Strategi Ekonomi Politik Cina Di Era Deng Xiaoping

 9  118  100

dokumen informasi

UNIVERSITAS SUMATRA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU POLITIK AKIKI Q SIHOTANG (090906013) STRATEGI EKONOMI POLITIK CINA DI ERA DENG XIAOPING Rincian isi skripsi ix, 95 halaman, 1 tabel, 28 buku, 5 surat kabar, 10 situs internet, 1 peta geografic map. (Kisaran buku tahun 1982-2011). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi ekonomi politik Cina di era Deng Xiaoping dalam membangun pertumbuhan ekonomi cina. Strategi ekonomi politik yang dimaksud adalah terkait kebijakan ekonomi maupun politik yang di terapkan oleh negara cina dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Dalam hal ini Deng Xiaoping sebagai pelopor perubahan arah ekonomi cina, melakukan beberapa strategi ekonomi politik yang di tuangkan dalam kebijakan Reformasi Ekonomi pada sesi pleno ketiga pertemuan Komite Pusat Partai Komunis Cina bulan desember 1978. Teori yang digunakan untuk menguraikan masalah penelitian ini adalah teori strategi, Paradigma Dan Sistem Ekonomi Politik, Sistem Ekonomi Liberal Kapitalis, Sosialisme dan Komunis(Radical Political Economy). Dalam penelitian ini metode penulisan yang digunakan penulis adalah tipe penulisan deskriftif dengan penelitian kualitatif. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data-data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur dan dituliskan dengan menggunakan teknik penulisan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ekonomi politik yang diterapkan Deng Xiaoping dalam membangun pertumbuhan ekonomi cina tidak dilakukan dengan secara totaliter dalam struktur ekonomi dan politik, tetapi dengan cara yang hati-hati dan bertahap, ini dilakukan untuk melihat pengaruh kebijakan ekonomi tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi. Strategi ekonomi politik yang pertama diterapkan Deng Xiaoping adalah dengan mengeluarkan kebijakan penghapusan komune rakyat, kedua penghapusan monopoli negara, ketiga pembukaan diri terhadap modal asing, keempat liberalisasi usaha dan manajemen, kelima integrasi dalam ekonomi internasional. Akhirnya strategi ekonomi ini menuai hasil yang sangat memuaskan. Dampak dari keberhasilan strategi ekonomi politik ini kemudian merubah kultur ekonomi Cina dari sosialisme komunis ke arah kapitalisme. Kata Kunci : Reformasi Ekonomi, Ekonomi Politik, Sosialisme, Kapitalisme ii Universitas Sumatera Utara UNIVERSITY OF NORTH SUMATRA FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE DEPARTMENT OF POLITICAL SCIENC AKIKI Q SIHOTANG (090906013) STRATEGY OF CHINA'S POLITICAL ECONOMY IN THE ERA OF DENG XIAOPING IN CHINA TO BUILD ECONOMIC GROWTH Details of the contents of the thesis ix, 95 pages, 1 tables, 28 books, 10 internet sites, 1 geografic map. (Range of 1982-2011 year books). ABSTRACT This study aims to determine the strategy of China's political economy in the era of Deng Xiaoping in China to build economic growth . Political economic strategy in question is related to the economic and political policies were implemented by the Chinese state in promoting economic growth of the country. In this case Deng Xiaoping as the pioneer of Chinese economic turnaround , do some political economic strategies showcased in Economic Reform policy at the plenary session of the third meeting of the Central Committee of the Communist Party of China in December 1978. Theory used to describe the problem of this research is the theory of strategy , Paradigm and Political Economic System , Economic System Liberal Capitalist , Socialism and Communist ( Radical Political Economy ) . In this study the authors used the method of writing the kind of descriptive writing with qualitative research . In writing this study the authors use secondary data obtained from the secondary data obtained from the literature and is written using deductive writing techniques . Results of this study indicate that the political economic strategy adopted Deng Xiaoping in building China 's economic growth is not done in a totalitarian economic and political structures , but in a way that carefully and gradually , it is done to see the effect of economic policy on economic growth . Political economic strategy is first applied to Deng Xiaoping's policy is to issue a removal of people's communes , both removal of state monopolies , opening up a third of the foreign capital , business and management liberalization fourth , fifth in international economic integration . This economic strategy eventually reap great result . The impact of the economic success of the strategy is then to change the political culture of the Chinese economy towards socialism communist capitalism . Keywords : Economic Reform, Political Economic, Socialism, Capitalism iii Universitas Sumatera Utara Karya ini saya persembahkan untuk Ibunda dan Alhm. Ayahanda serta abang dan kakak Tercinta iv Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang yang telah memberikan berkat dan rahmatnya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Serta tidak lupa pula penulis sampaikan salawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW besarta para sahabat, dan semoga kita mendapatkan safa’atnya dikemudian hari kelak. Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai salah satu syarat guna memproleh sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Skripsi ini berjudul Strategi Ekonomi Politik Cina di Era Deng Xiaoping. Didalam skripsi ini penulis mencoba mendeskripsikan dan menganalisis tentang Strategi Ekonomi Politik Cina di Era Deng Xiaoping. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi. Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada : Bapak Prof. Dr. Badarudin M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ibu T.Irmayani M.Si selaku Ketua Departemen Ilmu Politik, Bapak Prof. Subhilhar,MA,PhD selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan waktu, pikiran dan masukan-masukan dalam membimbing dan mengarahkan dengan sabar dari awal hingga selesainya skripsi ini, Bapak Drs.P. Anthonius Sitepu, Msi selaku dosen pembaca yang telah memberikan saran dan kritikannya untuk dapat terselesaikannya skripsi ini, dan seluruh staf pengajar Ilmu Politik yang telah mengajarkan dan memberikan ilmu pengetahuan dalam pengajarannya. Tidak lupa buat Ayahanda (Alhm.M. Sihotang) dan Ibunda (R.Br, Hutagaol) tercinta, saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya buat segala jerih payah dari saya kecil sampai saat ini untuk menjadikan saya orang yang berhasil melalui doa, kasih sayang, perhatian, semangat, dukungan dan biaya selama ini. Itu semua tidak dapat saya balas selain memanjatkan doa kepada v Universitas Sumatera Utara ALLAH SWT untuk memberikan umur panjang dan kelak melihat saya menjadi anak yang berhasil dan lebih berbakti untuk Ayah dan Ibu. Tidak lupa pula buat abang dan adik saya yang memberikan semangat untuk cepat menyelesaikan skripsi ini, terimakasih banyak untuk semuanya, Teman-teman seperjuangan yaitu seluruh anak politik stambuk 2009, dan teman lainnya yang terus memberikan dukungan dan semangat. Terimakasih pula kepada salah seorang yang spesial Erlina Haryati,S.sos, yang telah memberikan semangat untuk terselesaikannya skripsi ini dan memberikan kasih dan sayang yang tulus selama ini. Serta terimakasih sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Terima Kasih. Medan, Penulis, 2013 Akiki Q Sihotang vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul . i Abstrak. ii Abstract . iii Lembar Persembahan . iv Kata Pengantar . v Daftar Isi . vii Daftar Tabel . ix Daftar Gambar . ix BAB I Pendahuluan I.1 Latar Belakang . I.2. Rumusan Masalah . I.3 Ruang Lingkup Peneitian . I.4 Tujuan Penelitian . I.5 Manfaat Penelitian . I.6 Kerangka Teori . I.6.1 Pengertian Strategi . I.6.2 Paradigma dan Sistem Ekonomi Politik . I.6.3 Sistem Ekonomi Liberal Kapitalis . I.6.4 Sosialisme dan Komunisme (Radical Political Economy) . I.7 Metodologi Penelitian . I.7.1 Jenis Penelitian . I.7.2 Tenik Pengumpulan Data. I.7.3 Teknik Analisis Data . I.8 Sistematika Penulisan . 1 11 11 11 11 12 12 13 15 18 20 21 21 21 22 vii Universitas Sumatera Utara BAB II Profil Republik Rakyat Cina (RRC) Sebelum Sampai Dengan Deng Xiaoping II.1 Sejarah Republik Rakyat Cina (RRC). II.2 Letak Geografis . II.3 Demografi . II.4 Ekonomi . II.5 Politik . 