Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan

 4  179  83

dokumen informasi

MANAJEMEN REKAM MEDIS DALAM TEMU KEMBALI DOKUMEN DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam bidang Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi OLEH: MUHAMMAD RASYAD GHAZALI SARAAN NIM: 090709040 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN & INFORMASI MEDAN 2013 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Skripsi : Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Pasien Di Rumah Sakit Haji Medan Oleh : Muhammad Rasyad Ghazali Saraan NIM : 090709040 DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Ketua Jurusan : Dr. Irawati A. Kahar., M. Pd. Tanda Tangan : : Tanggal : FAKULTAS ILMU BUDAYA Dekan : Dr. Syahron Lubis, M.A. Tanda Tangan : : Tanggal : Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN Judul Skripsi : Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan Oleh : Muhammad Rasyad Ghazali Saraan NIM : 090709040 Pembimbing I : Ishak, S.S., M.Hum. Tanda Tangan : : Tanggal : Pembimbing II : Hotlan Siahaan, S.Sos., M.I.Kom. Tanda Tangan : : Tanggal : Universitas Sumatera Utara LEMBAR ORISINALITAS Karya ini adalah karya orisinal dan belum pernah disajikan sebagai salah satu penelitian untuk memperoleh suatu kualifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain. Peneliti membedakan dengan jelas antara pendapat atau gagasan peneliti dengan pendapat atau gagasan yang bukan berasal dari peneliti dengan mencantumkan tanda kutip. Medan, 2013. Peneliti, Muhammad Rasyad Ghazali Saraan NIM: 090709040 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Saraan, Muhammad Rasyad Ghazali. 2013. Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Pasien Di Rumah Sakit Haji Medan. Medan: Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan dan penyimpanan rekam medis serta penemuan kembali dokumen (retrieval) di Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian dilakukan pada Sub Bagian Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara. Sumber utama yang digunakan adalah Kepala Rekam Medis dan satu orang Staf Rekam Medis Rumah Sakit Haji Medan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa alur kerja pengelolaan Rekam Medis pada Rumah Sakit Haji Medan telah dilaksanakan berdasarkan buku pedoman yang dikeluarkan Rumah Sakit Haji Medan, sistem penomoran Rekam Medis pada Rumah Sakit Haji Medan berdasarkan pada unit numbering system yang terdiri dari 6 digit, sistem penyimpanan dilakukan secara sentralisasi. Sistem penjajaran menggunakan sistem angka nomor langsung, namun sekarang penyusunannya hanya berdasarkan jenis pembayaran dan bulan saja. Pendistribusian rekam medis masih dilakukan secara manual, peminjaman dilakukan secara tertutup, kemudian proses penemuan kembali rekam medis dilakukan berdasarkan kartu berobat atau data yang sudah tersimpan dalam komputer. Pada Rekam Medis Rumah Sakit Haji Medan juga melakukan pemusnahan yang dilakukan 10 tahun sekali untuk rekam medis pasien yang sudah tidak aktif lagi. Dari hasil analisa pada fasilitas yang tersedia pada Unit Rekam Medis masih minim dan akan menghambat produktivitas kerja pegawai rekam medis, juga diperlukan penambahan pegawai rekam medis terutama yang memiliki latar belakang pendidikan rekam medis. Kata kunci : Temu Kembali Rekod, Manajemen Rekam Medis - i Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga skripsi yang berjudul peneliti dapat menyelesaikan “Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan ” Selama penulisan skripsi, peneliti banyak menerima bantuan dari berbagai pihak yang sangat mendukung untuk terselesaikannya tulisan ini, pertama dan yang terutama kepada Pembimbing I. Sebagai rasa syukur peneliti mengucapkan terima kasih yang tulus kepada: 1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd, selaku ketua Program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan sekaligus sebagai dosen mata kuliah Statistik. 