Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas

 6  151  53

dokumen informasi

KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SAMPAH KERTAS SKRIPSI OLEH ENDAH ANDARINI PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SAMPAH KERTAS SKRIPSI OLEH : ENDAH ANDARINI 090308049/KETEKNIKAN PERTANIAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing ( Ainun Rohanah, STP, M. Si ) Ketua ( Ir. Saipul Bahri Daulay, M. Si ) Anggota PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ENDAH ANDARINI: Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas, dibimbing oleh AINUN ROHANAH dan SAIPUL BAHRI DAULAY. Setiap tahun kebutuhan kertas terus meningkat sedangkan bahan baku kayu semakin sulit maka diperlukan alternatif bahan baku lain bisa berupa serat tumbuhan atau dari limbah berserat seperti tandan kosong kelapa sawit dan sampah kertas. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp tandan kosong kelapa sawit dan pulp sampah kertas. Penelitian ini dilakukan pada Mei-Juni 2013, pembuatan kertas dilakukan di Jl. Roso No. 8 Delitua dan pengujian kertas dilakukan di Laboratorium PT PDM Indonesia, Medan Sumatera Utara menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yaitu komposisi sampah kertas (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%). Parameter yang diamati adalah gramatur kertas, kekuatan tarik dan ketahanan sobek kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah kertas memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap gramatur dan kekuatan tarik. Kertas yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik diperoleh pada komposisi 40% (120 g tandan kosong kelapa sawit, 80 g sampah kertas) . Kata kunci: tandan kosong kelapa sawit, sampah kertas, komposisi pulp, kertas. ABSTRACT ENDAH ANDARINI: Paper-Based Characteristics of Oil Palm Empty Fruit Bunch and Waste Paper, supervised by AINUN ROHANAH and SAIPUL BAHRI DAULAY. Every year the need for paper continue to rise while the raw material from wood have been harder to find, therefore and the alternative of raw materials would be of plant fibers or fibrous waste such as empty fruit bunches of oil palm and paper waste. This research was aimed to study the characteristics of paper made from empty fruit bunch pulp and paper waste pulp. Therefore, a research had been conducted in May-June 2013. The making of paper was done at Jl. Roso No. 8 Delitua and the testing of paper was done in PT PDM Indonesia Laboratory, Medan North Sumatera using factorial randomized block design with one factor i.e. waste paper composition (0%, 10%, 20%, 30%, 40% and 50%). Parameters observed were grammage, tensile and tearing strength. The results showed that the composition of the waste paper had highly significant effect on grammage and tensile strength. The resulting paper could be categorized as art paper with the best results obtained from the composition of 40% (120 g of oil palm empty fruit bunches and 80 g waste paper). Keywords: oil palm empty fruit bunches, waste paper, pulp composition, paper. i Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sungai Iyu, Aceh Tamiang pada tanggal 19 Mei 1991 dari ayah Hamdan Sani dan ibu Mahyan. Penulis merupakan putri keempat dari enam bersaudara. Tahun 2009 penulis lulus dari Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur ujian tertulis BMU-SNMPTN (Beasiswa Mengikuti Ujian-Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Penulis memilih program studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif mengikuti organisasi Badan Kenaziran Musholla, Ikatan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (IMATETA) serta asisten praktikum di Laboratorium Keteknikan Pertanian. Selain itu penulis pernah bekerja sebagai staf Sahabat Pendidikan di Lembaga Amil Zakat Ulil Albab. Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di pabrik kelapa sawit Tanjung Garbus PT Perkebunan Nusantara II dari tanggal 16 sampai 30 Juli 2012. ii Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas” sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini, penulis menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik hingga saat ini dan bisa seperti sekarang ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Ainun Rohanah, STP, M.Si., dan Bapak Ir. Saipul Bahri Daulay, M.Si., selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah membimbing serta memberikan masukan yang berharga kepada penulis. Kepada Bapak Sayuti dan seluruh karyawan di PT PDM Indonesia, Medan, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan selama penulis melakukan penelitian di perusahaan tersebut. Di samping itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di Program Studi Keteknikan Pertanian, serta semua rekan mahasiswa yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi dari penelitian ini memberi bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih. Medan, September 2013 Penulis iii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal. ABSTRAK . i ABSTRACT . i RIWAYAT HIDUP . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR TABEL . v DAFTAR GAMBAR . vi DAFTAR LAMPIRAN . vii PENDAHULUAN . 1 Latar Belakang . 1 Tujuan Penelitian . 2 Kegunaan Penelitian. 3 Hipotesis Penelitian. 3 TINJAUAN PUSTAKA . 4 Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) . 4 Serat, Pulp dan Kertas . 6 Pembuatan Kertas dan Penggunaan NaOH . 9 Pengujian Kertas . 15 BAHAN DAN METODE . 19 Waktu dan Tempat . 19 Bahan dan Alat . 19 Metodologi Penelitian . 19 Prosedur Penelitian. 20 Parameter Penelitian. 21 1. Gramatur (g/m²). 21 2. Kuat tarik (kN/m)/ Tesile strenght . 21 3. Ketahanan sobek (mN)/ Tearing strenght . 21 HASIL DAN PEMBAHASAN . 22 Gramatur . 22 Kekuatan Tarik . 25 Ketahanan Sobek. 26 Karakteristik Kertas . 27 KESIMPULAN DAN SARAN . 30 Kesimpulan . 30 Saran . 30 DAFTAR PUSTAKA . 31 iv Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Hal. 1. Komposisi Kimia dan Kelarutan TKKS . 5 2. Karakteristik lindi hitam pada berbagai konsentrasi penambahan NaOH . 14 3. Toleransi gramatur . 17 4. Pengaruh komposisi TKKS dan sampah kertas terhadap parameter . 22 5. Pengaruh komposisi sampah kertas terhadap gramatur kertas . 23 6. Pengaruh komposisi sampah kertas terhadap kekuatan tarik kertas . 25 v Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal. Gambar 1. Alfa pneumatic precision sample cutter . 16 Gambar 2. Timbangan analitik. 16 Gambar 4. Alat uji ketahanan sobek metode Elmendorf. 18 Gambar 5. Hubungan antara komposisi sampah kertas dan gramatur . 23 Gambar 6. Hubungan antara komposisi sampah kertas dan kekuatan tarik . 26 vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal. 1. Flow Chart Prosedur Penelitian . 33 2. Prosedur pengujian kertas . 34 3. Data gramatur (basic weight) kertas (gr/m²) . 36 4. Data kekuatan tarik (tensile strenght) kertas (kN/m) . 37 5. Data ketahanan sobek (tearing strenght) kertas (mN) . 38 6. Persyaratan mutu kertas . 39 7. Dokumentasi Penelitian . 40 8. Dokumentasi Hasil Uji Kertas . 43 vii Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ENDAH ANDARINI: Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas, dibimbing oleh AINUN ROHANAH dan SAIPUL BAHRI DAULAY. Setiap tahun kebutuhan kertas terus meningkat sedangkan bahan baku kayu semakin sulit maka diperlukan alternatif bahan baku lain bisa berupa serat tumbuhan atau dari limbah berserat seperti tandan kosong kelapa sawit dan sampah kertas. