26 perbedaan-perbedaan ini akan berpengaruh pada proses dan hasil belajar Alisuf Sabri, ibid, h.58-59 25 masing-masing. Yang menyangkup faktor psikologis, yaitu: intelegensi,perhatian, minat dan bakat, motif dan motivasi, dan kognitif serta daya 27 nalar.

b. Faktor Eksternal 1) Faktor lingkungan

  Misalnya ada yang bercanda atau mengobrol di dalam kelas atau di luar kelas membuatkelas tidak kondusif dalam pembelajarannya. Faktor lingkungan sosial baik berwujud manusia dan representasinya termasuk budayanya akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.

2) Faktor Instrumental

Faktor instrumental ini terdiri dari sarana dan prasarana kelas/sekolah, alat pengajaran, media pengajaran, guru, dankurikulum/materi pelajaran serta strategi belajar mengajar yang 28 digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.

H. Penelitian Tindakan Kelas 1. Pengertian Penelitaian Tindakan Kelas

  (3) Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang 30 sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru ”. Guru merupakan orang yang palingakrab dengan kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru dan siswa berlangsung secara unik.

2. Manfaat PTK

  Manfaat PTK yang dilakukan di sekolah dapat disimpulkan sebagai berikut: menumbuhkan kebiasaan menulis, berpikir analitis dan ilmiah,menambah khasanah ilmu pendidikan, menumbuhkan semangat guru lain, mengembangkan pembelajaran, meningkatkan mutu sekolah secara 33 keseluruhan. Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari solusinya.

I. Hasil-hasil Penelitian yang Relevan

  Setelah mengetahui hasil nilai posttest, selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenesis pada hasil kedua kelas (eksperimen dan kontrol) berdistribusi normal dan homogen. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang diperoleh kelas dengan menggunakankooperatif tipe STAD lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan metode 36 ekspositori.

3. Abdul Aziz Assalam, dengan judul penelitian “Pengaruh Model pembelajaran

  h.6737 Abdul Aziz Assalam, dengan judul penelitian: “Pengaruh Model pembelajaran KooperatifTipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada konsep Tekanan” (Kuasi Eksperimen di MTs. Al-Khairiyah Jakarta), (jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2012) 31 diperoleh nilai rata-rata 87,16 dengan nilai terendah 75 dan tertinggi 100. Maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 38 pretest dan posttest baik pada siklus I dan siklus II.

39 X

  Hipotesis Tindakan Hipotesis adalah suatu kesimpulan yang masih atau kesimpulan yang masih belum sempurna, sehingga perlu disempurnakan dengan membuktikan kebenaranhipotesis itu melalui suatu tindakan. Pembuktian itu hanya dapat dilakukan dengan menguji hipotesis yang dimaksud dengan data di lapangan, karenahipotesis sesungguhnya adalah hanya sekedar jawaban sementara terhadap hasil penelitian yang akan dilakukan.

41 M. Burhan Bugis, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijkan

Publik serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2010), cet.5, h. 75

METODOLOGI PENELITIAN

  Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behaviour, pelancaran tes diagnostikuntuk menspesifikasi masalah, pembuatan skenario pembelajaran (dapat disebut juga dengan RPP), penggadaan alat-alat dalam rangka implementasiPTK, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Refleksi dan Analisis, yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakanperbaikkan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan, dan kriteria 1 serta rencana bagi tindakan siklus berikutnya.

E. Tahapan Intervensi Tindakan Tindakan pertama adalah implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran

  Dalam pelaksanaan tindakan, guru berperan sebagai pengajar dan pengumpul data, baik melalui pengamatan langsung, maupun melalui telaah dokumen, bahkanjuga melalui wawancara dengan siswa setelah pembelajaran selesai. Tindakan kedua berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi masalah pada siklus pertama yang belumtuntas.

5 Mukhtar dan Martinis Yamis, Metode Pembelajaran yang Berhasil, (Jakarta: PV. Sasama

  Melaksanakan skenario dan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Melaksanakan skenario dan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division.

