Penanganan Peralatan Makan Dan Minum Pada Banquet Section Hotel Garuda Plaza Medan

 1  88  58

dokumen informasi

1 PENYELENGGARAAN BUFFET BREAKFAST DI GARUDA CAFE COFFEE SHOP GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN Kertas Karya Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh gelar Diploma III Pariwisata Oleh: Anggi Aulia 112204010 BIDANG KEAHLIAN PERHOTELAN PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015 1 LEMBAR PERSETUJUAN 2 PENANGANAN PERALATAN MAKAN DAN MINUM PADA BANQUET SECTION HOTEL GARUDA PLAZA MEDAN OLEH ANGGI AULIA 112204010 Dosen Pembimbing, Muadi Suratmo S.E Dosen Pembaca, Drs. Koko Sujatmoko, M.si NIP. 19550923 198203 1 001 2 LEMBAR PENGESAHAN 3 Judul Kertas Karya :Penanganan Peralatan Makan Dan Minum Pada Banquet Section Hotel Garuda Plaza Medan Oleh NIM : Anggi Aulia : 112204010 FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan, Dr. Syahron Lubis, M.A NIP. 19511013 197603 1 001 PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA Ketua, Arwina Sufika, SE., M.SI .NIP. 19640821 199802 2 001 3 4 ABSTRAKSI Tugas Akhir yang berjudul Penyelenggaraan Buffet Breakfast di Garuda Café Coffee Shop Garuda Plaza Hotel Medan, diteliti dengan latar belakang perkembangan industri pariwisata di Indonesia khususnya dunia perhotelan.Industri ini memiliki bagian-bagian operasional yang menunjang berjalannya kegiatan industri perhotelan dengan baik, salah satunya adalah food service industry (penjualan makanan dan minuman di restoran).Pada Bab II di bahas tentang pengertian restoran dimana Restoran merupakan fasilitas yang menyediakan makan dan minum merupakan salah satu bagian yang memberikan penghasilan terbesar bagi hotel.Bab III membahas tentang sejarah berdirinya hotel, klasifikasi hotel dan fasilitas yang dimiliki hotel.Garuda Plaza Hotel Medan dengan kapasitas 247 kamar merupakan hotel bertaraf internasional berbintang tiga (***) yang menjadi lokasi penelitian penulis. Pada Bab IV, sebagai kesimpulan penulis menemukan bahwa kecepatan dan ketepatan sangat di perlukan dalam pelayanan restoran karena tamu menginginkan pelayanan cepat dari pramusajinya agar tercapai operational yang telah di tentukan. Keywords : Restoran, Pramusaji, Breakfast, Hotel i 4 KATA PENGANTAR 5 Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang maha esa atas berkat dan rahmat yang diberikan, penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini.Meskipun banyak rintangan dan hambatan dalam menulis kertas karya ini, penulis dapat melewatinya hingga dapat menyelesaikannya dengan baik. Adapun alasan dibuatnya kertas karya ini yaitu sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar ahli madya pada Program Studi D-III Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara. Kertas karya ini juga dibuat sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang didapat penulis baik selama menuntut ilimu di Program Studi Pariwisata dan ketika melaksanakan program praktek kerja lapangan di Garuda Plaza Hotel Medan. Penulisan kertas karya ini tentu tidak akan selesai apabila tidak ada bantuan dari berbagai pihak lainnya. Penulis mendapatkan banyak sekali doa, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan kertas kerya ini. Atas berbagai bantuan dan dukungan tersebut, pada kesempatan ini penulis menghaturkan ucapan terima kasih kepada: 1) Dr. Syahron Lubis, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2) Arwina Sufika S.E, M.Si. selaku Ketua Program Studi D-III Pariwisata. 3) Muadi Suratmo S.E, selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu dalam pembuatan kertas karya ini. 5 ii 6 4) Drs. Koko Sujatmoko M.Si,selaku dosen pembaca yang telah banyak membantu dalam pembuatan kertas karya ini. 5) Seluruh dosen yang membantu dan penyemangat bagi penulis selama perkuliahan dan penyusunan kertas karya ini. 6) Kedua orang tua yang sangat penulis cintai yang telah banyak membantu dan mendukung dari segi doa, moril, dan material dalam menyelesaikan pendidikan penulis. 7) Semua associates Garuda Plaza Hotel Medan yang telah bersedia memberikan informasi serta telah banyak berbagi pengetahuan dan pengalaman. 