3. Bapak Ishak, S.S., M.Hum., selaku dosen Pembimbing I dan ibu Hotlan Siahaan, S.Sos., M.I.kom selaku pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan pengarahan demi kelancaran penelitian ini. 4. Seluruh Dosen Jurusan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, selaku staf pengajar yang telah mendidik peneliti. 5. Kepada Staf Sub Unit Rekam Medis Rumah Sakit Haji Medan, yang telah memberikan bantuan dan informasi yang dibutuhkan dalam penyelesaian penelitian ini. 6. Kepada Ayah dan Ibu tercinta Drs. A. Manan Saraan, Msp, Rosnita Deliana Saragih, Amd , yang telah banyak berkorban untuk membesarkan, mendidik dan mendoakan peneliti, serta kakak dan adikku tersayang M. Arief Bukhari Saraan, M. Imanuddin Kandias Saraan yang telah memberikan dorongan motivasi, semangat dan do’a selama mengikuti pendidikan sampai selesai skripsi ini 7. Kepada semua teman-teman stambuk 2009 terutama Londur Family Habibi, Hidayatullah, Bisma, khairul, Rahmat, Miranti, Miralda, Esilia, Hafiani, ii Universitas Sumatera Utara Arianiansyah, Ayu yang selalu membatu dalam pembuatan skripsi ini dan memberikan kenangan yang indah selama masa perkuliahan. 8. Kepada semua teman-teman stambuk 2009 Pargo, Heroplin, Indra, Rumi, Khalida, Astika, Lentina, Margaret, Dian, Melati, Aisyah, Fahmi, Ramson, Andi, Samuel yang telah bersama-sama selama masa perkuliahan. 9. Kepada kakak-kakak senior Bg Ricky, Bg Arya, Bg zuki dan Bg Isva Serta Bg Yudi yang telah banyak membantu dalam memberikan saran dalam penyelesain skripsi ini. 10. kepada adik-adik stambuk 2010 Gally, Romy, Auli A Rahman dan Dwi Ginanty yang selalu meberikan dukungannya, serta semua pihak yang telah membantu peneliti yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya, namun demikian harapan penulis skripsi ini dapat kiranya menambah khazanah ilmu dan bermanfaat bagi semua. Medan, 15 April 2013 M. Rasyad 090709040 iii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . iv DAFTAR GAMBAR . vi DAFTAR LAMPIRAN . vii BAB IPENDAHULUAN .1 1.1 Latar Belakang Masalah .1 1.2 Rumusan Masalah .5 1.3 Tujuan Penelitian.5 1.4 Manfaat Penelitian.6 1.5 Ruang Lingkup Penelitian .6 BAB IITINJAUAN PUSTAKA .7 2.1 Manajemen Rekod .7 2.1.1 Nilai Guna Rekod .7 2.1.2 Siklus Hidup Rekod .8 2.2 Rekam Medis.10 2.2.1 Pengertian Rekam Medis .10 2.2.2 Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis .11 2.2.3 Manfaat Rekam Medis .12 2.2.4 Bentuk Pelayanan Rekam Medis .13 2.3 Sistem Pengelolaan Rekam Medis .14 2.3.1 Sistem Penamaan Rekam Medis .14 2.3.2 Sistem Penomoran Rekam Medis .14 2.3.3 Sistem Penyimpanan Rekam Medis .16 2.3.3.1 Sentralisasi . 16 2.3.3.2 Desentralisasi . 17 2.3.4 Sistem Penjajaran Rekam Medis Menurut Nomor .17 2.3.4.1 Sistem Angka Akhir ( Terminal Digit filing system ) . 18 2.3.4.2 Sistem Angka Tengah ( Middle Digit Filing system ) . 19 iv Universitas Sumatera Utara 2.3.4.3 Sistem Angka Langsung ( Straight Numerical Filing System ) . 20 2.3.5 Tata Cara Pengambilan Rekam Medis .20 2.3.6 Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis .21 2.4 Sistem Temu Balik Rekam Medis .22 2.4.1 Pengertian Temu Balik Informasi .22 2.4.2 Tujuan dan Fungsi Sistem Temu kembali Informasi .23 2.4.3 Komponen Sistem Temu-kembali Informasi .24 BAB IIIMETODE PENELITIAN .26 3.1 Jenis Penelitian .26 3.2 Lokasi Penelitian .26 3.3 Proses Penelitian .26 3.3.1 Mengidentifikasi Informan .26 3.3.2 Teknik Pengumpulan Data .27 3.4 Jenis Dan Sumber Data .28 3.5 Instrumen Penelitian .28 3.6 Analisis Data .29 3.7 Keabsahan Data .29 BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN .30 4.1. Karakteristik Informan .30 4.2. Kategori .31 4.2.1. Pengadaan Rekam Medis .31 4.2.2. Sistem Penomoran Rekam Medis .37 4.2.3. Sistem Penyimpanan Rekam Medis .38 4.2.4. Sistem Pengolahan Rekam Medis .42 4.2.5. Distribusi Rekam Medis .43 4.2.6. Tata Cara Pengambilan Rekam Medis .44 4.2.7. Proses Penemuan Kembali Rekam Medis .46 4.2.8. Proses Pemusnahan Rekam Medis .46 BAB VKESIMPULAN DAN SARAN .48 5.1 Kesimpulan.48 5.2 Saran .50 DAFTAR PUSTAKA .51 v Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 : Siklus Hidup Rekod .10 Gambar 2.2 : Sistem Temu Balik Informasi ( Information Retrieval system) .23 Gambar 4.1 : Alur Rekam Medis Pasien Rawat Jalan .34 Gambar 4.2 : Alur Rekam Medik Rawat Inap.38 vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Hasil Dokumentasi .54 LAMPIRAN 2 Pedoman Wawancara .61 LAMPIRAN 3 Transkrip Wawancara.62 vii Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Saraan, Muhammad Rasyad Ghazali. 