7 Maksudnya dalam pengumpulan datanya dengan cara

7 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 330

  Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, pewawancara (interviewer) yang mengajukanpertanyaan dan yang diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban 8 atas pertanyaan itu. Sedangkan teknik wawancara yang penulis gunakan yakni teknik wawancara tidak terstruktur yang merupakan pedoman wawancara8 yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan.

10 Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data

2. Sumber data dari penelitian kuanitatif adalah: Pre-test dan Post-test Pada umunya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pre-test

  Dokumentasi yang dimaksud adalah berupa berkas atau agenda serta foto-foto siswa yang diambil pada saat prosespembelajaran dan hasil test yang diperoleh dari setiap siklus. Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai, tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik, dan tujuan-tujuanmana yang perlu mendapat penekanan dan perhatiann khusus.10 Suharsimi, op.cit., h.

11 Post-test pada umunya dilaksanakan diakhir pembelajaran. Sama halnya

  Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belumdikuasai. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial, dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan, serta untukmengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan belajar).

11 E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010)

  12 Data yang dihasilkan berupa nilai siswa yang diperoleh dari hasil pre-test (tes yang di lakukan di awal atau sebelum bahan pelajaran diberikan kepada siswa) dan post-test (bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting, yangtelah diajarkan kepada peserta didik dan biasanya naskah tes akhir dibuat sama dengan naskah teks awal atau sama dengan pre-test). Sedangkan data berupa respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung diperoleh dari soal test yang dibagikan pada akhir pertemuanatau pada saat refleksi terhadap tindakan pembelajaran, baik pada saat siklus I atau siklus II dan aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung diperolehdari catatan lapangan dari observe.

G. Teknik Pemeriksaan Kepercayaan Studi

  Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu instrument di uji cobakan kepada kelas IX-2 dengan soal pilihan gandasebanyak 40 soal, tes ini bertujuan untuk mengetahui nilai validitas, reliabilitas, daya pembeda soal, dan taraf kesukarannya .12 Ibid, cet. Maka, didapat 20 butir soal yang valid dari 40 soal, yaitu: 1,4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16, 19, 22, 23, 25, 26, 28, 30, 32, 33, dan 37.

2. Uji Reliabilitas

  Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jikates tersebut dapat memberikan hasil yang tetap, tidak berubah. Cara untuk menentukkan tingkat kesukaran soal adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: I = B I = Indeks kesulitan setiap butir soalN B = Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = Banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal yang dimaksudkanKriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh, maka semakin sulit soal tersebut.

15 Nana Sudjana, opcit, h. 135-137

  Daya Pembeda Daya pembeda adalah kemampuan butir soal untuk membedakkan kelompok siswa antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang kurangpandai. Cara perhitungan daya pembeda menggunakan rumus, sebagai berikut : Keterangan :Ba = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu benarBb = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal salahJa = banyaknya peserta kelompok atas 16 Jb = banyaknya peserta kelompok bawah.

H. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari data yang ada di berbagai sumber, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. 218 48 Hasil analisis tes kuantitatif dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: M = ∑F (X)∑N M = Mean (nilai rata-rata) yang kita cari∑F (X) = Jumlah dari hasil perkalian antara masing-masing skor dengan frekuensinya.

17 N = Number of Cases ”

I. Tindak Lanjut atau Pengembangan Perencanaan Tindakan

Apabila setelah tindkaan pertama atau siklus I selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan peningkatan hasil belajarmaka akan ditindak lanjuti dengan melakukan tindkan selanjutnya yaitu siklus II sebagai rencana perbaikan pembelajaran.

17 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 83

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan di MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur, Tangerang Selatan sebanyak empat kali pertemuan dalam dua siklus. Dengan

  menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division di kelas VIII-3 yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada matapelajaran Fiqih materi zakat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berupa pilihan ganda dengan jumlah 40 butir soal yang telah diuji cobakan dengan proses validitas soal di kelas IX-2.

