pedoman tesis disertasi PPs unnes 2014

 3  190  72

dokumen informasi

PEDOMAN PENULISAN TESIS DAN DISERTASI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2014 iii PRAKATA Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa, berkat karunia-Nya Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang telah menerbitkan buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka optimalisasi pencapaian tujuan pendidikan. Buku ini berisi kaidah penulisan tesis dan disertasi yang berlaku dan digunakan oleh sivitas akademika di Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada tim penyusun yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk melaksanakan penyempurnaan buku pedoman ini hingga terbit dalam bentuk yang sekarang. Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah menyumbangkan dan memberikan masukan yang sangat bermanfaat bagi penyempurnaan buku ini. Buku pedoman ini telah mengalami perbaikan berdasarkan perkembangan Program Pascasarjana Unnes serta masukan dari dosen dan mahasiswa. Namun, kami yakin buku pedoman ini belum sempurna, karena itu kritik dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara pembaca demi penyempurnaan sangat diharapkan. Semoga buku pedoman ini bermanfaat bagi dosen pembimbing dan utamanya bagi para mahasiswa Program Pascasarjana Unnes dalam rangka penyusunan tesis dan disertasi. Semarang, Desember 2014 Direktur, TTD Prof. Dr. Rustono NIP 195801271983031003 i SAMBUTAN REKTOR Assalamu`alaikum wr. Wb. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa bahwasanya buku pedoman penulisan tesis dan disertasi Program Pascasarjana Unnes ini dapat terwujud. Kita ketahui bersama bahwa perkembangan dunia pendidikan sangat ditunjang oleh hasil-hasil penelitian yang dilakukan secara baik dan sungguhsungguh. Untuk itu, mahasiswa Program Pascasarjana memerlukan kemampuan dalam melakukan penelitian dengan cara membuat penelitian yang dilaporkan dalam menyelesaikan tugas akhir yang berupa tesis dan disertasi. Pedoman penulisan ini merupakan acuan dalam melaksanakan penelitian di Program Pascasarjana Unnes sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah yang berlaku. Kami selaku pimpinan Universitas mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian pedoman ini. Tentunya buku ini masih banyak ketidaksempurnaannya, sehingga kritik membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan pedoman ini sangat kami harapkan. Mudah-mudahan pedoman ini dapat diterima dan bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen pembimbing, sedangkan bagi penyusun mudah-mudahan apa yang dituliskan dapat dicatat sebagai amal baik. Amin. Wassalamu`alaikum wr.wb. Semarang, Desember 2014 Rektor, TTD Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum NIP 196612101991031003 ii DAFTAR ISI Halaman PRAKATA .i SAMBUTAN REKTOR .ii DAFTAR ISI .iii DAFTAR LAMPIRAN .iv BAB I PENDAHULUAN .1 1.1 Dasar Pemikiran .1 1.2 Tujuan .1 1.3 Topik Tesis atau Disertasi .1 1.4 Kode Etik .2 1.5 Alur Penyusunan Tesis atau Disertasi .3 BAB II PROPOSAL TESIS DAN DISERTASI .4 2.1 Bagian Awal .4 2.2 Bagian Isi .4 2.3 Bagian Akhir .6 BAB III ISI TESIS DAN DISERTASI .7 3.1 Bagian Awal .7 3.2 Bagian Isi .10 3.3 Bagian Akhir .14 3.4 Penjelasan Bagian Isi .14 BAB IV BAHASA DAN TEKNIK PENULISAN .22 4.1 Bahasa .22 4.2 Teknik Penulisan .31 LAMPIRAN .35 iii Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5a Lampiran 5b Lampiran 5c Lampiran 5d Lampiran 5e Lampiran 6a Lampiran 6b Lampiran 6c Lampiran 6d Lampiran 6e Lampiran 6f Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9a Lampiran 9b Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Contoh Lay-Out Halaman Naskah Tesis Dan Disertasi .36 Contoh Sampul Luar Tesis .37 Contoh Sampul Luar Disertasi .38 Contoh Sampul Punggung Tesis/Disertasi .39 Contoh Lembar Persetujuan Proposal Tesis .40 Contoh Lembar Persetujuan Tim Penilai Proposal Tesis .41 Contoh Lembar Persetujuan Pembimbing Ujian Draf Tesis .24 Contoh Lembar Persetujuan Penguji Draf Tesis .43 Contoh Lembar Pengesahan Ujian Tesis .44 Contoh Lembar Persetujuan Pembimbing Proposal Disertasi .45 Contoh Lembar Persetujuan Penguji Proposal Disertasi .46 Contoh Lembar Persetujuan Tim Promotor Draf Disertasi .47 Contoh Lembar Persetujuan Penguji Draf Disertasi .48 Contoh Lembar Persetujuan Penguji Disertasi Tahap I.49 Contoh Lembar Persetujuan Penguji Disertasi Tahap II .50 Contoh Lembar Pernyataan Keaslian Tesis/Disertasi .51 Contoh Lembar Moto dan Persembahan Tesis/Disertasi .52 Contoh Abstrak Tesis.53 Contoh Abstrak Disertasi .54 Contoh Prakata Tesis .55 Contoh Prakata Disertasi.57 Contoh Daftar Isi .59 Contoh Daftar Tabel .61 Contoh Daftar Gambar.62 Contoh Daftar Lampiran .63 Contoh Penyajian Tabel .64 Contoh Penyajian Gambar (keterangan 1 baris).65 Contoh Penyajian Gambar (keterangan lebih dari 1 baris).66 Contoh Daftar Singkatan dan Lambang .67 iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Dasar Pemikiran Tesis adalah karya ilmiah sebagai bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuan pada salah satu program studi yang ditempuh serta disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan wajib untuk mencapai gelar magister dengan bobot 20 SKS. Penyusunan tesis harus disertai atau menghasilkan artikel yang siap dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Disertasi merupakan karya ilmiah sebagai bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengembangan keilmuan pada salah satu program studi yang ditempuh serta disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan wajib untuk mencapai gelar doktor dengan bobot 30 SKS. Disertasi harus berkaitan dengan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan program studi sedang ditempuh mahasiswa. Penyusunan disertasi harus disertai atau menghasilkan artikel yang siap dipublikasikan pada jurnal ilmiah. Mahasiswa S2 wajib menulis tesis dan mahasiswa S3 wajib menulis disertasi sebagai salah satu syarat kelulusan. Sehubungan dengan hal itu, disusun buku pedoman penyusunan proposal, tesis, dan disertasi. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi mahasiswa Program Pascasarjana untuk menyusun dan menulis proposal, tesis, dan disertasi. 1.2 Tujuan Tujuan pedoman ini sebagai rambu-rambu bagi mahasiswa Program Pascasarjana dalam proses penyiapan dan penyelesaian penyusunan tesis atau disertasi. Rambu-rambu ini berisi aturan tentang hal-hal yang bersifat substansial dan esensial, sedangkan hal-hal yang lebih rinci diserahkan kepada pembimbing dan tim promotor. Selain itu, pedoman ini bertujuan memudahkan mahasiswa untuk memilih dan menentukan langkah-langkah penyusunan tesis atau disertasi sesuai dengan proses penelitian dan bimbingan. 1.3 Topik Tesis atau Disertasi Topik tesis atau disertasi merupakan konklusi dari permasalahan yang akan dikaji melalui penelitian. Permasalahan harus aktual, artinya memiliki implikasi atau manfaat yang logis dan realistis, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu, penelitian harus memiliki nilai kebaruan (novelty). 1 Topik tesis berfokus pada salah satu disiplin ilmu sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. Tesis ditulis dengan menggunakan teori-teori secara kritis untuk menganalisis data yang diperoleh di lapangan dengan metode yang tepat dan benar. Topik disertasi berfokus pada salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang kelimuan yang dipelajari oleh mahasiswa. Disertasi ditulis atas suatu temuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian teoriteori yang ada, pengembangan teori dan prinsip-prinsip baru, atau pengembangan model baru yang diuji di lapangan. 