METODOLOGI PENELITIAN PADA BIDANG ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

 1  30  194

dokumen informasi

METODOLOGI PENELITIAN PADA BIDANG ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI Konsep, Teknik, Dan Aplikasi Oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia 2007 Hak Cipta ada pada penulis, tidak untuk diperjualbelikan KATA PENGANTAR Buku ini dipersiapkan dan diterbitkan dengan maksud untuk memenuhi dan melengkapi literatur yang terkait dengan penelitian yang dilakukan pada bidang ilmu komputer. Sesuai dengan judulnya “Metodologi Penelitian di Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Konsep, Metode Teknik dan Aplikasi” maka buku ini bermaksud untuk mengupas secara lebih mendalam tentang riset metodologi dalam ilmu komputer. Dalam buku ini dijabarkan berbagai macam metode penelitian yang biasa digunakan oleh peneliti dalam bidang ilmu komputer. Buku ini dibuat untuk memenuhi perkembangan teknik penulisan ilmiah di bidang ilmu komputer dan teknologi informasi. juga membahas bagaimana metodologi penelitian dalam ilmu komputer itu dapat dilakukan. Mudah-mudahan buku ini bisa dipergunakan oleh mahasiswa dan juga berbagai pihak untuk meperdalam pengetahuan mengenai metode ilmiah pada bidang ilmu komputer. Dalam penulisan buku ini tentu tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan, oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun dari isi buku ini sangat penulis harapkan demi perbaikan pada penulisan selanjutnya. Depok, Agustus 2007 Zainal A. Hasibuan, Ph.D Fasilkom Universitas Indonesia Metodologi Penelitian 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .1 DAFTAR ISI .3 B A B 1 KONSEP DASAR PENELITIAN .6 1.1. PENDAHULUAN. 6 1.2. BERFIKIR LOGIS . 8 Penalaran Deduktif . 10 Penalaran Induktif. 11 1.3. METODE PENELITIAN DAN METODOLOGI PENELITIAN. 13 1.4. MANFAAT METODOLOGI . 17 1.5. PROSES PENELITIAN. 18 B A B 2 IDENTIFIKASI MASALAH DAN HIPOTESIS.28 2.1. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH. 28 2.2. LANGKAH-LANGKAH PERUMUSAN MASALAH. 32 2.3. CONTOH PERUMUSAN MASALAH. 35 2.4. HIPOTESIS PENELITIAN. 36 B A B 3 LITERATUR REVIEW.42 3.1. PENGERTIAN LITERATUR REVIEW . 42 3.2. MANFAAT LITERATUR REVIEW. 45 3.3. LANGKAH-LANGKAH LITERATUR REVIEW . 46 3.4. SUMBER-SUMBER LITERATUR REVIEW . 48 3.5. SITASI ATAU PENYITIRAN. 50 B A B 4 DESAIN PENELITIAN .60 4.1. TIPE-TIPE DESAIN PENELITIAN . 60 4.2. RISET EKSPERIMENTAL . 62 4.3. QUASI EKSPERIMENTAL. 65 4.4. CAUSAL – COMPERATIVE RESEARCH. 65 4.5. CORRELATIONAL RESEARCH. 68 4.6. SURVEY RESEARCH . 70 4.7. ACTION RESEARCH . 79 4.8. HISTORICAL RESEARCH. 80 4.9. ETHNOGRAPHIC RESEARCH. 81 4.10. CASE STUDIES RESEARCH. 81 Metodologi Penelitian 3 B A B 5 METODE, TEKNIK DAN INSTRUMEN DALAM PENELITIAN.83 5.1. INSTRUMEN . 83 5.2. WAWANCARA . 84 5.2. KUESIONER . 86 5.3. MERANCANG KUESIONER . 87 B A B 6 PENELITIAN DI BIDANG ILMU KOMPUTER.103 6.1. RESEARCH AREAS COVERAGE. 103 6.2. PENELITIAN DI BIDANG CS/IS/IT . 106 B A B 7 ANALISA KUANTITATIF DALAM PENELITIAN .126 7.1. PENELITIAN KUANTITATIF. 126 7.2. PERUMUSAN MASALAH DALAM PENELITIAN KUANTITATIF . 127 7.3. VARIABEL . 130 7.4. VALIDITAS DAN RELIABILITAS . 133 7.5. PENGUMPULAN DATA. 134 7.6. TABULASI DATA . 138 7.8. ANALISA DATA KUANTITATIF. 144 Distribusi Frekuensi . 145 Cross-Tabulations . 145 Korelasi . 146 Regresi. 146 Uji t (t-test) . 148 Uji F (F-test) . 149 Uji z ( z test). 149 Analisis Validitas. 150 Analisis Reliabilitas. 150 B A B 8 ANALISA KUALITATIF DALAM PENELITIAN .151 8.1. PENELITIAN KUALITATIF. 151 8.2. PERUMUSAN MASALAH DALAM PENELITIAN KUALITATIF . 153 8.3. DATA KUALITATIF. 155 8.4. ANALISA DATA KUALITATIF. 158 8.5. SAMPEL DALAM PENELITIAN KUALITATIF . 158 8.6. PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF . 159 B A B 9 MEMBUAT LAPORAN ILMIAH.161 9.1. STRUKTUR PENULISAN. 161 9.2. PEMBUATAN KARYA ILMIAH . 