2013. Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Pasien Di Rumah Sakit Haji Medan. Medan: Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan dan penyimpanan rekam medis serta penemuan kembali dokumen (retrieval) di Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian dilakukan pada Sub Bagian Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara. Sumber utama yang digunakan adalah Kepala Rekam Medis dan satu orang Staf Rekam Medis Rumah Sakit Haji Medan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa alur kerja pengelolaan Rekam Medis pada Rumah Sakit Haji Medan telah dilaksanakan berdasarkan buku pedoman yang dikeluarkan Rumah Sakit Haji Medan, sistem penomoran Rekam Medis pada Rumah Sakit Haji Medan berdasarkan pada unit numbering system yang terdiri dari 6 digit, sistem penyimpanan dilakukan secara sentralisasi. Sistem penjajaran menggunakan sistem angka nomor langsung, namun sekarang penyusunannya hanya berdasarkan jenis pembayaran dan bulan saja. Pendistribusian rekam medis masih dilakukan secara manual, peminjaman dilakukan secara tertutup, kemudian proses penemuan kembali rekam medis dilakukan berdasarkan kartu berobat atau data yang sudah tersimpan dalam komputer. Pada Rekam Medis Rumah Sakit Haji Medan juga melakukan pemusnahan yang dilakukan 10 tahun sekali untuk rekam medis pasien yang sudah tidak aktif lagi. Dari hasil analisa pada fasilitas yang tersedia pada Unit Rekam Medis masih minim dan akan menghambat produktivitas kerja pegawai rekam medis, juga diperlukan penambahan pegawai rekam medis terutama yang memiliki latar belakang pendidikan rekam medis. Kata kunci : Temu Kembali Rekod, Manajemen Rekam Medis - i Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rumah sakit merupakan instansi yang mempunyai peran penting dalam memberikan sebuah pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam memberikan pelayanan, rumah sakit selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.Seperti dengan mencatat semua tindakan pelayanan medis yang diberikan rumah sakit terhadap pasien serta semua data sosial dan riwayat kesehatan pasien.Data pasien tersebut dicatat dalam sebuah berkas atau dokumen yang disebut dengan rekam medis. Perkembangan yang sangat pesat dalam pelayanan kesehatan saat ini mengharuskan setiap pemberi pelayanan kesehatan segera dapat memenuhi keinginan pelanggannya. Untuk mendukung pelayanan kesehatan tersebut tergabung dalam data kesehatan yang dinamakan rekam medis. Perubahan paradigma rekam medis menjadi informasi kesehatan adalah sumber data dalam perencanaan rumah sakit.Yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka pelayanan kesehatan. Sedangkan dokumen adalah catatan dokter, dokter gigi, dan/atau tenaga kesehatan tertentu, laporan hasil pemeriksaan penunjang, catatan observasi dan pengobatan harian dan semua rekaman, baik berupa foto radiologi, gambar pencitraan (imaging). dan rekaman elektro diagnostik. Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas dan dalam bentuk teknologi Informasi elektronik yang diatur lebih lanjut dengan peraturan tersendiri.Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting dalam pelayanan bagi pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan, baik pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. Dokter atau dokter gigi diwajibkan membuat rekam medis sesuai peraturan yang berlaku. 