Pengembangan Sistem Pemeliharaan Mesin Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure And Mode Effect Analysis (FMEA) Pada Pabrik Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri

 5  89  124

dokumen informasi

APLIKASI BUSINESS PROCESS REENGINEERING UNTUK PENINGKATAN FUNGSI SALES AND MARKETING PADA PT. ABDI WIBAWA PRESS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh MICHELSON THEDDY 080403116 DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 Universitas Sumatera Utara APLIKASI BUSINESS PROCESS REENGINEERING UNTUK PENINGKATAN FUNGSI SALES AND MARKETING PADA PT. ABDI WIBAWA PRESS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh MICHELSON THEDDY 080403116 Disetujui Oleh : Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II (Prof.Dr.Ir. Humala L.Napitupulu, DEA) (Khalida Syahputri, ST. MT.) DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana ini. Tugas Sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Industri, khususnya program studi Reguler Strata Satu, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Penulis melaksanakan penelitian di PT. Abdi Wibawa Press yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media cetak (Koran) yang sedang berkembang di Kota Medan. Judul Tugas Sarjana yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Aplikasi Business Process Reengineering Untuk Peningkatan Fungsi Marketing and Sales Pada PT. Abdi Wibawa Press”. Tujuan penelitian ini adalah untuk rekayasa ulang proses bisnis untuk menghasilkan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. Penulis menyadari bahwa Tugas Sarjana ini belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan proposal ini. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua Medan, Agustus 2015 Penulis, (Michelson Theddy) Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMAKASIH Segala puji dan syukur penulis ucapkan yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan dan mengikuti pendidikan di Departemen Teknik Industri USU serta telah membimbing penulis selama masa kuliah dan penulisan laporan Tugas Sarjana ini. Dalam penulisan Tugas Sarjana ini penulis telah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, baik berupa materil, spiritual, informasi maupun administrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT. selaku Ketua Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, yang telah memberi izin pelaksanaan Tugas Sarjana. 2. Bapak Prof. Dr. Ir. Humala L.Napitupulu, DEA selaku Dosen Pembimbing I atas waktu, bimbingan, pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana. 3. Ibu Khalida Syahputri, ST. MT. selaku Dosen Pembimbing II atas waktu, bimbingan, pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana. 4. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT. dan Ibu Ir. Elisabeth Ginting, MSi. selaku Dosen Pembanding I dan II atas masukan yang di diberikan kepada penulis dalam penyempurnaan Tugas Sarjana. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Ir. Mangara M. Tambunan, MSc. selaku koordinator Tugas Akhir dan Kepala Laboratorium Komputasi atas pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana. 6. Bapak Erickliyono, S.Sos, S.Kom selaku pembimbing lapangan di PT. Abdi Wibawa Press yang telah mengizinkan serta membantu penulis melakukan penelitian dan membantu penulis dalam pengumpulan data. 7. Kedua orangtua penulis yang tiada hentinya mendukung penulis baik secara moril maupun materil sehingga laporan ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari tidak dapat membalas segala kebaikan dan kasih sayang dari keduanya, oleh karena itu izinkanlah penulis memberikan karya ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada kedua orang tua tercinta. 