23 27 28 31 34 BAB III Strategi Ekonomi Politik yang Digunakan Deng Xiaoping Dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi Cina III.1 Cina Pusat “Gravitasi” Ekonomi Dunia. III.2 Kunci Keberhasilan Ekonomi Cina. III.2.1 Stabilitas Politik . III.2.2 Upah Buruh Rendah. III.2.3 Investasi Dibidang Pendidikan. III.2.4 Semangat Wirausaha dan Perusahaan-perusahaan yang Inovatif. III.2.5 Pembangunan Infrastruktur . III.3 Reformasi Ekonomi : Sosialisme Plus Pasar Bebas. III.3.1 Penghapusan Komune Rakyat . III.3.2 Pengahapusan Monopoli Negara . III.3.3 Pembukaan Diri Terhadap Modal Asing . III.3.4 Liberalisasi Usaha dan Manajemen . III.3.5 Integrasi Dalam Ekonomi Internasional . III.4 Analisis Data. 40 44 45 46 46 48 49 50 52 55 59 61 65 74 viii Universitas Sumatera Utara BAB IV Penutup IV.1 Kesimpulan . IV.2 Saran . Daftar Pustaka . 82 85 87 Daftar Lampiran: Lampiran 1. Lembar Pengajuan Judul Skripsi Lampiran 2. Surat Kesediaan Dosen Pembimbing Lampiran 3. Surat Kesediaan Dosen Pembaca Lampiran 4. Berita Acara Seminar Proposal DAFTAR TABEL Nomor Tabel Tabel 1 Judul Tabel Indikator pertumbuhan ekonomi RRC (Perbandingan 1978-1995). Hal 74 DAFTAR GAMBAR Nomor Gambar Judul Gambar Gambar 1 Peta Geogarfi Cina Hal 27 ix Universitas Sumatera Utara UNIVERSITY OF NORTH SUMATRA FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE DEPARTMENT OF POLITICAL SCIENC AKIKI Q SIHOTANG (090906013) STRATEGY OF CHINA'S POLITICAL ECONOMY IN THE ERA OF DENG XIAOPING IN CHINA TO BUILD ECONOMIC GROWTH Details of the contents of the thesis ix, 95 pages, 1 tables, 28 books, 10 internet sites, 1 geografic map. (Range of 1982-2011 year books). ABSTRACT This study aims to determine the strategy of China's political economy in the era of Deng Xiaoping in China to build economic growth . Political economic strategy in question is related to the economic and political policies were implemented by the Chinese state in promoting economic growth of the country. In this case Deng Xiaoping as the pioneer of Chinese economic turnaround , do some political economic strategies showcased in Economic Reform policy at the plenary session of the third meeting of the Central Committee of the Communist Party of China in December 1978. Theory used to describe the problem of this research is the theory of strategy , Paradigm and Political Economic System , Economic System Liberal Capitalist , Socialism and Communist ( Radical Political Economy ) . In this study the authors used the method of writing the kind of descriptive writing with qualitative research . In writing this study the authors use secondary data obtained from the secondary data obtained from the literature and is written using deductive writing techniques . Results of this study indicate that the political economic strategy adopted Deng Xiaoping in building China 's economic growth is not done in a totalitarian economic and political structures , but in a way that carefully and gradually , it is done to see the effect of economic policy on economic growth . Political economic strategy is first applied to Deng Xiaoping's policy is to issue a removal of people's communes , both removal of state monopolies , opening up a third of the foreign capital , business and management liberalization fourth , fifth in international economic integration . This economic strategy eventually reap great result . The impact of the economic success of the strategy is then to change the political culture of the Chinese economy towards socialism communist capitalism . Keywords : Economic Reform, Political Economic, Socialism, Capitalism iii Universitas Sumatera Utara Karya ini saya persembahkan untuk Ibunda dan Alhm. Ayahanda serta abang dan kakak Tercinta iv Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah RRC berdiri pada 1 oktober 1949, pada saat itu ketua Mao mengumumkan pembentukan Republik Rakyat Cina kepada dunia. Seperti rekan-rekannya di uni soviet, dia tidak membuang-buang waktu dalam mengubah bangsa itu menurut misi pribadinya akan utopia komunis yang egaliter. Namun, karena