Feedback

Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013

 4  143  133

dokumen informasi

PERILAKU ORANGTUA SISWA SMP SANTO THOMAS 3 MEDAN DALAM PEMBERIAN INFORMASI MENGENAI PENDIDIKAN SEKS TAHUN 2013 SKRIPSI Oleh : STEVANNY MANURUNG NIM. 091000076 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 Universitas Sumatera Utara PERILAKU ORANGTUA SISWA SMP SANTO THOMAS 3 MEDAN DALAM PEMBERIAN INFORMASI MENGENAI PENDIDIKAN SEKS TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh : STEVANNY MANURUNG NIM. 091000076 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Kebutuhan untuk memahami seks yang baik dan benar menunjukkan bahwa pendidikan seks diperlukan. Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran dan pemberian informasi tentang masalah seksual dengan menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan komitmen dalam diri seorang anak. Peranan orangtua sangatlah diperlukan dalam perubahan diri seorang anak, terutama dalam hal pemberian informasi yang benar tentang seks khususnya pada masa pubertas. Pentingnya pendidikan seks ini, hendaknya diterapkan dalam pendidikan informal yaitu dimulai dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku orangtua siswa SMP Santo Thomas 3 Medan dalam pemberian informasi mengenai pendidikan seks. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 77 responden dari 397 total populasi yaitu dengan menggunakan teknik proportional random sampling kemudian sampel di simple random sampling agar jelas pembagian sampelnya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung kepada orangtua siswa dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 4044 tahun sebanyak 39,0%, jenis kelamin responden adalah perempuan sebanyak 49 orang (63,6%), pendidikan terakhir responden adalah SMA/sederajat sebanyak 58,4% dan pekerjaan responden sebagai wiraswasta sebanyak 35,1%. Tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori baik sebanyak 47 orang (61,0%). Demikian juga halnya dengan tingkatan sikap responden termasuk dalam kategori baik sebanyak 52 orang (67,5%). Sementara tingkatan tindakan responden termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 50 orang (64,9%). Berdasarkan hasil penelitian maka perlunya dibentuk sebuah komunitas Ibuibu bagi para orangtua agar dapat lebih meningkatkan pemahamannya mengenai pendidikan seks. Kata Kunci: Perilaku, Orangtua, Pendidikan Seks Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The need to understand the sex is good and right shows that sex education is needed. Sex education is teaching efforts, raising awareness and providing information about sexual issues with instilling moral values, ethics, and commitment in a child. The role of parents is necessary in a child's self changes, especially in terms of providing correct information about sex especially during puberty. The importance of sex education, informal education should be implemented in the beginning of the family. The purpose of this study is to describe the behavior of the parents of SMP St. Thomas 3 Medan in the provision of information about sex education. This is a descriptive study with quantitative methods. The total sample of 77 respondents of 397 the total population using proportional random sampling technique then sampled in simple random sampling in order to clear the division of the sample. Data was collected through interviews directly to parents by using the questionnaire tool. The results showed that the majority of respondents aged 40-44 years with as many as 39.0% of respondents are recent high school education / equivalent as much as 58.4% of respondents as self-employed and work as much as 35.1%. The level of knowledge of respondents included in both categories as many as 47 people (61.0%). Similarly, the level of respondents' attitudes included in both categories as many as 52 people (67.5%). While the level of respondents included in the category of action quite as many as 50 people (64.9%). Based on the research results need to establish a community of mothers for parents in order to further improve its understanding of the sex education. Keywords: Behavior, Parents, Sex Education Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Stevanny Nicea Novel Manurung Tempat/Tanggal Lahir : Makassar/20 Nopember 1990 Agama : Kristen Protestan Status Perkawinan : Belum Kawin Nama Ayah : Esron Manurung Nama Ibu : Hermin Mamusung Jumlah Bersaudara : 4 (anak kedua dari lima bersaudara) Alamat Rumah : Jl. Gaperta Gg. Gudang No.12 Helvetia Medan Riwayat Pendidikan 1. SD Negeri 1 Tebing Tinggi : Tahun 1996-2002 2. SLTP Negeri 1 Tebing Tinggi : Tahun 2002-2005 3. SMA Santo Thomas 3 Medan : Tahun 2005-2008 4. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU : Tahun 2009-2013 Riwayat Organisasi 1. POMK FKM USU : Tahun 2009-2010 2. Student Entrepreneurship Centre : Tahun 2011-2012 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji Tuhan penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan kasih karunia-Nya yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013” Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan material dan moril dari berbagai pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Namora Lumongga, MSc, PhD dan Bapak Drs. Alam Bakti Keloko, M.Kes selaku dosen pembimbing skripsi saya yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari awal sampai berakhirnya skripsi ini. 2. Bapak Drs. Tukiman, MKM dan Bapak Drs. Eddy Syahrial, MS selaku dosen penguji yang telah banyak memberi saran dan masukan dalam menyempurnakan skripsi ini menjadi lebih baik. 3. Bapak Drs. Tukiman, MKM selaku Ketua Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 4. Ibu Dra. Lina Tarigan Apt, MS selaku dosen pembimbing akademik yang telah membimbing dari awal perkuliahan hingga selesainya. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Dr. Drs. Surya Utama, MS selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 6. Seluruh Dosen dan Staf Pegawai Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara yang telah membantu dalam urusan administrasi demi kelancaran skripsi ini. 7. Bapak Drs. Ares Hasugian selaku Kepala Sekolah SMP Santo Thomas 3 Medan dan seluruh Staf Pegawai SMP Santo Thomas 3 Medan yang telah banyak membantu penulis dalam melakukan penelitian atas skripsi ini dari awal hingga akhir. 8. Yang terkasih Ayahanda Esron Manurung dan Ibunda Hermin Mamusung dan seluruh keluarga yang telah mendoakan dan memberikan pengorbanan baik moril maupun materil dalam perkuliahan serta dalam penulisan skripsi ini. 9. Yang terkasih kakak penulis Regina Mustika Seni Manurung, SPd, dan adik-adik penulis Samuel Erick Jansen Manurung, Timothy Eldo Reign Manurung dan Truicello Carla Giselle Manurung yang telah setia menghibur, menguatkan dan berdoa bagi keberhasilan penulis. 10. Yang tercinta Agung Zakaria Saragih, Amd yang selalu setia memberikan masukan, mendoakan dan memberikan penguatan bagi keberhasilan penulis. 11. Sobat setia penulis Lasmanora Oktavia Hutabarat, SSi, Nora Febrini Manik, SS, Trisna Sutanti Sinambela, S.Kep. atas dukungan doa maupun masukanmasukannya selama penyusunan skripsi ini. 12. Teman-teman penulis Esteria Siahaan, Ade Lubis, Surya Getsemane, Devi Sembiring dan Elita Farida Sitompul yang turut mendoakan keberhasilan penulis. Universitas Sumatera Utara Adapun selama dalam penulisan skripsi ini penulis melalui berbagai tantangan dan cobaan namun semua proses demi proses dapat dilalui dengan baik yaitu dengan adanya kepercayaan, keyakinan dan ketekunan. Juga