4. Daya Pembeda

  Daya pembeda adalahkemampuan butir soal untuk membedakan kelompok siswa antara kelompok siswa 1 yang pandai dengan kelompok siswa yang kurang pandai. Oleh karena itu, siswa yang pandaitermasuk dalam kategori kelompok atas dan siswa yang sedang atau kurang pandai termasuk dalam kategori kelompok bawah.

1 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi, (Jakarta: Bumi Aksara

  Hal ini dapat kita lihat dari rata-rata post-test yang meningkat dan dari rata-rata nilai pre-test baik pada siklus I (55,96 menjadi 71,34) dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 30, nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 45 pada nilai post- 54test. Pengujian teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis data dari tiap siklus dan dengan menggunakan N-Gain, yang bertujuan untuk mengetahuipeningkatan hasil belajar siswa tiap siklus, maka data skor belajar siswa dianalisis dengan menggunakan N- Gain.

2 Herlanti. sebagai berikut:

N-Gain = Skor Post-test Dengan kategori perolehan:G-tinggi : nilai (<G>) > 0,70G-sedang : nilai 0,70-0,30G-rendah : nilai (<G>) < 0,30

2 Yanti Herlanti, Tanya Jawab Seputar Pendidikan Sains, (Jakarta: All Right Reserved, 006)

  Pukul 23:40 57 Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain pada siklus II, terdapat 5 siswa yang masih memiliki nilai dalam kategori rendah, 12 siswa yang masuk dalam kategori sedang, dan 9 siswa yang masuk dalam kategori tinggi. Pukul 22:22Berdasarkan tabel 4.11 dan 4.12 serta gambar 4.1 di atas dapat dikatakan bahwa peningkatan seperti yang ternilai pada skor N-Gain Siklus I yaitu sebesar 0,75 yang dikategorikan Tinggi, namun masih ada tujuh siswa yang memiliki nilai 58 dalam kategori rendah, dan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh setiap siswa mengalami peningkatan pada skor N-Gain sebesar 1,08 yang dikategorikan Tinggi.

b. Uji Normalitas Post-test

  Uji Homogenitas Pre-test Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil penelitian pada siklus I dan siklus II ini memiliki tingkat variansi data yang sama atautidak. Peneliti memperoleh data ini, dari nilai tes yang diberikan pada siklus I dan siklus II dikelas VIII-3 saat proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division.

INTERPRETASI HASIL ANALISIS

  Hasil penelitian akan diuraikan dalam beberapa tahapan yang berupa siklus- siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas. dalampenelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus.

1. Tindakan Siklus I

Siklus I terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penjelasannya sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

  Pada tahap perencanaan, peneliti bersama guru yang juga mengajar mata pelajaran Fiqih menjadi partner antara kolaborator dan observe, merencanakantindakan berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap proses pembelajaranFiqih yang bertujuan meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa. Sebelum melakukan tindakan, pada tahap ini peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan 65 Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Fiqih dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD, menyiapkan materi ajar, menyiapkan media pembelajaran, menyiapkan LKS, menyiapkan instrumen tes hasil belajar,lembar observasi aktifitas siswa, lembar aktifitas guru, lembar kegiatan pembelajaran, dan melakukan uji instrumen.

1) Pertemuan pertama

  Setelah itu guru menjelaskan materi tentang Zakat dandilanjutkan dengan pembagian kelompok, dengan syarat setiap kelompok beranggotakan 4 siswa yang heterogen. Selanjutnya guru memberikan pengarahan tentang cara kerja dalam kelompok dengan penerapan model pembelajaran STAD dan memberikanwaktu pada siswa berdiskusi untuk mendiskusikan jawaban pertanyaan dari guru.

2) Pertemuan kedua

  Peneliti yang berperan sebagai guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada bagian materi yang belum paham. Pada akhir kegiatan pembelajaran guru memberikan post-test dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan siswa pada materi yang telahdipelajari.

d. Tahap refleksi

  Hasil refleksi pada siklus I yaitu masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajarankooperatif STAD. Sehingga untuk memperbaiki siklus I denganberbagai kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang tekah dicapai maka pada siklus II perlu dibuat pengembangan perencanaan pemberiantindakan berdasarkan refleksi siklus I.