8) Teman-teman seperjuangan PKL di Garuda Plaza hotel Medan, Alfinal Kasih, Ivan Riris Siallagan dan Muhammat Pradija 9) Teman-teman dari jurusan D-III Pariwisata stambuk 2011, Irvan Widodo, Yuke Octo Edelina, Rizky Pratama dan teman-teman lainnya yang tidak penulis sebutkan, atas bantuan dan dukungannya dalam penulisan kertas karya ini. 10) Adik-adikku stambuk 2013, baik dari hotel dan Usaha Wisata selaku penyemangat dalam pembuatan kertas karya ini. iii 6 7 Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan sampai penyelesaian kertas karya ini. Semoga kertas karya ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi orang-orang yang membacanya. Medan, 21 Meret 2015 Penulis, Anggi Aulia iv 7 DAFTAR ISI 8 ABSTRAK . i KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI. v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul. 1 1.2 Batasan Masalah. 1 1.3 Tujuan Penulisan. 2 1.4 Metode Penelitian. 3 1.5 Sistematika Penulisan . 4 BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian RestaurantatauCoffee Shop . 6 2.2 Klasifikasi Restaurant Sebagai Usaha Hotel . 7 2.3 Pelaksanaan Pelayanan di Coffee Shop . 12 2.4 Fasilitas Yang DimilikiRestoranSecaraUmum . 13 2.5 HubunganRestoranDenganBagian Lain Yang Ada di Hotel . 15 2.6 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab . 16 2.6.1.Restaurant Manager . 17 2.6.2. Head Waiter dan Assistant. 17 2.6.3. Captain. 18 2.6.4. Bushboy . 18 2.6.5. Hostess . 19 8 v 9 2.7 Struktur Organisasi Restaurant Garuda Plaza Hotel Medan . 19 BAB III GAMBARAN UMUM HOTELGARUDA PLAZA MEDAN 3.1 Sejarah Berdirinya Hotel. 20 3.2 Klasifikasi Hotel. 21 3.3 Fasilitas yang Dimiliki . 23 3.4 Struktur Organisasi Garuda Plaza Hotel Medan . 28 BAB IV PENYELENGGARAAN BUFFET BREAKFAST DI GARUDA CAFÉ COFFEE SHOP GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN 4.1 RuangLingkupTugasdanTanggungJawabPramusajiDalamPelayanan 29 4.2 KegiatanPramusajiMeningkatkanKemampuandanKeterampilan . 30 4.3 Upaya Waiter / essMengatasiKendalaDalamPelayanan . 31 4.4 Penyelenggaraan Buffet Breakfast Di Garuda Café Coffee Shop Garuda Plaza Hotel Medan . 33 4.5 Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Makanan Buffet Breakfast di Garuda Café Coffee Shop Garuda Plaza Hotel Medan . 34 4.5.1. Rotasi Menu . 34 4.5.2. Penambahan Menu Stall / Pondokan. 37 4.5.3. Rotasi Lay Out . 37 4.6 Masalah Yang Sering Timbul Dalam Penyelenggaraan Buffet Breakfast di Garuda Café Coffee Shop Garuda Plaza Hotel Medan . 38 4.7 Upaya Atau Cara Penyelesaiannya . 39 V PENUTUP vi 9 10 5.1 Kesimpulan. 40 5.2 Saran . 41 DAFTAR PUSTAKA viii 10 4 ABSTRAKSI Tugas Akhir yang berjudul Penyelenggaraan Buffet Breakfast di Garuda Café Coffee Shop Garuda Plaza Hotel Medan, diteliti dengan latar belakang perkembangan industri pariwisata di Indonesia khususnya dunia perhotelan.Industri ini memiliki bagian-bagian operasional yang menunjang berjalannya kegiatan industri perhotelan dengan baik, salah satunya adalah food service industry (penjualan makanan dan minuman di restoran).Pada Bab II di bahas tentang pengertian restoran dimana Restoran merupakan fasilitas yang menyediakan makan dan minum merupakan salah satu bagian yang memberikan penghasilan terbesar bagi hotel.Bab III membahas tentang sejarah berdirinya hotel, klasifikasi hotel dan fasilitas yang dimiliki hotel.Garuda Plaza Hotel Medan dengan kapasitas 247 kamar merupakan hotel bertaraf internasional berbintang tiga (***) yang menjadi lokasi penelitian penulis. Pada Bab IV, sebagai kesimpulan penulis menemukan bahwa kecepatan dan ketepatan sangat di perlukan dalam pelayanan restoran karena tamu menginginkan pelayanan cepat dari pramusajinya agar tercapai operational yang telah di tentukan. Keywords : Restoran, Pramusaji, Breakfast, Hotel i 4 BAB 1 PENDAHULUAN 1 1.1 Alasan Pemilihan Judul Perhotelan merupakan hospitality industry yang menjual jasa keramahtamahan berupa pelayanan penginapan, pelayanan makanan serta minuman.Selain menginap, tamu juga membutuhkan makanan dan minuman untuk kebutuhan pokoknya. Maju mundurnya usaha perhotelan dapat ditentukan oleh kedua unsur tersebut. Bahkan sebuah perusahaan perhotelan dapat