penulis menyadari satu hal bahwa selama dalam menulis skripsi bukan hanya ilmu yang dicari dan didapat namun juga pelajaran hidup yakni mau dan rela mengikuti proses kepribadian dan mental untuk menjadi pejuang yang tangguh. Yakin dan percayalah bahwa kesukaran dan penderitaan itulah kebanggaan hidup dimana untuk mencapai yang namanya peninggian dan kebesaran. Tiada hal yang sempurna di dunia ini untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis sungguh menerima kritik dan saran yang dapat membangun skripsi ini. Biarlah skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Amen. Medan, Agustus 2013 Stevanny Manurung Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN. ABSTRAK . ABSTRACK . DAFTAR RIWAYAT HIDUP . KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR. DAFTAR LAMPIRAN . BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang . 1.2. Perumusan Masalah . 1.3. Tujuan Penelitian . 1.3.1. Tujuan Umum . 1.3.2. Tujuan Khusus . 1.4. Manfaat Penelitian . BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 2.1. Konsep Perilaku . 2.1.1. Batasan Perilaku . 2.1.2. Domain Perilaku . 2.1.3. Proses Adopsi Perilaku . 2.2. Determinan Perilaku . 2.3. Informasi . 2.4. Faktor-faktor Yang Memengaruhi Pendidikan Seks . 2.5. Remaja . 2.5.1. Pengertian Masa Remaja . 2.5.2. Ciri-ciri Masa Remaja. 2.5.3. Perkembangan Masa Remaja . 2.5.4. Tahap Perkembangan Masa Remaja . 2.6. Pendidikan Seks . 2.6.1. Definisi Pendidikan Seks . 2.6.2. Tujuan Pendidikan Seks . 2.7. Kerangka Konsep Penelitian . BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian . 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian. 3.3. Populasi dan Sampel . 3.3.1. Populasi . 3.3.2. Sampel . 3.4. Metode Pengumpulan Data . 3.4.1. Data Primer . 3.4.2. Data Sekunder. i ii iii iv v ix xi xvi xvii 1 1 12 12 12 12 13 14 14 14 15 20 20 23 25 27 27 27 27 28 29 29 31 32 33 33 33 33 33 34 36 36 36 Universitas Sumatera Utara 3.5. Definisi Operasional . 3.6. Aspek pengukuran dan Instrumen. 3.6.1. Aspek pengukuran . 3.6.2. Instrumen . 3.7. Teknik Analisis Data dan Pengolahan Data . 3.7.1. Analisis data. 3.7.2. Pengolahan data . BAB IV HASIL PENELITIAN. 4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian . 4.1.1. Letak Geografis. 4.2. Hasil Analisis Univariat . 4.2.1. Berdasarkan Karakteristik Responden . 4.2.2. Berdasarkan Pengetahuan Responden . 4.2.3. Kategori Tingkatan Pengetahuan. 4.2.4. Berdasarkan Sikap Responden. 4.2.5. Kategori Tingkatan Sikap . 4.2.6. Berdasarkan Tindakan Responden. 4.2.7. Kategori Tingkatan Tindakan . BAB V PEMBAHASAN . 5.1. Karakteristik Responden . 5.1.1. Gambaran Karakteristik Umur . 5.1.2. Gambaran Karakteristik Jenis Kelamin . 5.1.3. Gambaran Karakteristik Pendidikan . 5.1.4. Gambaran Karakteristik Pekerjaan . 5.2. Pengetahuan Responden. 5.2.1. Gambaran Pengetahuan . 5.3. Sikap Responden . 5.3.2. Gambaran Sikap. 5.4. Tindakan Responden . 5.3.2. Gambaran Tindakan. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN . 6.1. Kesimpulan. 6.2. Saran. DAFTAR PUSTAKA 36 37 37 40 40 40 40 42 42 42 42 43 44 51 52 54 55 65 67 67 67 68 68 70 71 71 73 73 75 75 78 78 79 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 4.4. Tabel 4.5. Tabel 4.6. Tabel 4.7. Tabel 4.8. Tabel Perhitungan Sampel . Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Responden Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Masa Remaja Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tahap Perkembangan Masa Remaja Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Masa Pubertas Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Seks Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Pengertian Pendidikan Seks Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Manfaat Pendidikan Seks Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Tujuan Pendidikan Seks Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . 35 43 44 45 45 46 46 47 48 Universitas Sumatera Utara Tabel 4.9. Tabel 4.10. Tabel 4.11. Tabel 4.12. Tabel 4.13. Tabel 4.14. Tabel 4.15. Tabel 4.16. Tabel 4.17. Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Aspek Penting Dalam Pendidikan Seks Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Peran Orangtua Selaku Memiliki Remaja Terhadap Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 . Distribusi Pengetahuan Responden Tentang Bagaimana Orangtua Dalam Mengontrol Pergaulan disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahli pun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu, apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion). Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya Universitas Sumatera Utara infertilitas. Secara psikologis seks pranikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat. Menurut WHO (2003), kehamilan pada remaja memiliki resiko kematian lebih tinggi 2-4 kali. 2.3. Pendidikan Seksual Menurut Zulaini (2000), sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap seks masih merupakan hal yang tabu. Termasuk diantaranya dalam pembicaraan, pemberian informasi dan pendidikan seks. Akibatnya, jalur informasi yang benar dan bersifat mendidik sulit untuk dikembangkan dan mengimbangi jalur informasi yang salah dan menyesatkan yang berkembang bebas dan tidak legal. Remaja sering kali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi ataupun mengenai seksualitas. Padahal pada masa remaja rasa ingin tahu tersebut sangat tinggi, sehingga para remaja sering mencari sumber informasi mengenai seksualitas. Dari hasil penelitian Collins, Elliot, Berry, Kanouse, Kunkel, Hunter, et al (2004), menunjukkan bahwa eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. 2.3.1. Pengertian Pendidikan Seksual Pendidikan seksual adalah suatu kegiatan pendidikan yang berusaha untuk memberikan pengetahuan agar remaja dapat mengubah perilaku seksualnya ke arah yang lebih bertanggung jawab ( Arma, 2007). Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual. Dengan demikian pendidikan seksual ini bermaksud untuk Universitas Sumatera Utara menerangkan segala hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar (Mutadin, 2002). 2.3.2. Materi Pendidikan Seksual Pendidikan seksual yang diberikan dapat berupa dalam bentuk pendidikan kesehatan reproduksi remaja (PKRR). Materi PKRR meliputi pertumbuhan dan perkembangan remaja, perkembangan seksual remaja, kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual beresiko, pergaulan bebas, PMS dan HIV/AIDS, pelecehan seksual, kehamilan dan persalinan, serta hak reproduksi remaja ( Arma, 2007). Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang baik harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, nilai kultur dan agama, sebagai pendidikan akhlak dan moral (Mutadin, 2002). 2.3.2. Tujuan Pendidikan Seksual Tujuan pendidikan seksual adalah menciptakan sikap yang sehat terhadap seks dan seksualitas. Penyampaian materi pendidikan seksual dapat dilakukan di rumah,sekolah maupun di tempat ibadah. Disini peranan orang tua dan masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk dapat memberikan informasi kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi dan apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi mereka (Abineno, 1999). Pendidikan seksual bukan seolah-olah menyetujui remaja melakukan hubungan seksual melainkan bermaksud menanamkan rasa tanggung jawab dikalangan remaja tentang perilaku seksualnya dan kesehatan reproduksinya (BKKBN, 2005). Menurut Mutadin (2002), pendidikan seksual bertujuan untuk membentuk sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang Universitas Sumatera Utara menjijikan dan kotor. Tetapi lebih sebagai bawaan manusia, yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, dan supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja. Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagai berikut : a. Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja. b. Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab) c. Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi d. Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga. e. Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual. f. Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya. g. Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan. h. Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orang tua, anggota masyarakat. Universitas Sumatera Utara 2.4. Pengetahuan Menurut Notoadmojo (2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni : indra penglihatan, indra pendengaran, indra penciuman, indra perasa dan indra peraba. Pengetahuan seseorang individu terhadap sesuatu dapat berubah dan berkembang sesuai kemampuan, kebutuhan, pengalaman dan tinggi rendahnya mobilitas informasi tentang sesuatu dilingkungannya. Pengetahuan mempunyai 6 tingkatan yaitu : a. Tahu (know) adalah mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari adalah menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya. b. Memahami (comprehension) adalah suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. c. Aplikasi (application) adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). d. Analisis (analysis) adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. e. Sintesis (synthesis) adalah kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. f. Evaluasi (evaluation) adalah kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek . 2.5. Sikap Sikap secara sederhana didefenisikan sebagai ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal (Rahayuningsih, 2008). Universitas Sumatera Utara Menurut Notoadmojo (2007), sikap adalah reaksi atau respons seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Seperti pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan, yakni : a. Menerima (receiving), diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek). b. Merespons (responding) yaitu memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan merupakan suatu indikasi dari sikap. c. Menghargai (valuing) yaitu mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah. Ini merupakan indikasi sikap tingkat tiga. d. Bertanggung jawab (responsible) atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko. Ini merupakan indikasi sikap yang paling tinggi. Universitas Sumatera Utara BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep Penelitian Pengetahuan Seks Bebas Sikap 3.2. Definisi Operasional A. Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh para remaja tentang pengertian dan akibat yang ditimbulkan dari perilaku seks bebas. Penilaian tingkat pengetahuan remaja mengenai seks bebas dilakukan berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner dengan jumlah pertanyaan sebanyak 8 pertanyaan. Bila tiap jawaban responden benar akan diberi nilai 1, jika jawaban salah diberi nilai -1. Menurut Arikunto (2007), penilaian terhadap pengetahuan remaja dalam mengenai seks bebas dengan total skor 19 adalah sebagai berikut : a. Skor 14-19: baik b. Skor 7-13 : 2 2 3 1 4 141113115 1 5 4 3 1 3 113111115 4 5 5 4 1 4 38 50 31 49 31 43 52 39 50 51 26 44 47 29 51 35 38 Universitas Sumatera Utara 46 14 1 74 157 30 2 47 13 5 57 158 22.8 1 48 24 2 86 160 33.5 2 49 24 4 89 159 35.2 2 50 13 1 53 157 21.5 1 51 23 1 50 160 19.5 1 52 23 3 80 189 22.3 1 53 11 1 89 167 30.8 2 54 22 5 69 175 22.5 1 55 13 4 48 155 19.9 1 56 23 1 80 162 30.4 2 57 23 2 65 180 20.6 1 58 24 3 82 158 32.8 2 59 23 1 