Pusat Transportasi Belawan (Arsitektur High-Tech)

 0  40  145

dokumen informasi

PUSAT TRANSPORTASI BELAWAN (ARSITEKTUR HIGH-TECH) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490- STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012/2013 Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh ANISA AMMAR 090406030 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara PUSAT TRANSPORTASI BELAWAN (ARSITEKTUR HIGH-TECH) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490-TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012/2013 Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh ANISA AMMAR 090406030 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara PUSAT TRANSPORTASI BELAWAN (ARSITEKTUR HIGH-TECH) Oleh: ANISA AMMAR 090406030 Medan, Juli 2013 Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Prof. Ir. M. Nawawiy Loebis, M.Phil., Ph.D NIP. 195209271983031003 Ir. Novrial M.Eng. NIP. 196603031993031002 Ketua Departemen Arsitektur Ir. N. Vinky Rahman, M.T. NIP 196606221997021001 Universitas Sumatera Utara SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR (SHP2A) Nama NIM Judul Proyek Tugas Akhir Tema Rekapitulasi Nilai : Anisa Ammar : 090406030 : Pusat Transportasi Belawan : Arsitektur High-Tech : A B+ B C+ C D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan: No Status 1 Lulus Langsung 2 Lulus Melengkapi 3 Perbaikan Tanpa Sidang Perbaikan 4 Dengan Sidang 5 Tidak Lulus Waktu Pengumpulan Laporan Paraf Paraf Kordinator Pembimbing I Pembimbing II TKA – 490 Medan, Juli 2013 Ketua Departemen Arsitektur Koordinator TKA-490 Ir. N. Vinky Rahman, MT. NIP. 196606221997021001 Ir. Basaria Talarosa, MT NIP. 196501091995012001 Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur, Departemen Arsitektur, Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya tercinta, ayah saya Dr. Mahmud, M.Sc. dan mama saya Dr. Marpongahtun, M.Sc. atas segala doa, kesabaran dan segala pegorbanannya selama ini. Kepada adik saya Hafizhalaila Ammar, abang sepupu Purnomo Wira Siddiq, adik sepupu Ari Sakti Widodo, keluarga besar serta Si Endut (Ratno Mulyadi C.S.) yang selalu memberikan dukungan, motivasi, dan pertolongan kepada saya. Dengan tulus dan kerendahan hati, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan sebesar – besarnya kepada Pembimbing Tugas Akhir saya bapak Prof Ir H. Moehammad Nawawiy Loebis M.Phil, Ph.D dan bapak Ir. Novrial M.Eng., serta kepada para penguji bapak Devin Defriza Harisdani S.T., M.T. dan ibu Andalucia, S.T., M.Sc. atas kesedian membimbing, memotivasi, memberi ilmu, memberi masukan dan waktu beliau sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Rasa hormat dan terima kasih yang sama juga saya tujukan kepada: Bapak Ir. N. Vinky Rahman, M.T. sebagai Ketua Departemen Arsitektur, Bapak Ir. Rudolf Sitorus, M.L.A., sebagai Sekretasis Departemen Arsitektur, dan Bapak Imam Faisal Pane, S.T., M.T. sebagai Sekretaris Departemen Arsitektur semasa kami menjalani proses-proses Tugas Akhir. Ibu Ir. Basaria Talarosa, M.T. selaku Koordinator Tugas Akhir, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Bapak dan Ibu dosen staff pengajar Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Sahabat saya Zulvita Amanda, serta teman–teman 2009 tanpa terkecuali khususnya teman – teman kelompok tugas akhir Indra, Haffidz, Shara, Novi, Lili, Adib, Ipit, Ummi, dan Yuyun, atas kesetiakawanan dan perjuangan bersama. Sahabat – sahabat saya, Asnila, Tika, Wina, TJ, Maw, Frida, dan Aja atas doa dan dukungannya. Anisa Ammar (090406030) v Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan Senior-senior Arsitektur USU, Bang Kimo dan Bang Imam yang mau saya culik ke Belawan, Bang Surya, senior yang sama-sama berjuang di Belawan, dan terakhir Bang Grady dan Kak Dewi yang menjadi tempat curhat saat galau. Saya sungguh menyadari bahwa dalam Laporan Tugas Akhir ini mungkin masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu saya membuka diri terhadap kritikan dan saran bagi penyempurnaan tugas akhir ini agar dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di lingkungan Departemen Arsitektur USU Medan, Juli 2013 Hormat Saya Anisa Ammar Anisa Ammar (090406030) vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Pusat Transportasi Belawan Halaman Judul Luar Halaman Judul Dalam Lembar Pengesahan Surat Hasil Penilaian Proyek Akhir Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Diagram