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp tandan kosong kelapa sawit dan pulp sampah kertas. Penelitian ini dilakukan pada Mei-Juni 2013, pembuatan kertas dilakukan di Jl. Roso No. 8 Delitua dan pengujian kertas dilakukan di Laboratorium PT PDM Indonesia, Medan Sumatera Utara menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yaitu komposisi sampah kertas (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%). Parameter yang diamati adalah gramatur kertas, kekuatan tarik dan ketahanan sobek kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah kertas memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap gramatur dan kekuatan tarik. Kertas yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik diperoleh pada komposisi 40% (120 g tandan kosong kelapa sawit, 80 g sampah kertas) . Kata kunci: tandan kosong kelapa sawit, sampah kertas, komposisi pulp, kertas. ABSTRACT ENDAH ANDARINI: Paper-Based Characteristics of Oil Palm Empty Fruit Bunch and Waste Paper, supervised by AINUN ROHANAH and SAIPUL BAHRI DAULAY. Every year the need for paper continue to rise while the raw material from wood have been harder to find, therefore and the alternative of raw materials would be of plant fibers or fibrous waste such as empty fruit bunches of oil palm and paper waste. This research was aimed to study the characteristics of paper made from empty fruit bunch pulp and paper waste pulp. Therefore, a research had been conducted in May-June 2013. The making of paper was done at Jl. Roso No. 8 Delitua and the testing of paper was done in PT PDM Indonesia Laboratory, Medan North Sumatera using factorial randomized block design with one factor i.e. waste paper composition (0%, 10%, 20%, 30%, 40% and 50%). Parameters observed were grammage, tensile and tearing strength. The results showed that the composition of the waste paper had highly significant effect on grammage and tensile strength. The resulting paper could be categorized as art paper with the best results obtained from the composition of 40% (120 g of oil palm empty fruit bunches and 80 g waste paper). Keywords: oil palm empty fruit bunches, waste paper, pulp composition, paper. i Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan kertas suatu negara dapat dipakai sebagai indeks kemajuan, karena kertas merupakan sarana penting untuk pendidikan dan komunikasi. Kebutuhan kertas di Indonesia maupun di dunia secara keseluruhan naik setiap tahun. Hal ini antara lain disebabkan oleh pertambahan penduduk dan usaha peningkatan pendidikan (Soekartawi, 1988). Kebutuhan kertas di dunia khususnya Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Perkembangan konsumsi kertas baik di negara maju maupun di negara berkembang dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan tetap ± 1- 4 %, sedangkan penyediaan bahan baku tertutama kayu berdaun jarum sangat terbatas, bahkan dari tahun ke tahun menurun. Terutama untuk negara tropis seperti Indonesia, India, Mesir dan Amerika Tengah yang praktis tidak mempunyai potensi kayu berdaun jarum dan hutan berdaun lebar. Kalau ada, kecil sekali jumlahnya sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp dalam negeri sementara ini dikembangkan dari bahan-bahan nonkayu seperti ampas tebu, jerami, bambu dan lain-lain (Biro Penelitian dan Pengembangan PT Kertas Leces dalam Soekartawi, 1988). Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan peran kayu dalam pembuatan pulp kertas, seperti serat tumbuhan dan limbah yang mengandung serat. Bahan baku kertas yang masih umum digunakan industri-industri kertas adalah kulit kayu. Untuk membuat tiap 1 ton kertas akan membutuhkan hutan seluas 4 hektar yang dapat menghasilkan kayu sebanyak 20 m³ per hektar 1 Universitas Sumatera Utara 2 (PPLH, 2007) mengingat tanaman kayu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan dapat dijadikan bahan baku kertas sedangkan pabrik kertas membutuhkan kayu setiap hari untuk memproduksi kertas. Selain kekurangan bahan baku hal ini juga akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah jika tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon yang telah diambil. Pengolahan kelapa sawit menghasilkan produk berupa CPO (crude palm oil), PKO (palm kernel oil), serat dan limbah padat seperti cangkang, serat dan tandan kosong kelapa sawit serta limbah cair berupa lumpur dari hasil pengolahan. Pada umumnya limbah padat PKS yaitu serat digunakan sebagai bahan bakar boiler sedangkan cangkang biasanya dibiarkan, dijual kepada pabrik arang aktif atau asap cair dan tandan kosong kelapa sawit sebagiannya diaplikasikan langsung pada lahan yaitu dijadikan pupuk bagi tanaman kelapa sawit itu sendiri. Kebutuhan pulp kertas di Indonesia sampai saat ini masih dipenuhi dari impor. Padahal potensi untuk menghasilkan pulp di dalam negeri cukup besar. Salah satu alternatif itu adalah dengan memanfaatkan batang dan tandan kosong kelapa sawit untuk bahan pulp kertas dan papan serat (Fauzi, dkk, 2002). Limbah kelapa sawit yang cukup berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku kertas adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit ( TKKS) karena jumlahnya cukup banyak yaitu 1,9 juta ton berat kering atau setara dengan 4 juta ton berat basah per tahun (Nuryanto, 2000). Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp tandan kosong kelapa sawit dan pulp sampah kertas. Universitas Sumatera Utara 3 Kegunaan Penelitian 1. Bagi penulis yaitu sebagai bahan untuk menyusun skripsi yang merupakan syarat untuk dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 2. Bagi mahasiswa, sebagai informasi 13 Kekuatan tarik (tensile strength, ultimate tensile strength) adalah tegangan maksimum yang bisa ditahan oleh sebuah bahan ketika diregangkan atau ditarik, sebelum bahan tersebut patah. Kekuatan tarik adalah kebalikan dari kekuatan tekan, dan nilainya bisa berbeda. Beberapa bahan dapat patah begitu saja tanpa mengalami deformasi, yang berarti benda tersebut bersifat rapuh. Bahan lainnya akan meregang dan mengalami deformasi sebelum patah, yang disebut dengan benda elastis (ductile). Kekuatan tarik umumnya dapat dicari dengan melakukan uji tarik dan mencatat perubahan regangan dan tegangan. Titik tertinggi dari kurva tegangan-regangan disebut dengan kekuatan tarik penghabisan (ultimate tensile strength). Nilainya tidak bergantung pada ukuran bahan, melainkan karena faktor jenis bahan. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi seperti keberadaan zat pengotor dalam bahan, temperatur dan kelembaban lingkungan pengujian, dan penyiapan spesimen. Dimensi dari kekuatan tarik adalah gaya per satuan luas. Dalam satuan SI, digunakan pascal (Pa) dan kelipatannya (seperti MPa, megapascal). Pascal ekuivalen dengan Newton per meter persegi (N/m²) (Warsito, 2010). Faktor yang mempengaruhi ketahanan tarik lembaran adalah ikatan atau jalinan antar serat, panjang serat dan kandungan fines. Peningkatan jumlah dan kualitas ikatan atau jalinan antar serat akan meningkatkan ketahanan tarik lembaran, begitu pula dengan panjang serat yang lebih tinggi akan menghasilkan ketahanan tarik yang lebih baik. Ketahanan tarik merupakan cerminan dari struktur ikatan serat pada suatu lembaran. Sedangkan jika kandungan fines yang tinggi cenderung menurunkan ketahanan tarik lembaran, dikarenakan jalinan atau ikatan antar serat semakin berkurang (Widiastono dan Zen, 2007). 