Feedback

Medan Science Museum (Arsitektur Rekreasi)

 3  79  166

dokumen informasi

MEDAN SCIENCE MUSEUM (ARSITEKTUR REKREASI) LAPORAN PERANCANGAN TKA490- STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012/2013 Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh TENGKU MUNI FAHTU ZAHRA 090406058 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara MEDAN SCIENCE MUSEUM (ARSITEKTUR REKREASI) LAPORAN PERANCANGAN TKA490-TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012/2013 Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur Oleh TENGKU MUNI FAHTU ZAHRA 090406058 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara MEDAN SCIENCE MUSEUM (ARSITEKTUR REKREASI) Oleh: TENGKU MUNI FAHTU ZAHRA 090406058 Medan, Juli 2013 Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Andalucia S.T., M.Sc. Devin Defriza Harisdani S.T., M.T NIP.197402252002122001 NIP.197508101998021001 Ketua Departemen Arsitektur Ir. N. Vinky Rahman, MT. NIP.19660622 199702 1 001 Universitas Sumatera Utara SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR (SHP2A) Nama : Tengku Muni Fahtu Zahra NIM : 090406058 Judul Proyek Tugas Akhir : Medan Science Museum Tema : Arsitektur Rekreasi Rekapitulasi Nilai : A B+ B C+ C D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan: No . Status 1 Lulus Langsung 2 Lulus Melengkapi 3 PerbaikanTanpa Sidang 4 PerbaikanDeng anSidang 5 Tidak Lulus Waktu Pengumpulan Laporan Medan, Paraf Pembimbing I Paraf Pembimbing II Kordinator TKA – 490 Juli 2013 Ketua Departemen Arsitektur Koordinator TKA-490 Ir. N. Vinky Rahman, MT. NIP. 196606221997021001 Ir. Basaria Talarosa, MT NIP. 196501091995012001 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Penulis mengucapkan puji dan syukur kekhadirat Allah SWT yang telah memberikan dan menerangi jalan Penulis dalam memulai dan menyelesaikan proyek Tugas Akhir pada tahun ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur di Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara. Penulis juga mengucapkan syukur atas hadiah di balik setiap masalah yang hadir dalam pengerjaan proyek ini, di mana Penulis belajar bahwa usaha yang tulus akan membuahkan hasil yang indah walaupun harus melalui kesukaran dan hambatan sepanjang pengerjaannya. Penulis mengucap syukur dan berterima kasih kepada Orang tua saya tercinta, untuk semua kasih, dukungan, doa, perhatian, dan semangat yang diberikan kepada Penulis. Serta kepada kakak dan abang Penulis yang selalu bersedia menjadi pendengar yang baik dan saran dan idenya yang sangat membantu dalam pengerjaan proyek ini. Terima kasih untuk selalu ada. Pada kesempatan ini, dengan tulus dan kerendahan hati, Penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan sebesar-besarnya kepada : Ibu Andalucia ST, Msc selaku Dosen Pembimbing I dan bapak Devin Defriza, ST. MT selaku Dosen Pembimbing II untuk bimbingan dan arahan, ilmu dan wawasan, serta dukungan moral, kesabaran dan konsistensi selama pengerjaan Tugas Akhir dari awal sampai akhir. Bapak Prof. Ir. M. Nawawiy Loebis, M.Phil,. PhD selaku Ketua Sidang dan Dosen Penguji dan bapak Ir. Novrial M.Eng selaku Dosen Penguji, untuk bimbingan dan arahan, serta ilmu dan wawasan yang diberikan kepada Penulis Bapak Ir. N. Vinky Rahman, M.T. sebagai Ketua Departemen Arsitektur Ibu Ir. Basaria Talarosa, M.T. selaku Koordinator Tugas Akhir, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Para staf dosen pengajar dan pegawai tata usaha di lingkungan Fakultas Teknik Departemen Arsitektur untuk semua kerja sama yang baik. Keluarga serta sepupu – sepupu Penulis Icha, Vira, Nadia, dan Diah yang selalu memberikan semangat kepada Penulis selama proses pengerjaan Tugas Akhir ini berlangsung. Achmad Hadyan Bichman yang selalu ada meluangkan waktu dan pikiran serta