Upaya yayasan Bina Insan Mandiri “master” dalam pemberdayaan anak jalanan melalui program pelatihan keterampilan komputer di Depok Jawa Barat

Gratis

1
11
126
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN

  Subjek yang terpilih dalam penelitian ini adalah anak-anak jalanan yang mengikuti pelatihan keterampilankomputer, Pendiri dan ketua Yayasan Bina Insan Mandiri “Master”, koordinator lab dan tutor pelatihan komputer. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, terdapat lima siswa anak jalanan yang telah lulus dari pelatihanketerampilan komputer dan sudah memiliki pekerjaan di bidang keahlian komputer dengan memiliki penghasilan rata-rata diatas UMK (upah minimumkota).

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dengan rahmat dan karunia-Nyapenulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Upaya Yayasan Bina InsanMandiri “Master” dalam Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Pelatihan Keterampilan Komputer di Depok, Jawa Barat”. Kepada Pak Nurokhim, Pak Mustamin, Kak Roqib Bayni dan seluruh relawan master yang telah memberikan bantuan yang tak ternilai dalampenyelesaian studi penulis dan memberikan kemudahan penulis untuk melakukan penelitian di master.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak keluarga dan masa depan bangsa merupakan tiga hal yang saling

  Undang-Undang tersebut menjelaskan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang,berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, serta memperolehpendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakat yang bertujuan untuk memberdayakan 5 dan memandirikan anak. Sehingga anak merasanyaman dan mampu mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya serta anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, akan tetapi pada kenyataannyaberbeda banyak anak yang menjadi korban kekerasan baik kekerasan fisik3 Muchsin, Perlindungan Anak dalam Perspektif Hukum Positif (Jakarta: Mahkamah Agung, 2011), h.

B. Batasan dan Rumusan Masalah

  Batasan Masalah Agar penelitian ini lebih terfokus dan terarah dari tujuan yang semula direncanakan sehingga mempermudah mendapatkan data dan informasi yangdiperlukan, maka dalam penelitian ini hanya di batasi pada penelitian anak jalanan yang mengikuti pelatihan keterampilan komputer di Yayasan Bina Insan MandiriDepok, Jawa Barat. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah program pelatihan keterampilan komputer di Yayasan BinaInsan Mandiri “Master” telah berhasil memberdayakan Anak-anak jalanan?

C. Tujuan Penelitian

  Tinjauan Pustaka Sejauh ini sudah banyak peneliti yang meneliti anak jalanan dalam Kedua, skripsi yang berjudul “upaya meningkatkan life skills anak jalanan melalui pelatihan keterampilan otomotif bagi klien anak jalanan di socialdevelopment center (SDC) Bambu apus jakarta timur”, 2010, yang disusun olehAhmad Hary Deni. Skripsi ini berisi tentang upaya yang dilakukan oleh social development center (SDC) dalam meningkatkan life skill agar anak – anak dapatmengembangkan kemampuan yang mereka miliki, bakat dan minat mereka dapat tersalurkan serta menciptakan jiwa yang kreatif dan mandiri.

F. Metodologi Penelitian

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Pendekatan Penelitian

  Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan bekerja menggunakan data, mengorganisasi data,memilah-milahnya menjadi satuan yang dikelola, mensintesiskannya mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, serta 15 memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Hal itu dapat dicapai dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara,membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi, membandingkan apa yang dikatakan orang-orangtentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu, membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

G. Sistematika Penulisan Dalam skripsi ini terdiri lima bab, termasuk pendahuluan, isi dan penutup

  Adapun sistematika penulisan pada skripsi ini adalah sebagai berikut: BAB I : Merupakan bagian dari pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuanpenelitian, manfaat penelitian, tinjuan pustaka, kajian teori, metode penelitian, dan sistematika penelitian. BAB V : Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang diperoleh dan akan dijelaskan secara konkrit yang diharapkan dapatbermanfaat bagi Yayasan Bina Insan Mandiri pada khususnya dan pada umumnya masyarakat luas.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Pemberdayaan

1. Pengertian Pemberdayaan

  Adapun pengertian pemberdayaan menurut Shardlow adalah pemberdayaan yang membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitasberusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk 18 membentuk masa depan sesuai keinginan mereka. Menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang dan jasa yangdiperlukan.