1 Universitas Sumatera Utara Rekam medis adalah data yang bersifat sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi penting yang wajib menyertai seseorang kemanapun dia pergi. Kepemilikan informasi tersebut merupakan kepentingan dasar seorang pasien dan tidak boleh dirahasiakan dari pasien oleh sebuah institusi kesehatan suatu fungsi penyesuaian (matching function) tertentu sehingga ditemukan dokumen atau sekumpulan dokumen Sementara itu Tague-Sutcliffe (1996:23 ) melihat sistem temu kembali informasi sebagai suatu proses yang terdiri dari 6 (enam) komponen utama yaitu: 1. Kumpulan dokumen 2. Pengindeksan 3. Kebutuhan informasi pemakai 4. Strategi pencarian 5. Kumpulan dokumen yang ditemukan 6. Penilaian relevansi Bila diperhatikan dengan seksama, perbedaan komponen sistem temu kembali informasi menurut Tague-Sutcliffe (1996:86) terletak pada penilaian relevansi, yaitu suatu tahap dalam temu kembali untuk menentukan dokumen yang relevan dengan kebutuhan informasi pemakai. 25 Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Strauss dan Corbin yang dikutip oleh Elqorni (2009) dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran) menutur Glaser dan Strauss yang dikutip oleh Pendit (2003: 297) data kualitatif dapat mengungkapkan elemen-elemen yang diperlukan untuk membentuk teori tentang hubungan antar manusia, yaitu kondisi, norma, penyimpangan, proses, pola dan sistem sosial yang ada di sebuah masyarakat, sesuai dengan apa yang selama ini dialami dan dirasakan oleh orang-orang di masyarakat itu. 3.2 Lokasi Penelitian Sesuai dengan judul penelitian ini maka lokasi penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Haji Medan Jl. Rumah Sakit Haji Medan – Medan Estate. 3.3 Proses Penelitian 3.3.1 Mengidentifikasi Informan Penelitian ini hanya memilih informan yang dianggap mengetahui baik tehadap masalah yang diteliti dan bersedia memberikan informasi kepada 26 Universitas Sumatera Utara peneliti.Adapun informan yang akan diwawancarai dalam penelitian ini adalah 2 orang staf rekam medis yaitu sebagai berikut bapak Drs. 0Rinsyah Sumandri Harahap sebagai kepala rekam medis di rumah sakit haji medan dan bapak Taufik Siregar salah seorang staf rekam medis. Adapun alasan penulis memilih kedua informan ini yaitu, karena mereka adalah staf di bagian rekam medis, yang sesuai dengan tujuan penelitian. 3.3.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah: 1. Wawancara Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. yakni dengan wawancara mendalam. Menurut Samin (2008:1) wawancara merupakan suatu metode pengumpulan berita, data, atau fakta di lapangan. Prosesnya bisa dilakukan secara langsung dengan bertatap muka langsung (face to face) dengan narasumber. Namun, bisa juga dilakukan dengan tidak langsung seperti melalui telepon, internet atau surat (wawancara tertulis).responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. 2. Observasi Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Arikunto (2002 : 103) menyatakan: “Observasi adalah kegiatan yang meliputi pemusatan terhadap objek yang menggunakan seluruh aspek indera”. Kegiatan observasi dilakukan pada lokasi penelitian yang sebenarnya dalam rangka untuk memperoleh data yang diinginkan.Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memahami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara. 27 Universitas Sumatera Utara Menurut Patton yang dikutip oleh Poerwandari (1998:63) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitasaktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut. 3.4 Jenis Dan Sumber Data Jenis dan sumber data penelitian ini adalah : 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara kepada staf rekam medis Rumah Sakit Haji Medan. 2. Data sekunder adalah data yang mendukung data primer yaitu data yang bersumber dari buku, jurnal, majalah, laporan, dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah peneltian 3.5 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk megumpulkan informasi tentang variabel yang sedang diteliti. Menurut Poerwandari (1998:98) penulis sangat berperan dalam seluruh proses penelitian, mulai dari memilih topik, mendeteksi topik tersebut, mengumpulkan data, hingga analisis, menginterpretasikan dan menyimpan. Dalam mengumpulkan data-data penulis membutuhkan alat bantu atau instrumen penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 3 alat bantu, yaitu: 1. Pedoman Wawancara, Pedoman wawancara digunakan agar wawancara yang dilakukan tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Pedoman ini disusun tidak hanya berdasarkan tujuan penelitian, tetapi juga berdasarkan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 2. Pedoman Observasi, Pedoman observasi digunakan agar peneliti dapat melakukan pengamatan sesuai dengan tujuan penelitian. Pedoman observasi disusun berdasarkan hasil observasi terhadap perilaku subjek selama wawancara dan observasi terhadap lingkungan atau setting,wawancara, serta pengaruhnva terhadap perilaku subjek dan informasi yang muncul pada saat berlangsungnya wawancara. 