memberikan motivasi terhadap Penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Universitas Sumatera Utara Sahabat – sahabat tersayang yang selalu ada Audrya, Nina serta Intan yang tidak pernah berhenti memberikan semangat kepada Penulis. Sahabat – sahabat dari awal kuliah hingga tugas akhir bersama – sama, selalu ada dalam suka dan duka Ade dan Novi. Sahabat yang selalu membantu dan menghibur Fachrusy, Vicry, Henry, Mukhtar serta Arieful. Teman – teman kelompok Tugas Akhir Yuyun, Lili, Dini, Elida Ipit, Adib, Haffidz, Nisa serta Indra yang saling membantu dan memberikan semangat selama proses sidang akhir ini berlangsung Semua teman – teman Studio Tugas Akhir Semester B TA 2012 / 2013, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Semua teman – teman stambuk 2009 abang – abang senior serta adik – adik junior stambuk 2010 sampai 2012 Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Kiranya Allah SWT memberikan dan melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya bagi mereka atas segala yang telah diperbuat untuk penulis. Penulis sungguh menyadari bahwa tugas akhir ini mungkin masih mempunyai banyak kekurangan. Karena itu penulis membuka diri terhadap kritikan dan saran bagi penyempurnaan tugas akhir ini. Dan, akhirnya penulis berharap tulisan ini memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di lingkungan Departemen Arsitektur USU. Medan, Juli 2013 Hormat saya, Tengku Muni Fahtu Zahra Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI LEMBARAN PENGESAHAN SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR (SHP2A) KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . iii DAFTAR GAMBAR . vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR DIAGRAM . ix BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Maksud dan Tujuan 1 1.3. Masalah Perancangan 2 1.4. Pendekatan Perancangan . 2 1.5. Lingkup Perancangan 3 1.6. Kerangka Berfikir 5 1.7. Sistematika Penulisan 6 BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1. Terminologi Judul 7 2.2. Tinjauan Umum 8 2.2.1. Museum . 8 2.2.2. Science Museum . 9 2,3. Tinjauan Umum Proyek . 17 2.3.1. Kondisi Lingkungan . 17 2.3.2. Persyaratan dan kriteria lokasi . 18 2.3.3. Analisa pemilihan lokasi . 21 2.3.4. Pemilihan lokasi . 22 2.3.5. Penilaian Alternatif Lokasi . 24 2.4. Studi Banding Fungsi Sejenis . 28 2.4.1. Petrosains . 28 2.4.2. Taman Pintar Yogyakarta 30 Universitas Sumatera Utara BAB III ELABORASI TEMA 3.1. Elaborasi Tema 32 3.1.1 Alasan Pemilihan Tema 32 3.2. Tinjauan Umum 32 3.2.1 Rekreasi 3.2.2 Pengetian Arsitektur Rekreasi 39 3.3. Interpretasi Tema . 41 3.3.1. Keterkaitan Tema dengan Judul . 44 3.4. Studi Banding Tema . 45 3.4.1. Experience Music Project . 45 3.4.2. Discovery Science Center . 47 3.4.3. Kidzania . 51 3.4.4. The Children Science and Technology Museum . 52 BAB IV ANALISA 4.1. Analisa Eksisting 54 4.1.1. Analisa Lokasi (Posisi Site Terhadap Kota Kawasan Lingkungan) 54 4.1.2 Analisa Tata Guna Lahan 57 Tinjauan berdasarkan fungsi pemukiman 59 Tinjauan berdasarkan fungsi bangunan komersil . 60 Tinjauan berdasarkan fungsi perkantoran . 62 Tinjauan berdasarkan fungsi perhotelan . 64 Tinjauan berdasarkan fungsi perdagangan dan jasa . 65 Tinjauan berdasarkan fungsi sarana pendukung 66 Tinjauan berdasarkan fungsi fasilitas umum . 67 4.1.3. Analisa Intensitas Bangunan . 67 4.1.4. Analisa Sirkulasi . 69 4.1.5. Analisa Pencapaian . 75 4.1.6. Analisa Vegetasi . 75 4.1.7. Analisa View . 76 4.1.8. Analisa Kebisingan dan Matahari . 76 4.1.9. Analisa Arsitektur Kota 77 4.2. Analisa Non Fisik 78 4.2.1. Analisa Kegiatan . 78 4.2.2. Analisa Pola Kegiatan . 79 4.2.3. Analisa Kebutuhan Ruang Berdasarkan Jenis Kegiatan . 81 Universitas Sumatera Utara 4.2.4. Analisa Fungsional . 83 4.2.4.1 Analisa pengunjung museum di Medan . 