8. Stephenson Theddy, Felicia Theresa, Vivi Novati, dan Intan Permata Sari yang selalu mendukung, memotivasi, dan membantu penulis dalam pengerjaan laporan tugas sarjana. 9. Bang Nurmansyah, Bang Mijo, Kak Dina, Kak Ani, dan Bang Ridho atas bantuan dan tenaga yang telah diberikan dalam memperlancar penyelesaian Tugas Sarjana. 10. Rekan-rekan asisten Laboratorium Komputasi: Jhonli, William, Binsar, Efraim, Jessica, Grace, Melisa, Robby, Calvin, Putra, Marco, Aven, Mayang, Ivana, Vita, Puja, Steven, Bryan, Josep, Aska, Melisa, Jevi, dan Inka yang mendukung penulis dalam menyelesaikan Tugas Sarjana. Universitas Sumatera Utara 11. Rekan-rekan mahasiswa Teknik Industri USU 2008 atas dukungan dan kerjasama yang baik atas bantuan dan masukan serta motivasi yang diberikan kepada penulis. 12. Seluruh pihak yang tidak dapat dituliskan satu per satu, namun telah memberikan dukungan, bantuan, dan inspirasi yang sangat berharga. Medan, Agustus 2015 Penulis Michelson Theddy Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI BAB HALAMAN LEMBAR JUDUL . i LEMBAR PENGESAHAN . ii SERTIFIKAT TUGAS SARJANA. iii KATA PENGANTAR . iv UCAPAN TERIMA KASIH. v DAFTAR ISI. vii DAFTAR TABEL. xii DAFTAR GAMBAR . xiii DAFTAR LAMPIRAN . xv ABSTRAK . xvi I PENDAHULUAN . I-1 1.1. Latar Belakang Masalah. I-1 1.2. Perumusan Masalah . I-3 1.3. Tujuan Penelitian . I-3 1.4. Batasan dan Asumsi Penelitian . I-4 1.5. Manfaat Penelitian . I-5 1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir . I-5 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN . II-1 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan. . II-1 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha . II-1 2.3. Lokasi Perusahaan . II-2 2.4. Daerah Pemasaran . II-2 2.5. Organisasi dan Manajemen Perusahaan. II-2 III LANDASAN TEORI . III-1 3.1. Defenisi Proses. III-1 3.2. Proses Bisnis . III-2 3.2.1. Defenisi Proses Bisnis. III-2 3.2.2. Tipe Proses Bisnis. III-3 3.3. Business Process Reengineering. III-5 3.3.1. Metodologi Business Process Reengineering . III-8 3.3.2. Peranan Teknologi Informasi. III-11 3.4. Pemahaman Mengenai Sistem Informasi dan Teknologi Informasi . III-12 3.4.1. Konsep Dasar Sistem Informasi. III-12 3.4.2. Konsep Dasar Teknologi Informasi . III-13 3.5. Media Cetak . III-14 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN 3.6. Iklan . III-16 3.6.1. Pengertian Iklan . III-16 3.6.2. Fungsi Iklan . III-16 3.6.3. Manfaat Iklan . III-18 IV METODOLOGI PENELITIAN . IV1 4.1. Jenis Penelitian. IV-1 4.2. Lokasi Penelitian dan Jadwal Penelitian. IV-1 4.3. Kerangka Konseptual. IV-1 4.4. Variabel Penelitian. IV-2 4.5. Langkah-langkah Metodologi Penelitian . IV-3 4.5.1. Perumusan Masalah . IV-3 4.5.2. Tujuan Penelitian . IV-3 4.5.3. Studi Literatur . IV-4 4.5.4. Kerangka Konseptual Penelitian. IV-4 4.5.5. Pengumpulan Data . IV-4 4.5.6. Analisis Proses Bisnis . IV-5 4.5.7. Business Process Reengineering. IV-5 4.5.8. Pembahasan. IV-7 Universitas Sumatera Utara 4.5.9. Kesimpulan dan Saran . IV-7 DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN V PENGUMPULAN DATA. V-1 5.1. Proses Aktual . V-1 5.1.1. Proses Penjualan Surat Kabar . V-1 5.1.2. Proses Pemasangan Iklan . V-8 VI BUSINESS PROCESS REENGINEERING . VI-1 6.1. Tahapan Pelaksanaan Business Process Reengineering . VI-1 6.2. Output Pelaksanaan