77 160 30 2 60 22 1 60 164 22.3 1 545445555 5 5 5 5 5 5 211121111 1 1 4 4 1 1 211121114 1 5 5 4 1 2 111111111 1 5 4 4 1 1 111121111 1 5 5 5 1 1 333343333 4 4 5 4 3 3 111112212 1 5 5 5 1 2 444224424 4 2 2 3 4 2 133333114 3 5 5 4 3 4 343213333 4 4 4 2 3 5 555121111 1 5 5 5 1 3 333333333 3 4 4 2 2 3 443432142 2 5 5 5 1 4 343333333 5 4 4 3 4 4 555335333 3 5 5 5 3 5 72 23 32 25 28 51 31 47 46 47 42 45 49 52 61 Universitas Sumatera Utara Keterangan Jenis Kelamin : 1 : Perempuan 2 : Lakilaki Obesitas : 1 : Normal 2 : Obes Umur : 1:15 2:16 3:17 4:18 5:15 Ideal Diri : 1 : Tinggi 2 : Rendah Suku : 1 : Batak 2 : Karo 3:Mandailing 4 : Jawa 5 : Cina Universitas Sumatera Utara Lampiran 8 Distribusi Jawaban Responden Tentang Ideal Diri Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju No Pernyataan %% % Fff 1 Saya merasaa penampilan saya tidak sempurna karena memiliki tubuh 15 25 3 5 18 30 yang besar 2 Saya merasa agak kesulitan beraktivitas dengan tubuh saya yang besar 14 23.3 5 8.3 24 40 3 Saya merasa malu dengan bentuk tubuh saya karena saya merasa tidak 18 30 2 3.3 25 30 menarik bagi lawan jenis 4 Saya merasa kurang dihargai oleh teman – teman ataupun orang – orang 25 30 3 5 26 43.3 disekitar saya karena bentuk tubuh saya yang besar 5 Saya merasa tubuh saya lebih besar dibandingkan tubuh teman – teman sebaya saya 15 25 10 16.7 23 38.3 6 Saya merasa malu apabila ada teman atau orang lain yang memperhatikan bentuk tubuh saya 7 Saya merasa malu apabila tampil di depan umum karena saya merasa badan saya yang besar 17 28.3 5 8.3 22 36.7 18 30 7 11.7 22 36.7 8 Saya merasa minder untuk berkenalan dengan orang lain karena bentuk 22 36.7 2 3.3 28 46.7 Ragu Sangat Tidak Setuju % f 14 23.3 f 10 % 16.7 11 18.3 11 18.3 6 4 10 6.7 6 10 0 0 11 18.3 1 1.7 10 16.7 6 10 10 16.7 3 5 8 13.3 0 0 Universitas Sumatera Utara tubuh yang besar 9 Saya tidak puas dengan berat badan saya 10 Saya merasa frustasi atau bingung tentang penampilan saya 11 Saya merasa senang dengan diri sendiri 12 Saya merasa senang dengan penampilan saya sendiri 13 Saya merasa bahwa orang disekitar saya mengagumi saya 14 Saya merasa tidak menarik 15 Saya merasa khawatir tentang apa yang orang pikirkan tentang saya 12 20 7 11.7 17 28.3 15 25 9 20 33.3 8 13.3 18 30 10 16.7 4 3 5 5 8.3 6 10 17 28.3 29 0 0 4 6.7 6 10 22 36.7 28 3 5 12 20 14 23.3 18 30 13 21 35 7 11.7 23 38.3 8 13.3 1 9 15 8 13.3 18 30 14 23.3 11 15 6.7 48.3 46.7 21.7 1.7 18.3 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9 Reliability Cases Case Processing Summary N Valid Excludeda 60 46 Total 106 % 56.6 43.4 100.0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Item-Total Statistics .851 N of Items 15 Scale Corrected Scale Mean if Variance if Item-Total Item Deleted Item Deleted Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 40.53 90.423 .602 .835 P2 40.98 92.695 .624 .834 P3 40.87 89.033 .747 .826 P4 41.33 94.497 .595 .837 P5 41.00 95.424 .547 .839 P6 40.70 88.451 .718 .827 P7 41.05 88.489 .772 .825 P8 41.17 89.938 .791 .826 P9 40.52 97.542 .347 .850 P10 41.05 88.930 .733 .827 P11 39.48 109.678 -.103 .871 P12 39.32 112.593 -.257 .871 P13 40.12 109.054 -.078 .870 P14 41.20 90.841 .748 .828 P15 40.38 95.529 .443 .845 Universitas Sumatera Utara JK * obesitas Crosstabulation JK perempuan Count % within JK % within obesitas % of Total laki-laki Count % within JK % within obesitas % of Total Total Count % within JK % within obesitas % of Total obesitas normal obes Total 17 15 32 53.1% 46.9% 100.0% 56.7% 50.0% 53.3% 28.3% 13 46.4% 25.0% 53.3% 15 28 53.6% 100.0% 43.3% 50.0% 46.7% 21.7% 30 50.0% 25.0% 46.7% 30 60 50.