Abstrak BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.2. Maksud dan Tujuan I.3. Peruusan Masalah I.4. Pendekatan Proyek I.5. Lingkup dan Batasan Proyek I.6. Kerangka Berpikir I.7. Sistematika Laporan BAB II DESKRIPSI PROYEK II.1. Terminologi Judul Proyek II.2. Tinjauan Umum II.2.1. Pelabuhan Penumpang Kapal Laut II.2.1. Stasiun Kereta Api II.2.3. Terminal Angkutan Umum II.3. Lokasi Proyek II.4. Studi Banding Fungsi Sejenis BAB III ELABORASI TEMA III.1. Latar Belakang Pemilihan Tema III.2. Pengertian Tema III.3. Interpretasi Tema III.4. Keterkaitan Tema dengan Judul III.5. Studi Banding Tema Sejenis i ii iii iv v vii ix x xii xiii 1 3 3 4 5 6 7 8 9 9 14 21 28 32 38 38 41 41 42 Anisa Ammar (090406030) vii Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan BAB IV ANALISA PERANCANGAN IV.1. Analisa Fisik IV.1.1. Lokasi IV.1.2. Tata Guna Lahan dan Skyline IV.1.3. View IV.1.4. Pencapaian dan Sirkulasi IV.1.5. Cuaca IV.1.6. Vegetasi IV.1.7. Matahari IV.2. Analisa Non-Fisik IV.2.1. Skema Hubungan Kegiatan IV.3. Analisa Kebutuhan Ruang IV.3.1. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan IV.3.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang dan Besaran Ruang IV.3.2.1. Pelabuhan Penumpang Belawan IV.3.2.2. Stasiun Kereta Api Belawan IV.3.2.3. Terminal Angkutan Umum IV.4. Analisa Utilitas IV.4.1. Air Bersih IV.4.2. Air Kotor IV.4.3. Pengkondisian Udara IV.4.4. Listrik IV.4.5. Pencahayaan IV.4.6. Pencegahan Kebakaran IV.4.7. Sistem Keamanan IV.4.8. Sistem Pembuangan Sampah BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. Konsep Zoning V.2. Konsep Zoning Ruang Dalam V.3. Konsep Bentukan Massa V.4. Konsep Struktur Bangunan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 54 54 57 58 59 60 61 62 63 63 68 69 70 70 79 82 84 84 85 86 86 86 86 87 88 89 90 90 91 95 96 Anisa Ammar (090406030) viii Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Rencana Pusat Pelayanan Kota Medan 2030 Tabel 4.1. Foto Daerah Sekitar Site Tabel 4.2. Tabel Pengguna dan Kegiatan Tabel 4.3. Tabel Jumlah Penumpang Dalam Negeri Tabel 4.4. Tabel Jumlah Penumpang Internasional Tabel 4.5. Tabel Nama Kapal Ferry Internasional Tabel 4.6. Tabel Kebutuhan Ruang Pelabuhan Tabel 4.7. Tabel Jumlah Penumpang Kereta Api Tahun 2010 Tabel 4.8. Tabel Jumlah Penumpang Kereta Api Tahun 2011 Tabel 4.9. Jadwal Kereta Api Barang Belawan Tabel 4.10. Tabel Kebutuhan Ruang Stasiun Tabel 4.11. Tabel Kebutuhan Parkir Stasiun Tabel 4.12. Tabel Kebutuhan Parkir Terminal Tabel 4.13. Tabel Kebutuhan Ruang Terminal 29 56 69 70 71 72 77 79 79 79 80 82 82 83 Anisa Ammar (090406030) ix Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Stasiun Siku-siku Gambar 2.2. Stasiun Paralel Gambar 2.3. Stasiun Pulau Gambar 2.4. Stasiun Semenanjung Gambar 2.5. Stasiun Kecil Gambar 2.6. Stasiun Sedang Gambar 2.7. Stasiun Besar Gambar 2.8. Ground level station Gambar 2.9. Over track station Gambar 2.10. Under track station Gambar 2.11. Lokasi Proyek Gambar 2.12. Peta Kota Medan Gambar 2.13. Site Plan Terminal Gambar 2.14. Yokohama International Terminal Gambar 2.15. Tampak Atas Terminal Gambar 2.16. Tampak Atas Terminal Gambar 2.17. Ruang Luar Terminal Gambar 2.18. Langit-langit Pelabuhan Gambar 2.19. Jalur Pejalan Kaki Gambar 2.20. Spandu Railway Station Gambar 2.21. Atap Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Gambar 2.22. Interior Dalam Terminal Gambar 2.23. Area Terminal Gambar 3.1. Tampak Gedung Fakultas Hukum Gambar 3.2. Potongan Bangunan Gambar 3.3. Interior Bangunan Gambar 3.4. Fasad Bangunan Gambar 3.5. Tangga Bangunan Gambar 3.6. Tampak Bangunan Gambar 3.7. Ruang Luar Bangunan Gambar 3.8. Interior Gedung Parlemen Gambar 3.9. Interior Gedung Parlemen Gambar 3.10. Langit-langit Gedung Gambar 3.11. Interior Gedung Gambar 3.12. Tampak Bangunan Anisa Ammar (090406030) 14 15 15 15 16 16 16 17 17 17 28 31 32 33 33 33 33 34 34 35 36 37 37 42 43 43 44 44 45 45 45 45 46 46 47 x Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan Gambar 3.13. Lorong Dalam Gedung Gambar 3.14. Potongan Bangunan Gambar 3.15. Tampak Bangunan Gambar 3.16. 