169 Metodologi Penelitian 4 9.3. CONTOH KARYA ILMIAH . 178 Metodologi Penelitian 5 BAB 1 Konsep Dasar Penelitian Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai konsep dasar dalam penelitian, manfaat metodologi, perbedaan antara metodologi dengan metode penelitian serta proses penelitian secara umum. 1.1. Pendahuluan Kegiatan penelitian ilmiah saat ini banyak dilakukan oleh lembaga penelitian baik oleh lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi, lembaga pemerintahan maupun oleh pihak swasta. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini, saat ini di Indonesia telah terdapat pusat kegiatan penelitian yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesi (LIPI). Penelitian ilmiah ini dilakukan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi pada saat ini. Hasil penelitian berupa karya ilmiah dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah lainnya yang dipublikasikan. Para peneliti dan pihak akademisi terutama yang bernaung dalam perguruan tinggi ditantang untuk terus melakukan penelitian sebagai salah satu tugas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pengajaran dan pengabdian pada masyarakat. Salah satu visi dan misi ilmiah masyarakat akademik di perguruan tinggi adalah menuangkan gagasan dan pemikirannya ke dalam bentuk publikasi karya ilmiah. Publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional menjadi suatu tolak ukur kualitas dan keunggulan penelitian itu dalam memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistimatis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur maupun aturan yang berlaku. Metodologi Penelitian 6 Penelitian itu sendiri terjadi karena adanya dorongan rasa ingin tahu mengenai sesuatu hal yang sedang terjadi dilingkungan sekitar. Seseorang melakukan penelitian untuk mencari jawaban dari permasalahan yang sedang terjadi. Penelitian terdiri atas beberapa tahapan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Dimana tahapan-tahapan itu pada umumnya terdiri dari: 1. Identifikasi masalah 2. Perumusan masalah 3. Penelusuran pustaka 4. Rancangan penelitian 5. Pengumpulan data 6. Pengolahan data 7. Penyimpulan hasil Kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan penelitian. Penelitian itu sendiri bertujuan untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru atau menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian dilakukan dengan metode ilmiah. Jadi, penelitian adalah kegiatan yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi. Perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kepentingan atau kebutuhan lahirnya teori baru, keberadaan teori lama sebagai batu pijakan, pengaruh teori dari bidang ilmu pengetahuan lainnya, serta metodologi ilmu pengetahuan yang dipergunakan. Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi untuk menemukan dan menginterpretasikan fakta yang ditemukan. Sebuah riset yang baik akan menghasilkan1: 1. Produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas prototipe) 2. Paten 1 htp://id.wikipedia.org Metodologi Penelitian 7 3. Publikasi di jurnal internasional Dalam melakukan penelitian terdapat langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan. Hal ini berupa penerapan metode ilmiah dalam penelitian yang bertujuan agar keluaran penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penelitian yang dilakukan dalam bidang sistem informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan menganalisa data yang ada secara sistematis untuk memperoleh jawaban atau penjelasan suatu fenomena yang diamati. Jika fenomena yang diamati sudah ada, maka penelitian akan berkisar pada struktur fenomena tersebut dimana peneliti diminta menerangkan komponen-komponen yang esensial yang membentuk fenomena tersebut serta menjelaskan bagaimana hubungan sebab-akibat diantara komponen-komponen tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika fenomena yang diamati belum ada, maka penelitian akan bertujuan untuk menciptakan fenomena tersebut. Pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri dimulai dengan menetapkan postulatpostulat berupa asumsi-asumsi yang dianggap benar tanpa harus dibuktikan. Selanjutnya disusun logika, yaitu aturan berpikir yang berlaku dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Logika tersebut diterapkan dengan sistematis untuk membangun pendapat atau teori tentang hubungan sebab-akibat sebagai hasil postulat dan logika dalam sistem berpikir tersebut diatas. Dalam membangun ilmu pengetahuan, kebenaran hubungan sebab-akibat dijabarkan dari fakta-fakta yang diamati dari fenomena atau kejadian yang diteliti. Dan kebenaran tersebut harus bersifat universal serta dapat diuji kembali. Cara pengembangan ilmu pengetahuan seperti diuraikan di atas disebut metode ilmiah. 1.2. Berfikir Logis Proses berpikir yang terjadi pada saat menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar biasanya disebut dengan penalaran atau (reasoning). Proses berpikir logis dan sistematis ini berguna untuk membentuk dan mengevaluasi keyakinan kita terhadap suatu pernyataan. Penalaran juga berguna untuk Metodologi Penelitian 8 menentukan secara logis dan objektif apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut. Struktur penalaran itu sendiri terdiri atas masukan (input), proses (process) dan keluaran (output). Logika, penalaran dan argumentasi sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Logika juga dapat dipakai untuk menarik kesimpulan dari suatu proses berpikir berdasarkan cara tertentu, dimana proses berpikir ini merupakan penalaran untuk menghasilkan suatu pengetahuan. Logika merupakan suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat2. Logika tidak hanya menyangkut soal pengetahuan, tetapi juga terkait dengan kemampuan dan keterampilan. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua penalaran merupakan hasil dari pemikiran namun tidak semua pemikiran adalah penalaran. Penalaran sangat penting peranannya bagi peneliti dalam melakukan suatu penelitian. Pada umumnya terdapat dua macam bentuk penelitian yaitu penelitian dengan cara deskriptif dan juga penelitian dengan cara kausal. Penelitian deskriptif termasuk dalam riset yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu karakter atau fungsi dari sesuatu hal. Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidansi-evidansi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan3. Contoh riset deskriptif adalah seperti bagaimana persepsi konsumen terhadap kepuasan penggunaan teknologi baru, sedangkan untuk penelitian kausal bertujuan untuk menentukan hubungan sebab akibat dari suatu hal. Contoh lainnya seperti bagaimana hubungan antara harga USB terhadap jumlah pengguna komputer. Penalaran atau 2 Hayon, Y.P. Logika, Prinsip-Prinsip Bernalar Tepat, Lurus, Dan Teratur. ISTN, Jakarta. 2000. 3 Keraf, Gorys. 1994. Argumentasi dan Narasi. PT Gramedia, Jakarta Metodologi Penelitian 9 logika dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu penalaran secara deduktif dan penalaran secara induktif. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan ke dalam kelompok akibat membaca dan genetik atau diturunkan. Miopia pada anak dimasukkan ke dalam 2 kelompok yaitu kongenital dan developmental (perkembangan). a. Keduanya berjalan progresif dan memerlukan pemeriksaan kacamata teratur. Sering terlihat pada anak yang miopianya berjalan progresif (school miopia) yang mungkin disebabkan bekerja atau membaca dekat (Ilyas, 2006). 2.4.5. Klasifikasi berat ukuran miopia Miopia ditentukan dengan ukuran lensa negatif di dalam dioptri, dimana 1.00 dioptri merupakan kekuatan lensa yang memfokuskan sinar sejajar pada jarak satu meter. Klasifikasi beratnya miopia ada 4 yaitu : a. Miopia ringan : - 3.00 dioptri b. Miopia sedang : - 3.00 to - 6.00 dioptri c. Miopia berat : - 6.00 to – 9.00 dioptri d. Miopia sangat berat : >-9.00 dioptri (Ilyas, 2006). 