Pusat Terapi Dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus (Arsitektur Perilaku)

 2  53  178

dokumen informasi

Pusat Terapi dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus (ARSITEKTUR PERILAKU) LAPORAN PERANCANGAN TGA 490 - TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012 / 2013 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur Oleh REZA CHAIRANDA SIREGAR 090406027 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara Pusat Terapi dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus (ARSITEKTUR PERILAKU) Oleh : REZA CHAIRANDA SIREGAR 09 0406 027 Medan, Juli 2013 Disetujui Oleh : Pembimbing I Pembimbing II Imam Faisal Pane,ST.,MT Ir. Basaria Thalarosa, M.T NIP : 19740910 200212 1 001 NIP : 19650109 199501 2 001 Ketua Departemen Arsitektur Ir. N. Vinky Rahman, MT. NIP. 19660622 199702 1 001 Universitas Sumatera Utara SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR (SHP2A) Nama : Reza Chairanda Siregar NIM : 09 0406 027 Judul Proyek Tugas Akhir : Pusat Terapi dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus Tema : Arsitektur Perilaku Rekapitulasi Nilai : A B+ B C+ C D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan : No. Status 1. Lulus Langsung 2. Lulus Waktu Paraf Paraf Pengumpulan Pembimbing Pembimbing Laporan I II Koordinator TGA-490 Melengkapi 3. Perbaikan Tanpa Sidang 4. Perbaikan Dengan Sidang 5. Tidak Lulus Medan, Juli 2013 Ketua Departemen Arsitektur, Koordinator TGA-490, Ir. N.Vinky Rahman, MT. Ir. Basaria Thalarosa, M.T NIP : 19660622 199702 1 001 NIP : 19650109 199501 2 001 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur, saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur, Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara. Laporan Studio Tugas Akhir ini berisikan antara lain : pengumpulan data melalui studi literatur dan dari berbagai nara sumber, telaah, analisa dan penyusunan landasan - landasan teoritis (konseptual) bagi tahap perancangan serta gambar - gambar rancangan. Selama proses hingga selesainya laporan ini, penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang turut andil dalam menyukseskannya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : Bapak Imam Faisal Pane, ST , MT sebagai Dosen Pembimbing I atas bimbingan, dukungan dan semangat yang sangat berarti dan selalu memberikan motivasi dari awal hingga akhir. Ibu Ir. Basaria Talarosha, M.T selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna, serta motivasi yang sangat berarti. Bapak Ir. N. Vinky Rahman, MT Sebagai Ketua Jurusan Arsitektur USU. Bapak Imam Faisal Pane, ST, MT Sebagai Sekretaris Jurusan Arsitektur USU. Bapak Hajar Suwantoro, ST MT selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan, saran, dan kritik. Ibu Ir. Basaria Talarosha, M.T Sebagai Ketua Koordinator Studio Tugas Akhir Semester B TA. 2012/2013. Seluruh Staf pengajar Bapak Ibu Dosen Arsitektur Universitas Sumatera Utara atas semua kritik dan sarannya selama asistensi. Orang tua saya tercinta Bapak H. Hanafi Siregar, S.H dan Ibu Dra. Hj.Lisa Marlina, M.Si. Kakak dan abang saya, Suri Mutia Siregar, S.Psi , Heriyanto, M.Psi, psikolog, keponakan saya Audy Ashalina serta semua keluarga besar yang tak tersebutkan satu per satu. Terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini. ii Universitas Sumatera Utara Sahabat-sahabat saya, pengingat dan pendamping di kala suka dan