Business Process Reengineering. VI-3 6.2.1. Persiapan Reengineering. VI-3 6.2.2. Mempelajari dan Menganailisi Proses yang Ada. VI-4 6.2.3. Merancang Proses yang Baru. VI-9 6.2.3.1. Rancangan Database . VI-10 6.2.3.2. Rancangan Program Desktop . VI-13 6.2.3.3. Rancangan Jaringan Wireless. VI-19 6.2.3.4. Rancangan Proses Bisnis Baru. VI-30 6.2.3.4.1. Rancangan Proses Bisnis Penjualan Koran yang Baru . VI-31 6.2.3.4.2. Rancangan Proses Bisnis Pemasangan Iklan yang Baru. VI-35 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI (LANJUTAN) BAB HALAMAN 6.2.4. Implementasi Proses yang Baru. VI-42 6.2.4.1. Implementasi Proses Bisnis Penjualan Surat Kabar yang Baru . VI-42 6.2.4.2. Implementasi Proses Bisnis Pemasangan Iklan yang Baru. VI-43 VII PEMBAHASAN . VII-1 7.1. Pembahasan Proses Bisnis . VII-1 7.1.1. Proses Bisnis Penjualan Surat Kabar . VII-1 7.1.2. Proses Bisnis Pemasangan Iklan . VII-2 VIII KESIMPULAN DAN SARAN . VIII-1 8.1. Kesimpulan . VIII-1 8.2. Saran . VIII-2 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL TABEL HALAMAN 3.1. Metodologi Business Process Reengineering. III-9 5.1. Sistem Penjualan Surat Kabar Aktual. V-2 5.2. Proses Penjualan Surat Kabar Aktual . V-6 5.3. Sistem Pemasangan Iklan Aktual . V-9 5.4. Proses Pemasangan Iklan Aktual. V-15 6.1. Project Framework Statement . VI-3 6.2. Realisasi Visi, Nilai, dan Tujuan . VI-9 6.3. Spesifikasi BLUE LINK R38N . VI-21 6.4. Sistem Penjualan Surat Kabar yang Baru . VI-32 6.5. Sistem Pemasangan Iklan yang Baru. VI-37 6.6. Proses Penjualan Surat Kabar yang Baru . VI-42 6.7. Proses Pemasangan Iklan yang Baru . VI-43 7.1. Simulasi Penjualan Surat Kabar Sebelum BPR . VII-1 7.2. Simulasi Penjualan Surat Kabar Setelah BPR . VII-2 7.3. Simulasi Pemasangan Iklan Sebelum BPR. VII-3 7.4. Simulasi Pemasangan Iklan Setelah BPR . VII-3 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR GAMBAR HALAMAN 2.1. Struktur Organisasi PT. Abdi Wibawa Press. . II-4 4.1. Kerangka Konseptual. . IV-2 4.2. Blok Diagram Metodologi Penelitian . IV-8 5.1. Diagram Proses Penjualan Surat Kabar Aktual . V-4 5.2. Diagram Proses Pemasangan Iklan Aktual . V-12 6.1. Cause and Effect Diagram Proses Bisnis Aktual. VI-4 6.2. Tabel Customer Koran . VI-11 6.3. Tabel Customer Iklan. VI-11 6.4. Tabel Iklan . VI-12 6.5. Tabel Data Karyawan. VI-12 6.6. Relationship pada Tabel. VI-13 6.7. Form Sign In . VI-14 6.8. Form New Member . VI-14 6.9. Form Menu Customer . VI-15 6.10. Form Customer Koran . VI-15 6.11. Form Koran Keuangan. VI-16 6.12. Form Koran Distribusi . VI-16 6.13. Form Customer Iklan . VI-17 6.14. Form Iklan Keuangan . VI-17 6.15. Form Iklan Produksi . VI-18 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR (LANJUTAN) GAMBAR HALAMAN 6.16 Form Data Iklan . VI-18 6.17. Form Data Iklan Produksi. VI-19 6.18. Denah Ruang Server . VI-21 6.19 BLUE LINK R38N . VI-21 6.20. Status Wireless Router . VI-22 6.21. Setup Wizard BLUE LINK R38N. VI-22 6.22. Operation Mode . VI-23 6.23. Time Zone Setting. VI-24 6.24. LAN Interface Setup . VI-24 6.25. WAN Interface Setup . VI-25 6.26. Wireless Basic Setting . VI-25 6.27. Wireless Security Setting. VI-26 6.28. Wireless Card PCI SLOT Linksys . VI-27 6.29. Wireless Network Connection Status . VI-28 6.30. Wireless Network Connection Property. VI-28 6.31. Internet Protocol (TCP/IPv4) Properties. VI-29 6.32. Denah Nirkabel PT. Abdi Wibawa Press. VI-30 6.33. Diagram Proses Penjualan Surat Kabar yang Baru. VI-34 6.34. Diagram Proses 7. Diagram Sebab dan Akibat (Cause and Effect