2. Tahap-tahap Pemberdayaan Masyarakat

  Dalam hal ini ada dua assesmen yang dilakukan, yaitu assesmen sosial yang dimana pada asesmen ini dilakukan untuk 3. Tahapan PendampinganDalam tahapan pendampingan ini membantu anak dengan memberikan motivasi sampai anak mau dan mampu mengakses ke satuan pendidikan formaldan non formal yang ada di masyarakat setelah proses penjangkauan dilakukan sehingga anak dapat berkumpul dengan keluarga.

3. Tujuan dan Proses Pemberdayaan Masyarakat

  Secara Substansial, tujuan pemberdayaan adalah untuk menjadikan mereka yang kurang beruntung (disadvantages), atau yang tidak berdaya (powerless) 22 dapat menjadi berdaya (empowered). Secara lebih rinci, tujuan pemberdayaan menunjuk pada pencapaian hasil dari sebuah perubahan sosial, khususnyakelompok rentan dan lemah: yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai kemampuan dan pengetahuan dalam memenuhi kebutuhanhidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial.

4. Strategi Pemberdayaan

Strategi adalah usaha-usaha menyeluruh yang dirancang untuk menjamin agar perubahan-perubahan dapat diterima oleh partisipan atau berbagai kalangan 25 yang akan terlibat dan dilibatkan dalam proses perubahan. Dalam pemberdayaan masyarakat biasanya menggunakan strategi bottom up, yaitu masyarakat sejakawal dilibatkan dalam proses perencanaan sampai pelaksanaan dan pemiliharaan

24 Jim Ife dan Frank tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h. 340-342

25 Secara umum ada tiga strategi dalam pemberdayaan masyarakat menurut

26 Edi Suharto, yaitu:

  Melalui perumusan kebijakan, perencanaan sosial, kampanye, aksi sosial, serta pengorganisasian masyarakat adalah beberapa strategi dalam26 Dari ketiga strategi tersebut, strategi yang digunakan oleh Yayasan BinaInsan Mandiri “Master” dalam melakukan pemberdayaan anak jalanan yaitu aras mikro dan aras mezzo. Ketiga, Fisik yaitu memberikan pelayanan akan kebutuhan nutrisi dan makan sehari-hari anak sebagai salah satumetode daya tarik agar anak tetap beraktifitas di Yayasan Bina Insan Mandiri“Master” dengan memberikan pelayanan pemenuhan hak gizi anak berupa penyediaan kebutuhan nutrisi perharinya.

5. Prinsip Dasar Pemberdayaan

27 Dunham adalah:

  Penekanan pada pentingnya kesatuan kehidupan masyarakatPemberdayaan masyarakat harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan kehidupan masyarakat, dan tidak dilakukan hanya untuksegmen tertentu dalam kehidupan masyarakat, seperti halnya untuk aspek kesehatan, rekreasi, ataupun kesejahteraan yang dalam arti sempit. Pentingnya pemahaman akan pola budaya masyarakat lokalPara community worker harus benar-benar tulus ingin mengembangkan dan memberdayakan masyarakat yang ada, bukan hanya untuk sekedarmemperkenalkan ataupun membawa tekhnologi yang baru ke masyarakat27 d.

B. Anak Jalanan

1. Pengertian Anak Jalanan

  Edi Suharto berpendapat bahwa anak jalanan adalah anak laki-laki dan perempuan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja atauhidup di jalanan dan tempat-tempat umum, seperti pasar, mall, terminal bis, 30 stasiun kereta api dan taman kota. Berdasarkan hasil penelitian penulis diYayasan Bina Insan Mandiri “Master” banyak anak-anak jalanan yang tidak memiliki akte kelahiran, sebagaimana akte kelahiran adalah bentuk identitassetiap anak yang bersifat penting untuk dijadikan bukti bahwa mereka adalah anak yang sudah mendapatkan pengakuan negara.