3D Bangunan Gambar 3.17. East Bay Garden Gambar 3.18. Bagian Dalam South Bay Garden Gambar 3.19. Taman Luar Lokasi Supertrees Gambar 3.20. Proses Pembangunan Gambar 3.21. Struktur Bangunan Gambar 3.22. Struktur Dalam Bangunan Gambar 4.1. Lokasi Site Gambar 4.2. Site Gambar 5.1. Rangka Baja Ekspose Penopang Atap Gambar 5.2. Detail Sambungan Baja ke Atap Gambar 5.3. Struktur Bagian Dalam Penghubung Antar Atap Gambar 5.4. Rangka Penghubung Atap Bagian Lobby dan Skycross 47 48 49 49 50 51 51 52 52 53 54 55 91 92 92 93 Anisa Ammar (090406030) xi Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan DAFTAR DIAGRAM Diagram 1.1. Kerangka Berpikir Diagram 2.1. Sistem Organisasi Unit Operasional Stasiun Belawan Diagram 2.2. Sistem Organisasi Unit Sarana Stasiun Belawan Diagram 4.1. Sirkulasi Umum Diagram 4.2. Sirkulasi Penumpang Keberangkatan Pelabuhan Diagram 4.3. Sirkulasi Penumpang Kedatangan Pelabuhan Diagram 4.4. Sirkulasi Pengantar Pelabuhan Diagram 4.5. Sirkulasi Penjemput Pelabuhan Diagram 4.6. Sirkulasi Keberangkatan Stasiun Diagram 4.7. Sirkulasi Kedatangan Stasiun Diagram 4.8. Sirkulasi Keberangkatan Terminal Diagram 4.9. Sirkulasi Kedatangan Terminal Diagram 4.10. Skema Pendistribusian Air Bersih Diagram 4.11. Skema Pendistribusian Black Water Diagram 4.12. Skema Pendistribusian Grey Water Diagram 4.13. Skema Sistem Keamanan 6 19 20 63 64 65 65 66 66 67 67 68 85 85 85 88 Anisa Ammar (090406030) xii Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan ABSTRACT Medan Belawan located on the shipping lanes of the Malacca Strait, so it has a strategic position as the gateway (door) activities of trading goods and services, both domestic and foreign trade (export-import) from the sea. As the gateway of goods and services, Medan Belawan is also takes part as a door for both domestic visitors and foreign tourists to the city of Medan through sea routes. The Transportation Center of Belawan planning is intended to meet the needs of facilities and infrastucture in the field of transport. Expected by combining three transportations (ship, train, and public transport) make the movement of people to and from Belawan more easier. The Transportation Center of Belawan is also planning as one of the efforts to support the Goverment’s plans in making city of Belawan as a center of industry area.Planning used HighTech Architecture theme that symbolized and presented the technology than just using technology as efficient as possible. Exposed Structures and utilities were the prominent character from HighTech Architecture. Keywords : Centre,Transportation, Belawan, Harbour, Station, Terminal, HighTech. ABSTRAK Medan Belawan berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, sehingga memiliki posisi yang strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor) dari jalur laut. Sebagai pintu masuk barang dan jasa, Kecamatan Medan Belawan juga merupakan pintu masuk bagi pengunjung domestik maupun mancanegara menuju Kota Medan melalui jalur laut. Perencanaan Pusat Transportasi Belawan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana infrastruktur dalam bidang transportasi. Diharapkan dengan dipusatkanya tiga fasilitas transportasi (kapal, kereta api, dan angkutan umum) dapat memudahkan pergerakan masyarakat dari dan menuju Belawan. Perencanaan Pusat Transportasi ini juga sebagai salah satu upaya untuk mendukung rencana Pemerintah dalam menjadikan Kota Medan Belawan sebagai pusat industri. Perencanaan menggunakan tema Arsitektur HighTech yang lebih menyimbolkan dan mempresentasikan teknologi dari pada sekedar menggunakan teknologi yang sefisien mungkin. Struktur dan utilitas yang diekspose merupakan karakter yang menonjol dari Arsitektur HighTech. Kata Kunci : Pusat, Transportasi, Belawan, Pelabuhan, Stasiun, Terminal, HighTech. Anisa Ammar (090406030) xiii Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kecamatan Medan Belawan adalah salah satu dari 21 kecamatan di kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Medan Belawan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang di sebelah barat dan timur, Medan Marelan dan Medan Labuhan di selatan, dan Selat Malaka di utara. Sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kecamatan Medan Belawan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor) dari jalur laut. Selain sebagai pintu masuk barang dan jasa, Kecamatan Medan Belawan juga merupakan pintu masuk bagi pengunjung domestik maupun mancanegara menuju Kota Medan melalui jalur laut. Jumlah pengunjung yang keluar masuk kota Medan tiap tahun semakin meningkat, baik pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri, pengunjung ini