Analisis dan Perancangan Aplikasi Mobile Learning di Program Studi Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia

Gratis

0
12
50
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA TUGAS AKHIR

  Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir ini dikarenakan keterbatasan ilmu dan hambatan namunberkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga hambatan yang dihadapi dapat diatasi. Akhir kata, penulis berharap Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi pihak lain yang memerlukan di masa yang akan datang.

Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komunikasi dan sistem informasi khususnya pada

  Perancangan atau protoptype aplikasi dibuat dengan menggunakan modul- modul dari App Builder (pembangun aplikasi) untuk mobile yang berbasis online dan menggunakan layanan gratis (Student Version) dimana fitur yang dapat digunakan akan terbatas sesuai yang disediakan oleh pembangun aplikasi tersebut. Bab 5 Desain Fisik dan Integrasi Berisikan tahap mendesain awal dari tampilan dan struktur menu dari aplikasi mobile learning dimana struktur dan desain aplikasi disesuaikan dengan hasilanalisis yang telah dilakukan pada tahap analisis persyaratan dan barasan.

2.1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

  Globalisasi telah memicu pendidikan untuk dapat berkembang dan memasuki tahap yang lebih sistematis dan efisien. Indrayani (2007) mengutip dari Tony Bates (1995) dalam buku berjudul“Technology, Open Learning and Distance Education” mengatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijakuntuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.

2.2. Electronic Learning

  Pengguna yang memilikikomputer dan telah terkoneksi dengan jaringan internet dapat langsung menggunakan layanan e-learning yang telah disediakan oleh sekolah atauuniversitas. Pemanfaatan e-learning juga harus didukung dengan sumber daya yang dapat mengelola dengan baik pelayanan yang akan dibangun.

2.3. Mobile Learning Mobile learning merupakan perkembangan dari teknologi informasi e-learning

  Banyak yang mengembangkan metode pembelajaran yangberbeda dari e-learning karena m-learning mengkombinasikan penggunaan Penyesuaian m-learning disesuaikan dengan penggunaan telepon genggam yang sangat fleksibel karena perangkat telepon genggam mudah dibawa kemanapundan informasi yang diinginkan dapat diakses kapanpun. Classroom Mobile learning ini dibuat sebagai pengganti pertemuan di kelas antara pihak yang diajar dan pengajar dan aktivitas di dalam kelas dapat dialihkan ke dalam perangkat mobile learning.

2.4.2. FAST (Framework for The Application of Sistem Thinking)

  FAST menjelaskan langkah-langkah dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi berdasarkan permasalahan, kesempatan atau peluang, hambatan yang ada, danberbagai kebutuhan sehingga pada akhirnya dapat diusulkan perbaikan dan untuk sistem yang akan dikembangkan. Beberapa langkah untuk menjawab pertanyaan tersebut antaralain dengan mendefinisikan lingkup proyek, masalah, kesempatan atau peluang, dan perintah yang diterima untuk memicu proyek yang akan dijalankan.

2.4.2.3. Analisis Persyaratan (Requirement Analysis) Definisi, prioritas, dan persyaratan bisnis terdapat pada fase analisis persyaratan

  Peneliti atau analis mendekati pengguna sistem dan mencari tahu apa saja yang mereka perlukan dan butuhkan dari sistem baru yang akan dikembangkan. Persyaratan yang telah dikumpulkan dari pengguna kemudian disusun dalam sebuah prioritas dengan tujuan jika jadwal proyek sempit, prioritas persyaratandapat dijadikan ruang lingkup proyek dan dapat dijadikan untuk mendefinisikan ulang desain dan konstruksi untuk versi bertahap produk sistem.

2.4.2.4. Desain Logis (Logical Design)

  Use case diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan berbagai macam interaksi anatara aktivitas, dan pelaku yang terdapat di dalam sebuah sistem. Analisis Keputusan (Decision Analysis) Persyaratan dari sebuah sistem yang akan kita buat dapat digunakan untuk menentukan alternatif-alternatif yang mungkin dapat digunakan misalnya basiskomputer atau teknologi.

2.4.2.6. Desain dan Intregasi Fisik (Physical Design and Integration)

  Beberapa persyaratan bisnis memang sudah tergambar pada fase desain logis yang Perbedaan desain fisik dengan desain logis adalah desain fisik mewakili solusi teknik dengan spesifik sedangkan desain logis masih secara eksklusif berurusandengan persyaratan bisnis yang terpisah dari solusi teknis. Desain dengan prototyping (pembuatan prototype)Aplikasi atau subsistem yang tidak lengkap tetapi dapat berfungsi dan disempurnakan berdasarkan umpan balik dari para pengguna dan pembuatsistem lain.