1.4 Kode Etik Kode etik adalah seperangkat norma yang berlaku dalam penulisan tesis atau disertasi. Norma-norma yang harus diperhatikan dan ditaati antara lain menyangkut pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, penyebutan sumber data atau informasi, serta kaidah selingkung seperti bentuk dan format, struktur isi, ukuran kertas dan huruf, Bahasa Indonesia baku, serta Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Dalam penulisan tesis atau disertasi, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan bahan atau pikiran yang diambil dari sumber atau orang lain (Peraturan Mendiknas RI No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi). Pemakaian bahan atau pikiran dari sumber atau orang lain tanpa disertai rujukan termasuk kecurangan atau pencurian karena mengakui tulisan, temuan, atau hasil pemikiran orang lain sebagai karya intelektualnya sendiri. Penulis tesis atau disertasi harus meminta izin, jika menggunakan bahan dari seseorang atau suatu sumber milik orang lain (sebaiknya secara tertulis). Jika pemilik bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya dan menjelaskan apakah bahan itu diambil secara utuh, sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan. Nama narasumber atau informan perlu dipertimbangkan untuk tidak disebutkan kalau pencantumannya dapat merugikan narasumber atau informan yang bersangkutan. Sebagai gantinya nama narasumber atau informan itu dapat diganti dengan kode tertentu. Mahasiswa yang melakukan kecurangan atau ketidakjujuran akan dikenakan sanksi, yaitu berupa sanksi administrasi sampai pembatalan gelar kesarjanaan. Bagi mahasiswa yang telah lulus magister atau doktor dan terbukti melakukan kecurangan, gelar akademik dan ijazah yang diperoleh dapat dibatalkan. Kecurangan yang dimaksud adalah sebagai berikut. (1) Fabrikasi data yaitu membuat-buat data yang sebenarnya tidak ada atau membuat data fiktif. 2 (2) Falsifikasi data yaitu mengubah data sesauai dengan keinginan peneliti, terutama agar sesuai dengan simpulan yang “ingin” diambil dari sebuah penelitian. (3) Plagiasi (plagiarisme) yaitu mengabil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa memberikan ucapan terima kasih dalam bentuk sitasi yang secukupnya. Pengajuan izin penelitian bidang kesehatan harus dilakukan ethical clearence yang kemudian harus dilampirkan pada tesis. Ethical clearence merupakan surat layak penelitian yang dikeluarkan oleh komisi etik penelitian kesehatan. 1.5 Alur Penyusunan Tesis atau Disertasi Penyusunan tesis atau disertasi dapat dimulai setelah Direktur menetapkan dua pembimbing bagi mahasiswa program magister atau tim promotor bagi mahasiswa program doktor atas usulan Ketua Program Studi. Adapun alur penyusunan tesis atau disertasi selengkapnya adalah sebagai berikut. (1) Pada akhir semester II mahasiswa mengajukan tema tesis atau disertasi dan dua dosen calon pembimbing bagi mahasiswa program magister serta tiga dosen calon tim promotor bagi mahasiswa program doktor kepada Ketua Program Studi. (2) Salah satu dosen yang diusulkan mahasiswa sebagai calon pembimbing atau tim promotor diusulkan Ketua Program Studi kepada Direktur untuk ditetapkan sebagai pembimbing atau tim promotor. (3) Nama-nama pembimbing atau tim promotor yang lain diusulkan kepada Direktur dan merupakan wewenang Ketua Program Studi. (4) Mahasiswa dapat berkonsultasi dan mendapatkan bimbingan dari pembimbing atau tim promotor setelah mendapatkan pembimbing atau tim promotor. (5) Waktu dan proses pembimbingan diatur sendiri oleh tiap-tiap mahasiswa sesuai dengan kesepakatan dengan pembimbing atau tim promotor. 3 BAB II PROPOSAL TESIS DAN DISERTASI Struktur proposal tesis atau disertasi terdiri atas tiga bagian sebagai berikut. 