2. Kategori Anak Jalanan

  Children on the street, yaitu anak-anak yang memiliki kegiatan ekonomi sebagai pekerja anak di jalan, namun masih memiliki hubungan yang kuatdengan orang tua dan keluarganya. Children from families of the street, yaitu anak yang berasal dari keluarga yang hidup di jalanan.

3. Faktor Penyebab Anak Jalanan

  Biasanya anak yang berasal dari keluarga yang sudah “rusak” seperti orang tuanya penjudi dan pemabok, dan bahkan ada juga yang memang orang tua anaktersebut sudah lebih dahulu hidup di jalanan yang juga menjadi pemicu penyebab faktor anak turun ke jalanan. Bahkan ada juga yang orang tuanya berpisah anak memilih untuk tinggal bersama Ibunya namun Ibunya tidak sanggup untukmembiayai pendidikan anaknya sehingga anak terpaksa putus sekolah dan mencari kesibukan yang mendapatkan uang, yaitu dengan mengamen di jalanan.

4. Masalah-masalah Anak Jalanan

  Namun, pada akhirnya menghilangkan minat anak padasekolah karena keinginan untuk mendapatkan uang lebih banyak dan mereka menjadi terbiasa dengan hidup yang bebas tanpa banyak aturan. Hal ini menggambarkan ketidaksanggupan Menurut Kirik Ertanto dalam buku Bagong Suyanto yang berjudul“Masalah Sosial Anak” awalnya anak jalanan tidak langsung masuk dan terjun begitu saja di jalanan.

5. Model Penanganan Anak Jalanan

  Family-centered intervention, yakni penanganan anak jalanan yang difokuskan pada pemberian bantuan sosial atau pemberdayaan keluargasehingga dapat menarik anak kembali ke keluarganya dan mencegah agar tidak menjadi anak jalanan. Institutional-centered intervention, yaitu penanganan anak jalanan yang dipusatkan di lembaga (panti), baik secara sementara (menyiapkanreunifikasi dengan keluarganya) maupun permanen (terutama jika anak jalanan sudah tidak memiliki orang tua atau kerabat).

C. Pelatihan

1. Pengertian Pelatihan

  Pelatihan adalah suatu proses yang meliputi serangkaian tindak (upaya) yang dilaksanakan dengan sengaja dalam bentuk pemberian bantuan kepadatenaga kerja yang dilakukan oleh tenaga profesional kepelatihan dalam satuan waktu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja peserta dalambidang pekerjaan tertentu guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam 36 yang dilaksanakan secara berkesinambungan, bertahap dan terpadu. Sementara pengertian pelatihan menurut Ife dalam buku Isbandi RukmintoAdi yang berjudul “Pemikiran-pemikiran dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial” adalah peran edukasional yang paling spesifik, karena secara mendasar memfokuskan pada upaya mengajarkan pada komunitas sasaran bagaiaman cara 37 melakukan sesuatu.

2. Tujuan Pelatihan

  Kegiatan pelatihan mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk meningkatkan kerja peserta yang menimbulkan perubahan perilaku aspek-aspek kognitif,keterampilan dan sikap. Dengan diadakannya pelatihan masyarakat dapat memiliki bekal keahlian sehingga masyarakat dapat memperoleh penghasilan untuk menghidupi dirisendiri dan keluarganya, dan menjadikan masyarakat berdaya.

3. Model-model Pelatihan

  Model pelatihan adalah suatu bentuk pelaksanaan pelatihan yang di dalamnya terdapat program pelatihan dan tata cara pelaksanaannya. Model pelatihan yang dipilih dan diselenggarakan ditentukan oleh fungsi dari pelatihan, permasalahan dalam organisasi, dan waktu yangtersedia.

D. Pengertian Keterampilan

  Pengertian keterampilan (skill) dalam kamus manajemen adalah kepandaian, sebagai bawaan atau sebagai hasil pelatihan, yang memungkinkan karyawanmelaksanakan tugasnya dengan cekatan. Keterampilan yang dapat di transfer (transferable skill): yaitu kemampuan atau pengalaman yang diterapkan pada lingkungan atau jenis pekerjaan yangberbeda.