duka, Danu, Biman, Adib. Teman-teman luar biasa yang berada di studio hingga malam Cyntia, Fahima, Indah, Aci, Ibet, Bonita, Sesil, Mukhtar, Amed, Didit, Haris, Rido. Teman-teman yang membantu dalam proses pembuatan maket Andre, Willy, Yudis, Mudi. Teman-teman seperjuangan satu kelompok Rima, Angela, Hasan, Sartika, Elvia, Florine, Ade, Agatha, Bang Yudha. Terimakasih atas semangat, kebersamaan dan suka duka yang kita lewati bersama dari awal hingga akhir. Teman-teman arsitektur 09 yang saya cintai, terimakasih atas dukungan dan semangat, kebersamaan dan suka duka selama kuliah di Arsitektur USU. Abang dan kakak senior dan alumni yang telah memberikan semangat dan masukan serta adik-adik stambuk 2010, dan 2012. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kelengkapan dan terwujudnya kesempurnaan sebagaimana dimaksud. Akhir kata, Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya di lingkungan Departemen Arsitektur USU . Hormat Penulis Reza Chairanda Siregar iii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR (SHP2A) . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . iv DAFTAR GAMBAR . vii DAFTAR TABEL . x ABSTRAK . xi Bab I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Maksud dan Tujuan. 3 1.3. Lingkup Permasalahan. 4 1.4. Metode Pendekatan . 4 1.5. Lingkup dan Batasan Proyek. 5 1.6. Kerangka Berpikir. 6 1.7. Sistematika Laporan . 7 Bab II. Deskripsi Proyek 2.1. Terminologi Judul . 8 2.2. Studi Kelayakan . 8 2.3. Tinjauan Umum . 9 2.3.1. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus . 9 2.3.2. Pengelompokan Anak Berkebutuhan Khusus . 10 2.3.3. Penyebab Kelainan Pada Anak Berkebutuhan Khusus . 12 2.3.4. Tipe-tipe Anak Berkebutuhan Khusus dan Terapinya . 13 2.3.5. Tipe Terapi . 16 2.4. Tinjauan Proyek . 27 2.4.1. Deskripsi Proyek . 27 2.4.2. Pendekatan Pemilihan Lokasi Tapak . 27 2.4.3. Tinjauan Lokasi. 35 2.5. Deskripsi Pengguna,Kegiatan dan Kebutuhan Ruang. 37 2.6. Studi Banding Proyek Sejenis . 44 iv Universitas Sumatera Utara 2.6.1. One Kids Place, Ontario, Kanada . 44 2.6.2. Children’s Center for Psychiatric Rehab, Japan . 48 2.6.3. AD Classics: St. Coletta School, Washington DC . 51 2.7. Studi Banding Terapi Taman Anak Berkebutuhan Khusus . 54 2.7.1. Rusk Play Garden, New York . 54 Bab III. Elaborasi Tema 3.1. Pengertian Tema . 57 3.1.1. Kajian Arsitektur Perilaku . 62 3.1.2. Psikologi Sosial Manusia . 62 3.2. Interpretasi Tema. 63 3.3. Keterkaitan Tema Dengan Judul . 64 3.4. Studi Banding Tema Sejenis . 65 3.4.1. New Struan Centre for Autism . 65 3.4.2. Union County Juvenile Detention Centre . 68 3.4.3. McAuliffe Elementary School . 69 Bab IV. Analisa 4.1. Analisa Kondisi Tapak dan Lingkungan . 72 4.1.1. Analisa Lokasi Tapak dalam Skala Kota dan Region . 72 4.1.2. Analisa Tata Guna Lahan . 75 4.1.2.a Kondisi Eksisting Sekitar . 75 4.1.2.b Batas-batas Sekitar Site. 78 4.1.2.c Analisa Skyline. 79 4.1.3. Analisa Sirkulasi . 81 4.1.3.a Sirkulasi Kendaraan Bermotor . 81 4.1.3.b Sirkulasi Pejalan Kaki . 82 4.1.4. Analisa Pencapaian . 83 4.1.5. Analisa Matahari, Angin dan Vegetasi . 85 4.1.6. Analisa Kebisingan . 87 4.1.7. Analisa View . 88 4.1.7.a Analisa View Keluar . 88 4.1.7.b Analisa View Kedalam . 89 v Universitas Sumatera Utara 4.1.8. Analisa RS Adam Malik . 90 4.4. Analisa Fungsional. 92 4.4.1. Deskripsi Pengguna. 92 4.4.2. Analisa Kegiatan . 98 4.4.3. Program Ruang . 107 Bab V. Konsep Perancangan 5.1. Konsep Dasar . 