14 Hasil kekuatan tarik mencerminkan struktur ikatan kertas dan sifat dari serat itu sendiri. Dimensi dan kekuatan dari kertas tersebut, susunan serat, dan sejauh mana serat – serat tersebut berikatan satu sama lain adalah faktor penting dalam menentukan hasil pengujian. Kertas yang dibuat dari serat yang panjang biasanya mempunyai kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kertas yang mempunyai serat pendek. Namun, sejauh mana ikatan antar serat adalah faktor yang dianggap paling penting yang berkontribusi dalam menentukan sifat kekuatan tarik (Caulfield and Gunderson, 1988). Aplikasi Pengunaan Serat dan Kertas Bekas Berdasarkan penelitian Syafiisab (2010), campuran serat dan kertas bekas dapat digunakan sebagai panel dinding. Dalam pebelitian tersebut digunakan kertas bekas yang merupakan kertas HVS (HoutVrij Schrijfpapier) dengan campuran sabut kelapa dan sekam padi serta lem kanji dan PVAc (Polivinil Asetat) sebagai perekat. Oladele, dkk. (2009) meneliti komposit serat berpenguat semen untuk aplikasi plafon. Serat Acanthus montanus dipotong 35-40 mm, kemudian dicampur dengan limbah kertas, semen, dan air. Fraksi massa serat sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%, sedangkan perbandingan semen dan limbah kertas sebesar 70:30. Kualitas kertas seni untuk dijadikan produk handycraft sangat penting dilihat dari ketahanan tarik dan ketahanan sobek. Semakin tinggi nilai ketahanan tarik dan ketahan sobek suatu kertas seni, maka kualitas kertas yang dihasilkan semakin baik (tidak mudah sobek) khususnya sebagai 15 bahan baku produk seperti kap lampu, kotak hias dan bingkai foto (Sugiarto, dkk., 2012). Analisis Ekonomi Menurut Soeharno (2007), analisis ekonomi digunakan untuk menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan saat produksi menggunakan alat ini. Dengan analisis ekonomi dapat diketahui seberapa besar biaya produksi sehingga keuntungan alat dapat diperhitungkan. Sedangkan menurut Nastiti et al. (2008), Untuk menilai kelayakan finansial, diperlukan semua data yang menyangkut aspek biaya dan penerimaan usaha tani. Data yang diperlukan untuk pengukuran kelayakan tersebut meliputi data tenaga kerja, sarana produksi, hasil produksi, harga, upah, dan suku bunga. Biaya Produksi Menurut Darun (2002), pengukuran biaya produksi dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya pokok). = � + � . (1) dimana : BT = total biaya tetap (Rp/Tahun) BTT = total biaya tidak tetap (Rp/Jam) x = total jam kerja per tahun (Jam/Tahun) C = kapasitas alat (Jam/Satuan Produksi). 16 Biaya Tetap Menurut Jummy (2010), biaya tetap adalah biaya yang timbul akibat penggunaan sumber daya tetap dalam proses produksi. Sifat utama biaya tetap adalah jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksi mengalami perubahan (naik atau turun). Keseluruhan biaya tetap disebut biaya total (total fixed cost, TFC). Contoh dari biaya tetap yaitu membeli mesin produksi dan mendirikan bangunan pabrik, biaya pemasaran, biaya administrasi, gaji direktur produksi, dan lain-lain. Biaya Tidak Tetap Menurut Jummy (2010), biaya variable atau sering disebut biaya variable total (total variable cost, TVC) adalah jumlah biaya produksi yang berubah menurut tinggi rendahnya jumlah output yang akan dihasilkan. Semakin besar output atau barang yang akan dihasilkan, maka akan semakin besar pula biaya variable yang akan dikeluarkan. Contoh dari biaya variabel yaitu penyediaan bahan baku untuk produksi dan biaya tenaga kerja langsung. Break even point Break even point (analisis titik impas) umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing). Dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing). Manfaat perhitungan titik impas (break even point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi 17 ini income yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa adanya keuntungan. Manfaat perhitungan titik impas (break even point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa adanya keuntungan. Analisis titik impas juga digunakan untuk : 1. Hitungan biaya dan pendapatan untuk setiap alternatif kegiatan usaha. 2. Rencana pengembangan pemasaran untuk menetapkan tambahan investasi untuk peralatan produksi. 