masuk ke kota Medan dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda, diantaranya dengan tujuan wisata, bisnis, pendidikan, dll. Para pengunjung ini memasuki Kota Medan melalui Bandara Udara Polonia dan Pelabuhan Belawan. Menurut data dari PT. Pelindo I, terjadi peningkatan tajam jumlah penumpang domestic dan mancanegara yang menuju pelabuhan-pelabuhan di bawah pengolahan PT. Pelindo I. Pada tahun 1995 tercatat penumpang domestic sebanyak 2.168.517 orang, dan penumpang mancanegara sebanyak 525.095 orang. Sedangkan pada tahun 1999 tercatat penumpang domestic sebanyak 4.994.094 orang, dan penumpang mancanegara sebanyak 1.542.825 orang. Peningkatan pesat ini terjadi karena meningkatnya arus penumpang domestic ke Belawan, Dumai, dan Kepulauan Riau. Pemindahan lokasi terminal penumpang dari Dermaga Ujung Baru ke Dermaga Belawan Lama dilakukan karena lokasi yang lama tidak memadai untuk dipergunakan sebagai terminal penumpang. Area terminal bercampur aduk dengan area kegiatan bongkar muat barang dan lahan parkir yang tidak memadai dan tidak teratur. Selain itu, kegiatan Dermaga Belawan Lama tidak sesibuk dengan Dermaga Ujung Baru, karena dermaga ini hanya melayani pelayaran lokal dan antar pulau. Lokasi ini terletak langsung Anisa Ammar (090406030) 1 Universitas Sumatera Utara Pusat Transportasi Belawan di tepi jalan sehingga tidak perlu masuk ke area pelabuhan dan tidak terganggu arus masuk barang. Tepat di seberang Dermaga Belawan Lama terdapat Stasiun Kereta Api Belawan. Stasiun Kereta Api Belawan dibangun pada tahun 1923 dan diperuntukan untuk mengangkut barang dan penumpang dari Belawan ke kota lain. Dengan adanya pengaktifan kembali dermaga Belawan Lama, maka Stasiun Kereta Api Belawan menjadi transportasi yang diperuntukan untuk mengangkut pengunjung yang menggunakan jalur laut ke destinasi tujuannya di Kota Medan. Selain mengangkut penumpang, stasiun juga berfungsi sebagai transportasi mengangkut barang-barang industri. Saat ini kereta api barang yang melewati Stasiun Belawan menuju dermaga mengangkut hasil industri berupa minyak sawit dan lateks. Hasil-hasil industri berasal dari kecamatan-kecamatan penghasil di sekitar Sumatera Utara, seperti Kota Kisaran, Rantau Prapat, Tebing Tinggi, dan masih banyak lagi. Di daerah ini juga ada rencana pembangunan terminal angkutan umum tipe B sebagai alternatif kendaraan darat selain kereta api. Pemerintah Kota Medan berencana menggabungkan ketiga fasilitas transportasi ini (pelabuhan, stasiun, dan terminal) untuk mempermudah akses pengunjung. Beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi proyek “Pusat Transportasi Belawan”, diantaranya adalah : Pembangunan kota Medan yang selama ini dikonsentrasikan di Sebelah Selatan akan dialihkan ke arah Utara ( Belawan ). Rencana induk Pelabuhan Belawan yang akan memindahkan Terminal Penumpang dari Dermaga Ujung Baru ke Dermaga Belawan Lama yang berada di depan stasiun, yang akan dikhususkan untuk pengangkutan penumpang kapal. Rencana pemerintah tentang Trimoda Transportasi. Rencana pembangunan Belawan sebagai Harbour City yang moderen dan pusat industri Medan. Anisa Ammar (090406030) 2 Universitas Sumatera Utara I.2. Maksud dan Tujuan Pusat Transportasi Belawan Maksud dan tujuan dari perencanaan “Pusat Transportasi Belawan” adalah : 1. Sesuai dengan program pengembangan prasarana transportasi (fisik dan non- fisik) pada masa yang akan datang. 2. Kebutuhan akan sarana transportasi massal yang paling optimal, efektif dalam arti murah, lancar, cepat, mudah, teratur, dan nyaman dengan berbagai fasilitas penunjang dalam mendukung pengembangan wilayah kota Belawan. 3. Menghadirkan fasilitas transportasi yang terintegritas dengan sarana transportasi lainnya seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun. 4. Meningkatkan kualitas pelayanan yang sudah ada kepada masyarakat melalui penyediaan fasilitas pelayanan yang optimal. Menyediakan sebuah wadah yang secara khusus mengakomodasi penumpang yang akan berangkat (departure), melayani kedatangan (arrival) penumpang, dan kepengurusan perjalanan lainnya. 5. Meningkatkan penggunaan kendaraan massal dan memperkecil kemacetan akibat penggunaan kendaraan Wisata Bahari Belawan. Meski selama ini, menurut Zulfahri, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan Zulfahri Siagian, menjadikan Belawan sebagai pusat wisata bahari Aurora Salsabila Lbs (080406069) 65 Wahana Wisata Biota Akuatik masih sebatas wacana dan belum ada kebijakan kongkret dari pemerintah kota (Pemkot) dan DPRD Medan untuk mengalokasikan anggaran bagi terwujudnya pembangunan objek wisata bahari di Belawan, namun rencana ini telah tertera di RTRW Kota Medan. Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=219057:belawanprospektif-tujuan-wisata-bahari&catid=14:medan&Itemid=27 2.4. Deskripsi Pelaku Kegiatan dan Kebutuhan Ruang Sasaran proyek perancangan Wahana Wisata Biota Akuatik ini meliputi 3 aspek yaitu hiburan, pendidikan dan refleksiologi (Terapi Ikan). Berdasarkan sasaran proyek perancangan tersebut makan kebutuhan ruang pada Wahana Wisata Biota Akuatik ini terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Hiburan dan Rekreasi (arena pameran, terpwpngan antasena, terowongan berarus, dll), pendidikan (museum, perpustakaan, mini theater, kelas pengenalan biota akuatik, dll), Refleksiologi (kolam ikan sebagai area terapi). Table 2.17. Program Kegiatan dan Kebutuhan Ruang FUNGSI PENGGUNA JENIS KEGIATAN RUANG YANG DIBUTUHKAN Hiburan Pengunjung Melihat pameran Akuarium dinding dan Rekreasi aneka biota akuatik Melihat dan berjalan di terowongan antasna Kolam sentuh Terowongan bararus Kolam kecil tanpa penutup Kolam diving buatan yang berisi aneka Kolam mini diving trumbu karang dn biota Melihat atraksi akuatik lainnya pengelola hewan air. Mengelola Arena sirkus Kantor administrasi keuangan Mengelola dan mengawasi perkembangan dan Kantor breeding Kantor pemeliharan Kantor marketing Aurora Salsabila Lbs (080406069) 66 Wahana Wisata Biota Akuatik FUNGSI PENGGUNA JENIS KEGIATAN RUANG YANG DIBUTUHKAN pemeliharaan biotabiota akuatik Melakukan pemasaran promosi atau Pendidikan Pengunjung Melihat pameran Ruang penitipan barang Melihat Mencari tahu Akuarium dinding serta membaca buku Perpustakaan dengan mengenai biota-biota ruang baca yang nyaman, akuatik ruang koleksi buku, Meminjam buku dan ruang peminjaman dan mengembalikan buku. pengembalian, gudang. Memfotokopi gudang Mengekses internet Mini theater Menonton film tentang Museum biota air Ruang pengenalan biota Melihat aneka biota air air yang telah di awetkan Refleksiologi Pengunjung Melakukan relaksasi Kolam yang berisi ikanikan kecil Pendukung Pengunjung Membeli tiket Hall penerima dan Lobby Menikmati hiburan Display dan fasilitas relaksasi Ruang informasi Makan Ticket box Membeli cindramata Cafeteria (foodcourt) Parkir Toko souvenir Beribadah Area parkir Mengambil uang Mushala Ruang ATM center Aurora Salsabila Lbs (080406069) 67 Wahana Wisata Biota Akuatik FUNGSI Office Pelayanan dan service PENGGUNA JENIS KEGIATAN RUANG YANG DIBUTUHKAN Gudang Pengelola Pegawai Bekerja Ruang executive Rapat Ruang operating Menerima tamu Ruang rapat Ruang tamu Pantry Kegiatan-kegiatan Ruang karyawan ( ruang pegawai yang bekerja istirahat untuk para di lokasi proyek serta pegawai) kegiatan service Ruang locker seperti oaralatan Ruang perlengkapan dan mesin, BAK, dll peralatan Toilet Ruang service, seperti: Gudang, Ruang AHU, dll Aurora Salsabila Lbs (080406069) 68 Wahana Wisata Biota Akuatik 2.6. Studi Banding Proyek Sejenis 1. Churaumi Okinawa, Japan Aurora Salsabila Lbs (080406069) 69 Wahana Wisata Biota Akuatik Gambar 2.19. Churaumi Okinawa Lokasi Jumlah Hewan Jumlah Spesies Volume Tangki terbesat Motobu, Okinawa, Jepang. 26,000 740 7500 meter kubik C huraumi berasal dari bahasa dialek okinawan, dimana terdiri dari dua kata yaitu “Chura” yang artinya indah dan “umi” yang berarti aquarium, sehingga arti Churaumi yaitu aquarium yang indah. Churaumi Okinawa adalah aquarium terbesar kedua di dunia dan merupakan bagian dari Expo Park yang berlokasi di Okinawa, jepang. Akuarium ini memamerkan kehidupan Biologi laut di terumbu karang, laut dalam, dan arus Kuroshio yang mengalir melintasi Kepulauan Jepang. Aquarium terdiri dari empat lantai, dengan tangki berisi makhluk laut dalam, seperti hiu karang dan ikan tropis. Aquarium diatur pada 19.000 m2 tanah, dengan total tangki sebanyak 77 tangki berisi 10.000 m3 air. Air yang digunakan untuk air laut pameran, dipompa ke aquarium dari 350 sumber lepas pantai , 24 jam sehari. Tangki utama disebut laut Kuroshio, menampung 7.500 meter3 air dengan ukuran panjang 10 m lebar 35 meter dan kedalaman 27 m, serta dilengkapi dengan kaca acrylic berukuran 8,2 meter X 22,5 meter dengan ketebalan 60 cm (24 