112 5.2. Konsep Rencana Tapak . 114 5.3. Konsep Sirkulasi . 115 5.4. Konsep Ruang Dalam . 116 5.5. Konsep Massa . 117 5.6 Konsep Sirkulasi . 118 5.7 Konsep Massa . 119 5.8 Konsep Ruang Luar . 120 5.8 Konsep Taman Terapi . 121 5.9 Konsep Tuna Daksa . 122 5.10 Konsep Tuna Netra . 123 5.11 Konsep Tuna Rungu . 124 5.12 Konsep Tuna Grahita . 125 5.13 Konsep Tuna Laras. 126 DAFTAR PUSTAKA . xiii Lampiran vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Proses Terapi Okupasi . 17 Gambar 2.2 Proses Terapi Wicara . 18 Gambar 2.3 Proses Terapi Perilaku . 19 Gambar 2.4 Proses Terapi Fisioterapi . 21 Gambar 2.5 Proses Terapi Musik. 22 Gambar 2.6 Bahasa Isyarat . 24 Gambar 2.7 Lokasi Site . 36 Gambar 2.8 Bangunan One Kids Place . 44 Gambar 2.9 Interior One Kids Place . 44 Gambar 2.10 Interior One Kids Place . 45 Gambar 2.11 Interior One Kids Place . 46 Gambar 2.12 Denah dan Tampak One Kids Place . 47 Gambar 2.13 Bangunan Children’s Center . 48 Gambar 2.14 Konsep Bangunan . 48 Gambar 2.15 Interior Bangunan . 49 Gambar 2.16 Denah Bangunan . 49 Gambar 2.17 Denah Bangunan . 50 Gambar 2.18 Bangunan AD Classics. 51 Gambar 2.19 Tampak Bangunan . 51 Gambar 2.20 Tampak Bangunan . 52 Gambar 2.21 Denah Bangunan . 52 Gambar 2.22 Denah Bangunan Lt.2 . 53 Gambar 2.23 Denah Bangunan Lt. 3 . 53 Gambar 2.24 Taman Rusk Play . 54 Gambar 2.25 Aktivitas Taman Rusk Play . 55 Gambar 2.26 Denah Taman Rusk Play . 55 Gambar 3.1 Bangunan New Struan Centre for Autism . 65 Gambar 3.2 Bagian Belakang New Struan Centre for Autism . 66 Gambar 3.3 Interior Bangunan . 66 Gambar 3.4 Interior Bangunan . 67 Gambar 3.5 Bangunan Union County Juvenile . 68 Gambar 3.6 Bangunan McAuliffe Elementary School. 69 vii Universitas Sumatera Utara Gambar 3.7 Tampak Depan Bangunan . 70 Gambar 3.8 Interior Bangunan . 70 Gambar 3.9 Interior Bangunan . 71 Gambar 4.1 Lokasi Site . 72 Gambar 4.2 Kondisi Eksisting Lokasi Site . 74 Gambar 4.3 Ilustrasi Kondisi Eksisting Site . 74 Gambar 4.4 Kondisi Sekitar Site . 75 Gambar 4.5 Foto Sekitar Site . 76 Gambar 4.6 Ilustrasi Kondisi Sekitar Site . 77 Gambar 4.7 Batas-batas Sekitar Site . 78 Gambar 4.8 Foto Batas-batas Sekitar Site . 78 Gambar 4.9 Ilustrasi Potongan Site . 79 Gambar 4.10 Ilustrasi Potongan Site . 80 Gambar 4.11 Kondisi Sirkulasi Kendaraan . 81 Gambar 4.12 Kondisi Sirkulasi Pejalan Kaki . 82 Gambar 4.13 Analisa Pencapaian. 83 Gambar 4.14 Analisa Site . 85 Gambar 4.15 Analisa Kebisingan . 87 Gambar 4.16 Analisa View Keluar . 88 Gambar 4.17 Analisa View Kedalam. 89 Gambar 4.18 Analisa RS Adam Malik . 90 Gambar 4.19 Pola Sirkulasi RS Adam Malik . 91 Gambar 4.20 Batas Bangunan RS Adam yang semakin bertambah, SLB ini pindah ke lokasi baru dengan bangunan yang lebih mencakup anak-anak berkebutuhan khusus dari seluruh Sumatra Utara. SLB Karya Tulus SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 60 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR PERILAKU | TUGAS AKHIR – TKA 490 berada di bawah Yayasan Setia dan dikelola oleh susteran. Pembiayaan berasal dari otonomi, dana Pemerintah yaitu BOS dan BOP, dan dana siswa dengan standard biaya sebesar Rp 250.000,- namun tetap memberikan kemudahan pembiayaan bagi siswa yang kurang mampu untuk membayar sesuai kemampuan orangtua siswa. Jumlah siswa adalah 89 orang yang menderita tuna grahita (mental disability) dan down syndrome. Sebanyak 90% dari jumlah anak tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak sekolah khususnya bagi anak yang berasal dari luar Medan. Sistem pembelajaran yang diberikan adalah pendidikan sekolah dan terapi individual. Klasifikasi pembelajaran anak berdasarkan tes IQ, dan ditempatkan di ruang kelas dengan maksimal 8 orang. Gambar 2.13 Ruang Terapi Gambar 2.14 Perpustakaan Fasilitas yang disediakan cukup lengkap dan sesuai dengan standar kelayakan, yaitu adanya ruang terapi, ruang keterampilan memasak, ruang keterampilan music, ruang komputer, 14 unit ruang kelas, ruang makan bersama yang bisa difungsikan sebagai ruang kumpul apabila ada kegiatan, ruang doa, dan 5 unit asrama dengan jumlah tiap unit sebanyak 15 orang. Gambar 2.15 Ruang Kelas SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 61 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR PERILAKU | TUGAS AKHIR – TKA 490 Gambar 2.16 Ruang Keterampilan Memasak Gambar 2.17 Ruang Musik dan Terapi Perilaku Gambar 2.18 Ruang Komputer Gambar 2.19 Ruang Kumpul Gambar 2.20 Ruang Makan Bersama II.7.3 Sekolah Alam Medan Sekolah Alam Medan yang menyasar ABK seperti anak-anak autis, downsyndrome, dyslexia, hingga terlambat kognitif. Berbeda dari sekolah umumnya, Sekolah Alam Medan hanya menangani sekitar 70 anak-anak yang ‘berbeda’ dengan berbagai usia. Silabus pun khusus disusun untuk tiap anak. Untuk menunjang kegiatan belajar, beberapa hasil kegiatan siswa Sekolah Alam Medan diperdagangkan. Tempe, misalnya. Tak sedikit siswa Sekolah Alam Medan menyukai kegiatan pembuatan tempe. Dengan tekun mereka menguliti biji SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 62 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR PERILAKU | TUGAS AKHIR – TKA 490 kedelai satu per satu sampai benar-benar bersih, barulah kemudian kedelai diragi hingga jadi tempe. Ketekunan mereka pun membuahkan hasil. Tempe dijual di kalangan sendiri, wali murid. Karena kebersihannya yang terjamin, Sekolah Alam Medan pun tak jarang kebanjiran pesanan. Biasanya, kegiatan tersebut memanfaatkan 2 sampai 3 kilogram kedelai per hari. Tiap kilonya menghasilkan 12 bungkus tempe, masingmasing 15 gram. Tempe hasil kegiatan 2 sesi ini dibanderol Rp 5.000 untuk 3 bungkus. Kegiatan membuat tempe memang salah satu aktivitas yang digemari siswa Sekolah Alam Medan. Kegiatan tersebut dinilai mudah diikuti. Minggu pertama, mereka melihat contoh dari gurunya. Setelah minggu kedua, sang guru sudah tidak perlu mencontohkan, cukup memberi arahan lisan. Hingga menghasilkan tempe layak jual, diperlukan waktu sekitar 4 hari. Aktivitas lain yang tak kalah menarik bagi siswa Sekolah Alam Medan adalah mendaur-ulang barang-barang bekas, sampah plastik, dan kertas menjadi barang yang bermanfaat seperti tas, buku tulis, dan mainan. Mainan yang dihasilkan pun bukan sembarang mainan, melainkan edukatif yang cerdas. Sekolah Alam Medan bekerja sama dengan Yayasan Muda Tzuchi untuk menyuplai barang bekas. Metode pengajarannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan tempe. Guru mencontohkan pembuatannya, kemudian para siswa mengikutinya. Lily biasanya mendapat ide permainan, kemudian dicobakan kepada putri sematawayangnya, Angeline Abigail Saputro. Tak heran bila gadis 5 tahun yang dibesarkan dari didikan homeschooling ibunya sendiri begitu lancar menjelaskan kegunaan tiap barang hasil daur ulang tersebut. Barang-barang tersebut kemudian dilabeli Sanggar Kreatifitas Anak Indonesia dan dijual dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Setiap hari Senin hingga Kamis, mereka menjualnya di sekolah-sekolah di Medan. Selain itu barang tersebut juga tersedia di salah satu toko buku terkemuka dan restoran tempat komunitas pemerhati ABK biasa berkumpul. Bisnis sosial ini membawa Sekolah Alam Medan dan Sukendro sebagai salah satu finalis Community Entrepreneur Championship yang diselenggarakan British Council dan Arthur Guinness Fund. Sukendro berencana mengembangkan tempat workshop dan menambah peralatan terapi untuk ABK di sekolahnya. SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 63 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR PERILAKU | TUGAS AKHIR – TKA 490 Gambar 2.21 Kegiatan Keterampilan Sekolah Alam memiliki lokasi lain yaitu bernama I-Homeschooling yang berada di Jalan Abdullah Lubis No. 56/35. I-Homeschooling menerima anak dengan batas umur 3 tahun – 12 tahun. Sampai sekarang ini berjumlah 30 orang. Anakanak tersebut berasal dari Medan sekitarnya bahkan Berastagi. Pengelolaan IHomeschooling tidak dibawahi oleh sebuah yayasan tertentu hanya berdiri sendiri dengan Sekolah Alam. Sumber pembiayaan semua berasal dari uang sekolah murid. Sistem pengajar dibagi atas dua bagian yaitu sistem individual yaitu tiap pengajar membimbing 1 – 4 orang anak dan sistem klasikal yaitu tiap mengajar membimbing 7 – 6 orang. Pembelajaran pada I-Homeschooling ini terdiri dari kegiatan terapi yaitu terapi perilaku dan komunikasi dan kegiatan akademik yaitu pembelajaran seperti pada sekolah formal umumnya. Penempatan pembelajaran disesuaikan dengan tingkatan kemampuan anak. Tidak semua anak pada IHomeshooling ini mengikuti kegiatan terapi dan akademik, ada beberapa anak yang hanya mengikuti kegiatan terapi saja dan sebaliknya. Kegiatan pada sekolah ini berlangsung dari jam 08.00 – 18.00 WIB. Ruang yang tersedia pada I-Homeschooling sangat terbatas baik dari segi kelayakan ruang, kelayakan besaran ruang dan kelengkapannya. Ruang yang disediakan yaitu ruang terapi ABA (one on one), ruang terapi bermain, ruang terapi sosial. Ruang lainnya yaitu ruang kelas yang berjumlah 3 ruang, ruang computer, ruang keterampilan, dan ruang alat. SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 64 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR TROPIS | TUGAS AKHIR – TKA 490 BAB III ELABORASI TEMA III.1 Pengertian Arsitektur Perilaku III.1.1 Arsitektur Adapun tema untuk proyek ini adalah Arsitektur Perilaku untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Pengertian Arsitektur antara lain :  Menurut A.C. Antoniades Poetics of Architecture: Theory of Design o Arsitektur adalah indeks budaya yang mempunyai wujud berbeda pada masyarakat yang berbeda o Arsitektur berkaitan dengan proses dan kreasi dari lingkungan buatan manusia yang mengacu pada aspek fungsi, ekonomi dan emosi pemakai atau pengamat. o Arsitektur adalah disiplin ilmu yang mengorganisir dan menciptakan keteraturan dari aspek-aspek lingkungan yang belum terkait. o Arsitektur yang baik merupakan sintesa dari serangkaian persyaratan / elemen - elemen yang diperlukan untuk menciptakan sesuatu yang baru.  