Strategi komunikasi rumah busana ranti dalam mensosialisasikan busana islami

 2  11  101  2017-02-28 22:30:42 Laporkan dokumen yang dilanggar

LEMBAR PERYATAAN

  Lasswell yang menyatakan bahwa proses komunikasi yang unggul adalah dengan menjawab pertanyaan “Who says what in which channel to whom with what effect?” (Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa?) komunikasi ini akan berjalan lancar dan sesuai sasaran bila setiap komponen yang dikatan Lasswell dipadukan. Strategi komunikasi Rumah Busana Ranti dalammensosialisasikan busana Islami sudah terealisasikan cukup baik, hal ini terbuktiRumah Busana Ranti menjadi rumah busana muslim yang populer selama 23 tahun, dan sudah menginjak tahun ke 25 dengan banyaknya media-mediakomunikasi yang dijadikan alat paling utama dalam mensosialisasikan busana muslim, dan memiliki pegawai yang menerapkan sopan santun, ramah,dansenyum dalam melayani setiap pelanggan yang diharapkan masyarakat mendapatkan kepuasan.

KATA PENGANTAR

  Apresiasi penulis sampaikan kepada mereka yang penuh dengan keikhlasan dan kesabaran, penuh pengorbanan dan ketulusan dalam membantupembuatan skripsi ini baik itu riil maupun materiil. Orang Tua Tersayang Ngatiman , seorang bapak yang tidak pernah mengeluh dan tidak pernah berhenti untuk terus berupaya mengorbankan apapun yang ada untuk membiayai pendidikan penulis.

3. Guru dan inspirator

  Terima kasih untuk semua guruku di SDN 031 Pasir KemiluRengat yang telah berjuang keras untuk membukakan mata penulis sehingga dapat mengetahui dan membaca setiap kata yang tertulis. Untuk semua ustadz dan ustadzah di Ma’had Al-Zaytun,Indramayu, terima kasih atas segala ilmu yang tercurah kepada penulis, sehingga penulis tumbuh dalam ilmu yang benar dan berkembang pesatdalam menambah ranah ilmu pengetahuan yang lebih mendalam lagi.

4. Terimakasih kepada seluruh jajaran Universitas Islam Negeri Syarif

  Kepada seluruh jajaran management Rumah Busana Ranti yang memperjuangkan dan memberikan bahan dalam penelitian dan dalamkerampungan skripsi yang penulis tulis. Kepada sahabat terbaik Aditya (kawan terbaik, yang selalu mengarahkan dan selalu membuat penulis tersenyum, dan yang selalu menyemangatipenulis), Syarif, Roby, Bayu (sahabat terbaik, yang membuat penulis selalu ceria, suka dan sahabat yang penuh pengertian setiap penulis adamasalah, terimakasih sahabatku),Aan, Ahdian, Faisal, Budiman, Ilham, Deni, Supri, semua anak TI-B yang selalu semangat.

9. Segenap keluarga besar KKS 102 Cianten-BOGOR, Egy, Fatih, Imamul

  Semua pihak yang terlibat membantu dalam penulisan skripsi ini yang belum di tulis penulis mohon maaf, namun terima kasih penulis hanturkantiada tara. Hanya ucapan inilah yang dapat penulis berikan, semoga Allahmembalas semua kebaikan keluarga dan guru, ustadz dan ustadzah serta sahabat dan teman-teman semua yang penulis cintai.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam agama Islam berdakwah merupakan suatu tugas yang utama

  Allah menjelaskan dalam firmannya, dalam surat An-Nahl ayat 125: ☺ ☺☺ ☺ Artinya: ”Ajaklah mereka ke jalan Allah (agama islam), dengan cara bijaksana, dan nasehat yang baik, serta berdiskusi atau bertukar pikiran yang baik, bahwasannya Tuhannmu Maha Mengetahuisiapa yang sesat dan yang mendapat petunjuk dari jalanNya”. Rumah Busana Ranti yang memiliki visi “ Dari beberapa pernyataan di atas, untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Rumah Busana Ranti dalam mensosialisasikannuansa busana yang islami kepada masyarakat.