41 B.N. Marbun, Kamus Manajemen (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan Anggota Ikapi

  Keterampilan komunikasi (communication skill): adalah kemampuan dengan menggunakan teknik yang diperoleh untuk menyampaikanpengetahuan dan keterampilan baik secara lisan, tertulis, maupun metode audiovisual. Kelima jenis keterampilan diatas dilandaskan pada akal, pikiran, ide, dan kreatifitas dalam mengerjakan dan melaksanakan sesuatu menjadi lebih bermaknasehingga dapat menghasilkan sebuah nilai dari hasil yang dikerjakan.

E. Komputer

1. Pengertian Komputer

  Komputer adalah mesin elektronik yang menjalankan perhitungan dan dapat memproses banyak informasi secara akurat dan lebih cepat dibandingkan otak 43 manusia. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran interaktif dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk program Computer-Assisted Learning (CAL),surat elektronik, dan komputer multimedia yang dapat digunakan sebagai sarana 44 pembelajaran baik individu maupun kelompok.

2. Kelebihan dan Kelemahan Komputer

  Mengembangkan keterampilan TI (IT skills) yang diperlukan oleh warga belajar ketika bekerja dan dalam kehidupannya nantic. Pengguna komputer juga tidak hanya orang dewasa saja tetapi anak-anak pun banyak yang sudah mengerti dan menggunakan komputer.

1. Sejarah Yayasan Bina Insan Mandiri

  Yayasan Bina Insan Mandiri adalah lembaga yang memberikan pelayanan dan pemberdayaan secara gratis kepada masyarakat yang kurang beruntung dananak jalanan. Jadi fokus perhatian atau konsentrasi master itu ada lima cluster anak,yaitu anak jalanan, anak dhuafa, anak yang berkebutuhan khusus, anak-anak yang 50 berhadapan dengan hukum dan anak-anak yang cacat dari keluarga miskin.

2. Visi dan Misi Yayasan Bina Insan Mandiri Visi Yayasan Bina Insan Mandiri

  Menyiapkan masyarakat yang mandiri, handal melalui keterampilan tepat guna dan berhasil guna berdasarkan nilai-nilai kemandirian dankemanusiaan. Menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagaipendukung kemandirian.

51 Wawancara Pribadi dengan Bapak Nurokhim (Pendiri Yayasan Bina Insan Mandiri)

3. Struktur Organisasi

Depok, 15 Juni 2015, Pukul 16.09 WIB.52

a. Pengorganisasian Yayasan Bina Insan Mandiri

  Adapun struktur organisasi Yayasan Bina Insan Mandiri adalah sebagai berikut. Bagan 1 Pengorganisasian Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” Tahun 2012 b.

4. Sumber Dana

  Donatur yang tidak mengikat e. Sektor real Yayasan f.

15 Pemerintah (40)

35 Sumber: Modul Yayasan Bina Insan Mandiri Master

40 Kemitraan (35) Koperasi (15)Donatur (10) 55

5. Kemitraan Yayasan Bina Insan Mandiri

  Mitra Kerja Pendidikan: Dinas pendidikan kota Depok, Dinas sosial dan tenaga kerja kota Depok, Fakultas Ekonomi Uinversitas Indonesia, STAIAL Qudwah, STIE Trinandra, BEM Universitas Indonesia dan Sekolah Cikeas SAC. Tupperware pembuatan studio dan kelas musik, ALCATEL memberikan program kelas IT dan pelatihan55 keterampilan, Institut Kemandirian Bantuan Keterampilan, Badan Amil Zakat Nasional, pemberian bantuan berupa operasional pendidikan selama 1 tahun, Adhi Karya, dll.

B. Program Yayasan Bina Insan Mandiri

Adapun program-program Yayasan Bina Insan Mandiri adalah:

1. Program Pendidikan Yayasan Bina Insan Mandiri

  Capaian hasil dari program ini yaitu hampir 80%warga belajar paket C PKBM Bina Insan Mandiri diserap dalam dunia kerja, sehingga mereka dapat meringankan perekonomian keluarganya(mandiri), mereka tidak lagi mengamen di jalan, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri atauswasta. Kelas Teknologi: untuk mempersiapkan para warga belajar yang memiliki bakat dan minat yang tinggi terhadap teknologi terutama teknologiinformasi dan komputer.