in). Aurora Salsabila Lbs (080406069) 70 Wahana Wisata Biota Akuatik Atraksi yang ditampilkan di aquarium okinawa ini, meliputi : Aquarium laut terumbu karang Akuarium Laut Karang memamerkan 800 koloni terumbu karang dari 70 spesies di dalam akuarium berkapasitas 300 m³. Akuarium ini terbuka di bagian atas agar sinar matahari yang dibutuhkan terumbu karang dapat masuk. Akuarium Laut Kuroshio Kaca akrilik di Akuarium Churaumi pernah dicatat Guinness World Records sebagai panel akrilik terbesar di dunia hingga dikalahkan oleh panel milik Akuarium Dubai yang lebarnya 32,88 m, tinggi 8,3 m, tebal 750 mm, dan beratnya 245,614 kg. Di dalam Akuarium Laut Kuroshio dipelihara tiga ekor hiu paus. Jinta adalah nama hiu paus terbesar, dua ekor lainnya diberi nama Number 15 dan Number 18. Akuarium laut dalam Akuarium ini memamerkan spesies ikan laut dalam, termasuk di antaranya Etelis carbunculus, Thyrsitoides marleyi dan spesies yang sulit dipelihara di akuarium. Koleksi akuarium laut dalam terdiri dari 70 spesies yang sebagian besar berasal dari kedalaman laut 200 m di lepas pantai Okinawa. Fasilitas Lainnya Selain atraksi yang harus membayar tiket masuk, di dalam kompleks Taman Ocean Expo tersedia atraksi-atraksi lain yang tidak memungut biaya masuk, di antaranya pertunjukan lumba-lumba hidung botol dan paus pembunuh palsu di Okichan Theater, kolam lumba-lumba (Dolphin Lagoon), kolam penyu, akuarium manatee, dan pantai buatan bernama Pantai Emerald. Di dalam kompleks Taman Ocean Expo juga terdapat Museum Budaya Kelautan dan kebun botani Tropical Dream Center. Pengunjung keduanya diharuskan membayar tiket masuk. Gambar 2.20. Interior Churaumi Okinaw Aurora Salsabila Lbs (080406069) 71 Wahana Wisata Biota Akuatik Kesimpulan : Akuarium yang terbesar terbuat dari kaca Acrylic dengan ukuran 8,2 meter X 22,5 meter dengan ketebalan 60 cm yang dapat menampung 7.500 meter3 air. Ukuran akuarium yang terbesar yaitu panjang 10 m lebar 35 meter dan kedalaman 27 m. Bahan akuarium yang digunakan yaitu Acrylic dan ditopang dengan rangka baja lengkung. Churaumi Akuarium ini terletak di pinggir pantai Okinawa. Fasilitas yang ada di Churaumi yaitu akuarium yang berjumlah 77 tangki terdiri dari akuarium terumbu karang, akuarium kuroshio (akuarium yang terbesar), akuarium laut dalam, kolam lumba-lumba, kolam penyu, kolam sentuh, dll. Selain itu, terdapat juga Okichan Theater, pantai buatan (pantai Emerald), museum budaya kelautan, restaurant, dll. Air yang digunakan untuk akuarium dipompa dari 350 sumber lepas pantai, 24 jam sekali. Aurora Salsabila Lbs (080406069) 72 Wahana Wisata Biota Akuatik 2. SeaWorld Ancol, Indonesia Sea World Indonesia merupakan bangunan rekreasi taman laut buatan. Penampilan yang mengesankan mempunyai peranan penting untuk mengundang orang atau setidaknya fasadenya mencerminkan suatu bangunan yang mencerminkan suasana rekreatif. Bentukan bangunan yang menggambarkan analog sebuah kapal. Mengambil bentuk setengah lingkaran dengan runcing ke atas dan detail-detail dari unsur kelautan. Gambar 2.21. Tampak Seaworld Menara pada bangunan ini mencerminkan mercusuar. Penampilan bangunan jauh dari kesan monoton. Aquarium buatan dengan luasan total 7000 m2 memiliki program ruang yang terdiri dari sarana pameran seluas 3000 m2, restoran, took souvenir, lobby seluas 1500 m2 dan areal servis seluas 2500 m2. Sea World ini dilengkapi atraksi utama berupa lorong untuk menjelajahi dasar laut dengan lebar 2 m dilengkapi dengan ban berjalan (travellator) selebar 1 m dengan panjang 80 m. Amphiteater dan speciality restaurant di sisi aquarium saling berhadapan dengan jendela yang ukurannya besar terbuat dari acrylic. Akuarium utama memelihara ribuan satwa laut Indonesia.Sebanyak 3500 spesies ikan lautIndonesia dipelihara disini (jumlah ini 0,6 20 2. R. Informasi 4,5 4 @ org 1 18 A 3. R. Tunggu 1,0 20 @ org 1 20 DA 4. R. Jaga 1,0 4 @ org 1 4 A & Kantor 32 6 @ grid 10 1920 A 1. Penerima Kapasi Ket. 5. Kantor 6. Service Toilet 7. Closet 1,4 15 @ closet 15 21,4 DA 8. Urinoir 0,9 5 @ urinoir 5 4,5 DA 9. Toilet 0,9 10 @ wastafel 10 9 DA Luas 88,9 Sirkulasi 20 % 17,78 Luas Total 106,68 Pengelola No. Kebutuhan Ruang Sub Ruang Standar Kapasitas Ket. Jlh. Luas Unit (m2) Sumber 78 E Hall/Lobby 0,6 20 2. R. Informasi 4,5 4 3. R. Tunggu 1,0 4. R. Jaga 1,0 1. Penerima INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 1 12 DA @ org 1 18 DA 20 @ org 1 20 DA 4 14 – 18,5 1 4 A 18 DA 15 DA 14 DA 48 DA 33 DA 20 DA 18,5 DA 11 DA 22 DA 40 DA 199,8 DA L. 142,47 DA L. 57,1 DA m2/org 5. Pengelola R. Direksi 1,0 1 14 – 18,5 1 m2/org 6. General 1,0 1 Manager 7. 