D. Metodologi Penelitian 1

  Metode PenelitianMetode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara analisis deskriptif, yaitu berdasarkan data-data yang diperoleh dan sumber-sumber tertulis mengenai pokok penelitian yang akan dibahas. Diharapkan daripendekatan ini dapat menghasilkan data yang akurat dan objektif.

2. Subjek dan Objek Penelitian

  Observasi merupakan metode yang dilakukan dengan teknik pengamatan secara langsung tentang kegiatan strategi komunikasi RumahBusana Ranti dalam mensosialisasikan busana islami Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data-data berupa media massa, buku, catatan, dan jurnal mengenai hal-hal yang akan diteliti dan dibahas yang berhubungan dengan objek penelitian. Setelah diamati setiap skripsi yang ada diPerpustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi , ditemukan beberapa judul dan objek penelitian yang sama atau hampir sama dengan yang akan diteliti,kemudian dijadikan sebagai rujukan langkah awal dalam penelitian ini.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Strategi Komunikasi 1. Pengertian Strategi Kata strategi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Strategos, yang

  Glueck bahwa strategi adalah rencana yang dipersatukan, komperhensif teringrasi yang menghubungkan keunggulanstrategi perusahaan atau lembaga terhadap tantangan lingkungnan dan yang dirancang untuk meyakinkan bahwa sasaran dasar perusahaan akan 5 dicapai dengan pelaksanaan tepat oleh organisasi itu. 10 9 Dari pernyataan yang dikemukakan oleh beberapa ahli komunikasi, dapat diambil kesimpulan, strategi adalah suatu proses perencanaan untukmencapai tujuan dengan menggunakan langkah-langkah yang jitu yang diharapkan dapat fokus dengan kekuatan-kekuatan yang ada dalam sebuahbidang tertentu, dan diharapkan untuk tujuan di jangka panjang.

2. Tahapan-Tahapan Strategi

  Implementasi strategi bertumpu pada alokasi dan pengorganisasian sumber daya yang akanditampakkan melalui penetapan struktur organisasi dan mekanisme kepemimpinan yang dijalankan bersama budaya perusahaan danorganisasi. Adanya perubahan yang ada akan menjadi suatuperubahan dalam pencapaian tujuan, begitu pula dengan faktor internal yang diantaranya strategi tidak efektif atau hasilimplementasi buruk dapat berakibat buruk pula bagi hasil yang akan dicapai.

3. Pengertian Komunikasi

  Pengertian komunikasi secara etimologi ini memberi pengertian bahwa komunikasi yang dilakukan hendaknya dengan lambang-lambangatau bahasa yang mempunyai kesamaan arti antara orang yang memberi pesan dengan orang yang menerima pesan. Komunikasi juga berarti upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan dan juga menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari parapelaku yang terlibat.

4. Pengertian Strategi Komunikasi

  Strategi komunikasi merupakan perpaduan perencanaan komunikasi (communication planning) dengan manjemen komunikasi(communication management) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang komunikan akan mempunyai kemampuan dan strategi untuk melakukan perubahan sikap, pendapat, dan tingkah laku komunikasimelalui mekanisme daya tarik, jika pihak komunikan merasa bahwa komunikator ikut serta dengannya, sehingga komunikan bersedia untuktaat pada pesan yang dikomunikasikan oleh komunikator.

5. Fungsi Strategi Komunikasi

  Dengan demikian baik secara makro (planned multimedia strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) mempunyai fungsi ganda: Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untukmemperoleh hasil yang optimal. Menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang 19 begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya .

6. Media Komunikasi

  Iklan mengajak audiens ataupembaca untuk menuruti apa yang dikehendaki iklan, contohnya membeli pasta gigi, makanan atau yang lainnya. Literatur besar dan ide-ide besar lainnya masuk dalam format majalah yang berbeda dengan buku, dapat dijangkau oleh hampir semua orang.

B. Sosialisasi Busana Islami 1. Pengertian Sosialisasi

  Sosialisasi adalah usaha untuk mengubah milik perseorangan menjadi milik umum (milik negara); proses belajar seorang anggotamasyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya; upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadidikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat; atau sosialisasi adalah : proses pemberitahuan, pengumuman secara besar-besaran, mengabarkanpada khalayak ramai tentang sesuatu yang urgent, sesuatu yang harus segera diketahui khalayak. Maka dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan,  Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain,tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, yang kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasisosial yang efektif.