2. Program Pelatihan Keterampilan (Skill) Yayasan Bina Insan Mandiri

  Selain program pendidikan, Yayasan Bina Insan Mandiri memiliki program keterampilan (skill) yang dimana nantinya para warga master/peserta didik sudah 57 memiliki bekal keterampilan. Video dan foto shooting dan editor c.

BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Temuan Hasil Penelitian Dalam Bab temuan ini peneliti akan menganalisis berdasarkan hasil temuan

  Awalnya pada tahun 2010 - 2011 hanya ada lima buah komputer rakitan yang diberikan oleh love for our children yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang tinggal di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” untuk belajar basic komputer dan desain grafis. Sehingga kini siswa yang mengikuti pelatihan keterampilan komputer tidak hanya yang tinggal di Yayasan 60 Bina Insan Mandiri “Master” saja, tetapi yang pulang kerumah bisa mengikuti.

2. Peserta

a. Kriteria Peserta

  Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan keterampilan komputer adalah anak dhua’fa dan anak jalanan yang bersekolah di Yayasan Bina Insan Mandiri“Master” yang telah menjalani berbagai tahap proses penerimaan di Master. Meskipun kehidupan mereka di jalanan bukan berarti mereka tidak mengenal komputer, kebanyakan dari mereka sebelum mengikuti pelatihankomputer mereka sudah bisa mengoperasikan dasar komputer, karena mereka sering bermain di warnet dan lokasi warnet tidak jauh dari Yayasan Bina Insan61 Jim Ife dan Frank Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h.

63 Mandiri “Master”. Untuk menjadi peserta pelatihan komputer ini hanya ada

  Mengisi formulir pendaftaranSeluruh peserta yang mengikuti pelatihan komputer setelah memenuhi syarat diatas boleh mengikuti pelatihan komputer tanpa ada seleksi terlebihdahulu. Akan tetapi, khusus bagi anak-anak jalanan yang tinggal di YayasanBina Insan Mandiri “Master” sudah di daftarkan oleh kakak pembina atau pendamping sosial mereka jadi mereka hanya tinggal masuk saja.

b. Jumlah Peserta

  Pelatihan keterampilan komputer memiliki jumlah peserta terbanyak dibandingkan dengan pelatihan-pelatihan lain yang ada di Yayasan Bina InsanMandiri “Master”. Jumlah seluruh peserta yang mengikuti pelatihan keterampilan komputer mulai dari PAUD hingga SMA baik terbuka maupunkelas malem adalah 700 siswa, 105 adalah peserta anak jalanan yang masuk ke dalam kategori children on the street, 350 adalah peserta anak jalanan yangmasuk ke dalam kategori children of the street, dan 245 adalah anak-anak 65 kurang mampu yang bersekolah di Master.

3. Waktu Pelatihan

  Lama Pelatihan Pelatihan Komputer di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” pelatihan dilakukan selama satu semester atau enam bulan, namun apabila warga belajaringin memperdalam kemampuannya di bidang komputer dapat dilakukan diluar jadwal yang sudah ditetapkan yang dinamakan dengan kelas move on. Kalau untuk anak-anak jalanan yang kelas master mereka pelatihan pada hari kamis dan 67 sabtu jamnya pagi sama siang, kalau kamis pagi dan sabtu siang.

4. Tujuan dan Manfaat Pelatihan keterampilan Komputer Tujuan Pelatihan Keterampilan Komputer, adalah:

  Depok, 17 Maret 2014, pukul 16.02 WIB Pengakuan dari Kak Bayni: “Tujuan awalnya agar anak-anak mengenal dunia komputer dan internet, banyak juga anak-anak yang kalo megang keyboard aja pas masih awal-awaltakut. Selain itu anak-anak bisa memiliki keterampilan sesuai dengan69 minatnya.” Pengakuan dari Kak Rozi: “Tujuan dari pelatihan komputer pertama menambah wawasan mereka biar mampu bersaing diluar meskipun masih lulusan smk bisa bersaing di ini di 70dunia kerja .” Manfaat pelatihan keterampilan komputer, adalah: a.