2.4.6. Gejala pada miopia Penderita miopia yang dikatakan sebagai rabun jauh akan mengatakan penglihatannya kabur untuk melihat jauh dan hanya jelas pada jarak tertentu atau dekat. Seseorang yang miopia selalu ingin melihat dengan mendekatkan benda yang dilihat pada mata Kadang-kadang terlihat bakat untuk menjadi juling bila ia melihat jauh dan dengan mengecilkan kelopak untuk mendapatkan efek pinhole sehingga dapat melihat jelas (Ilyas, 2006). 2.4.7. Koreksi pada mata dengan miopia Memakai lensa minus atau negatif yang ukurannya teringan yang sesuai untuk mengurangkan kekuatan daya pembiasan di dalam mata (Ilyas, 2006). 2.4.8. Pengobatan miopia Pengobatan pada miopia bisa dengan memakai kacamata atau lensa kontak atau dengan bedah Pada saat keadaan tertentu miopia dapat diatasi dengan pembedahan pada kornea. Pada saat ini terdapat berbagai cara pembedahan pada miopia seperti : a. Keratotomi radial (radial keratotomy – RK) : pada keratotomy radier dilakukan sayatan radier pada permukaan kornea sehingga berbentuk jari-jari roda. Bagian sentral kornea tidak disayat. Bagian kornea yang disayat akan menonjol sehingga bagian tengah kornea menjadi rata. Ratanya kornea bagian tengah akan memberikan suatu pengurangan kekuatan bias kornea sehingga dapat mengganti lensa kacamata negatif. b. Keratotomi fotorefraktif (Photorefractive keratectomy – PRK) : PRK merupakan cara yang mempergunakan sinar eximer untuk membentuk permukaan kornea. Sinar pada eximer akan memecah molekul sel kornea. c. Laser assisted in situ interlamelar keratomilieusis (Lasik) (Ilyas, 2006). 2.5. Hubungan komputer dengan miopia Komputer sebagai produk teknologi mutakhir tetap membawa dampak bagi kehidupan kita. Monitor sebagai salah satu perlengkapan perangkat komputer dapat menimbulkan radiasi. Penggunaan komputer yang berkepanjangan dapat menyebabkan sekelompok masalah mata dan penglihatan yang disebut dengan istilah Computer Vision Syndrome (CVS). Gejala CVS terjadi karena aktivitas visual terhadap layar komputer yang memberi stress sistem penglihatan. Terjadinya gejala tergantung besarnya gangguan penglihatan (American Optometric Association, 2011). Ada faktor lingkungan tertentu yang dapat mencegah atau mengurangi gejala CVS. Beberapa diantaranya adalah pencahayaan, layar anti-silau, posisi duduk yang nyaman, berkedip, istirahat untuk mencegah kelelahan mata. Istirahatkanlah mata selama 15 menit setelah dua jam penggunaan komputer terus-menerus. Juga, untuk setiap 20 menit melihat komputer, melihatlah ke kejauhan selama 20 detik sehingga mata anda dapat kembali fokus (American Optometric Association, 2011). Gambar 2.5. : Posisi Tubuh Yang Tepat Untuk Penggunaan Komputer (American Optometric Association, 2011) Seseorang yang bekerja dengan komputer setiap harinya harus menyesuaikan lokasi ruang kerja (work place) dan tempat kerjanya (work station) karena salah satu penyebab terjadinya stress fisik adalah akibat kerja dengan pekerja sehingga mengharuskan pekerja bekerja dengan posisi sulit seperti membungkuk. Prinsip ergonomi yang benar mengharuskan meja kerja yang sesuai atau dapat disesuaikan dengan ukuran induvidu yang menggunakannya. Meja komputer juga harus disesuaikan dengan dimensi antopometri segmen bagian tubuh. Dalam hal ini, bagian tubuh, sikap yang nyaman, guna memastikan terjaminnya syarat-syarat kesehatan kerja untuk mengembangkan terciptanya keselarasan dan kenyamanan bekerja (Harrianto, 2010). Menurut American Optometric Association, siapapun yang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam untuk bekerja di depan komputer mungkin berada dalam risiko berkembangnya ketegangan mata dan kesulitan untuk memusatkan perhatian. Asosiasi ini melaporkan bahwa komputer dapat memperburuk kondisi, seperti miopia (American Optometric Association, 2011). dr. Cary Herzberg, optometris di Aurora, Illinois, mengatakan bahwa jika anak menghabiskan waktu lebih banyak di depan komputer pada tugas-tugas lain yang jaraknya dekat dengan mata, risiko mereka untuk terkena miopia akan meningkat (Orange, 2007). Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh The Journal of Epidemiology and Community Health mengambil sample pemeriksaan mata dari 10.000 pekerja. Pekerjaan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan waktu yang dihabiskan di depan komputer pada saat bekerja maupun pada saat berada di rumah. Hal ini yang juga dipertimbangkan adalah lamanya pemakaian komputer dalam tahun. Hasilnya adalah pengguna berat komputer memiliki kelainan penglihatan, termasuk di dalamnya miopia dan glaukoma, sehingga dapat diketahui penggunaan komputer yang berat memiliki hubungan langsung dengan timbulnya miopia dan glaukoma (Fauzi, 2007). BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kerangka konsep dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Variabel Independen Variabel Dependen Lama Penggunaan Komputer Miopia Gambar 3.1. Kerangka Konsep 3.2. Definisi Operasional 3.2.1. Variabel Independen Lama penggunaan komputer terdiri dari : 1. Lama penggunaan komputer secara terus-menerus a. Definisi operasional : lama penggunaan komputer secara terus-menerus adalah rata-rata jam penggunaan komputer secara kontinu, tanpa selingan istirahat, dalam satu hari. b. Cara pengukuran adalah dengan metode angket yaitu berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden pada instrumen kuesioner. c. Alat ukur adalah kuesioner. d. Hasil Pengukuran yang diperoleh berupa jam penggunaan komputer secara terus-menerus dalam satu hari. e. Skala pengukuran adalah skala rasio 2. Lama penggunaan komputer rata-rata dalam satu hari a. Definisi operasional : lama penggunaan komputer rata-rata dalam satu hari adalah rata-rata jumlah waktu penggunaan komputer dari jam 00.00 sampai 23.59. b. Cara pengukuran adalah dengan metode angket yaitu berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden pada instrumen kuesioner. c. Alat ukur adalah kuesioner. d. Hasil pengukuran yang diperoleh berupa rata-rata jam penggunaan komputer dalam satu hari. e. Skala pengukuran dinyatakan dalam skala rasio. 3. Riwayat lama penggunaan komputer a. Definisi operasional: riwayat lama penggunaan komputer adalah lama waktu penggunaan komputer dari sejak pertama sekali menggunakan komputer sampai penelitian dilakukan. b. Cara pengukuran adalah dengan metode angket yaitu berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden pada instrumen kuesioner. c. Alat ukur adalah kuesioner. d. Hasil pengukuran yang diperoleh berupa lama tahun penggunaan komputer. e. Skala pengukuran dinyatakan dalam skala rasio. 4. Indeks Penggunaan Komputer a. Definisi operasional: Indeks penggunaan komputer (IPK) adalah angka yang menunjukkan seberapa berat penggunaan komputer. b. Cara pengukuran adalah dengan metode angket yaitu berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden pada instrumen kuesioner. Kemudian, hasil yang diperoleh akan dihitung dengan menggunakan rumus (Tatemichi et al., 2004) : Indeks Penggunaan Komputer (IPK) = A x B Keterangan : A = Riwayat penggunaan komputer (tahun) dengan riwayat penggunaan komputer 5 tahun bernilai 1, 5-10 tahun bernilai 2, 10-20 tahun bernilai 3, dan lebih dari 20 tahun bernilai 4. B = Rata-rata penggunaan komputer dalam satu hari (jam). Rata-rata jam penggunaan 1 jam bernilai 1, 1-4 jam bernilai 2, 4-8 jam bernilai 3, dan lebih dari 8 jam bernilai 4. c. Hasil Pengukuran yang diperoleh berupa nilai indeks penggunaan komputer yang dikategorikan. Kategori hasil pengukuran berupa : a) Penggunaan komputer ringan (bila skor IPK 