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 50.0% 50.0% 100.0% Universitas Sumatera Utara umur 15 16 17 18 19 Total umur * obesitas Crosstabulation obesitas normal obes Total Count 123 % within umur 33.3% 66.7% 100.0% % within obesitas 3.3% 6.7% 5.0% % of Total 1.7% 3.3% 5.0% Count 14 14 28 % within umur 50.0% 50.0% 100.0% % within obesitas 46.7% 46.7% 46.7% % of Total 23.3% 23.3% 46.7% Count 12 9 21 % within umur 57.1% 42.9% 100.0% % within obesitas 40.0% 30.0% 35.0% % of Total 20.0% 15.0% 35.0% Count 347 % within umur 42.9% 57.1% 100.0% % within obesitas 10.0% 13.3% 11.7% % of Total 5.0% 6.7% 11.7% Count 011 % within umur .0% 100.0% 100.0% % within obesitas .0% 3.3% 1.7% % of Total .0% 1.7% 1.7% Count 30 30 60 % within umur 50.0% 50.0% 100.0% % within obesitas 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0% Universitas Sumatera Utara Suku Crosstab obesitas normal obes Total suku Batak Count 10 18 28 % within suku 35.7% 64.3% 100.0% % within obesitas 33.3% 60.0% 46.7% % of Total 16.7% 30.0% 46.7% karo Count 8 4 12 % within suku 66.7% 33.3% 100.0% % within obesitas 26.7% 13.3% 20.0% % of Total 13.3% 6.7% 20.0% mandailing Count 549 % within suku 55.6% 44.4% 100.0% % within obesitas 16.7% 13.3% 15.0% % of Total 8.3% 6.7% 15.0% jawa Count 415 % within suku 80.0% 20.0% 100.0% % within obesitas 13.3% 3.3% 8.3% % of Total 6.7% 1.7% 8.3% cina Count 336 % within suku 50.0% 50.0% 100.0% % within obesitas 10.0% 10.0% 10.0% % of Total 5.0% 5.0% 10.0% Total Count 30 30 60 % within suku 50.0% 50.0% 100.0% % within obesitas 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0%    Universitas Sumatera Utara    Obesitas Frequency Percent Valid normal 30 28.3 obes 30 28.3 Total 60 56.6 Missing System Total 46 43.4 106 100.0 Valid Percent Cumulative Percent 50.0 50.0 50.0 100.0 100.0 Ideldiri Frequency Percent Valid tinggi 30 28.3 rendah 30 28.3 Total 60 56.6 Missing System 46 43.4 Total 106 100.0 Valid Percent Cumulative Percent 50.0 50.0 50.0 100.0 100.0 Universitas Sumatera Utara obesitas * ideldiri Crosstabulation Ideldiri tinggi Rendah Total obesitas normal Count 16 14 30 % within obesitas 53.3% 46.7% 100.0% % within ideldiri 53.3% 46.7% 50.0% % of Total 26.7% 23.3% 50.0% Obes Count 14 16 30 % within obesitas 46.7% 53.3% 100.0% % within ideldiri 46.7% 53.3% 50.0% % of Total 23.3% 26.7% 50.0% Total Count 30 30 60 % within obesitas 50.0% 50.0% 100.0% % within ideldiri 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 50.0% 50.0% 100.0% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Continuity Correctionb Value .267a .067 Asymp. Sig. Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- df (2-sided) sided) sided) 1 .606 1 .796 Likelihood Ratio .267 1 .605 Fisher's Exact Test .797 .398 Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb .262 1 60 .609 a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 15,00. b. Computed only for a 2x2 table Universitas Sumatera Utara Lampiran 10 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Data Pribadi Nama : ROMA ULI SIAHAAN Tempat/ Tanggal Lahir : Kisaran, 21 Maret 1983 Agama : Kristen Protestan Alamat : Jln. Yulius Usman Lorong Pukat Rt. 20 No. 19 Jambi Riwayat Pendidikan Tahun 1989 – 1995 : SD Swasta Khatolik Mariana Medan Tahun 1995 – 1998 : SLTP Swasta Markus Medan Tahun 1998 – 2001 : SMU Santo Thomas – 3 Medan Tahun 2002 - 2005 : D-III Akademi Kebidanan Bakti Inang Persada Medan Tahun 2013 - 2014 : DIV Bidan Pendidik FKEP USU Riwayat Pekerjaan Januari 2006 – Juni 2006 : Bekerja dipraktek dokter Rokan Hulu - Riau Juli 2006 – juli 2008 : Bidan PTT di desa Rambah Jaya Kab. Rokan Hulu – Riau April 2008 – Sekarang : PNS di Puskesmas Sukarejo Kab. Tanjab Barat – Jambi Universitas Sumatera Utara
Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013
RECENT ACTIVITIES

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

Upload teratas

Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013

Bebas