2.1 Bagian Awal Bagian ini terdiri atas: (1) judul (2) persetujuan 2.2 Bagian Isi Bagian ini terdiri atas: 1. latar belakang masalah 2. identifikasi masalah 3. cakupan masalah 4. rumusan masalah dan/atau pertanyaan penelitian 5. tujuan penelitian 6. manfaat penelitian 7. kajian pustaka 8. kerangka teoretis 9. kerangka berpikir 10. hipotesis (jika ada) 11. metode penelitian 11.1 kuantitatif 11.1.1 korelasional (s2) (1) desain penelitian (2) populasi dan sampel (3) variabel penelitian (jumlah variabel paling sedikit empat dan diupayakan ada variabel intervening) (4) instrumen dan teknik pengumpulan data (termasuk uji validitas dan reliabilitas) (5) uji persyaratan normalitas, kolinieritas, multi-kolinieritas, heterosedaksitas (6) teknik analisis (korelasi dan regresi) 11.1.2 kausal (s3) (1) desain penelitian (2) populasi dan sampel (3) variabel penelitian (jumlah variabel paling sedikit empat dan diupayakan ada variabel intervening) (4) instrumen dan teknik pengumpulan data (termasuk uji validitas dan reliabilitas) (5) uji persyaratan (6) teknik analisis (analisis jalur atau SEM dan uji model) 4 11.1.3 komparatif (1) desain penelitian (2) populasi dan sampel (3) variabel penelitian (jumlah variabel bebas paling sedikit tiga) (4) instrumen dan teknik pengumpulan data (termasuk uji validitas dan reliabilitas) (5) uji persyaratan (6) teknik analisis data (analisis varians) 11.2 kualitatif (1) latar penelitian (2) fokus penelitian (3) sumber data (4) instrumen dan teknik pengumpulan data (5) uji keabasahan data (6) teknik analisis data dan interpretasi 11.3 penelitian mixed method 11.3.1 penelitian dan pengembangan (1) disain penelitian (2) prosedur penelitian (3) sumber data atau subjek penelitian harus ada uraian yang jelas tentang sumber data pada tahap studi pendahulun, penegembangan, dan evaluasi harus ada uraian yang jelas tentang subjek penelitian pada waktu proses validasi dan uji coba model (4) instrumen dan teknik pengumpulan data harus uraian yang jelas tentang alat dan teknik pengumpulan data pada tahap studi pendahuluan, pengembangan dan validiasi, maupun uji coba. (5) uji keabsahan data atau uji validitas dan reliabilitas (6) teknik analisis data tiap-tiap tahap biasanya digunakan teknik analisis yang berbeda dan karena itu harus diuraikan secara jelas. 11.3.2 penelitian sains (1) disain penelitian (2) prosedur penelitian (3) sumber data atau subjek penelitian (4) instrumen dan teknik pengumpulan data (5) karakterisasi (6) teknik analisis data dan interpretasi 5 2.3 Bagian Akhir Bagian akhir proposal tesis/disertasi berisi informasi atau keterangan yang sifatnya melengkapi usulan penelitian dan dukungan prasarana, seperti jadwal dan rancangan instrumen (kuesioner, panduan wawancara, panduan observasi, dan sebagainya), serta daftar pustaka. 6 BAB III ISI TESIS DAN DISERTASI 3.1 Bagian Awal Bagian awal tesis dan disertasi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Unnes bergaris tengah 10 cm, lembar judul, lembar persetujuan pembimbing, lembar pengesahan, lembar pernyataan bermeterai cukup, lembar motto dan persembahan, abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, prakata, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), glosarium (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran. Bagian awal ini bernomor halaman dengan huruf romawi kecil pada kaki halaman bagian tengah. Nomor halaman dimulai dari lembar persetujuan pembimbing sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. (1) Sampul Luar Sampul luar tesis atau disertasi berisi logo Unnes, judul, maksud penulisan, nama lengkap dan nomor induk mahasiswa, nama program studi, nama program pascasarjana, nama universitas, dan tahun penyelesaian. Sampul luar dibuat pada kertas karton hard cover dengan warna khusus yang diperlukan baik dengan membeli maupun mendapatkan bantuan dari pemerintah dan donatur. Pada bagian ini ditanyakan tentang bagaimana memberdayakan sarana dan parasarana. Berikut akan diuraikan keadaan sarana dan prasarana. Tabel 4.16. Pendapat Informan tentang Sarana dan Prasarana No Informan 1. Ka. Dinas Kesehatan 2. Ka. Rumah Sakit Pendapat “Kita pakai apa yang ada, kita tidak ada membeli atau mendapat