Feedback

Jadwal kuliah jur informatika smt gasal 2014 2015

 0  60  3

dokumen informasi

Admin Login Admin Input usename dan password Verifikasi benar Halaman Admin salah tidak ya Keluar Keluar Gambar 3.6 Flowchart Halaman Login Admin 3. Tampilan Flowchart Halaman Dosen Daftar dosen ya Daftar dosen Daftar dosen ya Ubah data Tambah dosen tidak ya Keluar Keluar Gambar 3.7 Flowchart Halaman Dosen Universitas Sumatera Utara 4. Tampilan Flowchart Halaman Mata Kuliah Mata kuliah ya Daftar Matakuliah Daftar Matakuliah Tambah Matakuliah tidak ya Ubah data ya Keluar Keluar Gambar 3.8 Flowchart Halaman Mata Kuliah Universitas Sumatera Utara 5. Tampilan Flowchart Halaman Ruang Ruang ya Daftar Ruang Daftar Ruang Tambah Ruang tidak ya Ubah data ya Keluar Keluar Gambar 3.9 Flowchart Halaman Ruang 6. Tampilan Flowchart Halaman Kelas Kelas ya Daftar Kelas Daftar Kelas ya Tambah Kelas Ubah data ya tidak Keluar Keluar Gambar 3.10 Flowchart Halaman Kelas Universitas Sumatera Utara 7. Tampilan Flowchart Halaman Jadwal Kelas ya Daftar Jadwal Daftar Jadwal ya Tambah Jadwal tidak Ubah data ya Keluar Keluar Gambar 3.11 Flowchart Halaman Jadwal 3.7 Perancangan Interface dan Layout Perancangan interface dan layout diawali dengan mulai pembuatan halaman intro atau index dan selanjutnya membuat halaman-halaman link yang berhubungan antara alaman web dengan halaman yang lain. Perancangan interface diawali dengan membuat rancangan dasar tampilan web yang akan ditranformasikan dalam bentuk sketsa digital. Universitas Sumatera Utara 1. Perancangan interface halaman depan Header Home Admin Jadwal Mata kuliah Cetak date Copyright by 2011 Gambar 3.12 Tampilan Interface halaman depan Universitas Sumatera Utara 2. Perancangan Interface Halaman Login Header Login Admin Copyright by 2011 Gambar 3.13 Tampilan Interface halaman Login 3. Perancangan Interface Halaman Admin Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Konten Input Data Copyright by 2011 Gambar 3.14 Tampilan Interface halaman Admin Universitas Sumatera Utara 4. Perancangan Interface Halaman Dosen Header Dosen Home Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tambah Dosen Pencarian Tabel Data Dosen Copyright by 2011 Gambar 3.15 Tampilan Interface halaman Dosen 5. Perancangan Interface Halaman Tambah Dosen Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tabel tambah Data Dosen simpan batal Copyright by 2011 Gambar 3.16 Tampilan Interface halaman Tambah Dosen Universitas Sumatera Utara 6. Perancangan Interface Halaman Mata Kuliah Header Dosen Home Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tambah Mata kuliah Pencarian Tabel Mata Kuliah Copyright by 2011 Gambar 3.17 Tampilan Interface halaman Mata Kuliah 7. Perancangan Interface Halaman Mata Kuliah Header Dosen Home Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tabel tambah Mata Kuliah simpan batal Copyright by 2011 Gambar 3.18 Tampilan Interface halaman Tambah Mata Kuliah Universitas Sumatera Utara 8. Perancangan Interface Halaman Ruang Header Dosen Home Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tambah Ruang Tabel Data Ruang Copyright by 2011 Gambar 3.19 Tampilan Interface Halaman Ruang 9. Perancangan Interface Halaman Tambah Ruang Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tabel tambah Data Ruang simpan batal Copyright by 2011 Gambar 3.20 Tampilan Interface Halaman Tambah Ruang Universitas Sumatera Utara 10. Perancangan Interface Halaman Kelas Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tambah Kelas Tabel Data Kelas Copyright by 2011 Gambar 3.21 Tampilan