83 4.2.4.2 Analisa Daya Tampung Museum 87 4.2.5 Program Ruang . 87 4.2.6 Kebutuhan Areal Parkir . 90 BAB V KONSEP 5.1 Konsep Ruang Luar . 93 5.2 Konsep Ruang Dalam . 94 5.3 Konsep Bentukan Massa 96 5.4 Konsep Interior Bangunan 97 5.5 Konsep Eksterior Bangunan . 98 5.6 Konsep Utilitas . 101 5.6.1 Konsep Sistem Elektrikal 101 5.6.2 Konsep Sistem Sanitasi . 101 5.7 Konsep Operasional Museum 103 DAFTAR PUSTAKA . x Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Contoh susunan ruang pameran . 12 Gambar 2.2 Peta berdasarkan RTRW kota Medan 21 Gambar 2.3 Alternatif site 1 22 Gambar 2.4 Alternatif site 2 22 Gambar 2.5 Alternatif site 3 23 Gambar 2.6 Lokasi site terpilih . 27 Gambar 2.7 Lobby 28 Gambar 2.8 F1 Petrosains . 28 Gambar 2.9 Kereta molekul . 29 Gambar 2.10 Antrian pengunjung museum . 29 Gambar 2.11 Interior . 30 Gambar 2.12 Pintu masuk taman pintar . 30 Gambar 2.13 Zona planetarium 30 Gambar 2.14 Rekreasi taman pintar 31 Gambar 3.1 Eksterior museum musik 41 Gambar 3.2 Suasana museum 46 Gambar 3.3 Discovery science center 47 Gambar 3.4 Dino Area . 47 Gambar 3.5 Denah Discovery science center . 48 Gambar 3.6 Interior pesawat luar angkasa 49 Gambar 3.7 Dino quest . 49 Gambar 3.8 Globe animation 50 Gambar 3.9 Kidzania . 51 Gambar 3.10 Kegiatan di dalam kidzania . 52 Gambar 3.11 Interior . 52 Gambar 3.12 Kegiatan di dalam museum . 52 Gambar 3.13 Peta The Children Science and Technology Museum . 53 Gambar 4.1 Tanah kosong deli super block . 54 Gambar 4.2 Kantor PTP 9 . 54 Gambar 4.3 Sungai Deli 55 Gambar 4.4 Lokasi site . 56 Gambar 4.5 Tata guna lahan 57 Gambar 4.6 Pemukiman Jl. Pisang . 59 Gambar 4.7 Pemukiman Jl. Sei Deli 59 Gambar 4.8 Ruko komersil Jl. Guru Patimpus . 60 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.9 Ruko komersil Jl. Gatot Subroto . 60 Gambar 4.10 Ruko komersil Jl Raden Saleh 61 Gambar 4.11 Grand Palladium . 61 Gambar 4.12 Kantor dinas perdagangan 62 Gambar 4.13 Kantor TVRI . 62 Gambar 4.14 Kantor Telkom . 62 Gamber 4.15 Kantor walikota . 62 Gambar 4.16 PTP 9 . 62 Gambar 4.17 Bank Indonesia . 62 Gambar 4.18 Capital building . 63 Gambar 4.19 Kantor Pos . 63 Gambar 4.20 Bank BRI . 63 Gambar 4.21 Bank Danamon . 63 Gambar 4.22 Bank Mega, Bank BNI, Bank Mandiri . 64 Gambar 4.23 Hotel JW Marriot 64 Gambar 4.24 Hotel Dharma Deli . 64 Gambar 4.25 Hotel Grand Aston . 65 Gambar 4.26 Hotel Arya Duta . 65 Gambar 4.27 Showroom, wisma benteng, plasa telkom . 65 Gambar 4.28 Kampus IBBI . 66 Gambar 4.29 SD Jl. Sei Deli 66 Gambar 4.30 Mesjid . 67 Gambar 4.31 SPBU 67 Gambar 4.32 Intensitas bangunan . 67 Gambar 4.33 Skyline view dari Jl. Putri Hijau (Potongan A – A’) . 68 Gambar 4.34 Skyline view dari Jl. Maulana Lubis dan Jl. Raden Saleh (Pot. B – B’) 68 Gambar 4.35 Skyline view dari Jl. Guru Patimpus (Potongan C – C’) 68 Gambar 4.36 Konsep skyline dari utara (Jl. Guru Patimpus) 69 Gambar 4.37 Penduduk Usia Sekolah Kota Medan Menurut Kelompok Umur Tahun 2011 85 Gambar 5.1 Interior Planetrium . 97 Gambar 5.2 Interior Ruang eksplorasi . 98 Gambar 5.3 Eksterior Bangunan 99 Gambar 5.4 Suasana Parkir Mobil 99 Gambar 5.5 Area Bermain Outdoor . 100 Gambar 5.6 Suasana Taman Belakang Museum . 100 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Standart luasan museum berdasarkan populasi . 10 Tabel 2.2 Peruntukan lahan WPP kota Medan . 17 Tabel 2.3 Kriteria lahan untuk menentukan lokasi . 19 Tabel 2.4 Arahan kepadatan penduduk kota Medan tahun 2028 20 Tabel 2.5 Penilaian alternatif lokasi . 24 Tabel 4.1 Kondisi jalan dengan kepadatan tinggi . 70 Tabel 4.2 Kondisi jalan dengan kepadatan menengah . 72 Tabel 4.3 Jalan dengan sirkulasi kepadatan rendah . 72 Tabel 4.4 Kebutuhan ruang berdasarkan jenis kegiatan 81 Tabel 4.5 Jumlah pengunjung Museum Daerah Sumatera Utara pertahun . 