Menurut J.C. Snyder o Arsitektur merupakan tempat bernaung dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit. o Arsitektur adalah lingkungan binaan (built environment) yang berfungsi untuk perlindungan dari bahaya dan untuk menampung kegiatan manusia serta sebagai identitas status sosial. o Arsitektur berkaitan dengan perancangan, yakni suatu konstruksi yang dibuat dengan sengaja untuk menggubah lingkungan fisik melalui suatu cara/system penataan tertentu. o Arsitektur berkaitan dengan budaya, memiliki system lambang, makna serta skema kognitif. SESILIA GLORIA SIMARMATA – 090406069 65 Universitas Sumatera Utara PUSAT PERAWATAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ARSITEKTUR TROPIS | TUGAS AKHIR – TKA 490  Menurut Djauhari Sumintardja Arsitektur merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya (melindungi diri dari gangguan) dan kepentingan jiwanya (kenyamanan, ketengangan,dll).  Yb. Mangunwijaya : Arsitektur tidak boleh terlepas dari unsur guna dan unsur citra.  “Lingkungan binaan yang mempunyai bermacam-macam kegunaan melindungi manusia dan kegiatannya serta hak miliknya dari elemen-elemen dari musuh dan dari kekuatan-kekuatannya adikrodati, membuat tempat, menciptakan suatu kawasan aman, yang berpenduduk dalam dunia fana, dan cukup berbahaya, menekan sosial dan menunjukkan status.”  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arsitektur mempunyai arti seni bangunan, gaya bangunan. Arsitektur adalah seni dan keteknikan bangunan, digunakan untuk memenuhi keinginan praktis dan ekspresifdari manusiamanusia beradab.  Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar : dibantu mat erial, umur mat erial, ket ersediaan mat erial dan harga mat erial Tabel 9 Mat erial Bangunan At ap : 4 Gent eng 5 Sirap 6 Ij uk 7 Spandex Dinding : 8 Bet on 9 Bata Lant ai : 10 Keramik 11 Parket Pemasangan Umur Ketersediaan Harga Mudah Sulit Sulit Mudah Tahan lama Tidak t ahan lama Tidak t ahan lama Tahan lama Mudah Sulit Sulit Mudah Mahal Mahal Mahal Murah Mudah Mudah Tahan lama Tahan lama Sulit Mudah Mahal Murah Mudah Sulit Tahan lama Tahan lama Mudah Sulit Murah Mahal 4.2. 5.5 Analisa Utilitas Ut ilit as t erbagi at as dua , yait u air bersih dan air buangan. a. Sistem air bersih Jenis sist em air bersih yang digunakan dapat dibagi dua yait u sist em dist ribusi air bersih down feed. Tabel 10 Sisit em air bersih Down f eed Keuntungan Kerugian Penyaluran air digunakan dengan Penyaluran air t idak merat a memanf aat kan bant uan sist em gravit asi, Diperlukan ruang unt uk pelet akan t angki sehingga menghemat biaya operasional pada bagian at as bangunan bangunan. Sist em pemipaan lebih sedikit Kentungan Tabel 11 Sist em air bersih up f eed Kerugian Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 - - Penyaluran air dapat merat a diset iap t empat . Air pada bagian plambing t erus bergerak sehingga mengurangi perist iwa korosi pada pipa-pipa besi. Ruang yang diperlukan lebih kecil - Biaya operasional lebih mahal Sist em pemipaan lebih banyak Dapat t erj adi ledakan akibat t ekanan dari mesin pompa. Dari analisa diat as maka sisit em dist ribusi air yang digunakan yait u syst em dist ribusi air bersih Down Feed. b. Sistem distribusi air buangan Sist em dist ribusi air buangan dibagi menj adi sist em air kot or (urinoir, bidet , kloset ), sist em pembuangan air bekas (west af el, bat hub, sink dapur), sist em pembuangan air huj an, dan sist em buangan air khusus (air buangan yang mengandung gas, racun, lemak dan limbah kimia). Sist em pendist ribusian air buangan dapat dibagi dua yait u sist em bert ekan (menggunakan pompa, biasanya digunakan pada area basement ), dan sist em gravit