5. Pelatih

  Pada pelatihan keterampilan komputer yang menjadi koordinator lab adalahKakak Bayni dan di dampingi oleh tutor. Tutor dalampelatihan komputer ini adalah dari sekolah tinggi LP3I yang telah bekerjasama dengan Master, namun ada pula tutor dari relawan Yayasan Bina Insan Mandiri 69 “Master”.

71 Yayasan Bina Mandiri “Master”

Bagan 4 Struktur Pengurus Pelatihan Komputer Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” tahun 2014Koordinator LAB Jaringan + Basic Desain Internet Komputer GrafisKomputer Tutor (LP3I) Sumber: Wawancara Pribadi dengan Kak Bayni (Koordinator Lab)

6. Metode Pelatihan

  Hal ini dilakukan agar siswa tidak bosan dan denganpraktik siswa lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh tutor. “Pertama gini, jadi dari anak master itu jangan salah loh kita kalo bicara anak jalanan jangan menganggap mereka gatau komputer (tapi walaupun sebagianada ya) ternyata ketika ngajar anak jalanan mereka udah lebih tau bisa nyalain matiin komputer lebih awal.

7.1 Latihan Praktek

  Dalam latihan praktek ini dilakukan setiap pertemuan dengan memberikan tugas praktekseperti, menyalin tulisan atau naskah dari koran ataupun teks book, membuat tugas puisi dan cerita, membuat iklan bergambar pada photoshop, membuatedit video dengan menggunakan edius moviemaker dan pinekel, dan yang lainnya sesuai dengan apa yang sudah dipelajari sebelumnya. Seperti yang dikatakan oleh kakak bayniberdasarkan hasil wawancara penulis, yaitu: “Ada yang sudah belajar aplikasi tapi udah jenuh duluan (aaahhh banyak banget ngetik gini gini..) tapi justru ada yang malah menikmati juga.

7.2 Ujian Praktek

  Perbedaannya jika ujian praktek dilakukan pada setiap 4 sampai 5 kali pertemuan dengan diberikansoal-soal yang sudah dipelajari. Dalam ujian praktek iniadanya penilaian pada hasil karya siswa yang akan dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan siswa dalam mengoperasikan komputer berdasarkan materi yangsudah diberikan oleh tutor.

7. Kebijakan

  Pada saat itu, Kak Bobi sedangmengurusi anak master yang terjaring razia oleh satpol pp karena tertangkap sedang mengamen,Sandi minta di bebaskan dan diajak oleh Kak Bobi lalu Sandi mengiyakan ajakan Kak Bobi dengansyarat yaitu harus belajar dan mengikuti peraturan yang ada di master. Andre sempat berkata kepada saya “Andre sedihAndre juga mau sekolah kaya teman-teman Andre yang lain, tapi Ibu Andre juga lagi sakit dan banyakhutang.” Karena memiliki keinginan yang kuat untuk bersekolah, akhirnya sambil mengamenAndre diajak ke Master oleh temannya.

B. Analisis Data Penelitian

  Analisis data penelitian pemberdayaan anak jalanan melalui program pelatihan keterampilan komputer di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” adalah: Pelatihan keterampilan komputer di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” berangkat dari kegelisahan-kegelisahan yang dihadapi oleh Koordinator Lab danpengurus Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” yang tergabung di dalamnya. Hal ini bertujuan agar pelatihan yang diberikan oleh tutor dapat diterima oleh siswa dan sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa, sehingga nantinyapelatihan keterampilan komputer sesuai dengan tujuan pemberdayaan, yaitu menjadikan masyarakat yang terampil dan mandiri.