bantuan sarana dan prasarana. Belum pernah sampai harus membeli. Peralatan, ambulan atau yang lain kita pakai yang ada. Sampai sekarang, belum ada masalah tentang sarana dan prasarana. Memang ada beberapa puskesmas, atau polindes maupun polindes yang rusak. Itu sudah kita laporkan ke BNPB, kan kemarin sudah diminta datanya.” “Fasilitas yang ada sudah mencukupi karena tidak banyak yang datang berobat karena efek langsung dari erupsi. Biasanya karena penyakit bawaan, jadi cukup. Paling waktu kejadian awan panas kemarin saja. Itupun sarana dan parasarana kita ada. Memang yang sudah meninggal saja yang dibawa ke sini. Yang hidup di bawa ke Efarina, tapi meninggal juga. Jadi dibawa lagi ke sini.”     Universitas Sumatera Utara Tabel 4.16. (Lanjutan) No Informan 3. Ka. Bid Yankes 3. Ka. Puskesmas Payung 4. Ka.Puskesmas Tiga nderket 5. Ka. Puskesmas Brastagi Pendapat “Susah kalau kita ikuti peraturan itu ya, berarti kita harus siapkan tensinya, tempat pemeriksaannya lagi, timbangannya, obat-obatannya, semua harus ada di setia posko. Okelah kalau poskonya sedikit, kalau sudah seperti ini, ada 42 pos? Mana mungkinlah disiapkan semua. Jadi, artinya kita penuhi apa yang paling penting dahulu. Ada tempatnya, ada tenaganya, dan obatnya, stetoskop dan tensi dipakai yang ada dulu, atau punya perawat dan bidan dulu.” “Tidak ada masalah dengan sarana dan prasarana. Semua cukup.” “Cukuplah, kita pakai yang ada saja. Karena kitapun turutnya mengungsi.” “Kita pakai apa yang ada, Kalaupun ada yang kurang kayak tensi, itu kita pake punya pribadi. Tapi bisalah, tidak jadi kekurangan.” Hasil wawancara menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang digunakan seperti ambulans, alat pemeriksaan kesehatan maupun dalam bentuk bangunan fisik seperti puskesmas, pustu dan polindes. Untuk penanggulangan bencana masih menggunakan sarana dan prasarana yang sudah ada sebelumnya. Dinas Kesehatan belum pernah sampai membeli sarana dan prasarana untuk memenuhi kekurangan sarana dan prasarana. Adapun sarana dan prasarana yang rusak seperti puskesmas dan polindes tidak sampai mengganggu pelayanan yang ada karena dapat dipindahkan ke posko kesehatan. Kerusakan yang ada sudah dilaporkan kepada BNPB. Pendapat berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan. Mneurutnya, bila harus mengikuti kebijakan maka sulit untuk memenuhi kebutuhan akan alat-alat kesehatan di setiap posko kesehatan yang berjumlah 42 titik. Oleh     Universitas Sumatera Utara karenanya mereka mengambil kebijakan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu yaitu kebutuhan tempat posko kesehatan, tenaga kesehatan dan obat-obatan. Sementara itu, peralatan seperti tensimeter dan stetoskop maupun thermometer, digunakan dari asset yang ada atau menggunakan peralatan pribadi bidan dan perawat. Bagi Kepala Puskesmas Payung dan Puskesmas Tiga nderket juga tidak mengalami masalah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada. Namun dalam kunjungan peneliti ker Puskesmas Tiga nderket menemukan beberapa ruangan mengalami kerusakan. Namun, menurut Kepala Puskesmas Brastaggi mereka memang mengalami kekurangan dalam peralatan namun dapat diatasi dengan memanfaatkan peralatan pribadi miliki tenaga kesehatan yang bertugas di pengungsian. Menurut Ka.RSUD Karo, Sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karo tidak ada kekurangan. Fasilitas yang ada sudah disesuaikan dengan situasi bencana karena RSU sudah terakreditasi. Dalam pemberian akreditasi pada rumah sakit, keadaan bencana memang sudah masuk dalam penilaian. Langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo sudah sesuai dengan yang diamanatkan KMK Nomor 145 tahun 2007 bagian kedua tentang kebijakan. Kebijakan yang diambil mengenai sarana dan prasarana adalah: - Dalam penanggulangan bencana bidang kesehatan pada prinsipnya tidak dibentuk sarana dan prasarana khusus, tetapi menggunakan