Pengaruh diversifikasi operasi, diversifikasi geografis dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba : studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2010-2013

Gratis

1
12
111
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH DIVERSIFIKASI OPERASI, DIVERSIFIKASI GEOGRAFIS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Consumer Goods Industry yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013) Oleh: ARIEF DARMAWAN NIM: 1111082000018 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1436 H/2015 M i DAFTAR RIWAYAT HIDUP Data Pribadi 1. Nama : Arief Darmawan 2. Tempat Tanggal Lahir : Tangerang, 01 September 1993 3. Jenis Kelamin : Laki-laki 4. Alamat : Komplek PU Pengairan No. 72 RT 03/04 Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Pasar Baru, Kota Tangerang. 5. Agama : Islam 6. Nomor Telepon : 08998312502 7. E-Mail : darmawan.arief51@yahoo.co.id Data Pendidikan Formal 1. 1999-2005 : SDN Sukasari 5 Kota Tangerang 2. 2005-2008 : SMPN 2 Kota Tangerang 3. 2008-2011 : SMAN 2 Kota Tangerang 4. 2011-2015 : Jurusan Akuntansi (Akmen), Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Pengalaman Organisasi 1. Anggota UKM FORSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2012-2014) 2. Ketua divisi sepakbola UKM FORSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (20132014) Seminar dan Workshop 1. Seminar Sosialisasi Nasional dan Diskusi Publik “Undang-Undang Ormas; Upaya Memperkuat Nasionalisme”, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013. vi 2. Seminar 4 Pilar Goes To Campus: “Sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika”, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. 3. Seminar Nasional Accounting Fair 2014: “Kredibilitas Seorang Akuntan Dalam Menghadapi Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia” Untuk Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Akuntansi Syariah, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. Kepanitiaan 1. “MAKASA Sport’s day” oleh UKM FORSA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai anggota divisi acara, 2013. vii THE EFFECT OF OPERATION DIVERSIFICATION, GEOGRAPHIC DIVERSIFICATION, AND FIRM SIZE ON EARNINGS MANAGEMENT (EMPIRICAL STUDY ON MANUFACTUR COMPANIES SECTOR CONSUMER GOODS INDUSTRY WHICH WERE LISTED IN INDONESIAN STOCK EXCHANGE FOR PERIOD ON 2010-2013) ABSTRACT This research aim to analyze the effect of operating diversification, geographic diversification, and company size on earnings management. The population in this research are sector consumer goods industry on manufacturing companies which listed in Indonesian Stock Exchange for period on 2010-2013 with sample number are 17 companies that acquired by using purposive sampling method. The method of research analysis was used multiple regression analysis with SPSS 20 program. The result showed that the operating diversification has significant effect on earnings management, geographic diversification has no significant effect on earnings management, and company size has significant effect on earnings management. Keyword: operating diversification, geographic diversification, company size, and earnings management. viii PENGARUH DIVERSIFIKASI OPERASI, DIVERSIFIKASI GEOGRAFI, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR CONSUMER GOODS INDUSTRY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2013) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh diversifikasi operasi, diversifikasi geografis, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2013 dengan sampel sebanyak 17 perusahaan yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda dengan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi operasi berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, diversifikasi geografis tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Kata kunci: diversifikasi operasi, diversifikasi geografis, ukuran perusahaan, dan manajemen laba. ix KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Segala Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karuniaNya dengan segala pengetahuan dan kekuasan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Diversifikasi Operasi, Diversifikasi Geografis, dan Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Consumer Goods Industry yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013)” dengan baik. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Skripsi ini disusun dalam rangka untuk memenuhi syarat-syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan kali ini, penulis menyampaikan terimakasih atas bantuan, saran, bimbingan, dukungan, semangat dan doa, baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini kepada: 1. Kedua orang tuaku, Bapak Herlang dan Ibu Husnawati tercinta serta kakaku Sari, yang selalu mendoakan dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Arief Mufraini Lc.,M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Bapak Hepi Prayudiawan, SE,. MM., Ak., CA selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Bapak Dr. Yahya Hamja, MM selaku Dosen Pembimbing Skripsi I yang sangat baik, selalu bersedia meluangkan waktunya untuk konsultasi, memberikan pengarahan serta motivasi yang tidak henti kepada penulis untuk menyelesaikan skrispi ini. Terima kasih atas ilmu yang telah Bapak berikan selama ini. x 5. Ibu Yusro Rahma SE.,M.Si., selaku Dosen Pembimbing Skripsi II yang telah meluangkan waktunya, memberikan pengarahan dengan baik kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 6. Seluruh Dosen yang telah memberikan ilmu kepada penulis selama menuntut ilmu yang menjadi bekal untuk penulis serta motivasi yang tidak henti diberikan kepada penulis dan karyawan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang memberikan bantuan kepada penulis. 7. Seluruh Staff Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulis dalam mengurus segala kebutuhan administrasi dan lain-lain. 8. Teman-teman Akuntansi A 2011 dan Akuntansi 2011 yang telah memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 9. Seluruh keluarga besar tim sepakbola Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang selalu memotivasi agar penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 10. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Terimakasih telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis menerima saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. Akhir kata dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca umumnya. Jakarta, Mei 2015 (Arief Darmawan) xi DAFTAR ISI Keterangan Halaman COVER DALAM . i LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI . ii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF . iii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI . iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH . v DAFTAR RIWAYAT HIDUP . vi ABSTRACT . viii ABSTRAK . ix KATA PENGANTAR. x DAFTAR ISI. xii DAFTAR TABEL . xvi DAFTAR GAMBAR. xvii DAFTAR LAMPIRAN . xviii BAB I. PENDAHULUAN. 1 xii A. Latar belakang. 1 B. Rumusan masalah. 9 C. Tujuan dan manfaat. 10 1. Tujuan Penelitian. 10 2. Manfaat Penelitian. 10 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. 12 A. Landasan Teori . 12 1. Basis Teori . 12 a. Teori Agensi . 12 2. Diversifikasi Perusahaan . 14 a. Jenis Diversifikasi . 15 b. Tujuan Diversifikasi . 19 c. Hipotesis Diversifikasi . 21 3. Ukuran Perusahaan. 22 4. Manajemen Laba . 23 B. Penelitian-penelitian Terdahulu . 28 C. Keterkaitan Antarvariabel dan Perumusan Hipotesis . 34 1. Diversifikasi Operasi dengan Manajemen Laba. 34 2. Diversifikasi Geografis dengan Manajemen Laba . 35 3. Ukuran Perusahaan dengan Manajemen Laba . 37 4. Diversifikasi Operasi, Diversifikasi Geografis dan Ukuran Perusahaan dengan Manajemen Laba . 38 D. Kerangka Pemikiran. 39 xiii BAB III. METODOLOGI PENELITIAN . 41 A. Ruang Lingkup Penelitian. 41 B. Metode Penentuan Sampel. 41 C. Metode Pengumpulan Data . 42 D. Metode Analisis Data. 43 1. Statistik Deskriptif. 43 2. Uji Asumsi Klasik . 44 3. Uji Koefisien Determinasi. 47 4. Uji Hipotesis. 47 E. Operasionalisasi Variabel Penelitian. 50 1. Diversifikasi Operasi (X1) . 51 2. Diversifikasi Geografis (X2) . 52 3. Ukuran Perusahaan (X3) . 52 4. Manajemen Laba (Y). 53 BAB IV. PENEMUAN DAN PEMBAHASAN. 57 A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian . 57 B. Hasil Uji Instrumen Penelitian . 59 1. Hasil Statistik Deskriptif . 59 2. Hasil Uji Asumsi Klasik. 61 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi . 69 4. Hasil Uji Hipotesis . 70 xiv BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN . 78 A. Kesimpulan. 78 B. Saran. 79 DAFTAR PUSTAKA . 80 DAFTAR LAMPIRAN . 83 xv DAFTAR TABEL Nomor Keterangan Halaman 2.1 Penelitian-penelitian Terdahulu. . 30 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian. . 56 4.1 Rincian Perolehan Sampel Penelitian . 58 4.2 Sampel Perusahaan Manufaktur Sektor Consumer Goods Industry. 59 4.3 Hasil Statistik Deskriptif. 60 4.4 Hasil Uji Multikolonieritas. 62 4.5 Hasil Uji Autokorelasi. 64 4.6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Uji Glejser. 66 4.7 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov. 68 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi. 69 4.9 Hasil Uji Statistik t. 70 4.10 Hasil Uji Statistik F. 75 xvi DAFTAR GAMBAR Nomor Keterangan Halaman 2.1 Kerangka Pemikiran. 40 4.1 Grafik Scatterplot. 65 4.2 Grafik P-Plot. 67 xvii DAFTAR LAMPIRAN Nomor Keterangan Halaman 1 Sampel Perusahaan Manufaktur Sektor Consumer Goods Industry. 84 2 Hasil Perhitungan Variabel Diversifikasi Operasi. 85 3 Hasil Perhitungan Variabel Diversifikasi Geografis. 86 4 Hasil Perhitungan Variabel Ukuran Perusahaan. 87 5 Hasil Perhitungan Variabel Manajemen Laba. 88 6 Hasil Statistik Deskriptif. 89 7 Hasil Uji Multikolinieritas. 89 8 Hasil Uji Autokorelasi. 89 9 Hasil Uji Heteroskedastisitas Dengan Grafik Scatterplot. 90 10 Hasil Uji Heteroskedastisitas Dengan Uji Glejser. 90 11 Hasil Uji Normalitas Dengan Grafik P-Plot. 91 12 Hasil Uji Normalitas Dengan Kolmogorov Smirnov. 91 13 Hasil Uji Koefisien Determinasi. 