3. Tingkat produksi dan penjualan yang menghasilkan ekuivalensi (kesamaan) dari dua alternatif usulan investasi. (Waldiyono, 2008) Untuk menentukan produksi titik impas (BEP) maka dapat digunakan rumus sebagai berikut: N = (R F −V ) . (2) dimana: N = jumlah produksi minimal untuk mencapai titik impas (Kg) F = biaya tetap per tahun (rupiah) R = penerimaan dari tiap unit produksi (harga jual) (rupiah) V = biaya tidak tetap per unit produksi. VN = total biaya tidak tetap per tahun (rupiah/unit) (Darun, 2002). 18 Net present value Net Present value (NPV) adalah selisih antara present value dari investasi nilai sekarang dari penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang. Identifikasi masalah kelayakan financial dianalisis dengan menggunakan metode analisis finansial dengan kriteria investasi. Net Present Value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu alat layak atau tidak untuk diusahakan. Perhitungan Net Present Value merupakan Net benefit yang telah didiskon dengan Discount factor. Secara singkat dapat dirumuskan: CIF – COF ≥ 0 .(3) dimana : CIF = cash inflow COF = cash outflow Sementera itu keuntungan yang diharapkan dari investasi yang dilakukan bertindak sebagai tingkat bungan modal dalam perhitungan: Penerimaan (CIF) = pendapatan x (P/A, i, n) + nilai akhir x (P/F, i, n) Pengeluaran (COF) = investasi + pembiayaan (P/A, i, n) Kriteria NPV yaitu: - NPV > 0, berarti usaha yang telah dilaksanakan menguntungkan - NPV < 0, berarti sampai dengan t tahun investasi usaha tidak menguntungkan - NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang dikeluarkan. (Darun, 2002). BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - September 2014. Pembuatan kertas dilakukan di Jl. Aman No 80, Medan dan analisa data dilakukan di Laboratorium PT PDM (Papeteries de Mauduit) Indonesia Jl. Brigjend Zein Hamid km 6,9 Titi Kuning Medan dan di Laboratorium PT Industri Karet Deli Jl. K. L. Yos Sudarso km 8,3 Tanjung Mulia Medan. Bahan dan Alat Penelitian Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah kulit durian, sampah kertas, NaOH 5%, air dan gas LPG. Adapun alat-alat yang digunakan adalah pisau dan gunting untuk memotong sampah kertas dan kulit durian, timbangan, ember sebagai wadah mencampur bahan, blender untuk Metanol Daun Surian Yang Berpotensi Sebagai Antioksidan. Makara Sains. 15(1): 48-52. 43 Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Hasil identifikasi tumbuhan 44 Universitas Sumatera Utara 45 Universitas Sumatera Utara Lampiran 2. Gambar tanaman dan buah terong lalap ungu (Solanum melongenaL). Tanaman terong lalap ungu Buah terong lalap ungu Buah setelah dirajang 46 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3.Gambar simplisia dan serbuk simplisia buah terong lalap ungu. (Solanum melongena L.) Simplisia buah terong lalap ungu Serbuk simplisia buah terong lalap ungu 47 Universitas Sumatera Utara Lampiran 4.Gambarmikroskopikdariserbuk simplisia buah terong lalap ungu (Solanum melongena L.) 1 2 3 Keterangan : perbesaran 10 X 40 1. Parenkim 2. Xylem bentuk tangga 3. Sel epidermis biji 48 Universitas Sumatera Utara Lampiran 5.Bagan pembuatan serbuk simplisia buah terong lalap ungu (Solanum melongena L.) Buah terong lalap ungu Dipisahkan dari tangkainya (5 kg) Dicuci Ditiriskan Dirajang ( 4,7 kg) Dikeringkan Simplisia (430 g) Pemeriksaan makroskopik Dihaluskan Serbuk simplisia Skrining fitokimia - Steroida/ triterpenoid - Alkaloid - Glikosida - Flavonoida - Saponin - Tanin - Steroida/ Triterpenoida Karakterisasi - Pemeriksaan mikroskopik - Penetapan kadar air - Penetapan kadar sari yang larut dalam etanol - Penetapan kadar sari yang larut dalam air - Penetapan kadar abu total - Penetapan kadar abu yang tidak larut dalamasam Pembuatan ekstrak Skrining fitokimia - Steroid/ triterpenoid - Alkaloida - Glikosida - Flavonoida - Saponin - Tanin 49 Universitas Sumatera Utara Lampiran 6. Bagan pembuatan ekstrak etanol buah terong lalap ungu (Solanum melongena L.) 100 g serbuk simplisia Dibasahi dengan etanol 96% dan