Cina merupakan negara agraris, versi Mao tentang komunis berkisar disekitar para petani, bukan para pekerja pabrik yang menjadi fokus Karl Marx, bapak komunis barat. Pada 1955, Mao mengolektifkan pertanian. Petani tidak boleh memiliki tanah sendiri atau secara pribadi membeli dan menjual apa yang mereka produksi kecuali mereka menanamnya pada sebidang kecil lahan pribadi mereka.1 Hanya dalam waktu beberapa tahun, produksi jatuh 40 persen disebuah negara yang sebelumnya selalu bersusah payah untuk memproduksi pangan yang memadai. Memberi makan seluruh negara itu, bahkan ketika panen sedang bagus, sangat sulit karena Cina harus memberi makan 22 persen populasi dunia hanya dengan 10 persen lahan dunia yang dapat ditanami. Secara kontras, Amerika Serikat dapat memberi makan 1,3 miliar orang Cina dan masih memiliki cadangan panen dari ladang-ladang lumbung gandum negara-negara bagian California, Texas, Nebraska, dan Oklahoma. Kekurangan makanan bertambah parah tiga tahun setelahnya, pada 1958, ketika program Lompatan Besar ke Depan Mao menyatukan area pertanian kolektif menjadi komune-komune yang masing-masing terdiri atas sepuluh ribu orang. Para pengurus partai komunis menentukan tanaman apa yang harus ditanam oleh petani, dengan janji bahwa komune akan menyediakan makanan, 1Robyn Meredith, 2007.The Elephant and the Dragon, New York : W.W.Norton & Company, Hal. 10-13 1 Universitas Sumatera Utara fasilitas kesehatan, dan keperluan-keperluan lain bagi para pekerja. Para petani diwajibkan untuk menyerahkan sekitar sepertiga hasil panen yang ditanam oleh komune kepada negara sebagai pajak yang digunakan untuk memberi makan kotakota, sisanya dapat dimakan oleh mereka. Namun, para pejabat daerah yang ambisius melaporkan dengan sangat bersemangat produksi yang membumbung di daerah mereka, saling berkompetisi dengan wilayah lain untuk menyenangkan Mao dengan menegaskan bahwa program kolektifnya sangat sukses. Disatu daerah di provinsi Henan, para pejabat membual bahwa hasil panen mencapai dua kali lipat walaupun pada musim kemarau. Untuk itu, para kader partai itu mendapatkan pujian, namun hal itu meningkatkan pajak panen terhadap hasil panen yang dikhayalkan melampaui mewujudkan kesejahteraan umum. Para pendahulu pendiri Republik ini menyadari benar untuk apa kita merdeka adan apa arti kemerdekaan bagi suatu bangsa. Maka, kalimat mewujudkan kesejahteraan umum yang mereka sulam kedalam Mukadimah Undang-Undang Dasar adalah refleksi kejiwaan yang berabad-abad lamanya   Universitas Sumatera Utara tertindas dan terhina oleh penjajahan dan karenanya terpateri keinginan dan tekad untuk mengembalikan harga diri, harkat, martabat, dan kehormatan.50 Selain itu, salah satu istilah politik ekonomi yang terkenal dalam Orde Baru ini adalah “Peraturan 3 Oktober” dalam tahun 1966. Ia terkenal, karena Peraturan tersebut disatu pihak merupakan tindakan konkrit yang pertama dari Pemerintah Orde Baru (Kabinet Ampera), dalam meletakkan dasar bagi proses stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi yang kita alami dewasa ini, dan dilain pihak telah menimbulkan polemik-polemik yang cukup tegang, kritik-kritik yang pedas dan emosi politik yang meluap-luap yang masih terasa sampai akhir 1969. Dengan terbentuknya Kabinet Ampera sebagai hasil sidang MPRS 1966 maka terciptalah iklim politik yang penuh optimisme dan penuh harapan. Sebab barulah tiba saat dimana dapat dimulai dengan pembangunan dan pembinaan Orde baru secara mantap. Bagi pemerintah sebetulnya tidak ada alternatip lain, kecuali melaksanakan apa yang sudah ditetapkan oleh MPRS No. XXIII tahun 1966. Sebab kalau kita lanjutkan kebijaksanaan yang terdahulu maka keganasan dari inflasi yang sudah memuncak sampai dengan 668 Pct setahunnya akan berjalan terus beserta dengan kerusakannya dari pada modal sehinggah dengan demikian dis-investasi berjalan sangat ganasnya. Essensi dari pada peraturan 3 Oktober 1966 dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Kebijaksanaan Anggaran Belanja yang seimbang untuk meniadakan salah satu sebab daripada inflasi, yaitu defisit didalam Anggaran belanja. 