Interface Halaman Kelas 11. Perancagan Interface Halaman Tambah Kelas Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tabel tambah Data Kelas simpan batal Copyright by 2011 Gambar 3.22 Tampilan Interface Halaman Kelas Universitas Sumatera Utara 12. Perancangan Interface Halaman Jadwal Header Dosen Home Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tambah Jadwal Tabel Jadwal Cetak Copyright by 2011 Gambar 3.23 Tampilan Interface Halaman Jadwal 13. Perancangan Interface Halaman Tambah Jadwal Header Home Dosen Mata Kuliah Ruang Kelas Jadwal Logout Tabel tambah Data Jadwal simpan batal Copyright by 2011 Gambar 3.24 Tampilan Interface Halaman Tambah Jadwal Universitas Sumatera Utara 14. Perancangan Interface Halaman Cetak Hasil Cetak Tabel Gambar 3.25 Tampilan Interface Halaman Tambah Jadwal Tahap-tahap yang dilakukan penulis dalam membangun halaman website adalah sebagai berikut: 1. Membuka Macromedia Dreamweaver 8 sebagai software pengatur letak layout dan penulisan skrip-skrip PHP dalam membangun halaman. Tampilannya dapat dilihat seperti gambar berikut ini: Universitas Sumatera Utara Gambar 3.26 Tampilan Macromedia Dreamweaver 8 2. Mengatur letak layout dengan memanfaatkan tool dan perintah yang terdapat pada Macromedia Dreamweaver yaitu dengan meletakkan link-link, grafik, isi berita dan modul-modul lainnya di tempat yang telah ditentukan. 3. Menulis dan meletakkan skrip-skrip PHP dan HTML yang diperlukan pada tempat yang sesuai yang dikerjakan di jendela Code pada Macromedia Dreamweaver. 4. Mengerjakan halaman-halaman berikutnya. Situs yang baik adalah situs yang memperhatikan nilai keindahan pada halamannya. Banyak situs yang mempergunakan halaman sederhana, tetapi kebanyakan juga situs yang menampilkan informasi, dengan tetap menghadirkan halaman dengan template yang indah sehingga menjadikan situs tersebut sering dikunjungi orang. Terkadang dengan pemakaian template / halaman pada sebuah situs, bisa jadi waktu untuk mengakses site tersebut menjadi agak lamban, ini disebabkan karena images Universitas Sumatera Utara pada halaman situs tersebut tidak dipotong-potong / dibagi menjadi ukuran file kecil. Pengelolaan situs yang benar adalah jika kita mempergunakan halaman / template dengan ukuran yang besar, perlu kita potong-potong / bagi, agar pengaksesan situsnya menjadi cepat. Berikut ini adalah contoh layout sistem informasi penjadwalan matakuliah dengan menggunakan editor web Dreamweaver 8. Gambar 3.27 Layout halaman utama sistem informasi penjadwalan mata kuliah Dalam perancangan situs, kita pasti akan disibukan dalam menangani scripting dan design web yang telah kita buat. Untuk itu di lembar kerja Macromedia Dreamwaver MX 2004 ada 3 tabulasi jendela yang membantu kita dalam merancang situs yang kita buat. 1. Jendela Code : Pada jendela ini kita hanya bisa menuliskan teks scripting pemrograman web, baik itu HTML, JavaScripts, PHP dan lain-lain . Universitas Sumatera Utara 2. Jendela Split : Pada Jendela ini Dreamweaver memberikan kemudahan bagi kita dalam merancang situs, dengan membagi dua jendela pada lembar kerja yaitu Jendela Code dengan Jendela Design. 3. Jendela Design : Pada Jendela ini kita hanya bisa merancang situs tanpa bisa menuliskan scripting pemrograman web. Pada jendela design kita bisa menuliskan teks, menampilkan images, dan lain-lain. Apa yang kita buat di jendela design maka itulah yang akan kita lihat pada browsingnya atau yang dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See Is What You Get). 