28 Universitas Sumatera Utara 3. Alat Perekam, Alat perekam berguna sebagai alat bantu pada saat wawancara, agar peneliti dapat berkonsentrasi pada proses pengambilan data tanpa harus berhenti untuk mencatat jawaban-jawaban dari subjek. Dalam pengumpulan data, alat perekam dapat dipergunakan setelah mendapat ijin dari subjek untuk mempergunakan alat tersebut pada saat wawancara berlangsung. 3.6 Analisis Data Analisis data dimulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, observasi yang ditulis dalam catatan lapangan, dan catatan lainnya.setelah itu dilakukan penyalinan dan pemilihan data. Data dipilih dan dibuat abstraksi. Kemudian penyusunan data dalam satuan-satuan dan melaksanakan pemeriksaan keabsahan data yang kemudian membuat kesimpulan lain dengan interpretasi yang sudah dilakukan. 3.7 Keabsahan Data Dalam menguji keabsahan data penelitian, maka peneliti menggunakan teknik trianggulasi, yaitu teknik yang dilakukan dengan meminta penjelasan lebih lanjut menggenai data yang diperoleh dengan mencari informasi lebih dari satu orang. Selanjutnya dijelaskan oleh Denzin yang dikutip Moleong (2007 : 330) bahwaAda empat macam trianggulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Teknik trianggulasi yang digunakan dalam penelitian adalah: Trianggulasi dilakukan melalui wawancara, observasi langsung dan observasi tidak langsung, observasi tidak langsung ini dimaksudkan dalam bentuk pengamatan atas beberapa kejadian fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan akan melengkapi dalam memperoleh data primer dan skunder, observasi dan interview digunakan untuk menjaring data primer berupa kajian informasi yang berkaitan dengan pengelolaan rekam medis. 29 Universitas Sumatera Utara BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Informan Informan dalam penelitian ini adalah beberapa orang staf rekam medis yang ada di Rumah Sakit Haji medan. Informan yang diperoleh ada 2 orang yang dianggap mengetahui baik terhadap masalah penelitian ini. Dimana wawancara dilakukan melalui pendekatan dan perkenalan terlebih dahulu. Setelah melalui perkenalan barulah kemudian diminta waktuny untuk bersedia diwawancara. Adapun karakteristik dari para informan tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 : Karakteristik Informan No. Nama Informan Usia Pendidikan I1 Drs. Rinsyah Sumandri 45 tahun Harahap I2 Taufik Siregar 43 tahun S1 sosial politik SLTA Sub. Unit Kepala rekam medis Staf rekam medis Untuk informan pertama (I1) peneliti menetapkan bapak Rinsyah Sumandri Harahap.Bapak Rinsyah Sumandri Harahap berusia 45 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan formal Sarjana sosial politik dan menjabat sebagai kepala rekam medis di Rumah sakit Haji Medan. Wawancara yang dilakukan dengan Informan pertama (I1) berlangsung secara informal. Untuk informan selajutnya peneliti menetapkan kepada bapak Taufik Siregar sebagai informan kedua (I2) yang dimintai informasi. Bapak Taufik Siregar berusia 43 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan SLTA. Pada Rumah sakit Haji Medan ini, bapak Taufik Siregar menjabat sebagai staf rekam. Wawancara dilakukan berdasarkan pada pedoman wawancara dan wawancara mendalam (Depth Interview). Pelaksanaan wawancara dilakukan secara subtatif dimana wawancara dilakukan tidak harus pada suatu tempat tertentu. Wawancara pun dilakukan pada jam yang telah ditetapkan Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan
1 / 83

Manajemen Rekam Medis Dalam Temu Kembali Dokumen Di Rumah Sakit Haji Medan

Bebas