didiamkan selama 3 jam Dimasukkankedalamalatperkolator Dituangkancairanpenyarietanolsecukupnyasa mpaisemuasimplisiaterendam dan terdapat selapis cairan penyri diatasnya. Mulut perkolator ditutup denganalumunium foil Perkolator didiamkanselama 24 jam Kran perkolator dibuka dandibiarkan perkolat mengalir 1ml/menit Ampas Perkolat Dipekatkandenganrotary evaporatorpadasuhu 50°C Ekstrakkental etanol (18,753 g) 50 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7.Perhitungan pemeriksaan karakteristik serbuk simplisia buah terong lalap ungu (Solanum melongena L.) 1. Penetapan kadar air Kadar air= No. 1 2 3 volume akhir-volume awal berat sampel Berat sampel (g) 5,003 5,006 5,022 1. Kadar air = 2. Kadar air = 3. Kadar air = 2,1-1,8 5,003 2,4-2,1 5,006 2,7-2,4 5,022 % rata-rata kadar air = 𝑥 100% Volume awal (ml) 1,8 2,1 2,4 Volume akhir (ml) 2,1 2,4 2,7 𝑥 100% = 5,99% 𝑥 100% = 5,99% 𝑥 100% = 5,97% (5,99+5,99+5,97)% 3 = 5,98% 2. Penetapankadar sari yang larutdalam air Kadar sari= No. 1 Berat sari 100 x ×100% Berat Sampel 20 Berat sampel (g) 5,012 Berat sari (g) 0.2452 2 5,032 0,2325 3 5,019 0,2329 1. Kadar sari yang larut dalam air = 2. Kadar sari yang larut dalam air = 0,2452 5,012 0,2325 5,032 x 100 x 100 20 20 x 100% = 24,46% x 100% = 23,10% 51 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7 (lanjutan) 3. Kadar sari yang larut dalam air = 0,2629 5,019 % rata-rata kadar sari yang larut dalam air = x 100 20 x 100% = 26,19% (24,46+23,10+26,19)% = 24,58% 3 3. Penetapankadar sari yang larutdalametanol Kadar sari = No. 1 2 3 Berat sari 100 x × 100% Berat Sampel 20 Berat sampel (g) 5,036 5,025 5,032 Berat sari (g) 0,2043 0,1971 0,1922 1. Kadar sari yang larut dalam etanol = 2. Kadar sari yang larut dalam etanol = 3. Kadar sari yang larut dalam etanol = 0,2043 5,036 0,1971 5,025 0,1922 5,032 % rata-rata kadar sari yang larut dalam etanol = x 100 x 100 x 100 20 20 20 x 100% = 20,28% x 100% = 19,61% x 100% = 19,09% (20,28+19,61+19,09)% 3 = 19,66% 4. Penetapankadarabu total Kadar abu total = Berat Abu × 100% Berat Sampel No. Berat sampel (g) Berat abu (g) 1 2,009 0,0903 2 2,005 0,0721 3 2,003 0,0806 52 Universitas Sumatera Utara Lampiran 7(lanjutan) 1. Kadar abu total = 2. Kadar abu total = 3. Kadar abu total = 0,0903 2,009 0,0721 2,005 0,0806 2,003 % rata-rata kadar abu total 4. = 𝑥 100% = 4,49% 𝑥 100% = 3,59% 𝑥 100% = 4,02% (4,49+3,49+4,02)% 3 = 4,03% Penetapankadarabu yang tidaklarutdalamasam Kadar abu yang tidaklarutdalamasam = Berat Abu Berat Sampel No. Berat sampel (g) Berat abu (g) 1 2 3 2,002 2,005 2,008 0,0101 0,0072 0,0090 1. Kadarabu yang tidaklarutdalamasam = 2. Kadarabu yang tidaklarutdalamasam = 3. Kadarabu yang tidaklarutdalamasam = % rata-rata kadar abu yang tidak larut asam = 0,0101 2,002 0,0072 2,005 0,0090 2,008 x 100% 𝑥 100% = 0,50% 𝑥 100% = 0,35% 𝑥 100% = 0,48% (0,50+0,35+0,48)% 3 = 0,44% 53 Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Data absorbansi operating time larutan DPPH dalam metanol No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ABS 1,0076 1,0168 1,0314 1,0411 1,0560 1,0664 1,0739 1,0898 1,1018 1,1359 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 K*ABS 1,0076 1,0168 1,0314 1,0411 1,0560 1,0664 1,0739 1,0898 1,1018 1,1359 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 1,1366 54 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9.Perhitungan persen pemerangkapan DPPH Data absorbansi menit ke-60 pengukuran pertama Konsentrasi Larutan Uji DPPH Absorbansi 1,0620 % Peredaman - 15 ppm 0,9017 15,09 20 ppm 25 ppm 30 ppm 0,8629 0,7827 0,6791 18,74 26,29 36,05 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 % peredaman = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 x 100% Keterangan: Akontrol = Absorbansi tidak mengandung sampel Asampel = Absorbansi sampel Perhitungan % peredaman ekstrak etanol buah