2. Hasil yang Di Capai Dalam Pelatihan

  Menurut Kak Bayni selaku koordinator lab sudah ada siswa master lulusan pelatihan keterampilan komputer sekarang ini sudah memiliki pekerjaanberdasarkan keterampilan dan ada juga yang membuka usaha dirumah yaitu membuka usaha servis komputer, dan masih banyak lagi lulusan yang belumterdata oleh Yayasan Bina Insan Mandiri “Mandiri”. 1.500.000 Brageston BengkelMobil Sumber: Wawancara dengan Kak Bayni Selaku Koordinator pelatihan keterampilan komputer Tabel diatas merupakan data mengenai sebagian siswa anak jalanan yang lulus dari pelatihan komputer di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” dan telahmemiliki pekerjaan di Kota Depok dan Jakarta dengan penghasilan rata-rata diatasUMK (Upah Minimum Kota).

83 Pernyataan dari Chairul:

  ” “Yang ngajarinnya seru sih, yaa kalo saya minta kasih tau ini nya bagaimana ininya ntar di kasih tau.”84 Dalam mengikuti pelatihan keterampilan komputer ini siswa tidak mengalami hambatan yang serius, yang menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar. Bagus-bagusin perusahaan terus dimasukin dalam gambar86 dipotong gambar dimasukin lagi kesitu jd kaya bikin foto-foto di google.” Pernyataan Julfan dan Reggi diatas merupakan suatu kesulitan yang mereka hadapi, namun kesulitan tersebut bukanlah menjadi faktor penghambat dalamproses kegiatan belajar mengajar, akan tetapi dijadikan sebuah tantangan bagi mereka untuk terus mencoba dan belajar.

3. Manfaat Pelatihan Keterampilan Komputer Bagi Anak Jalanan

Manfaat dari pelatihan komputer ini adalah anak-anak jalanan dapat memiliki rasa percaya diri, memiliki daya saing dan dapat diterima didunia kerja,sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan untuk menghidupi diri mereka maupun keluarga dan tidak lagi menjadi anak jalanan yang selalu dipandangsebelah mata oleh masyarakat. Dari hasil wawancara dengan delapan siswa yang mengikuti pelatihan keterampilan komputer, bahwa dari delapan siswa tersebut telah merasakanmanfaat dari pelatihan keterampilan komputer yang diberikan oleh Yayasan Bina

87 Insan Mandiri “Master”. Adanya perubahan yang postif pada kepribadian dan

  Dapat dilihat manfaat dari pelatihan keterampilan komputer ini, yaitu selain merubah pola hidup dan pola pikir, pelatihan keterampilan komputer ini juga87 Dapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan pemberdayaan harus memberikan “pancingan” bukan ikan. Dengan demikian, program pemberdayaanharus dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh dan dibekali dengan pendidikan serta keterampilan, agar hasil pemberdayaan tersebut dapatberkelanjutan sehingga membuat masyarakat mandiri dan berdaya.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pada uraian bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan

  Dengan adanya pelatihan keterampilan komputer ini membuat sebagian besar anak-anak jalanan yang menjadi warga belajar di Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” tidak kembali turun ke jalan. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, terdapat lima alumni peserta pelatihan keterampilan komputer yang telah lulus dan sudah bekerjadengan memiliki penghasilan rata-rata diatas UMK (Upah MinimumKota).

B. Saran

  Saran Untuk Pemerintah Kota Depok Saran-saran dari penulis untuk pemerintah kota Depok yaitu, melakukan kerjasama yang berkelanjutan dengan Yayasan Bina Insan Mandiri “Master”dalam memberdayakan anak-anak jalanan di Depok. Lampiran 4Pedoman Wawancara Siswa Pelatihan Keterampilan Komputer Yayasan Bina Insan Mandiri “Master”Upaya Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” Dalam Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Pelatihan Keterampilan Komputer Depok, Jawa Barat Nama Informan :Jenis Kelamin Informan :Umur Informan :Tanggal Wawancara :Tempat Wawancara :Waktu Wawancara : 1.

1. Apa latar belakang didirikannya Yayasan Bina Insan Mandiri “Master? Jawab:

  Ketika kita mulai ada pengakuan dari dinas luar artinya dari dinas-dinas terkait dari masyarakat, dari NGO dan sebagainya eemereka saling aapa istilahnya saling berbondong” melihat dan ingin menjadikan master sebagai mitranya sebgai percontohannya ataukatakanlah untuk program” CSR nya setelah kita menjadi kan anak” kita 3. Misal di labpertama itu dengan speck yang menengahlah speck” yang di pakai buat aplikasi perkantoran atau yang ringan”.