2.4.2.7. Konstruksi dan Pengujian (Construction and Testing)

  Fase konsruksi dan pengujian akan menghasilkan sebuah sistem fungsional yang telah siap untuk diaplikasikan atau diimplementasikan. Membangun dan menguji sebuah sistem yang telah dibangun sesuai dengan persyaratan dan spesifikasi.

2.4.2.8. Instalasi dan Pengiriman (Instalation and Delivery)

  Fase instalasi dan pengiriman memiliki peran dalam mengirimkan sistem ke dalam operasi serta menyediakan transisi yang halus dari sistem lama ke sistembaru guna membantu para pengguna dalam menghadapi proses permulaan yang mudah. Dengan kata lain proses instalasi dan pengiriman melibatkan para pengguna atau orang-orang yang akan menggunakan sistem final dan membantu dalam dokumentasi.

3.1. Flow Chart Pemecahan Masalah

Mulai Studi LiteraturIdentifikasi Masalah Tujuan Penelitian Penyebaran Kuesioner Analisis Persyaratan dan Batasan Sistem: Gambar 3.1. Flow Chart Pemecahan Masalah

3.2. Langkah-langkah Pemecahan Masalah

  Identifikasi masalah disertai dengan studi literatur mengenai teori yang bersangkutan dengan permasalahan yang ada seperti desain dan perancangansistem informasi, penelitian pasar, e-learning, mobile learning, dan materi mengenai perangkat yang digunakan untuk membuat aplikasi. Analisis Persyaratan dan Batasan SistemLangkah analisis sistem menggunakan metode FAST yang dimulai dari mengumpulkan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam membuat aplikasipembelajaran mobile learning yang akan digunakan untuk mahasiswa teknik industri unikom.

Bab 7 Kesimpulan dan Saran

7.1. Kesimpulan

  Persyaratan yang diperlukan untuk merealisasikan implementasi aplikasi mobile learning untuk menjadi media informasi dan media pembelajaran sudah terpenuhi dilihat dari penggunaan berbagai media internet yang sangat sering dan kepemilikan spesifikasi telepon genggam yang sudah berbasisandroid. Pemanfaatan mobile learning pada telepongenggam yang telah dimiliki oleh mahasiswa dan dosen ini merupakan peluang yang baik dalam menunjang aktivitas perkuliahan seiring denganperkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di bidang pendidikan yang sudah semakin banyak digunakan.

Bab 1 Pendahuluan Perkembangan teknologi komunikasi dan sistem informasi khususnya pada penggunaan

  Perangkat lunak pada telepon genggam juga mengalami perkembangkan dari tampilan yang hanya terdiri dari tulisan saja dengan menu yang sangat sederhana, sekarang telahbanyak perubahan seperti visual grafis yang lebih menarik ditambah dengan simbol, logo, dan gambar bergerak atau animasi. Kehadiran telepon genggam dan media elektronik lain di kalangan mahasiswa menawarkan berbagaimacam aplikasi, fasilitas dan fitur dalam hal penyediaan media informasi dengan mudah dan cepat dalam mendukung aktivitas pendidikan dan pembelajaran.

1 Pada tahun 2000, e-learning berkembang dan bertransformasi menjadi mobile learning

  Indrayani (2007) mengutip dari Tony Bates (1995) dalam buku berjudul “Technology,Open Learning and Distance Education ” mengatakan bahwa teknologi dapatmeningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Pengguna yang memiliki komputer dan telah terkoneksi dengan jaringan internet dapat langsung menggunakan layanan e-learning yang telah disediakan oleh sekolah atau universitas.

2.3. Mobile Learning

  Pengelolaan yang baik akan menimbulkan efekyang positif dan sebaliknya pemanfaatan yang tidak dikontrol dapat menimbulkan efek Mobile learning diharapkan dapat menyediakan materi pembelajaran yang dapatmeningkatkan efisiensi di masa yang akan datang. FAST ( Framework for The Application of Sistem Thinking)FAST menjelaskan langkah-langkah dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi berdasarkan permasalahan, kesempatan atau peluang, hambatan yang ada, dan berbagaikebutuhan sehingga pada akhirnya dapat diusulkan perbaikan dan untuk sistem yang akan dikembangkan.