2. Kebijaksanaan Perdagangan Luar Negeri yang lebih memberikan keluasan ruang gerak bagi exportir.                                                             50 Abdul Gafur. 1987. Pak Harto Pandangan dan Harapannya. Jakarta: Pustaka Kartini. Hal. 307   Universitas Sumatera Utara 3. Kebijaksanaan kredit secara selektif dan lebih rendah pada usaha produktif. 4. Kebijaksanaan penyelesaian dan penundaan pembayaran hutanghutang Luar Negeri dengan maksud mengurangi beban pembayaran didalam rencana pembayaran. 5. Kebijaksanaan mengundang penanaman modal asing yang dimaksudkan untuk membuka kesempatan kepada Luar Negeri untuk turut serta membuka kekayaan alam tanah air kita. Salah satu dari ketentuan dalam Ketetapan MPRS XXIII menyebutkan bahwa prioritas harus diberikan pada peningkatan produksi, eksport dan perbaikan prasarana-prasarana ekonomi.51 III.1 Trilogi Pembangunan Untuk membangun bangsa indonesia dari keterpurukan, Soeharto tentu memiliki konsep dasar sebagai landasan ia bekerja. Untuk itu, Soeharto memperkenalkan konsep Trilogi Pembangunan pada awal pelita I. Soeharto membangun fondasi pembangunan Indonesia yang dikenal dengan “Akselarasi Pembangunan 25 tahun dengan 8 jalur pemerataan” dengan konsep dasar Trilogi Pembangunan, yaitu Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan. Ini artinya, stabilitas nasional mutlak diperlukan bila pertumbuhan ekonomi akan digalakkan atau dilaksanakan. Bila pertumbuhan ekonomi berjalan, maka pemerataan pembangunan menjadi tujuan dan dapat dilaksanakan. Karena itu bagi Soeharto, rehabilitasi politik dalam rangka stabilitas nasional menjadi perlu. Berikutnya, mengacu kepada pertumbuhan ekonomi dan                                                             51Soeharto. 1983. Presiden Soeharto Bapak Pembangunan Indonesia. Jakarta: Yayasan Dana Bantuan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Hal. 99   Universitas Sumatera Utara pembangunan di segala bidang, hinggah bermuara pada pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh bangsa Indonesia. Soeharto menetapkan Trilogi pembangunan, yaitu: 1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya akan menuju tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. 3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis pada gilirannya berbuah pada kemajuan bangsa dan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Soeharto meletakkan dasar-dasar pembangunan berkelanjutan melalui Pelita, dan menetapkan Trilogi Pembangunan sebagai starategi untuk tinggal landas menuju masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera. Stabilitas nasional dibutuhkan agar bisa dilakukan pembangunan (pertumbuhan ekonomi) dan setelah adanya pertumbuhan ekonomi maka dapat dilakukan pemerataaan. Maka menurut Soeharto, stabilitas nasional diperlukan untuk kelancaran pembangunan, juga untuk menarik minat para investor asing guna ikut menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan kerja. Sebab, tanpa pertumbuhan ekonomi tidak akan ada pemerataan hasil-hasil pembangunan. Trilogi Pembangunan, Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan, adalah memang strategi kunci pembangunan yang dilaksanakan dalam pemerintahan Soeharto. Hal ini juga ditiru oleh negara-negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia yang sangat efektif dalam melaksanakan demokrasi. Karena itu kedua negara tersebut hinggah kini terus mengalami kemajuan. Di Singapura, misalnya, pada awal pertumbuhannya hanya terdapat sebuah koran saja guna mengamankan stabilitas di dalam negeri. Sementara itu, Malaysia di bawah kepemimpinan Mahatir Mohammad sangat mengutamakan stabilitas nasional dan pembangunan ekonomi. Bahkan, dengan berani tegas demi menjaga   Universitas Sumatera Utara stabilitas ia berani memecat wakil perdana Menteri Anwar Ibrahim yang diamdiam akan melakukan “reformasi” di negara jiran, Malaysia.52 Arah pembangunan tetap bertumpu pada Trilogi Pembangunan, ia terus menumbuhka ekonomi dan bersama-sama dengan itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta semakin meratakan pembangunan, dengan tetap memelihara kemantapan stabilitas ekonomi. Maka pembangunan harus