4. Pelatihan dilakukan berapa bulan dalam satu periode? Jawab:

  Tetep sekolah tetep jalan kalo misalnya dikelasnya atau disekolahnya misal di level smp dy hanya dibatesin hanya satu semesteraja bukan berati kita berhenti di lab komputer dapat menampung mereka tapi diluar jam belajar mereka. Kalo komputer itu kan dgnadanya proyektor tembak kedepan begini caranya terus bisa meremot di komputer servernya, kalo ada yang nanya bisa diperbaiki dari komputerserver.

7. Setelah mengikuti pelatihan apakah mereka bekerja sebagai home industri, karyawan, dll? Jawab:

  Lampiran 9Hasil Wawancara Siswa Pelatihan Keterampilan Komputer Yayasan Bina Insan Mandiri “Master”Upaya Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” dalam Pemberdayaan Anak Jalanan Melalui Program Pelatihan Keterampilan Komputer di Depok, Jawa Barat Nama Informan : Chairul Jenis Kelamin Informan : Laki-lakiUmur Informan : 13 tahunTanggal Wawancara : Kamis, 26 Juni 2014Tempat Wawancara : Depan Kantor Yayasan Bina Insan Mandiri Waktu Wawancara : 17.18-18.16 WIB. Lampiran 12Hasil Wawancara Siswa Pelatihan Keterampilan Komputer Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” Upaya Yayasan Bina Insan Mandiri “Master” dalam Pemberdayaan AnakJalanan Melalui Program Pelatihan Keterampilan Komputer di Depok, Jawa Barat 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis kebutuhan dasar anak di yayasan yatim piatu Bina Yatama Kelurahan Pondok Jaya Depok
0
6
168
Effektivitas program pendidikan dan keterampilan dalam pemberdayaan anak pemulung bengkel kreativitas yayasan nanda dian nusantara Ciputat Tangerang
0
16
98
Pemberdayaan anak jalanan melalui program sekolah otonom oleh sanggar anak akar di gudang seng Jakarta timur
0
5
262
Pemberdayaan kaum dhuafa melalui program Laboratorium Skill (Lab.Skill) di Yayasan Bina Insan Mandiri Depok
4
22
87
Upaya Meningkatkan life skills anak jalanan melalui pelatihan ketrampilan otomotif bagi klien anak jalanan di social development center (SDC) Bambu Apus Jakarta Timur
0
4
113
Evaluasi hasil program pemberdayaan masyarakat kel.terhadap pengembangan ekonomi keluarga melalui pelatihan tata boga (pembuatan kue kering) di kel.Manggarai Selatan
1
5
107
Peran yayasan kumala dalam pemberdayaan anak jalanan melalui pendidikan keterampilan di kelurahan rawa badak Utara kec.Koja Jakarta Utara
0
7
73
Peran LSM humus dalam pemberdayaan anak jalanan di wilayah Pasar Proyek Bekasi Timur
2
10
100
Upaya yayasan Bina Insan Mandiri “master” dalam pemberdayaan anak jalanan melalui program pelatihan keterampilan komputer di Depok Jawa Barat
1
11
126
Tahapan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat PT. mercedes-benz distribution indonesia ciputat melalui program pelatihan ketrampilam otomotif
18
95
245
Pola komunikasi tutor terhadap anak jalanan dalam pembinaan ibadah di Yayasan Bina Insan Mandiri Depok
1
7
149
Peran Yayasan Annur Muhiyam dalam pemberdayaan ekonomi anak jalanan di bukit duri Jakarta Selatan
0
17
128
Interaksi sosial anak jalanan di rumah singgah Master yayasan Bina Insan Mandiri Depok
3
29
0
Pelayanan Sosial Anak Jalanan Di Yayasan Bina Insan Mandiri Depok
13
119
146
Implementasi pelatihan keterampilan dalam upaya pemberdayaan masyarakat: studi Kasus pelatihan keterampilan di Institut Kemandirian Dompet Duafa Kota Tangerang
1
10
123
Show more