dikatakan berhasil bila pencapaian pendapatan yang didapat dari food and beverage lebih besar dari penjualan kamar. Departemen Food and beverage bertanggung jawab atas terselenggaranya pelayanan makanan dan minuman di hotel, baik dari mulai memproduksi(food &beverage product) hingga menyajikannya ( food & beverage service) dihadapan tamu. Untuk itu hotel harus menyediakan sarana pelayanan makanan dan minuman berupa restaurant, coffee shop, room service, atau outlet-outlet lainnya yang sifatnya lebih khusus, sehingga lebih memudahkan tamu dalam memenuhi kebutuhan makan dan minumnya dan otomatis mampu meningkatkan penjualan dan pendapatan hotel di luar dari penjualan kamar. Dalam memberikan pelayanan makan dan minum, kepuasan tamu menjadi hal utama yang harus diperhatikan, khususnya dalam memberikan pelayanan pada saat breakfast, karena pada umumnya hotel memberlakukan harga kamar termasuk breakfast. Maka biasanya penanganan breakfast menjadi sangat sibuk dan padat 1 2 sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan dalam pelayanan. Untuk itu pihak hotel harus memikirkan pelayanan yang mampu memuaskan dan memberikan kenyamanan tamu pada saat menikmati breakfastsecara bersamaan untuk jumlah tamu yang banyak. Pada Garuda Cafe Coffe Shop Garuda Plaza Hotel Medan Penyelenggaran buffet breakfast menjadi alternatif hotel dalam memberikan pelayanan breakfast, karena mampu memberikan pelayanan dengan efisien kepada tamu dalam jumlah yang banyak dan bersamaan. Sehingga mampu mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam memberikan pelayanan dan mempermudah dalam hal pengawasan penyelenggaraan breakfast tersebut. Berdasarkanuraian diatas, penulistertarik untuk membuat tulisan ini sebagai penyelesaian tugas akhir dalam format kertas karya dengan judul:“PENYELENGGARAAN BUFFET BREAKFAST DI GARUDA CAFÉ COFFEE SHOP GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN” 1.2 Batasan Masalah Dalam penulisan kertas karya ini penulis membuat batasan masalah yakni khusus membahas aspek operasional makanan dan minuman yang berhubungan dengan penyelenggaraan buffet breakfast di Garuda Cafe Coffee Shof Garuda plaza Hotel Medan. 3 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah: 1. Memenuhi salah satu syarat akademik dalam menyelesaikan studi Diploma III pada Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Sebagai bahan perbandingan teori yang diterima di bangku kuliah dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan, khususnya dalam bidang food and beverage service. 3. Untuk mengetahui upaya peningkatan mutu pelayanan dan bagaimana pelaksanaan breakfast buffet sehingga dapat memberikan kepuasan bagi tamu di Garuda Plaza Hotel Medan 4. Menambah informasi tentang ruang lingkup pelayanan makan minum khususnya buffet breakfastbagi pembaca dan penulis sendiri. 1.4 Metode Penelitian Dalam penyusunan kertas karya ini penulis telah mencoba mengumpulkan berbagai keterangan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak. Untuk penulisan kertas karya ini penulis mengadakan penelitian dengan dua cara, yaitu : 1. Penelitian Perpustakaan Penelitian perpustakaan adalah suatu cara penelitian yang berdasarkan kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku-buku ilmiah dan sebagaimana yang ada hubungannya dengan pembahasan yang dilakukan. 4 2. Penelitian Lapangan Penelitian lapangan adalah penelitian berdasarkan kepada peninjauan secara langsung dengan mengadakan Praktek Kerja Lapangan selama 4 bulan untuk memperoleh suatu data.Pengamatan langsung terhadap objek penelitian tersebut sangat membantu dalam melengkapi data yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati langsung pekerjaan yang ada di hotel khususnya di bagian tata hidangan makanan dan minuman, mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang ada di hotel Garuda Plaza Medan pada waktu melakukan Praktek Kerja Lapangan. 