sarana dan prasarana yang telah ada, hanya intensitas kerjanya ditingkatkan dengan     Universitas Sumatera Utara memberdayakan semua sumber daya Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi serta masyarakat dan unsur swasta sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. - Dalam hal terjadinya bencana, pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan sarana kesehatan, tenaga kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan yang tidak dapat diatasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, maka Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terdekat harus member bantuan, selanjutnya secara berjenjang merupakan tanggungjawab Dinas Kesehatan Provinsi dan Pusat. 2. Tenaga Kesehatan Tenaga kesehatan adalah jumlah pegawai dan kompetensi petugas yang tersedia untuk melaksanakan kegiatan yang mendukung pencapaian upaya penanggulangan bencana. Poin ini menanyakan tentang kesiapan dinas kesehatan dari segi tenaga kesehatan yang ada, apakah mencukupi, atau membutuhkan tenaga dari luar dinas kesehatan, serta bagaimana cara memanfaatkan SDM yang ada. Tabel 4.17. Pendapat Informan tentang Tenaga Kesehatan No Informan 1 Ka. Dinas Kesehatan Pendapat “Sebenarnya sudah memadai, meskipun kurang dokter, tapi bisa saling membantu dengan puskesmas yang tidak terkena bencana. Semua bisa diatasi. Perawat dan bidan sangat cukup. Kita tidak pernah sampai meminta bantuan ke yang lain. Memang untuk saat ini, tenaga psikiater atau psikolog tidak ada di sini ya, tapi dibutuhkan. Dari Kepmenkes sudah ada yang turun. Memang kita lihat bencana ini sudah lama, baru ini lagi kejadiannya, jadi banyak yang stres, dan bahkan katanya mengalami gangguan jiwa.”     Universitas Sumatera Utara Tabel 4.17. (Lanjutan) No Informan 2 Ka. Rumah Sakit Pendapat “Tidak ada kekurangan tenaga. Kita sudah siap semuanya.” 3 Ka. Bid. Yankes “Memangkan menurut aturannya harusnya ada ya tenaga gizi, sanitarian, kesling, tenaga promkes di setiap puskesmas. Tapi susah memenuhinya di setiap Posko, karena situasinya darurat, lama, dan pengungsi juga banyak. Kalau yang kurang kayak Psikater ada bantuan dari Kementerian Kesehatan, asalkan kita yang mengusulkan.” 4 Ka. Puskesmas Payung “Terpenuhi, buktinya semua pasien bisa kita layani. Tapi bagi saya yang kurang itu tenaga Supir yang membawa ambulan. Karena tidak mungkin saya yang bawa semua dan tidak mungkin saya yang menggaji mereka untuk membawa pasien.” 5 Ka.Puskesmas Tiga “Sebenarnya saya sendiri, jadi saya harus bisa jadi nderket kepala sekaligus dokter, kurang lah yaa, tapi karena semua staf di sini saling bantu, jadi tidak masalah. Ada saling pengertian. Memang ada juga pengungsi ini yang tertekan dan stres, siapapun pasti begitu, bagus jugalah kalau ada psikolognya, kita tidak punya kapasitas dan ilmu untuk melakukan itu. Sampai ada pengungsi dari Gurukinayan yang gantung diri di Pancur Batu, jadi butuh sekali pskiater. Tapi kemarin setahu saya ada juga datang dari Kementerian Kesehatan.” 5 Ka.Puskesmas Brastagi “Sangat cukup, dokter di kita ada 5 orang, jadi cukuplah. Staf saya semua stand by kalau di pos kesehatan. Tenaga surveilan dan imunisasi kita ada. Kalau untuk promkes, kita semua harus bisa promkes, sayapun melakukan penyuluhan juga tentang PHBS dan pemakain masker dikala tidur. Memang baguslah kalau kita punya tenaga.” “Sangat cukup, dokter di kita ada 5 orang, jadi 6. Ka.Puskesmas Brastagi cukuplah. Staf saya semua stand by kalau di pos kesehatan. Tenaga surveilan dan imunisasi kita ada. Kalau untuk promkes, kita semua harus bisa promkes, sayapun melakukan penyuluhan juga tentang PHBS dan pemakain masker dikala tidur. Memang baguslah kalau kita punya tenaga.”     