14 – 18,5 1 m2/org R. Sekretaris 1,0 1 14 – 18,5 1 m2/org 8. R. Sales 1,0 4 Marketing 9. R. Staff 14 – 18,5 1 m2/org 1,0 6 4 – 5,5 1 m2/org 10. 11. R. Technical - 5 14 – 18,5 1 Div. Staff m2/org R. 14 – 18,5 1 Rental - Office m2/org Division 12. R. Staff 5,5 2 4 – 5,5 1 m2/org 13. R. Sekuriti 5,5 4 14 – 18,5 1 m2/org 14. R. Rapat 2 20 4 – 5,5 1 m2/org 15. R. Service 7% - Dr L. 16.Kantor 16. R. Istirahat 5% - Dr. Kantor 17. R. Penitipan 2% Barang - Dr. Kantor 79 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , Toilet 18. Luas 1022,4 Sirkulasi 20% 255,6 Luas Total 1278 Musholla No. Kebutuhan Sub Ruang Standar Kapasitas Ket. Jlh. Luas unit (m2) 50 1 80 10 1 60 2 2 8 Ruang 1. R. Sholat 1,6 2. R. Wudhu 3. Toilet 2 4. Gudang 6 Sumber DA 6 200,2 Luas Sirkulasi 20% 689 Luas Total Food Centre No. Kebutuhan Sub Ruang Standar Kapasitas Ket. Ruang 1. R. Manager 1,0 1 Jlh. Luas unit (m2) 14 – 18,5 1 14 Sumber DA m2/orang 2. R. Makan 1,9 Dapur 200 1 380 15 % RM 2 114 Gudang 10 % RM 1 38 Kasir 2 4 1 8 Toilet 1,5 5 2 15 Locker 0,4 10 1 4 Counter 2 4 1 8 Dapur 15 % RM 2 228 Area Makan 1,9 1 285 150 80 E INDONESIA FURNISHING PLAZA Karyawan 1,2 10 2 24 Locker 0,4 10 2 8 g , Karyawan Luas 1126 Sirkulasi 30 % 337,8 Luas Total 1463,8 Workshop No. Kebutuhan Sub Ruang Standar Kapasitas Ket. Ruang 1. R. Supervisor 1,0 1 Jlh. Luas unit (m2) 14 – 18,5 1 14 Sumber DA m2/orang 2. Bag. Loading in 3. Bag. Loading Out 4. Bag. Konstruksi 5. Bag. Pengamplasan 6. Bag. Instalasi 7. Bag. Pengecatan 8. Bag. Jok 9. R. Administrasi 10. R. Kesehatan 11. Mushola 12 R. Wudhu 13. R. Loker 14. R. Karyawan 0,4 10 1 60 10 1 4 81 E 15. Toilet 16 Storage INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 300 Luas 2086 Sirkulasi 30 % 894 Luas Total 2980 Total Luas Bangunan : 1. 2. 3. 4. Showroom Workshop Rent Office Kantor Pengelola Total Keseluruhan Bangunan 9535 m2 2980 m2 893 m2 1278 m2 14686 m2 82 E INDONESIA FURNISHING PLAZA BAB V g , KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Bentukan Massa Massa bangunan pada proyek ini adalah massa tunggal, sebagaimana bangunan komersil yang lebih mengutamakan efisiensi dan kemudahan pelayanan dengan pertimbanganpertimbangan sebagai berikut : MASSA KELEBIHAN KEKURANGAN Massa Tunggal - pelayanan antar kegiatan - orientasi bangunan kurang mudah dan jelas. jelas. - Mudah dalam pengaturan - Kegiatan hanya terpusat sirkulasi. pada bangunan saja. - Jenis kegiatan cenderung - Sirkulasi vertikal, sehingga sama, sehingga interaksi dapat menciptakan interaksi antar pelaku kegiatan lebih para pelaku kegiatan. sederhana Massa Majemuk - menimbulkan kesan - Memerlukan luasan tapak dinamis dan fleksibel. yang relatif besar - Sirkulasi - Pembentukan massa ruang lebih panjang terbuka lebih mudah - Mudah menyesuaikan bentuk pada tapak - Orientasi bangunan dapat dibentuk oleh gubahan massa. 83 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 5.2 Konsep Zoning Dalam Java Furnishing Plaza and Workshop ini ada dua fungsi kegiatan utama, yaitu showroom furniture (ruang pamer) dan Proses pembuatan (workshop). Dua kegiatan ini akan dipisahkan dengan tegas agar tidak tercampur aduk. Showroom diposisikan di arah orientasi bangunan, sedangkan workshop berada di sisi belakang bangunan untuk memudahkan loading dock. Parkir diposisikan di sekeliling bangunan. WORKSHOP PRODUKSI SHOWROOM KANTOR 5.3 Konsep orientasi Orientasi ke arah Timur Laut karena berbatasan langsung dengan Lalu Lintas lampu merah, sehingga bangunan dapat langsung dilihat oleh orang yang melewati dengan kendaraan bermotor Orientasi bangunan juga akan membuat bangunan menjadi suatu landmark kawasan. 84 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 5.4 Konsep Sirkulasi Jalur truk Jalur Kendaraan Pengunjung 5.5. Konsep Struktur Struktur akan menggunakan Bentang Lebar yang diaplikasikan pada showroom dengan menggunakan space frame single layer geodesic dome. Selain itu bagian workshop akan menggunakan cecular portal frame. Penggunaan elemen kaca juga digunakan sebagai display bangunan. Pada atap di atrium selatan digunakan atap dengan struktur baja bulat yang didesain sedemikian rupa hingga dapat memasukkan cahaya. 