1.5 SistematikaPembahasan Dalampenulisankertaskaryainipenulismembagimenjadi lima babyaitusebagaiberikut : BAB 1 PENDAHULUAN Dalambabinidijelaskantentangpendahuluan yang meliputi alas an pemilihanjudul, tujuanpenulisan, batasanmasalah, metodepenelitiandansistematikapenulisan. BAB II URAIAN TEORITIS TENTANG FOOD AND BEVERAGE DEPARTEMENT Dalambabinidijelaskantentanguraianteoritis, yaitu pengertian restoran dan tipe restoran, konsep kualitas pelayanan hotel, klasifikasi metode pelayanan di restoran, pelaksanaan pelayanan di Coffee Shop, pengertian buffet dan buffet breakfast, ruang 5 lingkup pelayanan buffet breakfast, uraian tugas dan tanggung jawab karyawan restoran, struktur organisasi Food and Beverage Departement. BAB III GAMBARAN UMUM HOTEL GARUDA PLAZA MEDAN Dalambabinidijelaskantentangklasifikasi hotel, sejarahberdirinya Hotel Garuda Plaza Medan, fasilitas yang dimilikisepertifasilitaskamar, pelayanandanfasilitas hotel, fasilitasmakanandanminuman, danstrukturorganisasi. BAB IV PEMBAHASAN Dalambabini menjelaskan tentang PENYELENGGARAAN BUFFET BREAKFAST DI GARUDA CAFÉ COFFEE SHOP GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN BAB V PENUTUP Penutup, bab ini berisikan kesimpulan dan saran BAB II URAIAN TEORITIS 6 2.1 Pengertian Restorandan Tipe Restoran Restoran berasal dari kata "restore" yang artinya mengembangkan atau memperbaiki, dan pengembalian atau pengulangan dari kata restore (restoration) yang kemudian berubah menjadi restaurant dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesianya restoran, Rumekso(2002:2), mengatakan: Restoran adalah tempat yang menyediakan makanan dan minuman untuk tamu, serta mempunyai fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan, dan dikelola secara profesional untuk mendapatkan keuntungan. Seorang captain pada restoran harus bertugas dan bertanggung jawab atas pelayanan makanan dan minuman, kenyamanan dan kebersihan serta kelengkapan restoran. Menurut Endar sugiarto (1996 : 48),". Restoran adalah ruang atau tempat khusus yang disediakan untuk melaksanakan penyajian kebutuhan makan dan minum tamu". Pengertian restoran secara umum adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersil yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik, berupa makan maupun minum. Restoran ada yang terletak di suatu hotel, pabrik atau dapat juga berdiri sendiri. Restoran dalam suatu hotel merupakan sarana penjualan dan penyajian makanan dan minuman bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tamu hotel, tetapi juga menerima tamu-tamu dari luar hotel yang tidak ada kaitannya dengan fasilitas akomodasi yang tersedia. Pada dasarnya restoran yang ada di dalam sebuah hotel dapat dikelompokkan dalam tiga bagian besar yaitu : 6 7 1. Formal Dining Room Merupakanhigh classrestoran dalam sebuah hotel, diciptakan sedemikian eksklusif biasanya digunakan untuk jamuan makan lengkap dan resmi (formal), diikat dengan aturan service yang baku dan tamu-tamu yang datang harus memakai pakaian lengkap (full dress).Restoran ini begitu mewah dan mahal sehingga tamu-tamu tertentu saja yang dapat menikmati hidangan tersebut. Contoh formal dinning room di hotel adalah dinning room, super clubdan grill room. 2. Informal Dining Room Industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan dan percepatan frekuensi yang silih berganti pelanggan. 3. Special Restaurant Industri para pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan menyediakan makanan khas dan diikuti dengan sistem penyajian yang khas dari suatu negara tertentu. Restoran menurut Marsum (1994), Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial yang menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya baik berupa makan dan minum. Selain yang rata. Cuci piring – piring dan barang – barang ceper di larutan deterjen pada suhu 66 derajat celcius sedikitnya selama 7 detik. 14 Bilas piring – piring dan barang – barang ceper di dalam air bersih pada suhu antara 71 derajat celcius sampai 82 derajat celcius sedikitnya selama 7 detik. Bilas akhir piring – piring dan alat – alat yang ceper dalam larutan sanitiser (Obat desinfektan) dengan air pada suhu 82 derajat celcius dengan ban pembawa barang yang berputar dengan kecepatan mkasimum 15 feet atau 4,6 m per menit. Keringkan piring – piring dan alat – alat yang ceper di udara. Tumpuk barang – barang yang sudah bersih dan bebas kuman secara hati – hati. Jangan memegangnya pada bagian yang terkena makanan atau mulut. Simpan piring – piring dan barang – barang ceper dengan rapi di tempat yang bersih dan kering. Bersihkan mesin pencuci piring, termasuk tangkai penyemprot, baki penampung kotoran, tanki, dan mejanya. 