3.8 Penggabungan Scripts Dengan Layout Situs Mungkin karena kemudahan serta kecanggihan editor ini, membuatnya lebih banyak dipakai oleh para web desaigner dan web programming. Salah satu kemudahan yang dimiliki oleh Dreamweaver MX 2004 adalah dapat menggabungkan script program pada layout halaman situs. Penggabungan antara script pemrograman web dengan halaman situs seperti JavaScripts, PHP dan lain-lain dapat dengan menuliskan langsung scriptsnya pada tempat yang telah kita tentukan pada jendela Code atau pada jendela Split, atau dengan memanggil nama filenya saja yang terletak dalam satu dokumen. Dan ini hanya bisa dilakukan hanya untuk pemrograman Server Side sepert PHP. Universitas Sumatera Utara Untuk memanggil file PHP ( mis : photo.php ) untuk ditempatkan pada halaman situs, cukup dengan cara : 1. Tempatkan kursor pada tempat yang telah kita tentukan. 2. Pada Jendela Split, beralihlah pada bagian Code kemudian ketikkan . Universitas Sumatera Utara BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM 4.1. Pengertian dan Tujuan Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang telah dirancang, sistem yang disetujui, menguji sistem, menginstal dan memulai menggunakan sistem baru tersebut atau sistem yang diperbaiki. Ada juga yang mengatakan implementasi sistem adalah proses yang dilakukan untuk menyelesaikan desain dan selanjutnya diinstal, diuji dan mulai digunakan untuk menggantikan sistem yang lama. Tujuan implementasi sistem adalah : 1. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen desain sistem yang telah disetujui, menyusun dokumen-dokumen baru atau dokumen yang baru diperbaiki. 2. Menulis, menguji, mendokumentasikan program-program dan prosedur yang diperlukan dalam dokumen desain sistem yang telah disetujui. 3. Memperhitungkan 7 - Stiffener - Baut Ø 14 mm Cor beton bertulang plate tangga - Cor K 250 - Besi beton - Bekisting Cor pondasi - Cor K - 250 - Bekisting - Besi beton - Angkur baut Tangga Start B - WF 150 x 75 x 5 x 7 - Stiffener - Baut Cor beton bertulang plate tangga - Cor K 250 - Besi beton - Bekisting Cor pondasi 26,853,085 2,208,555 1,786,047 15,293,810 272,000 11,984,874 7,600,610 176,400 672,000 717,600 670,534 213,402 76,500 172,754 605,024 136,000 9,641,202 5,279,866 226,800 672,000 826,200 862,159 274,374 11,040,824 9,131,677 - - - - - 95 5.1 5.2 5.3 5.4 III.3D 1 2 3 4 4.1 4.2 4.3 5 5.1 5.2 5.3 5.4 III.3E 1 2 3 4 4.1 4.2 4.3 5 5.1 5.2 - Cor K - 250 - Bekisting - Besi beton - Angkur baut Tangga Start C - WF 150 x 75 x 5 x 7 - Stiffener - Baut Cor beton bertulang plate tangga - Cor K 250 - Besi beton - Bekisting Cor pondasi - Cor K - 250 - Bekisting - Besi beton - Angkur baut Tangga Start D - WF 150 x 75 x 5 x 7 - Stiffener - Baut Cor beton bertulang plate tangga - Cor K 250 - Besi beton - Bekisting Cor pondasi - Cor K - 250 - Bekisting 76,500 172,754 605,024 136,000 30,135,369 19,814,829 856,800 672,000 3,121,200 3,257,012 1,036,524 229,500 406,480 605,024 136,000 12,709,077 3,068,937 176,400 672,000 3,121,200 3,257,012 1,036,524 229,500 406,480 30,135,369 12,709,077 - - 96 5.3 - Besi beton 5.4 - Angkur baut III.4 Cor Trefik sepeda motor 1 - WF 200 x 100 x 5,5 x 8 2 - Cor lantai K - 250 3 - Besi beton 4 Cor pondasi 4.1 - Cor K - 250 4.2 - Besi beton 4.3 - Bekisting 4.4 - Angkur baut Rencana 605,024 136,000 56,311,673 36,669,939 2,697,390 1,347,984 4,980,150 6,461,458 3,022,752 952,000 6,671,027,590 60,118,925 6,879,911,677 IV.4.7 Menghitung Cost Slope penambahan 4 jam kerja Cost Slope adalah pertambahan biaya langsung untuk mempercepat suatu aktifitas per satuan waktu. Cost Slope percepatan