2. Kategori Busana Isalmi

  Ketiga, dan yang terpenting pakaian yang disebut libasuttaqwa yang berarti pakaian yang merupakan ketaqwaan yang menyelamatkandiri, menyegarkan jiwa, membangkitkan budi pekerti dan akhlak yang mulia. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasanmereka.'" Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi:"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: 'Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.'" Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap wanita muslimah (mukminah) dan merupakantanda keimanan mereka.

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

  Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan:"Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dansekian." (HR. Muslim dari riwayat Abu Hurairah). Oleh karena itu Aisyah pernah berkata: "Yang namanya khimar adalah yang dapat menyembunyikan kulit dan rambut." Saat ini banyakdiproduksi bahan-bahan yang tipis dan berbahan lembut.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

  Tidak menyerupai pakaian pria disini, misalnya seorang muslimah memakai celana panjang yang layaknya dipakaioleh seorang laki-laki, memakai kemeja laki-laki dll. Sehingga secara psikologis terpengaruh pada pribadi pemakainya, misalnya merasasekuat pria, merasa tomboy dll.

6. Tidak menyerupai pakaian 'khas' orang kafir atau orang fasik

  Dalilnya adalah firman Allah surat Al-Hadid:16, yang berbunyi: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka sepertiorang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al- Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati merekamenjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal.43: Firman Allah "Janganlah mereka seperti..." merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakanlarangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan.

7. Memakai busana bukan untuk mencari popularitas

  Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbanggadengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dandengan tujuan riya. Tidak menyerupai perempuanDalam hadits marfu’ riwayat Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu disebutkan “ Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupaiwanita dan wanita yang menyerupai laki-aki “.(HR al Bukhori Menyerupai dalam hal ini bisa dari pakaian, perhiasan, cara berdandan, cara berbicara dan tingkah laku lainnya.

BAB II I RUMAH BUSANA RANTI DALAM MEMPOPULERKAN BUSANA ISLAMI A. Latar Belakang Sejarah Berdirinya Rumah Busana Ranti Rumah busana Ranti didirikan pada tahun 1986, nama merk dagang Ranti menjadi suatu nama yang dikenal dengan produk Busana Muslim

dengan ciri khas “Bordir” atas usaha dan kerja keras dengan dedikasi tinggi baik dari pendiri ataupun para professional staff yang berpengalamandibidangnya.

1 Sejarahnya dimulai dari Ibu Yessi Riscowati, istri dari Hefzi

  Sementara El-Yusuf dan El-Fatih adalah produk baju koko yang dipasarkan dengan cara berbeda, yaitu 2 lewat keagenan dan outlet atau di departemen store . Dewasa ini, produk Busana Ranti dapat dibeli melalui 6 showroom yang berlokasi di Jabotabek dan Bandung dan di lebih dari 22 outlet resmiyang tersebar di seluruh Indonesia dan juga terdapat di Malaysia dan Brunei Darussalam.

B. Visi dan Misi Rumah Busana Ranti

  Sebagai visi Rumah Busana Ranti adalah “Membuat semua pelanggan bangga berbusana muslim dimanapun dan kapanpun juga.” Dengan slogandakwahnya adalah “Kami adalah hamba Allah yang membantuNya dalam menebarkan kebahagiaan kepada semua pelanggan dengan berbusanamuslim”. Sedangkan misi Rumah Busana Ranti adalah “Co-operate with our client and customer to create moslem’s fashion which in line Syariah (Bersama pelanggan menciptakan busana muslim Ranti yang nyaman dan sopan sesuai dengan syariah)”.

C. Produk Penjualan Rumah Busana Ranti

  Event yang pernah dilakukan adalah event dalam rangkamenyambut Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa 15 Februari 2011 memberikan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk busanamuslim Ranti di semua store Ranti yang ada. Selain dengan bahan busana yang dipakai atau digunakan Ranti juga memberikan promo di setiap store yang ada agar pelanggan dapat meilhatantara produk dengan harga sesuai dan seimbang.