4. Pembahasan

  Fase Analisis Persyaratan ( Requirement Analysis)Sebuah analisis persyaratan sistem adalah menganalisis apa saja yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna dari sebuah sistem yang akan dibuat sehinggamasalah mengenai kurangnya informasi yang didapatkan mahasiswa dapat diminimalisir. Tidak semua keinginan dari responden yang akan menjadi pengguna dapat direalisasikan dalam aplikasi mobile learning ini karena walaupun aplikasi yang akan dibuat saat inihanya di dalam lingkungan teknik industri unikom tetap ada beberapa batasan seperti privasi yang harus tetap dijaga.

4.5. Fase Analisis Keputusan ( Decision Analysis)

  Fase analisi keputusan pada penelitian ini adalah teknologi apa yang sesuai digunakan dalam perancangan aplikasi mobile learning dan dapat mengimplementasikan modeldesain yang telah dibuat sebelumnya. Pada penelitian kali ini peneliti akanmembandingkan beberapa buah software yang dapat digunakan untuk membuat mobilelearning dan nanti akan dipilih salah satu untuk membuat prototype aplikasi mobile learning yang dijadikan usulan di program studi teknik industri.

5. Desain Fisik dan Integrasi

5.1. Arsitektur Aplikasi

  Aplikasi mobile learning yang akan diusulkan tentu memiliki fitur-fitur yang disediakan dalam sebuah pilihan menu utama saat kita menggunakan aplikasi ini. Pada menu terdapat submenu yang berisi fitur-fitur yang telah disesuaikan dengan persyaratan di awal langkah analisis persyaratan dan batasan sistem.

6. Implementasi 1. Fase Konstruksi

  Pada tahap konstruksi ini kita sudah mulai mendesain aplikasi dengan menggunakan aplikasi builder yang telah diputuskan pada fase analisis keputusan yaitu menggunakanAppClay. Fitur yang akan ditampilkan di dalam aplikasi akan didesain sesuai dengan peruntukannya.

6.2. Fase Pengujian

  Di bawah ini merupakan langkah-langkah dalam penginstalasian aplikasi mobile learning yang telah dibuat dengan menggunakanappbuilder AppClay. Publikasi dapatdilakukan dengan menggunakan berbagai media elektronik dan social yang sekarang ini sudah sering digunakan seperti dalam website pribadi, media informasi grup dalam mediasocial facebook, dan lebih jauh lagi dapat juga melakukan pendaftaran aplikasi di googleplay (App Store) yang menjadi pusat berbagi aplikasi untuk android 7.

1. Persyaratan yang diperlukan untuk merealisasikan implementasi aplikasi mobile

  Pemanfaatan mobile learning pada telepon genggam yang telah dimiliki oleh mahasiswa dan dosen ini merupakan peluang yang baik dalam menunjang aktivitasperkuliahan seiring dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di bidang pendidikan yang sudah semakin banyak digunakan. Berbagai macam persyaratan dan batasan yang telah peneliti dapatkan dan analisis dapat menjadi acuan atau referensi dalam pengembangan aplikasi mobile learningpada tahap selanjutnya di masa yang akan datang.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Buku Pedoman Program Studi Teknik Industri
0
31
38
Analisis dan Perancangan Aplikasi Mobile Learning di Program Studi Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia
0
12
50
Analisis kinerja proses pembelajaran dengan metode procused quality management (studi kasus di Program Studi Teknik Industri Universtias Komputer Indonesia Bandung)
0
38
53
Perancangan Strategi Business Intelligence Untuk Kinerja Mahasiswa di Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
0
8
100
Sistem Informasi Validasi Proposal Penelitian Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia
0
11
51
Prosedur pendaftaran anggota baru dan peminjaman buku di Perpustakaan Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia : laporan kerja praktek
0
8
1
Sistem Informasi Eksekutif Akademik Pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
1
7
21
Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Di Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia
0
3
1
Analisis kinerja proses pembelajaran dengan metode procused quality management (studi kasus di Program Studi Teknik Industri Universtias Komputer Indonesia Bandung)
0
5
1
Strategi Pengembangan Laboratorium Program Studi Teknik Industri di Universitas Al Azhar Indonesia
1
1
15
Program Studi Teknik Industri
0
0
99
Program Studi Teknik Industri
0
0
35
Program Studi Teknik Industri
0
0
53
Program Studi Teknik Industri
0
0
49
Yohana Very Beauty Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Email: yohanaverybgmail.com Rahmaniyah Dwi Astuti Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret niyah22gmail.com ABSTRAK - PERBAIKAN MET
0
1
8
Show more