2.5 Pemeliharaan Dan Perawatan Alat – Alat Makanan Dan Minuman Ada dua defenisi tentang pemeliharaan dan perawatan alat – alat makan dan minum, menurut Marsum (2007:145) pemeliharaan dan perawatan alat – alat makan dan minum umumnya memiliki policy and procedure serta house rule guna mengamankan dan merawat agar perkakas dan peralatannya tidak banyak yang rusak maupun hilang. Sedangkan menurut Hansprata (1999:5) perawatan alat – alat makan dan minum yang baik tergantung bagaiman cara penyimpanan dan pembersihan peralatan tersebut. Seperti penyimpanan di dalam rak – rak yang diatur serapi mungkin dan mengatur setiap peralatan menurut jenis dan bahan peralatan, seperti bahan yang terbuat dari stainless harus satu rak dengan stainless begitu juga dengan 15 peralatan lainnya. Serta pembersihan yang harus dilakukan sebulan sekali jika peralatan tersebut tidak digunakan. Semakin besar dan sibuk bisnis pelayanan makan dan minum, maka akan semakin banyak pula perkakas dan peralatan yang dibutuhkannya. Bila tidak dikontrol dan diawasi secara ketat maka akan semakin banyak perkakas dan peralatan yang rusak dan hilang selama operasi. Untuk mengantisipasi hal itu, upaya yang dapat ditempuh adalah : 1. Sistem Pemeliharaan Dan Perawatan Peralatan Untuk memelihara dan merawat peralatan yang begitu banyak jumlah dan macamnya, steward harus mempunyai gudang yang cukup luas, yang cukup memadai untuk menyimpan barang – barang itu dengan rapi. Di dalam gudang itu dipasang rak – rak yang disekat – sekat. Semua peralatan yang di simpan di situ sudah dalam keadaan bersih, kering, siap pakai. Setiap barang dikelompokan menurut jenisnya. Untuk outlet, restoran, maupun dapur, jika untuknya dipergunakan peralatan yang berbeda baik tipe maupun pabrik pembuatnya, misalnya juga perlu dikelompokan tersendiri. Hal ini akan sangat membantu bila di waktu – waktu sibuk dan kemudian diperlukan tambahan alat, maka outlet yang membutuhkan akan dapat dilayani dengan cepat. 2. Cara Penyimpanan Di Gudang Alat – alat yang dipergunakan untuk operasi bar dan restoran umumnya disimpan berjauhan dengan alat – alat yang diperlukan untuk operasi dapur, bahkan kadang – kadang berbeda lantai. Tujuannya adalah agar mudah dalam penghitungan maupun pengambilan. Cara menyimpan glass ware 16 Gelas yang berkaki, steam glass, disimpang secara terpisah dengan gelas – gelas tanpa kaki termasuk kelompok. Gelas – gelas sejenis dan sama ukurannya, dalam keadaan bersih, kering dan siap pakai, diatur di dalam kotak plastik kayu yang diberi sekat – sekat sesuai ukuran gelas. Gelas – gelas tersebut tidak boleh ditumpuk ataupun dimasukan ke gelas yang lain karena dapat lengket dan pecah bila dipisahkan. Cara menyimpan china ware Piring – piring dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya, ditumpuk, disusun dengan rapi dalam kotak kayu atau besi yang kadang – kadang sudah diberi sekat sesuai ukurannya, misalnya piring roti, piring dessert, piring dinner, piring ikan, dan sebagainya. Tumpukaan tidak boleh terlalu tinggi, makasimal 10 sampai 15 piring saja. Cangkir, mangkok, dan sejenisnya disimpan dalam posisi tengkurap. Poci teh dan kopi yang bertutup dapat disimpan secara tegak, dikelompokan sesuai dengan ukuran dan tingginya. Cara menyimpan silver ware Berbagai macam pisau, sendok, garpu, alat pengoles mentega, dan sebagainya, disimpan di dalam kotak yang telah diberi sekat – sekat sesuai jumlah, ukuran dan jenisnya. Misalkan lima kotak yang agak besar digunakan untuk menyimpan dinner knife, dinner fork, steak knife, fish knife, dan fish fork. Sedangkan tujuh kotak ukuran sedang digunakan untuk menyimmpan dessert knife, dessert fork, fruit knife, fruit fork, dessert spoon, long spoon, dan soup spoon. Beebrapa kotak yang agak kecil digunakan untuk menyimpan tea spoon, demitasse spoon, butter 17 spreader, dan sebagainya. Semua