85 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , Pembalokan menggunakan sistem wafel slab yang diekspos menjadi elemen eksterior dan interior bangunan. Sistem pembalokan ini akan bersinergis dengan sistem kolom yang menggunakan bracket yang menyangga setiap lantainya. Beban tiap lantai disalurkan dari balok ke main concrete column sebagai penopangnya. Sistem ini dibangun langsung di site atau in situ precast column and slab 5.6 Konsep Bahan Material Pada dinding kaca digunakan spider glazing sebagai pengikat antara sisi kaca satu dengan yang lain Kaca menjadi material yang paing dominan, sehingga untuk mereduksi panas, maka digunakan green tinted shaded glass, yaitu kaca yang memiliki kemampuan resisten terhadap panas, sehingga suhu di dalam ruangan tidak terlalu panas 86 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , Sistem utilitas menggunakan ,multi function luminaire yaitu model lampu yang multi fungsi yang memadukan kepala sprinkler, ducting ac, dan tentu saja titik lampu. Selain itu penggunaan window double glazing untuk mereduksi panas dari luar bangunan. Pengguaan sistem ini dapat menghemat energi yang keluar dan masuk bangunan secara signifikan. 87 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , GALERI 3D DESAIN BANGUNAN Gambar. Tampak Depan Bangunan Gambar. Tampak Samping Kanan Bangunan Gambar. Tampak Belakang Bangunan 88 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , Gambar. Tampak Samping Kiri Bangunan EKSTERIOR 89 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , INTERIOR 90 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 91 E INDONESIA FURNISHING PLAZA 3D MAKET BANGUNAN g , 92 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 93 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 73 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 74 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 75 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 76 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 77 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 78 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 79 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 80 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 81 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 82 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 83 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 84 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 85 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 86 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 87 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 88 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 89 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 73 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 74 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 75 E INDONESIA FURNISHING PLAZA g , 76 E INDONESIA FURNISHING PLAZA DAFTAR PUSTAKA g , Badan Pusat Statistik Kota Medan & Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan (2005), Medan Dalam Angka 2004. FUTURARC Edisi bulanan November 2007 Jodidio, Phillip. (1998), Santiago Calatrava. Hohenzollernring: Benedikt Taschen Verlag GmbH. Manser, Martin H (1991), Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Oxford University Press. Oxford Neufert, Ernst. (1996), Data Arsitek jilid I Edisi 33, Terjemahan Sunarto Tjahjadi. Jakarta : Erlangga. Davies, Colin (1988), High Tech Architecture, Thames and Hudson, London. Dirdjojuwono, Ir. Rustanto W., Sistem Bangunan Pintar, Edisi Revisi, Pustaka Wirausaha Muda, 2003 D.K. Ching, Francis, Arsitektur Bentuk, Ruang dan Susunannya, Penerbit Erlangga, Jakarta D.K. Chink, Francis, Grafik Arsitektur –II, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1992 De Chiara, Yoseph , Time Saver Standards For Building Types, Mc.Graw Hill Book Company, New York De Chiara, Joseph; Panero, Julius & Zelnik, Martin : Time Saver Standards for Interior Design & Space Planning. Powell, Kenneth, Richard Rogers : Studio Paperback, Artemis London Limited, London, 1994 Quall, Ward L., James A. Brown, Broadcast Management, 4th Edition, McGraw Hill, Singapore, 1995 73
Pusat Transportasi Belawan (Arsitektur High-Tech) Pusat Transportasi Belawan Arsitektur High Tech

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 145

Pusat Transportasi Belawan (Arsitektur High-Tech)

Bebas