Diagram) Diagram sebab akibat adalah suatu diagram yang menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat. Diagram ini digunakan untuk menganalisis persoalan dan faktor yang menimbulkan persoalan tersebut. Dengan demikian, diagram tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan sebab-sebab suatu persoalan. Berkaitan dengan proses statistikal, diagram sebab akibat dipergunakan untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) dan karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab itu. Diagram sebab akibat sering juga disebut Ishikawa Diagram karena pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1943. Pada dasarnya diagram sebab akibat dapat dipergunakan untuk kebutuhan- kebutuhan seperti: V-59 a. Untuk menyimpulkan sebab-sebab variasi dalam proses. b. Membantu mengidentifikasi akar penyebab dari masalah. c. Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi masalah. d. Untuk memberikan petunjuk mengenai macam-macam data yang dikumpulkan. e. Membantu dalam penyelidikan fakta lebih lanjut. Langkah – langkah dalam pembuatan diagram sebab akibat, yaitu: a. Menentukan dahulu apa yang menjadi masalah atau penyimpangan yang penting dan mendesak untuk diselesaikan. Teknik menentukan masalah bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti digram pareto, distribusi frekuensi dan peta kontrol. b. Tuliskan pernyatan masalah itu pada kepala ikan, yang merupakan akibat. Tuliskan pada sisi sebelah kanan dari kertas, kemudian gambarkan tulang belakang (anak panah dari kiri ke kanan) dan tempatkan pernyataan masalah itu dalam kotak. c. Tuliskan faktor-faktor penyebab utama yang menimbulkan masalah sebagai tulang besar (yang ditulis hanyalah kemungkinan yang bersifat garis besar). d. Jabarkan secara lebih rinci (penyebab sekunder), dinyatakan sebagai tulang-tulang berukuran sedang lalu tulang-tulang berukuran kecil sebagai penyebab-penyebab tersier. V-60 e. Tentukan item-item yang penting dari setiap faktor dan tandailah faktorfaktor penting tertentu yang kelihatannya memiliki pengaruh nyata terhadap masalah utama. f. Periksa apakah tiap item dalam diagram mempunyai hubungan sebab dan akibat secara signifikan. Contoh dari diagram sebab dan akibat dapat dilihat pada Gambar 3.5 Gambar 3.5 Diagram Sebab Akibat 3.4 FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) merupakan proses yang sistematis untuk mengidentifikasi potensi kegagalan yang akan timbul dalam proses dengan tujuan untuk mengeliminasi atau meminimalkan resiko kegagalan produksi yang akan timbul. Penggunaan FMEA diperkenalkan pertama sekali pada tahun 1920. Namun pendokumentasian pertama dilakukan sejak tahun 1960 oleh National Aeronautics Space Agency (NASA). Tujuannya untuk memperbaiki reliabilitas peralatan militer. Tujuan utama dari FMEA adalah untuk menemukan dan memperbaiki permasalahan utama yang terjadi pada setiap tahapan dari V-61 desain dan proses produksi untuk mencegah produk yang tidak baik sampai ke tangan pelanggan, yang dapat membahayakan reputasi dari perusahaan. Konsep FMEA adalah sebagai alat perencanaan kualitas untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi potensi kegagalan atau kerusakan. FMEA juga mengidentifikasi kegagalan (kemungkinan, mekanisme, pengaruh, mode deteksi, kemungkinan pencegahan). Penerapan FMEA yang baik, bisa mencegah suatu masalah. Mencegah suatu masalah akan jauh lebih baik dan efektif daripada mengatasi masalah setelah masalah tersebut terjadi. Selain bermanfaat sebagai alat analisis