84 Tabel 4.6 Data pengunjung Museum di Medan . 84 Tabel 4.7 Pertumbuhan jumlah siswa dan guru SLTP , SMA , SMK kota Medan . 85 Tabel 4.8 Program Ruang . 87 Universitas Sumatera Utara DAFTAR DIAGRAM Diagram 1 Pola Kegiatan Pengunjung 79 Diagram 2 Pola Kegiatan Pengelola . 80 Diagram 3 Pola Kegiatan Pelayanan Teknis . 80 Diagram 4 Sistem Elektrikal . 101 Diagram 5 Sistem Air Kotor Berat 101 Diagram 6 Sistem Air Kotor Ringan . 101 Diagram 7 Sistem Air Bersih . 102 Diagram 8 Sistem Air Sungai 102 Diagram 9 Sistem Air Hujan . 102 Universitas Sumatera Utara Abstract Nowadays, the advanced science and technology in the developing world very quickly. Indonesia's young generation is expected to follow these developments. To the need for proper education. However, formal education in schools sometimes provide a high saturation level for the children, so that when school, children tend to seek entertainment recreation to eliminate fatigue. So we need a theme that also provide education for the children, a method of learning and recreation. Medan Science Museum is to fulfil the needs if it. Application of recreational architecture themes is expected to create an recreation atmosphere that is expected to be present in a place of education. A place where one can get though science was playing. Because students especially in preschool and elementary school can catch more things and new horizons through experiences, adventures and direct interaction. Keywords : Recreational Architecture, Education, Science, Museum Abstrak Saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia berkembang dengan sangat cepat. Generasi muda Indonesia diharapkan dapat mengikuti perkembangan tersebut. Untuk itu perlu untuk pendidikan yang tepat. Namun, pendidikan formal di sekolah kadang-kadang memberikan tingkat kejenuhan tinggi untuk anak-anak, sehingga ketika sekolah anak-anak cenderung mencari rekreasi hiburan untuk menghilangkan penat. Sehingga diperlukan suatu hiburan yang juga memberikan pendidikan bagi anak-anak, sebuah metode belajar serta tempat rekreasi. Medan Science Museum yang dirancang disini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penerapan tema arsitektur rekreasi diharapkan dapat menciptakan suasana rekreasi yang diharapkan hadir dalam tempat pendidikan. Tempat dimana seseorang bisa mendapatkan ilmu walaupun sedang bermain. Karena siswa terutama pada usia prasekolah dan sekolah dasar lebih dapat menangkap hal-hal dan wawasan baru melalui pengalaman, petualangan dan interaksi langsung. Kata Kunci : Arsitektur Rekreasi, Edukasi, Sains, Museum Universitas Sumatera Utara Medan Science Museum BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kurangnya minat membaca ataupun belajar pada usia anak – anak merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Dapat diilihat, anak sekarang lebih sering meluangkan waktunya dengan bermain game pada gadget ataupun komputer yang juga membuat mereka menjadi anti- sosial. Serta sering juga anak sepulang sekolah melakukan aktivitas yang tidak perlu, yang terkadang membahayakan diri mereka sendiri. Berdasarkan responden anak – anak merasa jenuh apabila pembelajaran yang berlangsung hanya disampaikan lewat tanya jawab, bercerita, ataupun berdiskusi. Anak pasti akan cepat lupa, merasa capek atau juga menjadi mengantuk. Karya wisata dianggap menjadi metode belajar yang cocok dan menyenangkan untuk anak - anak, mengingat masa kanak-kanak merupakan masa belajar sambil bermain sehingga suasana yang menyenangkan sangat diharapkan oleh para peserta didik. Berdasarkan keprihatinan dan masih banyak lagi. B. ONTARIO SCIENCE CENTER Ontario Science Center berlokasi di Canada. Fasilitas ini memiliki kelengkapan fasilitas, yang diklasifikasikan untuk sejumlah kalangan umur. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Diantara sekian banyak fasilitas yang terdapat di dalamnya, berikut dijabarkan tentang fasilitas tersebut : Electricity Demo Pada bagian ini pengunjung akan mendapatkan sejumlah pengetahuan tentang dunia listrik, diantaranya : Menjelajahi dunia transformasi Mempelajari jenis-jenis listrik Mengetahui tentang para peneliti kelistrikan Bagaimana magnet mampu menciptakan listrik Menggunakan energi gerak kita sendiri untuk menciptakan listrik Gbr.2.7 Ontario science center Dan lain-lain. Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH ` Living Earth Pada dunia living earth kita dapat mempelajari tentang : Menjelajahi dunia hutan hujan dengan segala hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya. Menjelajahi gua Menjelajahi dunia melalui petualangan virtual Menguji kualitas air dan membandingkannya Melihat beragam tangkorak Melihat tumpukan sampah dan mengetahui bagaimana cara menyelamatkan lingkungan Science Hotspot Media ini merupakan media interaktif yang dijaabrkan oleh sejumlah staff atau peneliti. Mendengar informasi tentang teknologi terbaru dan mempelajarinya Memperoleh informasi tentang segala berita teknologi Menjelajahi sudut pandang berbeda teknologi Menemukan bagimana dunia mempengaruhi kita. Sport Di bagian ini kita dapat : Membakar energi dengan mencoba memanjat dinding Mencoba berdiri di balok keseimbangan Menguji keseimbangan pandangan pada ruang yang berputar Menjelajahi bagaimana penemuan material baru mengubah olahraga Mencoba berskating Mengetahui bagaimana para atlet jaman dulu bekerja Gambar 2.2 Ilustrasi fasilitas Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH ` Human Body Pada bagian ini kita dapat melakukan sejumlah hal : Mempelajari kerangka manusia Melihat proses penuaan tubuh melalui alat khusus Melihat darimana bayi datang Melihat laboratorium terbaik dimana insulin ditemukan Menggunakan DNA untuk mencari tahu penjahat Melihat ke dalam tubuh melalui alat medis digital Menganalisa warna air liur Mempelajari bagaimana darah bekerja pada tubuh Ontario Science Science Arcade Menggerakkan pedal dan membangkitkan listrik untuk menghidupkan sejumlah alat elektronik Menginjak rem tepat waktu untuk mengetahui tingkat reaksi kita Menjelajahi dunia kedap suara Menguji ketangkasan kita di balik cermin Mempelajari sejumlah alat bunyi Mencoba menangkap bayangan diri kita sendiri Gambar 2.7 Ilustrasi Science Arcade Ontario Science centre IMAX Dome Di dalam IMAX Dome theatre, kita dapat : Menonton film di layer yang besarnya 4.500 kali besar tv kebanyakan Memilih posisi ternyaman diantara 320 kursi yang tersedia Melihat gambar yang sangar nyata berkat proyektor 15.000 watt yang dapat dilihat dari jarak sejauh bulan Mendengar suara dari Wrap-around, suara yang dihasilkan 44 speaker Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 ` MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH Mengintip ke dalam proyektor Melihat bagaimana gambar bergerak direkam dalam film 70 mm Merasakan dampak layer terhadap pandangan 360 derajat A Question of Truth Membandingkan perbedaan model tata surya kita Melohat apakah jenis kelamin mempengaruhi cara pandang kita Mencocokkan suara dengan wajah Mempelajari pengobatan alternatif Menggabungkan wajah kita dengan wajah teman kita dengan sejumlah cermin Mencoba memasuki kotak tempat para budak afrika dulunya dikurung Berbicara di depan kamera tentang pendapat kita terhadap pameran tersebut KidSpark Berisi dunia permainan anak yang memberi mereka pengetahuan tentang sifat air Membuat rollercoaster dan mencoba menghanyutkan bola melaluinya Menjelajahi dunia “belanja” dan belajar matematika melaluinya Menciptakan bayangan dan warna menggunakan cermin, magnet, dan mencampur warna air Mencari tahu apa