alat itu diatur dan disusun rapi sehingga memmudahkan pengambilan dan penghitungannya. BAB III TINJAUAN UMUM TENTANG GARUDA PLAZA HOTEL MEDAN 3.1Sejarah Berdirinya Garuda Plaza Hotel Medan Sebelumnya Garuda Plaza Hotel Medan merupakan losmen yang didirikan pada tahun 1958 yang pada awalnya diberi nama “Losmen Garuda”. Pembangunan dan pendirian Losmen Garuda ini dikelola oleh Bapak Haji Muhammad Arbie, selaku direksi Fa.Maju Medan. Dari tahun ketahun losmen ini selalu diadakan pembenahan, sehingga pada tahun 1970 losmen ini telah memliki 58 kamar, kemudian nama losmen ini berangsur-angsur berubah menjadi “Hotel Garuda”. Tahun 1973 kamar-kamar yang ada di hotel tersebut tampak sesak sekali oleh para tamu, baik domestik maupun asing. Melihat situasi tersebut, pendiri berinisiatif untuk membangun sebuah motel yang letaknya bersebrangan dengan hotel tersebut. Daru 15 kamar ditambah 18 kamar baru lagi, sehingga menjadi 33 kamar yang mampu menampung setiap tamu yang hendak menginap pada waktu itu. Dengan demikian kedua penginapan tersebut, berjalan serta terus meningkatkan pelayanan disetiap kegiatannya. 18 Karena adanya dana serta pengalaman maka pimpinan membuat gagasan baru untuk mendirikan sebuah hotel bertaraf internasional. Dan pada tahun 1976 tepatnya pada 15 Oktober dibangun hotel ketiga dengan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah dengan kamar yang berjumlah 84 kamar. Pada tanggal 5 Januari 1977 suatu badan resmi yaitu PT. Garuda Madju Cipta yang ditugaskan untuk membangun hotel yang diberi nama “Garuda Plaza Hotel” karena adanya pandangan bahwa hotel ini memiliki prospek yang cerah dimasa mendatang. Tepat pada tanggal 22 Juli 1978, pembangunan hotel ini telah selesai dan mulai beroperasi. Hotel ini lalu diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara yang pada masa itu dijabat oleh Bapak E.W.P. Tambunan. Pengolahan ketiga hotel tersebut adalah dibawah PT. Garuda Madju Cipta dan karena ketiga hotel ini memiliki jenis usaha yang sama maka dibentuk sebuah group yang dinamakan “Garuda Hotel Group”. Kemudian pada tahun 1980 mulai pembangunan tahap kedua dengan menambah bangunan sebelah kiri hotel dengan jumlah kamar sebanyak 70 kamar. Pada tanggal 1 April 1982 pembangunan tahap kedua ini selesai maka jumlah kamar adalah 154 kamar. Garuda Plaza ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya: Swimming pool, Restaurant, Coffee bar, Coffee shop, Meeting room dengan beberapa ukuran yang berbeda, serta Ball room tempat diadakannya berbagai pesta salah satunya adalah Wedding party. Sejak mulai didirikannya Garuda Plaza Group ini, dari mulai karyawan terendah hingga pimpinan tertinggi ditangani oleh pribumi tanpa adanya campur tangan orang asing. Demikian juga dengan dekorasi kamar serta hal terkecil hingga terbesar lainnya. 19 Hingga saat ini jumlah kamar keseluruhan Garuda Plaza Hotel Medan ini adalah berjumlah 247 kamar yang cukup up to date dan representatif dalam melayani pengunjung yang ada. Up to date ditinjau dari segi kwantitatifnya, yaitu mampu menarik minat wisatawan untuk menginap dengan pengadaan kamar dan fasilitas yang memadai. Sedangkan representatif ditinjau dari segi kwalitatif, yakni pelayanan yang diberikan serta kesesuaian tarif yang telah ditetapkan. Sesuai dengan pengklasifikasian hotel sebagai hotel berbintang dilihat dari syarat-syarat lokasi, akomodasi, makanan dan minuman, fasilitas, pelayanan, dll. Maka direktur Jenderal Pariwisata menetapkan bahwa Garuda Plaza Hotel Medan adalah merupakan hotel yang layak disebut sebagai hotel berbintang 3 (tiga). 3.2Klasifikasi Garuda Plaza Hotel Medan Klasifikasi adalah suatu pengelompokan yang dilakukan untuk mempermudah suatu perusahaan khususnya hotel, untuk mengetahui jenisnya. Klasifikasi yang lebih jelas mengenai hotel ini adalah: 1. Berdasarkan Tipe Of Plan (Harga Jual Kamar) Garuda Plaza Hotel Medan Menerapkan sistem “Continental Plan Hotel” yaitu harga kamar sudah termasuk “Continental Breakfast” (sarapan pagi). 2. Berdasarkan Size Number Of Room (Jumlah Kamar) Garuda Plaza Hotel Medan tergolong hotel sedang “Above Average Hotel” karena memiliki jumlah kamar diatas 175 kamar yang siap dijual. 