potensi kegagalan, FMEA juga berfungsi sebagai alat transfer knowledge untuk generasi mendatang. Kegagalan yang pernah terjadi akan direkam dalam FMEA. Dengan sistem ini, generasi mendatang bisa belajar dari kesalahan pendahulu mereka. Arti FMEA secara harafiah adalah : 1. Failure yaitu prediksi kemungkinan kegagalan atau cacat 2. Mode yaitu penentuan mode kegagalan 3. Effect yaitu identifikasi pengaruh tiap komponen terhadap kegagalan 4. Analysis yaitu tindakan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap penyebab FMEA digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik proses atau desain kritis yang memerlukan pengendalian khusus untuk mencegah atau mendeteksi failure mode. Peran FMEA antara lain: 1. Mengevaluasi sistematis produk dan proses. 2. Pembuktian kegagalan, identifikasi kegagalan. 3. Dokumentasi potensial untuk produk atau proses yang tidak memenuhi syarat. V-62 Kegunaan FMEA adalah: 1. Meningkatkan kualitas, reliability, dan keamanan dari produk/servis /machinery dan proses. 2. Meningkatkan company image dan daya saing. 3. Meningkatkan kepuasan konsumen (customer satisfaction). 4. Mengurangi waktu dan biaya untuk pengembangan produk (support integrated product development). 5. Menyiapkan dokumentasi aksi yang perlu dilakukan untuk mereduksi resiko. 6. Mengurangi tingkat kegagalan dan garansi setelah produk berada di tangan pelanggan. FMEA terdiri dari beberapa jenis, antara lain sebagai berikut: a. Process: berfokus pada analisa proses manufaktur dan assembly b. Design: berfokus pada analisa produk sebelum proses produksi c. Concept: berfokus pada analisa sistem atau subsistem dalam tahap awal desain konsep. d. Equipment: berfokus pada analisa desain mesin dan perlengkapan sebelum melakukan pembelian. e. Service: berfokus pada analisa jasa dari proses industri jasa sebelum diluncurkan ke pelanggan. f. System: berfokus pada analisa fungsi sistem secara global. g. Software: berfokus pada analisa fungsi software. Pada FMEA proses, FMEA digunakan untuk menghilangkan kegagalan yang disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam variabel proses, misal kondisi V-63 diluar batas-batas spesifikasi yang ditetapkan seperti ukuran yang tidak tepat, tekstur dan warna yang tidak sesuai, ketebalan yang tidak tepat, dan lain-lain. Tahapan pembuatan FMEA secara umum yaitu: 1. Penentuan mode kegagalan yang potensial pada setiap proses 2. Penentuan dampak/efek kegagalan potensial Dampak kegagalan potensial adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu kegagalan terhadap konsumen. 3. Penentuan Nilai Severity (S) Severity adalah peringkat yang menunjukkan tingkat keseriusan efek dari suatu mode kegagalan. Severity berupa angka 1 hingga 10, di mana 1 menunjukkan keseriusan terendah (resiko kecil) dan 10 menunjukkan tingkat keseriusan tertinggi (sangat beresiko). Kriteria severity dapat dilihat pada Tabel 3.1 Tabel 3.1 Severity of Effect dalam FMEA Process Effect Tidak Ada Sangat Minor Minor Sangat Rendah Rendah Severity of Effect for FMEA Rating Bentuk kegagalan tidak memiliki pengaruh Gangguan sangat minor pada lini produksi Hanya sebagian kecil yang di-rework dan sisanya sudah baik Pelanggan yang jeli menyadari defect tersebut Gangguan minor pada lini produksi Hanya sebagian kecil yang di-rework dan sisanya sudah baik Sebagian pelanggan menyadari defect tersebut Gangguan minor pada lini produksi Sebagian besar menjadi scrap, dan sisanya sudah baik Kemungkinan produk dikembalikan oleh konsumen Gangguan minor pada lini