yang tumbuh di dalam dan di luar tubuh kita Mempelajari kesamaan dan perbedaan Tampil di studio dan menampilkan kobolehan kita Berfikir kreatif dengan belajar memasak Gambar 2.7 Ilustrasi Kidspark Ontario Science centre Papermaking Demo Melihat bagaimana kain dan tumbuhan diubah menjadi kertas Melihat proses pembuatan kertas dengan tangan Mencoba membuat kertas buatan kita sendiri Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 ` MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH Melihat beragam material yang digunakan manusia sebelum kertas Mempelajari sejarah pembuatan kertas Menjelajahi bgaimana pendaurulangan kertas Space Meluncur di pesawat ulang alik Melihat cahaya kosmik diantara awan Melihat proses pembentukan galaksi setelah big-bang Memahami mengapa para astronot mengapung diangkasa Menjelajahi matahari, bulan dan tata surya Gambar 2.7 Ilustrasi SpaceOntario Science centre C. SINGAPORE SCIENCE CENTER (SSC) SSC didiriakan tahun 2005. pendiriannya didasarkan pada syllabus sekolah dinergeri itu. SSC terdiri dari pameran yang menjelaskan konsep pengetahuan langsung. Apmeran ini merupakan salah satu cara pengajaran, menujukkan model dan bahkan bagian memaksudkan dari untuk penelitian. menggambarkan Mereka prinsip Gambar 2.8 Singapore Science Center pengetahuan setalah mempelajarinya di sekolah. Tujuan utama dari SSC ini adalah menyediakan pameran yang membantu para guru untuk emngmbangkan pemahaman para pelajar tentang konsep pengetahuan. Terdapat sejumlah fasilitas di SSC ini. Diantaranya adalah ruang pameran. Ruang Pameran Terdiri dari enam area, yaitu : Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 ` MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH Eureka Berisi informasi tentang electron termasuk bagaimana permulaan pembentukannya hingga penerapannya pada alat-alat kehidupan sehari-hari. Keeping You Safe Disini pengunjung ditawarkan menggunakan alat modern yang menjaga keamanan kita. Alat-alat ini sekarang banyak diterapkan dirumah dan tempat-tempat kerja berupa kamera pengintai, scanner bagasi, alarm, metal detector dan lain-lain. Have Fun Berisi segala fasilitas yang dapat memberikan hiburan modern kepada kita. Making You Better Berisi informasi tentang dunia kedokteran, transplantasi, terapi, dan menemukan segala informasi yang dapat membuat kesehatan kita membaik. Hello ! Hello! Berisi tantangan dalam menemukan cara baru untuk meningkatkan rentang kemampuan manusia. Termasuk didalamnya adalah penemuan alat-alat canggih seperti 3G, transmisi optic, penginderaan satelit dan lain-lain. Thinke’s Lab Berisi kegiatan interktif antara para peneliti dengan para pelajar. Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH ` Gambar 2.9 Ilustrasi Kegiatan Singapore Science Center Kelompok-kelompok pameran ini menampilkan banyak sub pameran lain, yaitu : Pameran Kimia Ecogarden Treehouse Succulent (berair) plants Pengolahan karet (kebun mini) Ecolab Vegetable beds Penerapan energi dan sumber-sumber energi Genetika Human body Space Kinetic garden Living with visusess Nanotechnology Solar system Mind’s eye Water work Web of life Friend of science IMAX thaetre Dasn lain-lain Singapore Science Center memiliki sejumlah science club. Science Club dasar yaitu club sains yang didtujukan bagi para pelajar yang masih pemula. Untuk memasuki club ini cukup dengan meregistrasikan diri dan akan memperoleh sebuah kartu yang menunjukkan tingkatannya dalam club. Dalam club ini terdapat enam belas tingkatan. Setiap anggota akan memperoleh kenaikan tingkatan setiap kali ia mendapat rekomendasi dari para instruktur yang tentunya telah diuji kemampuannya. Science club utama adalah Questa Club yang merupakan lanjutan dari club dasar. Club ini merupakan club yang di organisir oleh Singapore Sciece