1-4) b) Penggunaan komputer sedang (bila skor IPK 5-8) c) Penggunaan komputer berat (bila skor IPK 9-16) d. Alat ukur adalah kuesioner e. Skala pengukuran dinyatakan dalam skala ordinal dan rasio 3.2.2. Variabel Dependen 1. Miopia a. Definisi Operasional : gangguan untuk melihat jauh dengan visus di bawah 6/6 dan menggunakan kacamata lensa negatif. b. Cara pengukuran adalah dengan metode angket yaitu berdasarkan jawaban pertanyaan yang diberikan oleh responden pada = "GANJIL 2012" .Columns("ganjil_2012").Width = 50 .Columns("ganjil_2012").ReadOnly = True .Columns("c1").HeaderText = "C1" .Columns("c1").Width = 120 .Columns("c1").ReadOnly = True .Columns("c2").HeaderText = "C2" .Columns("c2").Width = 120 .Columns("c2").ReadOnly = True .Columns("c3").HeaderText = "C3" .Columns("c3").Width = 120 .Columns("c3").ReadOnly = True Universitas Sumatera Utara 122 .Columns("jarak_terdekat").HeaderText = "JARAK TERDEKAT" .Columns("jarak_terdekat").Width = 120 .Columns("jarak_terdekat").ReadOnly = True End With End Sub Sub djieChangeColorGrid(ByVal pDataGridView As System.Windows.Forms.DataGridView) For Each iRow As DataGridViewRow In pDataGridView.Rows For Each iCell As DataGridViewCell In iRow.Cells If iRow.Index Mod 2 = 0 Then iCell.Style.BackColor = Color.GreenYellow Else iCell.Style.BackColor = Color.White End If Next Next End Sub Sub tampil() cmd = New OdbcCommand("SELECT mahasiswa.nim, mahasiswa.Nama_Lengkap, mahasiswa.Angkatan, mahasiswa.Program_Studi, " & _ "transkrip.Ganjil_2011, transkrip.Genap_2011, transkrip.Ganjil_2012, " &_ "SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))) as C1, "&_ "SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))) as C2, "&_ "SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))) as C3, "&_ "CASE " & _ "WHEN (SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2)))) and " &_ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2)))) " & _ "THEN 'C1' " & _ "WHEN (SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm2.Text) & Universitas Sumatera Utara 123 "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2)))) and " &_ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2)))) " & _ "THEN 'C2' " & _ "WHEN (SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm1.Text) & "'),2)))) and " &_ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm3.Text) & "'),2)))) < " & _ "(SQRT((pow((transkrip.ganjil_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.genap_2011-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2))+(pow((transkrip.ganjil_2012-'" & Val(lblm2.Text) & "'),2)))) " & _ "THEN 'C3' " & _ "END AS Jarak_Terdekat " & _ "FROM mahasiswa INNER JOIN transkrip on mahasiswa.Nim=transkrip.NIM where mahasiswa.Nim like '11%'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader Do While rd.Read On Error Resume Next nimnya = rd.Item("nim") namanya = rd.Item("nama_lengkap") angkatannya = rd.Item("angkatan") prodinya = rd.Item("program_studi") ganjil2011 = rd.Item("Ganjil_2011") genap2011 = rd.Item("Genap_2011") ganjil2012 = rd.Item("Ganjil_2012") c1nya = rd.Item("C1") c2nya = rd.Item("C2") c3nya = rd.Item("C3") terdekatnya = rd.Item("Jarak_Terdekat") Call simpan_centroid_temp() Call simpan_centroid_x() Loop End Sub Sub simpan_centroid_temp() Dim sqltambah As String = "Insert into centroidb_temp (iterasi,terdekat) values " & _ Universitas Sumatera Utara 124 "('3','" & terdekatnya & "')" cmd = New OdbcCommand(sqltambah, Conn) cmd.ExecuteNonQuery() End Sub Sub simpan_centroid_x() Dim sqltambah As String = "Insert into centroidb_x (nim,nama_lengkap,angkatan,prodi,ganjil_2011,genap_2011,ganjil_2012, " & _ "iterasi,c1,c2,c3,terdekat) values " & _ "('" & nimnya & "','" & namanya & "','" & angkatannya & "','" & prodinya & "','" & ganjil2011 & "', " & _ "'" & genap2011 & "','" & ganjil2012 & "','3','" & c1nya & "','" & c2nya & "','" & c3nya & "','" & terdekatnya & "')" cmd = New OdbcCommand(sqltambah, Conn) cmd.ExecuteNonQuery() End Sub Sub hitung_bcv() Dim bcvnya As Single Dim selisih1 As Single Dim selisih2 As Single Dim selisih3 As Single Dim kuadrat_selisih1 As Single Dim kuadrat_selisih2 As Single Dim kuadrat_selisih3 As Single Dim jumlah_kuadrat As Single selisih1 = (Val(lblm1.Text) - Val(lblm2.Text)) selisih2 = (Val(lblm1.Text) - Val(lblm3.Text)) selisih3 = (Val(lblm2.Text) - Val(lblm3.Text)) kuadrat_selisih1 = (selisih1) ^ 2 kuadrat_selisih2 = (selisih2) ^ 2 kuadrat_selisih3 = (selisih3) ^ 2 jumlah_kuadrat = kuadrat_selisih1 + kuadrat_selisih2 + kuadrat_selisih3 bcvnya = Math.Sqrt(jumlah_kuadrat) lblBCV.Text = bcvnya End Sub Sub hitung_wcv1() On Error Resume Next cmd = New OdbcCommand("select sum(pow(c1,2)) as jumlah_kuadrat_c1 from centroidb_x where terdekat ='C1' and iterasi='3'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader rd.Read() wcv1 = rd.GetValue(0) End Sub Sub hitung_wcv2() On Error Resume Next cmd = New OdbcCommand("select sum(pow(c2,2)) as jumlah_kuadrat_c2 from centroidb_x where terdekat ='C2' and iterasi='3'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader rd.Read() wcv2 = rd.GetValue(0) End Sub Universitas Sumatera Utara 125 Sub hitung_wcv3() On Error Resume Next cmd = New OdbcCommand("select sum(pow(c3,2)) as jumlah_kuadrat_c3 from centroidb_x where terdekat ='C3' and iterasi='3'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader rd.Read() wcv3 = rd.GetValue(0) End Sub Sub hitung_wcv() Call hitung_wcv1() Call hitung_wcv2() Call hitung_wcv3() wcv = wcv1 + wcv2 + wcv3 lblWCV.Text = wcv End Sub Sub hitung_ratio() lblRatio.Text = Val(lblBCV.Text) / Val(lblWCV.Text) End Sub Private Sub Button1_Click(sender As System.Object, e As System.EventArgs) Handles Button1.Click Call tampil() Call hitung_bcv() Call hitung_wcv() Call hitung_ratio() Button2.Visible = True End Sub Private Sub Button2_Click(sender As System.Object, e As System.EventArgs) Handles Button2.Click Form10.Show() End Sub End Class Form 10 Imports System.Data.Odbc Public Class Form10 Private Sub Button2_Click(sender As System.Object, e As System.EventArgs) Handles Button2.Click cmd = New OdbcCommand("SELECT * FROM centroidb_x WHERE terdekat='C1' AND iterasi='3' and prodi='Teknologi Informasi'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader rd.Read() If rd.HasRows = True Then Lap.Show() Lap.CRV.ReportSource = Nothing Lap.CRV.RefreshReport() Lap.CRV.SelectionFormula = "{centroidb_x1.terdekat}='C1' and {centroidb_x1.iterasi}='3' and {centroidb_x1.prodi}='Teknologi Informasi'" Lap.CRV.ReportSource = Application.StartupPath & "\laporan\do2011.rpt" Universitas Sumatera Utara 126 Else MsgBox("Data tidak ada", MsgBoxStyle.OkOnly, "Info") End If End Sub Private Sub Button1_Click(sender As System.Object, e As System.EventArgs) Handles Button1.Click cmd = New OdbcCommand("SELECT * FROM centroidb_x WHERE terdekat='C1' AND iterasi='3' and prodi='ILMU KOMPUTER'", Conn) rd = cmd.ExecuteReader rd.Read() If rd.HasRows = True Then Lap.Show() Lap.CRV.ReportSource = Nothing Lap.CRV.RefreshReport() Lap.CRV.SelectionFormula = "{centroidb_x1.terdekat}='C1' and {centroidb_x1.iterasi}='3' and {centroidb_x1.prodi}='ILMU KOMPUTER'" Lap.CRV.ReportSource = Application.StartupPath & "\laporan\do2011.rpt" Else MsgBox("Data tidak ada", MsgBoxStyle.OkOnly, "Info") End If End Sub Private Sub Form10_Load(sender As System.Object, e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load Call Koneksi() End Sub End Class Lap. Public Class Lap Private Sub Lap_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load End Sub End Class Universitas Sumatera Utara
METODOLOGI PENELITIAN PADA BIDANG ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 194

METODOLOGI PENELITIAN PADA BIDANG ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Bebas