asi. c. Sistem penghawaan Sist em penghawaan dapat dibagi dua yait u penghawaan alami dan penghawaan buat an Tabel 12 Sist em dist ribusi Keunt ungan Kerugian Penghawaan alami - Biaya lebih murah - Dapat dimodif ikasi unt uk membent uk est et is bangunan Penghawaan buatan - Dapat merat a diset iap ruangan - Tingkat kelembaban dan suhu dapat dikont rol. - Udara yang dialirkan dapat dibersihkan. - Kenyamanan yang t ercipt a t idsk dspst dikont rol. - Tidak dapat merat a diset iap ruang - Bergant ung t erhadap iklim t empat - Biaya lebih mahal - Dibut uhkan ruang yang besar sebagai t empat pelet akan peralat an penghawaan. - Membut uhkan bant uan energi. Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 Kenyamanan t hermal secara alami penggunaan sun screen dan shading, dapat diperoleh dengan penggunaan kaca reflekt if, cara penggunaan sist em kaca ganda, penggunaan air pendingin dan penggunaan blower (roof f an) unt uk mempercepat aliran udara. Kenyamanan t hermal secara buat an dapat diperoleh dengan cara penghawaan sist em AC Cent ral, dan penghawaan sist em AC Packege (split ). d. Sistem instalasi listrik Sist em dist ribusi list rik pada bangunan dapat diperoleh dengan cara didist ribusikan secara langsung dari PLN dan didist ribusikan melalui genset . Tabel 13 Sist em inst alasi list rik Listrik PLN Tenaga Listrik dari Genset Keuntungan - Biaya operasional murah - Ruang yang dibutuhkan sedikit - Kerugian - Jumlah daya t erbatas Besaran daya yang diperlukan dapat disesuaikan Biaya operasional murah Menggunakan energi lain untuk menghasilkan daya - Ruang yang dibut uhkan besar - Biaya pemasangan besar Tenaga Listrik dari Energi Panas Matahari - Memanfaat kan energi mat ahari untuk menghasilkan daya - Biaya operasional murah - Dapat digunakan sebagai pembent uk est etika bangunan - Biaya pemasangan besar - Membutuhkan ruang yang luas e. Sistem pencahayaan Sist em pencahayaan dapat dibagi dua yait u pencahayaan alami dan buat an. Tabel 14 Sist em pencahayaan Pencahayaan alami Pencahayaan buatan - Biaya murah - Biaya lebih mahal - Pengat uran intensit as cahaya sulit - Intensit as cahaya dapat diat ur - Bergant ung t erhadap iklim dan cuaca - Sudut pencahayaan dapat dikont rol - Baik digunakan untuk ruangan dengan dimensi - Baik digunakan unt uk ruang-ruang khusus yang besar (hall at au area publik) dan ruang dengan dimensi kecil Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 f. Sistem pembuangan sampah Sampah dibedakan at as sampah organik dan sampah non organic. Sist em pembuangan dilakukan dengan Collect or (pengumpulan) dan Final Disposal (pembakaran). BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. KONSEP PERANCANGAN TAPAK 5.1.1. Zoning dan Tata Ruang Luar Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 Massa bangunan berada dit engah sit e dengan orient asi menghadap ke arah j alan Pangkalan Mansyur sebagai j alan raya. Bagian belakang t apak dirancang sebagai Drop In / Shelt er para korban. Dilet akkan di daerah ini karena let ak area ini yang dikelilingi area lainnya sehingga membuat let ak asrama ini t ersembunyi dan dapat sangat mendukung unt uk t ingkat keamanan yang t inggi. Didepan massa bangunan, lahan t apak dimanfaat kan sebagai area parkir unt uk pengunj ung. Sisi Barat t apak yang menghadap j alan Karya Budi j uga dimanfaat kan sebagai area parkir pengunj ung, khususnya area parkir kendaraan roda dua. Pada j