terong lalap ungu - Konsentrasi 15 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0620−0,9017 1,0620 x 100% x 100% = 15,09% - Konsentrasi 20 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0620−0,8629 1,0620 x 100% x 100% = 18,74% - Konsentrasi 25 ppm % peredaman = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 x 100% 55 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9(lanjutan) = 1,0620−0,7827 1,0620 x 100% = 26,29% - Konsentrasi 30 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0620−0,6791 1,0620 x 100% x 100% = 36,05% Data absorbansi menit ke-60 pengukuran kedua Konsentrasi Larutan Uji DPPH 15 ppm 20 ppm 25 ppm 30 ppm Absorbansi 1,0964 0,9069 0,8755 0,7585 0,6982 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 % peredaman = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 % Peredaman 17,28 20,14 30,83 36,31 x 100% Keterangan: Akontrol = Absorbansi tidak mengandung sampel Asampel = Absorbansi sampel Perhitungan % peredaman ekstrak etanol buah terong lalap ungu - Konsentrasi 15 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0964−0,9069 1,0964 x 100% x 100% = 17,28% 56 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9 (lanjutan) - Konsentrasi 20 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0964−0,8755 1,0964 x 100% x 100% = 20,14% - Konsentrasi 25 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0964−0,7585 1,0964 x 100% x 100% = 30,83% - Konsentrasi 30 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0964−0,6982 0,6982 x 100% x 100% Data absorbansi menit ke-60 pengukuran ketiga Konsentrasi Larutan Uji DPPH 15 ppm 20 ppm 25 ppm 30 ppm % peredaman = Absorbansi 1,0173 0,8109 0,7744 0,6265 0,5959 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 % Peredaman 20,28 23,87 38,41 41,42 x 100% Keterangan: Akontrol = Absorbansi tidak mengandung sampel Asampel = Absorbansi sampel 57 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9(lanjutan) Perhitungan % peredaman ekstrak etanol buah terong lalap ungu - Konsentrasi 15 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0173−0,8109 1,0173 x 100% x 100% = 20,28% - Konsentrasi 20 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0173−0,7744 1,0173 x 100% x 100% = 23,87% - Konsentrasi 25 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0173−0,6265 1,0173 x 100% x 100% = 38,41% - Konsentrasi 30 ppm % peredaman = = 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 − 𝐴𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝐴𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 1,0173−0,5959 1,0173 x 100% x 100% = 41,42% 58 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9(lanjutan) Data nilai rata-rata % peredaman ekstrak etanol Konsentrasi Larutan Uji DPPH 15 ppm 20 ppm 25 ppm 30 ppm % Peredaman 1 15,09 18,74 26,29 36,05 % Peredaman 2 17,28 20,14 30,83 36,31 % Peredaman 3 20,28 23,87 38,41 41,42 % Peredaman Rata-Rata 17,55 20,91 31,84 37,92 59 Universitas Sumatera Utara Lampiran 10. Perhitungan nilai IC50 Ekstrak etanol buah terong lalap ungu X 0 15 20 25 30 ΣX= 90 Y 0 17,55 20,91 31,84 37,92 ΣY= 108,22 X=18 Y=21,64 XY 0 263,25 418,2 796 1137,6 ΣXY= 2615,08 X2 0 225 400 625 900 ΣX2 = 2150 X = Konsentrasi (ppm) Y = % Peredaman a= (∑XY)- (∑X)(∑Y)/ n (∑X 2 )-(∑X)2 / n a= (2615,08)- (90)(108,22)/ 5 (2150)-(90)2 / 5 a= 667,12 530 a = 1,25 b = 𝑌 - a𝑋 b = (21,64) – (1,25) (18) b = -0,86 Jadi, persamaan garis regresi Y = 1,25X – 0,86 Nilai IC50 : Y = 1,25X – 0,86 50 = 1,25X – 0,86 X = 40,68 ppm IC50 ekstrak etanol = 40,68 ppm 60 Universitas Sumatera Utara Lampiran 11. Gambar spektrofotometer UV-Visibel 61 Universitas Sumatera Utara
Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Sampah Kertas

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 53

Karakteristik Kertas Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Sampah Kertas

Bebas