proyek = ℎ − − ℎ , , , −, , , Cost Slope percepatan proyek = − Cost Slope percepatan proyek = , , . / hari 3,807,252 202,815,174 97 Dengan melakukan cara yang sama pada perhitungan penambahan 1, 2, 3 dan 4 jam penambahan jam kerja, maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut : Tabel 4.13 Hasil perhitungan penambahan 1,2,3 dan 4 jam penambahan jam kerja No. Keterangan 1 Waktu Normal 2 Penambahan 1 Jam 3 Penambahan 2 Jam 4 Penambahan 3 Jam 5 Penambahan 4 Jam Waktu penyelesaian proyek (Hari) 222 220 185 176 168 Jumlah waktu yang dipercepat (Hari) 0 22 37 46 54 Besar biaya langsung proyek (Rupiah) 6,672,981,165 6,699,841,475 6,757,285,691 6,816,373,542 6,881,865,252 Biaya tambahan (Rupiah) 0 28,409,993 84,304,525 143,392,376 202,815,174 Cost Slope (Rupiah) 0 1,220,923.182 2,278,500.703 3,117,225.587 3,846,010.407 IV.5 Menghitung Biaya Tak Langsung Proyek Tabel 4.14 Hasil perhitungan biaya tak langsung proyek No Jenis Biaya I Biaya Overhead a. Gaji staff proyek 1. Penanggung jawab proyek 2. Site Manager 3. Logistik 4. Administrasi Jumlah 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang b. Fasilitas (telepon, listrik, air, transportasi) 222 Gaji Perhari (Rp) 150,000 120,000 100,000 90,000 Total perhari TOTAL 200000 Jumlah (Rp) 150,000 120,000 100,000 80,000 550,000 122,100,000 44,400,000 II Biaya tak terduga 2% dari real cost 133,459,623 98 III Profit 10% dari real cost TOTAL BIAYA 667,298,117 967,257,740 IV.6 Menghitung Biaya Total Biaya Proyek Tabel 4.15 Analisa Biaya dan Waktu Penyelesaian Proyek Alt Waktu Biaya Langsung (Hari) (Rupiah) Normal 222 6,672,981,165 22 200 6,699,841,475 37 185 6,757,285,691 46 176 6,816,373,542 54 168 6,881,865,252 Biaya Tak Langsung (Rupiah) 967,257,740 950,757,740 939,507,740 932,757,740 926,757,740 Total Biaya Proyek (Rupiah) 7,640,238,905 7,650,599,215 7,696,793,431 7,749,131,282 7,808,622,992 IV.7 Menghitung Tingkat Suku Bunga Efektif Tabel 4.16 Tabel Tingkat Suku Bunga Efektif Alt Waktu Total Biaya Proyek (Hari) (Rupiah) Normal 222 7,640,238,905 22 200 7,650,599,215 37 185 7,696,793,431 46 176 7,749,131,282 54 168 7,808,622,992 Biaya Tambahan (Rupiah) 0 28,409,993 84,304,525 143,392,376 202,815,174 Bunga Harian Efektif (%) 0 0,0062% 0,0199% 0,0308% 0,0404% 99 Total Biaya Proyek ( x Rp. Milyar rupiah) Hubungan Antara Biaya dan Waktu 7.830.000.000 7.800.000.000 7.770.000.000 7.740.000.000 7.710.000.000 7.680.000.000 7.650.000.000 7.620.000.000 160 170 180 190 200 210 Total Waktu ( hari) 220 230 Gambar 4.2 Hubungan antara waktu, biaya normal dan biaya dipersingkat 100 BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisa percepatan proyek yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Triguna Dharma di Jl. A.H. Nasution no 73 F Medan Johor, maka diperoleh hasil waktu penyelesaian normal proyek adalah 222 hari dengan total biaya normal Rp. 7,640,238,905. 1. Dengan menambah 1 jam penambahan jam kerja mka dapat mempercepat waktu penyelesaian 22 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 28,409,993. 2. Dengan penambahan 2 jam kerja dapat mempercepat waktu penyelesaian sebesar 37 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 84,304,525. 3. Dengan penambahan 3 jam kerja dapat mempercepat waktu penyelesaian sebesar 46 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp.143,392,376. 4. Dengan penambahan 4 jam kerja dapat mempercepat waktu penyelesaian sebesar 54 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp.202,815,174. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan penambahan jam kerja kepada pekerja maka akan mempercepat waktu penyelesaian proyek dari waktu normal tetapi biaya yang dikeluarkan akan bertambah dari biaya normal proyek. 5.2 Saran Penambahan jam kerja sebaiknya dilakukan pada pekerjaan – pekerjaan yang tergolong kritis ( pekerjaan yang harus segera diselesaikan agar tidak menyebabkan keterlambatan pada pekerjaan berikutnya ), apabila dilakukan pada semua pekerjaan termasuk yang tidak kritis, maka akan menambah biaya sementara waktu yang dipercepat tetap. 101 DAFTAR PUSTAKA Ahuja, Hira N. Project Management Techniques in Planning and Controlling Construction Projects. Wiley. Toronto. Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid 1. Kanisius. Yogyakarta. Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid 2. Kanisius. Yogyakarta. Ervianto, W.I. 2002. Manajemen Proyek Konstruksi.Andi. Yogyakarta. Ervianto, W.I. 2004. Teori – Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi.Andi. Yogyakarta. Husen, Abrar. Ir.,MT.,2008. Manajemen Proyek. Andi. Yogyakarta. Soeharto, Iman. 1995. Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional Jilid 1. Erlangga. Jakarta. Soeharto, Iman. 1998. Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Adianto, L.D Yohannes, dkk. 2006. Analisis Biaya dan Waktu Oprimal Pada Proyek Ruko Paskal Hypersquare dengan Least Cost Scheduling. Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan. Bandung. Frederika, Ariany. 2010. Analisis Percepatan Dengan Menambah Jam Kerja Optimum Pada Proyek Kontruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Super Villa, Peti TengetBadung). Jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana. Denpasar. Yana, Gde Agung. A.A. 2006. Pengaruh Jam Kerja Lembur Terhadap Biaya Percepatan Proyek Dengan Time Cost Trade Off Analysis ( Studi Kasus : Proyek Rehabilitasi Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali). Jurusan Sipil Universitas Udayana. Denpasar. DAFTAR PUSTAKA Ahuja, Hira N. Project Management Techniques in Planning and Controlling Construction Projects. Wiley. Toronto. Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid 1. Kanisius. Yogyakarta. Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid 2. Kanisius. Yogyakarta. Ervianto, W.I. 2002. Manajemen Proyek Konstruksi.Andi. Yogyakarta. Ervianto, W.I. 2004. Teori – Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi.Andi. Yogyakarta. Husen, Abrar. Ir.,MT.,2008. Manajemen Proyek. Andi. Yogyakarta. Soeharto, Iman. 1995. Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional Jilid 1. Erlangga. Jakarta. Soeharto, Iman. 1998. Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Adianto, L.D Yohannes, dkk. 2006. Analisis Biaya dan Waktu Oprimal Pada Proyek Ruko Paskal Hypersquare dengan Least Cost Scheduling. Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan. Bandung. Frederika, Ariany. 2010. Analisis Percepatan Dengan Menambah Jam Kerja Optimum Pada Proyek Kontruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Super Villa, Peti TengetBadung). Jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana. Denpasar. Yana, Gde Agung. A.A. 2006. Pengaruh Jam Kerja Lembur Terhadap Biaya Percepatan Proyek Dengan Time Cost Trade Off Analysis ( Studi Kasus : Proyek Rehabilitasi Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali). Jurusan Sipil Universitas Udayana. Denpasar.
Jadwal kuliah jur informatika smt gasal 2014 2015 Jadwal Kuliah Jur Informatika Smt Gasal
RECENT ACTIVITIES

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

Upload teratas

Jadwal kuliah jur informatika smt gasal 2014 2015

Bebas