2. Tindakan Siklus II

Seperti pada siklus I, siklus II ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

a. Tahap perencanaan

  Perencanaan dimulai 68 dengan RPP mata pelajaran Fiqih dengan sub tema pengertian zakat harta, macam-macam zakat harta, mustahiq zakat harta, dan hikmah zakat yang akanditerapkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD, dengan menyiapkan materi ajar, media pembelajaran, menyiapkan LKS, menyiapkan instrumenhasil belajar, lembar observasi aktifitas siswa dalam kelas, lembar observasi guru, dan lembar kegiatan pembelajaran. Aktifitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD sudah baik dan sudah optimal, ditandai dengan sudahbanyaknya siswa yang menguasai materi yang sudah dipelajari.

d. Refleksi

  Pada siklus I dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 30 Oktober2014, dilanjutkan siklus II pada tanggal 6 dan 13 November 2014. Siswa yang memiliki kemampuan akademikrendah tanpa merasa dirugikan dan dapat belajar dari temannya dalam suasana yang menyenangkan karena banyak teman yang membantu dan memotivasinya.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division dapat

  Namun pada siklus I ini masih ada beberapa siswa kelas VIII-3 yang masih memiliki nilai dibawah rata-rata, sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian dengan merapkan model pembelajarankooperatif Student Teams Achievement Division kembali pada siklus II yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan hasil nilai pre-test tertinggi 85 dan nilai terendah 35, nilai post-test tertinggi 100 dan terendah 70, dengan besar nilai N-Gain adalah 1,08 yang dapat dikategorikan Tinggi atau sudah tercapai.

B. Implikasi

  Namun tidak menutupkemungkinan dalam penerapan metode lain yang variatif dan disesuaikan pada materi ajar Fiqih. Seperti dalamhal penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD lebih cocok 47 digunakan pada mata pelajaran fiqh materi yang memerlukan diskusi dalam penyelesaian atau mengambil kesimpulan.

C. Saran-saran

  Bagi siswa yang dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif hendaknya selalu mengikutidengan baik dan kondusif. Sehingga akan memberikan hasil yang sempurna pula, rajinlah mengulang pelajaran di rumah dan praktikkan dalam kehidupansehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

  Orang yang bertugas mengumpulkan dan membagi-bagikan zakat darimuzaki (orang yang mengeluarkan zakat). Orang yang hidupnya sengsara, yang tidak mempunyai harta untukkehidupannya sehari-hari, dan tidak punya penghasilan sama sekali.

KUNCI JAWABAN UJI VALIDITAS SOAL

  C 1. B 2.

DAYA PEMBEDA

  37 1 1 1 1 1 1 1 3 11 Guntur Laksono 36 1 1 1 1 1 1 14 10 Esa Putri Rahayu 32 1 - 1 1 1 1 1 5 24 Muh. 37 1 1 - 1 1 1 - 3 11 Guntur Laksono 36 1 1 1 1 1 1 14 10 Esa Putri Rahayu 32 1 1 1 1 1 1 1 5 24 Muh.

TINGKAT KESUKARAN

  =================Jumlah Subyek= 37Butir Soal= 40Nama berkas: D:\MY FILE PRIVATED\ABOUT ME\SKIRPSISUPRAPTI\STAD\PARTIE WILLY\UJI VALIDITAS SOAL XI-2. ANANo Butir Baru No Butir Asli Jml Betul Tkt.

KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL

=================================Jumlah Subyek= 37Butir Soal= 40Nama berkas: D:\MY FILE PRIVATED\ABOUT ME\SKIRPSISUPRAPTI\STAD\PARTIE WILLY\UJI VALIDITAS SOAL XI-2.ANANo Butir Baru No Butir Asli Korelasi Signifikansi 1 1 0,424 Sangat Signifikan 9 9 0,542 Sangat Signifikan 10 10 0,356 Signifikan11 11 0,467 Sangat Signifikan 12 12 0,473 Sangat Signifikan13 13 0,236 - 14 14 0,104 -15 15 0,356 Signifikan 16 16 0,467 Sangat Signifikan17 17 0,206 - 18 18 0,289 -19 19 0,429 Sangat Signifikan 20 20 0,292 -21 21 0,016 - 22 22 0,513 Sangat Signifikan23 23 0,625 Sangat Signifikan 24 24 0,270 -25 25 0,365 Signifikan 26 26 0,526 Sangat Signifikan27 27 0,135 - 28 28 0,328 Signifikan29 29 0,252 - 30 30 0,530 Sangat Signifikan31 31 0,298 - 32 32 0,331 Signifikan33 33 0,504 Sangat Signifikan 34 34 0,138 -35 35 0,146 -

KUALITAS PENGECOH

=================Jumlah Subyek= 37Butir Soal= 40Nama berkas: D:\MY FILE PRIVATED\ABOUT ME\CONTOH PROPOSALDAN SKIRPSI\SKRIPSIKU YA ALLAH\BIMBINGAN 3\ANATES PRINTYAH PARTIE\UJI VALIDITAS SOAL XI-2.ANANo Butir Baru No Butir Asli a b c d * 1 1 3++ 1- 5- 28** 02 2 0-- 1+ 1+ 35** 0 3 3 35** 0-- 2--- 0-- 04 4 0-- 1+ 35** 1+ 0 5 5 35** 0-- 1+ 1+ 06 6 28** 6-- 3++ 0-- 0 7 7 4++ 0-- 8-- 25** 08 8 33** 2+ 0-- 2+ 0 9 9 4- 5** 19-- 9++ 010 10 29** 3++ 4+ 1- 0 11 11 0-- 1--- 36** 0-- 012 12 0-- 0-- 20--- 17** 0 13 13 1++ 1++ 1++ 34** 014 14 2++ 3-- 0-- 32** 0 15 15 2+ 29** 1- 5-- 016 16 36** 0-- 0-- 1--- 0 17 17 22** 7+ 4++ 4++ 0 18 18 9-- 22** 5++ 1-- 0 19 19 4-- 0-- 31** 2++ 020 20 32** 4--- 1+ 0-- 0 21 21 25** 9--- 2- 1-- 022 22 0-- 0-- 3--- 34** 0 23 23 4+ 29** 3++ 1- 024 24 6--- 30** 0-- 1- 0 25 25 31** 1- 5--- 0-- 026 26 1+ 3--- 33** 0-- 0 27 27 8--- 1- 27** 1- 028 28 29** 0-- 2+ 6--- 0 29 29 5++ 21** 9- 2- 030 30 8+ 11- 18** 0-- 0 31 31 1-- 4** 25--- 7+ 032 32 12** 13- 1-- 11+ 0 33 33 8-- 24** 1-- 4++ 034 34 0-- 4--- 32** 1+ 0 35 35 7** 26--- 3- 1-- 036 36 14** 12- 10+ 1-- 0 37 37 19--- 4- 13** 1-- 038 38 1-- 0-- 23--- 13** 0 39 39 3++ 27** 7--- 0-- 040 40 0-- 2--- 0-- 35** 0Keterangan:

REKAP ANALISIS BUTIR

  Jawab : beragam responnya, ada yang menyimak, ada yang diam saja, ada yang ngobrol sendiri dengan teman sebelahnya. Jawab : beragam responnya, ada yang menyimak, ada yang diam saja, ada yang ngobrol sendiri dengan teman sebelahnya.