Center dengan tujuan untuk menstimulasi ketertarikan para pelajar akan ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan Rudolf Bastian Sijabat : Medan Science Center (Arsitektur Hightech) (Science Fisika), 2010. TKA 490 MEDAN SCIENCE CENTER ARSITEKTUR HIGH-TECH ` pelajar dalam bidang yang ia minati, serta menyediakan kesempatan bagi par siswa utuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif mereka. Pada club ini juga terdapat tingkatan,yaitu tingkat dasar, silver dan tingkat emas. Untuk memasuki tingkat sistem detetor yang merupakan alat berteknologi. 5.3 Konsep Sirkulasi Kendaraan Side Jalur keluar kendaraan Jalur Sirkulasi Roda 4 dan Roda 2 Jalur sirkulasi utama kendaraan, baik kendaraan roda 4, roda 2, dan kendaran servis berada pada Jalan Perintis Kemerdekaaan. Namun side entrance kendaraan untuk keperluan tertentu dibuka melalui Jalan timor dan Jalan Sena untuk memudahkan akses di dalam bangunan. Entrance untuk roda 4 dan roda 2 dibedakan untuk memberi kemudahan akses kendaraan yang akan masuk ke dalam bangunan ini. Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Jalur ke luar untuk kendaraan bisa melalui jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalur Jalan Gaharu. Untuk Jalur pejalan kaki pada design, dibuka melalui jalur jalan Timor. Hal ini meninjau pada bagian sebelah ini banyak fungdi bangunan yang dekat kaitannya dengan pendidikan. Seperti adanya kampus Nommensen pada areal sebelah ini, dan juga terdapat sekolah. Sistem Struktur Sistem struktur dari proyek ini merupakan perwujudan aplikasi dari high-Tech. Sistem struktur yang dipakai dalam proyek ini adalah sistem rangka kaku atau Rigid Frame. Aplikasi Konsep pada penataan ruang Konsep alur ruang dijelaskan dengan beberapa tahap sebagai berikut : Tahap Perkenalan Pada tahap ini pengunjung yang datang masih dalam keadaan kosong tentang apa yang terdapat di dalam Medan Science Education Center . Pengunjung akan menemui hall dan ruang informasi yang akan memberikan informasi seputar Medan Science Education, tujuan, serta pengenalan ruang-ruang dalam Medan Science Education Center. Tahap Perjalanan Setelah pengunjung diberi informasi yang berhubungan dengan segala sesuatu yang terkait dengan Medan Science Eduation center, pengunjung dibawa ke dalam suatu perjalanan kembali kepada awal terbentuknya alam semesta. Hal ini diaplikasikan dengan adanya eskalator yang menuju lantai 2. Eskalator digunakan untuk menghasilkan kesan mengalir, serta perlahan supaya pengunjung juga dapat merasakan suasana Perjalanan Waktu. Ruang Peraga Fisika Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Setelah tahap perkenalan mulai dari kosong yang diartikan sesuatu yang gelap, pengujung dapat menemui Ruang peraga Fisika yang bertemakan tata Surya. Berisi mengenai Gambaran Umum tata Surya dengan tampilan gambarnya pada Layar yang ditempel didinding, juga fasilitas komputer digital untuk melihat penjelasan tata Surya dan gambaran mengenai planet-planet sampai kepada planet Bumi yang ditinggali manusia. Selanjutnya perjalanan berlanjut pada Ruang peraga dan pameran mengenai astronomi., yang menyajikan : Pengenalan benda-benda langit malam Gerak harian benda langit perubahan fase bulan gerhana matahari dan gerhana bulan gerak semu matahari dan planet-planet penerbangan ke angkasa luar bintang galaksi bimasakti dan galaksi lainnya Segala sesuatu yang dipelajari, dilihat dalam ruang-ruang ini akan lebih jelas nantinya dalam pertunjukkan yang diadakan di teater Imax. Tahap Selanjutnya di lantai 3, dimana makhluk hidup mulai tercipta setelah ada Bumi, Matahari. Hal ini diaplikasikan dalam ruang Peraga pamer dan Biologi yang mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh manusia manusia, dan terdapat juga ruang pamer dunia