3. Berdasarkan Length Of hilang. 4. Perawatan terhadap peralatan Miscellaneous. Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald Perawatan terhadap peralatan Miscellaneous hampir sama dengan perawatan peralatanperalatan yang lainnya. Perawatan yang dilakukan adalah: a. Disimpan dalam keadaan bersih dan kering. b. Dibersihkan kembali apabila dalam jangka waktu satu bulan tidak digunakan. c. Memeriksa apakah ada peralatan yang rusak dan hilang. 5. Perawatan terhadap peralatan Linen Perawatan terhadap Linen swdikit berbeda dari perawatan peraltan-peralatan lainnya. Perawatan terhadap Linen ditangani langsung oleh pihak banquet. Perawatan yang biasanya dilakukan oleh bagian banquet Hotel Emerald Gardenia International Medan ialah: a. Linen yang telah dicuci oleh bagian laundry diperiksa kembali. Linen yang masih terdapat flek atau noda dikembalikan lagi ke bagian laundry. b. Tempat penyinpanan Linen harus terbebas dari binatang pengerat ataupun serangga karena binatang-binatang tersebut dapat merusak Linen. c. Menghitung Linen yang rusak, hilang, ataupun yang sedang dicuci oleh bagian laundry dan mencocokkannya dengan jumlah yang tersedia. 4.3 Penyimpanan Peralatan Peralatan-peralatan yang telah dicuci atau dalam keadaan yang bersih, apabila tidak digunakan maka akan disimpan. Penyimpanan peralatan makan dan minum pada Hotel Emerald Gardenia International Medan ditangani oleh bagian steward. Pada Banquet Departement, peralatan yang penyimpanannya ditangani oleh bagian steward adalah Chinaware, Glassware, Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald Cutlery, serta Miscellaneous. Sedangkan untuk penyimpanan Linen ditangani langsung oleh bagian banquet. Tempat penyimpanan peralatan operasional banquet di Hotel Emerald Gardenia International Medan letaknya berdekatan dengan ruang kerja banquet sehingga memudahkan karyawan banquet untuk mengambil peralatan-peralatan tersebut apabila dibutuhkan. Berikut ini merupakan ketentuan-ketentuan mengenai penyimpanan peralatan pada Banquet Departement Hotel Emerald Gardenia International Medan ialah: a. Chinaware, disimpan sesuai dengan kelompoknya masing-masing atau tidak boleh dicampur, sehingga mudah untuk dicari. Contoh: Dessert Plate harus disimpan dalam kumpulan Dessert Plate lainnya, jangan dicampur dengan penyimpanan Dinner Plate. b. Penyimpanan Glassware (water goblet, high ball glass, tea cup, dan coffee cup) sedikit berbeda dengan tata penyimpanan Chineware, karena tidak memerlukan rak-rak penyimpanan. Glassware disimpan dalam tempat khusus berbentuk persegi dan memilki ruang-ruang didalamnya yang digunakan untuk menyimpan gelas. Tempat ini disebut “Krat” yang dapat ditumpuk sehingga tidak memerlukan ruangan yang luas untuk menyimpannya. c. Peralatan Cutlery disimpan di keranjang-keranjang yang terbuat dari plastik yang disebut container. Penyimpanannya harus sesuai dengan jenisnya masing-masing, tidak boleh dicampur. d. Linen, disimpan terpisah dari peralatan dari peralatan makan dan minum. Linen juga disimpan sesuai dengan jenisnya agar memudahkan dalam mencari dan mengambilnya apabila diperlukan. Rak penyimpanan tidak boleh terlalu tinggi untuk memudahkan penempatan maupun pengambilannya. Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald e. Tempat penyimpanan peralatan harus memiliki pencahayaan yang cukup serta terbebas dari serangga pengganggu dan binatang pengerat yang dapat mengotori dan merusak peralatan. f. Rak-rak yang digunakan sebagai tempat penyimpanan terbuat dari besi sehingga kuat untuk menahan beban yang berat dan tidak mudah rusak. Rak juga tidak boleh berlubang atau memiliki sudut yang memungkinkan berkumpulnya debu dan serangga. Bagian steward bertanggung jawab tidak hanya pada proses pencucian tetapi juga pada proses penyimpanan. Di Hotel Emerald Gardenia International Medan, peralatan yang telah disimpan oleh bagian steward tidak boleh diambil dan digunakan begitu saja tanpa sepengetahuan dari pihak steward. Apabila ingin menggunakan peralatan, bagian steward harus mengetahui dengan pasti berapa banyak peralatan yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari penggunaan peralatan yang berlebihan serta untuk meminimalisasikan resiko kehilangan peralatan. BAB V PENUTUP Setelah memberikan penjelasan dan pembahasan mengenai Hotel Emerald Gardenia International Medan khususnya mengenai penanganan peralatan dan perlengkapan pada Banquet Department, maka secara ringkas penulis dapat mengambil kesimpulan, yaitu: 1. Banquet merupakan salah satu bagian penting di hotel yang kegiatan operasionalnya meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan peralatan dan perlengkapan. Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald 2. Hotel Emerald Gardenia International Medan merupakan salah satu hotel yang berklasifikasi bintang empat, memiliki fasilitas banquet yang dapat digunakan untuk mengadakan berbagai kegiatan jamuan. 3. Peralatan yang dimiliki oleh bagian banquet cukup lengkap sehingga jarang sekali didapati keadaan kekurangan peralatan apabila acara sedang berlangsung. 4. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan-peralatan operasioanl banquet sudah sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh hotel sudah dilakukan semaksimal mungkin. 5. Pengecekan peralatan dilakukan secara inventarisasi berkala. Hal ini cukup untuk mengetahui dengan pasti berapa jumlah barang yang tersedia, hilang, ataupun rusak sehingga pihak manajemen hotel dapat menangani. 6. Fasilitas yang diberikan hotel untuk penanganan peralatan sudah lengkap, seperti sudah tersedianya mesin pencuci piring, mesin pencuci linen pengering, mesin pemeras, dan mesin setrika. 7. Hotel Emerald Gardenia International Medan sangat memahami tentang pelaksanaan ketelitian petugas Banquet Departement dalam menangani peralatan dan perlengkapan untuk meningkatkan pelayanannya. Higiene sanitasi dalam peralatan perlengkapan banquet merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan guna menjaga mutu dan kuantitas dari makanan dan minuman yang akan disajikan pada tamu pada Hotel Emerald Gardenia International Medan yang telah memenuhi ketentuan higiene sanitasi dalam perlengkapan dan perlengkapan pada Banquet Departement. Walaupun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan. Namun, manajemen tetap tanggap dan berupaya mengatasi permasalahan dalam Penanganan Higiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minum pada Banquet Emerald Gardenia International Hotel Medan. Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald DAFTAR PUSTAKA Naimuddin, D. P. 2006. Pengantar Tata Hidang I (Diktat). Medan. ---------- 2007. Pengantar Tata Hidang III (Diktat). Medan. ---------- 2007. Dasar-Dasar Higiene Sanitasi Hotel-Restoran (Diktat). Medan. Masrum, W. A. 2001. Restoran dan Segala Permasalahannya. Yogyakarta: Andi. Goodman Jr. Raym,ond. 2002. F& B SERVICE MANAGEMENT Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga. Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald CURRICULUM VITAE NAMA : DESNIEN NABABAN TEMPAT /TGL LAHIR : SITABO – TABO, 29 DESEMBER 1987 JENIS KELAMIN : PEREMPUAN ALAMAT : JL. JAMIN GINTING NO. 690 f KOTA / NEGARA : MEDAN, SUMATERA UTARA, INDONESIA NO. TELP : 08137608936 PENDIDIKAN : Juli 1994 – Juni 2000 : SD. Negeri 4 Siborongborong Juli 2000 – Juni 2003 : SLTP Neg. 2 Siborongborong Juli 2003 – Juni 2006 : SMU YPLPPGRI 20 Siborongborong Juli 2006 – sekarang : Program Studi Pariwisata Jurusan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald PENGALAMAN : Mengikuti casual di Banquet Hotel Emerald Garden International Medan Mengikuti Casual di Sari Catering Mengikuti Casual di Banquet Hotel Emerald Garden International Medan Mengikuti Casual di Hotel. J.W. Marriot Medan HOBI : Membaca, Jalan – jalan dan Memasak Desnien Nababan : Penanganan Hygiene Sanitasi Dalam Menyediakan Peralatan Makan Minuman Gardenia International Hotel Medan, 2009. USU Repository © 2009 Pada Banquet Emerald
Penanganan Peralatan Makan Dan Minum Pada Banquet Section Hotel Garuda Plaza Medan Penanganan Peralatan Makan Dan Minum Pada Banquet Section Hotel Garuda Plaza Medan
1 / 58

Penanganan Peralatan Makan Dan Minum Pada Banquet Section Hotel Garuda Plaza Medan

Bebas