alan Pangkalan Mansyur dit empat kan dua buah halt e bis, dimana posisinya berada pada sisi kanan dan kiri sit e, unt uk kenyamanan pengunj ung yang berj alan kaki. Wilayah ini akan dij adikan Zona Privat, berupa drop in / shelt er karena selain j auh dari kebisingan j alan, area ini j uga let aknya t ersembunyi dan mendukung unt uk t ingkat Daerah Ini akan dibuat Zona Servis, berupa fasilit as keamanan, dan ruang i Wilayah ini akan dibuat Zona Semi Publik, berupa kant or Area Publik, sepert i R.Serbaguna, Lahan Parkir,dll Gambar 19. Zoning dan Tata Ruang Luar. 5.1.2. Pencapaian dan Sirkulasi Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 Jalan Masuk dan KeluarServis SITE Jalan Keluar Publik dan Pengelola Jalan Masuk Publik dan Pengelola Gambar 20 Pencapaian dan Sirkulasi 5.1.3. Gubahan Massa Massa bangunan Pusat Pelayanan Terpadu ini t erbent uk dari bent uk kot ak dengan lingkaran. Sehingga desain yang dihasilkan berupa perpaduan kot ak dan lingkaran dengan perbedaan ket inggian. Bent uk bangunan diusahakan memberikan kesan yang nyaman dan bersahaj a. 5.1. 4 Konsep Bangunan Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 Bau-bau an dapat mempengaruhi mood seseorang  Di dekat Asrama akan Dibangun t aman bunga dan let ak dapur dibuat berdekat an dengan Asrama, sehingga bau masakan dapat merangsang suasana hat i si korban. Mengingat Prilaku Anak-Anak yang cenderung Hiperakt if dan suka bermain, maka Asrama Perempuan dan Anak-anak akan dipisah namun masih t et ap bisa saling melihat sat u sama lainnya. Warna j uga bisa mempengaruhi Suasana hat i seseorang. Maka unt uk gedung Pengelola dan Asrama Perempuan, penggunaan cat dinding yang berwarna lembut sepert i peach at aupun pink pucat menj adi pilihan. Unt uk Asrama anak-anak, dipilih penggunaan warna yang lebih t egas dan t erang sepert i campuran kuning, biru, merah dan lainnya. Salah sat u prilaku orang yang depresi adalah self dest ruct ive, maka di asrama ini nant inya akan meminimalisir perabot an yang ada sehingga meminimalisir kemungkinan korban unt uk melukai dirinya sendiri. Terkadang korban sering berusaha unt uk melarikan diri , dan unt uk menj aga keselamat an korban, disekeliling asrama akan dibangun t embok yang cukup t inggi dengan hanya 1 pint u masuk unt uk mempermudah pengawasan. DAFTAR PUSTAKA. Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009 De Chiara.Joseph,and John Calender.1981.Time Saver Standart for Building Types.Mcgraw Hill Book Company.New York. Neufert , Ernst dan Sj amsu Amril, (1995), Dat a Arsit ek, Jilid 2 Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakart a. Neufert , Ernst dan Sunart o Tj ahj adi, (1997), Dat a Arsit ek, Jilid 1 Edisi 33, Penerbit Erlangga, Jakart a. Snyder, James C.& Catanese, Anthony J. (1989) Pengantar Arsitektur, Jakarta: Erlangga, WJS Poerwadarminta, (1976) Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka. Badan Pusat Statistik Medan (2006) Medan Dalam Angka www.wikipedia.com www.great buildings.com Adam Miraza : Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku, 2009. USU Repository © 2009
Pusat Terapi Dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus (Arsitektur Perilaku) Pusat Terapi Dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus Arsitektur Perilaku

Penulis

Bergabung : 2016-09-17

Dokumen serupa

1 / 178

Pusat Terapi Dan Rekreasi Anak Berkebutuhan Khusus (Arsitektur Perilaku)

Bebas