hewan. Tahap perjalanan Ruang peraga dan pamer sains ini dilanjutkan dengan ruang peraga ilmu pengetahuan lainnya, yaitu Kimia, dan matematika. Puncak dari perjalanan ini akan ditampung dalam Teater Imax, yang akan memberi gambaran tentang ilmu pengetahuan yang telah disajikan dalam ruang-ruang sebelumnya. Tahap Cooling Down Ini adalah tahapan di mana keadaan sudah mendingin, bumi sudah terbentuk dengan benda-benda langit pengisinya, dan makhluk hidup yang menghuni bumi. ini merupakan keadaan yang sudah stabil. Hal ini diasumsikan juga pada pengunjung Medan Science Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Education Center yang telah melintasi dan melewati tahap-tahap Ruang Pamer dan peraga. Maka pengunjung disuguhkan suasana yang lebih relax, dengan menyajikan ruang temporer yang berisi aplikasi teknologi yang sedang berkembang. Juga terdapat area Bermain atau Science Play Area. Berikut ini gambaran ruang-ruang yang dapat diaplikasikan dalam Medan Science Education Center. Gbr 5.2 Science Play Area Gbr 5.1 Rotating light Trick your mind and "see" something that's not there. Examine and experiment with the properties of color, light and the mysterious mechanisms of human perception. Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Your goal is to pass by the Spyscannerroom without setting of the alarm by doing a non-human walk. Children invent their own ways of walking or cooperatively try to fool the scanner. den ZONING RUANG DALAM Lantai 1 Eskalator naik Eskalator turun R.PamerTemporer, Science Play Area Perpustakaan Restoran/Cafe Kantor P l l Servis Gudang Main Lobby Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Lift Tangga Ruang I f i Lantai 2 Loading Dock Entrance Eskalator turun Eskalator naik R. Peraga Fisika (Astronomi) Teater Imax R. Komputer R. Peraga Fisika (Tata Surya) Lift Eskalator Eskalator Tangg Lantai 3 R. Peraga Matematika R. Peraga Kimia (Sifat Zat, Ikatan Kimia) R. Peraga Biologi (Human Body) R. Peraga Biologi (Dunia Hewan) R. Peraga Fisika Listrik (Elektromagnetis) R. peralatan, Gudang Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Lift Eskalator Eskalator Lantai 4 Auditoriu R. belajar R. perpustakaan R. belajar Lobby Diagram 5.1 Penzoningan Ruang dalam Lift Tangga BAB VI HASIL PERANCANGAN Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 R. Mentor Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Sketsa Exterior Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 FOTO-FOTO MAKET Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009 DAFTAR PUSTAKA Addington, Michelle, Daniel Schodek. Smart Material and technologies. Burlington: Architectural Press. 2005 D.K. Ching, Francis, Arsitektur Bentuk, Ruang dan Susunannya, Jakarta:Erlangga De Chiara, Yoseph , Time Saver Standards For Building Types, New York: Mc.Graw Hill Book Company DEPDIKBUD, 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta. Hakim, Ir. Rustam, MT. IALI., Ir. Hardi Utomo, MS. IAI. 2003. Arsitektur Lansekap. Jakarta: Bumi Aksara. Juwana Jimmy S. 2005. Sistem Bangunan Tinggi, Penerbit Erlangga, Jakarta. Neufert, Ernst, 1993. Data Arsitek I, Jakarta: Erlangga Neufert, Ernst, 1993. Data Arsitek II, Jakarta: Erlangga Schodek Daniel L, Terjemahan dari penerbiy Prentice Hall, Inc, A Simon, 1996. Struktur, Penerbit Erlangga Jakarta. White Edward. T. 1992. Buku Sumber Konsep, Terjemahan Intermata, Bandung. www.greatbuildings.com www. Petra Thesis.com www. Arsuidocs. Blogspot. Com www.wikipedia, the free encyclopedia. com Nova Pina S. : Medan Science Education Center (Arsitektur High-Tech), 2009. USU Repository © 2009
Medan Science Museum (Arsitektur Rekreasi)
RECENT ACTIVITIES

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

Upload teratas

Medan Science Museum (Arsitektur Rekreasi)

Bebas