A. PROFIL MADRASAH

  1 Kepercayaan yang besar yang diberikan masyarakat kepada lembaga membuat Jam’iyyatul Khair terus berusaha meningkatkan kualitas lembaga pendidikannya. Jam’iyyatul Khair membimbing dan mendidik siswa yang sampai saat ini berjumlah 243 siswa (data lengkap pada lampiran).

a) Visi Islami, Cerdas dan ke-Indonesiaan

  3 d) Strategi Madrasah 1) Memaksimalkan Kurikulum Nasional dan mengembangkannya ke dalam suatu program pembelajaran.2) Menyusun Kurikulum dan materi Muatan Lokal yang berbasis ke-Islaman.3) Mengadakan dan mengikuti pembinaan profesionalisme keguruan.3 Data diperoleh dari bagian Tata Usaha MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur, berbentuk Soft Copy pada tanggal, 2 September 2013 4) Melengkapi dan menyempurnakan fasilitas media dan multi media belajar.5) Memberdayakan tempat-tempat peribadatan dan perpustakaan serta laboratorium.6) Membina silaturrahim dengan insan terkait seperti; pemerintah daerah, pengusaha, profesional dan kelompok masyarakatlainnya yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan.

5. Guru dan Tenaga Kependidikan

  Guru sebagai tenaga pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan dalam setiap usaha pendidikan, itulah sebabnya setiapperbincangan mengenai pembaruan kurikulum, pengadaan alat-alat belajar sampai pada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usahapendidikan, selalu bermuara pada guru. Adapun staf kependidikan juga sangat berperan penting dalam pengorganisasian semua sistem kependidikan demi melangsungkan proseskegiatan kependidikan dan mencapai tujuan kependidikan.

4 Jam'iyyatul Khair

  Tabel 4.1 Riwayat Kepala Sekolah Tahun Pimpinan Kepala Madrasah 1987-2011Drs. Sukirman, MA 2011-SekarangSaenih, S.

4 Data diperoleh dari bagian Tata Usaha MTs. Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur, berbentuk

  Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur, berbentukSoft Copy pada tanggal, 2 September 2013 Tilawatil Qur’an, Membatik dan keterampilan yang lain. Jam’iyyatul Khair CiputatTimur ini, OSIS merekrut atau mendata siapa saja siswa-siswa baru yang ingin mengembangkan bakat dan menyalurkan hobbynya denganekstakulikuer yang ada di sekolah ini, seperti: Sepak bola/Futsal, Marawis,Tari Saman, Keputrian,  2 - -Baik BaikWc Siswa  21 - Wc Guru  1 - -Baik Lapangan  1 - -Baik Kantin  1 - -Baik Perpustakaan Masjid Sarana Ada Dibutuhkan Kurang Kelebihan Kondisi  1 - -Baik Lab.

6. Ekstrakulikuler

  Melaksanakan tes akhir (post-test) Ada√ Aktifitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD sudah baik dan sudah optimal, ditandai dengan sudahbanyaknya siswa yang menguasai materi yang sudah dipelajari. Rasa ingin tahu  Bertanggung jawab dan Aktif Kemudian setiap siswa diminta untuk mencari pasangannya dan setelah berpasangankelompok kecil yang beranggotakan dua orang ini menyatukan jawaban, hal ini bertujuanuntuk menjawab pertanyaan dari guru. Guru membagi sejumlah siswa dalam kelas menjadi 6 kelompok.

b. Elaborasi  Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa

  Konfirmasi Guru memberikan umpan balik kepada siswa 5 menit  Kreatif dan Rasa tentang materi yang telah dibahas.ingin tahu 3. Tuliskan hadis tentang zakat beserta artinya, dan sebutkan pula syarat-syarat orang yang mengeluarkn zakat fitrah?

MATERI POKOK

  Rasulullah bersabda:“Rasulullah saw, telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan diri orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan perkataan yang kotor serta untukmemberi makan kepada orang- orang miskin”. Harta yang dikeluarkan untuk zakatfitrah ialah, makanan pokok sesorang yang berlaku di negerinya, yaitu ada yang berupa gandum, beras, sagu, jangung, dan lain-lain.

RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN (RPP)

  Dengan secara acak kertas yang berisikan pertanyaan itu dibagikan kembali kepada siswa untuk dijawab, pastikan siswa tidak menerima kertas yang berisikan pertanyaan yang ditulisnya sendiri. Butir Asli ---> 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Subyek | Kunci -> A C A A B A C D1 25 zanua 18 1 1 1 1 1 1 1 1 2 15 rangga 16 - 1 1 1 1 1 1 - (dan sampai 26 siswa) Jakarta, 06 November 2014Mengetahui, Guru Bidang Studi PenelitiSaenih, S.

MATERI POKOK SIKLUS II A

  Zakat Harta Setelah mempelajari zakat fitrah, masih terdapat zakat yang lain, yaitu zakat harta atau juga disebut dengan zakat mal. Pengertian Zakat MalZakat harta atau zakat mal ialah kegiatan mengeluarkan sebagian harta kekayaan berupa (binatang ternak, hasil tanaman, emas, perak, harta perdagangan, dankekayaan lain) diberikan kepada yang berhak menerimanya.

B. Macam-macam Harta yang Wajib dizakati

  Nishab dan zakat unta Seseorang yang memiliki unta, maka wajib mengeluarkan zakat dengan ketentuan:1) 5 ekor unta zakatnya 1 ekor kambing2) 10 ekor unta zakatnya 2 ekor kambing3) 15 ekor unta atau lebih zakatnya 3 ekor kambing4) 20 ekor unta atau lebih zakatnya 4 ekor kambing5) 25 ekor unta atau lebih zakatnya 1 ekor unta 1-2 tahun b. Amil, adalah orang yang betugas mengumpulkan dan membagi-bagikan zakat(panitia zakat) dari muzaki (orang yang mengeluarkan zakat) kepada mustahiq(orang yang menerima zakat) 4.

INDIKATOR SOAL (TERTULIS/PRAKTEK)SOAL SOAL

  Orang yang bertugas mengumpulkan dan membagi-bagikan zakat dari muzaki(orang yang mengeluarkan zakat). Jam’iyyatul Khair Ciputat Timur, bertemu dengan Kepala Madrasah yang bertujuan untuk meminta izin melakukan penelitian, dan sekaligus peneliti juga menanyakan keadaan siswa siswi setiap sekelasnya, sehingga peneliti dapat menentukan kelas manakah yang akan di ujikan untuk pengujian uji validitas dan kelas manakah yang akan digunakan untuk penelitian tindakan kelas (PTK) 2.

DOKUMENTASI FOTO-FOTO

  FOTO UJI VALIDITAS DIKELAS IX-2 2. FOTO PRE-TEST DAN POS-TEST DIKELAS VIII-3 3.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Upaya peningkatan penguasaan konsep reaksi reduksi-oksidasi melalui model pembelajaran kooperatif tipe stad: student teams achievement division
1
17
82
Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X
0
6
75
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep gaya bernuansa nilai (penelitian tindakan kelas di MTs Hidayatul Islamiyah Karawang)
0
3
223
Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur
0
4
176
Penggunaan pembelajaran kooperatif model picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa: penelitian tindakan pada siswa kelas IV MI Miftahul Falah Depok
2
5
113
Efektivitas pembelajaran kooperatif model make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS: penelitian tindakan kelas di SMP Islam Al-Syukro Ciputat
0
17
119
Aplikasi strategi pembelajaran aktif teknik mind map dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di MI Assholihiyah Rumpin Bogor : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas I
6
51
117
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat
0
39
0
Penerapan metode e-learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas vii pada mata pelajaran IPS terpadu: penelitian tindakan kelas di SMP IT Al-Atiqiyah Cipanengah-Sukabumi.
0
6
139
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII Smp Islamiyah Ciputat : penelitian tindakan kelas di SMP Islamiyah Ciputat
0
6
0
Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta
0
14
161
Penerapan metode permainan ular tangga (Snakes Ledder) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS: penelitian tindakan kelas di MTs. Al Ikhwaniyah Pondok Aren
1
30
161
Pengaruh strategi pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (stad) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ipa kelas iv materi perubahan lingkungan di mis islamiyah Londut tahun pelajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera U
0
0
143
Show more