terarah dan dipertajam demi tercapainya masyarakat yang sejahtera.53 Soeharto dihadapan 120 orang pemuda, peserta Penataran Kewaspadaan Nasional VIII yang berkunjung ke peternakan Tapos, menyebutkan, pemuda harus mendalami Pancasila dan UUD ’45. Jika para pemuda tidak mendalami Pancasila dan UUD ’45, dan malah mengajukan pemikiran alternatif lain yang belum teruji, ini merupakan gangguan dan bahkan ancaman. Kemudian Soeharto menjelaskan perkembangan dunia, khususnya perkembangan di negara-negara komunis yang mengalami kehancuran dari dalam. Meskipun ideologi komunis sudah hancur, namun hendaknya kita tidak begitu naif untuk menyatakan, ideologi tadi sudah mati. Bukan mustahil pula, karena alternatif baru yang dijanjikan pemimpin-pemimpin di bekas negara komunis tadi tidak berhasil, mereka akan kembali ke ideologi lama. Bagi Indonesia hal ini berarti ancaman dari luar sudah semakin berkurang atau tidak ada, namun ancaman tadi akan terbuka dari dalam sendiri. Karena itu adalah kewajiban kita untuk benar-benar mendalami pancasila dan UUD ’45, untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi ancaman tadi. Ancaman dari luar dengan kekuatan senjata juga terbukti tidak ampuh. Hal ini dapat kita buktikan dengan kekalahan Amerika di Vietnam, karena hanya bersandar kepada keunggulan senjata belaka.                                                             52 Dewi Ambar Sari. 2006. Ibid. Hal. 147 53 Soeharto. 1983. Ibid. Hal. 205    Universitas Sumatera Utara Soeharto menyebutkan bahwa kehancuran suatu bangsa tidak hanya datang dari luar, akan tetapi juga dari dalam. Ancaman tadi bisa dari kekuatan senjata, bisa dari ideologi dan bahkan juga dari bidang ekonomi dan budaya. Karena itu kita harus mampuh menyusun kekuatan ekonomi kita agar ia tetap berlandaskan kepada kekuatan rakyat dan tidak terbentuk eksploitasi ekonomi dari luar terhadap rakyat kita. Dalam bidang kebudayaan kita memerlukan pula pembinaan ketahanan budaya, agar ia pun secara ulet dan luwes dapat menangkal penetrasi budaya luar. Yang menarik untuk diperhatikan adalah uraian Soeharto mengenai Trilogi pembangunan, yakni stabilitas politik, pembagunan ekonomi, dan pemerataan. Trilogi pembangunan tadi harus dipertahankan, karena stabilitas politik akan menjamin berlangsungnya pembangunan. Pembangunan akan meningkat tingkat pertumbuhan ekonomi. Tingkat pertumbuhan ekonomi inilah yang harus dapat diratakan hasilnya dengan pemerataan ekonomi. Dari uraian Soeharto kepada para pemuda tadi, jelas terkait keharusan kita mendalami Pancasila dan UUD ’45 yang terkait pula dengan Trilogi Pembangunan. Karena betapapun juga Pancasila merupakan falsafah negara dimana kita menyusun prinsip-prinsip demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Namun kita harus pula menyadari bahwa penyusunan kekuatan dan ketahanan dalam negeri, haruslah pula disandarkan kepada adanya iklim keterbukaan, sehinggah ia pun tidak akan mematikan respons kita terhadap perkembangan dunia dan penetrasi Cina dapat berkembang dengan pesat secara nyata maka akan dapat menggerakan sector riil di Indonesia. Dengan kata lain bahwa pajak akan masuk lebih banyak, pertumbuhan investasi akan tercipta di Indonesia dan juga akan menggerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Universitas Sumatera Utara Pemerintah Indonesia juga terus berupaya untuk tetap menggunakan One China Policy dalam membina hubungannya dengan Cina. Dalam artian bahwa pemerintah Indonesia tidak akan mencampuri urusan negara Cina yang masih berselisih paham dengan status kepemilikan pulau Taiwan dan daerah Tibet. Dengan begitu pemerintah Indonesia hanya mengakui bahwa republik rakyat Cina adalah pemerintah yang sah. Selain itu momentum penandatangan deklarasi kemitraan strategis Indonesia dan Cina juga berdampak luas kepada peningkatan kerjasama militer di antara kedua negara. Kebangkitan militer Cina sebagai kekuatan baru di Asia secara positif di dukung oleh pemerintah Indonesia. Kebangkitan militer Cina dapat di manfaatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai suatu bentuk antisipasi dari embargo negara-negara barat dan juga selain itu Indonesia dapat memanfaatkan Cina sebagai mitra dalam upaya untuk meremajakan alat utama sistem persenjataan di Indonesia. Bila di telusuri lebih lanjut, maka kepentingan nasional yang di bawa Indonesia untuk membina hubungan militer dengan Cina ialah untuk membangun kekuataan militer yang khususnya dalam pengadaan perlengkapan persenjataan mengingat selama ini embargo yang diberlakukan oleh negara-negara barat khususnya Amerika Serikat sangat berdampak kepada semakin melemahnya teknologi persenjataan yang dimiliki oleh Indonesia. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA BUKU-BUKU Allison, Graham, Essence of Decision, Boston: Little Brown, 1971 Anwar, Dewi Fortuna, Indonesian Foreign Policy and Domestic Politics, Singapore: ISEAS, 2003 Budiono, Kusumohamidjojo, Hubungan Internasional Kerangka Studi Analitis, Jakarta: Bina Cipta, 1987 Couloumbis, Thomas, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Keadilan dan Power, Jakarta: C.V rajawali, 1981 Crabb, Cecil, American Foreign Policy in the Nuclear Age, New York: Harper And Row, 1972 Fishman, Ted, China Inc, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006 Frankel, J. Hubungan Internasional, Jakarta: ANS Sungguh Bersaudara, 1980 Frankel, Teori Kontemporer Tentang Tingkah Laku Negara, Jakarta : P.T Bina Aksara 1988 Gilpin, Robert, The Richness Of The Tradition Of Political Realism, Cambridge: Cambridge University Press, 1984 Houn, Franklin, A Short History Of Chinese Communism, New Jersey : Prentice Hall, 1967 Issac, Harold, The Tragedy Of The Chinese Revolution, California : Stanford University Press, 1961 Keohane, Robert After Hegemoni: Cooperation and Discord the World Political Economy, Princeton: Princeton University Press, 1984 Louven, Erhard, RRC dan Masyarakat Eropa : Hubungan Politik dan Ekonomi, Jakarta : CSIS, 1983 Partogi, Poltak, Reformasi Ekonomi RRC Era Deng Xiaoping, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1995 Pareira, Andre, Perubahan Global Dan Perkembangan Studi Hubungan Internasional, Bandung : Citra Aditya Bakti Universitas Sumatera Utara Rosenau, James, Scientific Study of Foreign Policy, New York : Free Press, 1971 Roy, S.L. Diplomasi, Jakarta: Rajawali Pers, 1991 Schoorl, Modernisasi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1984 Smith, Anthony, Gusdur and the Indonesian Economy, Singapore: ISEAS, 2001 Suprapto, Hubungan Internasional: sistem, Interaksi, dan Perilaku, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997 Theng, Lie Tek, RRC Sebagai Kekuatan Di Asia, Jakarta : LIPI, 1982 Umar, Bakry, China Quo Vadis, Jakarta :Pustaka Sinar Harapan, 1996 Waltz, Theory of International Politics, New York : Mcgrawa Hill Reading, 1979 Yudhoyono, Menuju Perubahan, Jakarta : Relawan Bangsa, 2004 Wong, John, Politik Perdagangan Cina Di Asia Tenggara, Jakarta : Bumi Aksara, 1987 , The Political Economy Of China’s Changing Relation With Southeast Asia, Singapore : Macmillan Asia, 1984 SURAT KABAR China : Motivating The Worker, Asian Business, Vol. 16, No. 9, September 1980, Hal. 24 Far Eastern Economi Review, 1 November 1984 Hal. 25 Sadli, Muhammad, 25 Mei, 2005. Ekonomi Asia dan Posisi Indonesia, Kompas, Hal. 7 Tempo, 12 Januari 1985, Hal 20-21 Tantangan Pembaruan Ekonomi 5 Januari 1985, Kompas, Hal. 4 The China Daily, 17 Juni 1985, Hal.2 Xinhua, 3 Januari 1985, RRC Hapuskan Monopoli Petanian, Kompas, Hal. 7 Yudhoyono, Bambang, Susilo. 8 Desember 2006, Perlu 10 Langkah Jadikan Indonesia Terhormat, Harian Analisa, Hal. 1 Universitas Sumatera Utara INTERNET Ahmad, Widjaya, 2008. Hubungan Mesra RI-China. (http://www.ntt-online.org/2007/12/26/catatan-akhir-tahun-hubungan-mesra-ri china/Hans 26/12/2007) diakses 10 Januari 2008 Alatas, Ali, 2006. Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia. (http://www.kompas.com/kompas-cetak/1548/04/nasional/291771.htm) 30 Oktober 2006) diakses Departemen Perekonomian, 2006. Deklarasi Bersama Antara Republik Indonesia Dengan Republik Rakyat China Mengenai Kemitraan Strategis. (http://www.ekon.go.id/v2/content/view/163/25/) DR. Yanyan , Mochamad Yani, Makna Strategis Kerjasama Militer Indonesia dan Cina. (http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/042007/20/0903.htm) diakses pada 3 Maret 2008 Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian. 2007. (http://agribisnis.deptan.go.id/Pustaka/Buletin%20Agsts.doc) di akses 17 Februari 2008 Fransisca Ria, 2007. Jalan Panjang Hu Jintao. (http://www.sinarharapan.co.id/berita/0610/18/lua02.html) diakses pada 1 Februari 2008 Hubungan Bilateral Indonesia Dan Cina. 2007. (http://www.deplu.go.id/?category_id=13&country_id=30&news_bil_id=288&bil ateral=asiatimur) di akses pada 7 Februari 2008 Indonesia Itu Penting, 2007. (http://64.203.71.11/kompas-cetak/0401/24/Fokus/805115.htm) di Februari 2008 Kebijakan luar negeri konstruktif.2008. (http://wahy.multiply.com/journal/item/9) di akses 18 Febuari 2008 akses 11 (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/17/cakrawala/lain01.htm)diakses pada30 Januari 2008 (http://www.deplu.go.id/gedungpancasila/jscripts/fckeditor/editor/fckblank.html) di akses 19 Februari 2008 (http://www.depdag.go.id/files/publikasi/link_khusus/2005/20051210renstra-2005.pdf.) diakses 2 maret 2008 Universitas Sumatera Utara (http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2006/05/15/532.html ) diakses pada 8 Januari 2008 (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/11/01/brk,20061101-86895,id.html) diakses pada 20 Februari 2008 (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/17/cakrawala/lain01.htm) diakses pada 30 Januari 2008 Kerjasama Militer, Indonesia Lirik Cina. 2007. (http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=6138) di akses pada 12 Februari 2008 Mason, Garrick, 2004. Next Challenge: Capitalist Competition. (http:www.philly.com/mld/inquirer/news/special_packages/Sunday_review/91858 39.htm, diakses 8 Oktober 2005) Modernisasi Militer Cina. 2008. (http://www.mimbaropini.com/mod.php?mod=publisher&op=printarticle&artid= 2459 diakses 21 Februari 2008) Neraca perdagangan Indonesia dengan RRC. 2008. (http://www.depdag.go.id/index.php?option=statistik&task=detil&itemid=060102 01, di akses 27 februari 2008). Neraca Impor Indonesia. 2008. (http://www.depdag.go.id/index.php?option=statistik&task=detil&itemid=060102 10 di akses 27 Februari 2008). Neraca Ekspor Indonesia. 2008. (http://www.depdag.go.id/index.php?option=statistik&task=detil&itemid=060102 06 di akses 27 Februari 2008) Sidang Partai Komunis Cina. 2007. (http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&dn=20071015203352 di akses 2 Maret 2008) Perdagangan Indonesia-Cina Surplus, 2007. (http://www.kapanlagi.com/h/0000166690.html) di akses pada 24 Februari 2008 Pembaharuan Jadi Agenda Ekonomi Penting Hu Jintao. 2007. (http://www.kapanlagi.com/h/0000195289.html di akses 9 Februari 2008) Pine, Art, 2004. China Steals The Spotlight On The Global Stage. (http://iht.com/bin/print.php?file=528123.html, diakses 7 juli 2004) Universitas Sumatera Utara Politik Luar Negeri Bebas Aktif Konsisten Di Laksanakan. 2006. (http://www.rri-online.com/modules.php? LiputanKhusus&id=143) diakses pada 12 Febuari 2008 Ri-Cina Sepakati Langkah Strategis Tingkatkan Perdagangan Dan Investasi. 2005. (http://www.indonesiaottawa.org/information/printfriendly.php?id=1433&type=news) di akses pada 16 November 2007 Sanda, Abun, 2007. (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0405/22/Fokus/1037014.htm) diakses pada 13 Desember 2007 Supriyanto, Suwito, 2008. Memperkuat Diplomasi Indonesia. (http://kommpak.com/index.php/12/05/2007/memperkuat-diplomasi-ekonomi-danperdagangan-internasional-indonesia/) di akses pada 13 Februari 2008 Stven Xu, 2008. Tarik Kembali Investasi Dengan Mencari Peluang Di Pasar Global Dan Pasar Cina. (http://kompas.com/kompas-cetak/0407/21/finansial/1162068.htm,) di akses pada 5 Januari 2008 Zhang, Allan, 2007. The Future Of China’s Pharmaceutical Industry. (http:// www.pwc.com/extweb/newcolth.nsf/docid/) diakses pada 23 November 2007 Universitas Sumatera Utara
Strategi Ekonomi Politik Cina Di Era Deng Xiaoping Strategi Ekonomi Politik Cina Di Era Deng Xiaoping

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 100

Strategi Ekonomi Politik Cina Di Era Deng Xiaoping

Bebas