Universitas Sumatera Utara Berdasarkan wawancara, pendapat responden tentang kecukupan tenaga memang variatif. Menurut Kepala Dinas Kesehatan,tenaga kesehatan yang ada sebenarnya sudah memadai dan dapat memenuhi kebutuhan pengungsi terhadap kesehatan.Adapun SDM Kesehatan yang kurang adalah dokter, namun dapat diatasi dengan bantuan tenaga dokter dari Puskesmas yang tidak terkena dengan bencana. Untuk kebutuhan tenaga perawat dan bidan sudah mencukupi oleh karenanya Dinas Kesehatan tidak pernah sampai meminta bantuan tenaga dengan daerah lain atau instansi lain. Waktu bencana yang berbulan-bulan dimulai September hingg saat ini menyebabkan tekanan mental dan memicu stress pada pengungsi. Namun Dinas Kesehatan tidak memiliki tenaga pskiater ataupun psikolog untuk menangani masalah kesehatan Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value Df sided) sided) Pearson Chi-Square .464a 2 .793 .870 Likelihood Ratio .469 2 .791 .870 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .558 .060b 1 .806 .870 .851 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.42. b. The standardized statistic is .246. Exact Sig. (1sided) .477 30. Kelainan katup dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Kelainan katup Ya 0 8 7 15 Total Tidak 3 50 29 3 58 36 Chi-Square Tests 82 97 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 1.109a 2 .574 .589 Likelihood Ratio 1.545 2 .462 .480 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .764 .981b 1 .322 .739 .432 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .46. b. The standardized statistic is -.990. Exact Sig. (1sided) .232 31. Kardiomiopati dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Kardiomiopati Total Ya Tidak 016 3 57 30 3 58 36 Chi-Square Tests 7 90 97 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Value 7.648a 7.741 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- df sided) sided) sided) 2 .022 .028 2 .021 .028 Universitas Sumatera Utara 94 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 7.031 6.969b 1 .008 .028 .011 N of Valid Cases 97 a. 4 cells (66.7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .22. b. The standardized statistic is -2.640. .009 32. CHD dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total CHD Ya 002 2 Total Tidak 3 58 34 95 3 58 36 97 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 3.460a 2 .177 .197 Likelihood Ratio 4.036 2 .133 .197 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 3.962 3.073b 1 .080 .197 .173 N of Valid Cases 97 a. 4 cells (66.7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .06. b. The standardized statistic is -1.753. Exact Sig. (1sided) .135 33. AF dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Atrial Fibrilasi Total Ya Tidak 0 11 8 3 47 28 3 58 36 Chi-Square Tests 19 78 97 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square .904a 2 .636 .669 Likelihood Ratio 1.476 2 .478 .618 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .485 .534b 1 .465 .893 .485 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .59. b. The standardized statistic is -.731. Exact Sig. (1sided) .310 Universitas Sumatera Utara 95 34. Hipertensi dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Hipertensi Total Ya Tidak 0 9 11 20 3 49 25 77 3 58 36 97 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 3.873a 2 .144 .192 Likelihood Ratio 4.340 2 .114 .109 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 3.278 3.833b 1 .050 .211 .062 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .62. b. The standardized statistic is -1.958. Exact Sig. (1sided) .041 35. DM tipe 2 dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total DM tipe 2 Total Ya Tidak 0 7 3 10 3 51 33 87 3 58 36 97 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square .691a 2 .708 .810 Likelihood Ratio 1.000 2 .607 .810 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .454 .062b 1 .810 .803 1.000 N of Valid Cases 97 a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .31. b. The standardized statistic is .250. Exact Sig. (1sided) .525 36. Dispnoea dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Dispnoea Ya 2 52 33 Tidak 163 Total 3 58 36 Total 87 10 97 Universitas Sumatera Utara 96 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 1.872a 2 .392 .502 Likelihood Ratio 1.322 2 .516 .502 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 2.267 .758b 1 .384 .406 .534 N of Valid Cases 97 a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .31. b. The standardized statistic is -.870. Exact Sig. (1sided) .287 37. PND dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total PND Ya 0 18 13 31 Total Tidak 3 40 23 66 3 58 36 97 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 1.717a 2 .424 .520 Likelihood Ratio 2.613 2 .271 .317 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 1.265 .987b 1 .321 .606 .417 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .96. b. The standardized statistic is -.993. Exact Sig. (1sided) .214 38. OP dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total OP Total Ya Tidak 0 12 8 20 3 46 28 77 3 58 36 97 Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association Value .836a 1.441 .400 .311b Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1- df sided) sided) sided) 2 .658 .774 2 .486 .720 1.000 1 .577 .643 .372 Universitas Sumatera Utara 97 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .62. b. The standardized statistic is -.558. 39. Edema Pre-tibial dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Edema Pretibial Total Ya Tidak 099 3 49 27 3 58 36 Chi-Square Tests 18 79 97 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 2.027a 2 .363 .344 Likelihood Ratio 2.517 2 .284 .278 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 1.573 1.951b 1 .163 .401 .223 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .56. b. The standardized statistic is -1.397. Exact Sig. (1sided) .123 40. Peningkatan TVJ dengan kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Peningkatan TVJ Ya 074 11 Tidak 3 51 32 86 Total 3 58 36 Chi-Square Tests 97 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square .416a 2 .812 1.000 Likelihood Ratio .754 2 .686 1.000 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .202 .024b 1 1.000 .878 1.000 N of Valid Cases 97 a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .34. b. The standardized statistic is -.153. Exact Sig. (1sided) .557 41. Ronki Basah dengan Kategori GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Universitas Sumatera Utara 98 Ronki Basah Ya 1 10 9 20 Tidak 2 48 27 77 Total 3 58 36 Chi-Square Tests 97 Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square 1.123a 2 .570 .579 Likelihood Ratio 1.087 2 .581 .774 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association 1.609 .311b 1 .577 .427 .643 N of Valid Cases 97 a. 2 cells (33.3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .62. b. The standardized statistic is -.558. Exact Sig. (1sided) .372 42. Palpitasi dengan GAI-5 Kategori GAI-5 Low Moderate High Total Palpitasi Total Ya Tidak 0 3 36 3 55 33 91 3 58 36 97 Chi-Square Tests Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Value df sided) sided) Pearson Chi-Square .587a 2 .746 .730 Likelihood Ratio .751 2 .687 .730 Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association .852 .564b 1 .452 .730 .694 N of Valid Cases 97 a. 4 cells (66.7%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .19. b. The standardized statistic is -.751. Exact Sig. (1sided) .357 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 4 SURAT IZIN STUDI PENDAHULUAN 99 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 5 Ethical Clearance 100 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 6 SURAT IZIN PENELITIAN 101 Universitas Sumatera Utara
pedoman tesis disertasi PPs unnes 2014 Pedoman Tesis Disertasi Pps Unnes

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 72

pedoman tesis disertasi PPs unnes 2014

Bebas