BAB IV STRATEGI KOMUNIKASI RUMAH BUSANA RANTI DALAM MENSOSIALISASIKAN BUSANA ISLAMI A. Sosialisasi Busana Islami Mengenakan busana muslim di Indonesia tidak lagi pada hari besar Islam tertentu saja dewasa ini. Beriring perkembangan bisnis dan banyaknya

  Unsur dakwah yang menunjang dan yang dapat menarik simpati pelanggan adalah beberapa artikel yang dimasukkan di dalam situsRanti yang mengandung dakwah seperti artikel “Bagaimana Menjadi OrangYang Pemaaf”, sehingga tidak dimungkiri selain pelanggan dapat mengetahui dan dapat belanja online pelanggan juga dapat menambah pengetahuan dariartikel dakwah di situs resmi Ranti. Tidak hanya melalui showroom dan online shop saja, Ranti juga memberikan keringanan atau trik yang menarik demi busana muslim dapatdiminati oleh semua kalangan yakni dengan menyelenggarakan berbagai macam promo yang dapat menarik pelanggan yakni memberikan promoseperti buy 1 get 1 free bergo , atau akan mendapatkan promo tertentu seperti di hari besar Maulid Nabi Muhammad memberikan free kerudung denganketentuan yang berlaku bagi pelanggan.

B. Strategi Rumah Busana Ranti dalam Mensosialisaikan Busana Islami

  Majalah dengan nama Ranti adalah majalah yangdidalamnya terdapat produk-produk yang disediakan oleh Ranti untuk para pelanggan sehingga dapat dengan leluasa oleh masyarakat memilih danmelihat secara visual akan produk yang dipasarkan. Ranti juga mengambil itu dengan memasukkan iklan keKoran, majalah-majalah islami, atau situs-situs yang memuat tentangIslam seperti situs www.eramuslim.co.id yang memuat Ranti dan mempromosikan Ranti sebgai pelopor busana muslim selama 23 tahunyang dimuat pada tanggal 28 April 2010.

4. To whom (siapa komunikannya)

  Secara langsung busana dengan motif yang sederhana namun indah di pandang yang Ranti gunakan sebagai penarik hati dan minatkalangan yang menjadi tujuan utama komunikator dalam hal ini adalah masyarakat. Kinerja pengelola Rumah Busana Ranti dan seluruh pegawai Ranti yang bekerja dengan giat dan bersemangat dalam menuju sebuah visi yangagung yakni mensosialisasikan dan membuat masyarkat merasa senang menggunakan busana muslim dimanapun dan kapanpun juga.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Strategi komunikasi Rumah Busana Ranti dalam mensosialisasikan busana Islami sudah dapat dikatakann berhasil, hal ini dapat dilihat dari

  Mensosialisasikan busana islami adalah bentuk komunikasi dakwah yang menuntut masyarakat peka akan busana yang seharusnya dikenakan, danRumah Busana Ranti memberikan strategi yang unik untuk memberikan kepuasan tersendiri bagi pelanggan. Beberapa faktor pendukung Rumah Busana Ranti dalam mensosialisasikan busana Islami adalah Ranti yang sudah berdiri sejak 25 tahun yang laludan memiliki 22 outlet-outlet resmi yang tersebar di Indonesia.

4. Dengan adanya Ranti diharapkan secara internal dan eksternal dapat selalu menggunakan busana muslim, karena akan terlihat lebih modis dan cantik

  Dengan berbusana muslim dan modis insya Allah tidak akan mengurangi dan menghambat dalam mencari lapangan pekerjaan. Contohnya sepertibanyaknya artis yang menggunakan pakaian muslim seperti Marissa Haque, Puput Novel dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

  Effendy, Onong U, Dimensi-Dimensi Komunikasi, Bandung: Alumni, 1981._______________, Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosadakarya, 2004._______________, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007._______________, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT. Salmah, Ismah, Strategi Dakwah di Era Milenium, Jurnal Kajian Dakwah dan   70 Steiner, George dan John Minner, Manajemen Strategik, Jakarta: Erlangga.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Strategi komunikasi rumah busana ranti dalam..

Gratis

Feedback