produksi 1 2 3 4 5 V-64 Sedang Tinggi Sangat Tinggi Berbahaya dengan peringatan 100% produk harus di-rework Gangguan minor pada lini produksi Sebagian besar menjadi scrap, sisanya dapat disortir (apakah sudah baik atau rework) Gangguan minor pada lini produksi Sebagian besar menjadi scrap, sisanya dapat disortir (apakah sudah baik atau rework) Pelanggan tidak puas Gangguan major pada lini produksi 100% produk harus disortir Pelanggan tidak puas Dapat membahayakan operator mesin Kegagalan dapat mempengaruhi keamanan operasional produk atau tidak sesuai dengan peraturan pemerintah Kegagalan akan terjadi dengan didahului peringatan 6 7 8 9 Dapat membahayakan operator mesin Berbahaya tanpa adanya peringatan Kegagalan dapat mempengaruhi keamanan operasional produk atau tidak sesuai dengan peraturan pemerintah Kegagalan akan terjadinya tanpa adanya 10 peringatan terlebih dahulu (Sumber : Dyadem Engineering Corporation. 2003. Guidelines for Failure Mode and Effects Analysis, For Automotive, Aerospace and General Manufacturing Industries. Kanada: CRC Press) 4. Identifikasi Penyebab Potensial dari Kegagalan Penyebab kegagalan yang potensial adalah penyebab potensial yang dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan. 5. Penentuan Nilai Occurrence (O) Occurrence adalah ukuran seberapa sering penyebab potensial terjadi. Nilai occurrence berupa angka 1 sampai 10, di mana 1 menunjukkan tingkat kejadian rendah atau tidak sering dan 10 menunjukkan tingkat kejadian sering. Nilai occurrence dapat ditentukan berdasarkan jumlah kegagalan atau angka V-65 Ppk (performance index) yaitu angka yang diperoleh dari perhitungan statistik yang menunjukkan performance atau capability suatu proses dalam menghasilkan produk sesuai 9,51 14,10 4,42 1440,00 7,96 59,87 65,08 2880,00 14,21 4,23 1440,00 7,99 59,95 64,79 2880,00 14,39 4,43 1440,00 8,04 60,24 64,58 2880,00 14,43 49,35 19,10 18,27 4,25 14,46 49,71 19,20 18,35 4,13 14,36 49,39 19,32 18,34 4,35 7 8 9 10 9,57 9,43 9,20 9,61 14,32 14,40 14,45 14,39 4,38 4,31 4,17 4,25 1440,00 1440,00 1440,00 1440,00 8,00 7,89 8,03 8,07 60,03 60,17 59,69 60,25 64,85 64,53 64,91 64,66 2880,00 2880,00 2880,00 2880,00 14,43 49,49 19,12 18,24 4,17 14,77 49,29 19,18 18,47 4,23 14,52 49,47 19,07 18,44 4,29 14,62 49,41 19,23 18,38 4,31 Universitas Sumatera Utara Work Center I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII Waktu Siklus Trafo 100 KVA, 3Ø di Setiap Proses Proses Pemotongan Silicon Steel Penggulungan Inti Trafo Penimbangan Berat Inti Pemanggangan Inti Pengujian Rugi-rugi Inti Penggulungan Kumparan Pemasangan Koneksi Pengeringan Trafo Pemasangan Terminal, Casing Pengujian Turn Ratio Test Pengisian Minyak Routing Test Finishing WaktuSiklus(menit) 1234 10,66 10,16 10,54 10,45 20,09 5,42 20,16 5,36 20,10 5,40 20,16 5,48 1440,00 1440,00 1440,00 1440,00 10,41 100,85 119,05 2880,00 10,33 100,55 119,19 2880,00 10,30 100,51 118,74 2880,00 10,62 100,58 119,05 2880,00 16,62 16,37 16,52 16,77 51,66 20,32 51,43 20,10 51,62 20,12 51,35 20,25 20,47 4,32 20,38 4,19 20,34 4,07 20,37 4,19 5 10,68 20,07 5,39 1440,00 10,21 100,70 119,02 2880,00 16,52 51,71 20,17 20,49 4,17 Universitas Sumatera Utara Waktu Siklus Trafo 160 KVA, 3Ø di Setiap Proses Work Center Proses I Pemotongan Silicon Steel II Penggulungan Inti Trafo III Penimbangan Berat Inti IV Pemanggangan Inti V Pengujian Rugi-rugi Inti VI Penggulungan Kumparan VII Pemasangan Koneksi VIII Pengeringan Trafo IX Pemasangan Terminal, Casing X Pengujian Turn Ratio Test XI Pengisian