92 xviii 14 Hasil Uji Statistik t. 92 15 Hasil Uji Statistik F. 92 xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era globalisasi ini perkembangan perusahaan dalam berbagai bidang di Indonesia semakin pesat. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat, manajer dari tiap-tiap perusahaan dituntut cerdas dalam menerapkan strategi untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih besar. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak perusahaan yang gagal berkembang akibat tidak adanya kebijakan strategi yang baik dalam menarik pangsa pasar, sehingga menyebabkan kebangkrutan bagi perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang besar rata-rata melakukan perluasan usaha baik dari segi produk yang dihasilkan maupun jumlah perusahaannya di setiap wilayah. Perusahaan yang melakukan perluasan usahanya sering disebut perusahaan yang terdiversifikasi. Diversifikasi sendiri merupakan salah satu kebijakan strategi perusahaan yang diterapkan dengan memperluas segmen operasi dan lokasi geografis perusahaan yang jumlahnya lebih dari satu. Strategi ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Harto (2005:297) mendefinisikan diversifikasi perusahaan sebagai bentuk pengembangan usaha dengan cara memperluas jumlah segmen 1 secara bisnis maupun geografis maupun memperluas market share yang ada atau mengembangkan berbagai produk yang beraneka ragam. Sedangkan menurut Kurniasari (2014:1) diversifikasi usaha merupakan salah satu strategi yang menjadi pilihan manajer. Dengan penerapan diversifikasi usaha, manajer dapat mengajukan reward yang lebih besar, karena semakin banyak jenis usaha yang dikelola, semakin besar tingkat kompleksitas perusahaan. Penerapan diversifikasi usaha salah satunya juga bertujuan untuk memaksimumkan ukuran dan keragaman usaha, sehingga pemilik dapat memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi dari beberapa segmen usaha yang dimiliki. Selain memberikan dampak positif bagi perusahaan, strategi diversifikasi juga dianggap memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Diversifikasi dianggap dapat menimbulkan praktik manajemen laba dalam suatu perusahaan. Manajemen laba sendiri didefinisikan sebagai kewenangan manajemen tingkat atas yang mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku secara umum, yang dapat mengontrol atau mengatur laporan informasi laba kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh perputaran kas dan perputaran persediaan terhadap rentabilitas perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di bursa efek indonesia (bei)
6
114
98
Factor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia (BEI) tahun 2012-2013
2
33
71
Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap profitabilitas dana reputasi perusahaan (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia)
0
12
133
Analisis pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba (studi empiris perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI)
0
13
138
Analisis diversifikasi dan ukuran perusahaan terhadap return, resiko dan portofolio
0
10
147
Pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, manajemen laba, tipe auditor dan internal audit terhadap audit fees: studi empiris pada sektor manufaktur yang terdaftar di BEI Periode 2010-2013
0
5
145
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergantian kantor akuntan publik: studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2008-2012
1
8
137
Pengaruh perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal, discretionary accrual, dan aliran kas terhadap persistensi laba: studi empiris pada perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia
2
7
98
Pengaruh kandungan informasi komponen laporan arus kas, tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap return saham (capital gain) dan dividen tunai : studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia
0
3
121
Analisis pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek INdonesia (BEI).
1
11
115
Pengaruh model prediksi kebangkrutan, pertumbuhan perusahaan dan debt default terhadap penerimaan opini audit going concern: studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia Tahun 2008 - 2012
0
17
102
Pengaruh diversifikasi operasi, diversifikasi geografis dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba : studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor consumer goods industry yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2010-2013
1
12
111
Pengaruh ukuran kantor akuntan publik, pengungkapan auditor lain dalam laporan auditor, dan ukuran komite audit terhadap misstatement dalam laporan keuangan auditan : studi empiris pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di bursa efek Indonesia period
0
10
108
Pengaruh ukuran perusahaan, book to market, beta, earning dan financial distress terhadap subsequent return saham : pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode tahun 2009 – 2013
0
23
206
Pengaruh profitabilitas, leverage, umur, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013)
3
39
154
Show more