Minyak XII Routing Test XIII Finishing WaktuSiklus(menit) 123 4 10,59 10,68 10,17 10,49 22,38 5,61 22,62 5,90 22,33 5,57 22,18 5,59 1440,00 1440,00 1440,00 1440,00 10,38 120,36 129,57 2880,00 10,50 120,41 129,90 2880,00 10,54 120,51 129,62 2880,00 10,43 120,65 129,29 2880,00 16,35 16,61 16,24 16,77 51,47 20,07 51,49 20,34 51,71 20,17 51,43 20,27 20,23 4,14 20,47 4,27 20,39 4,31 20,28 4,39 Universitas Sumatera Utara Waktu Siklus Trafo 200 KVA, 3Ø di Setiap Proses Work Center Proses I Pemotongan Silicon Steel II Penggulungan Inti Trafo III Penimbangan Berat Inti IV Pemanggangan Inti V Pengujian Rugi-rugi Inti VI Penggulungan Kumparan VII Pemasangan Koneksi VIII Pengeringan Trafo IX Pemasangan Terminal, Casing X Pengujian Turn Ratio Test XI Pengisian Minyak XII Routing Test XIII Finishing WaktuSiklus(menit) 12 3 45 10,63 10,73 10,57 10,30 10,03 22,87 5,98 22,79 6,06 22,86 5,84 22,46 5,58 22,97 6,04 1440,00 1440,00 1440,00 1440,00 1440,00 10,38 120,75 129,64 2880,00 10,71 120,94 129,74 2880,00 10,37 120,73 129,91 2880,00 10,53 10,57 120,82 120,76 130,09 129,69 2880,00 2880,00 16,55 16,47 16,52 16,39 16,71 51,66 20,25 51,43 20,15 51,62 20,18 51,35 20,10 51,71 20,23 20,35 4,11 20,23 4,24 20,24 4,31 20,27 4,29 20,21 4,17 6 10,14 22,81 5,68 1440,00 10,40 121,06 130,03 2880,00 16,62 51,39 20,31 20,34 4,32 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 5 Perhitungan Takt Time 1. Penggulungan Inti Trafo Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 4 unit/hr x 15 kg/unit = 60 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 4,29 menit/kg = 4,29 menit/unit 2. Penimbangan Berat Inti Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 4 unit/bln x 15 kg/unit = 60 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 4,29 menit/kg = 4,29 menit/unit Universitas Sumatera Utara 3. Pemanggangan Inti Bahan = Silicon Steel Sekali memanggang tungku pemanggang memanggang inti silicon steel untuk 10 unit trafo. Customer demand per month = 10 unit/hari x 15 kg/unit = 150 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 9,6 menit/kg = 9,6 menit/unit 4. Pengujian Rugi-rugi Inti Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 4 unit/hari x 15 kg/unit = 60 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 4,29 menit/kg = 4,29 menit/unit Universitas Sumatera Utara 5. Penggulungan Kumparan a. Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 2 unit/hari x 15 kg/unit = 60 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takttime = = = 8,58 menit/kg = 8,58 menit/unit b. Bahan = Insulation Paper Customer demand per month = 4 unit/bln x 0,5 kg/unit = 2 kg/bln Uptime = 100% Scrap = 1% Input = = = 2,02 kg/hari Takt time = = = 127,42 menit/kg = 127,42 menit/unit c. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Sekunder) Customer demand per month = 4 unit/hari x 2 kg/unit = 8 kg/hari Universitas Sumatera Utara Uptime = 90% Input = Scrap = 1% = = 8,08 kg/hari Takt time = = = 31,86 menit/kg = 31,86 menit/unit d. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Primer) Customer demand per month = 4 unit/hari x 3 kg/unit = 12 kg/hari Uptime = 90% Scrap = 1% Input = = = 13,46 kg/hari Takt time = = = 19,12 menit/kg = 19,12 menit/unit 6. Pemasangan Koneksi a. Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 4 unit/hari x 15 kg/unit Universitas Sumatera Utara Uptime = 100% Takttime = = 60 kg/hari Scrap = 0% = = 4,29 menit/kg = 4,29 menit/unit b. Bahan = Insulation Paper Customer demand per month = 4 unit/hari x 0,5 kg/unit = 2 kg/hari Uptime = 90% Scrap = 1% Input = = = 2,24 kg/hari Takttime = = = 114,91 menit/kg = 114,91 menit/unit c. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Skunder) Customer demand per month = 4 unit/hari x 2 kg/unit = 8 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takttime = = Universitas Sumatera Utara = 32,175 menit/kg = 32,175 menit/unit d. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Primer) Customer demand per month = 4 unit/hari x 3 kg/unit = 12 kg/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 21,45 menit/kg = 21,45 menit/unit 7. Pengeringan Trafo a. Bahan = Silicon Steel Customer demand per month = 4 unit/hari x 15 kg/unit = 60 kg/hari Uptime = 90% Scrap = 0% Input = = = 66,6 kg/hari Takt time = = = 3,86 menit/kg = 3,86 menit/unit b. Bahan = Insulation Paper Universitas Sumatera Utara Customer demand per month = 4 unit/hari x 0,5 kg/unit = 2 kg/hari Uptime = 90% Scrap = 0% Input = = = 2,22 kg/hari Takt time = = = 115,945 menit/kg = 115,945 menit/unit c. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Skunder) Customer demand per month = 4 unit/hari x 2 kg/unit = 8 kg/hari Uptime = 90% Scrap = 0% Input = = = 8,88 kg/hari Takt time = = = 28,99 menit/kg d. Bahan = Kawat Tembaga (Gulungan Primer) Customer demand per month = 4 unit/hari x 3 kg/unit Universitas Sumatera Utara Uptime = 90% Input = = 12 kg/hari Scrap = 0 % = = 13,34 kg/hari Takt time = = = 19,30 menit/kg 8. Pemasangan Terminal, Casing a. Bahan = Tap Changer Customer demand per month = 4 unit/hari x 2 unit/unit = 8 unit/hari Uptime = 90% Scrap = 0% Input = = = 8,88 unit/hari Takt time = = = 28,99 menit/unit b. Bahan = Bushing Primer Universitas Sumatera Utara Customer demand per month = 4 unit/hari x 1 unit/hari = 4 unit/bln Uptime = 90% Scrap = 0% Input = = = 4,44 unit/hari Takt time = = = 57,97 menit/unit c. Bahan = Bushing Sekunder Customer demand per month = 4 unit/hari x 1 unit/hari = 4 unit/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takt time = = = 64,35 menit/unit 9. Pengujian Turn Ratio Test Bahan : Transformator Customer demand per month = 4 unit/hari x 1unit/hari = 4 unit/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Universitas Sumatera Utara Takt time = = = 64,35 menit/unit 10. Pengisian Minyak Bahan : Minyak Customer demand per month = 4 unit/hari x 15 liter/unit = 60 liter/hari Uptime = 80% Scrap = 0% Input = = = 75 liter/hari Takttime = = = 3,43 menit/liter = 51,45 menit/unit 11. Routing Test Bahan : Transformator Customer demand per month = 4 unit/hari x 1unit/hari = 4 unit/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Universitas Sumatera Utara Takttime = = = 64,35 menit/unit 12. Finishing Bahan :Name Plate Customer demand per month = 4 unit/hari x 1unit/hari = 4 unit/hari Uptime = 100% Scrap = 0% Takttime = = = 64,35 menit/unit Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Pengembangan Sistem Pemeliharaan Mesin Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure And Mode Effect Analysis (FMEA) Pada Pabrik Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri Pengembangan Sistem Pemeliharaan Mesin Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance Rcm Dan Failure And Mode Effect Analysis Fmea Pada Pabrik Kertas Rokok Pt Pusaka Prima Mandiri

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 124

Pengembangan Sistem Pemeliharaan Mesin Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure And Mode Effect Analysis (FMEA) Pada Pabrik Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri

Bebas